KENAPA JENDERAL LISTYO NEKAD?

KENAPA JENDERAL LISTYO NEKAD?


JAKARTA - SiniNews.Com- Sudah tidak jadi Kapolri saja masih berani nekad menyuruh bekas anak buahnya menyadap Presiden, Menteri-menteri, para tokoh politik, pengusaha dan aktivis. Bayangkan bagaimana kiprah jenderal polisi ini saat jadi Kapolri? 


Itulah bahayanya ketika petinggi polisi ikut bermain politik dan loyal pada pemimpinnya yang tidak beretika dan bermoral. Aparat penegak hukum dipakai oleh petingginya untuk mengawasi “orang orang besar” tanpa peduli hukum dan HAM. Karena diberi contoh atau bahkan “order” dari orang yg tak peduli etika dan moral dalam berpolitik.


Ini imbas dari penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, dan pengaruh yang tidak terkontrol, tidak terawasi dalam waktu panjang. Ini pucuk gunung es dari konflik rebutan pengaruh politik di dalam kekuasaan negara.


Terbongkarnya skandal penyadapan ini mungkin tidak akan terjadi jika Kapolri yang lama, Jendral Listyosigit tidak diganti Kapolri baru, Jendral Suyudi. Belum tentu skandal besar ini terbongkar jika Jendral Suyudi tidak menggusur besar besaran jajaran pimpinan kepolisian dua hari setelah ia dilantik.


Skandal ini harus diproses dan diungkap apakah saat Listyo sebagai Kapolri juga ada operasi penyadapan untuk tujuan di luar penegakkan hukum? Ingat penyadapan yang dilakukan aparat negara itu dampak kejahatannya luar biasa. 


Tak hanya memantau para pemimpin dan pejabat negara, tapi penyadapan yang dilakukan oleh petinggi aparat yang bermain politik itu bisa digunakan untuk melakukan tekanan politik, mengarahkan elit dan partai, kriminalisasi, blackmail hingga kepentingan pribadi. 


Kenapa sampai bodoh dan melakukan perbuatan senekad itu. Ini pasti terkait kepentingan politik dan hukum yang besar, dari kekuatan yg besar pula. Kejahatan ini harus dihentikan dan dibongkar hingga keakar akarnya.


Repotnya sampai sekarang Indonesia itu belum punya UU Penyadapan. Masing masing lembaga penegak hukum termasuk Polri selama ini tatacaranya hanya berdasarkan peraturan internal yang dibuat mereka sendiri. Ini sangat berbahaya.


Makanya penyimpangan atau penyalahgunaan penyadapan oleh aparat negara hanya ditangani dengan UU ITE dan KUHP yg biasa diterapkan untuk kasus pidana umum yang dilakukan orang biasa terhadap warga biasa yang lain. Makanya kasus penyadapan terkait Listyosigit ini penuh ironi. 


Pasal yg dipakai menjerat jenderal polisi penyadap presiden itu pasal 32 ayat (1) UU ITE, pasalnya sama dengan pasal yang dipakai polisi menersangkakan dan mendakwa Roy Suryo dan dr Tifa. Padahal perbuatannya amat sangat berbeda. 


Para Jenderal Polisi ini melakukan kejahatan yang membahayakan negara, menyadap presiden dan para tokoh negara, kok pakai pasal yang sama dengan Roy dan Tifa yang hanya menganalisa copy ijazah Jokowi yang diupload orang. 


Itulah ironi saat hukum diwarnai oleh kepentingan politik dari penegak hukumnya. Proses Penegakkan hukum bukan hanya jadi tidak adil, tapi aneh dan ironi. Menyamakan perbuatan hukum pidana menyadap presiden secara ilegal, dengan perbuatan pengritik yang menganalisis ijazah. Itulah proses hukum yang bercampur dengan permainan politik yang komando polisinya adalah Jendral Listyosigit disitu.(Red).

Share:

GERAK CEPAT TINDAK LANJUT LAPORAN WARGA, PEMERINTAH KABUPATEN PALI TURUN LANGSUNG TANGANI POHON ROBOH YANG MENIMPA DUA RUMAH WARGA

 


GERAK CEPAT TINDAK LANJUT LAPORAN WARGA, PEMERINTAH KABUPATEN PALI TURUN LANGSUNG TANGANI POHON ROBOH YANG MENIMPA DUA RUMAH WARGA


TALANG UBI –SiniNews.Com-  Menindaklanjuti laporan masyarakat Bupati (PALI), Bapak Asgianto, S.T., terkait kejadian pohon roboh yang menimpa rumah warga di Jalan Baru Bendo, Pemerintah Kabupaten PALI bergerak cepat melakukan peninjauan dan penanganan di lokasi kejadian.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati PALI Asgianto, S.T., menginstruksikan Camat Talang Ubi, Atmo Maryono, S.H., untuk segera berkoordinasi dan turun langsung bersama Lurah Talang Ubi Timur beserta staf, Danramil 0404 beserta Babinsa, Ketua RW 14, serta seluruh Ketua RT guna memastikan kondisi warga dan melakukan penanganan awal.


Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga mengalami dampak akibat tertimpa batang pohon, yakni rumah milik Ibu Mustajibah Basir dan Bapak Sandi.


Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah juga telah menyampaikan laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI untuk mendapatkan tindak lanjut penanganan.


Kehadiran jajaran pemerintah bersama unsur TNI dan perangkat lingkungan merupakan bentuk respons cepat serta kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah. Koordinasi terus dilakukan agar penanganan batang pohon yang masih berada di lokasi dapat segera dilaksanakan.


Pemerintah Kabupaten PALI melalui jajaran kecamatan dan kelurahan berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, merespons setiap laporan warga, serta mengupayakan solusi dan penanganan secara cepat dan tepat.


Pemerintah hadir bukan hanya untuk mendengar laporan, tetapi juga bergerak untuk memastikan setiap persoalan masyarakat mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.


Gerak Cepat, Tanggap, dan Peduli. Bersama Melayani Masyarakat.(SN/Perry).

Share:

Polisi dan Pemerintah Desa Sukaraja Perkuat Sinergi, Sosialisasi Stunting Berjalan Lancar

Polisi dan Pemerintah Desa Sukaraja Perkuat Sinergi, Sosialisasi Stunting Berjalan Lancar


PALI –SiniNews.Com- Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan SH diwakili Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Bripka Reji Diansyah, menghadiri kegiatan sosialisasi calon pengantin (catin) dan remaja putri dalam rangka pencegahan stunting, Selasa (3/11/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan dan bencana banjir di tengah musim hujan.


Sosialisasi berlangsung di Kantor Kepala Desa Sukaraja mulai pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri Camat Tanah Abang Dadang Apriadi, S.H., M.Si., Kepala Desa Sukaraja, Kepala Puskesmas Tanah Abang, Babinsa Desa Sukaraja, perangkat desa, Ketua dan anggota TP PKK, serta pendamping desa.


Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman calon pengantin dan remaja putri mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Edukasi kesehatan menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan Kepala Desa Sukaraja dan Camat Tanah Abang. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan penyampaian materi sosialisasi dan sesi tanya jawab.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH., melalui Bripka Reji Diansyah mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas di wilayah Desa Sukaraja.


“ Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan, seperti pencurian dan perampokan. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.


Selain itu, warga juga diingatkan untuk mengantisipasi potensi banjir mengingat saat ini memasuki musim hujan. Masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak genangan air.


Bhabinkamtibmas juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif.


Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di Desa Sukaraja berakhir pada pukul 15.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.(SN/Perry).

Share:

Tak Hanya Keterampilan Kerja, Peserta Pelatihan Operator Alat Berat di PALI Dibekali Edukasi Hukum

Tak Hanya Keterampilan Kerja, Peserta Pelatihan Operator Alat Berat di PALI Dibekali Edukasi Hukum


PALI –SiniNews.Com- Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., diwakili Kasat Binmas Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKP Hendrinadi, S.H., M.H., memberikan penyuluhan hukum kepada peserta pelatihan operator alat berat di Gedung Orkes Kabupaten PALI, Selasa (3/11/2026).


Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai KUHP dan KUHAP baru, bahaya judi online, penyalahgunaan narkoba, serta pemahaman tentang Poliran.


Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya para peserta pelatihan yang tengah mengikuti program peningkatan keterampilan kerja.


Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam mengoperasikan alat berat, tetapi juga memahami pentingnya mematuhi aturan hukum serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Materi mengenai KUHP dan KUHAP baru disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait perkembangan aturan hukum di Indonesia. Sementara itu, penyuluhan tentang judi online dan narkoba diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak negatif kedua persoalan tersebut.


Judi online dinilai dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kerugian ekonomi hingga dampak sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat. Begitu pula dengan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan serta mengancam masa depan generasi muda.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres PALI melalui Kasat Binmas juga menyampaikan materi Poliran sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.


“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap para peserta pelatihan operator alat berat dapat memahami aturan hukum yang berlaku, menjauhi judi online dan penyalahgunaan narkoba, serta ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.


Penyuluhan hukum ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama mengikuti pelatihan maupun ketika nantinya terjun ke dunia kerja.


Dengan adanya pembekalan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi tenaga kerja terampil yang memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial.


Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Kasat Binmas Polres PALI tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif.


Polres PALI terus mendorong kegiatan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Terekam CCTV, Ibu-Ibu Gasak HP di Pasar Satelit Lubuklinggau: Nomor WA Korban Kini Dipakai Menipu Masal

 


Terekam CCTV, Ibu-Ibu Gasak HP di Pasar Satelit Lubuklinggau: Nomor WA Korban Kini Dipakai Menipu Masal


LUBUKLINGGAU – Aksi kriminalitas di pusat perbelanjaan meresahkan warga Kota Lubuklinggau. Seorang wanita paruh baya nekat menggasak satu unit telepon genggam (handphone) merk Samsung Galaxy A55 5G warna blue ice milik warga Kelurahan Jogoboyo di depan sebuah warung manisan kawasan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.


Mirisnya, tidak hanya merugi secara materiil, nomor WhatsApp (WA) di dalam HP korban kini disalahgunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksi penipuan masal secara acak (random) ke seluruh kontak korban. Serangkaian aksi nekat pelaku tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV warung di tempat kejadian perkara (TKP).


Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (02/11/2026) sekira pukul 12.15 WIB. Kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Vario dan memarkirkannya di depan warung manisan untuk berbelanja sembako. Saat turun, korban secara tidak sengaja meninggalkan HP miliknya di dalam kantong box depan motor.


Tak lama berselang, pelaku mengendarai motor matic warna putih yang juga melakukan transaksi belanja di toko yang sama, pada saat keluar dan hendak mengendarai sepeda motornya, pelaku Memanfaatkan kelengahan korban yang sedang sibuk berbelanja, pelaku dengan cepat merogoh kantong box motor korban, menggasak HP tersebut, lalu langsung tancap gas melarikan diri.


Korban yang menyadari HP miliknya telah raib langsung bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuklinggau Utara pada hari yang sama. Pihak penyidik Polsek pun telah turun ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


Namun, situasi menjadi kian genting setelah pelaku mulai menguasai akun WhatsApp korban. Pelaku secara agresif mengirimkan pesan-pesan penipuan kepada kerabat dan kontak yang tersimpan di HP korban, mencoba meraup keuntungan finansial dengan memanfaatkan nama baik korban.


Saat dikonfirmasi, korban mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Dirinya tidak hanya mencemaskan kerugian materiil, tetapi juga keselamatan nama baiknya serta keamanan kerabat dekatnya yang kini menjadi sasaran teror penipuan sang pelaku. Korban menaruh harapan besar agar pihak kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku sebelum jatuh korban penipuan yang lebih banyak.


"Saya sangat berharap pihak kepolisian bisa segera bergerak cepat menangkap pelaku. Kasus ini bukan cuma soal HP saya yang hilang, tapi nomor WhatsApp saya sekarang dipakai pelaku untuk menipu semua kontak teman dan keluarga saya. Saya tidak ingin ada orang dekat atau keluarga saya yang tertipu dan mengirim uang ke pelaku. Tolong pak polisi, tangkap pelakunya secepat mungkin," ujar korban penuh harap.


Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian yang berujung pada kejahatan siber (cybercrime) ini sedang ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian. Masyarakat dihimbau untuk mengabaikan dan tidak melayani apabila menerima pesan mencurigakan atau permintaan uang dari nomor WhatsApp korban.( SMSI Linggau )

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Penukal Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga

 


Cegah Karhutla, Polsek Penukal Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga


PALI –SiniNews.Com- Jajaran Polsek Penukal, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.


Kali ini, Bhabinkamtibmas Polsek Penukal melaksanakan sosialisasi larangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar kepada masyarakat, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Aipda Oka WR, S.H., bersama Brigpol David. Dalam kegiatan itu, personel menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama mengingat kondisi saat ini yang telah memasuki musim kemarau.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya.


“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, pembukaan lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.


Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.


“Kami berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini dan bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai kelalaian dalam membuka lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak,” tegas AKP Sumartono.


Kegiatan sosialisasi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dan berlangsung aman, lancar, serta kondusif.


Melalui kegiatan tersebut, Polsek Penukal berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi dan langkah pencegahan dini guna menekan potensi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Polsek Penukal Utara Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Lahan

 

Polsek Penukal Utara Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Lahan


PALI –SiniNews.Com- Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Polsek Penukal Utara, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terus meningkatkan kegiatan patroli di wilayah hukumnya.


Pada Selasa (3/11/2026), Tim Patroli Karhutla Polsek Penukal Utara melaksanakan patroli di sepanjang jalan Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, guna mengantisipasi potensi kebakaran lahan akibat aktivitas pembakaran oleh masyarakat.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.35 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Penukal Utara IPDA Iswahyudi, S.M., Med., bersama personel Polsek Penukal Utara, yakni Aipda Fitriawan, Brigadir Riko, dan Brigadir Ridho.


Dalam pelaksanaan patroli, personel menyusuri sejumlah titik di sepanjang jalan Desa Tempirai sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Kapolsek Penukal Utara IPDA Iswahyudi mengatakan, patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.


“Patroli ini kami laksanakan sebagai upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Penukal Utara. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, karena dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan merugikan banyak pihak,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, warga diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi pembakaran lahan.


“Kesadaran dan peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah Karhutla. Kami berharap seluruh warga dapat bersama-sama menjaga wilayah Penukal Utara agar tetap aman dan terhindar dari kebakaran,” tegasnya.


Kegiatan patroli tersebut berlangsung lancar dan kondusif. Polsek Penukal Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli serta memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan, Warga Sukaraja Diajak Cegah Karhutla

Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan, Warga Sukaraja Diajak Cegah Karhutla


PALI –SiniNews.Com-  Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kali ini, personel kepolisian melaksanakan sosialisasi sekaligus patroli larangan membuka lahan dan kebun dengan cara dibakar di Desa Sukaraja, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.10 WIB tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau.


Dalam kegiatan itu, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., diwakili oleh Bripka Reji Diansyah. Personel menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat Desa Sukaraja agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan maupun kebun.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tanah Abang.


Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa membuka lahan dengan cara dibakar tidak hanya berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum.


“Dalam menghadapi musim kemarau ini, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.


Selain memberikan imbauan terkait larangan pembakaran, personel Polsek Tanah Abang juga mengajak masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di sekitar mereka.


Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang untuk dijual, sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi perekonomian keluarga tanpa harus membuka lahan dengan cara membakar.


AKP Arzuan juga menegaskan bahwa aktivitas membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan Karhutla membutuhkan peran serta semua pihak, termasuk masyarakat,” tegasnya.


Kegiatan sosialisasi dan patroli tersebut berakhir sekitar pukul 11.20 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Desa Sukaraja terpantau berjalan lancar, aman, dan kondusif.


Melalui kegiatan ini, Polsek Tanah Abang berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tanah Abang dapat dicegah sejak dini.(SN/Perry).

Share:

Polsek Penukal Tangkap Pria Diduga Curi Kabel Sensor Alat Berat, Kerugian Rp 300 Juta

Polsek Penukal Tangkap Pria Diduga Curi Kabel Sensor Alat Berat, Kerugian Rp 300 Juta


PALI –SiniNews.Com- Unit Reskrim Polsek Penukal, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan berupa pencurian kabel elektrik sensor pada alat berat milik PT Bina Rekayasa Anugerah. Seorang pria berinisial Tz (33), diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam pencurian yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 300 juta.


Terduga pelaku diamankan pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan pencurian yang terjadi di dekat SPU Abab 2, Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Eduwar Fahlefi, S.H., M.Si., CPHR, bersama anggota Team Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal untuk menindaklanjuti laporan tersebut.


"Setelah menerima laporan, kami langsung memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan tindak pidana pencurian tersebut," ujar Kapolsek Penukal.


Kasus pencurian itu diketahui terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu, satu buah kabel elektrik sensor pada alat berat motor grader Komatsu milik PT Bina Rekayasa Anugerah yang terparkir di dekat SPU Abab 2 diduga dicuri.


Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Penukal pada Jumat (30/10/2026). 

Dalam proses penyelidikan, polisi mengidentifikasi inisial Tz, warga Desa Prambatan, Kecamatan Abab, sebagai terduga pelaku. Petugas kemudian mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Berdasarkan keterangan dalam laporan, Tz mengakui telah melakukan pencurian kabel elektrik sensor pada alat berat milik perusahaan tersebut.


"Terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian satu buah kabel elektrik sensor pada alat berat motor grader Komatsu milik PT Bina Rekayasa Anugerah," jelas Kapolsek Penukal.


Dalam perkara ini, polisi mencatat kerugian perusahaan mencapai Rp 300 juta. Terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


Polisi selanjutnya akan memeriksa saksi-saksi dan terduga pelaku, melengkapi administrasi penyidikan, serta melakukan pemberkasan dan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

PERNYATAAN SIKAP KOALISI PERS SUMATERA SELATAN

 


PERNYATAAN SIKAP KOALISI PERS SUMATERA SELATAN


SUMSEL- SiniNews.Com- Koalisi Pers Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menyampaikan pernyataan sikap menyikapi penanganan kasus pengeroyokan yang menimpa dua jurnalis dan mahasiswa di depan markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel.


Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Koordinator Koalisi Pers Sumsel, Ardhy Fitriansyah, dengan didampingi oleh sejumlah tokoh pers dan pimpinan organisasi media di Sumsel. Di antaranya yakni Ketua AJI Palembang RM Resha A Usman, Pemred Sriwijaya Post - Tribun Sumsel Prawira Maulana, Ketua DK PWI Sumsel Oktaf Riady, Pengurus PWI Sumsel Anwar Rasuan, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, serta Pemred PalTV Firman Hidayat.  


Atas hasil pertemuan tertanggal 2 November 2026, Koalisi Pers Sumsel menyampaikan 6 poin tuntutan utama:  


1. Transparansi Pemeriksaan Internal: Mengimbau dan meminta transparansi atas hasil pemeriksaan terhadap Irwasda Polda Sumsel.  

2. Transparansi Organisasi di TKP: Meminta transparansi hasil pemeriksaan terhadap dua organisasi yang berada di lokasi kejadian (TKP) saat peristiwa berlangsung.  

3. Soroti Keseriusan Penanganan Pelaku: Menilai Polda Sumsel tidak serius atau terkesan "ulur-ulur waktu" (meredcard) dalam menangani kasus pengeroyokan dua jurnalis dan mahasiswa di depan Polda Sumsel, mengingat hingga saat ini belum ada konferensi pers resmi terkait penangkapan para pelaku.  

4. Soroti Penanganan Korban Penganiayaan Oknum: Mengkritik penanganan kasus pemukulan yang dialami salah satu korban oleh oknum kepolisian yang juga dinilai tidak serius, padahal pelaku merupakan anggota Polda Sumsel sendiri.  

5. Pembentukan Tim Investigasi Independen: Meminta Dewan Pers dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) untuk segera membentuk tim investigasi terkait kasus pemukulan dua jurnalis di Palembang.  

6. Aksi Lanjutan: Koalisi Pers Sumsel menyatakan akan menggelar aksi massa lanjutan pada 11 November 2026 mendatang dengan mengerahkan jurnalis se-Sumsel.


Atas nama Koalisi Pers Sumsel Bersatu, Koordinator Koalisi Pers Sumsel, Ardhy Fitriansyah.(Red).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts