Bupati PALI Ikut Bekarang Ikan di Danau Sebetung, Warga Ramai-Ramai Tangkap Ikan, Polsek Penukal Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar

 Bupati PALI Ikut Bekarang Ikan di Danau Sebetung, Warga Ramai-Ramai Tangkap Ikan, Polsek Penukal Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar



PALI–SiniNews.Com- Tradisi bekara­ng ikan kembali digelar masyarakat Desa Mangku Negara dan Desa Mangku Negara Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Danau Sebetung itu turut dihadiri Bupati PALI Asgianto, ST., Minggu (9/8/2027).


Kegiatan bekara­ng ikan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan diikuti masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta personel Polsek Penukal. Tradisi tersebut berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dalam suasana aman dan kondusif.


Bupati PALI Asgianto, ST, hadir bersama sejumlah staf dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten PALI. Kehadiran pemerintah daerah sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap tradisi masyarakat yang telah dilakukan secara turun-temurun.


“Bekarang ikan bukan hanya kegiatan menangkap ikan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan kearifan lokal masyarakat. Tradisi seperti ini perlu kita jaga bersama agar tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Asgianto.


Selain sebagai tradisi, kegiatan bekara­ng ikan juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat. Warga bersama-sama memanfaatkan sumber daya perairan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, SE, mengatakan kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus mendukung kegiatan masyarakat.


“Kami dari Polsek Penukal mendukung kegiatan masyarakat seperti bekara­ng ikan ini. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak menggunakan cara-cara yang dapat merusak ekosistem perairan,” ujar Sumartono.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Mangku Negara dan Desa Mangku Negara Timur bersama-sama menangkap ikan di kawasan Danau Sebetung. Kegiatan turut dihadiri Camat Penukal Faizen Oto Berlin, S.P beserta staf, Kepala Desa Mangku Negara Hendra beserta perangkat, Kepala Desa Mangku Negara Timur Evan Candra beserta perangkat, serta masyarakat Kecamatan Penukal.


Tradisi bekara­ng ikan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa hasil perikanan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai, rawa, dan danau.


Kegiatan kemudian berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama pelaksanaan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Polsek Tanah Abang Gelar KRYD, Antisipasi Curas hingga Narkoba

 

Polsek Tanah Abang Gelar KRYD, Antisipasi Curas hingga Narkoba



PALI-SiniNews.Com- Minggu (9/8/2026) – Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) berupa razia dan stasioner observation check (SOC) di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi tindak pidana dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Kegiatan berlangsung pada Minggu (9/8/2026) mulai sekitar pukul 09.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB. KRYD dipimpin Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH, bersama sejumlah personel.


Sebelum kegiatan dimulai, personel terlebih dahulu mengikuti apel yang dipimpin Ka SPK C Polsek Tanah Abang AIPDA Yoman Anggara di depan Markas Polsek Tanah Abang.


Dalam kegiatan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kendaraan serta pengendara yang melintas. Razia diarahkan untuk mengantisipasi tindak pidana seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), premanisme, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, kepemilikan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi).


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH, mengatakan KRYD merupakan langkah preventif kepolisian untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.


“Kegiatan KRYD ini kami laksanakan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kami ingin memastikan situasi di wilayah hukum Polsek Tanah Abang tetap aman, damai dan kondusif,” ujar Arzuan.


Dalam pelaksanaan razia, petugas juga memberikan teguran kepada sejumlah pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak melengkapi atau tidak membawa surat-surat kendaraan.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu melengkapi surat-surat kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas. Teguran yang diberikan merupakan bentuk edukasi agar masyarakat semakin tertib dan disiplin,” katanya.


Kapolsek menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, segera sampaikan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.


KRYD dan SOC berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Tanah Abang terpantau aman, lancar dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Ribuan Warga Meriahkan "Bekarang Danau Sebetung" di Desa Mangku Negara

 

Ribuan Warga Meriahkan "Bekarang Danau Sebetung" di Desa Mangku Negara



PALI,SiniNews.Com- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bersama Pemerintah Desa Mangku Negara dan Mangku Negara Timur sukses menggelar tradisi tahunan BEKARANG DANAU SEBETUNG.


