Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Taman tugu kecil sepi Pengunjung, Puluhan Pedagang gulung tikar

PRABUMULIH – Taman Tugu Kecil yang berada tepat disisi Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih dengan ciri khas Patung yang mirip dengan patung pancoran itu kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasca dibangun pada 2015 silam dengan menggunakan dana APBD senilai 1,9 Miliar Rupiah tersebut, kini aktifitas di taman tugu kecil menjadi sepi dan tidak difungsikan.

Sejumlah pedagang yang semula menempati kios, mulai tutup lantaran diduga mengalami kerugian akibat kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ketempat ini.

Kondisi ini diperparah, setelah pada september 2018 lalu sejumlah rolling door kios raib dicuri oleh orang tak dikenal. Sungguh sangat disayangkan, aset bernilai miliaran rupiah kini terbengkalai.

Sejumlah kios pun tampak mengalami kerusakkan, salah satunya seperti plafon kios yang sudah hancur serta fasilitas kamar mandi yang tidak terawat dan penuh kotoran.


"Kios ditaman tugu kecil yang ditinggal pedagang lantaran sepi pengunjung kini ditutup"


Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM seusai acara sertijab di Kantor Polres Prabumulih disinggung masalah tersebut, dirinya mengatakan selama satu minggu ini sering mengunjungi taman tersebut yang sudah mulai terlihat sepi

“beberapa minggu ini sudah saya cek, semua pedagang sudah mengosongkan tempat itu karena katanya jualan disini sudah sepi” tuturnya

Lanjut Ridho, jika pedagang sudah mengosongkan tempat itu (kios.red) berarti hak pengelolaannya harus dipindahkan kepihak ketiga karena sebelumnya, kata dia Pemerintah sudah memberikan hak pengelolaan kios tersebut selama 2 tahun kepada para pedagang

“kita sudah memberikan kesempatan selama 2 tahun untuk berdagang disana, jadi kita jangan disalahkan lagi” ucapnya

Tak hanya itu Ridho mengatakan akan mencari pihak ketiga sebagai pengelola beberapa kios tersebut dengan catatan harus bertanggung jawab dengan kebersihan, air, listrik, WC dan sewa sebagai tanggungjawab pengelola

Ini dilakukan agar taman tugu kecil tidak terbengkalai serta aktifitas ditempat tersebut bisa hidup kembali.

Ridho menambahkan, sebelum diserahkan ke pihak ketiga, Pemerintah Kota Prabumulih terlebih dahulu akan merenovasi kios-kios yang sudah rusak, memperbaiki lampu jalan serta fasilitas lainnya.

SIMAK VIDEONYA DISINI :

https://youtu.be/wj1o5G0uoFo
Share:

Kinerja Semakin Baik, PLN Muara Enim Raih Tiga Penghargaan

MUARA ENIM -- Kinerja PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelaksana (ULP) Muara Enim, sepanjang 2018 terus alami perbaikan dari tahun sebelumnya. Seperti gangguan penyulang (Padam dari gardu induk) baik di Gardu Induk (GI) Gunung Megang maupun GI Bukit Asam Tanjung Enim, menurun sebanyak 23 persen dalam setahun.

Pada 2017, terjadi gangguan sebanyak 255 kali. Namun di 2018 menurun, menjadi 195 gangguan saja. “Di 2019 ini, kita targetkan kembali menurun. Harus dibawah 100 kali gangguan,” kata Manajer ULP Muara Enim, Randy Kusriansyah, Kamis (17/1).

Wilayah kerja ULP Muara Enim cukup luas, meliputi 8 kecamatan di dua kabupaten. Yakni Kecamatan Ujan Mas, Muara Enim, Lawang Kidul, Tanjung Agung, Semende Darat Tengah (SDT), Semende Darat Ulu (SDU), dan Semende Darat Laut (SDL) Kabupaten Muara Enim. Serta Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

“Walaupun wilayah kerja luas, namun kami komitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Salah satu pelayanannya yaitu meminimalisir terjadinya listrik padam,” beber Randy.

Di sisi lain, pada kinerja tunggakan pembayaran listrik, pada Desember 2018 lalu, PLN ULP Muara Enim nihil tunggakan. Menurut Randy, hal ini membuktikan jika pelanggan PLN sudah semakin cerdas dan paham akan aturan berlaku tentang pembayaran rekening listrik setiap bulan.

“Di bulan Desember 2018, semua warga/pelanggan PLN ULP Muara Enim bayar rekening listrik. Tidak ada satupun yang tidak bayar,” tegasnya.

Semua pencapaian kinerja yang semakin membaik tersebut, lanjut dia, tak terlepas dari kerja keras dan kerja cerdas, dan ikhlas jajaran PLN ULP Muara Enim. “Serta tentunya berkat support daerah, dan rekan-rekan media di Kabupaten Muara Enim selama ini,” ucapnya.

Atas kinerja yang baik itu, PLN ULP Muara Enim pada 2018 berhasil meraih tiga penghargaan dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lahat. Di antaranya penghargaan Nihil Tunggakan, penghargaan Penurunan Tunggakan lebih dari 50  Persen dari Tahun Lalu, dan penghargaan Pendapatan kWh P2TL Terbaik ke-2.(SN)
Share:

Pedagang Habiskan Puluhan Juta Renovasi Kios di PTM 2 Prabumulih

PRABUMULIH - Pasca demo beberapa waktu lalu puluhan pedagang yang akan dipindahkan ke gedung pasar PTM 2 kota Prabumulih merenovasi kios sendiri dan menambahkan Pintu Rolling door yang beberapa waktu lalu hilang karena dicuri oleh orang yang tak di kenal disaat pedagang belum menempati kios tersebut.

Renovasi ataupun penambahan rollingdoor ini mengunakan dana pribadi para pedagang, selain menambahkan rolling door beberapa pedagang juga menambahkan tulang (behel) kedalam tiang coran karena menurut pedagang tiang coran tersebut tidak memadai untuk di gunakan sebagai sanggahan untuk menahan rolling door yang mereka buat.

Pendi(45) pedagang baju yang sudah lama berdagang di pasar kota Prabumulih. Saat di wawancarai selasa 15/01/2019 mengatakan untuk menambah rolling door dirinya merogoh kocek yang tak sedikit.

"Untuk renovasi dan menambah rolling door ini habis uang kira-kira Rp 10 juta rupiah" Ujarnya.



Pedi juga menambahkan, penambahan behel atau tulang di tiang coran dilakukan untuk menompang pintu rolling door supaya lebih kokoh. "Ini dilakukan untuk antisipasi pencurian," ungkapnya.

Senada diungkapkan Arif (43). Penambahan rollingdoor dilakukan lantaran kios yang akan ditempati sudah tidak memiliki pintu akibat dicuri orang.

"Supaya kokoh. Renovasi kios ini juga kami habis uang puluhan juta," pungkasnya.

Dari pantauan, selain melakukan renovasi. Sejumlah pedagang juga melakukan pelebaran kios sekitar 1 meter kedepan dari bangunan awal yang dibuat pemerintah. (Fik)
Share:

Aturan Baru, Dokumen Kontrak Ikut Diupload

MUARA ENIM,---Pelaksanaan lelang proyek APBD tahun 2019, yang akan dilaksanakan kelompok kerja dari masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Unit Layanan Pengadaan Pemkab Muara Enim sedikit mengalami perbedaan dibanding tahun 2018 lalu.

Soalnya pada lelang proyek tahun 2019 ini, dokumen kontrak proyek turut diupload pada pelaksanaan lelang elektonik tersebut. Hal itu dilakukan sesuai dengan Sistem Rencana Umum Pengadadaan Barang dan Jasa (SiRUP).

“Dokumen kontrak itu walaupun diupload tetapi tidak semua orang bisa membukanya, yang bisa membukanya hanya Pejabat Pembuat Komitman (PPK) dan Lembaga Kajian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP),” jelas Kabag ULP, Holika dan stafnya, Soni, Selasa (15/1).

Penegasan itu disampaikannya pada acara sosialisasi dan kordinasi pelaksanaan tender tahun anggaran 2019, berlangsung di ruang rapat Pemkab Muara Enim. Acara itu diikuti para PPK dan PPTK masing masing OPD, yang akan menangani pelaksanaan kegiatan proyek APBD tahun 2019.

Pada sosialisasi tersebut juga disampaikan bahwa pada aplikasi SiRUP yang akan dilaksanakan ini ada perubahan yakni setiap PPK per kode rekening Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). “Sekarang PPK bisa dipilih berdasarkan kode rekening DPA,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Direktur CV Asondang, Ahmad Solihin, sangat menyesalkan sikap ULP yang melakukan sosialisasi dan kordinasi tender proyek tahun 2019 itu hanya kepada PPK dan PPTK dari masing masing OPD di lingkungan Pemkab Muara Enim.

“Seharusnya pihak kontraktor selaku pihak ketiga yang nantinya sebagai pelaksana proyek tersebut diundang untuk mengikuti sosialisasi tersebut. Sehingga kami tahu jika pada pelaksanaan tender tersebut ada perubahan sistem,” tegas Solihin.

Dengan demikian, lanjutnya, kontraktor akan tahu dan memahami sistem yang akan dilakukan pada pelaksanaan tender tersebut. Karena, lanjutnya, jika adanya probahan sistem ini, pihak kontraktor tidak tau, tentunya tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kecurigaan.
Share:

Ancam Kualitas Jembatan, Warga Desak Pemkab PALI Tindak Pengusaha Tambang Pasir

PALI -- Aktivitas galian pasir di samping jembatan Payu Putat penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih yang letak operasi penggalian pasir tersebut di wilayah Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang disoal masyarakat Bumi Serepat Serasan, karena selain dikhawatirkan akan mengganggu kualitas jembatan yang baru saja dibangun pemerintah juga antrean angkutan pasir mengganggu kenyamanan lalulintas disana.

"Kami minta pemerintah Kabupaten PALI menindak pengusaha galian pasir tersebut, serta memeriksa kembali izin galian C atau izin lainnya. Sebab, kalau aktivitas itu dibiarkan kami khawatir jembatan Payu Putat ambruk, karena pasir yang ada dibawah jembatan dikeruk setiap hari," ujar Dedi, salahsatu warga PALI yang sering melintas di jembatan Payu Putat.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpolpp) Kabupaten PALI Zulkopli SH, memanggil pengusaha galian pasir tersebut.

"Pengusaha itu sudah datang, dan setelah melihat surat izinnya, semuanya lengkap. Hanya saja, kami minta galian pasir itu dipindahkan, jangan disamping jembatan," terang Zulkopli, Senin (14/1).

Dari jawaban pengusaha galian pasir, diakui Zulkopli bahwa pengusaha tersebut sudah menyanggupi untuk memindahkannya. "Mereka (penguasa galian pasir, red) sudah sanggup memindahkan usahanya untuk menjauh dari jembatan," tandasnya. (SN)
Share:

Imigrasi Deklarasi WBK dan WBB Kontribusi PNBP Rp 9 Miliar

MUARA ENIM,---Pimpinan dan pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim melakukan deklarasi satuan kerja zona integritas menuju Wilayah Bebas dan Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Itu dilakukan sebagai bentuk komitmen janji kinerja tahun 2019 dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Apel deklarasi yang berlangsung di aula gedung Imigras itu dipimpin Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul, Kamis (10/1). Apel itu dihadiri juga Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Irwan Andeta serta perwakilan Kalapas Muara Enim.

“Deklarasi yang kita lakukan sebagai bentuk komitmen dan kebulatan tekat kita untuk kinerja di tahun 2019. Karena deklarasi ini setiap tahun dilakukan sebagai tindak lanjut dari perintah Sekjen Kementerian Hukum dan HAM,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul, usai pelaksanaan apel deklarasi tersebut.

Menurutnya, hasil kinerja selama satu tahun, pada akhir tahun akan dilaporkan kepada Kementerian Hukum dan HAM. Apa saja capaian yang telah dilakukan selama satu tahun, sesuai atau tidak dengan janji kinerja yang telah diucapkan.

Dengan adanya deklrasi tersebut, lanjutnya, secara keseluruhan kantor Imigrasi terus mengalami perubahan dan peningkatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan perubahan itu, lanjutnya, membuat lembaga yang dipimpinnya berhasil mendapatkan penghargaan pelayanan publik.

Untuk itu, lanjutnya, dia terus melakukan berbagai trobosan guna memberikan pelayanan prima dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena, dengan pelayanan prima, maka akan meningkatkan kontribusi kantor Imigrasi Muara Enim dalam hal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pembuatan paspor.

Menurutnya, terobosan yang dilakukan diantaranya dengan membuat Unit Kantor Imigrasi (UKK) di Kabupaten Musirawas mulai tahun 2017. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang akan membuat paspor di wilayah Kabupaten Musirawas, Empat Lawang, Muratara, dan Lubuk Linggau.

Karena, lanjutnya, kantor Imigrasi Muara Enim telah membawahi 9 Kabupaten dan 2 Kota. Dengan demikian wilayah kerjanya cukup luas dan perlu memdekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Tahun 2019 ini rencananya kita akan membuka UKK di Kabupaten OKU untuk melayani masyarakat yang hendak membuat paspor di wilayah Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan,” jelasnya.

Pembuatan kantor UKK tersebut, difasilitasi oleh Pemerintah Daerah setempat termasuk Sumber Daya Manusianya (SDM). “Dengan kita membuka UKK, maka kontribusi kita dalam penerimaan PNBP pada negara tahun 2018 lalu mengalami peningkatan cukup siknifikan hampir 100 persen,” jelasnya.

Kontribusi kantor Imigrasi Muara Enim dalam penerimaan PNBP dari pembuatan paspos, lanjutnya, pada tahun 2018 sebesar berjumlah Rp 9 miliar lebih, Terdiri dari penerimaan PNBM dari UKK Musirawas sebesar Rp 1,795 miliyar dan dari kantor Imigrasi Muara Enim sebesar Rp 6,363 miliyar.

Jumlah itu meningkat hampir 100 persen bila dibandingkan tahun 2017 lalu sebesar Rp 5,5 miliyar sebelum adanya kantor UKK di Musirawas. “Sekitar 80 persen masyarakat yang membuat paspor adalah untuk berangkat menunaikan ibadah haji dan umroh. Sedangkan 20 persen lagi untuk berpergian ke luar negeri,” jelasnya. (SN)
Share:

Disnakertrans PALI Catat 8 Pegawai TKA, Lebih Dari Itu Laporkan!

PALI -- Awal tahun ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali melakukan pendataan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan-perusahaan wilayah operasinya di Bumi Serepat Serasan.

Diakui Usman Dani, kepala Disnakertrans bahwa jumlah TKA di Kabupaten PALI masih belum bertambah atau berkurang, meskipun ada salahsatu perusahaan yang mengerjakan tenaga asing tidak beroperasi.

"Setelah kita data, jumlah TKA tetap ada 8 orang, tersebar di beberapa perusahaan. Apabila lebih dari itu, maka ilegal. Untuk itu, silahkan lapor ke kita apabila ada TKA baru masuk atau mencurigakan," ujar Usman Dani, Kamis (10/1).

Tetapi untuk pekerja tenaga asing di PT Pelda Indo Ruber, perusahaan pengolahan getah yang beroperasi di Desa Modong Kecamatan Tanah Abang sifatnya rolling, atau gantian.

"Apabila ada yang keluar atau cuti, TKA di perusahaan itu giliran. Jadi jumlah tetap, namun masih kita pantau izin maupun pertukarannya. Untuk izin TKA kaluar masuk, itu dikeluarkan kementerian, jadi kita hanya memantau saja," terangnya.

Dari 8 orang TKA, ada diantaranya yang sudah habis masa tinggalnya. Untuk itu Disnakertrans sudah memanggil TKA bersangkutan. "Sudah kita panggil, dan saat ini yang bersangkutan telah mengurus perpanjangan izinnya," tandasnya.
Share:

Ratusan masa Tuntut Pemkot tak izinkan Truk Kayu Lintasi Jalan Sudirman

PRABUMULIH– Aliansi Gerakan Rakyat Sipil (AGRESI) tadi pagi mendatangi Kantor Pemerintahan Kota Prabumulih, ratusan warga yang berunjuk rasa itu meminta kepada Pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan, diantaranya untuk tidak memberi izin kepada pengusaha yang melewati Jalan Jendral Sudirman, dengan muatan melebihi kapasistas, rabu (9/1/19)

“Truk yang bermuatan kayu Log dari PT Tel dan Musi Hutan persada (MHP) itu harus di stop, mereka bisa leluasa melewati jalan sudirman” ujar Sastra Amiadi selau Koordinator aksi

Sastra mengatakan meminta Pemkot untuk secara tegas melarang truck yang bertonase tinggi, karena hal ini kata dia, akan mempercepat rusak jalan Kota Nanas

Sastra menambahkan jika dirinya mewakili Agresi menuntut pemerintah untuk dapat menertibkan angkutan bermuatan kayu yang melebih muatan hal itu, ucapnya dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan

“Tidak sedikit korban kecelakaan akibat mobil besar yang melintas, bahkan dulu truk seperti batubara, kayu log sering jadi amukan masa” ucapnya

Kemudian Massa juga menuntut kepada pihak yang berwenang dapat menertibkan aksi Pungutan liar (pungli) di sepanjang jalan lingkar dan yang membebaskan mobil bermuatan besar lewat jalan kota pada malam hari

Sekda Prabumulih H.M Kowi saat menerima para pendemo mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi dari masyarakat tersebut dan akan menyampaikan langsung tuntutan tersebut kepada walikota.

"Saat ini pak Walikota sedang di Lampung untuk menyerahkan bantuan pada korban tsunami, nanti setelah bapak walikota pulang, baru kita sampaikan," ucapnya

Pendemo juga mengancam akan bertindak sendiri jika tuntutan tidak segera ditindak lanjuti dengan cara memberhentikan kayu yang melintas dijalan sudirman
Share:

Wow! Karya Pandai Besi di PALI Go Internasional

PALI--Meski pembuatannya terbilang masih sederhana dan semuanya manual, tetapi siapa sangka, produk hasil karya Ujang Faizal, pandai besi asal Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bisa diterima pasar internasional. Salahsatu negara yang saat ini melirik karya Ujang adalah Singapura. Karena, karya ujang memiliki nilai seni tinggi dan punya motif yang khas.

Terlebih lagi, hasil karya Ujang digandeng Yayasan Al-Musyarofah binaan Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony serta Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang membantu peralatan serta pemasaran hingga produk Ujang bisa Go Internasional.

"Selama ini kami hanya produksi untuk kebutuhan pertanian saja, seperti parang, golok atau cangkul. Namun, setelah KNPI PALI didampingi Wabup memberangkatkan kami pelatihan ke Bandung, produksi kami bisa bervariasi, dan membukakan wawasan kami untuk membuat karya berbahan dasar besi menjadi bernilai dan mempunyai seni," ungkap Ujang, Rabu (9/1).



Kemudian, setelah memproduksi berbagai senjata tajam yang dilapisi ukiran, diakui Ujang, bahwa KNPI dan Wabup PALI menyarankan untuk dibuatkan kemasan agar hasil karyanya lebih menarik.

"Dari situlah, mungkin karya kami yang telah dikemas dipromosikan dan sebagian informasinya dibuat cindera mata sehingga pesanan semakin meningkat, bahkan ada yang dari Singapura memesan banyak untuk dijual di pasar negara itu," katanya.

Namun, untuk memenuhi pesanan banyak, Ujang mengalami kendala peralatan yang masih manual. "Untuk memenuhi pesanan lokal saja kami kewalahan ditambah lagi untuk ke Singapura. Tapi kalau ada bantuan peralatan yang lebih canggih, mudah-mudahan, pesanan dengan partai banyak bisa kami penuhi. Untuk prosedur ekspor, kami serahkan ke Yayasan Al-Musyarofah serta pihak Pertamina, kami hanya membuat saja," terangnya.

Terpisah, Yogi Bonovinto, CSR Staff PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menyatakan bahwa pihaknya bakal mensupport usaha Ujang.

"Petamina melihat potensi karya seni Ujang yang cukup baik dan indah, karya Ujang kita sebut pisau budaya, karena dia bikin pisau ada motifnya. Kita akan kembangkan untuk cenderamata khas PALI," ujar Yogi.(SN)
Share:

Karyawan PTPN VII di PHK Tanpa Pesangon

MUARA ENIM - Sebanyak 38 orang karyawan KKWT PTPN VII Sungai Lengi, Muara Enim minta Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Muara Enim untuk memperhatikan nasibnya. Soalnya pada 31 Desember 2018 lalu, pihak perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada mereka tanpa memberikan uang pesangon.

Padahal para karyawan sudah bekerja di perusahaan tersebut rata rata selama 18 tahun. “ Setelah di PHK, kami tidak ada mendapatkan uang pesangon. Kami juga sampai sekarang mendapatkan hak hak kami dari perusahaan, padahal kami mau memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami,” jelas Rizal salah seorang karyawan yang di PHK .

Untuk itu, lanjutnya, dia dan kawan kawannya, memohon bantuan kepada instansi terkait baik Dinas Tenaga Kerja Muara Enim maupun DPRD Muara Enim agar bias membantunya untuk mendapatkan pesangon maupun hak hak lainnya

Menurutnya, ke 38 karyawan yang di PHK tersebut ada yang bekerja di bagian listrik, keamanan produksi dan pengolahan. “Informasi yang kami terima, ada sekitar 200 karyawan KKWT PTPN VII Suli yang rencananya akan di PHK seperti kami,” jelasnya.

Dijelaskannya, setelah menerbitkan surat PHK, pihak manajemen PTPN VII, hanya menyampaikan janji, mengusulkan kepada Direksi PTPN VII, untuk memberikan kompensasi kepada karyawan yang di PHK.

Sementara itu, bagian SDM manajemen PTPN VII Suli, Agus Lesmono yang berhasil dikonfirmasi awak media, Minggu (6/1) memalui ponselnya, mengelak bahwa PTPN VII melakukan PHK.

“Mereka bukan di PHK, tetapi masa kontrak kerjanya sudah berakhir. Kontrak kerja merekan selama satu tahun mulai Januari sampai Desember. Sekarang kontrak kerja mereka sudah berakhir,” jelas Agus yang berhasil dihubungi melalui ponselnya.

Dijelaskannya, untuk proses lainnya sedang diurus administrasinya. Dia juga mengaku pihaknya tengah menyampaikan permohonan kepada Direksi PTPN VII, terkait kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua Serikat Pekerja Bersatu Muara Enim (SPBM) Muara Enim, Rahmansyah SH MH, sangat menyesalkan adanya PHK yang dilakukan PTPN VII Suli tanpa memberikan uang pesangon tersebut.

“Kami menilai, PHK kepada 38 karyawan KKWT yang dilakukan manajemen PTPN VII Suli, ada dugaan terindikasi melanggar UU Ketenagakerjaan,” jelas Rahmansyah, Minggu (6/1).

Karena, lanjutnya, para karyawan sebagian besar telah bekerja selama 18 tahun, tetapi status ke karyawanannya masih dibuat KKWT dengan cara setiap tahun melakukan perpanjangan kontrak.

“Atas permasalahan ini, kami siap melakukan pendampingan kepada 38 karyawan tersebut untuk memperjuangkan hak hak mereka yang harus di bayarkan perusahaan,” tegasnya.
Share:

Wisata Danau Bujoan Jadi Primadona Saat Libur Sekolah

PRABUMULIH -- Wisata Danau Bujoan yang berada di Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih menjadi primadona saat musim libur sekolah.

Sejumlah pengunjung baik dari Kota Prabumulih maupun desa tetangga seperti Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Ilir berdatangan untuk menghabiskan hari libur yang tinggal satu hari lagi.

Wisata Danau Bujoan menjadi andalan lantaran menjadi satu-satunya wisata berkonsep alam yang ada di Kota Prabumulih.

Diarea kurang lebih 4 hektar ini, terdapat dua permainan yang disuguhkan yakni bola air dan perahu bebek dan kodok. Meskipun sederhana dan proses pembangunan yang masih di bawah 50 persen namun keberadaan wisata danau bujoan ini sedikit memberi hiburan warga.

Peralatan yang sedikit  membuat para pengunjung harus rela antri untuk bisa menikmati wahana permainan yang disediakan. Sembari menunggu antrian, tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan waktu untuk berselfie bersama teman, kerabat dan keluarga.

https://m.youtube.com/watch?v=I4lN37yyUS8&t=44s#

Pembangunan wahanan hiburan alam yang belum sampai 50 persen itu sudah barang tentu memiliki banyak kekurangan, salah satunya fasilitas kamar mandi.

Selain itu, kondisi hujan membuat kawasan tersebut tergenang air dan menyebabkan jalan berlumpur. Namun demikian, hal tersebut bisa dimaklumi lantaram keterbatasan anggaran. Karena pembangunan Wisata Danau Bujoan sepenuhnya menggunakan dana Desa.

"Kita maklumlah, namanya juga baru. Tapi harapan kami pengunjung tempat wisata ini terus dikembangkan karena menjadi salah satu alternatif hiburan bagi kita," Ujar Dian salah satu pengunjung, Sabtu (5/1).

Lebih jauh, Dian mengatakan mengetahui wisata danau bujoan dari sosial media facebook. "Karena penasaran hari ini kita datang langsung bersama keluarga kesini,"ungkapnya.

Sementara, El Denli Bendahara BUMDes Karang Bindu mengatakan tahun ini pihaknya akan kembali menganggarakan dana desa untuk membenahi kekurangan dari danau bujoan.

"Seperti kamar mandi, tempat parkir juga. Mungkin bisa dipasang counblock supaya tidak becek," terangnya.

Disinggung mengenai jumlah pengunjung saat libur sekolah, El Denli menuturkan jumlah pengunjung mengalami peningkatan hingga 40 persen dari hari biasanya.

"Kalau hari biasa paling 10 sampai 20 ribu, saat ini omzet kita perhari bisa sampai Rp 400 ribu," tuturnya. (SN)
Share:

Setengah Hati, Pembangunan Jalan Pal 6 Molor

PRABUMULIH -- Jalan Pal 6 milik PT.Pertamina Asset 2 Prabumulih yang beberapa waktu lalu di demo warga Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat untuk segera di cor beton sudah mulai dikerjakan beberapa bulan terakhir, namun jalan penghubung Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim dan Prabumulih itu tampaknya mengalami masalah.

Dari pantauan, jalan yang dibangun sepanjang 2 kilometer itu diduga tidak sesuai rencana dalam pembangunan, terlihat pekerjaan pengecoran jalan yang dilakukan hanya 2 mobil semen perharinya sedangkan diketahui kontrak dengan perusahaan yang mendapatkan tender pembangunan jalan itu sudah habis namun hingga kini pengerjaannya masih banyak.

Solmidin Ketua LKM-GK yang merupakan koordinator aksi yang menuntut pencoran jalan Pal 6 Januari tahun lalu itu berharap pihak perusahaan yang mendapatkan tender harus mengerjakan jalan tersebut sesuai jadwal.

“Perusahaan pemenang tender seharusnya bekerja lebih cepat, kalau dikerjakan setengah setengah akibatnya jalan bisa menghambat aktivitas warga, kalau cepat selesai warga juga cepat menikmati jalan ini” terangnya.

Dilihat dari awal perjanjian yang tertuang dalam berita acara dengan Pertamina ditahun 2018 lalu, jalan yang akan dibangun sepanjang 1 kilometer dibangun dengan pengerjaan secara bertahap yakni 500 meter ditahun 2018 dan dilanjutkan lagi ditahun 2019 dan seterusnya hingga pembangunan selesai.

Sementara itu, Prabumulih Legal and Relation Ast Man Setyo Puji Hartono melalui Hubungan Masyarakat (Humas) Putri melalui pesan singkat Whatsapp mengatakan pihaknya belum mengetahui perihal jalan Pal 6 milik Pertamina yang diduga dikerjakan tidak sesuai jadwal oleh pemilik tender.

“Kita belum tau informasi kak, kita harus kroscek dulu kelapangan kemungkinan senin bisa dijawab karena kita harus lihat dari kontraknya” terangnya seraya mengatakan meski demikian Pihak Pertamina EP sudah jelas telah berkomitmen untuk pembangunan kalau dilihat dari progresnya” tutupnya. (SN)
Share:

UMK di PALI Tidak Berlaku, Tenang Saja Ini Penggantinya

PALI-- Belum adanya Dewan
Pengupahan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Bumi Serepat Serasan serta belum adanya akademisi atau tenaga ahli menyebabkan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) tidak diberlakukan, sebagai gantinya mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan.

Hal itu dikemukakan Usman Dani, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (3/12/2019).

"UMP Sumsel sebesar Rp 2.804.453/bulan. Itu berlaku di Kabupaten PALI juga. Apabila ada perusahaan tidak membayar upah sesuai ketentuan itu, silahkan laporkan ke Disnaker, nanti kami yang akan memerintahkan perusahaan bersangkutan untuk membayar kekurangan upahnya," tandas Usman Dani.

Untuk menerapkan UMK, dikatakan Usman Dani bahwa pihaknya telah menyarankan perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan berada di wilayah Kabupaten PALI agar membentuk Dewan Pengupahan dan Apindo. Sebab, Dewan Pengupahan dan Apindo dibentuk oleh masing-masing perusahaan yang nantinya mengundang pemerintah.

"Syarat penerapan UMK selain ada Dewan Pengupahan, Apindo, Akademisi juga harus ada Serikat Buruh. Nah, untuk serikat buruh, sebagian besar perusahaan sudah memilikinya," tukasnya.

Kendati UMK di PALI belum diberlakukan, tetapi diyakinkan Usman Dani bahwa pekerja tetap akan mendapatkan hak-haknya dalam penerimaan upah yang sesuai. "Kita akan terus mengacu pada UMP, dan seluruh perusahaan wajib menerapkan UMP untuk membayar upah pekerjanya. Dan kami membuka kantor kami untuk menerima aduan dari pekerja apabila pihak perusahaan tempatnya bekerja tidak taat aturan," pungkasnya. (red)
Share:

Pasca Diresmikan, Pertamina EP Nyatakan Dukungan Penuh Program Jargas di PALI

PALI-- Pasca peresmian Jaringan Gas (Jargas) di kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diresmikan oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto pada Jumat (28/12/2018) lalu, pihak PT Pertamina EP menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat dalam rangka pembangunan Jaringan Gas rumah tangga di Kabupaten PALI.

Hal itu dikemukakan Ast. Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, Ferry Prasetyo Wibowo, Rabu (2/1/2019). Dan dalam program tersebut, Pertamina Pendopo dipercaya kementerian ESDM untuk memasok kebutuhan gas yang saat ini telah terpasang.

"Untuk penyediaan dan distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga tahun 2017 di Kabupaten PALI, kementerian ESDM menugaskan PT Pertamina (Persero) sesuai keputusan Menteri ESDM Nomor 8085K/12/MEM/2016 tgl 29 Desember 2016," terang Ferry.

Sementara untuk alokasi dan harga gas, Ferry juga menjelaskan bahwa sudah ditentukan. "Alokasi kebutuhan gas untuk Jargas PALI mengacu ke surat menteri ESDM no 5587/12/MEM.M/2017 perihal penetapan alokasi dan harga gas bumi jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga tahun anggaran 2017 sebesar 0.25 MMSCFD," tambahnya.

Sebelumnya, Djoko Siswanto, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM resmikan jaringan gas kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (28/12) didampingi Bupati PALI Heri Amalindo, ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono, Kajari PALI, Yunitha Arifin dan sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Dikatakan Djoko Siswanto bahwa meski pembangunan Jargas di Pendopo belum rampung tetapi sudah dua sektor yang telah tersalurkan dan telah bisa dinikmati masyarakat.

"Kali ini baru dua sektor sebanyak 1.608, yang tadinya direncanakan selesai semua pada akhir tahun ini, namun karena terkendala adanya kebakaran digudang penyimpanan material mengakibatkan pekerjaan tidak tercapai. Sisanya sekitar 1.300 tetap akan dilanjutkan," ujar Djoko.

Ditambahkannya bahwa setelah semua jargas terpasang, nantinya akan dipasang juga diseluruh kecamatan. Tadi sudah kita bicarakan dengan Bupati, dan insyaallah akan ditambah 10.000 lagi ditahun 2019, sebab untuk pasokan gas di PALI cukup tersedia," tukasnya.

Dijelaskan Djoko, bahwa banyak keuntungan warga menggunakan Jargas kota, karena selain hemat juga keamanan terjamin.

"Pastinya lebih hemat 30 persen dari penggunaan gas tabung, serta aliran gas akan hidup non stop selama 24 jam. Untuk pembayaran pelanggan, nanti akan dikelola oleh Pertagas Niaga atau apabila di PALI ada BUMD kita bisa kerjasama. Makanya masyarakat harus bayar, karena gasnya juga dapat dari membeli," jelasnya.

Sementara itu, Bupati PALI Heri Amalindo menyambut baik peresmian Jargas. Setelah meninjau langsung ke salahsatu rumah warga yang menggunakan Jargas Kota, Bupati menginginkan seluruh masyarakat mendukung karena Jargas tersebut merupakan program strategis pemerintah pusat dalam membantu masyarakat.

"Harapan kita kedepan seluruh kecamatan bisa tersambung Jargas Kota. Namun, untuk saat ini difokuskan dalam wilayah Kota Pendopo," harap Bupati. (red)
Share:

Jargas PALI Diresmikan, Bupati PALI Mendadak Jadi Koki

PALI--Ada yang menarik saat Djoko Siswanto, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM meresmikan jaringan gas kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (28/12).

Sebab, orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan mendadak jadi juru masak atau koki di dapur salahsatu warga Talang Ubi Barat yang menggunakan Jargas Kota. Bupati PALI Heri Amalindo dengan piawainya memasak telur yang kemudian diberikan kepada Dirjen Migas untuk dicicipinya sebagai pertanda bahwa gas yang telah disalurkan benar-benar siap dipakai masyarakat.

"Pemerintah telah membantu membangun jaringan gas yang tidak sedikit untuk warga PALI. Apabila dihitung, dalam satu Kepala Keluarga, sekitar Rp 15-20 juta untuk biaya pemasangan saluran gas," ucap Bupati.

Pada peresmian Jargas tersebut ,Bupati PALI menyambut baik program tersebut dan Bupati juga menginginkan seluruh masyarakat mendukung karena Jargas tersebut merupakan program strategis pemerintah pusat dalam membantu masyarakat.

"Harapan kita kedepan seluruh kecamatan bisa tersambung Jargas seperti ini. Namun, untuk saat ini difokuskan dalam wilayah Kota Pendopo," harap Bupati.

Sementara itu, Djoko Siswanto mengatakan bahwa meski pembangunan Jargas di Pendopo belum rampung tetapi sudah dua sektor yang telah tersalurkan dan telah bisa dinikmati masyarakat.

"Kali ini baru dua sektor sebanyak 1.608, yang tadinya direncanakan selesai semua pada akhir tahun ini, namun karena terkendala adanya kebakaran digudang penyimpanan material mengakibatkan pekerjaan tidak tercapai. Sisanya sekitar 1.300 tetap akan dilanjutkan," ujar Djoko.

Ditambahkannya bahwa setelah semua jargas terpasang, nantinya akan dipasang juga diseluruh kecamatan. Tadi sudah kita bicarakan dengan Bupati, dan insyaallah akan ditambah 10.000 lagi ditahun 2019, sebab untuk pasokan gas di PALI cukup tersedia," tukasnya.

Dijelaskan Djoko, bahwa banyak keuntungan warga menggunakan Jargas kota, karena selain hemat juga keamanan terjamin.
"Pastinya lebih hemat 30 persen dari penggunaan gas tabung, serta aliran gas akan hidup non stop selama 24 jam. Untuk pembayaran pelanggan, nanti akan dikelola oleh Pertagas Niaga atau apabila di PALI ada BUMD kita bisa kerjasama. Makanya masyarakat harus bayar, karena gasnya juga dapat dari membeli," jelasnya.(red)
Share:

Komitmen Kelola Sosial dan Lingkungan, Pertamina EP Sabet Empat PROPER Emas

JAKARTA -- PT Pertamina EP, kontraktor kontrak kerja sama di bawah supervisi dan koordinasi SKK Migas  yang juga anak usaha PT Pertamina (Persero) memperlihatkan komitmen  dan pelaksanaan yang tinggi terhadap tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL). Hal itu dibuktikan lewat diraihnya empat PROPER Emas Tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kementerian KLHK bersama Dewan Pertimbangan Proper menilai unit bisnis Pertamina EP memiliki kinerja bagus  dalam pelaksanaan TJSL. Adapun keempat unit bisnis Pertamina EP itu adalah   Pertamina EP Asset 1 Rantau Field di Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam; Pertamina EP Asset 3 Tambun Field di Bekasi, dan Subang Field di Subang-Karawang, Jawa Barat; dan Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field di  Tarakan, Kalimantan Utara.

Predikat emas untuk Rantau Field diterima langsung oleh Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H Samsu.

Hadir dalam malam penganugerahan Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, Direktur Operasi dan Produksi Chalid Said Salim, Direktur Eksplorasi dan Penemuan Cadangan Baru Achmad Alfian Husein, serta Direktur Keuangan dan Pendukung Bisnis Fadjar Harianto Widodo.

Nanang Abdul Manaf, Presiden Direktur PT Pertamina EP, bersyukur atas pencapaian empat PROPER Emas yang diraih oleh perusahaan. Menurut dia,  perolehan PROPER Emas tahun ini adalah hasil kerja keras dalam program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan di seluruh unit usaha Pertamina EP di Tanah Air sebagai bentuk tanggungjawab sosial dan implementasi dari komitmen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur (fasilitas sosial/fasilitas umum).

"Keberhasilan memperoleh  empat PROPER Emas tahun ini menjadi tantangan bagi seluruh insan Pertamina EP untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai ketaatan dalam bisnis, penggunaan sumber daya alam yang efisien, dan mengurangi kesenjangan kesejahteraan dengan program pemberdayaan masyarakat harus terus ditingkatkan," ujar Nanang di sela penghargaan PROPER Emas di Jakarta, Kamis (27/12) malam.

PROPER merupakan program penilaian dari pemerintah kepada perusahaan tentang kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER-LH). Program PROPER adalah salah satu program unggulan KLHK yang dikembangkan sejak 2002 dengan tujuan mendorong tingkat ketaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi.

Tahun lalu, Pertamina EP meraih dua PROPER Emas melalui Rantau Field dan Tarakan Field. Bagi Rantau Field, raihan PROPER Emas tahun ini merupakan keempat kalinya secara berturut turut, sedangkan Tarakan Field yang kedua.

Keberhasilan Rantau Field mempertahankan PROPER Emas untuk keempat kalinya itu karena unit usaha Pertamina EP tersebut menerapkan berbagai program TJSL yang dicanangkan secara konsisten. Hal itu ditunjukkan lewat pemberdayaan masyarakat  melalui peningkatan perekonomian warga sekitar wilayah operasi Rantau Field, antara lain pembinaan budidaya ikan lele, anyaman tepas, budidaya rumput laut, dan budidaya tanaman hidroponik. Dalam bidang pendidikan, Rantau Field juga mengembangkan Sikula Anak Nanggroe di Desa Tampur Paloh.

Bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSCI) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Rantau Field juga  mengimplementasikan tanggungjawab dalam lingkungan dengan melakukan konservasi  tuntong laut (Batagur borneonensis).

Adapun program TJSL Tarakan Field  yang cukup dikenal adalah Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah, Kalimantan Utara. Sekolah ini didirikan oleh Ibu Zuraidah dan fokus pada pemberantasan buta aksara, pemberian pendidikan bagi anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di wilayah perbatasan  Malaysia, dan pendidikan pemberdayaan usaha mandiri bagi masyarakat Sebatik.

Sementara itu, Subang Field sangat konsisten dalam pengembangan TJSL. Salah satu program yang cukup menarik perhatian adalah pemberdayaan masyarakat melalui program Wapa Pantura (Warga Peduli AIDS dan sukarelawan Pasukan Anti-Penularan HIV/AIDS) di Kabupaten Subang. Pemberdayaan masyarakat dan pelibatan berbagai pihak dalam program WAPA Pantura yang diinisiasi Pertamina EP Asset 3 Subang Field  dinilai sebagai langkah strategis dalam menanggulangi penularan HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Pertamina EP Asset 3 Tambun Field juga melaksanakan payung program Green Coastal City antara lain program Budidaya rumput laut, Taman Obat Keluarga Organik Olahan Bersama Masyarakat, Kampung Batik Betawi, Budidaya olahan home industry bandeng C37, dan Taman Swadaya Usaha Masyarakat Pantai Mekar Ekowisata Mangrove.

Budidaya rumput laut yang dilaksanakan di Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Kerawang berhasil meningkatkan perekonomian hingga lebih dari 400 petani tambak di empat kabupaten. Beberapa inovasi yang dihasilkan antara lain budidaya bandeng dengan sistem polikultur, serta pembuatan pakan dari limbah rumput laut.

Selain predikat emas, PT Pertamina EP juga berhasil menyabet predikat hijau sebanyak sebelas lapangan dan predikat biru sebanyak empat lapangan.

Nanang menjelaskan, pelaksanaan TJSL paralel dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasi dan finansial. Pada akhir November 2018, produksi PT Pertamina EP per 26 Desember berkisar di angka 79.582 BOPD Untuk minyak dan 1.017 MMSCFD Untuk gas.

“Kami akan terus berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional sejalan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan” pungkas Nanang. (Ril)
Share:

ADD di PALI Cair, Tahun 2018 Capai Rp 87 M

PALI--Alokasi Dana Desa (ADD) di Bumi Serepat Serasan tahun 2018 ini mencapai Rp 87,3 Milyar yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk 91 desa tersebar di lima kecamatan.


Pencairan tahap akhir penyaluran ADD berlangsung sejak Rabu (26/12) lalu melalui rekening desa masing-masing penerima ADD.

A.Gani Akhmad, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PALI mengatakan bahwa ADD disalurkan melalui tiga tahap, dengan nominal yang diterima masing-masing desa berbeda-beda.

"Besaran penerima ADD ditentukan jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah penduduk miskin. Jadi setiap desa berbeda jumlah dana yang diterima," ungkap A.Gani, Kamis (27/12).

ADD sendiri selain diperuntukkan untuk tunjangan kepala desa dan perangkatnya, dijelaskan A.Gani juga untuk keperluan pembangunan serta pemberdayaan.

"Dana yang dikucurkan silahkan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur publik maupun pemberdayaan sesuai kebutuhan yang ada di desanya," tukasnya.

Diharapkan dengan kucuran dana tersebut, pembangunan di kabupaten PALI bisa merata sampai kepelosok. "Jadi tidak ada kesenjangan lagi. Sebab, apabila desa-desa di PALI tertata dan merata pembangunannya, maka Kabupaten ini akan bisa dikatakan maju," harapnya.
Share:

Hebat ! Gunakan Dana Desa, Bangun Wisata Danau Bujo'an di Karang Bindu Prabumulih

PRABUMULIH – Liburan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menenangkan fikiran sejenak setelah melakukan aktifitas kerja dan sekolah bagi para siswa.

Nah, Untuk liburan masyarakat Kota Prabumulih tak perlu jauh jauh pergi keluar Kota. Pasalnya di Prabumulih sendiri sudah ada tempat berlibur yang cukup murah dan terjangkau.

Wisata Danau Bujo’an salah satunya. Danau ini merupakan danau buatan yang letaknya tak jauh dari Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih. Terletak dipinggir pemukiman warga yang dulu merupakan Sungai Kecil. Dulunya sungai ini kalau hujan lebat sewaktu-waktu meluap dan membanjiri kampung sekitar. Ide brilian sang Kepala Desa lah yang kemudian menyulap sungai kecil ini menjadi tempat wisata.

Wisata Danau Bujo’an memiliki luas 2000 meter persegi yang dikelolah langsung oleh warga asli Desa Karang bindu. Pembangunan danau ini menghabiskan dana sekitar Rp.553 juta dari Dana Desa dengan lama pengerjaan sekitar 4 bulan lebih dengan lama penggalian kolam sekitar satu setengah bulan.



Kepala Desa Karang Bindu Dedi Abson melalui Sekretaris Pengelola Wisata danau bujo’an Arlan Shany mengatakan pihaknya masih banyak membutuhkan bantuan untuk mengembangkan wisata Danau Bujo’an seperti penambahan fasilitas umum toilet dan lampu penerangan taman wisata.

“pembelian wahana wisata seperti perahu bebek dan perahu kodok dan fasilitas lainnya itu sudah dianggarkan oleh Pemerintah Desa sebesar Rp.553 juta ditargetkan sudah bisa menghasilkan, namun keterbatasan dana kita belum bisa membangun fasilitas umum, insyaallah tahun depan kita sudah bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah” tutur Arlan, Selasa (25/12).

Tempat wisata yang baru diresmikan 16 Desember 2018 lalu itu menjadi tempat wisata favorit lantaran murah dan dapat dijangkau semua kalangan. Wahana permainannya pun cukup terjangkau. Dengan Rp 15 ribu pengunjung sudah bisa menyewa perahu bebek untuk tiga orang dan Rp. 20 ribu untuk perahu kodok.

Taman wisata yang hanya dikelolah oleh enam orang ini mampu membangkitkan ekonomi sekitar dan dalam sehari mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.



“baru tanggal 21 Desember lalu Danau ini diresmikan pak, pengunjungnya sudah mulai banyak bahkan diwaktu libur seperti ini kita mampu raup keuntungan hingga jutaan” ungkap Irsan Arnadi yang juga Peengelola wisata Bujo’an sembari menambahkan ada lima perahu yang disewakan.

Sementara, Erwin salah satu wisatawan asal Palembang yang berlibur ditempat keluarganya di Desa Karang Bindu merasa terhibur dengan adanya tempat Wisata danau bujo’an dengan membawa tiga anaknyai

“tahun kamaren aku kesini belum ado mas, jadi sempat kaget lihat tanah kelahiran aku sudah rame” ungkapnya

Dengan adanya wisata Danau Bujo’an diharapkan mampu menghidupkan roda  ekonomi warga sekitar dan diharapkan dapat memberikan hiburan bagi warga Kota Prabumulih. (Sn)

 

SIMAK VIDEO DANAU BUNJO'AN DESA KARANG BINDU PRABUMULIH

 

https://m.youtube.com/watch?v=MMQMDrU6OE4
Share:

Gara-Gara Assisten 1, Ridho Yahya "Gerebek" Tempat Ini. Ada Apa Ya?

PRABUMULIH -- Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya mendadak jadi perhatian publik. Sejumlah mata yang semula acuh dan asik sendiri, tertuju padanya. Menggunakan baju kaos putih berkerah dipadu jelana jeans biru, dengan sorotan mata tajam ia berkeliling mencari sesuatu.

Ya. Pemandangan itu terjadi pada saat orang nomor satu di Kota Prabumulih ini berkunjung ke Matahari Store Citimall Prabumulih pada Sabtu (22/12) sore sekitar pukul 15.00 wib. Tak sendiri, ia datang bersama istri dan ketiga anaknya.

Tak hanya Ridho beserta keluarga, sejumlah pejabat dan anggota kepolisian tampak menghabiskan malam minggu bersama keluarga dengan mengunjungi matahari store.

Orang nomor satu di Kota Prabumulih ini mengaku penasaran dengan Matahari Store yang pada saat pembukaan tidak bisa hadir langsung dalam acara tersebut.

"Dapat cerita dari pak asisten 1 ternyata matahari di prabumulih hampir sama seperti di palembang. Hari ini kita buktikan, ternyata ini memang benar. Besar kedua setelah palembang," Ujar Ridho, Sabtu (22/12).

Ridho mengaku optimis Citimall prabumulih akan terus berkembang setelah melihat animo masyarakat yang datang ke mall sangat tinggi pasca dibukanya matahari Store.

"Yang penting, mari kita ramai-ramai hidupkan matahari agar menjadi kebanggaan Kota Prabumulih," ungkapnya.

Menurut Ridho berbelanja di Citimall Prabumulih memiliki kelebihan tersendiri dibanding berbelanja ke Kota Palembang salah satunya adalah jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.

"kalau ke Palembang sudah berapa? naik tol sudah berapa, minyak mobil sudah berapa? Sudah dapat baju kaos disini," terangnya.

Senada diungkapkan sang istri, Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho Yahya. Menurutnya, kualitas barang yang dijual di matahari sore Citimall Prabumulih sama saja seperti di Kota Palembang.

"Disini bahannya sama, modelnya juga sama, kedepannya mungkin lebih ramai lagi

karena disini sudah lengkap," tambahnya.

Dari pantauan, selain berbelanja di Matahari Store, sekitar pukul 16.30 wib  Ridho Yahya bersama keluarga menyempatkan diri nonton film Aquaman di Cinemaxx.

 

SIMAK VIDEO WAKO PRABUMULIH "GEREBEK"...

 

https://m.youtube.com/watch?v=oHroxHwySPc
Share:

Resmi dibuka, Matahari di Citi Mall Prabumulih Banjir Discount

PRABUMULIH – Satu lagi gerai yang ditunggu-tunggu warga Kota Prabumulih akhirnya resmi dibuka, PT. Matahari Departement Store Tbk, kali ini membuka gerai fisik yang ke 159 diseluruh Indonesia dan gerai ke delapan di Sumatera selatan salah satunya berada di Kota Prabumulih

Dalam acara Grand Opening Matahari Store di Gedung Citi Mall Kota Prabumulih jum’at pagi (21/12/19) terlihat berbagai macam produk seperti Pakaian, sepatu, tas, baju pria dan wanita hingga produk kosmetik

Dengan penawaran diskon besar-besaran pengunjung dapat memanfaatkan diskon hingga 70% sehingga dapat menghemat belanjaannya

Yudo Sutomo selaku Manager Matahari store mengatakan pihaknya memberikan kemudahan berbelanja bagi pengunjung Citi Mall di Kota Prabumulih

“kita hadirkan diskon pakaian seperti baju hingga 50% dan discon 70% untuk produk tertentu” ucapnya



Dari pantauan wartawan sininews baju hingga pakaiaan anak-anak dibandrol dengan harga yang cukup murah yakni sekitar 20 ribu sampai 30 ribu persatuannya setelah di discon 70%

Tak hanya itu Matahari Store juga menjajahkan deretan sepatu sport, sepatu casual, sepatu anak dan tak kalah penting sepatu sekolah yang sangat bermotif dan mampu masuk dikalangan milineal

Disisi lain dengab dibukanya Gerai Matahari store ini mampu menyerap sekitar 150 lebih para pekerja asal Prabumulih dengan 80 persen pekerja asli warga sekitar Kota Prabumulih



Assisten I Pemerintah Kota Prabumulih (Pemkot) Asymuni Hanbili diselah acara grand opening mengatakan dengan dibuka gerai-gerai modern seperti Matahari akan mampu menyerap para pekerja lokak yang selama ini butuh lowongan untuk bekerja

“ini kesempatan bagi anak muda kota Prabumulih untuk bekerja”

Dan tak hanya itu dirinya berharap para pelaku usaha di bumi seinggok sepemunyian ini mampu bersaing dengan ikut andil di Citi Mall
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts