PALI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan bahwa pada tahun 2020 menargetkan Kabupaten PALI bakal bebas dari penyakit Campak dan Rubella. Target tersebut sesuai dengan target nasional yang akan mampu mengeliminasi kedua penyakit tersebut melalui imunisasi.
Hal tersebut dikatakan kepala Dinkes PALI, dr H Muzakir saat membuka acara Pencanangan kampanye Measles Rubella (MR), Rabu (1/8) di gedung Serbaguna, Pendopo.
"Target nasional tahun 2020 bebas campak dan rubella, termasuk di kabupaten PALI. Sebab, banyak penyakit mematikan yang bisa dicegah melalui imunisasi, salahsatunya kedua penyakit tersebut," ungkap dr Muzakir.
Untuk memutus virus penyebar campak dan rubella, terhitung Rabu (1/8) sampai akhir September 2018 lakukan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) terhadap anak mulai usia 9 bulan sampai 15 tahun.
Target di bulan Agustus ini, Dinkes PALI bakal lakukan pemberian vaksinasi dengan sasaran ke sekolah-sekolah dari PAUD, SD, SMP sampai SMA dengan pelajar umur dibawah 15 tahun.
"Untuk bulan agustus kita fokuskan pemberian imunisasi MR di sekolah-sekolah, selanjutnya pada September untuk umum, atau anak yang tidak bersekolah, dari umur 9 bulan sampai usia dibawah 15 tahun," terangnya.
Sementara itu, Plt Sekda, Syahron Nazil yang mewakili Bupati PALI menyebutkan di Kabupaten PALI ada sekitar 58.000 anak yang ditargetkan mendapat imunisasi MR.
"Data itu sesuai dengan data jumlah penduduk dari usia 9 bulan sampai usia 15 tahun. Program ini akan sukses apabila semua elemen ikut andil dalam pelaksanaan program untuk memutus virus penyebar penyakit campak dan rubella. Karena imunisasi sangat penting dalam mempersiapkan generasi mendatang yang sehat dan cerdas," ujar Sekda.
Perlu diketahui bahwa vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak/measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari BPOM. Vaksin MR 95 persen efektif untuk mencegah penyakit kedua penyakit tersebut dan vaksin ini aman serta telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.(Admin)
No comments:
Post a Comment