Pasca Pembatalan Konferkap III oleh PWI Pusat, PWI Sumsel Bentuk Plt Persiapkan Konferkap IV


Pasca Pembatalan Konferkap III oleh PWI Pusat, PWI Sumsel Bentuk Plt Persiapkan Konferkap IV




Palembang Sumsel, sininews.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat menindaklanjuti keputusan Pengurus Pusat (PP) PWI terkait pembatalan Konferensi III PWI Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Sebagai langkah awal, PWI Sumsel menunjuk Ishak Nasroni.,SH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI OKU Selatan untuk memimpin roda organisasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkap) IV PWI OKU Selatan. Senin (03/08/2026)


Penunjukan Plt tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Keputusan PP PWI Nomor 732/PWI-P/LXXX/VII/2026 tertanggal 10 Juli 2026 tentang Pembatalan Konferensi III PWI Kabupaten OKU Selatan.


Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PWI Akhmad Munir, Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh, dan Sekretaris Jenderal M. Selamet Susanto itu ditegaskan bahwa pelaksanaan Konferensi III PWI OKU Selatan pada 23 Juni 2026 dinyatakan batal karena tidak sesuai dan bertentangan dengan ketentuan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta Peraturan Organisasi (PO) PWI.


Pengurus PWI Pusat juga memutuskan agar konferensi tersebut diulang paling lambat enam bulan sejak diterbitkannya surat keputusan, serta menugaskan PWI Provinsi Sumatera Selatan untuk segera membentuk Pelaksana Tugas (Plt) guna mempersiapkan pelaksanaan Konferkap sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.


Ketua PWI Sumatera Selatan Kurnaidi menegaskan, penunjukan Ishak Nasrullah sebagai Plt Ketua PWI OKU Selatan merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.


"Kami menjalankan keputusan Pengurus Pusat PWI. Penunjukan saudara Ishak Nasroni sebagai Plt Ketua PWI OKU Selatan bertujuan memastikan roda organisasi tetap berjalan sekaligus mempersiapkan Konferkap IV sesuai AD, ART, dan Peraturan Organisasi PWI," kata Kurnaidi.


Menurutnya, Plt memiliki tugas utama melakukan konsolidasi internal, menata administrasi organisasi, memverifikasi keanggotaan sesuai ketentuan, serta membentuk kepanitiaan hingga menyiapkan seluruh tahapan pelaksanaan Konferkap IV.


"Target kami adalah menghadirkan Konferkap IV yang demokratis, tertib, transparan, dan memiliki legitimasi penuh sesuai aturan organisasi. Semua tahapan harus berjalan dengan baik agar menghasilkan kepengurusan yang sah dan diterima seluruh anggota," tegas Kurnaidi.


Ia juga mengajak seluruh anggota PWI OKU Selatan untuk mengedepankan persatuan dan menjaga marwah organisasi selama proses persiapan konferensi berlangsung.


"Mari kita hormati keputusan Pengurus Pusat. Saatnya seluruh anggota bersatu, mengakhiri perbedaan, dan bersama-sama menyukseskan Konferkap IV demi kemajuan PWI OKU Selatan," ujarnya.


Dengan telah ditunjuknya Ishak Nasroni sebagai Plt Ketua PWI OKU Selatan, proses persiapan Konferkap IV resmi dimulai. PWI Sumsel optimistis seluruh tahapan dapat terlaksana sesuai jadwal dan ketentuan organisasi, sehingga kepengurusan definitif PWI OKU Selatan segera terbentuk melalui konferensi yang sah, tertib, dan berlandaskan aturan organisasi. (sn)

Share:

DPRD PALI Gelar Reses di Penukal Utara, Aspirasi Masyarakat Siap Diperjuangkan

DPRD PALI Gelar Reses di Penukal Utara, Aspirasi Masyarakat Siap Diperjuangkan



PALI-SiniNews.Com– Anggota DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Penukal Utara menggelar Reses II Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Kecamatan Penukal Utara, Desa Prabumenang, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan, pelayanan publik, dan kebutuhan prioritas di wilayahnya.


Reses yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri tiga anggota DPRD PALI Dapil III, yakni H. Amran, SH dari Partai Bulan Bintang (PBB), Maulani, S.M. dari Partai Golkar, dan Ragil Saputra, SH dari PDI Perjuangan. Turut hadir Camat Penukal Utara Fahrudin, S.Psi., Kapolsek Penukal Utara IPDA Budi Anhar, S.H., M.Si., Kepala Puskesmas Tanjung Baru, Kepala Puskesmas Tempirai, para kepala desa se-Kecamatan Penukal Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai desa.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa, sambutan Camat Penukal Utara, sambutan perwakilan anggota DPRD, dilanjutkan penyampaian aspirasi masyarakat, tanggapan anggota DPRD, sesi tanya jawab, hingga penutupan.


Dalam sambutannya, Camat Penukal Utara Fahrudin, S.Psi. mengajak masyarakat memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas pembangunan.


"Saya berharap seluruh masyarakat dapat menyampaikan usulan dan permasalahan yang benar-benar menjadi kebutuhan di desa masing-masing sehingga dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan Kabupaten PALI," ujar Fahrudin.


Mewakili anggota DPRD PALI Dapil III, Ragil Saputra, SH menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan program pembangunan daerah.


"Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tampung dan kami perjuangkan melalui mekanisme DPRD agar dapat menjadi bagian dari Pokok-pokok Pikiran DPRD serta direalisasikan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah," kata Ragil.


Kapolsek Penukal Utara IPDA Budi Anhar, S.H., M.Si. mengatakan pihaknya melakukan pengamanan dan monitoring selama kegiatan berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib.


"Polsek Penukal Utara akan terus mendukung setiap kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan dengan memberikan pengamanan secara maksimal. Alhamdulillah, pelaksanaan Reses II DPRD Kabupaten PALI Dapil III di Kecamatan Penukal Utara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara pemerintah, DPRD, TNI-Polri, serta masyarakat harus terus dipertahankan demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif," ujar IPDA Budi Anhar.


Kegiatan reses berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam situasi aman, tertib, dan lancar. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan penyusunan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD sebagai bagian dari perencanaan pembangunan Kabupaten PALI agar program yang disusun semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(SN/Perry)

Share:

Reses II DPRD PALI Dapil VI Serap Aspirasi Warga Tanah Abang, Fokus Pembangunan Daerah

 

Reses II DPRD PALI Dapil VI Serap Aspirasi Warga Tanah Abang, Fokus Pembangunan Daerah



PALI-SiniNews.Com – Anggota DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kecamatan Tanah Abang menggelar Reses II Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan usulan pembangunan secara langsung kepada para wakil rakyat.


Reses yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dihadiri lima anggota DPRD PALI Dapil VI, yakni M. Rizal, S.Pd., M.Pd., Syarif Hidayatullah, S.Tr.M., MM, Sarnubi, ST, Afriansyah, SKM, dan Adi Warsito, ST. Turut hadir Camat Tanah Abang Dadang Afriandi, SH., M.Si., unsur Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Tanah Abang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, insan pers, serta perwakilan Polsek Tanah Abang.


Dalam sambutannya, Camat Tanah Abang Dadang Afriandi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum reses sebagai sarana menyampaikan kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas di desa masing-masing.


"Saya berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten PALI yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Dadang.


Sementara itu, mewakili anggota DPRD PALI Dapil VI, Sarnubi, ST menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan program pembangunan daerah.


"Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami tampung dan kami perjuangkan melalui mekanisme DPRD agar dapat menjadi bagian dari Pokok-pokok Pikiran DPRD serta masuk dalam perencanaan pembangunan daerah," kata Sarnubi.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH mengatakan pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan monitoring selama kegiatan berlangsung guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan kondusif.


"Polsek Tanah Abang berkomitmen memberikan pengamanan pada setiap kegiatan masyarakat maupun pemerintahan. Alhamdulillah, pelaksanaan Reses II DPRD Kabupaten PALI Dapil VI di Desa Sedupi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, TNI-Polri, dan masyarakat terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kecamatan Tanah Abang," tegas AKP Arzuan.


Kegiatan reses diisi dengan sesi penyampaian aspirasi dan tanya jawab antara masyarakat dengan anggota DPRD. Berbagai usulan pembangunan, pelayanan publik, hingga kebutuhan infrastruktur menjadi pokok pembahasan dalam forum tersebut. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan penyusunan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD sebagai bagian dari perencanaan pembangunan Kabupaten PALI.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.15 WIB. Selama pelaksanaan reses, personel Polsek Tanah Abang melaksanakan pengamanan dan monitoring sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (SN/Perry)

Share:

Sekda Sumsel Edward Candra Putera Puteri Sriwijaya Harus Mampu Bawa Sumsel Go Internasional


Sekda Sumsel Edward Candra Putera Puteri Sriwijaya Harus Mampu Bawa Sumsel Go Internasional


PALEMBANG, sininews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri malam Grand Final Putera Puteri Sriwijaya 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (31/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Sekda Sumsel menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan budaya serta potensi pariwisata Sumatera Selatan hingga ke tingkat internasional.


Edward Candra mengatakan Sumatera Selatan merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya sebagai bagian dari peradaban Nusantara. Berbagai warisan budaya, seperti Tari Gending Sriwijaya dan kain songket, menjadi identitas daerah yang harus terus dijaga di tengah derasnya perkembangan zaman.


"Sumsel memiliki sejarah budaya yang panjang di Nusantara. Misalnya Tari Gending Sriwijaya dan songket. Hal ini harus terus kita lestarikan meskipun perkembangan zaman begitu cepat," ujarnya.


Menurut Edward, Putera Puteri Sriwijaya mengemban tugas yang tidak ringan karena menjadi representasi daerah dalam memperkenalkan budaya, adat istiadat, serta potensi pariwisata Sumatera Selatan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, para finalis dituntut memiliki pemahaman yang baik mengenai perkembangan pembangunan yang telah dan sedang dilakukan pemerintah, khususnya di sektor pariwisata.


Ia juga mengingatkan bahwa Putera Puteri Sriwijaya harus memiliki wawasan yang luas terhadap perkembangan dunia global agar mampu bersaing serta menjadi duta daerah yang membanggakan. Selain itu, mereka diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda Sumatera Selatan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.


"Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat mendukung kegiatan ini karena memiliki tujuan yang sangat positif dalam membangun citra Sumsel di masa mendatang. Kepada dewan juri, kami berharap dapat memilih peserta yang benar-benar layak dan mampu membawa nama Sumatera Selatan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, H. Rudi Irawan, mengatakan Grand Final Putera Puteri Sriwijaya 2026 diikuti 34 finalis terbaik yang telah melalui berbagai tahapan seleksi. Menurutnya, para finalis merupakan generasi muda yang dipersiapkan menjadi wajah Sumatera Selatan di masa depan.


"Mereka telah menjalani masa karantina sejak Senin, 27 Juli 2026," katanya.


Selama masa karantina, para finalis dibekali berbagai materi, terutama mengenai adat istiadat, sejarah, dan budaya Sumatera Selatan sebagai bekal untuk menjadi duta daerah yang berkompeten.(sn)

Share:

Gerak Cepat.! Kurang dari 24 Jam Polres PALI Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Buruh Harian

Gerak Cepat.! Kurang dari 24 Jam Polres PALI Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Buruh Harian



PALI-SiniNews.Com– Satreskrim Polres PALI berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dalam waktu kurang dari 24 jam. Terduga Pelaku berinisial YLS berhasil ditangkap di kawasan hutan Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.


Keberhasilan tersebut disampaikan dalam kegiatan press release yang dipimpin Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Suprawira, S.H., M.Si., di Lobby Mapolres PALI, Senin (3/8/2026).


Kasus itu bermula dari peristiwa penikaman yang terjadi pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di pinggir jalan depan Pasar Turunan Gajah, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara. Korban, Handika Bin Herdianto (25), seorang buruh harian lepas asal Desa Tempirai Utara, mengalami satu luka tusuk di bagian perut sebelah kiri hingga meninggal dunia.


Berdasarkan hasil penyelidikan, sebelum kejadian korban bersama tiga rekannya sedang berkumpul di lokasi. Mereka kemudian menegur pelaku yang melintas karena merasa curiga terhadap orang yang tidak dikenal tersebut. Saat salah seorang rekan korban memegang lengan pelaku, terjadi cekcok hingga pelaku mengeluarkan sebilah pisau dari pinggang kirinya dan menusuk korban satu kali sebelum melarikan diri ke dalam hutan.


Mendapat laporan kejadian, Kasat Reskrim Polres PALI IPTU Dobi Hariyandri Pratama, S.Tr.K., M.Si., langsung mengerahkan Tim Opsnal Beruang Hitam bersama Unit Reskrim Polsek Penukal Utara melakukan olah tempat kejadian perkara, penelusuran rekaman CCTV, serta penyisiran di kawasan kebun dan hutan.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.45 WIB keesokan harinya, pelaku berhasil ditemukan dan ditangkap di dalam hutan Desa Lubuk Tampui berikut barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan saat melakukan penikaman.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polres PALI dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.


"Alhamdulillah, kurang dari 24 jam pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat dan sinergi personel Satreskrim Polres PALI bersama Polsek Penukal Utara. Kami akan menuntaskan proses penyidikan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar AKBP Januar.


Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak pidana kepada kepolisian serta tidak mengambil tindakan yang dapat memicu terjadinya kekerasan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.Apabila diperlukan, naskah ini juga dapat diubah menjadi rilis resmi Humas Polres PALI atau berita media online dengan gaya yang lebih tajam dan SEO-friendly.(SN/Perry).

Share:

Herman Deru Sambut Ketum Golkar Bahlil di Musda XI Golkar Sumsel, Dukung Penguatan Sinergi untuk Pembangunan Daerah


Herman Deru Sambut Ketum Golkar Bahlil di Musda XI Golkar Sumsel, Dukung Penguatan Sinergi untuk Pembangunan Daerah


Palembang, sininews.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan yang secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026). Pada kesempatan tersebut, Herman Deru turut didampingi Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang.


Musda XI Golkar Sumsel menjadi Musda terakhir dari rangkaian pelaksanaan Musda Partai Golkar di seluruh Indonesia sekaligus merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi Partai Golkar di tingkat provinsi.


Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Musda memiliki tiga agenda utama, yaitu mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, merumuskan program kerja ke depan, serta memilih Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan yang baru.


Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar harus tetap menjadi garda terdepan dalam mendukung setiap program pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, komitmen tersebut harus terus dijaga oleh seluruh kader Partai Golkar.


"Golkar merupakan partai yang mengusung pemerintahan saat ini. Karena itu, seluruh kader harus terus berada di tengah masyarakat dan bekerja nyata untuk mendukung berbagai program pembangunan," ujarnya.


Ia juga menyinggung besarnya potensi sektor energi di Sumatera Selatan, khususnya keberadaan sumur minyak rakyat. Dari sekitar 45 ribu sumur minyak rakyat di Indonesia, sekitar 25 ribu di antaranya berada di Sumatera Selatan.


Menurut Bahlil, pemerintah melalui regulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberikan kepastian hukum terhadap pengelolaan sumur minyak rakyat sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan produktif.


Selain itu, ia mengingatkan seluruh kader Partai Golkar agar tidak cepat berpuas diri, melainkan terus memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kerja-kerja politik di tengah masyarakat.


"Saya minta seluruh kader dan pengurus terus melakukan konsolidasi. Jangan bosan turun ke masyarakat, karena kekuatan Golkar lahir dari kerja nyata," tegasnya.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum Partai Golkar yang secara langsung membuka Musda XI Golkar Sumsel.


Menurut Herman Deru, kehadiran Bahlil Lahadalia menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Sumatera Selatan, terlebih pelaksanaan Musda berlangsung menjelang berbagai agenda politik ke depan.


Ia juga menilai Partai Golkar di Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai partai yang terbuka, bersahabat, serta mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai kalangan masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, Herman Deru turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kebijakan legalisasi sumur minyak rakyat yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumatera Selatan. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan kepastian hukum dan meningkatkan aspek keselamatan kerja, tetapi juga membuka peluang terciptanya puluhan ribu lapangan pekerjaan.


"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap kebijakan ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.


Herman Deru juga berharap Musda XI Partai Golkar Sumatera Selatan mampu menghasilkan kepemimpinan baru yang dapat memperkuat sinergi antara Partai Golkar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, Wihaji, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Golkar yang telah berkenan hadir dan membuka secara langsung Musda XI Partai Golkar Sumatera Selatan.


Ia berharap Musda XI Golkar Sumsel dapat berlangsung dengan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik demi kemajuan Partai Golkar di Sumatera Selatan.(sn)

Share:

Suhartini Ubah Pinang Jadi Penggerak Ekonomi Desa Sukakarya Musi Rawas


Caption : Suhartini bersama Pertamina EP Pendopo Field mendorong pemberdayaan perempuan di Desa Sukakarya, Musi Rawas, melalui pengolahan pinang menjadi produk bernilai ekonomi


Musi Rawas, sininews.com – Di sebuah desa bernama Sukakarya di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, buah pinang bukan sekadar komoditas. Pinang menjadi saksi perjuangan seorang perempuan bernama Suhartini membangkitkan perekonomian di tanah kelahirannya.


Sukakarya merupakan sebuah desa kecil yang berjarak 21 km dari pusat Musi Rawas. Sekitar 1.842 orang penduduknya dalam usia produktif, tetapi 847 orang di antaranya (45,89 persen) tidak bekerja. Di desa itu, 584 orang atau 69 persen penduduknya adalah perempuan yang rentan secara sosial dan ekonomi. Sebagian dari mereka berpendidikan rendah dan terpaksa menikah di usia dini. Sebagian lainnya terpaksa harus bekerja sebagai pekerja migran.


Kondisi ini membuat Suhartini resah. Dia ingin membuat perubahan di Sukakarya. Keinginan tersebut perlahan terwujud usai ia mengikuti pelatihan pertanian dan kewirausahaan pada 2018 di Lahat, Sumatera Selatan. Sepulangnya dari Lahat, Suhartini membawa bekal ilmu budidaya tanaman dan kewirausahaan. Ia pun bertekad memanfaatkan ilmu tersebut untuk memberdayakan perempuan-perempuan di Sukakarya yang selama ini dipandang sebelah mata.


Suhartini pun mengumpulkan 15 orang perempuan di desa itu dan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Langkah pertama mereka adalah melakukan budidaya jahe di dalam polybag. Opsi ini dipilih karena Sukakarya sering dilanda banjir, sehingga tanaman di kebun dan sawah berpotensi gagal panen saat musim hujan.


Dengan modal patungan Rp10 ribu per orang, mereka memulai budidaya jahe. Sekitar 3.000 bibit jahe ditanam di dalam polybag. Setelah panen, jahe-jahe tersebut diolah menjadi bandrek. KWT Melati berkembang perlahan. Akan tetapi, Suhartini menyadari KWT Melati bisa berdampak lebih besar bila menggarap potensi lokal yang sudah ada. Pohon pinang jawabannya.


Sebagian warga desa tersebut memiliki kebun pohon pinang. Namun, warga Sukakarya tidak menggarap pinang dengan serius karena harga jual yang rendah di tengkulak. Berkisar Rp4.000 per kg. Padahal, harga pinang di pasar global rata-rata Rp19 ribu per kg. Warga memilih menebang pohon pinang untuk dijual saat musim lomba 17 Agustusan karena lebih menguntungkan.


Niat Suhartini memperluas dampak baik KWT Melati mulai terwujud pada 2021. Saat itu, PT Pertamina Pendopo Field membuat program Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG).


Ibu-ibu KWT Melati mendapatkan pelatihan teknis di bidang pertanian dan pengolahan pinang dari PEP Pendopo yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Mereka juga dibimbing untuk melakukan diversifikasi produk serta peningkatan produksi olahan pinang.


Suhartini dan para perempuan di KWT Melati mampu memproduksi sekitar 900 kg pinang kering dan 200-300 kg pinang muda per bulan dari lahan 15 hektare di desa itu. Pinang-pinang tersebut diolah menjadi sejumlah produk, seperti kopi pinang, bandrek pinang dan permen pinang. Sementara itu, daun pinang dimanfaatkan sebagai pewarna eco-print.


Selain karena kegigihan Suhartini, produk-produk KWT Melati melejit saat momentum pandemi Covid-19. Tingkat konsumsi masyarakat terhadap minuman herbal meningkat kala itu. Racikan jahe dan pinang Suhartini laris manis dijual ke berbagai daerah.


Saat ini, KWT Melati mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp. 8 juta per bulan dari pengolahan pinang. Setiap anggota yang terlibat dalam proses produksi diupah Rp12.500 per kg. Mereka juga memiliki hak untuk meminjam uang kas kelompok untuk kepentingan pribadi, seperti biaya sekolah anak hingga hajatan keluarga. KWT Melati yang semula hanya beranggotakan 12 orang, sekarang sudah memiliki 30 orang anggota.


"Perempuan di Desa Sukakarya sekarang dipandang sebagai orang-orang yang berkemampuan, bukan lagi sebagai penerima belas kasihan. Kami membantu ekonomi keluarga dan desa melalui kemampuan kami mengolah potensi pinang dan tanaman herbal lainnya," ucap Suhartini.


Kiprah Suhartini membawa KWT Melati terus naik kelas. Kelompok ini menjadi langganan undangan pameran di tingkat kabupaten/kota dan provinsi di Sumatera Selatan. KWT Melati juga beberapa kali menghadiri undangan pameran produk UMKM tingkat nasional serta internasional.


Suhartini juga meraih sejumlah penghargaan berkat inspirasi yang diberikan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendapuk Suhartini sebagai satu dari 20 pahlawan lokal pada Local Heroes Inspiration Award 2024.


Suhartini tak mau sukses sendirian. Ia aktif memberi pelatihan kepada perempuan-perempuan muda di daerahnya. Ia juga sering memberi pelatihan bagi perempuan-perempuan di kelompok lain, baik di Musi Rawas atau daerah-daerah lainnya.


"Saya ingin semua perempuan percaya bahwa perempuan bukan kelas kedua. Kami perempuan dan kami bisa memberi dampak baik bagi sekitar," ujar Suhartini.


Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal menyampaikan ketekunan Suhartini menjadi bukti bahwa perempuan bisa memimpin kemajuan bila diberi ruang setara. Kegigihan Suhartini menginspirasi perusahaan untuk terus berkomitmen tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.


"PEP Pendopo Field dan PHR berkomitmen untuk terus menciptakan ruang-ruang kesetaraan tersebut melalui program CID seperti GEMILANG agar lahir Suhartini-Suhartini lainnya," ujar Iwan.


*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.  PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (sn)

Share:

Firdaus Hasbullah, SH., MH., Wakil Ketua DPRD PALI Desak Satpol PP Segel Pabrik Sawit Diduga Tanpa Izin di Talang Ubi

 

Firdaus Hasbullah, SH., MH., Wakil Ketua DPRD PALI Desak Satpol PP Segel Pabrik Sawit Diduga Tanpa Izin di Talang Ubi



TALANG UBI-SiniNews.Com — Adanya dugaan operasional pabrik kelapa sawit di wilayah Kecamatan Talang Ubi yang disinyalir belum mengantongi izin lengkap memantik reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Wakil Ketua DPRD Kab. PALI Firdaus Hasbullah, SH., MH., sering di sapa FH ini menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan tersebut. Pabrik tersebut diduga kuat belum melengkapi dokumen krusial seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Izin Lingkungan, hingga perizinan usaha resmi lainnya.



Pihak DPRD PALI menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan fungsi utama lembaga legislatif, khususnya di bidang pengawasan.


"Kami di DPRD memiliki tiga fungsi utama: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan. Dalam fungsi pengawasan ini, kami tidak bisa diam. Negara ini adalah negara hukum. Siapapun investornya, sebesar apapun modalnya, wajib tunduk pada aturan yang berlaku di Republik ini dan di daerah kita," tegas pimpinan DPRD PALI.


Minta Satpol PP Segera Ambil Tindakan Tegas

Menanggapi dugaan pelanggaran tersebut, DPRD Kab. PALI meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret di lapangan.


Poin-poin penegakan hukum yang didorong oleh DPRD PALI antara lain:


Sidak Mendadak: Melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pabrik kelapa sawit di Talang Ubi.


Penyegelan Sementara: Melakukan penutupan atau penyegelan sementara jika terbukti belum mengantongi izin operasional.


Koordinasi Lintas Sektor: Bekerja sama secara intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Aparat Penegak Hukum (APH).



DPRD PALI menggarisbawahi bahwa pihak legislatif tidak pernah anti terhadap masuknya investasi di daerah. Namun, keabsahan hukum dan perlindungan terhadap lingkungan serta masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.


"Kami di DPRD siap mendukung penuh penegakan aturan ini. Kita tidak anti investasi, tetapi investasi harus taat aturan, berpihak pada masyarakat, dan tidak merusak lingkungan," lanjutnya.


DPRD PALI juga mengingatkan agar iklim investasi di Kabupaten PALI tidak ternoda oleh ulah oknum pelaku usaha yang mengabaikan regulasi.


"Jangan sampai karena satu perusahaan nakal, nama baik iklim investasi di PALI jadi rusak. Masyarakat Talang Ubi berhak untuk hidup sehat, aman, dan nyaman," tutupnya.(SN/Perry)

Share:

Kerap Terjadi Tawuran di Simpang Lima Pendopo, Ulah Sekelompok Remaja Resahkan Warga PALI

 

Kerap Terjadi Tawuran di Simpang Lima Pendopo, Ulah Sekelompok Remaja Resahkan Warga PALI



PALI, Sininews.com -- Ulah sekelompok remaja meresahkan warga di Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lantaran kerap menimbulkan keributan bahkan terjadi tawuran yang lokasimya sering di pusat ibukota yakni di Simpang Lima Pendopo.


Seperti yang beredar di media sosial baru-baru ini, ulah puluhan remaja melakukan tawuran di Simpang Lima Pendopo yang diduga terjadi pada dinihari.


Bukan hanya itu, puluhan remaja juga dinilai warga sekitar sudah mengganggu kenyamanan dengan kendaraan bermotor yang berkeliling di seputaran Simpang Lima Pendopo.


Warga pun meminta kepolisian untuk menertibkan dan melakukan patroli rutin pada titik rawan tawuran dan aksi mirip geng motor.


Dari unggahan akun Facebook Dogan Anandi Arkhan menyebut bahwa dirinya gemetar menyaksikan aksi remaja yang melakukan tawuran serta berkeliling mengendarai sepeda motor.


Akun Facebook tersebut menampilkan video aksi puluhan remaja tersebut yang memang sudah mengganggu kenyamanan masyarakat.


Ada juga beredar video aksi tawuran di Simpang Lima yang melibatkan puluhan remaja.


Pada unggahan video tersebut, terdengar suara warga meminta aparat hukum atau kepolisian turun tangan.(sn/perry)

Share:

Jaga Keamanan Warga, Satlantas Polres PALI Gelar Patroli Subuh di Kawasan Masjid Syuhada

Jaga Keamanan Warga, Satlantas Polres PALI Gelar Patroli Subuh di Kawasan Masjid Syuhada



PALI-SiniNews.Com– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres PALI menggelar patroli subuh pada Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 04.00 WIB sebagai upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) sekaligus mengantisipasi tindak kriminalitas serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres PALI.


Patroli dilaksanakan di kawasan Masjid Syuhada yang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat pada waktu subuh. Kegiatan dipimpin personel Satlantas Polres PALI, yakni BRIPTU Jos Marico dan BRIPTU Jhon Pratama Putra, S.H., dengan mengedepankan pendekatan preventif dan pelayanan kepada masyarakat.


Selama patroli berlangsung, petugas memantau kondisi arus lalu lintas untuk memastikan situasi tetap aman dan lancar. Personel juga memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Selain itu, polisi melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor (3C), serta potensi kecelakaan lalu lintas.


Kehadiran personel Satlantas pada jam-jam rawan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang memulai aktivitas sejak dini hari, termasuk warga yang melaksanakan ibadah salat Subuh.


Kasatlantas Polres PALI AKP Selda Audina, S.Tr.K., M.H., mengatakan patroli subuh merupakan bagian dari pelayanan rutin kepolisian untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif.


"Patroli subuh kami laksanakan untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta potensi kejahatan 3C, sekaligus memastikan masyarakat merasa aman saat beraktivitas di pagi hari," ujar AKP Selda Audina.


Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu menaati peraturan lalu lintas. Dengan disiplin berkendara, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua," katanya.


Melalui patroli subuh yang dilakukan secara rutin, Satlantas Polres PALI berharap kehadiran polisi di lapangan dapat memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun tindak kriminalitas di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts