Pages

Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tandatangani Kerjasama Pengamanan Aset Negara

PRABUMULIH--Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama..

Semarak Ramadhan, Citimall Gelar Hijab HUNT 2019

PRABUMULIH--Berbagai event terus diadakan oleh Citimall Prabumulih guna menyebar virus positif kepada para pemuda-pemudi di Kota Prabumulih. Salah satunya, yakni Citimall Hijab HUNT 2019..

Miris, Dua Keluarga Miskin di PALI Tidak Pernah Tersentuh Bantuan

PALI--Tinggal seorang diri dan mencari nafkah hanya menjadi buruh menyadap karet dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, nenek Sainimah (65) warga Desa Babat..

Bus Trans Enim Jalan, Pasar Ramadhan Bebas Formalin

MUARA ENIM--Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, membuka pasar Ramadhan dan launching bus trans Enim berlangsung di terminal samping Kodim, Senin (6/5)..

OKU Akan Canangkan Program Kabupaten Layak Anak

BATURAJA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyiapkan program untuk menjadikan kabupaten layak anak (KLA). Dukungan ini dimintakan kepada berbagai organisasi...

Wednesday, November 20, 2019

Disebut Sebagai Pelaksana Pekerjaan Cor Beton Golf Permai, Pihak CV Robby Putra Angkat Bicara

PALI  -- Aprizal Muslim pimpinan perusahaan kontraktor CV Robby Putra menyebut bahwa sebelum melakukan pekerjaan cor beton pihaknya sudah menentukan titik nol, namun pada pelaksanaannya lain dengan yang disurvei.

"Yang pasti titik nolnya bukan di situ. Dengan adanya kejadian itu, kami komitmen, meski tidak dibayar pekerjaan akan tetap kita perbaiki. Dan diharapkan kepada warga untuk jangan dulu dilalui kendaraan ketika sedang dikerjakan," ujar Afrizal Muslim, Rabu (20/11).

Atas adanya kerusakan cor beton yang baru selesai dikerjakan, Afrizal Muslim menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengajari tukang untuk bekerja sebarangan, apa lagi sampai merugikan keuangan negara.

"Maka langkah yang kita ambil untuk tidak melakukan penagihan terhadap pekerjaan tersebut," tandasnya.(sn) 

Belum Sebulan Selesai Dikerjakan Rusak, Cor Beton di Golf Permai Disoal Warga

PALI -- Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini tengah gencar dilakukan Pemkab. Tetapi sangat disayangkan, warga yang ada disekitar pembangunan tidak seluruhnya serta merta menerima pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga karena berbagai faktor.

Seperti pada pekerjaan pembangunan jalan cor beton yang dikerjakan sebuah kontraktor di permukiman Golf Permai Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi. Dimana proyek dari Dinas Perkim kabupaten PALI tersebut disoal warga lantaran belum sebulan selesai dikerjakan, sudah banyak titik yang alami kerusakan.

"Hanya tiga pekan pasca selesai dikerjakan, jalan dengan volume panjang 53 meter lebar 3,5 meter itu, kini sudah mulai menampakkan kerusakan yang memprihatinkan," tutur Rully Pabendra, Ketua LSM Forum Masyarakat Bumi Serepat Serasan (FORMAS BUSSER) yang juga merupakan Ketua RT 01/01 Golf Permai, Rabu (20/11).

Diakuinya bahwa dari awal pengerjaan jalan itu memang sudah terkesan asal-asalan. Sehingga sesuai prediksi, kualitasnya pun tak akan bertahan cukup lama.

"Dari pengamatan kami, jalan tersebut selesai dikerjakan hanya dalam tempo tiga hari saja. Padahal warga di sini sudah sempat memperingatkan agar bisa dikerjakan dengan baik. Namun inilah faktanya," tukas Rully.

Ditambahkannya, jalan sepanjang itu pun cuma diaduk menggunakan tenaga manual 5 orang, bukan dengan mesin Mollen. Itu pun tidak menggunakan kotak aduk. Melainkan diaduk langsung di tengah jalan, dengan cara dibagi enam kali ngaduk, selesai.

"Dari komunikasi kami dengan kawan-kawan ahli teknis sipil, mixing adukan cor dengan cara itu tak bisa dibenarkan. Selain adukkan tidak rata, juga air tak sampai meresap ke bagian bawah," terangnya.

Maka, lanjut Rully, hampir dipastikan cara-cara seperti itu, mengindikasikan perbuatan yang dapat merugikan keuangan negara. Oleh karenanya, pihaknya akan meminta leading sector Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten PALI kembali memperbaiki kerusakan dimaksud dan memberi sangsi pihak kontraktor.

"Sebenarnya meski diperbaiki pun, takkan lebih baik. Karena konstruksi dari dasarnya saja sudah buruk. Wajar kalau ditimpa hujan beberapa waktu lalu saja, sudah mulai hancur dan menampakkan pasirnya," tukasnya.

Dari papan informasi pekerjaan yang didokumentasikan warga, pembangunan jalan permukiman itu dikerjakan oleh CV Robby Putra, dengan sumber anggaran APBD PALI 2019 sebesar Rp69,6 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas PERKIM, Irwan ST, melalui Kabid Bangunan dan Lingkungan, Junaidi ST, saat dikonfirmasi justru mengatakan bahwa pesan Whatsapp media ini salah sambung. "Maaf salah kirim bos. Tanyo PPTK-nyo bos!" singkatnya, tanpa membalas lagi, ketika ditanya siapa PPTK dimaksud.(sn)

Musi Rawas Sapu Bersih Emas dari Cabor Karate Nomor Kata Perorangan

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Hasil maksimal diraih kontingen Musi Rawas kala bertanding di cabang Karate, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di Kota Prabumulih yang digelar di gedung serba guna kecamatan prabumulih selatan.

Kontingen Musi Rawas berhasil memborong emas di nomor kata perorangan putra dan putri yang baru digelar Selasa (19/11) pagi kemarin.

Emas pertama dipersembahkan oleh Sifaldi Sihotang dari nomor kata perorangan putra, lalu disusul oleh Rey Gita R dari kata perorangan putri.

Sementara perak dinomor ini disabet oleh atlet Palembang atas nama M Rizky Adam, dan perunggu bersama diraih Rizky Ade F dan M Rizky Al Faraby dari Muba.

Serangkan di kata perorangan putri, perak diraih atlet Muba atas nama Putri Diana Sari, dan Perunggu bersama diraih Siti Destiah F dari OKI dan Sandrika Widya PS dari Empat Lawang.

Koordinator Pelaksana (Kopel), Aliyuddin Asral mengatakan pertandingan Karate diikuti oleh 363 peserta dari 16 Kabupaten Kota di Sumatera Selatan. "Hanya Muratara yang tidak ikut," ujarnya.

Adapun kelas putra yang dipertandingkan, yakni dibawah 55 kg, dibawah 60 kg, dibawah 67 kg, dibawah 75 kg, dibawah 84 kg dan kelas bebas diatas 84 kg, komite beregu, kata perorangan dan kata beregu putra.

"Kelas putri, dibawah 50 kg, dibawah 55 kg, dibawah 61 kg, dibawah 68 kg, kata perorangan, kata beregu, komite perorangan dan komite beregu," ungkapnya.

Dikatakan Aliyuddin, pelaksanaan cabor Karate akan digelar selama 4 hari dari tanggal 19 sampai 22 November 2019. "Dicabang ini akan memperebutkan 19 medali emas, 19 medali perak dan 38 medali perunggu," terangnya.

Aliyuddin mengaku bersyukur pelaksanaan cabor karate dapat berjalan lancar mulai dari tahap verifikasi kelengkapan administrasi atlet sampai proses pertandingan.

"Mengantisipasi kecurangan kita sudah buat skat-skat, insya Allah tidak tembus. Porprov ini bukan hanya prestasi tapi juga prestise," jelasnya.(SN)

Tuesday, November 19, 2019

Besok Waspadalah, PALI Berpotensi Alami Hujan Petir dan Angin Kencang

PALI -- Bagi masyarakat yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk tetap waspada saat musim peralihan saat ini, sebab Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini di sejumlah provinsi di Indonesia besok, Rabu (20/11/2019) termasuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Situs resmi BMKG, bmkg.go.id menyebut bahwa pada Rabu, (20/11/2019), terdapat delapan provinsi yang berpotensi hujan petir dan angin kencang.

Sementara itu, wilayah lainnya berpotensi hujan sedang-lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Ada pula wilayah yang berpotensi kebakaran hutan atau lahan.

Berikut daftar peringatan dini BMKG besok Rabu, 20 November 2019, dilansir bmkg.go.id :

Wilayah berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang :

1. Aceh

Aceh Tengah

Gayo Lues

Aceh Utara

Lhokseumawe

Aceh Tamiang

Aceh Tenggara, dan sekitarnya

2. Bangka Belitung

Bangka Barat

Belitung

3. Banten

Tangerang Selatan

Kab. Tangerang bagian Selatan

4. Bengkulu

Mukomuko

Bengkulu Utara

Rejang Lebong

Kepahiang

Bengkulu Tengah

Seluma

5. DKI Jakarta

Jaktim

6. Jambi

Kerinci

Sungai Penuh

Sarolangun

Merangin

Bungo

Batanghari

Tebo

Muaro Jambi

Kota Jambi

Tanjung Jabung Timur

Tanjung Jabung Barat

7. Kalimantan Tengah

Seruyan

Kotawaringin Timur

Katingan

Gunung Mas

Murung Raya

Pulang Pisau

Kapuas

Palangkaraya

8. Sumatera Selatan

OKI

OKU

OKU Selatan

PALI

Banyuasin

Musi Banyuasin

Pagar Alam

Empat Lawang

Muara Enim

Musi Rawas

Musi Rawas Utara

Ogan Ilir

Wilayah berpotensi hujan sedang-lebat :

1. Kalimantan Barat

Sanggau

2. Kalimantan Utara

Krayan

Krayan Selatan

Pujungan

Sungai Boh

Malinau Selatan Hilir

Bahau Hulu

Kayan Hilir

Tana Tidung, dan sekitarnya

Wilayah berpotensi angin kencang :

1. Banten

Pandeglang bagian Selatan

Lebak bagian Selatan

2. Nusa Tenggara Timur. (sn) 

Pengrajin Tempe PALI Datangi RTI, Begini Tujuannya

PALI -- Sebanyak 8 orang pembuat tempe dikirim Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk menimba ilmu pada Rumah Tempe Indonesia (RTI) kota Bogor Provinsi Jawa Barat, Selasa (19/11).

Kegiatan tersebut digagas Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten PALI dalam meningkatkan pengetahuan pengrajin atau pembuat tempe agar kualitas tempe asal PALI bisa bersaing dalam pemasaran.

"Kita kirim mereka (pengrajin tempe) ke RTI bukan untuk jalan-jalan, namun untuk lebih mematangkan keahlian mereka dalam memproduksi tempe agar lebih higienis serta kualitasnya bisa meningkat," ujar Heri Saputra, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI.

Peserta pelatihan dikatakan Heri Saputra bakal menimba ilmu pada rumah tempe satu-satunya di Indonesia itu selama satu minggu penuh.

"Kita ketahui bahwa tempe selama ini hanya bisa digoreng atau disayur. Tetapi pada RTI, tempe bisa dijadikan berbagai macam makanan dan bahkan minuman. Dengan selesainya pelatihan nanti, diharapkan akan memacu kreasi pengrajin tempe untuk bisa menghasilkan produk baru yang belum pernah ada di daerah lain yang akan menjadi ikon atau ciri khas PALI ," harapnya.

Disamping pelatihan cara membuat tempe higienis dan membuat olahan lainnya, ditambahkan Heri bahwa pada RTI juga dibantu untuk bagaimana cara pemasarannya, supaya UKM dibidang tempe bisa meningkat pendapatannya.

"Sesungguhnya tempe itu merupakan lahan bisnis yang menjanjikan, karena semua orang di Indonesia pasti makan tempe, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Nah, dengan adanya pelatihan ke RTI, pengrajin tempe diajarkan bagaimana cara melihat peluang bisnis dan pihak RTI melalui Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) membantu cara pemasarannya asalkan produk tempe bisa memenuhi standar," terangnya. (sn)

Jelang HKN, Ini yang Dilakukan Dinkes PALI

PALI -- Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Bumi Serepat Serasan yang puncak acaranya bakal digelar Sabtu (23/11), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan dan mengajak masyarakat terutama dalam lingkup jajaran Dinkes untuk menerapkan pola hidup sehat.

Bukan hanya mengajak sehat dengan cara menggelar berbagai lomba yang membutuhkan fisik prima seperti lomba tarik tambang, senam, tari kreasi dan lomba isi piring, Dinkes juga memompa keratifitas pegawainya untuk menciptakan lagu mars kesehatan.

"Iya kami ajak seluruh pegawai Dinkes, seluruh puskesmas yang ada dan dari pegawai Rumah Sakit untuk berpartisipasi memeriahkan HKN di PALI," ujar Mudakir, Plt Kepala Dinkes PALI, Selasa (19/11).

Untuk pelaksanaan lomba dalam jajaran Dinkes dan rumah sakit juga Puskesmas se-kabupaten PALI, dikatakan Mudakir bahwa kegiatan dilaksanakan pada Minggu (17/11) lalu.

"Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun guna mempererat tali silaturrahmi antar pegawai juga mengajaknya untuk berkreasi serta memompa pegawai tetap energik dengan ikut lomba-lomba yang kita gelar," imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, dijelaskan Mudakir seluruh pegawai yang ikut lomba dinilai dan bagi pemenang berhak membawa pulang hadiah hiburan sebagai penyemangat.

"Lomba hiburan agar tidak suntuk juga kita gelar, misal lomba merias tanpa kaca. Ada juga lomba PSC dan lomba penyaringan air sederhana. Puncak acara nanti insyaallah akan dihadiri anggota DPR-RI, yakni Ibu Hj Sri Kustina dan pak Bupati," tutupnya. (sn) 

Monday, November 18, 2019

“Intrupsi”Jadi Cara Memfilter Informasi Yang Tidak Jelas Muara Enim,


MUARA ENIM, SININEWS.COM - -Selain meningkatkan minat dan membudayakan membaca, Inovasi yang dilakukan olehSekertaraiat DPRD Kabupaten Muara Enim yakni  ‘Ruang  Interupsi’juga sekaligus menjadi filter informasi yang tidak jelas atau HOAX mengenai tugasdan fungsi dari DPRD yakni legislasi, bugeting dan kontrol di era keterbukaaninformasi saat ini dalam bentuk bahan bacaan.

Sekretaris DPRD Kabupaten Muara Enim Lido Septontoni, SH, M.Si mengatkan, InovasiInterupsi adalah singkatan Interaksi Ruang Pojok Literasi yang bertujuan dan manfaatnya yakni menyediakan informasiyang cepat, tepat dan relevan mengenai tugas dan fungsi DPRD Kabupaten MuaraEnim.

"Memiliki kemampuan literasi informasi  agar mampu mengikuti perkembangan informasi,untuk meningkatkan pelayanan sangat penting menurut kami, “ ujarnya.

Sementara ,menurut  Almuhadi, SE, M.Ap selakuPenggerak Inovasi Interupsi didampingi oleh Inovator Hj Amalia, S.E. Informasipublik terhadap tugas, fungsi dan wewenang yang melekat pada DPRD sangatpenting untuk diketahui oleh para konstituen maupun seluruh yang membutuhkaninformasi yang berkaitan dengan DPRD.

“Serta  masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dengan baik,dan  representasi dewan kepada masyarakatdapat berjalan dengan baik juga," terangnya lagi.

Suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi Sekretariat DPRD Kabupaten Muara Enimkarena berhasil meraih juara pertama pada ajang Festival Gelar Inovasi Daerahtahun 2019 yang diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 18-19 Januari di GORMuara Enim oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Muara Enim.

“Tentunyakami tidak akan dapat berhasil meriah juara pertama tanpa bantuan semua pihakseperti Sektetaris DPRD Kabupaten Muara Enim dan suport dari Jajaran DPRDKabupaten Muara Enim,” katanya.

Dalam acarayang dibuka dan diresmikan oleh plt Bupati Muara Enim yang diwakili SekretarisDaerah Kabupaten Muara Enim Ir. H. Hasanuddin, M.Si tersebut, seluruh OPD di Kabupaten Muara Enim ikut terlibat guna meningkatkan pelayanan kepadamasyarakat dan sejalan dengan program kementrian birokrasi dan reformasi.(sn)

Inovasi Jadi Hal Wajib Yang Harus Dilakukan


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Setiap kementerian/lembaga pemerintah daerah diwajibkan untuk menciptakan minimal satu inovasi pelayanan public setiap tahun. Itu sesuai ketentuan pasal 386 UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda dan surat edaran  MenPAN  dan Reformasi Birokrasi  nomor 19 tahun 2014.
               
Demikian ditegaskan Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah diwaiki Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, ketika membuka festival gelar inovasi daerah colourful Muara Enim tahun 2019, Senin (18/11).
             
Acara yang diselenggarakan Balitbangda Muara Enim tersebut berlangsung plaza GOR Pancasila Muara Enim. Pada festival tersebut, Sekda juga menyerahkan 10 lembaga di lingkungan Pemkab Muara Enim yang keluar sebagai juara inovasi tahun 2019.
             
Festival tersebut diisi berbagai rangkaian kegiatan yakni pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diikuti seluruh OPD di lingkungan Pemkab Muara Enim, sekolah maupun lembaga lainnya. Pasar Tani, dan pameran UMKM.
               
Menurut Sekda, setiap lembaga diwajibkan menciptakan minimal satu inovasi juga diatur Pemeraturan Pemerintah nomor 30 tahun 2017 tentang inovasi daerah serta surat edaran Menterei Dalam Negeri nomor 070/3522/SJ tentang penguatan  penelitian  dan pengembangan daerah.
              
Serta lanjutnya, intruksi Gubernur Sumsel  nomor 1210 tahun 2018 tentang pelaksanaan gerakan one agency ona innovation di Provinsi Sumsel.
                  
Dijelaskannya, inovasi diperlukan karena tidak terlepas dari  dampak  globalisasi yang bergulir di semua  sektor kehidupan baik kelembagaan, maupun personal yang membutuhkan percepatan  dan pembaharuan  yang dilakukan secara efektif.(sn)

Wajah Lama Dominasi Ketua Komisi


MUARA ENIM, SININEWS.COM - DPRD Muara Enim telah merampungkan tugasnya melakukan pembentukan dan pengesahan alat kelengkapan dewan yang berlangsung pada rapat paripurna ke 7 dipimpin Ketua DPRD, Aries HB SE, Senin (18/11).
               
Hanya saja dari semua alat kelengkapan dewan yang telah dibentuk dan disahkan tersebut, seluruhnya diborong oleh anggota dewan wajah lama. Alat kelengkapan dewan yang disahkan yakni komisi komisi, Badan Pembentukan Peraturan Daerah dan Badan kehormatan DPRD.
             
Adapun dewan wajah lama yang menduduki jabatan tersebut  yakni H Marsito (PPP) menduduki jabatan Ketua Komisi I, Indragani (PDI-P) menduduki jabatan Ketua Komisi II.
             
Selanjut Kasman (NasDem) menduduki jabatan Ketua Komisi III dan Jonidi (Partai Golkar) menduduki jabatan Ketua Komisi IV.
                 
Kemudian Dwi Windarti SH MH (Partai Demokrat) menduduki jabatan Badan Pembentukan Peraturan Daerah) dan Fiyardi (PKB) menduduki jabatan Ketua Badan Kehormatan.
              
Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB SE, yang dibincangi usai rapat paripurna membenarkan bahwa jabatan alat kelengkapan dewan semuanya diisi anggota dewan wajah lama.
             
“Komposisi jabatan tersebut sebelumnya telah kita musyawarahkan dengan masing masing pimpinan partai politik dan masing masing fraksi sebelum kita sahkan. Tujuannya supaya tidak terjadi perdebatan pada saat disahkan,” jelas Aries.
             
Di tempat terpisah, Chandra anggota DPRD Muara Enim dari PKB, menilai sangat wajar jika komposisi jabatan alat kelengkapan dewan duduki anggota dewan wajah lama.
              
Karena jumlah komposisi anggota dewan wajah lama lebih banyak bida dibandingkan jumlah anggota dewan wajah baru. “Dari 45 anggota dewan, 30 orang diantaranya wajah lama, Cuma 15 orang wajah baru. Jadi wajar saja jika komposisi jabatan alat kelengkapan dewan diisi dewan wajah lama,” jelasnya.(sn)

Pastikan Aman, PDAM Tirta PALI Uji Lab Air Sungai Lematang


foto. saat anggota dewan (Irwanto) mengecek air sungai Lematang



PALI -- Mengetahui air sungai Lematang tercemar yang dinyatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) belum lama ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah bakal uji laboratorium air yang telah diproduksi. Lantaran, sumber air PDAM berasal dari sungai Lematang, yang nantinya intake PDAM berada di Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang.

Hal itu dikemukakan Puryadi, Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah untuk mengetahui air produksi perusahaan tersebut aman digunakan pelanggan.

"Untuk menjawab apakah air dari kita aman digunakan, baik itu untuk dikonsumsi atau untuk keperluan mandi dan cuci, kita bakal uji laboratorium," ujar Puryadi, Senin (18/11).

Dijelaskan Puryadi bahwa langkah itu bertujuan agar air hasil produksi PDAM Tirta PALI ikut tercemar atau tidak.

"Kita tidak ingin ada kesangsian atau rasa was-was dialami pelanggan karena isu sungai Lematang tercemar. Hasil laboratorium akan kita umumkan, apakah aman atau ikut tercemar. Tetapi untuk saat ini air, sungai Lematang kita olah terlebih dahulu baru kemudian kita alirkan ke rumah-rumah pelanggan dan hingga saat ini belum terdengar keluhan terkait air yang kita hasilkan," jelasnya.

Langkah PDAM Tirta PALI Anugerah untuk menguji air hasil produksinya mendapat dukungan masyarakat, terutama warga Kecamatan Tanah Abang. Seperti diutarakan Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang.

"Kita sepakat langkah yang dilakukan oleh PDAM Tirta PALI, dalam hal ini harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut hidup orang banyak. Kita ketahui kecamatan Tanah Abang dan sebagian Kecamatan Talang Ubi menkonsumsi air PDAM yang bersumber dari sungai Lematang. Kami berharap semua pihak untuk benar-benar pastikan bahwa air Sungai Lematang aman di konsumsi serta meminta bantuan Pemprov untuk membentuk tim khusus masalah limbah PT TEL yang terindikasi mencemari sungai," jabar Aka Cholik. (sn)