Kegiatan yang dilaksanakan di Danau Sebetung ini menjadi ajang pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat PALI dan sekitarnya. Sejak pukul 07.00 WIB, Ribuan warga dari berbagai wilayah tumpah ruah membawa peralatan tradisional seperti tangguk, sekap ikan, dan tangkul untuk berpartisipasi menangkap ikan bersama.


Bekarang Danau Sebetung dibuka secara gratis dan terbuka untuk umum. Selain menangkap ikan, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik yang menambah semarak kegiatan.


Diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten PALI dan didukung oleh Bupati Asgianto, ST, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi pelestarian lingkungan. Panitia menegaskan DILARANG KERAS menggunakan setrum atau alat tangkap yang merusak. Tujuannya untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan dan kelestarian Danau Sebetung agar dapat dinikmati generasi mendatang.(SN/Perry)

Share:

KRYD Polsek Talang Ubi Sasar SPBU hingga Dekranasda PALI

KRYD Polsek Talang Ubi Sasar SPBU hingga Dekranasda PALI




PALI-SiniNews.Com - Polsek Talang Ubi, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Talang Ubi.


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. KRYD dipimpin IPDA Suryadinata, S.Psi., M.Si., bersama personel Polsek Talang Ubi yang telah mendapat surat perintah.


Dalam kegiatan tersebut, polisi melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat agar tertib berlalu lintas. Petugas juga mengingatkan pengendara untuk tidak menggunakan knalpot brong serta selalu berhati-hati selama berkendara.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., mengatakan kegiatan KRYD merupakan upaya kepolisian untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.


"Kegiatan KRYD dilaksanakan dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif serta menjamin keamanan masyarakat di Kecamatan Talang Ubi," kata Ardiansyah dalam laporan kegiatan.


Selain menyasar pengguna jalan, personel Polsek Talang Ubi juga melakukan patroli ke sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian, di antaranya SPBU Beracung dan kawasan Dekranasda Kabupaten PALI.


Dalam pelaksanaan patroli, petugas masih menemukan sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang belum melengkapi surat-surat kendaraan. Polisi kemudian memberikan teguran serta imbauan agar masyarakat mematuhi aturan lalu lintas.


Petugas juga memberikan imbauan kepada anak-anak yang masih nongkrong agar segera pulang apabila tidak memiliki keperluan penting. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah mereka menjadi korban maupun terlibat dalam tindak kriminal.


"Masih ditemukan pengemudi R2 maupun R4 yang kurang peduli terhadap peraturan lalu lintas. Kami memberikan teguran dan mengingatkan masyarakat agar melengkapi surat kendaraan serta mematuhi aturan yang berlaku," ujar Ardiansyah.


Setelah kegiatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB, seluruh personel melaksanakan apel konsolidasi untuk melakukan evaluasi dan analisis terhadap pelaksanaan KRYD. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Talang Ubi dilaporkan aman dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Warga Tugu Kecil Prabumulih Digegerkan Penemuan Penjaga Malam Meninggal di Rumah Kontrakan

Warga Tugu Kecil Prabumulih Digegerkan Penemuan Penjaga Malam Meninggal di Rumah Kontrakan




PRABUMULIH-SiniNews.Com— Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres Prabumulih menyelidiki penemuan seorang laki-laki berinisial ME (64) yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Jalan Jenderal Sudirman Gang Abadi, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sabtu (8/8/2026) pagi.


Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam di kawasan pasar subuh dan tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Penemuan korban bermula ketika seorang saksi berinisial YP (26) melihat korban pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB dalam posisi tidur terlentang di dekat pintu depan rumah.


Saat saksi kembali dari bekerja sekitar pukul 20.30 WIB, korban masih berada dalam posisi yang sama. Karena kondisi tersebut tidak berubah hingga keesokan harinya, YP bersama saksi lainnya, ZZ (55), kemudian mendatangi rumah korban sekitar pukul 04.30 WIB untuk melakukan pengecekan.


Setelah diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat berinisial YO (46), yang selanjutnya meneruskan informasi kepada pihak kepolisian.


Mendapat laporan tersebut, personel piket siaga Intelkam bersama Pamapta III dan fungsi kepolisian lainnya bergerak cepat mendatangi lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan dokumentasi guna memastikan rangkaian peristiwa.


Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Kota Prabumulih, dr. Osi Rahmaini, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Kondisi tubuh korban diketahui pucat dan dingin.


Dari hasil pemeriksaan luar tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keterangan saksi juga menyebutkan bahwa korban sebelumnya memiliki keluhan penyakit dalam atau ginjal.


Polisi turut memastikan barang-barang milik korban tetap utuh, di antaranya uang tunai, telepon genggam, identitas diri, jam tangan, obat-obatan, serta pengisi daya. Seluruh barang tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga bersama dengan jenazah korban.


Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengatakan bahwa personel Polres Prabumulih langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan masyarakat. Pemeriksaan di lokasi dilakukan untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengumpulkan informasi dari saksi-saksi.


“Begitu menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan TKP, meminta keterangan saksi hingga mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil.


Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan penanganan secara profesional dan memastikan seluruh barang milik korban diamankan dengan baik sebelum diserahkan kepada keluarga.


“Kami juga memastikan barang-barang milik korban tetap aman dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi respons cepat jajaran Polres Prabumulih dalam menangani laporan masyarakat. Menurutnya, kecepatan petugas mendatangi lokasi menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah berspekulasi terhadap suatu kejadian, terlebih menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Percayakan proses penanganan dan pemeriksaan kepada kepolisian,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H.


Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama terhadap warga yang tinggal seorang diri atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.


“Perhatian dari lingkungan sekitar sangat penting. Apabila ada warga yang tinggal sendiri dan terlihat mengalami kondisi yang tidak biasa, segera lakukan pengecekan secara wajar dan apabila membutuhkan bantuan, segera hubungi aparat kepolisian atau pihak terkait. Dengan kepedulian bersama, setiap kejadian dapat ditangani lebih cepat dan tepat,” tuturnya.


Kombes Pol. Nandang menambahkan, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan setiap kejadian menonjol kepada kepolisian terdekat serta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat mengganggu proses penanganan di lokasi.


“Polri hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” pungkasnya.(SN/Perry)

Share:

Gubernur Herman Deru Tegaskan Kelestarian Hutan Jadi Kunci Keberlanjutan Sumber Daya Air dan Kehidupan Masyarakat Sumsel


Gubernur Herman Deru Tegaskan Kelestarian Hutan Jadi Kunci Keberlanjutan Sumber Daya Air dan Kehidupan Masyarakat Sumsel


BANYUASIN. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa kelestarian hutan merupakan faktor utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus menopang kehidupan masyarakat di Sumatera Selatan. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia (RI) Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI dalam peresmian Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026).


Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa terdapat wilayah otonom di Sumatera Selatan, yakni Kota Pagar Alam, yang seluruh kebutuhan listriknya berasal dari pembangkit listrik tenaga air. Kondisi tersebut dapat terwujud karena kawasan hutan di daerah hulu tetap terjaga kelestariannya sehingga debit air dapat terus terjaga sepanjang waktu.


"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, Kementerian Kehutanan, serta masyarakat yang selama ini menjaga kawasan hutan," ujar Gubernur Herman Deru.


Menurutnya, kejayaan dan keberlanjutan pembangunan di Sumsel tidak dapat dipisahkan dari kekayaan serta kelestarian hutan yang menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Kelestarian hutan tersebut juga merupakan anugerah besar karena memberikan perlindungan terhadap berbagai potensi bencana alam.


 Herman Deru mengingatkan bahwa ketika sejumlah wilayah di Indonesia beberapa waktu lalu dilanda bencana besar, Sumatera Selatan relatif terhindar dari dampak yang sama. Ia meyakini kondisi tersebut merupakan buah dari komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan.


"Saya mengapresiasi seluruh petugas di lapangan, namun penghargaan terbesar saya berikan kepada masyarakat yang telah menjaga hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka," katanya.


Ia menjelaskan bahwa masyarakat Sumsel telah lama memiliki kearifan lokal dalam menjaga lingkungan, seperti tradisi lubuk larangan yang berperan dalam melindungi habitat ikan agar tetap lestari. Selain itu, masyarakat juga mengenal kawasan hutan larangan yang dijaga berdasarkan kesadaran dan rasa memiliki yang tinggi. Penegakan hukum kemudian menjadi penguat atas komitmen masyarakat tersebut.


Meski demikian, Herman Deru juga menyampaikan perlunya penambahan personel Polisi Kehutanan (Polhut). Menurutnya, jumlah Polhut saat ini masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas kawasan hutan yang harus diawasi, termasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang membentang lintas provinsi.


"Kami berharap adanya perhatian terhadap penambahan personel Polisi Kehutanan agar pengawasan kawasan hutan dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.


 Herman Deru menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama para bupati dan wali kota terus mengajak masyarakat untuk mencintai hutan serta menjaga kelestariannya melalui penguatan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lingkungan.


Ia juga menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan luas lahan gambut sekitar 1,4 juta hektare, Sumsel memiliki kerawanan tersendiri terhadap kebakaran. Penyebabnya dapat berasal dari faktor manusia maupun faktor alam. Karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas utama.


Gubernur Herman Deru juga menegaskan bahwa praktik perladangan berpindah sudah tidak lagi menjadi kebiasaan masyarakat Sumatera Selatan karena sebagian besar petani kini mengelola lahan secara menetap.


Menutup sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kehutanan beserta jajaran kementerian terkait yang dinilai memberikan semangat baru bagi para pegiat kehutanan dan masyarakat Sumatera Selatan dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak, termasuk dunia usaha, yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya pelestarian hutan.


"Semoga sinergi ini terus terjaga sehingga kelestarian hutan Sumatera Selatan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," tutup Gubernur Herman Deru.(sn)

Share:

Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kekompakan Warga Kepur, Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Masyarakat

 


Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kekompakan Warga Kepur, Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Masyarakat


MUARA ENIM. SININEWS.COM– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat Desa Kepur, Kecamatan Kepur, Kabupaten Muara Enim. Apresiasi tersebut disampaikannya saat melaksanakan Safari Salat Jumat di Masjid Darussalam, Desa Kepur, Jumat (7/8/2026).


Dalam sambutannya, Cik Ujang mengaku kagum melihat perkembangan Masjid Darussalam yang kini berdiri megah, luas, nyaman, dan sejuk. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat mampu mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi banyak orang.


“Saya yakin masjid ini sudah lama berdiri. Kalau dilihat dari tiangnya yang banyak, dulunya pasti berukuran kecil. Lambat laun terus berkembang menjadi lebih besar hingga seperti sekarang. Semua itu tentu berkat gotong royong dan kekompakan masyarakat,” ujar Cik Ujang.


Ia menegaskan, kebersamaan merupakan modal utama dalam membangun daerah maupun lingkungan masyarakat. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, berbagai tantangan diyakini dapat diatasi bersama.


“Kalau kita kompak, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Semua pasti bisa dicapai,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Cik Ujang juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Desa Kepur. Ia mengaku terharu melihat antusiasme warga yang rela menunggu kedatangannya.


“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan seluruh masyarakat. Bahkan tadi ada yang rela menunggu cukup lama. Kehadiran saya ke sini memang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan bantuan,” ungkapnya.


Dalam rangkaian Safari Salat Jumat tersebut, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an serta bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumatera Selatan. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat serta mendukung kegiatan keagamaan di Desa Kepur.


“Tolong diterima bantuan ini. Jangan dinilai dari isinya, tetapi lihatlah sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan kita,” tutup Cik Ujang.(sn)

Share:

Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Groundbreaking Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumsel, Dorong Pelayanan Masyarakat Makin Modern

..
Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Groundbreaking Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumsel, Dorong Pelayanan Masyarakat Makin Modern


PALEMBANG. SININEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H. menghadiri groundbreaking Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel di Kelurahan Keramasan, Palembang, Jumat (7/8/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Shandy Nugraha serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan.


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede mengatakan, pembangunan Gedung Pelayanan BPKB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, gedung tersebut akan menerapkan konsep pelayanan satu atap dengan sistem pelayanan yang terintegrasi secara digital.


"Ini wujud nyata Kakorlantas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.


Gedung Pelayanan BPKB tersebut dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan seluas kurang lebih 20 hektare.


Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel mengapresiasi Polda Sumsel atas pembangunan Gedung Pelayanan BPKB tersebut.


"Ini merupakan bentuk nyata Polda Sumsel, khususnya Dirlantas, dalam meningkatkan pelayanan BPKB kepada masyarakat," ujarnya.


Menurut Edward, kegiatan groundbreaking tersebut memiliki makna penting karena menunjukkan adanya sinergi positif antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumsel dalam meningkatkan pelayanan publik.


"Proses hibah sudah dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," katanya.


Ia berharap pembangunan Gedung Pelayanan BPKB tersebut dapat berjalan tepat waktu sehingga segera dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Dengan semangat kebersamaan, kita optimistis mewujudkan Sumsel yang lebih maju dan sejahtera," ujar Edward.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat tanah hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Polda Sumsel. Selain itu, turut diserahkan kendaraan dinas Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan RAR serta bantuan sembako bagi masyarakat sekitar.


Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol oleh Sekda Sumsel Edward Candra bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Shandy Nugraha.(sn)

Share:

Kebakaran Lahan di Jalan Islamic Center Muara Enim Nyaris Bakar Pemukiman, Warga dan Petugas PLN-Polri Berjibaku Padamkan Api


Pasokan Air Bersih PDAM bersama Masyarakat dan Pihak lainnya membantu Pemadaman


​Muara Enim, Sumsel, sininews.com  – Kebakaran lahan kosong terjadi di kawasan Jalan Islamic Center, wilayah Desa Muara Lawai, diduga milik warga Kelurahan Air Lintang Kabupaten Muara Enim pada Sabtu (8/8/2026). Kobaran api yang berkobar hebat di dekat Perumahan Haji Salimun tersebut sempat memicu kepanikan warga lantaran lokasinya yang sangat berdekatan dengan area pemukiman padat.


​Api tidak hanya menghanguskan vegetasi di lahan milik warga tersebut, tetapi juga merusak sejumlah jaringan kabel listrik dan instalasi kabel internet di sekitar lokasi kejadian.


​Guna mengantisipasi api merambat ke perumahan, aksi cepat ditunjukkan oleh warga sekitar, anggota Polri yang tengah melintas, hingga petugas PLN. Mereka bahu-membahu menyiramkan air dari armada tangki milik PDAM yang tiba di lokasi dengan muatan penuh untuk menjinakkan si jago merah.


​Deni, pemilik rumah sekaligus warung yang berada tepat di dekat lokasi kejadian, menduga sumber api berasal dari kelalaian pengguna jalan.


​"Api diduga kuat berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan. Saat pertama kali disadari, api sudah membesar dan membuat aliran listrik di kawasan ini langsung padam," ujar Deni.


​Ia menambahkan bahwa armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) baru tiba dengan satu unit mobil pemadam sekitar satu jam setelah pertama kali dihubungi.


​Kondisi angin kencang di sekitar lokasi sempat membuat kobaran api semakin meluas dan sulit dikendalikan. Namun, berkat pasokan air tambahan dari mobil tangki PDAM serta gotong royong masif antara warga, personel Polri, dan petugas PLN, proses pemadaman dapat dimaksimalkan hingga api berhasil dilokalisir sebelum menjalar ke bangunan rumah warga.(sn)

Share:

Melon Green House Prabumulih Tembus Panen Ketiga, YBM BRILiaN Perkuat Pemberdayaan Ekonomi


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Budidaya melon Inthanon berbasis teknologi green house di Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, mulai menunjukkan prospek sebagai usaha pertanian produktif yang berkelanjutan.

Program yang mendapat dukungan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Regional Office Palembang tersebut kini memasuki panen ketiga, setelah sebelumnya dikembangkan melalui dukungan bibit, fasilitas budidaya, serta pendampingan kepada petani penerima manfaat.

Panen raya berlangsung pada Jumat (7/8/2026). Capaian produksi yang telah memasuki siklus panen ketiga menjadi indikator bahwa program pemberdayaan tersebut tidak berhenti pada tahap pemberian bantuan, tetapi mulai diarahkan menjadi kegiatan usaha yang dapat terus menghasilkan.

Dari perspektif ekonomi, keberlanjutan produksi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kemandirian mustahik. Melalui budidaya komoditas hortikultura bernilai ekonomi, penerima manfaat memiliki peluang untuk menciptakan sumber pendapatan sekaligus mengembangkan kapasitas usaha.

Regional Micro Business Head (RMBH) Regional Office Palembang Yuwanda Rahman mengatakan, pengembangan melon Inthanon merupakan bagian dari strategi YBM BRILiaN dalam mendorong mustahik memiliki aktivitas ekonomi produktif.

"Program ini merupakan wujud nyata YBM BRILiaN Regional Office Palembang dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha produktif di sektor pertanian, khususnya budidaya melon di dalam green house," ujar Yuwanda.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha apabila ditopang teknologi, sarana produksi dan pendampingan yang memadai.

Penerapan sistem green house menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam program tersebut. Teknologi ini memungkinkan kondisi lingkungan tanaman lebih terkontrol sehingga proses budidaya dapat dilakukan secara lebih optimal.

Pengelolaan yang lebih terukur diharapkan berdampak pada kualitas produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan petani.

Dalam pengembangan usaha tersebut, Regional Office BRI Palembang memberikan dukungan bibit melon Inthanon kepada petani di Kelurahan Sindur. Selanjutnya, budidaya dilakukan melalui fasilitas green house dengan pendampingan agar penerima manfaat mampu mengelola proses produksi secara berkelanjutan.

Yuwanda menilai, masuknya program ke panen ketiga menjadi capaian penting karena menunjukkan adanya kesinambungan aktivitas produksi.

"Panen kali ini juga bukan merupakan kegiatan perdana. Program budidaya melon yang mendapat dukungan bibit dari Regional Office BRI Palembang tersebut telah memasuki panen yang ketiga," jelasnya.

Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari indikator pemberdayaan. Sebab, orientasi program tidak semata memberikan bantuan awal, tetapi membangun kemampuan penerima manfaat agar dapat mengelola kegiatan ekonomi secara mandiri.

Model tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi di tingkat lokal. Dengan produktivitas yang terjaga dan pengelolaan yang semakin baik, komoditas melon dapat memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani penerima manfaat.

Selain aspek ekonomi, pengembangan melon di Sindur juga memiliki keterkaitan dengan ketahanan pangan. Aktivitas pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menghasilkan pangan sekaligus mendapatkan nilai ekonomi dari kegiatan tersebut," ucap Yuwanda.

Panen raya tersebut turut dihadiri Yuwanda Rahman yang mewakili Pimpinan Wilayah BRI Regional Office Palembang Lutfhie Iskandar. Hadir pula Kabag Human Capital (HC) Regional Office Palembang Rizki Aulia Rahman bersama jajaran YBM BRILiaN Regional Office Palembang serta Branch Office Head BRI Prabumulih R.P. Rafi Rafsanjani atau Boy.

Jajaran BRI dan YBM BRILiaN juga meninjau langsung proses budidaya serta hasil produksi melon Inthanon yang dikembangkan petani penerima manfaat di fasilitas green house.

Dengan telah memasuki panen ketiga, budidaya melon Inthanon di Sindur diharapkan dapat berkembang sebagai model usaha pertanian produktif yang memiliki prospek jangka panjang.

Dukungan bibit, teknologi budidaya dan pendampingan menjadi kombinasi penting dalam membangun kapasitas petani. Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat dalam mempertahankan produksi dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Program tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat diarahkan dari pola bantuan menuju penguatan aktivitas usaha yang menghasilkan. Jika keberlanjutan produksi dapat dipertahankan, budidaya melon green house berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi produktif masyarakat di Kota Prabumulih.

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts