Polisi Ajak Warga Sukaraja Manfaatkan Pohon Karet Tua untuk Tambah Penghasilan

Polisi Ajak Warga Sukaraja Manfaatkan Pohon Karet Tua untuk Tambah Penghasilan


PALI –SiniNews.Com-Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar sosialisasi dan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sukaraja, Kecamatan Tanah Abang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran di tengah musim kemarau.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., melalui personelnya yang diwakili Aipda Asep Mulyana, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Warga juga diajak memanfaatkan potensi ekonomi yang tersedia tanpa harus melakukan pembakaran.


AKP Arzuan mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla serta konsekuensi hukum dari pembakaran lahan.


"Kami mengimbau masyarakat Desa Sukaraja agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, terlebih saat ini memasuki musim kemarau. Pembakaran lahan berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas dan merugikan masyarakat," ujar Arzuan.


Menurutnya, masyarakat dapat mencari alternatif lain yang lebih aman dan bermanfaat secara ekonomi dalam mengelola lahan perkebunan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sesuai ketentuan yang berlaku.


"Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual sehingga menambah penghasilan keluarga. Kami berharap masyarakat memilih cara yang aman dan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan," katanya.


Selain menyampaikan imbauan, personel Polsek Tanah Abang juga mengingatkan warga bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Arzuan berharap masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi kebakaran di wilayahnya.


Kegiatan sosialisasi dan patroli tersebut dimulai sekitar pukul 10.10 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan diikuti personel Polsek Tanah Abang bersama masyarakat Desa Sukaraja dan berlangsung aman serta kondusif.


Polsek Tanah Abang menegaskan upaya pencegahan karhutla akan terus dilakukan melalui patroli dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat guna menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Sisir Jalan Merdeka hingga Talang Bulang

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Sisir Jalan Merdeka hingga Talang Bulang


PALI –SiniNews.Com- Polsek Talang Ubi, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengintensifkan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Talang Ubi, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., tersebut menyasar sejumlah ruas jalan, mulai dari Jalan Merdeka menuju Talang Bulang hingga jalan lingkar Kecamatan Talang Ubi. Patroli dilakukan untuk mencegah masyarakat membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Talang Ubi didampingi tiga personel, yakni Aipda Imam Syafri, Brigpol Armawan P, dan Briptu M Irhas.


AKP Ardiansyah mengatakan, patroli dan sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Selain berbahaya karena dapat memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ardiansyah.


Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan peran serta masyarakat. Kesadaran warga untuk tidak menggunakan api saat membersihkan lahan menjadi salah satu langkah penting dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan rawan terbakar.


Karena itu, personel Polsek Talang Ubi tidak hanya melakukan pemantauan wilayah, tetapi juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat yang ditemui selama patroli.


Ardiansyah berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan di wilayahnya.


"Melalui kegiatan patroli ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah karhutla sejak dini. Jangan sampai kelalaian dalam membuka lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak," tuturnya.


Kegiatan patroli dan sosialisasi yang berlangsung pada Selasa pagi tersebut berjalan lancar dengan situasi aman dan kondusif.


Polsek Talang Ubi menegaskan upaya pencegahan karhutla akan terus dilakukan melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat guna menjaga keamanan lingkungan serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Polres PALI Gelar Sosialisasi Polisi Pendidik di SMAN 1 Talang Ubi

Polres PALI Gelar Sosialisasi Polisi Pendidik di SMAN 1 Talang Ubi


PALI – SiniNews.Com-Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar sosialisasi program Polisi Pendidik Bersama Anak Sekolah di SMA Negeri 1 Talang Ubi, Kabupaten PALI. Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan kepolisian dengan kalangan pelajar sekaligus mendukung pembinaan generasi muda.


Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres PALI AKP Hendrinadi, S.H., M.H., didampingi KBO Sat Binmas Aiptu Edi Suwandi bersama sejumlah anggota Sat Binmas. Sosialisasi berlangsung di lingkungan SMAN 1 Talang Ubi dengan situasi yang dilaporkan aman dan terkendali.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui Kasat Binmas AKP Hendrinadi mengatakan, program Polisi Pendidik merupakan salah satu upaya kepolisian untuk membangun kedekatan dengan pelajar melalui pendekatan edukatif.


"Program Polisi Pendidik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Kami ingin hadir di tengah-tengah pelajar untuk memberikan edukasi, menanamkan kedisiplinan, serta mendorong mereka menjadi generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab," ujar Hendrinadi.


Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa.


Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres PALI juga mendorong para pelajar agar memahami pentingnya menaati aturan, menjaga perilaku, serta ikut berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tertib dan kondusif.


Hendrinadi berharap program Polisi Pendidik dapat menjadi sarana komunikasi yang positif antara polisi dan siswa. Dengan demikian, pelajar diharapkan tidak merasa canggung untuk berinteraksi dengan anggota kepolisian ketika membutuhkan informasi maupun pembinaan terkait keamanan dan ketertiban.


Selain itu, pendekatan melalui dunia pendidikan dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu pelajar menghindari perilaku negatif yang berpotensi mengganggu proses belajar maupun masa depan mereka.


Kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Talang Ubi tersebut berlangsung aman dan terkendali. Polres PALI berharap program Polisi Pendidik dapat terus memperkuat hubungan antara kepolisian dan dunia pendidikan serta mendukung terciptanya generasi muda yang disiplin, berakhlak baik, dan sadar hukum.(SN/Perry).

Share:

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres PALI Gelar Aksi Donor Darah

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres PALI Gelar Aksi Donor Darah


PALI –SiniNews.Com- Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dalmas Polres PALI itu menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan.


Kegiatan donor darah dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., Kasi Humas Polres PALI Iptu Thomson Angka Wibawa, S.H., serta Kasi Dokkes Polres PALI.


Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri yang diisi dengan kegiatan sosial. Melalui aksi donor darah, Polri diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.


Wakapolres PALI Kompol Suprawira mengatakan, kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari jadi Humas Polri, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.


"Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Suprawira.


Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini penting untuk terus dilaksanakan guna menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan kepedulian anggota Polri terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.


Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah. Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga menjadi wujud nyata solidaritas sosial dan semangat gotong royong.


Peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri menjadi momentum bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat peran kehumasan sekaligus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif.


Sementara itu, Kasi Humas Polres PALI Iptu Thomson Angka Wibawa bersama jajaran terkait turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran unsur Humas dan Dokkes Polres PALI menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.


Kegiatan donor darah di Aula Dalmas Polres PALI berlangsung aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres PALI berharap semangat kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.(SN/Perry).

Share:

MUI: Presiden Perlu Perhatian Lebih Besar Lagi Terhadap Bencana Karhutla

 


MUI: Presiden Perlu Perhatian Lebih Besar Lagi Terhadap Bencana Karhutla


Jakarta - SiniNews.Com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan saran kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian yang lebih besar lagi terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia agar masalah itu benar-benar segera dapat diatasi.


Tausiyah tertulis Dewan Pimpinan MUI yang disiarkan Senin (19/10) menyebutkan, masalah karhutla sudah berada pada tingkat “emergency” (darurat) karena sudah berdampak serius terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian.


MUI menyatakan prihatin bahwa karhutla sudah mengganggu aktivitas masyarakat, merusak ekosistem, serta mengancam kesehatan dan keselamatan warga, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya, bahkan telah menimbulkan dampak serupa di beberapa negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura.


Oleh karena itu MUI menghimbau seluruh jajaran Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta para relawan untuk terus bersinergi dan mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat pemadaman api.


MUI juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, adil, dan tanpa pandang bulu terhadap perorangan maupun korporasi yang melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja untuk kepentingan bisnis.


MUI dalam tausiyah mengingatkan, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” ( Q.S. (30) Ar-Rum: 41).


MUI lebih lanjut menghimbau seluruh lapisan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan diri dan keluarga, antara lain dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menghindari area yang berisiko tinggi.


MUI mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat gotong royong (ta'awun) dengan saling membantu warga yang terdampak kabut asap, mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di lingkungan masing-masing, serta tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan. 


Diingatkannya bahwa menjaga kelestarian lingkungan (hifdz al-bi'ah) dan melindungi keselamatan jiwa manusia (hifdz al-nafs) merupakan kewajiban syar'i, dan eksploitasi alam yang merusak serta membahayakan nyawa sesama bertentangan dengan prinsip ajaran Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.


MUI juga mengajak seluruh umat Islam, para ulama, serta pengurus masjid dan mushala di seluruh Indonesia untuk mewaspadai bahaya kabut asap dan turut melakukan upaya pencegahan, khususnya di wilayah terdampak.


MUI dalam tausiyah tertulis yang ditandatangani Wakil Ketua Umum KH M Cholil Nafis, Ph.D dan Sekjen Dr. Amirsyah Tambunan juga mengajak umat Islam untuk melaksanakan salat sunah Istisqa' secara berjamaah guna memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa berkah dan rahmat.


Last but not least, MUI mengajak seluruh umat Islam untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha) atas segala dosa dan kelalaian, termasuk perbuatan yang merusak alam dan lingkungan, serta memperbanyak istigfar dan membaca Qunut Nazilah dalam salat fardu sebagai ikhtiar spiritual memohon perlindungan dari musibah dan bencana alam.


MUI menegaskan kembali Fatwa Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendaliannya. Fatwa tersebut menyatakan bahwa pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa (hifdz al-nafs) hukumnya haram dan bertentangan dengan syariat Islam. (Rls/Aat SS).

Share:

Disdik PALI Masih Terapkan PJJ, Warga Minta Segera Berlakukan Belajar Tatap Muka

 

Disdik PALI Masih Terapkan PJJ, Warga Minta Segera Berlakukan Belajar Tatap Muka 


PALI. SININEWS.COM -- Kabut asap di wilayah Bumi Serepat Serasan dalam beberapa hari terakhir ini sudah terlihat menipis, namun proses belajar mengajar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada sekolah tingkat SD dan SMP sederajat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan sebagai upaya pemerintah mencegah terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).


Dengan kondisi yang membaik, orang tua atau wali murid yang memiliki anak bersekolah meminta Dinas Pendidikan Kebupaten PALI untuk menghentikan PJJ dan kembali menerapkan pola belajar secara normal atau secara tatap muka di sekolah.


Menurut Irna, salah satu orang tua siswa kelas 1 SD di wilayah Kecamatan Talang Ubi menyatakan bahwa PJJ atau belajar secara daring dari sudut pandang kesehatan memang efektif dan proses belajar tidak terkendala, hanya saja sangat merepotkannya karena harus mendampingi anaknya setiap hari saat belajar.


"Kebijakan PJJ memang bukti nyata pemerintah sangat memperhatikan kesehatan rakyatnya, namun hal itu diterapkan apabila dalam keadaan darurat seperti saat kabut asap sangat pekat. Namun karena asap sudah menipis kami minta segera diberlakukan pembelajaran secara tatap muka," pinta Irna, Selasa 20 Oktober 2026.


Sama halnya disampaikan Abdul Rozak, warga PALI lainnya yang memiliki anak usia 7 tahun yang saat ini duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. 


Ia menilai bahwa kabut asap sudah menipis dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kabupaten PALI sudah membaik yang sudah selayaknya pembelajaran secara tatap muka bisa diterapkan.


"Asap sudah menipis, selayaknya belajar tatap muka diterpakan. Adapun ISPU belum sepenuhnya sehat, terapkan saja belajar tatap muka dengan pembatasan atau menyarankan memakai masker bagi siswa dan tenaga pengajar. Sebab PJJ memang tidak ada kendala, tetapi orang tua ikut repot harus mendampingi anaknya belajar terlebih anak kita belum mengerti menggunakan handphone," terangnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI Harun. SH menyatakan bahwa penerapan PJJ akan dicabut apabila ISPU sudah memenuhi standar sehat terlebih saat ini ada edaran dari Menteri Pendidikan yang mengharuskan PJJ apabila ISPU diatas 200.


"Kita lihat kondisi ISPU, apabila memang membaik kita akan terapkan pembelajaran secara tatap muka. Namun apabila ISPU masih diatas 200 terpaksa masih kita ambil kebijakan PJJ sesuai edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI nomor 20 tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan," jelas Harun.


Dari edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut, Harun menyebut ada kategori ISPU yang membolehkan pembelajaran secara tatap muka.


"Kategori ISPU dengan nilai 1-50 boleh diterpakan pembelajaran tatap muka, kemudian nilai 51-100 bisa pembelajaran tatap muka hanya saja kegiatan fisik di luar ruangan dibatasi. Nilai ISPU 101-200 bisa diterapkan tatap muka terbatas dan bisa diterapkan PJJ bagi kelompok rentan. Jadi kami harus ikuti aturan dan tidak bisa memutuskan PJJ apabila kualitas udara masih belum sehat," tutupnya.(sn/perry)

Share:

Wali Kota Palembang Ratu Dewa Ingatkan Jajarannya Kerja Tulus dan Ikhlas Layani Masyarakat, Jangan Minta Imbalan


Wali Kota Palembang Ratu Dewa Ingatkan Jajarannya Kerja Tulus dan Ikhlas Layani Masyarakat, Jangan Minta Imbalan


PALEMBANG. SININEWS.COM - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengingatkan para jajarannya untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas melayani masyarakat.


Hal itu dikatakan Ratu Dewa dalam acara Penyerahan Penghargaan Hasil Penilaian Evaluasi Kinerja 

Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) di Lingkungan

Pemerintah Kota Palembang Tahun 2026, Bertempat di Ruang Parameswara Pemkot Palembang, 20 Oktober 2026.


Ratu Dewa menekankan, pentingnya peningkatan pelayanan publik kedepannya.


Dia mengingatkan karakter manusia pada bawahannya yang terkadang kaya ide, kaya gagasan tapi minim tindakan.


Menurut Ratu Dewa, harapan warga Palembang itu simple, kalau keluar rumah jalan bagus, kalau lulus sekolah bisa kerja, layanan kesehatan dan pendidikan gratis.


Untuk itulah dia mendorong para OPD pelayanan publik agar berkerja lebih baik lagi dengan kerja tulus dan ikhlas melayani masyarakat.


Ratu dewa mengucapkan selamat pada para instansi yang mendapatkan penghargaan. Dan jangan berkecil hati bagi instansi yang belum dapat.


Ratu Dewa juga mengingatkan para bawahan agar jangan menunda pekerjaan. Jika ada pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini kenapa harus dikerjakan besok.


"Tolong bekerjalah dengan tulus dan ikhlas melayani masyarakat. Jangan meminta imbalan. Kita sudah dapat TPP dan tunjangan lainnya," Ujar Dewa.


"Masalah keluarga jangan dibawa ke pekerjaan. Jangan mempersulit urusan orang lain. Hukum karma bapak/ibu," timpalnya.


Nampak hadir dalam penyerahan Penghargaan tersebut, Sekda Kota Palembang, H Aprizal Hasyim, Ketua DPRD Kota Palembang, Ali Subri, Kejari Kota Palembang, Mohammad Nasir, Wakapoltabes Palembang, Para Kepada Dinas dan undangan lainnya.


Dalam acara tersebut, diberikan penghargaan mulai dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tingkat Kecamatan, Tingkat Kelurahan, Tingkat Puskesmas hingga Tingkat UPTD Bapenda, UPTD Disdukcapil, dan UPTD Dinas Pendidikan.(sn)

Share:

Jaga Obvitnas dan Ketahanan Energi Nasional, Pertamina EP Pendopo Field Gagalkan Aksi Ilegal Tapping

Jaga Obvitnas dan Ketahanan Energi Nasional, Pertamina EP Pendopo Field Gagalkan Aksi Ilegal Tapping


PALI,SiniNews.Com-  20 Oktober 2026---Pertamina EP Pendopo Field, bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4), menggagalkan aksi pencurian minyak atau illegal tapping di Dusun 4 Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Berbekal hasil patroli rutin, PEP Pendopo Field menggagalkan aksi pencurian di jalur Trunk Line SP Betung-Benuang pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB. Tim security PEP Pendopo Field meringkus satu orang pelaku dalam peristiwa tersebut.


"PEP Pendopo Field tidak memberi toleransi terhadap illegal tapping ataupun tindakan lainnya yang membahayakan keselamatan masyarakat serta mengancam keberlangsungan objek vital nasional,” ucap Senior Manager Pertamina EP Pendopo Field Hermansyah.


Pada momen tersebut, tim security PEP Pendopo Field mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial AP yang berusia 43 tahun. Tim juga mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu unit mobil Suzuki Carry, 24 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter, empat unit toren, satu mesin pompa, serta selang sepanjang 900 meter. Pelaku dan barang bukti tersebut kemudian diserahkan ke Polres Kabupaten PALI untuk proses hukum lebih lanjut.


"PEP Pendopo Field berterima kasih kepada Polres PALI dan masyarakat PALI atas dukungan menghadirkan operasi hulu migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Kami berharap sinergi antara perusahaan dengan berbagai pihak bisa terus terjalin dalam memastikan keamanan objek vital nasional," ucap Hermansyah.


PEP Pendopo Field akan terus meningkatkan pengamanan objek vital nasional demi memastikan operasi hulu migas berjalan lancar dan agenda ketahanan energi nasional terwujud. Perusahaan juga akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait untuk dalam memastikan keamanan obvitnas. (*)


*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).(SN/Perry).

Share:

Bangun Polri Humanis, Kapolres PALI Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling

Bangun Polri Humanis, Kapolres PALI Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling


PALI –SiniNews.Com- Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melaksanakan kegiatan Salat Subuh Keliling (Suling) bersama pejabat utama (PJU) dan personel Polres PALI di Masjid Jami Al-Ihsan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.


Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polres PALI untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun kedekatan antara kepolisian dan warga melalui kegiatan keagamaan.


Dalam kegiatan itu, Kapolres PALI hadir bersama jajaran PJU dan personel yang terlibat. Mereka melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Jami Al-Ihsan.


Program Subuh Keliling merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan warga sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Selain menjalankan ibadah berjamaah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk menjalin kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan tempat ibadah.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada mengatakan, kegiatan keagamaan seperti Salat Subuh Keliling memiliki peran penting dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik. Kami berharap kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PALI agar tetap aman dan kondusif.


Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.


Polres PALI berharap kegiatan Subuh Keliling dapat terus menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat. Pendekatan melalui kegiatan keagamaan juga diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


Melalui kegiatan tersebut, Polres PALI berkomitmen untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis serta hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Bangun Kedekatan dengan Warga, Polres PALI Gencarkan Subuh Keliling

Bangun Kedekatan dengan Warga, Polres PALI Gencarkan Subuh Keliling



PALI –SiniNews.Com- Wakapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kompol Suprawira, S.H., M.Si., bersama pejabat utama (PJU) dan personel Polres PALI melaksanakan kegiatan Salat Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al-Hijrah Golf, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.


Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polres PALI untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga melalui pendekatan keagamaan.


Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres PALI bersama jajaran dan personel yang terlibat mengikuti salat Subuh berjamaah. Kehadiran jajaran kepolisian di masjid diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.


Program Subuh Keliling juga menjadi sarana bagi Polri untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Wakapolres PALI Kompol Suprawira mengatakan, kegiatan Subuh Keliling tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin memperkuat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian," ujarnya.


Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PALI membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan hubungan yang harmonis perlu terus dibangun.


Ia juga berharap masyarakat tidak ragu untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun permasalahan yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan.


Melalui pendekatan humanis seperti Subuh Keliling, Polres PALI berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat, terbuka, dan mudah dijangkau masyarakat.


Kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara personel Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Polres PALI berharap kegiatan Subuh Keliling dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan dengan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts