Respons Cepat Laporan Duka, Pemkab PALI dan Puskesmas Talang Ubi Fogging RT 04 Handayani Mulia

 

Respons Cepat Laporan Duka, Pemkab PALI dan Puskesmas Talang Ubi Fogging RT 04 Handayani Mulia



TALANG UBI-- SiniNews.Com— Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Puskesmas Talang Ubi langsung bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Petugas mendatangi wilayah RT 04, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, untuk menggelar aksi fogging dan pembagian bubuk abate pada Rabu (27/8/2026).


Langkah penanggulangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Talang Ubi, Desi Leni, SKM., beserta tim. Aksi lapangan ini diambil pascamenerima laporan dari Ketua RT 04, Habibi, mengenai adanya warga yang meninggal dunia dan diduga akibat serangan DBD.


Desi Leni menjelaskan bahwa pihaknya sempat terkendala untuk langsung melakukan pengasapan saat kunjungan awal sehari sebelumnya. Petugas memilih menunda fogging demi menghormati keluarga yang sedang berduka serta rumah duka yang masih ramai oleh para pelayat.


"Kemarin tidak mungkin kita lakukan fogging mengingat kondisi masih berduka dan banyak pelayat. Makanya hari ini tim dari puskesmas langsung turun ke lapangan untuk melakukan tindakan pengasapan," ujar Desi Leni di lokasi kegiatan.


Dalam aksi tersebut, tim kesehatan memfokuskan dua penanganan utama:


Pengasapan (Fogging): Bertujuan membasmi nyamuk Aedes aegypti dewasa yang berpotensi menyebarkan virus DBD di pemukiman warga.


Pembagian Bubuk Abate: Diberikan langsung kepada warga untuk ditaburkan pada tempat penampungan air guna membasmi jentik-jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.


Desi menegaskan bahwa fogging hanyalah pemutus rantai nyamuk dewasa, sehingga kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri.


Kabar meninggalnya dua kakak beradik, Andika bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Atap Mustopa, dalam waktu yang berdekatan sebelumnya sempat menyita perhatian besar warga Kabupaten PALI. Melalui respons cepat pengasapan dan pembagian abate ini, Puskesmas Talang Ubi berharap potensi penularan DBD di wilayah tersebut dapat ditekan serta kewaspadaan masyarakat semakin meningkat.(SN/Perry).

Share:

Wujud Nyata Aspirasi Dewan, Pemkab PALI Salurkan Bantuan Mesin Pengolahan Tempe untuk Kelompok Usaha di Talang Cepit

Wujud Nyata Aspirasi Dewan, Pemkab PALI Salurkan Bantuan Mesin Pengolahan Tempe untuk Kelompok Usaha di Talang Cepit



TALANG UBI –SiniNews.Com- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyerahkan bantuan sarana produksi pengolahan tempe kepada kelompok usaha masyarakat di wilayah Talang Cepit, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, pada Kamis (27/8/2026).


Bantuan ini merupakan hasil penyaluran aspirasi Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Dwi Septaria, S.E., yang direalisasikan melalui Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan dan disalurkan secara teknis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten PALI.


Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Pak Kamriadi kepada penerima manfaat. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung produktivitas para perajin tempe setempat, termasuk Pak Wagimin yang telah mengabdi dan menjalankan usaha pembuatan tempe selama 15 tahun.


Secara keseluruhan, bantuan dialokasikan untuk 10 orang anggota yang terbagi ke dalam dua kelompok usaha di bawah koordinasi Ibu Eka Balqis sebagai ketua kelompok di Talang Cepit.


Rincian peralatan dan mesin yang diserahkan meliputi:


5 Unit Mesin Pemecah Kedelai


2 Unit Mesin Pencuci Kedelai


5 Unit Sealer (Penyegel) Pembungkus Tempe


Peralatan pendukung produksi (baskom, ember, dan wadah penunjang lainnya)


Acara penyerahan bantuan berlangsung tertib dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, di antaranya Kepala Disperindag Kabupaten PALI Ida Martini, Kabid Perindustrian Indriani, serta Lurah Talang Ubi Selatan Juliani, S.E.


Pemerintah daerah berharap bantuan mesin dan peralatan produksi ini dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses pengolahan kedelai, serta mengoptimalkan kualitas dan kapasitas produksi tempe lokal di Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Gubernur Herman Deru Terima Audiensi dan Pamit Kepala BPKP Sumsel


Gubernur Herman Deru Terima Audiensi dan Pamit Kepala BPKP Sumsel


Palembang. SININEWS.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumsel, Supriyadi, dalam rangka silaturahmi sekaligus pamit sehubungan dengan kepindahan tugas, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (26/8/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kinerja Supriyadi selama menjalankan tugas di Provinsi Sumatera Selatan.


Menurut Herman Deru, selama ini BPKP Perwakilan Sumsel telah menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.


Ia mengaku merasa kehilangan atas kepindahan Supriyadi, mengingat sejumlah program dan proyek pembangunan yang telah direncanakan bersama masih dalam proses pelaksanaan.


“Saya merasa kehilangan karena beberapa proyek yang kita rencanakan tengah berjalan. Terima kasih atas kinerja yang baik selama ini. Semoga hubungan kita tetap berjalan dengan baik. Kalau ke Palembang, kita berkabar,” ujar Herman Deru.


Pada kesempatan yang sama, Gubernur Herman Deru juga menyambut kedatangan Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah, Acep Supiani, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan.


“Untuk Pak Acep, selamat datang di Sumatera Selatan,” ucapnya.


Gubernur Herman Deru berharap sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan BPKP Perwakilan Sumsel dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam mengawal pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.


Ia menegaskan, peran BPKP sangat penting dalam memberikan pendampingan dan pengawasan guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta memastikan program pembangunan berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.


Sementara itu, Supriyadi menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama dirinya bertugas di Sumatera Selatan. Ia berharap sinergi yang telah dibangun bersama Pemprov Sumsel dapat terus dilanjutkan.


Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah, Acep Supiani, juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan BPKP. Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas pembangunan daerah.


“Kami berharap sinergi dan komunikasi yang telah terbangun dengan sangat baik ini dapat terus dilanjutkan. BPKP siap memberikan pendampingan dan pengawasan agar program-program pembangunan di Sumatera Selatan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Acep.(sn)

Share:

Feby Herman Deru Dorong Senam Kriya Sumsel Digemakan hingga Tingkat Nasional


Feby Herman Deru Dorong Senam Kriya Sumsel Digemakan hingga Tingkat Nasional


Palembang. SININEWS.COM — Ketua TP PKK Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua FOKBI Sumsel, Feby Herman Deru, mendorong Senam Kriya Sumsel agar semakin dikenal dan digemakan di seluruh kabupaten/kota hingga tingkat nasional.


Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Senam Kriya Sumsel Tahun 2026 yang dilaksanakan di Griya Agung, Palembang, Rabu (26/8/2026). Pelatihan tersebut dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh 17 kabupaten/kota se-Sumsel, baik secara luring maupun daring.


Feby mengatakan, hadirnya Senam Kriya merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus upaya mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat Sumsel.


"Kegiatan pelatihan Senam Kriya Sumsel 2026 ini diadakan agar Sumsel juga mempunyai senam khas Sumsel dengan lagu khas Sumsel," ujar Feby.


Menurut Feby, Senam Kriya sebelumnya telah resmi diluncurkan pada April 2026. Namun, peluncuran saja dinilai belum cukup. Senam tersebut harus terus diperkenalkan dan disosialisasikan agar dapat hidup serta dikenal secara luas oleh masyarakat.


"Senam Kriya ini harus diperlombakan di seluruh kabupaten/kota, agar dikenal luas tidak hanya di Sumsel, kalau bisa di tingkat nasional. Senam Kriya ini agar disosialisasikan ke seluruh wilayah dan masyarakat," lanjutnya.


Ia menambahkan, lomba Senam Kriya rencananya akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Senam Kriya sebagai senam khas Sumsel kepada masyarakat yang lebih luas.


Feby juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menggerakkan Senam Kriya di berbagai lapisan masyarakat.


"Mari kita gerakkan Senam Kriya dari rumah ke rumah, dari desa ke kota. Biar dunia tahu, Sumsel punya senam sendiri," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, Alfajri Zabidi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan Senam Kriya Tahun 2026 dikemas dengan metode yang lebih modern dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.


"Kegiatan pelatihan Senam Kriya Tahun 2026 ini tidak saja dilakukan secara luring, namun juga secara daring, diikuti 17 kabupaten/kota se-Sumsel," jelas Alfajri.


Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang merupakan hasil kerja sama antara KORMI, FOKBI, Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, serta seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel.


Dengan gerakan yang mudah diikuti serta iringan musik yang akrab di telinga masyarakat Sumsel, Senam Kriya diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama. Tidak hanya sebagai sarana menjaga kebugaran dan kesehatan, Senam Kriya juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat sebagai bagian dari Sumatera Selatan.


Pelatihan Senam Kriya tersebut turut diikuti para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani, serta Ketua DWP Sumsel Desy Edward.(sn)

Share:

DPPKBPPPA PALI Turun Tangan, Datangi Rumah Duka Adik Kakak Yang Meninggal Akibat DBD

 DPPKBPPPA PALI Turun Tangan, Datangi Rumah Duka Adik Kakak Yang Meninggal Akibat DBD



PALI. SININEWS.COM -- Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) memberikan perhatian khusus terhadap adanya kasus dua bocah adik kakak yang meninggal dunia akibat diduga terkena DBD.


DPPKBPPPA PALI pada Rabu 26 Agustus 2026 mendatangi rumah duka dua bocah tersebut di lingkungan Gang Percon, RT 04 RW 01, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi.


Kedatangan DPPKBPPPA PALI dipimpin langsung Kartika Anuar untuk menyampaikan bela sungkawa serta memberikan dukungan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan.


"Kami menyampaikan bela sungkawa atas musibah ini, dan kami sampaikan juga kepada keluarga musibah agar kuat menghadapi ujian ini," ungkap Kartika.


Ditambahkan Kartika bahwa kedatangannya merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga yang tengah menghadapi musibah. Kehadiran Dinas PPKBPPPA juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kondisi keluarga yang membutuhkan dukungan di tengah suasana duka.


“Kehadiran kami mewakili Bapak Bupati untuk turut menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kartika.



Menurut Kartika, musibah yang dialami keluarga tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah tidak hanya hadir menyampaikan belasungkawa, tetapi juga berupaya memberikan dukungan dan kepedulian kepada keluarga.


“Ini tentunya menjadi perhatian serius bagi kami. Kami dari dinas turut prihatin atas musibah yang dialami keluarga. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” katanya.(sn/perry)

Share:

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa : SMSI Tunjukkan Dunia Jakarta Tetap Kondusif

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa : SMSI Tunjukkan Dunia Jakarta Tetap Kondusif



JAKARTA-SiniNews.Com— Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia, dan merupakan konstituen Dewan Pers tetap berkomitmen tinggi sebagai benteng demokrasi. Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa menjadi manifestasi nyata organisasi ini tetap eksis. Bahkan di tengah eskalasi politik yang cenderung mendaki terkait beberapa persoalan kebangsaan menjadi sorotan publik, SMSI menghadirkan terobosan penting. 


‘’Kegiatan ini, yakni pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa ibaratnya perjuangan trisula, atau tiga agenda penting sekaligus. Pertama sebagai konsituen Dewan Pers, SMSI hadir sebagai ambasador, duta bangsa untuk menunjukkan pada dunia, Indonesia tetap kondusif. Kedua Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan afirmasi atas keberpihak SMSI terhadap masalah pedesaan. Dan, ketiga adalah manifestasi nyata menjaga NKRI dengan desa sebagai entitas yang sangat penting.’’ujar Drs Firdaus, Msi, Ketua SMSI Pusat.

Sebagai Ketua organisasi media siber terbesar di dunia, Firdaus lebih spesifik mengatakan, pengukuhan yang diselenggarakan di tengah menghangatnya suhu politik menjelang akhir Agustus menjadi sebuah testomoni khusus. Testemoni dimaksud SMSI ingin mengingatkan dan menyampaikan pesan bahwa idealisme pers harus tetap dijaga.


‘’Tempat ini, Hall Dewan Pers akan menjadi saksi, sekaligus monumen atas komimten SMSI menegukan spirit kebangsaan. Lima provisini yang Pokja Newsroomnya kita kukuhkan bukan program kaleng-kaleng. Karena mereka, lima provinsi ini telah memberikan unjuk bukti dengan program yang sudah dicanangkan SMSI,’’tegasnya. 


Terkait dengan Provinsi yang akan dikukuhkan meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Langkah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembentukan kepengurusan serupa yang telah dimulai di Bali pada awal Juli lalu, kemudian disusul oleh Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau. Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengonfirmasi bahwa pelantikan kelima pengurus provinsi tersebut akan dilakukan secara bersamaan dalam satu seremoni. 


Terkait dengan agenda pengukuhan, Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Drs Jayanto Arus Adi, MM mengungkapkan, setelah lima provinsi yang dikukuhkan di Hall Dewan Pers, dalam waktu tidak terlalu lama daerah-daerah lain akan serentak menyusul. Jayanto Arus Adi, yang juga Ahli Pers Dewan Pers mengakui, keputusan untuk melakukan pengukuhan di tengah spekulasi informasi ‘’Rusuh Agustus Jilid II’’ menjadi sebuah pesan penting. ‘’Kami dan seluruh keluarga besar SMSI percaya rencana aksi unjuk rasa nasional memberikan amunisi moral kegiatan ini. Justru bagi kami momentum sekarang ini sangat penting sebagai pembelajaran berbangsa dan bernegara secara lebih utuh,’’tambahnya.


Masih berelasi dengan dua kegiatan yang momentumnya beririsan, yakni dilakukan pada 27 Agustus ini, Prof Dr Harris Arthur Hedar, SH, MH, CREL mengatakan, SMSI lahir sebagai organisasi profesional, yakni yang berkhikmat di bidang media sadar uintuk memberikan kontribusi riil, yakni menjaga demokrasi. 

Menurutnya SMSI berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara, tanpa memiliki kapasitas untuk mencampuri atau menghalangi hak warga negara dalam beraspirasi. Melalui pengukuhan Pokja Jaga Desa ini, SMSI justru menyerukan kepada seluruh pengurus dan anggotanya di daerah untuk tetap berdiri di koridor pers yang profesional dengan menyajikan informasi yang jernih dan berimbang di tengah situasi nasional yang dinamis. (Sn)

Share:

Dua Bocah Adik Kakak Meninggal Diduga Akibat DBD, Pelayanan RSUD PALI Disorot

Dua Bocah Adik Kakak Meninggal Diduga Akibat DBD, Pelayanan RSUD PALI Disorot



 TALANG UBI-- SiniNews.Com— Kabupaten PALI, Selasa (26/8/2026) — Meninggalnya dua kakak beradik, Andika bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Antap Mustopa, yang diduga akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menjadi perhatian luas masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

 

Pelayanan RSUD Talang Ubi Disorot

 

Habibi, Ketua RT 04 sekaligus wartawan yang bertugas di wilayah PALI, menyoroti proses pelayanan dan rujukan pasien di RSUD Talang Ubi. Ia menilai penanganan pasien berjalan lambat dan tidak maksimal.

 

“Kita sangat menyayangkan pelayanan Rumah Sakit Talang Ubi yang kurang maksimal. Pasien sudah dirawat dua hari namun menurut orang tua almarhum tidak ada perkembangan. Keluarga baru bisa mendapatkan rujukan setelah mendesak secara langsung,” ungkap Habibi.

 

Ia menegaskan, pengalaman pilu ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pelayanan kesehatan di daerah.

 

“Kami meminta pelayanan rumah sakit lebih cepat tanggap kepada pasien, agar kejadian luar biasa seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi yang meninggal adalah kakak dan adik karena DBD,” tegasnya.

 

Habibi juga menekankan pasien yang terindikasi DBD membutuhkan perhatian dan pemantauan serius dari tenaga medis.

 

“Dokter dan perawat seharusnya lebih memahami standar penanganan pasien DBD, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujarnya.

 

Berdasarkan keterangan ayah kedua almarhum, pelayanan yang diterima di RSUD Talang Ubi dirasakan jauh berbeda dibandingkan saat dirujuk ke rumah sakit di Muara Enim.

 

“Menurut cerita ayah almarhum, pelayanan di RSUD Talang Ubi terasa kurang maksimal dibandingkan RS Muara Enim. Inilah yang menjadi perhatian serius kami sebagai masyarakat,” ungkap Habibi.

 

Koordinasi & Langkah Pencegahan

 

Tidak hanya menyoroti pelayanan, Habibi langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Talang Ubi setelah menerima informasi mengenai wafatnya kedua anak tersebut.

 

“Alhamdulillah sudah ada respons dari pihak puskesmas. Sore tadi petugas sudah turun ke lokasi dan membagikan obat ABT. Penyemprotan (fogging) juga dijadwalkan segera dilakukan besok,” jelasnya.

 

DPRD PALI Berduka & Tekankan Langkah Strategis

 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Andika Alam Saputra dan Hulya Aliya Felis, putra dan putri dari Kakanda Antap Mustofa.

 

“Kita doakan kedua ananda ditempatkan di sisi Allah SWT. Kepada keluarga besar Kakanda Antap Mustofa, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan menghadapi ujian ini,” ucap Firdaus.

 

Firdaus juga meminta Dinas Kesehatan PALI mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mencegah penyebaran DBD meluas — tidak hanya di Talang Ubi, tetapi ke seluruh wilayah Kabupaten PALI. Mengingat kondisi cuaca saat ini sangat rentan memicu munculnya DBD, ISPA, diare, dan berbagai penyakit lainnya.

 

Selain itu, manajemen RSUD Anwar Mahakil diminta serius meningkatkan kualitas pelayanan, agar keluhan yang disampaikan oleh keluarga dan masyarakat segera dievaluasi dan diperbaiki. (RD)

Share:

Cegah Karhutlah dan Bantu Masyarakat Dalam Membuka Lahan Baru, Pemkab Muara Enim Siapkan 5 Alat Berat


Cegah Karhutlah dan Bantu Masyarakat Dalam Membuka Lahan Baru, Pemkab Muara Enim Siapkan 5 Alat Berat 


Muara Enim. SININEWS.COM -- Dalam upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) dan membantu masyarakat dalam membuka lahan baru agar tidak dengan cara dibakar, Pemkab Muara Enim melalui Dinas Perkebunan telah menyiapkan 5 alat berat berupa ekskavator.


Hal tersebut terungkap saat penyerahan secara simbolis oleh Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., kepada Camat Rambang Niru di Desa Manunggal Makmur pada  rangkaian safari Bunga Desa ‘Bupati Ngantor di Desa’ beberapa waktu yang lalu.


"Langkah ini sebagai upaya mengurangi risiko bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat pembukaan lahan dengan membakar," ujar Sumarni, Selasa (25/8/2026).


Plt. Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan bahwa langkah tersebut bagian dari komitmen Pemkab Muara Enim dalam mencegah munculnya titik api sekaligus memberikan solusi kepada masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan pertanian ataupun perkebunan.


Pencegahan bencana Karhutla harus dilakukan sejak awal dengan memberikan metode alternatif kepada masyarakat sehingga mitigasi tidak hanya berupa himbauan, namun juga solusi konkret yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.


Dijelaskan Plt Bupati, bahwa sesuai Perda Kabupaten Muara Enim Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran


"Maka diharapkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di Kabupaten Muara Enim wajib mendukung upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla yang hampir tiap tahun terjadi karena hal tersebut bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan petugas pemadam kebakaran semata, namun membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat," tegasnya.(sn)

Share:

Menabung di Agen BRILink Makin Menarik, BRI Prabumulih Siapkan Hadiah untuk Nasabah


PRABUMULIH, SININEWS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Cabang Prabumulih kembali menghadirkan program yang mendorong masyarakat untuk lebih konsisten menabung. Melalui Program Menabung di Agen BRILink BRI Prabumulih Vol. 2, nasabah tidak hanya diajak membangun kebiasaan menabung, tetapi juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Program yang mengusung semangat “Simpan & Menangkan” tersebut berlangsung selama periode 1 Juli hingga 31 Oktober 2026. Masyarakat yang memenuhi ketentuan program akan mendapatkan kupon undian setiap kali melakukan setoran tabungan melalui Agen BRILink.

Kepala BRI Cabang Prabumulih, RP Rafi Rafsanjani, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk upaya BRI dalam meningkatkan minat masyarakat untuk menabung sekaligus memperkenalkan kemudahan layanan perbankan melalui Agen BRILink.

“Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam melakukan aktivitas perbankan melalui Agen BRILink, tetapi juga berkesempatan mengikuti undian berhadiah dengan semakin banyak kupon yang dikumpulkan,” ujar Rafi Rafsanjani.

Setoran Rp1 Juta Dapat Kupon Undian

Rafi menjelaskan, mekanisme program cukup mudah. Nasabah yang melakukan setoran tabungan melalui Agen BRILink BRI Prabumulih dengan nominal minimal Rp1 juta akan memperoleh satu kupon undian.

Kesempatan mendapatkan kupon lebih banyak juga diberikan bagi nasabah yang melakukan aktivitas menabung pada hari tertentu.

Khusus setoran yang dilakukan pada Sabtu, Minggu, dan tanggal merah, nasabah berkesempatan memperoleh dua kupon undian untuk setiap setoran Rp1 juta sesuai ketentuan program.

“Untuk menabung sebesar Rp1 juta pada hari libur, nasabah akan mendapatkan dua kupon undian,” jelasnya.

Ketentuan tersebut membuat nasabah memiliki peluang lebih besar untuk mengumpulkan kupon selama periode program. Semakin rutin melakukan setoran dan semakin banyak kupon yang dikumpulkan, semakin besar pula kesempatan mengikuti undian untuk mendapatkan hadiah.

Hadiah Menarik Menanti Nasabah

Untuk memberikan daya tarik tambahan, BRI Cabang Prabumulih telah menyiapkan sejumlah hadiah bagi peserta program.

Hadiah utama yang disediakan antara lain mesin cuci sebagai Hadiah 1, dispenser sebagai Hadiah 2, dan kipas angin sebagai Hadiah 3. Selain itu, tersedia pula berbagai hadiah hiburan lainnya bagi peserta yang beruntung.

Program tersebut dirancang dengan menggabungkan dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, masyarakat didorong untuk menyisihkan sebagian pendapatan dan membangun kebiasaan menabung secara rutin. Di sisi lain, nasabah mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah melalui kupon undian yang dikumpulkan selama mengikuti program.

Dengan konsep tersebut, aktivitas menabung diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan finansial sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Perluas Akses Layanan Perbankan

Program Menabung di Agen BRILink BRI Prabumulih Vol. 2 juga menjadi bagian dari upaya BRI memperluas akses layanan perbankan di tengah masyarakat.

Melalui Agen BRILink, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap berbagai layanan perbankan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal maupun pusat aktivitas mereka. Kehadiran agen juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor bank.

Momentum program berhadiah ini diharapkan semakin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Agen BRILink sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.

Menabung secara rutin dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang. Dengan menyisihkan uang secara konsisten, masyarakat dapat membangun cadangan dana sekaligus membentuk pola pengelolaan keuangan yang lebih terencana.

Masih Berlangsung hingga 31 Oktober

Masyarakat yang ingin mengikuti Program Menabung di Agen BRILink BRI Prabumulih Vol. 2 masih memiliki kesempatan hingga 31 Oktober 2026.

Nasabah dapat melakukan setoran tabungan sesuai ketentuan program melalui Agen BRILink BRI Prabumulih untuk memperoleh kupon undian. Kupon yang terkumpul kemudian menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengikuti pengundian hadiah.

BRI Cabang Prabumulih mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut dengan tetap menjadikan kebiasaan menabung sebagai tujuan utama.

Dengan semangat “Simpan & Menangkan”, program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman positif sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk membangun budaya menabung secara konsisten.

Informasi lebih lanjut mengenai program dan ketentuannya dapat diperoleh melalui layanan resmi BRI, termasuk BRI Contact 1500017.

Pada akhirnya, program ini bukan sekadar menawarkan kesempatan membawa pulang hadiah. Lebih dari itu, BRI Prabumulih ingin mengajak masyarakat menjadikan menabung sebagai bagian dari kebiasaan finansial yang sehat—menabung lebih rutin, mengumpulkan lebih banyak kupon, dan membuka peluang memenangkan hadiah menarik.

Share:

Diduga Edarkan 9,78 Gram Sabu, Pria Asal Purun Ditangkap Polisi di PALI

Diduga Edarkan 9,78 Gram Sabu, Pria Asal Purun Ditangkap Polisi di PALI




PALI-SiniNews.Com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menangkap seorang pria berinisial AW (33) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sabu dengan berat bruto 9,78 gram.


Tersangka diketahui bernama AW (33), warga Dusun V, Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Dia ditangkap saat hendak melakukan transaksi sabu di sebuah rumah di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.



Kasat Resnarkoba Polres PALI AKP Dedy Suandy, S.H., bersama Kanit Idik I IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H. dan anggota melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi adanya seorang pria yang diduga menjual narkotika di wilayah Kabupaten PALI.



Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., melalui Kasat Resnarkoba Polres PALI AKP Dedy Suandy, S.H., mengatakan.


"Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota melakukan penyelidikan dan kemudian menggunakan metode undercover buy dengan menyamar sebagai pembeli," kata Kasat Resnarkoba Polres PALI dalam laporan pengungkapan kasus.


Dalam penyelidikan tersebut, polisi menyamar sebagai seseorang bernama Kopet yang disebut berada di Desa Pengabuan. Setelah berkomunikasi dengan terduga pelaku, polisi kemudian menyepakati lokasi dan waktu transaksi.


Sekitar pukul 15.30 WIB, anggota yang menyamar telah menunggu di dalam sebuah rumah di Desa Pengabuan. Tak lama kemudian, Aris menghubungi orang yang menyamar tersebut untuk menanyakan lokasi transaksi.


"Setelah pelaku datang ke rumah tersebut, anggota lainnya langsung melakukan penggeledahan terhadap pelaku," jelasnya.


Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket plastik klip bening berisi serbuk putih yang diduga sabu. Barang tersebut ditemukan dalam genggaman tangan kiri tersangka dan dibungkus menggunakan dua lembar potongan kantong kresek berwarna hijau.


Selain sabu, polisi turut menyita satu unit handphone merek Vivo Y19s Pro dan satu unit sepeda motor Yamaha Gear warna putih yang diduga digunakan tersangka.


"Selanjutnya tersangka beserta seluruh barang bukti diamankan dan dibawa ke Mapolres PALI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.


Saat ini, Aris telah diamankan di Polres PALI dan berstatus sebagai tersangka dalam perkara dugaan peredaran narkotika. Polisi juga akan melakukan pemeriksaan barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel serta pemeriksaan urine terhadap tersangka.


Polisi menegaskan proses penyidikan akan dilanjutkan sesuai prosedur hukum, termasuk pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi serta melengkapi administrasi penyidikan sebelum berkas perkara dikirimkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). (SN/PERRY)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts