Bobol Kaca Mobil di Pasar Bhayangkara, Polisi Ungkap Kasus Pencurian HP

Bobol Kaca Mobil di Pasar Bhayangkara, Polisi Ungkap Kasus Pencurian HP


PALI-SiniNews.Com– Unit Reskrim Polsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di kawasan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AS (28), warga Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Kasus pencurian itu terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB, di parkiran ruko H. Jayari, Pasar Atas, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi.


Peristiwa bermula saat korban, Soleh Effendi (30), sedang berbelanja di Pasar Bhayangkara. Korban memarkirkan mobil Daihatsu Grand Max miliknya di depan ruko H. Jayari.


Saat meninggalkan kendaraan, korban meletakkan satu unit handphone merek Infinix warna Coral Bold di atas dashboard sebelah kiri mobil. Kendaraan dalam kondisi terkunci, namun kaca jendela pintu kiri depan terbuka sekitar lima sentimeter.


Ketika kembali ke mobil, korban mendapati handphone miliknya telah hilang. Selain itu, bagian talang air kaca jendela pintu kiri depan mobil dalam kondisi rusak.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,15 juta dan kemudian melaporkannya ke Polsek Talang Ubi.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Talang Ubi melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengetahui keberadaannya.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H. kemudian memerintahkan Unit Reskrim yang dipimpin Ipda Suryadinata, S.Psi., M.Si. untuk melakukan penangkapan.


AS akhirnya berhasil diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Ia diduga merusak talang air mobil korban agar dapat memasukkan tangannya melalui celah kaca untuk mengambil handphone yang berada di atas dashboard.


Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa satu unit handphone merek Infinix warna Coral Bold milik korban, lengkap dengan kotaknya, serta satu unit talang air jendela kaca sebelah kiri mobil Grand Max milik korban.


Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Talang Ubi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.


Polsek Talang Ubi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, penyitaan barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (SN/Perry).

Share:

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata


*CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata*


Tanjung Enim, SININEWS.COM – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan melalui Continuous Improvement Project (CIP) Award 2026.


CIP Award merupakan program apresiasi sekaligus kompetisi yang memberikan penghargaan atas implementasi Continuous Improvement Project (CIP) terbaik dari berbagai divisi. Proyek yang telah dilaksanakan selama periode 2025 tersebut dinilai melalui proses yang komprehensif dan terstandarisasi untuk mengidentifikasi inisiatif yang memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.


Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi insan Bukit Asam untuk meningkatkan kualitas eksekusi proyek, mengembangkan gagasan inovatif, serta mengasah kemampuan dalam menyampaikan hasil melalui storytelling. Berbagai praktik unggulan yang dihasilkan juga diharapkan dapat dibagikan dan direplikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh unit kerja lainnya.


Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyempurnakan proses kerja menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika bisnis.


“Continuous improvement tidak berhenti pada lahirnya sebuah ide, tetapi bagaimana gagasan tersebut diterapkan secara konsisten, menghasilkan dampak nyata, dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Karena itu, CIP Award menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang untuk berbagi praktik terbaik yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Eko.


Menurut Eko, keterlibatan seluruh insan perusahaan menjadi kunci dalam membangun lingkungan kerja yang inovatif. Setiap gagasan, baik yang berkaitan dengan operasional maupun proses bisnis, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang lebih efektif.


“Semangat untuk berinovasi dan menyempurnakan cara kerja perlu hadir dalam keseharian. Semakin banyak gagasan yang dikembangkan, diuji, dan diterapkan, semakin besar pula peluang perusahaan menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan kualitas proses bisnis,” katanya.


Ketua TIBIA, Tegar Resdiansyah, mengatakan ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta pembelajaran dari berbagai inisiatif yang telah dijalankan.


“CIP Award menjadi ruang bagi insan PTBA untuk menunjukkan inisiatif yang telah memberikan dampak sekaligus berbagi pembelajaran dengan rekan-rekan di unit kerja lain. Kami berharap kompetisi ini semakin menumbuhkan semangat untuk menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Tegar.


Sementara itu, Koordinator CIP Award TIBIA, Dian Lazuardy BA, menjelaskan bahwa proses penilaian mencakup berbagai aspek, tidak hanya hasil akhir proyek. Penilaian dilakukan secara komprehensif dan terstandarisasi agar setiap improvement dapat dievaluasi secara objektif. 


“CIP Awards 2026 merupakan ajang apresiasi dan kompetisi atas implementasi continuous improvement (CIP) terbaik dari seluruh divisi sepanjang tahun 2025, dengan penilaian yang komprehensif dan terstandarisasi yang dinilai oleh juri eksternal maupun internal. Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas inovasi, eksekusi, storytelling, praktik terbaik (best practice), sekaligus membangun budaya continuous improvement dan kompetisi yang sehat di lingkungan perusahaan,” ujar Dian Lazuardy.


PTBA berharap, pelaksanaan CIP Award 2026 semakin memperkuat kebiasaan untuk mencari cara kerja yang lebih efektif dan menghasilkan solusi secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan transformasi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan penciptaan nilai. Ke depan, ruang kolaborasi dan kompetisi yang sehat akan terus dikembangkan agar gagasan-gagasan terbaik dapat tumbuh menjadi praktik yang memberikan manfaat lebih luas bagi perusahaan.*

Share:

Karhutla di Beruge Darat PALI Padam, Sumber Api Masih Misterius

Karhutla di Beruge Darat PALI Padam, Sumber Api Masih Misterius



PALI-SiniNews.Com – Kebakaran lahan seluas sekitar 6 hektare terjadi di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (11/9/2026). Lahan yang terbakar merupakan area perkebunan dengan jenis tanah semi gambut.


Petugas gabungan langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Hingga penanganan selesai, sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut belum diketahui.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur untuk mencegah api kembali meluas.


“Personel gabungan bersama BPBD, Brimob, Satpol PP dan masyarakat telah melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran lahan. Api sudah berhasil dipadamkan dan situasi saat ini terkendali,” kata Januar.


Menurutnya, kondisi lahan yang merupakan area semi gambut menjadi salah satu perhatian petugas dalam proses pemadaman. Penanganan dilakukan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia serta melakukan pengendalian terhadap titik api agar tidak merambat ke area perkebunan di sekitarnya.


“Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan memastikan titik api benar-benar terkendali. Kami juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi rawan karhutla,” ujarnya.


Dalam pemadaman tersebut, sebanyak 12 personel BPBD PALI dikerahkan. Selain itu, terdapat 5 personel Brimob, 5 personel Satpol PP, 3 personel kepolisian dan 7 warga yang turut membantu proses pemadaman di lapangan.


Petugas juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya satu unit mobil angkut personel BPBD, satu mobil tangki BPBD, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pertamina, satu mobil angkut personel Satpol PP, 10 selang dan satu unit nozzle.


TRC Posko Karhutla Posko Induk BPBD Kabupaten PALI bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, tim bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.


Setelah dilakukan penanganan secara terpadu, api dinyatakan padam. Petugas tetap melakukan pengendalian di area terdampak untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.(SN/Perry).

Share:

Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik Jadi Kreasi Bernilai Tambah

Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik Jadi Kreasi Bernilai Tambah


Tanjung Enim- SININEWS.COM- 10 September 2026  Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), terus mendorong pengembangan kreativitas dan keterampilan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan aplikatif. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik berbentuk kue yang dilaksanakan di Rumah BUMN Bukit Asam.


Pelatihan yang mengusung tema “Boost Your Creativity!” ini diikuti oleh 20 peserta terpilih. Para peserta berkesempatan mengenal proses pembuatan lilin aromatik sekaligus mengasah kreativitas dalam menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai estetika serta potensi ekonomi.


Dalam pelaksanaannya, peserta terlibat langsung dalam berbagai tahapan pembuatan, mulai dari pembentukan lilin, pemilihan warna dan desain, hingga pemberian aroma. Konsep lilin berbentuk kue dipilih untuk menghasilkan produk yang menarik secara visual serta memiliki nilai dekoratif dan fungsional.


Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA, Weny Yuliastuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam belajar, mengembangkan keterampilan, serta mengeksplorasi potensi usaha.


“Melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik ini, kami berharap peserta tidak berhenti pada keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, tetapi dapat terus mengeksplorasi ide dan mengembangkan karya yang telah dibuat. Dengan kreativitas dan inovasi, produk sederhana dapat memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Weny.


Menurutnya, inovasi menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan produk yang memiliki daya tarik dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Karena itu, selain keterampilan teknis, peserta juga didorong untuk melihat peluang pengembangan produk dari sisi desain, kemasan, inovasi, hingga pemasaran.


Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam setiap tahapan pembuatan. Selain menghasilkan karya secara mandiri, peserta juga diajak mengeksplorasi berbagai ide melalui pemanfaatan bahan dan teknik sederhana.


Weny menambahkan, melalui Rumah BUMN Bukit Asam, PTBA terus berupaya menyediakan ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya di bidang kreativitas dan keterampilan produktif. 


“Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta terhadap pengembangan produk bernilai tambah yang selanjutnya dapat dikembangkan melalui variasi desain, inovasi produk, maupun strategi pemasaran,” tutupnya.(SN)

Share:

Cegah Karhutla di PALI, Polisi Dorong Warga Manfaatkan Karet Tua

Cegah Karhutla di PALI, Polisi Dorong Warga Manfaatkan Karet Tua


PALI-SiniNews.Com – Polsek Tanah Abang menggelar sosialisasi dan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (11/9/2026). Warga diingatkan tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga 14.30 WIB. Sosialisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menggunakan api saat membuka lahan atau kebun.


“Kapolsek Tanah Abang diwakili Aipda Asep Mulyana bersama anggota melaksanakan sosialisasi dan patroli kepada masyarakat Desa Tanah Abang Jaya. Kami mengingatkan warga agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar,” kata AKP Arzuan.


Menurutnya, masyarakat perlu mencari cara yang lebih aman dalam mengelola lahan, khususnya selama musim kemarau. Polisi juga mengimbau warga memanfaatkan potensi ekonomi dari tanaman karet yang sudah tua.


“Kami mengimbau masyarakat, mengingat saat ini sedang memasuki musim kemarau, agar jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual sehingga bisa menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Selain memberikan imbauan, personel Polsek Tanah Abang juga menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak luas dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.


“Membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Arzuan.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tanah Abang yang hadir di antaranya Aipda Asep Mulyana yang mewakili Kapolsek Tanah Abang, Briptu Predi Sogi Mulya, serta masyarakat Desa Tanah Abang Jaya.


Polsek Tanah Abang menyebut kegiatan sosialisasi dan patroli berjalan aman, lancar, serta kondusif. Kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Polisi Dorong Warga Sukadamai Manfaatkan Pohon Karet Tua, Bukan Bakar Lahan

Polisi Dorong Warga Sukadamai Manfaatkan Pohon Karet Tua, Bukan Bakar Lahan


PALI-SiniNews.Com– Polsek Talang Ubi mengingatkan masyarakat Desa Sukadamai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih saat wilayah tersebut memasuki musim kemarau.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., bersama Bhabinkamtibmas turun langsung memberikan sosialisasi kepada warga Desa Sukadamai pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan berakhir pukul 10.30 WIB.


AKP Ardiansyah mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diminta tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan maupun membuka lahan karena api dapat dengan mudah merembet, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi kering.


“Kami mengimbau masyarakat Desa Sukadamai agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Saat ini kita memasuki musim kemarau sehingga kondisi lahan yang kering dapat membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” kata AKP Ardiansyah.


Dalam sosialisasi tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat mencari cara yang lebih aman dan produktif dalam mengelola lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan akan ditebang untuk dijual.


“Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual. Selain lebih aman karena tidak dilakukan pembakaran, hasilnya juga dapat membantu menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Polisi juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta tidak menganggap pembakaran sebagai metode biasa dalam membersihkan lahan.


“Kami juga mengingatkan bahwa membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar dapat melanggar hukum. Apabila dilakukan, pelakunya dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga turut mengikuti sosialisasi, di antaranya Ahmad Sopian, Hamdani dan Sumardi. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai bahaya karhutla sekaligus pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau.


Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan pencegahan di wilayah Kecamatan Talang Ubi.


“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan segera laporkan kepada petugas apabila melihat adanya potensi kebakaran,” katanya.


Kegiatan sosialisasi selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Bahas Kesehatan dan ODGJ, Polsek Talang Ubi Ikuti Minlog Lintas Sektoral

Bahas Kesehatan dan ODGJ, Polsek Talang Ubi Ikuti Minlog Lintas Sektoral



PALI-SiniNews.Com – Polsek Talang Ubi mengikuti kegiatan Mini Lokakarya (Minlog) lintas sektoral yang digelar Puskesmas Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pertemuan tersebut membahas penyuluhan dan penanganan kesehatan, termasuk keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Talang Ubi.


Kegiatan berlangsung di Aula Puskesmas Talang Ubi, kawasan Talang Anding, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Jumat (11/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., mengatakan kehadiran kepolisian dalam kegiatan lintas sektoral tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan ODGJ.


“Kami mendukung kegiatan lintas sektoral seperti ini. Penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan, kepolisian, pemerintah dan masyarakat,” kata AKP Ardiansyah.


Menurutnya, koordinasi antarinstansi penting dilakukan agar persoalan kesehatan dan gangguan jiwa yang ditemukan di tengah masyarakat dapat ditangani secara tepat. Selain itu, masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai cara menghadapi dan melaporkan apabila menemukan ODGJ yang membutuhkan penanganan.


“Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma atau melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi ODGJ. Jika menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pihak Puskesmas maupun kepolisian,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Talang Ubi diwakili Kasium AIPTU M. Joko. Turut hadir BRIPTU M. Irhas, Kepala Puskesmas Talang Ubi beserta staf dan jajaran, serta masyarakat.


Pembahasan dalam Minlog lintas sektoral juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang berkembang di wilayah Kecamatan Talang Ubi. Melalui forum tersebut, masing-masing pihak dapat menyampaikan informasi dan melakukan koordinasi terkait langkah penanganan di lapangan.


“Sinergi lintas sektoral sangat diperlukan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami siap berkoordinasi dengan Puskesmas dan pihak terkait apabila ada persoalan di lapangan yang membutuhkan kehadiran kepolisian,” jelasnya.


AKP Ardiansyah menambahkan, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan persoalan kesehatan dan ODGJ. Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial yang muncul dapat dicegah sejak dini.


“Kami berharap melalui kegiatan ini terjalin koordinasi yang semakin baik, sehingga setiap persoalan kesehatan dan sosial di Kecamatan Talang Ubi dapat ditangani secara cepat, tepat dan humanis,” katanya.


Kegiatan Minlog lintas sektoral Puskesmas Talang Ubi berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Musim Kemarau, Polisi Dorong Warga Tempirai Utara Buka Kebun Tanpa Bakar Lahan

Musim Kemarau, Polisi Dorong Warga Tempirai Utara Buka Kebun Tanpa Bakar Lahan


PALI-SiniNews.Com – Polsek Penukal Utara mengingatkan masyarakat Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.


Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si., C.I.I., C.B., Med., mengatakan sosialisasi dilakukan bersama Bhabinkamtibmas pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB di Desa Tempirai Utara.


“Karena saat ini sudah memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat meluas dan membahayakan lingkungan serta masyarakat,” kata IPTU Budi Anhar.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Penukal Utara menyampaikan secara langsung imbauan kepada warga. Salah satu warga Desa Tempirai Utara yang hadir dalam sosialisasi tersebut yakni Agus.


Kapolsek mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan cara lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran saat membersihkan atau membuka lahan. Warga juga didorong memanfaatkan potensi ekonomi dari tanaman yang ada di lahan.


“Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual. Selain tidak menggunakan metode pembakaran, hasil penjualan kayu atau pohon karet tersebut juga bisa membantu menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Selain memberikan imbauan, polisi mengingatkan warga mengenai konsekuensi hukum membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta tidak menganggap pembakaran lahan sebagai cara praktis untuk membersihkan kebun.


“Kami juga mengingatkan masyarakat bahwa membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar dapat melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.


IPTU Budi Anhar menambahkan, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif masyarakat. Sebab, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila warga turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api,” katanya.


Kegiatan sosialisasi selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar dan kondusif.


Polsek Penukal Utara akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Penukal Utara.(SN/Perry).

Share:

753 Hotspot Terdeteksi di PALI, Sespimen Polri Bahas Strategi Mitigasi Karhutla


753 Hotspot Terdeteksi di PALI, Sespimen Polri Bahas Strategi Mitigasi Karhutla


PALI-SiniNews.Com – Peserta Didik Sespimen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 menggelar Forum Group Discussion (FGD) strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis masyarakat di Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (11/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Praktek Kuliah Kerja Profesi (KKP) Peserta Didik Sespimen Polri. FGD membahas kondisi kerawanan karhutla di PALI, termasuk langkah deteksi dini, penanganan kebakaran hingga pemantauan kualitas udara.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., melalui Kabag Ops Polres PALI Kompol Andri Noviansyah, S.Kom., mengatakan kondisi geografis PALI memiliki sejumlah wilayah yang berpotensi rawan karhutla, terutama kawasan dengan karakteristik lahan gambut dan lahan basah.


“Pada musim kemarau, cuaca ekstrem dapat meningkatkan potensi kekeringan serta penumpukan bahan bakar vegetasi kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya Karhutla,” kata Kompol Andri dalam paparan FGD.


Berdasarkan data yang dipaparkan, periode Mei hingga September 2026 tercatat 753 titik hotspot terdeteksi melalui satelit. Selain itu, terdapat 185 kejadian kebakaran yang dilaporkan dengan luas lahan terdampak atau terbakar mencapai sekitar 346,8 hektare.


Menurutnya, keterbatasan aksesibilitas menuju sejumlah lokasi juga menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, kesiapsiagaan personel, pemantauan ketat dan respons cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas.


“Deteksi dini dan ground check, pemadaman dan pendinginan, serta pemantauan pasca-padam menjadi fokus utama dalam penanganan Karhutla,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemantauan kualitas udara juga menjadi bagian penting dalam mitigasi dampak karhutla terhadap masyarakat. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) perlu dipantau secara berkala, khususnya di wilayah yang terdampak asap.


“Apabila kualitas udara mengalami penurunan, perlu dilakukan koordinasi dengan instansi terkait dan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi dampak terhadap masyarakat,” katanya.


FGD tersebut turut dihadiri Asisten II Pemkab PALI Rizal Pahlevi AP, Asisten III Haryono, Kasat Binmas AKP Hendriadi, Kasat Intelkam IPTU Febriansyah, Kasihumas IPTU Thomson Angka Wibawa, Paur Subbagdalops IPDA Mujito serta perwakilan Kodim 0404 Muara Enim Kapten Sulardi.


Usai kegiatan, Peserta Didik Sespimen Polri menyerahkan plakat kepada Pemerintah Kabupaten PALI. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.


FGD ini menjadi bagian dari proses pendidikan Sespimen Polri untuk meningkatkan kemampuan analisis, manajerial dan kepemimpinan melalui pengamatan langsung terhadap dinamika tugas di wilayah.(SN/Perry).

Share:

Polsek Tanah Abang Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar Lahan di Jalan Servo

Polsek Tanah Abang Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar Lahan di Jalan Servo


PALI-SiniNews.Com– Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengingatkan warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Sosialisasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.


Sosialisasi tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH bersama personelnya, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Kegiatan berlangsung di kawasan KM 38 Jalan Servo, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.


Dalam kesempatan itu, Kapolsek Tanah Abang menyampaikan sejumlah imbauan kepada warga agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.


“Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Polsek Tanah Abang,” kata AKP Arzuan.


Dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga hutan dan lingkungan demi kepentingan generasi mendatang. Menurutnya, masyarakat harus mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait larangan pembakaran lahan.


“Jaga hutan dan lingkungan demi masa depan generasi bangsa serta patuhi perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.


Arzuan mengingatkan kondisi musim kemarau membuat potensi kebakaran semakin meningkat. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan membuka lahan atau kebun menggunakan api.


“Karena saat ini sedang musim kemarau, kami mengingatkan warga agar jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar,” katanya.


Kapolsek juga mengajak warga memanfaatkan potensi ekonomi dari tanaman yang ada tanpa melakukan pembakaran. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.


“Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual sehingga bisa membantu menambah perekonomian keluarga,” jelasnya.


Polisi menegaskan pembukaan lahan dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang dapat melanggar hukum dan pelakunya dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Sosialisasi berakhir sekitar pukul 10.05 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.Versi ini mempertahankan fakta utama dari laporan, tetapi narasinya dibuat lebih mengalir dan bernuansa berita portal, dengan kutipan langsung tetap berasal dari pernyataan Kapolsek.(SN/Perry).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts