Perkuat Sinergi TNI-Polri, Kapolda Sumsel Terima Kunjungan Strategis Tim Sahli Panglima TNI

 

Perkuat Sinergi TNI-Polri, Kapolda Sumsel Terima Kunjungan Strategis Tim Sahli Panglima TNI





PALEMBANG.SININEWS.COM — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan nasional melalui sinergi lintas sektoral bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima langsung kunjungan kerja Tim Staf Ahli (Sahli) Panglima TNI dalam rangka pengumpulan data strategis wilayah di Provinsi Sumatera Selatan.


Pertemuan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, mulai pukul 10.00 WIB. Agenda utama kegiatan ini adalah koordinasi teknis terkait pengumpulan data yang akan digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan strategis di bidang pertahanan dan keamanan nasional.


Kegiatan ini merupakan implementasi nyata program Presisi Polri dalam memperkuat kerja sama eksternal serta mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi utama pembangunan.


Dalam arahannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya integrasi data dan koordinasi yang solid antara TNI dan Polri dalam memetakan potensi gangguan keamanan di wilayah.


“Sinergi dan kesamaan persepsi antara TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Kami siap mendukung penuh pengumpulan data strategis guna kepentingan pertahanan dan keamanan nasional,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.


Kunjungan Tim Puldata Sahli Panglima TNI yang dipimpin oleh Brigjen TNI Muhammad Thohir, S.Sos., M.M., diisi dengan diskusi mendalam bersama jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Pembahasan mencakup dinamika keamanan wilayah, potensi kerawanan, serta langkah antisipatif dalam menjaga kondusivitas daerah.


Sebagai simbol penguatan kerja sama, kegiatan diakhiri dengan pertukaran plakat antara kedua institusi. Momentum ini menjadi penegasan bahwa sinergitas TNI-Polri di Sumatera Selatan berjalan solid dan berkelanjutan.


Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung kebijakan nasional berbasis data yang akurat.


“Kerja sama ini menunjukkan bahwa soliditas TNI-Polri di Sumatera Selatan adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Data yang akurat menjadi dasar penting dalam setiap pengambilan kebijakan nasional,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Ia menambahkan bahwa Polda Sumsel akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan keamanan wilayah tetap terjaga dan mendukung percepatan pembangunan daerah.


Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, Dir Reskrimum Kombes Pol Johannes Bangun, Dir Reskrimsus Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, serta Kabid Propam Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR.


Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sebagai wujud nyata sinergi TNI-Polri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(SN/PERRY)

Share:

Viral, 8 Unit Hp Peserta Seleksi Paskibraka PALI Lenyap


ilustrasi


PALI. SININEWS.COM -- Peserta seleksi Paskibraka kabupaten PALI tahun 2026 yang ngekos di Talang Pipa Bawah Kelurahan Talang Ubi Barat raib diduga digondol maling viral di media sosial.


Kejadian naas yang dialami sejumlah peserta seleksi Paskibraka pada Senin malam 20 April 2026 berseliweran di media sosial dan viral menyedot perhatian masyarakat luas.


Pasalnya, disaat sejumlah pelajar yang tengah berjuang mengikuti seleksi menjadi anggota Paskibraka pada untuk menaikan bendera merah putih pada HUT Kemerdekaan RI ternyata ditimpa musibah.


Dimana saat mereka terbangun dari tidurnya mendapati handphone (Hp) sebanyak 8 unit raib diduga digondol maling.


Tentu saja, kejadian ini memantik kemarahan masyarakat dan sejumlah akun media sosial mengunggah kejadian itu.


Salah satunya akun Facebook Erlan Sugianto, yang mengabarkan adanya kejadian naas yang dialami sejumlah pelajar peserta seleksi Paskibraka yang ngekos di wilayah Talang Pipa tepatnya di RT.03.


Akun itu juga meminta masyarakat untuk berhati-hati apabila ada orang tak dikenal menjual handphone murah untuk segera melaporkan ke pihak yang berwajib.


Menanggapi unggahan itu, banyak warganet mengutuk dugaan aksi pencurian itu.


Banyak warganet meminta kejadian itu segera terungkap dan bisa menangkap pelakunya.


Hingga berita ini diturunkan, masih banyak warganet mengomentari unggahan akun Facebook Erlan Sugianto. (sn/perry)



Share:

Reskrim Polsek Talang Ubi Ungkap Kasus Pencurian Sawit, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan

 

Reskrim Polsek Talang Ubi Ungkap Kasus Pencurian Sawit, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan



PALI. SININEWS.COM— Jajaran Unit Reskrim Polsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik PT Suryabumi Agrolanggeng, tepatnya di Divisi IV Blok 25, Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Minggu (19/4/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial H (35), warga Desa Tapus, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang diduga melakukan pencurian buah tandan sawit milik perusahaan. Penangkapan dilakukan setelah pihak keamanan kebun melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi kejadian.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, SH, menjelaskan bahwa peristiwa pencurian diketahui sekitar pukul 15.30 WIB setelah petugas keamanan kebun menerima laporan adanya dugaan pencurian di blok perkebunan tersebut. Pihak keamanan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Talang Ubi untuk melakukan penindakan.

“Setelah menerima informasi dari pihak security kebun, personel kami langsung menuju lokasi kejadian dan mendapati seorang pelaku yang sedang membawa buah tandan sawit menggunakan sepeda motor. Tim kemudian segera melakukan pengamanan terhadap pelaku beserta barang bukti,” ujar AKP Ardiansyah.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 16 buah tandan sawit, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul tanpa nomor polisi, satu buah alat pengangkut (obrok) dari kayu yang telah dimodifikasi dengan drum plastik, serta satu buah egrek sepanjang kurang lebih empat meter yang diduga digunakan untuk memanen buah sawit secara ilegal.

Akibat peristiwa tersebut, pihak perusahaan mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp2.600.000. Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi ke Polsek Talang Ubi untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk tindak pidana, khususnya pencurian hasil perkebunan yang merugikan perusahaan maupun masyarakat.

“Kami akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat dan merugikan pihak perusahaan. Saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Talang Ubi dan proses penyidikan masih terus berjalan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” tegasnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 477 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan.(SN/PERRY)

Share:

Dihadapan Gubernur, Bupati Paparkan Pencapaian Prestasi Kabupaten Musi Rawas


Dihadapan Gubernur, Bupati Paparkan Pencapaian Prestasi Kabupaten Musi Rawas


MUSI RAWAS. SININEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas ke-83 Senin,  (20/4/26), bertempat di Gedung DPRD Musi Rawas.


Dalam sambutannya, Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Rawas hari ini genap berusia 83 tahun, yang bermula dari penyatuan dua kewedanaan, yakni Musi Ulu dan Rawas pada 20 April 1943.

“Tema peringatan tahun ini adalah Musi Rawas MANTABKAN, Menuju Sumsel Maju Terus Untuk Semua, Indonesia Emas 2045. Tema ini menjadi semangat bersama dalam membangun daerah yang lebih maju,” ujarnya.


Ia juga memaparkan sejumlah capaian prestasi, di antaranya mempertahankan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai “BB”, peningkatan reformasi birokrasi, serta raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan tahun berturut-turut. Selain itu, Musi Rawas juga meraih penghargaan UHC Prioritas, Juara I Paritrana Award tingkat Provinsi Sumsel, serta Juara II tingkat nasional dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan.


Bupati juga mengungkapkan sejumlah tantangan pembangunan, khususnya terkait infrastruktur jalan di kawasan hutan yang terkendala perizinan dan keterbatasan anggaran. Ia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk membantu penyelesaiannya.


Dari sisi pembangunan makro, dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 2,33 persen menjadi 4,75 persen. Pendapatan per kapita juga naik dari Rp51,2 juta menjadi Rp65,5 juta, sementara tingkat pengangguran turun dari 2,78 persen menjadi 1,74 persen. Angka kemiskinan menurun dari 13,89 persen menjadi 12,67 persen, IPM meningkat dari 67,01 menjadi 71,92, serta indeks gini turun dari 0,280 menjadi 0,209.

“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu, mendukung, dan mensukseskan program pembangunan demi mewujudkan Musi Rawas Maju, Mandiri, Bermartabat, dan Berkelanjutan,” tambahnya.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan bahwa Musi Rawas merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/kota tertua di Sumatera Selatan dengan perkembangan yang cukup pesat.

Ia menilai berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan IPM dan penurunan angka kemiskinan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan harus tetap dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran dan luas wilayah Musi Rawas yang mencapai lebih dari 6.000 kilometer persegi.

“Saya yakin angka kemiskinan di Musi Rawas bisa ditekan hingga satu digit. Namun, perlu perbaikan data oleh dinas terkait dan BPS agar lebih akurat,” tegasnya.


Gubernur juga optimistis, dengan semangat dan sinergi yang terus terjalin, Musi Rawas akan semakin maju dan mampu mencapai target pembangunan yang telah direncanakan di masa mendatang.


Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru. Turut hadir Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud beserta Ketua TP PKK Musi Rawas H. Reza Novianto Gustam, Wakil Bupati H. Suprayitno, SH, Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Olah, serta unsur Forkopimda, anggota DPR RI H. SN Prana Putra Sohe, Sekjen Ombudsman RI Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, Guru Besar Universitas Palembang Prof. Amzulian Rifai, serta Walikota Lubuk Linggau H Rachmat Hidayat. (sn)

Share:

Bhabinkamtibmas Desa Semangus Monitoring Penyaluran Bantuan Benih Jagung kepada Poktan Mekar Serumpun

 

Bhabinkamtibmas Desa Semangus Monitoring Penyaluran Bantuan Benih Jagung kepada Poktan Mekar Serumpun



PALI. SININEWS.COM— Bhabinkamtibmas Desa Semangus melaksanakan monitoring kegiatan penyaluran bantuan benih jagung dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kepada Kelompok Tani (Poktan) Mekar Serumpun di Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di wilayah Desa Semangus dan bertujuan untuk memastikan bantuan pemerintah diterima langsung oleh kelompok tani yang berhak serta mendukung program ketahanan pangan nasional di daerah.

Monitoring dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Semangus, BRIPTU M. Irhas, bersama unsur pemerintah desa dan petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten PALI. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Semangus, Iyan Sasmadi beserta perangkat desa, PPL Dinas Pertanian Sulian, serta Ketua Poktan Mekar Serumpun, Miswanto.

Dalam kegiatan tersebut, Poktan Mekar Serumpun yang memiliki jumlah anggota sebanyak 25 orang dengan luas lahan pertanian sekitar 25 hektare menerima bantuan benih jagung sebanyak 375 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Talang Ubi.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, SH, melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang pertanian serta memastikan proses penyaluran bantuan berjalan aman dan tertib.

“Kami melakukan monitoring untuk memastikan bantuan benih jagung dari pemerintah dapat tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional di tingkat desa,” ujar AKP Ardiansyah.

Sementara itu, Ketua Poktan Mekar Serumpun, Miswanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan dukungan aparat kepolisian dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat di desa mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan benih jagung yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani kami,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten PALI.(SN/PERRY)

Share:

Gubernur Herman Deru Tekankan Validitas Data Kemiskinan dan Prioritas Pembangunan pada HUT ke-83 Musi Rawas


Gubernur Herman Deru Tekankan Validitas Data Kemiskinan dan Prioritas Pembangunan pada HUT ke-83 Musi Rawas


Musi Rawas. SININEWS.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-83 Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan berlangsung khidmat di Gedung DPRD Musi Rawas, Senin (20/04/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.


Momentum HUT ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Kabupaten Musi Rawas dalam membangun daerah sejak awal berdiri hingga saat ini.


Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa perjalanan 83 tahun Musi Rawas merupakan rentang waktu panjang yang penuh dinamika. Setiap periode kepemimpinan, menurutnya, memiliki tantangan dan peluang yang berbeda sehingga memerlukan strategi yang sesuai dengan perkembangan zaman.


“Tanpa kita sadari usia Kabupaten Musi Rawas terus bertambah. Namun yang lebih penting adalah bagaimana semangat kebersamaan dalam membangun daerah ini tidak pernah surut. Selama 83 tahun, kita terus berupaya menutupi kekurangan dan mendorong percepatan pembangunan secara berkelanjutan,” ujarnya.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menengok kembali sejarah, mulai dari masa penjajahan hingga era reformasi. Pada masa awal berdiri sekitar tahun 1943, tantangan utama adalah penjajahan yang membatasi kebebasan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan aspirasi. Sementara saat ini, masyarakat hidup di era reformasi dengan keterbukaan dan demokrasi yang lebih luas.


“Dulu tantangan kita adalah penjajah, kebebasan sangat terbatas. Sekarang kita hidup di era reformasi, di mana demokrasi dan keterbukaan sudah berjalan dengan baik. Ini menjadi kemudahan sekaligus tantangan baru yang harus kita kelola dengan bijak,” katanya.


Lebih lanjut, Herman Deru menyoroti perubahan paradigma pembangunan dari masa ke masa. Ia menjelaskan, pada era sebelumnya, terutama masa Orde Baru, daerah tertinggal menjadi prioritas bantuan pemerintah pusat. Namun saat ini, tingginya angka kemiskinan justru menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap kinerja pembangunan daerah.


Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya pembenahan data sebagai dasar perencanaan pembangunan. Menurutnya, keakuratan data, khususnya terkait angka kemiskinan, masih perlu ditingkatkan.


“Saya melihat data kemiskinan di Musi Rawas yang berada di kisaran 12 persen perlu kita cermati kembali. Saya tidak sepenuhnya yakin angka tersebut mencerminkan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, pembenahan data menjadi hal yang sangat penting, minimal berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” tegasnya.


Ia meminta seluruh perangkat daerah, organisasi mitra pemerintah, termasuk TP PKK, untuk bersama-sama melakukan verifikasi dan validasi data agar setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran.


Herman Deru optimistis, dengan semangat pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, angka kemiskinan di Musi Rawas dapat ditekan hingga satu digit dalam waktu yang tidak terlalu lama.


“Saya yakin dengan geliat pembangunan dan semangat masyarakat Musi Rawas, angka kemiskinan itu tidak sampai 12 persen. Insyaallah pada peringatan berikutnya kita bisa melihat capaian yang lebih baik,” ungkapnya.


Selain itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membangun fondasi daerah. Ia menilai kemajuan saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan masyarakat terdahulu yang bekerja di tengah keterbatasan teknologi dan sarana komunikasi.


“Dulu dengan keterbatasan alat komunikasi dan teknologi, para pendahulu kita tetap mampu menjalankan pemerintahan. Sekarang kita memiliki kemudahan luar biasa, bahkan cukup melalui telepon kita bisa menyelesaikan banyak hal. Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” katanya.


Gubernur juga mengapresiasi capaian pembangunan Kabupaten Musi Rawas yang dinilai cukup baik dan berada di atas rata-rata, meskipun memiliki wilayah yang luas. Hal tersebut menunjukkan komitmen dan kerja keras pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus menjadi sarana introspeksi dan evaluasi terhadap kinerja pembangunan, bukan sekadar kegiatan seremonial.


Terkait kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan, Herman Deru mengingatkan pentingnya penentuan prioritas pembangunan secara bijak. Pemerintah harus mampu memilah program prioritas, superprioritas, dan reguler.


“Efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya yang ada secara lebih efektif,” jelasnya.


Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel tetap konsisten menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan tanpa perubahan, selama kebijakan efisiensi masih dapat dikelola dengan baik.


“Banyak daerah yang mengubah RPJMD, namun Sumsel tetap berkomitmen menjalankan rencana yang telah disusun. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus memberikan dukungan kepada Kabupaten Musi Rawas, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan pendanaan, guna memastikan program prioritas dan janji kepala daerah dapat terealisasi secara bertahap.


“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam membangun Musi Rawas agar semakin maju dan sejahtera di masa yang akan datang,” tandasnya.(sn)

Share:

Wagub Sumsel Cik Ujang Perkuat Kedekatan dengan Warga Banyuasin Lewat Silaturahmi di Sumber Marga Telang


Wagub Sumsel Cik Ujang Perkuat Kedekatan dengan Warga Banyuasin Lewat Silaturahmi di Sumber Marga Telang


Banyuasin. SININEWS.COM — Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menghadiri kegiatan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Sumber Marga Telang yang dipusatkan di Desa Karang Anyar, Kabupaten Banyuasin, Senin (20/4/2026).


Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta warga sekitar yang antusias menyambut kedatangan orang nomor dua di Sumsel itu.


Silaturahmi ini menjadi momen istimewa karena merupakan kali pertama Wakil Gubernur Sumsel diundang langsung oleh tokoh masyarakat di wilayah Banyuasin, khususnya Kecamatan Sumber Marga Telang. Undangan tersebut mencerminkan harapan masyarakat terhadap perhatian dan kedekatan pemerintah provinsi.


Dalam suasana akrab, masyarakat menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kehadiran Cik Ujang yang dinilai membawa semangat baru bagi warga. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.


Dalam sambutannya, Cik Ujang menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai sarana membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.


“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Dengan bertemu langsung, kita bisa mengetahui kondisi riil di lapangan serta mendengar aspirasi masyarakat secara langsung,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi undangan dari tokoh masyarakat Banyuasin yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah kebersamaan yang positif dan konstruktif.


Lebih lanjut, Cik Ujang mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, persatuan, serta semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.


“Pembangunan akan berjalan maksimal jika ada dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersamaan dan terus berkontribusi untuk kemajuan daerah kita,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai harapan, khususnya terkait peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan yang menjadi potensi utama di wilayah tersebut.


Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intens antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan masyarakat Banyuasin, khususnya di Kecamatan Sumber Marga Telang, sehingga program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.(sn)

Share:

Menanti Profesionalitas di Balik Pelantikan 22 Pejabat Lahat


Oleh Muchtarim Ketua  SMSI Lahat


Pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan daerah merupakan hal yang wajar dalam dinamika birokrasi. Menjelang pelantikan 22 pejabat eselon di Kabupaten Lahat yang dijadwalkan berlangsung besok, tentu publik menaruh perhatian besar terhadap arah kebijakan yang akan diambil ke depan.


Muchtarim Sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lahat, saya memandang bahwa rotasi dan mutasi jabatan ini hendaknya tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, tetapi harus benar-benar didasarkan pada prinsip profesionalitas, kompetensi, serta integritas. 


Penempatan pejabat yang tepat akan sangat menentukan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.


Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. 


Pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, bekerja cepat, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk dari insan pers.


Peran media siber sebagai mitra strategis pemerintah sangat penting dalam mengawal kebijakan publik. Oleh karena itu, kami berharap pejabat yang baru nantinya dapat menjalin komunikasi yang baik dengan media, sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan secara utuh, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Selain itu, pergantian kepala dinas harus menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi, bukan sekadar kepentingan tertentu. Masyarakat tentu berharap figur-figur yang dilantik benar-benar memiliki rekam jejak yang baik dan mampu membawa inovasi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).


Kami di SMSI Lahat akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif. Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, sekaligus akan tetap kritis terhadap hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.


Akhirnya, pelantikan 22 pejabat ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam membangun Kabupaten Lahat yang lebih maju, transparan, dan berdaya saing. Kepercayaan yang diberikan kepada para pejabat harus dijawab dengan kinerja nyata, bukan sekadar seremonial jabatan.(sn)

Share:

Kuasa Hukum Mendesak: Penyerahan Tersangka Penganiayaan Istri Alm Agus Hubya dan Barang Bukti, Tak Boleh Berlarut


Kuasa Hukum Mendesak: Penyerahan Tersangka Penganiayaan Istri Alm Agus Hubya dan Barang Bukti, Tak Boleh Berlarut


LUBUK LINGGAU. SININEWS.COM — Kuasa hukum pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana penganiayaan menyampaikan apresiasi atas langkah Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau yang telah menyatakan berkas perkara dengan tersangka SITI SAMSIAH SIREGAR BINTI MANGA RAJA lengkap (P-21).

“Kami menghargai profesionalitas jaksa penuntut umum yang akhirnya menyatakan berkas perkara ini lengkap sehingga dapat segera dilanjutkan ke tahap penuntutan,” ujar kuasa hukum pelapor Badai Beni Kuswanto, S.H., M.H., C.I.L., C.P.L dan rekan di Kantor BBKLAW.


Meski demikian, pihaknya juga menyoroti dugaan proses penanganan perkara yang sebelumnya sempat mengalami dinamika antara penyidik Polres Lubuk Linggau dan pihak kejaksaan.


Menurutnya, berkas perkara sempat bolak-balik antara penyidik dan jaksa untuk dilengkapi sesuai petunjuk (P-19). Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lamanya proses hukum yang harus dilalui oleh pelapor.

“Kami memahami bahwa pengembalian berkas adalah bagian dari mekanisme hukum. Namun, kami berharap ke depan koordinasi antara penyidik dan penuntut umum dapat lebih efektif, sehingga tidak terkesan terjadi saling lempar berkas dan justru memperpanjang waktu penanganan perkara,” tegasnya.


Kuasa hukum pelapor juga menekankan pentingnya kepastian hukum bagi korban. Ia berharap dengan dinyatakannya berkas lengkap, proses penyerahan tersangka dan barang bukti dapat segera dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta agar proses tahap II dapat segera dilaksanakan dan perkara ini secepatnya dilimpahkan ke pengadilan, sehingga hak-hak pelapor sebagai korban dapat terpenuhi,” tambahnya.


Pihaknya juga menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga tahap persidangan guna memastikan perkara ini berjalan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (sn)

Share:

Optimasi Pengeboran dengan Berbagai Inovasi, PHR Zona 4 Torehkan Prestasi


Caption : PEP Zona 4 meraih lima penghargaan dari SHU Pertamina berkat pencapaian positif pengeboran sumur migas sepanjang tahun 2025.


Prabumulih. SININEWS.COM – Pertamina EP Zona 4 melakukan upaya maksimal untuk menambah cadangan dan produksi minyak bumi (crude oil) dengan secara strategis dan inovatif pada tahun 2025 lalu. Lebih dari 90 pengeboran dikerjakan untuk mendukung ketahanan energi negeri. Hasilnya, Pertamina EP Zona 4 mencatatkan 27.642 barel minyak per hari (BOPD) dan 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) di akhir tahun 2025.


Atas prestasi inilah, Pertamina EP Zona 4 diganjar lima* penghargaan sekaligus pada Quarterly Development & Production Coordination Meeting untuk Realisasi Kinerja 2025 dan Strategi Pencapaian Target 2026 yang diselenggarakan Pertamina Sub Holding Upstream (SHU) pada 7-11 April 2026 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pertamina Subholding Upstream adalah salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang fokus pada kegiatan hulu migas (eksplorasi dan produksi) di seluruh Indonesia.


General Manager Pertamina EP Zona 4, Djujuwanto, menyatakan bahwa capaian ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi. “PEP Zona 4 terus berinovasi untuk menekan natural decline, bahkan terjadi peningkatan angka produksi. Hal ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pekerja PEP Zona 4 serta dukungan pemerintah dan masyarakat setempat,” jelasnya.


Sebagai energi yang tak terbarukan, produksi minyak bumi pada suatu struktur memang akan mengalami laju penurunan alami (natural decline). Untuk itu, diperlukan pengembangan baru maupun optimasi sumur migas yang sudah ada untuk menjaga produksi nasional stabil.


Strategi yang dipilih PEP Zona 4 dikatakan agresif karena melakukan upaya maksimal untuk mengoptimalkan dan menambah cadangan minyak secara tepat dengan memanfaatkan area di sekitar lapangan yang sudah ada dengan beberapa pendekatan. Di antaranya, pemboran pada struktur geologi yang sama untuk menemukan potensi atau cadangan baru di area yang belum dilakukan pengeboran (step out). Selain itu, mengeksplorasi target yang terletak di dekat infrastruktur produksi yang sudah ada (Near Field) dan mengebor di antara sumur-sumur yang sudah berproduksi dalam satu lapangan yang sama (Interfield Drilling).


Sepanjang 2025, PEP Zona 4 melakukan pengeboran step out/interfield di delapan sumur yang berlokasi di empat struktur, yaitu Abab, Benuang, Mangunjaya, dan Niru. Perusahaan juga melakukan new area development di 9 sumur yang berada di empat struktur, yaitu Lavatera, Lembak Kemang Tapus, Prabumenang, dan Talang Jimar. Di samping itu, PEP Zona 4 melaksanakan pengeboran 82 sumur baru di antara sumur-sumur produksi yang sudah ada.


Keberhasilan berbagai aktivitas pengeboran tersebut menjadi penopang peningkatan produksi minyak dan gas PEP Zona 4 sepanjang 2025 tanpa mengurangi aspek keamanan dan keselamatan. "Keberhasilan ini menjadi fondasi utama dalam mempertahankan baseline produksi di tengah tantangan field yang semakin mature. PEP Zona 4 akan terus melakukan terobosan-terobosan untuk mendukung ketahanan energi nasional dengan tetap mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan," tutup Djudjuwanto.


Prestasi ini menjadi tambahan untuk deretan pencapaian ini melampaui torehan positif tahun sebelumnya. PEP Zona 4 meraih empat penghargaan pada acara serupa yang diselenggarakan tahun 2025 atas performa pengeboran di 2024.


Daftar Penghargaan yang Diraih Pertamina EP Zona 4

* The Most Aggresive Development Step Out, Near Field, and Interfield Drilling

* The Most Attractive Development Step Out, Near Field, and Interfield Drilling Proposal

* The Most Sustainable Investment Proposal

* The Best DWI Breakthrough Improvement Initiatives

* The Best Achievement in Subsurface Drilling Performance. (sn)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts