PALI. SININEWS.COM - Insiden dugaan bocornya pipa minyak dan gas yang memicu kebakaran di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Kamis 25 Januari 2027 diketahui milik Pertamina.
Dampak dari insiden tersebut selain menimbulkan kebakaran juga aroma bau gas keluar dari titik pipa yang diduga bocor menghantui warga sekitar.
Warga khawatir terhadap dampak kebakaran serta paparan gas yang sewaktu-waktu bisa mengintai keselamatan mereka.
Pipa yang diduga bocor tersebut melintasi Dusun Delapan, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, yang saat ini api masih terus menyala dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya meski pun tim Damkar dari Pemkab PALI dan Pertamina sendiri berjibaku untuk menaklukkan api.
Aroma gas yang menyengat dilaporkan mulai merambah ke wilayah permukiman warga.
Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.40 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api muncul secara tiba-tiba dari titik kebocoran pipa. Sebelum kobaran api membesar, warga sempat mendengar suara desisan gas bertekanan tinggi yang keluar dari pipa, sebelum akhirnya muncul jilatan api yang menyambar ke udara.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan pada pipa sebenarnya telah terlihat sejak beberapa waktu terakhir. Ia menyebut kondisi pipa yang diduga telah berusia tua dan mulai mengalami korosi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kebocoran hingga kebakaran.
“Pipa itu diduga sudah mulai keropos dimakan usia. Secara fisik terlihat tidak lagi layak, sehingga akhirnya jebol dan terbakar,” ujarnya.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena gas yang keluar tidak hanya terbakar di titik kejadian, tetapi juga terbawa angin ke arah permukiman warga. Bau gas yang tajam bahkan tercium hingga ke dalam rumah, sehingga sebagian warga memilih keluar rumah untuk menghindari potensi gangguan pernapasan.
Warga lainnya menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya ledakan apabila gas yang menyebar tersulut percikan api. Mereka berharap penanganan dapat segera dilakukan secara maksimal guna mencegah risiko yang lebih besar.
Upaya penanganan dan pemadaman masih terus dilakukan di lokasi kejadian. Namun hingga sekitar pukul 18.00 WIB, api belum berhasil dijinakkan sepenuhnya akibat kuatnya tekanan gas dari dalam pipa.
Insiden ini kembali memicu desakan warga agar dilakukan audit menyeluruh terhadap jalur pipa yang melintasi kawasan permukiman di Desa Talang Akar dan sekitarnya. Masyarakat juga meminta adanya peremajaan terhadap pipa-pipa yang dinilai telah berusia tua guna menjamin keselamatan warga serta menjaga kelestarian lingkungan.(sn/perry)














