Diduga Bobol Rumah Warga di PALI, Pria Ini Curi Emas, Uang Rp 3 Juta hingga Alat Panggang

Diduga Bobol Rumah Warga di PALI, Pria Ini Curi Emas, Uang Rp 3 Juta hingga Alat Panggang




PALI-SiniNews.Com— Polisi menangkap inisial NK (28), warga Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Dia diduga membobol rumah warga dan mencuri sejumlah barang berharga dengan total kerugian mencapai Rp 20 juta.


Kasus pencurian dengan pemberatan itu terjadi di rumah Erma, warga Simpang Bandara, Kelurahan Handayani, Kecamatan Talang Ubi, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. 


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H. mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan setelah Unit Reskrim melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan keberadaannya.


“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Talang Ubi berhasil mengidentifikasi siapa dan di mana keberadaan tersangka pencurian tersebut,” kata Ardiansyah dalam laporannya.


Berdasarkan laporan polisi, kejadian diketahui setelah saksi Nova Suryani melihat alat pemanggang elektrik merek Hakasima warna hitam masih berada di dapur sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, ketika bangun sekitar pukul 05.30 WIB, alat tersebut sudah tidak ada.


Korban kemudian memeriksa kondisi rumah dan mendapati sejumlah barang lainnya juga hilang. Di antaranya satu dompet berisi uang tunai Rp 3 juta, satu gelang emas seberat 6 gram beserta suratnya, serta tiga cincin emas.


“Dari keterangan tersangka, benar dia yang telah melakukan pencurian tersebut dengan cara masuk ke rumah korban pada malam hari dari pintu belakang dengan mencongkel pintu terlebih dahulu,” ujar Ardiansyah.


Setelah menetapkan tersangka, Ardiansyah memerintahkan Unit Reskrim yang dipimpin Ipda Suryadinata, S.Psi., M.Si. untuk melakukan penangkapan. Nedi kemudian berhasil diamankan.


Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita satu unit alat pemanggang elektronik merek Hakasima warna hitam milik korban sebagai barang bukti.


“Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Talang Ubi untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.


Atas perbuatannya, Nedi disangkakan melanggar Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Polisi kini melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

Patroli Perintis Presisi Polres PALI Sisir Pendopo, Antisipasi 3C dan Gangguan Kamtibmas

Patroli Perintis Presisi Polres PALI Sisir Pendopo, Antisipasi 3C dan Gangguan Kamtibmas



PALI-SiniNews.Com — Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar patroli malam di kawasan Pendopo, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tindak kriminalitas dan aksi 3C (curas, curat, dan curanmor).


Patroli berlangsung pada Kamis (3/9/2026) mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Dua personel Regu 2 Sat Samapta Polres PALI dilibatkan dalam kegiatan tersebut, yakni Brigpol Firman Ramadhoni, S.H., dan Brigpol Aji Priyanto.


Personel menyisir sejumlah kawasan di sekitar Pendopo sekaligus melakukan patroli dialogis dengan masyarakat.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada SIK., melalui Kasat Samapta AKP Asri Basyarudin SH., menyampaikan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya pada malam hari.


“Tim Patroli Perintis Presisi Polres PALI melaksanakan patroli di sekitaran Pendopo Kabupaten PALI serta melaksanakan patroli dialogis guna mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas, tindak pidana dan 3C,” ujar Kasat Samapta.


Selain melakukan pemantauan wilayah, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan.


“Jika ada kejadian menonjol, segera laporkan ke call center 110,” katanya.


Menurutnya, kehadiran personel kepolisian melalui patroli rutin diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana di tengah masyarakat.


“Dengan adanya Tim Patroli di wilayah tersebut diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat wilayah Kabupaten PALI,” lanjutnya.


Selama kegiatan berlangsung, personel tidak menemukan kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas. Situasi di wilayah yang menjadi sasaran patroli dilaporkan dalam keadaan aman, terkendali dan kondusif.


Patroli Perintis Presisi tersebut menjadi salah satu langkah preventif kepolisian untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan.(SN/Perry).

Share:

Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa


Oleh: Prof. Dr.Taufiqurokhman, S.H, A. Ks, S.Sos, M.Si


Dinamika politik Indonesia tak pernah lelah bersolek. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, genderang tantangan bertalu-talu bagai ombak yang enggan menepi.


Realitas hari ini menyajikan paradoks yang menarik: di satu sisi, ruang demokrasi tampak menganga lebar memberikan jalan bagi ekspresi publik; namun di sisi lain, ada jaring tak kasat mata yang perlahan mereduksi ruang gerak masyarakat sipil itu sendiri.


Simak saja kegaduhan sepekan menjelang aksi massa 27 Agustus lalu. Jagat maya mendadak riuh oleh orkestrasi para pendengung (buzzer) bayaran dan media pembuat narasi instan. 


Mereka mengamplifikasi isu secara masif, melukiskan potret Jakarta yang bakal lumpuh total. Narasi panas membakar persepsi domestik hingga internasional, menempatkan Gedung DPR RI sebagai episentrum ketegangan akibat desakan pengesahan RUU Perampasan Aset. Efeknya instan: sehari menjelang tanggal keramat itu, jalanan ibu kota justru sunyi, tersandera oleh kecemasan yang diproduksi secara digital.


Namun, di tengah simulakra dan hiruk-pikuk hoaks tersebut, sebuah gerakan tandingan yang waras lahir dari rahim pers nasional.


Ketika dunia maya dihujani disinformasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)—sebagai salah satu konstituen penting Dewan Pers di bawah nakhoda Prof. Dr. Komaruddin Hidayat—mengambil peran sebagai jangkar kewarasan publik. 


Di bawah komando Ketua Umum Firdaus, SMSI justru mengalihkan perhatian publik ke sebuah agenda subtansial di Gedung Dewan Pers, Jakarta: pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.


Kehadiran para pegiat pers daerah di Jakarta pada momentum krusial tersebut memunculkan dialektika demokrasi yang apik. Saat jalanan ibu kota dipenuhi desakan reformasi hukum yang merupakan keniscayaan dalam alam demokrasi, institusi pers justru sedang memperkuat benteng stabilitas nasional dari unit yang paling elementer: pedesaan. 


Disaat kondisi paling genting tersebut, Prof. Harris Arthur Hedar ketua Dewan Pembinaan SMSI yang selalu membersamai pergerakan SMSI dirawat di rumah sakit. Dari rumah sakit Prof. Harris Arthur Hedar terus memompa semangat para pengurus SMSI untuk bergerak.


Sehingga suasana kebatinan tersebut tidak mengurangi semangat pengurus dan anggota dari berbagai daerah hadir ke Jakarta. Mengingat misi kehadiran mereka mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Jakarta tetap tegar dan aman.


Agenda strategis yang turut dihadiri oleh tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo ini membawa dua misi institusional yang profetik. 


Pertama, melawan disinformasi. 

Pers nasional berkomitmen menjadi penyedia informasi yang jernih dan berimbang, memastikan publik tidak terseret ke dalam pusaran polarisasi ekstrem yang destruktif. 


Kedua, menempatkan desa sebagai garda depan. Melalui Newsroom Jaga Desa, fokus pengawasan jurnalisme digeser ke akar rumput guna mengawal transparansi anggaran, edukasi hukum, dan pencegahan korupsi di tingkat basis.


Langkah ini berkelindan erat dengan salah satu poin Asta Cita Presiden Prabowo, yakni membangun Indonesia yang dimulai dari pinggiran dan desa. Pada akhirnya, ketika ruang digital kerap kali memproduksi kecemasan, jurnalisme desa hadir sebagai penyejuk—sebuah ikhtiar menjaga kewarasan bangsa dari beranda paling depan republik ini.***

Share:

Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Semangus PALI, 4 Tersangka Diciduk

 Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Semangus PALI, 4 Tersangka Diciduk



PALI-SiniNews.Com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Talang Ubi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka serta barang bukti sabu dengan berat bruto 3,10 gram.


Keempat tersangka yang diamankan yakin inisial M bin U(42), warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal; Rhj bin Sm (43), warga Dusun III Desa Semangus, Kecamatan Penukal; FH bin S(27), warga Dusun IV Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi; serta MI bin E (19), warga Gunung Menang, Kecamatan Penukal.


Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasinya berada di dalam gudang milik Rhj di Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Kasat Resnarkoba Polres PALI AKP Dedy Suandy, S.H. memerintahkan Kanit I IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H., bersama Katim Opsnal Aipda Rully dan anggota untuk melakukan penyelidikan setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai lokasi yang diduga kerap menjadi tempat transaksi narkoba.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK.,  melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, SH., mengatakan "Dari informasi masyarakat, anggota kemudian melakukan penyelidikan dan selanjutnya melaksanakan upaya paksa penangkapan serta penggeledahan terhadap para tersangka," ujarnya.


Dalam penggeledahan, petugas menemukan satu plastik klip bening ukuran sedang yang berisi dua plastik klip bening sedang dan empat plastik klip bening kecil. Seluruh plastik tersebut berisi serbukan putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,10 gram.


Selain sabu, polisi turut menyita satu timbangan digital warna hitam, satu pipet sekop warna kuning, satu bal plastik klip bening kecil, serta satu unit handphone merek Infinix warna hitam.


Keempat tersangka diduga berstatus sebagai pengedar. Setelah diamankan, para tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres PALI untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi-saksi serta melengkapi administrasi penyidikan.


"Barang bukti akan diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan dan para tersangka juga akan menjalani pemeriksaan urine," jelasnya.


Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebelum berkas perkara dan barang bukti dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Patroli dan Sosialisasi Larangan Bakar Lahan

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Patroli dan Sosialisasi Larangan Bakar Lahan



PALI-SiniNews.Com— Polsek Talang Ubi bersama unsur pemerintah Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar patroli sekaligus sosialisasi larangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta kebun (Karhutlabun) di tengah musim kemarau.


Patroli dan sosialisasi dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah hukum Polsek Talang Ubi. Kegiatan dipimpin Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., bersama personel kepolisian dan unsur pemerintah kecamatan.


Turut hadir Camat Talang Ubi Atmo Maryono, S.H., Lurah Bhayangkara Amar Nofta Romansyah, S.Sos., Panit Intelkam AIPDA Ronaldo, Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi BRIPTU Sepdriansyah, serta masyarakat Kelurahan Bhayangkara.


Dalam kegiatan tersebut, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya titik api.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah mengatakan sosialisasi tersebut penting dilakukan karena kondisi saat ini telah memasuki musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.


“Saat ini kita sudah memasuki musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar karena dapat memicu terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan,” kata Ardiansyah.


Dia juga mengajak masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi yang ada tanpa harus membakar lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan akan ditebang.


“Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual, sehingga selain tidak menimbulkan risiko kebakaran juga dapat membantu menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Ardiansyah menegaskan pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan perbuatan yang dapat berhadapan dengan hukum.


“Kami meminta masyarakat mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


Polisi juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan demi kepentingan generasi mendatang. Kegiatan patroli dan sosialisasi berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Polsek Penukal Hadiri Sosialisasi Hukum Pengamanan Obvitnas di Pengabuan Timur

Polsek Penukal Hadiri Sosialisasi Hukum Pengamanan Obvitnas di Pengabuan Timur



PALI-SiniNews.Com— Polsek Penukal Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadiri kegiatan Sosialisasi Hukum dan Regulasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Kamis (3/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Desa Pengabuan Timur tersebut digelar di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Field Adera. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh pihak terkait mengenai ketentuan hukum dan regulasi dalam pengamanan Obvitnas.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kanit Intelkam Polsek Penukal Aiptu Rudi Hartono, S.H. Selain jajaran kepolisian, kegiatan juga dihadiri Kejaksaan Negeri oleh Suci Lestari, S.H., perwakilan DLH Bertha Haryanto, B.St., M.Si., Sekcam Abab Heriyanto, S.E., Manajemen Field Adera Ubaidillah, Kepala Desa Pengabuan Timur Ivey Sastra, serta masyarakat setempat.


Dalam sosialisasi yang disampaikan melalui Manajemen Field Adera itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan hukum dan regulasi dalam menjaga keamanan kawasan Obvitnas.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono mengatakan pengamanan Obvitnas membutuhkan keterlibatan dan koordinasi seluruh pihak, termasuk pengelola perusahaan, aparat keamanan, pemerintah daerah dan masyarakat.


“Kami mendukung kegiatan sosialisasi ini karena pemahaman terhadap hukum dan regulasi sangat penting dalam menjaga keamanan Obvitnas. Sinergitas seluruh pihak harus terus ditingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan maupun potensi tindak pidana,” kata Sumartono.


Menurutnya, keberadaan Obvitnas memiliki peran penting sehingga aspek keamanan perlu menjadi perhatian bersama. Koordinasi yang baik diharapkan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat aktivitas operasional.


“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga situasi kamtibmas di sekitar kawasan Obvitnas. Apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak berwenang,” ujarnya.


Selain meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam pelaksanaan pengamanan. Dengan koordinasi yang solid, aktivitas di kawasan Obvitnas diharapkan dapat berjalan aman, tertib dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Kegiatan Sosialisasi Hukum dan Regulasi Pengamanan Obvitnas tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 09.30 WIB dan selesai pada pukul 11.20 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, tertib dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Kapolsek Penukal Utara Tekankan Sinergi Lintas Sektor Dukung Kesehatan Masyarakat

Kapolsek Penukal Utara Tekankan Sinergi Lintas Sektor Dukung Kesehatan Masyarakat



PALI-SiniNews.Com — Polsek Penukal Utara turut menghadiri Mini Lokakarya Lintas Sektoral Puskesmas Tempirai di Kantor Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat.


Mini lokakarya yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dihadiri Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si., bersama Bhabinkamtibmas BRIPTU Irsan. Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten PALI Risky Said, S.Farm., Kepala Puskesmas Tempirai dr. Ade Juliastri, M.K.M., perwakilan Camat Penukal Utara Helen, Kepala Desa Tempirai Selatan, para bidan desa se-Tempirai serta para kepala sekolah.


Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas berbagai program kesehatan, termasuk isu penyakit menular yang terangkum dalam materi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM).


AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sementara TBC merupakan penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis, sedangkan malaria disebabkan parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.


Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar mengatakan sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, sekolah dan masyarakat diperlukan untuk mendukung berbagai program kesehatan.


"Kami dari Polsek Penukal Utara mendukung kegiatan lintas sektoral seperti ini. Koordinasi harus terus diperkuat agar berbagai persoalan kesehatan di masyarakat dapat ditangani bersama dan upaya pencegahannya bisa dilakukan sejak dini,” kata Budi.


Menurutnya, peran masyarakat juga penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat. Ia mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian serta segera berkoordinasi apabila menemukan persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama.


“Kami siap mendukung program Puskesmas dan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Penukal Utara semakin meningkat,” ujarnya.


Selain membahas penyakit menular, mini lokakarya juga menjadi forum evaluasi kegiatan Puskesmas periode sebelumnya, identifikasi permasalahan kesehatan, penyusunan solusi, penguatan kerja sama lintas sektor serta rencana tindak lanjut program prioritas.


Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Gubernur Herman Deru Pastikan Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan kedepan, Masyarakat Diminta Tak Khawatir


Gubernur Herman Deru Pastikan Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan kedepan, Masyarakat Diminta Tak Khawatir


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memastikan ketersediaan beras di Sumsel dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun khawatir terhadap ketersediaan beras di pasaran.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Herman Deru saat meninjau pembukaan Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) hasil kerja sama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan LPP TVRI di halaman Kantor TVRI Sumsel, Rabu (2/9/2026) pagi.


Usai meninjau pelaksanaan GPM, Herman Deru mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan di pasaran.


“Hari ini kita menjawab kebutuhan pasar. Salah satu titiknya di TVRI yang kebetulan bersedia ditempati melalui kerja sama Bulog dan BI, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Pemprov Sumsel,” ujar Herman Deru.


Menurutnya, masyarakat tidak perlu gamang mengenai stok beras karena ketersediaan beras di Sumsel masih sangat mencukupi. Bahkan, berdasarkan hasil peninjauan langsung ke gudang, stok yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan tanpa tambahan pasokan.


“Saya sudah tinjau gudangnya. Sepuluh bulan ke depan tanpa diisi pun kita masih tersedia. Apalagi meskipun sekarang kemarau, di beberapa titik masih ada panen. Jadi, tidak usah khawatir,” tegasnya.


Herman Deru menambahkan, Sumsel selama ini juga menjadi salah satu daerah pemasok gabah bagi sejumlah provinsi lain. Tidak hanya provinsi tetangga, pasokan gabah dari Sumsel bahkan dikirim ke daerah di luar Pulau Sumatera.


“Sumsel ini beberapa provinsi gabahnya mengambil dari sini. Provinsi tetangga, bahkan luar pulau. Jadi, aman,” katanya.


Terkait adanya kekhawatiran masyarakat mengenai berkurangnya beras premium di pasaran, Herman Deru menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti terjadi kelangkaan beras secara keseluruhan. Saat ini, produksi lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan beras medium yang menjadi kebutuhan masyarakat secara luas.


Ia juga menegaskan bahwa beras premium pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi dan tidak mendapatkan subsidi seperti beras medium.


“Beras premium ini middle up. Harganya juga tinggi. Kalau terjadi kenaikan, salah satunya karena kemasannya. Makin mewah kemasannya, makin mahal,” jelasnya.


Herman Deru juga mengingatkan masyarakat bahwa kandungan gizi beras premium dan medium pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan aksi pembelian secara berlebihan.


“Kita bersyukur kalau masyarakat senangnya beras premium. Namun, kandungan gizinya sebenarnya sama saja, tidak ada bedanya. Hanya medium itu disubsidi. Kita berterima kasih yang membeli premium karena premium tidak bersubsidi,” ujarnya.


Ia memastikan beras premium tetap tersedia di pasaran. Namun, masyarakat diminta tidak melakukan aksi borong karena saat ini produksi lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan beras medium.


Lebih lanjut, Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan, salah satunya dengan mengoptimalkan produktivitas petani, baik pada lahan yang memiliki irigasi maupun nonirigasi.


Pemerintah juga telah menyiapkan pompa air untuk membantu petani yang menghadapi kendala akibat kondisi kemarau.


“Seperti di Sungai Rotan, sudah terlanjur tanam, kemudian kemarau. Saya sudah instruksikan Dinas Pertanian untuk mengirim mesin air karena sungainya ada,” ungkapnya.


Menurut Herman Deru, langkah tersebut dilakukan agar tanaman yang sudah ditanam petani tetap mendapatkan pasokan air sehingga produktivitas pertanian dapat dipertahankan di tengah kondisi cuaca yang ada.


Selain menjaga produksi, Pemprov Sumsel juga menyiapkan langkah untuk memperkuat akses masyarakat terhadap beras dengan menghadirkan penjualan langsung di pasar-pasar.


“Besok kita bersama BI akan sewa kios-kios yang ada. Bulog akan memanagenya. Akan melayani di pasar ini, justru di pasar-pasar akan disewakan kios untuk melayani kebutuhan beras,” jelasnya.


Ia menegaskan, langkah yang melibatkan para Sultan Muda tersebut juga diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang wajar.


Herman Deru juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan harga beras medium di atas ketentuan yang berlaku.


“Kalau ada harganya di atas Rp12.500 untuk beras medium, lapor,” tegasnya.


Sebelumnya, usai membuka GPM secara resmi, Wakil Direktur Utama Perum Bulog Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., mengatakan kegiatan kali ini merupakan salah satu pasar murah yang dilaksanakan pemerintah. Fasilitas tersebut diberikan Bulog agar masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan bahan makanan dengan harga murah.


Dalam kegiatan GPM tersebut tersedia beras maupun produk-produk pertanian lainnya. Bulog, menurut Marga Taufiq, akan selalu berupaya menyiapkan fasilitas seperti ini, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama seperti yang dilaksanakan bersama TVRI Sumsel.


“Ya betul, jadi selain memperbanyak titik-titiknya itu, kita akan terus kontinu juga. Jadi, ada instruksi dari pusat bahwa beras ini harus selalu tersedia, jadi selalu ada,” pungkasnya.


Hadir dalam acara tersebut Kepala TVRI Sumsel Eflianty Analisa, S.P., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel Bambang Pramono, Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel Ihsan, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.


Sejumlah komoditas pangan ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. Di antaranya, beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp33.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp28.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp45.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, telur ayam Rp23.000 per kilogram, serta Minyak Kita Rp15.500 per liter.


Selain itu, tersedia daging kerbau seharga Rp106.000 per kemasan. Harga komoditas tersebut sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.


Sejak pagi, GPM tersebut dipadati warga yang antusias. Sebagian besar warga terlihat mengantre untuk membeli minyak goreng dan beras.(sn)

Share:

Binrohtal, Personel Polres PALI Diingatkan Tugas Polisi sebagai Amanah

Binrohtal, Personel Polres PALI Diingatkan Tugas Polisi sebagai Amanah



PALI-- SiniNews.Com— Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi seluruh personel, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan personel agar semakin profesional, berintegritas, serta humanis dalam menjalankan tugas.


Kegiatan Binrohtal berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Masjid Jami Assa’idiyyah, Kompleks Polres PALI. Seluruh personel Polres PALI, termasuk Pejabat Utama dan para perwira, mengikuti kegiatan tersebut.


Sebelum Binrohtal dimulai, personel terlebih dahulu mengikuti apel yang dipimpin Kabag SDM Polres PALI Kompol Sutrisman, S.H., M.M. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin oleh Bripka Pirzan, tausyiah agama, pembacaan doa, dan ditutup dengan kegiatan penutup.


Dalam tausyiahnya, Ustadz Sulaiman mengingatkan para personel bahwa tugas kepolisian merupakan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Tugas sebagai anggota Polri adalah tugas yang mulia sekaligus penuh dengan amanah berat. Di pundak Bapak dan Ibu sekalian, tertumpang harapan masyarakat akan rasa aman, keadilan, dan ketertiban,” ujar Ustadz Sulaiman dalam tausyiahnya.


Ia juga mengingatkan agar personel menjadikan tugas kepolisian sebagai bagian dari ibadah dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas sehari-hari.


“Profesi ini bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan sarana mengumpulkan bekal akhirat yang sangat potensial. Ketika orang lain tidur lelap, para personel Polri berjaga menjaga keamanan; itulah salah satu amalan yang dicintai Allah SWT,” katanya.


Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui kegiatan Binrohtal tersebut menekankan pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi personel sebagai bagian dari kesiapan menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


“Kegiatan Binrohtal ini merupakan upaya pembinaan keimanan dan ketakwaan personel. Dengan mental dan spiritual yang kuat, kami berharap seluruh anggota mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas,” ujar Januar.


Kegiatan Binrohtal berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Lokasi dan Pelaksana HPN 2027 Belum Ditetapkan, SMSI Usulkan Jakarta dan Didukung AMSI


 Lokasi dan Pelaksana HPN 2027 Belum Ditetapkan, SMSI Usulkan Jakarta dan Didukung AMSI


JAKARTA — Dewan Pers hingga Rabu malam (2/9/2026) belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) 2027.


Kepastian tersebut disampaikan sejumlah unsur Dewan Pers setelah pada Rabu siang Dewan Pers mengadakan pertemuan dengan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang memaparkan kesiapan menjadi pelaksana HPN 2027.


Penegasan serupa disampaikan anggota Dewan Pers Abdul Manan. Ia mengatakan Dewan Pers belum membuat keputusan akhir terkait HPN 2027.


Menurutnya, pertemuan tadi siang itu dimaksudkan untuk mendengarkan pandangan dari PWI soal aspirasi konstituen DP yang lain. Sebab, PWI tidak datang dalam pertemuan membahas soal HPN ini sebelumnya. Dari penjelasan tadi siang, PWI masih merasa bahwa organisasinya adalah lembaga yang berhak menjadi penanggungjawab dan penyelenggara karena HPN itu ada kaitan erat dengan sejarah organisasi ini. Namun dalam pelaksanaannya akan melibatkan konstituen DP lainnya.


"Menurut saya, pangkal soalnya 'kan di sini. Meski HPN itu memakai tanggal kelahiran PWI, tapi ini 'kan namanya HPN yang seharusnya merupakan hari yang dirayakan semua komunitas pers. Karena itu, pelaksanaannya mestinya dilakukan bersama-sama, tidak dimonopoli atau didominasi oleh satu organisasi wartawan. Dan karena ini acara bersama, yang lebih tepat menjadi penanggungjawab, ya seharusnya bukan organisasi wartawan, tapi lembaga yang punya otoritas lebih besar di bidang pers atau yang menaungi organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers, yaitu DP, " ujar Abdul Manan.


Ditambahkan Abdul Manan, disebutkan, tentu saja bisa dimengerti jika PWI soal HPN ini inginnya seperti status quo, yaitu seperti selama ini terjadi. Namun di sisi lain, konstituen menginginkan ada perubahan karena pelaksanaan HPN ini masih tidak sesuai harapan sebagian besar konstituen DP.


Selama ini agenda HPN lebih banyak diisi oleh agenda satu organisasi wartawan dan ini menimbulkan keengganan konstituen DP lainnya untuk terlibat memperingati HPN.


Memang tidak mudah mengubah praktik HPN yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Sebab, itu akan mengurangi makna dari HPN. PWI masih menilai Kepres HPN itu seperti menjadi basis bagi organisasi insan pers itu, untuk menjadi penanggungjawab dan penyelenggara HPN. Padahal kalau kita lihat isinya, keppres itu hanya menetapkan 9 Februari sebagai hari pers nasional. Tapi kepres tidak memberi mandat kepada lembaga atau organisasi tertentu sebagai pelaksananya.


Melihat situasi seperti ini, salah satu anggota DP mengusulkan agar segera ada revisi keppres HPN ini.


"Saya setuju dengan ide itu. Revisi bisa dilakukan antara lain dengan mengubah tanggal HPN atau memperjelas ketentuan di dalamnya, misalnya soal lembaga yang menjadi penanggungjawab atau penyelenggara HPN. Ini merupakan salah satu alternatif yang bisa ditempuh jika tidak ada titik temu yg bisa diterima semua soal HPN ini. Sekali lagi saya sampaikan, pertemuan tadi siang itu adalah forum DP mendengarkan pendangan PWI. Selanjutnya DP akan bertemu dengan konstituen DP lainnya membahas soal ini, apakah misalnya akan mempertahankan praktik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, apakah akan membuat peringatan HPN sendiri secara terpisah dari yang dilakukan PWI, atau lainnya, " tambahnya.


Setelah pertemuan dengan konstituen selain PWI, barulah Dewan Pers akan membuat keputusan akhir soal ini melalui rapat pleno. Tentu sikap DP akan berusaha membuat putusan terbaik bagi komunitas pers, mempertimbangkan semua kepentingan konstituen DP yang memang punya aspirasi beragam soal pelaksanaan HPN.


"Putusan dari rapat pleno itulah yang akan menjadi pegangan DP, termasuk jika ditanya oleh pemerintah atau organisasi atau perusahaan yang ingin mendukung acara HPN ini, " tegas Abdul Manan.


Sementara itu, anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli juga menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab panitia HPN 2027.


"Secara resmi Dewan Pers belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang menjadi penanggung jawab panitia HPN," kata Jazuli.


Hal senada disampaikan anggota Dewan Pers, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Dewan Pers belum menetapkan organisasi yang akan menjadi pelaksana HPN 2027.


"Kemarin kami baru mengundang PWI membahas hal tersebut. Untuk mendiskusikan dengan PWI perihal HPN," ujar Niken.


Pernyataan Niken kembali menegaskan bahwa pertemuan Dewan Pers dengan PWI masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan mengenai penetapan pelaksana HPN 2027.


Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan pertemuan dengan PWI belum menghasilkan keputusan mengenai lokasi maupun organisasi pelaksana HPN 2027.


"Belum, tadi hanya pertemuan untuk mendengarkan paparan PWI. Habis ini bicara dengan seluruh konstituen," jelas Totok saat dikonfirmasi wartawan Rabu malam.


AMSI: Belum Ada Rapat Bersama Konstituen


Keterangan dari unsur Dewan Pers tersebut diperkuat oleh Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, yang akrab disapa Bli Komang.


Dalam obrolannya dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, Bli Komang menyatakan bahwa Dewan Pers dan para konstituen belum kembali menggelar rapat bersama untuk menetapkan lokasi maupun pelaksana HPN 2027.


"Belum ada rapat lagi bang. Sebaiknya kawan-kawan PWI bersabar menunggu rapat tersebut," ujar Bli Komang.


Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses penentuan lokasi dan pelaksana HPN 2027 masih terbuka dan belum diputuskan melalui forum bersama seluruh konstituen Dewan Pers.


SMSI Usulkan Jakarta, AMSI Siap Mendukung


Di tengah belum adanya keputusan tersebut, Pengurus SMSI Pusat menggelar rapat pleno di kantor pusat SMSI, Jakarta, Rabu malam (2/9/2026).


Dalam rapat pleno tersebut, SMSI membahas perkembangan HPN 2027 dan mengusulkan kepada Dewan Pers agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta.


Untuk menangkal Hoax yang berkembang, makali kumar sebagai Sekretaris Jenderal SMSI menyampaikan, untuk seluruh elemen bersabar menunggu keputusan Dewan Pers.


"Sebagai sekretaris Jenderal SMSI saya mengajak seluruh fungsionaris SMSI pusat dan daerah setanah air untuk menghindari penyebaran Hoax, dan menahan diri menunggu keputusan Dewan Pers"


Ketika ditanyakan kepada Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) apakah usulan SMSI untuk menyelenggarakan HPN 2027 di Jakarta masih memungkinkan, mengingat belum adanya keputusan resmi Dewan Pers, Wahyu Dhyatmika yang akrab disapa Bli Komang memberikan dukungan.


"AMSI siap dukung SMSI," ujarnya.


Sikap tersebut menunjukkan adanya ruang bagi seluruh konstituen untuk menyampaikan usulan sebelum Dewan Pers mengambil keputusan akhir mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027.


Dengan demikian, hingga Rabu malam (2/9/2026), belum terdapat keputusan resmi Dewan Pers mengenai lokasi HPN 2027 maupun konstituen yang ditetapkan sebagai penanggung jawab dan pelaksana kegiatan.


Selanjutnya, Dewan Pers akan mempertemukan dan meminta pandangan seluruh konstituen untuk membahas HPN 2027. Forum tersebut menjadi penting untuk memastikan keputusan mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027 dilakukan melalui proses yang terbuka dan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers.


Sementara itu, usulan SMSI agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta mendapat respons positif dari AMSI yang menyatakan kesiapan untuk mendukung usulan tersebut. (sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts