Polres PALI Gandeng Dunia Usaha, Siapkan Langkah Penanganan Pengangguran di Kabupaten PALI

Polres PALI Gandeng Dunia Usaha, Siapkan Langkah Penanganan Pengangguran di Kabupaten PALI


PALI- SiniNews.Com- Senin (2/11/2026) – Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan sejumlah perusahaan dalam rangka menjalankan program Polisi Peduli Pengangguran. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Video Conference (Vidcon) Polres PALI, Senin (2/11/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.


Rapat koordinasi ini digelar sebagai upaya membahas persoalan pengangguran, khususnya di wilayah hukum Polres PALI, sekaligus membangun sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., memimpin kegiatan tersebut dengan didampingi Kasat Binmas Polres PALI AKP Hendrinadi, S.H., M.H., serta Kasat Intel Polres PALI IPTU Febriansyah, S.E.


Sejumlah perwakilan perusahaan dari berbagai sektor turut dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya HRD PT Laras Karya Kahuripan, PT Surya Bumi Angrolanggeng, PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera, PT Musi Hutan Persada, PT Golden Blossom Sumatera, PT BSEE, PT Medco, PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo, PT PLN (Persero), dan PT AAR.


Selain itu, hadir pula perwakilan manajemen Hotel Srikandi, Hotel Nurtania, dan Hotel Vista.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada mengatakan, melalui program Polisi Peduli Pengangguran, pihaknya ingin membangun komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan serta instansi terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten PALI.


"Melalui program Polisi Peduli Pengangguran ini, kami ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan perusahaan yang ada di Kabupaten PALI. Harapannya, persoalan pengangguran dapat ditangani bersama dan masyarakat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan," ujarnya.


Dalam rapat tersebut, koordinasi dengan pihak perusahaan menjadi salah satu langkah untuk mengetahui peluang dan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing perusahaan.


Polres PALI berharap komunikasi lintas sektor ini dapat menghasilkan langkah konkret dalam membantu masyarakat memperoleh akses pekerjaan, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Pelatihan Operator Alat Berat Digelar di PALI, Keselamatan Kerja Jadi Perhatian

Pelatihan Operator Alat Berat Digelar di PALI, Keselamatan Kerja Jadi Perhatian



PALI - SiniNews.Com- Senin (2/11/2026) – Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadiri kegiatan pelatihan operator alat berat yang digelar di Gedung Orkes, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, Senin (2/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB tersebut diikuti kurang lebih 100 peserta. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam pengoperasian alat berat, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., dalam kegiatan tersebut diwakili Kasat Binmas Polres PALI AKP Hendrinadi, S.H., M.H.


Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Bupati PALI melalui Asisten II (Asda II), Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.


Kehadiran jajaran Polres PALI merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan peningkatan keterampilan masyarakat, terutama dalam mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman terhadap standar keselamatan kerja.


Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan operator alat berat yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja.


Kasat Binmas Polres PALI AKP Hendrinadi menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi operator alat berat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan daerah.


"Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peserta dalam mengoperasikan alat berat. Selain keterampilan teknis, aspek keselamatan kerja juga harus menjadi perhatian utama agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur," ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan alat berat, tetapi juga memahami tanggung jawab serta risiko pekerjaan yang dihadapi di lapangan.


Dengan adanya pelatihan ini, peningkatan kualitas tenaga kerja lokal di Kabupaten PALI diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur dan sektor pekerjaan lainnya.


Polres PALI juga mendukung berbagai kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendorong terciptanya sumber daya manusia yang terampil, produktif, dan memiliki kesadaran terhadap keselamatan kerja.(SN/Perry).

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Tanah Abang Patroli dan Imbau Warga Desa Lunas Jaya Tidak Membakar Lahan

 Cegah Karhutla, Polsek Tanah Abang Patroli dan Imbau Warga Desa Lunas Jaya Tidak Membakar Lahan


PALI –SiniNews.Com- Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Senin (2/11/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., bersama personel patroli Karhutla, yakni PS Kanit Intelkam Polsek Tanah Abang Aipda Roy P. Saragih, S.H.


Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli menyusuri sepanjang jalan Desa Lunas Jaya menuju Desa Raja, Kecamatan Tanah Abang. Selain memantau kondisi wilayah, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan bahwa patroli dan sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya.


"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Selain dapat menyebabkan kebakaran yang meluas dan merusak lingkungan, tindakan tersebut juga melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi terjadinya kebakaran, terutama di wilayah Kecamatan Tanah Abang.


Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi pembakaran lahan.


Kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut berakhir sekitar pukul 10.54 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, lancar, dan kondusif.


Melalui kegiatan tersebut, Polsek Tanah Abang berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten PALI dapat dicegah.(SN/Perry).

Share:

Antisipasi Karhutla di PALI, Polisi Ajak Warga Buka Lahan Tanpa Membakar

Antisipasi Karhutla di PALI, Polisi Ajak Warga Buka Lahan Tanpa Membakar



PALI –SiniNews.Com- Polsek Penukal mengingatkan masyarakat Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (2/11/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Polsek Penukal Aipda Mubarak itu berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Sosialisasi menyasar masyarakat Desa Purun sebagai upaya mengantisipasi terjadinya karhutla, terutama saat wilayah tersebut memasuki musim kemarau.


Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Warga juga diingatkan agar tidak menggunakan api untuk membersihkan maupun membuka lahan perkebunan.


Kapolsek Penukal, AKP Sumartono, SE mengatakan.,mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat Desa Purun agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Pembakaran lahan berpotensi menimbulkan kebakaran yang dapat meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat," ujar Kapolsek Penukal.


Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Warga diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar lahan perkebunan, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan lahan mulai mengering.


Selain memberikan imbauan, petugas juga menyampaikan bahwa pembukaan lahan dengan cara dibakar dapat berimplikasi hukum. Masyarakat diminta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.


"Pembukaan lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang dapat melanggar hukum. Kami berharap masyarakat memahami hal tersebut dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla," tegasnya.


Kapolsek Penukal juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya indikasi pembakaran lahan.


Kegiatan sosialisasi berakhir sekitar pukul 09.45 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Penukal berharap melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Penukal dapat diminimalkan.(SN/Perry).

Share:

Kapolsek Penukal Utara Ingatkan Ancaman Hukum Pembakaran Lahan


Kapolsek Penukal Utara Ingatkan Ancaman Hukum Pembakaran Lahan



PALI –SiniNews.Com-  Polsek Penukal Utara mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanding Marga, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.


Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Penukal Utara IPDA Iswahyudi, SM., C.Med., bersama Bhabinkamtibmas itu berlangsung pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya karhutla, terutama saat wilayah tersebut memasuki musim kemarau.


Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka lahan maupun kebun. Warga juga diajak memanfaatkan potensi perkebunan yang ada untuk meningkatkan perekonomian keluarga.


Kapolsek Penukal Utara IPDA Iswahyudi mengatakan pembakaran lahan berpotensi menimbulkan kebakaran yang dapat meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.


"Kami mengimbau masyarakat Desa Tanding Marga agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Saat memasuki musim kemarau, kita harus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar Iswahyudi.


Selain memberikan imbauan, pihak kepolisian juga menyampaikan alternatif bagi masyarakat dalam mengelola perkebunan tanpa melakukan pembakaran.


Warga disarankan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang untuk dijual sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.


"Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang bisa dimanfaatkan dengan cara dijual. Hasilnya dapat membantu menambah perekonomian keluarga tanpa harus membuka lahan dengan cara dibakar," jelasnya.


Petugas juga mengingatkan bahwa membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar dapat berimplikasi hukum. Masyarakat diminta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.


"Pembukaan lahan atau kebun dengan cara dibakar dapat melanggar hukum dan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi imbauan ini," tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bhabinkamtibmas Polsek Penukal Utara dan Nasution, warga Desa Tanding Marga.


Sosialisasi berakhir sekitar pukul 10.15 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Penukal Utara berharap melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla semakin meningkat sehingga wilayah Kecamatan Penukal Utara tetap aman dari ancaman kebakaran lahan.(SN/Perry).

Share:

Kapolres PALI Ingatkan Pelajar Bahaya Judi Online hingga Hoaks

Kapolres PALI Ingatkan Pelajar Bahaya Judi Online hingga Hoaks



PALI – Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mengingatkan ratusan pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, bullying, hingga judi online. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.


Kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 07.10 WIB itu diikuti sekitar 600 siswa-siswi. Kapolres PALI hadir didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polres PALI untuk memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada para pelajar.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pembinaan mengenai pentingnya menjaga perilaku, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun karakter positif sebagai generasi penerus bangsa.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga masa depan dengan menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


"Adik-adik harus fokus belajar dan mengejar cita-cita. Hindari penyalahgunaan narkoba karena selain melanggar hukum, narkoba juga dapat merusak masa depan kalian," ujar Kapolres.


Selain bahaya narkoba, para pelajar juga diingatkan untuk tidak melakukan perundungan atau bullying terhadap teman di lingkungan sekolah.


Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk menuntut ilmu. Para pelajar juga diminta menghormati guru sebagai orang tua di lingkungan pendidikan.


"Jangan melakukan bullying kepada teman. Hormati guru kalian dan jadilah pelajar yang disiplin, berprestasi, serta memiliki akhlak yang baik. Perbedaan di antara kalian harus menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling menyakiti," pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, personel Polres PALI turut mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi bohong atau hoaks.


Para pelajar juga diminta menjauhi praktik judi online serta mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya.


"Gunakan media sosial dengan bijak, jangan mudah percaya hoaks, dan jangan terlibat judi online. Keselamatan berlalu lintas juga harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres PALI Kompol Andri Noviansyah, S.Kom., Kabag Ren AKP Bratanata, S.E., Kasat Binmas AKP Henrinadi, S.H., M.H., serta Kasat Intelkam IPTU Febriansyah, S.H.


Kepala SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi beserta staf dan sekitar 600 siswa turut mengikuti kegiatan tersebut.


Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres PALI berharap dapat memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Polisi Peduli Pendidikan, Polres PALI Tanamkan Kesadaran Hukum kepada Pelajar

Polisi Peduli Pendidikan, Polres PALI Tanamkan Kesadaran Hukum kepada Pelajar


PALI –SiniNews.Com- Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., mengingatkan ratusan pelajar SMP Negeri 1 Talang Ubi agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, perundungan atau bullying, hingga judi online. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan yang digelar di SMPN 1 Talang Ubi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.


Kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 07.10 WIB itu diikuti sekitar 600 siswa-siswi. Wakapolres PALI hadir didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polres PALI.


Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga perilaku, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun karakter positif sejak dini.


Wakapolres PALI Kompol Suprawira menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga masa depan dengan menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


"Para siswa harus fokus belajar, menjaga pergaulan, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai masa depan kalian rusak karena terjerumus dalam perbuatan yang melanggar hukum," ujar Suprawira.


Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, para siswa juga diingatkan untuk tidak melakukan bullying terhadap teman di lingkungan sekolah.


Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk menuntut ilmu. Para pelajar juga diminta menghormati guru sebagai orang tua di lingkungan pendidikan.


"Jangan melakukan bullying kepada teman. Hormati guru kalian, karena guru merupakan orang tua di sekolah. Jadilah pelajar yang berprestasi, disiplin, dan memiliki akhlak yang baik," pesannya.


Dalam kesempatan itu, personel Polres PALI turut mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi bohong atau hoaks.


Para pelajar juga diminta menghindari judi online serta mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya.


Kegiatan Polisi Peduli Pendidikan tersebut turut dihadiri Kabag Log Polres PALI AKP Arlan Hidayat, S.H., Kasat Lantas AKP Marlina, S.H., M.Si., Kasat Narkoba AKP Dedy Suandy, S.H., dan Kasat Sabhara AKP Asri Basyarudin, S.H.


Kepala SMPN 1 Talang Ubi beserta staf dan ratusan siswa turut mengikuti kegiatan tersebut.


Melalui program ini, Polres PALI berharap dapat memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air


JAKARTA -SiniNews.Com-- Lantaran mengusulkan agar Dewan Pers mempercayakan tangung jawab penyelenggaraan dan pelaksanaan Hari Pers Nasional Tahun 2027 kepada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), sang Ketua Umum, Firdaus dikenakan sanksi pemberhentian sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).


Pemberhentian itu tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Kehormatan PWI No.98/X/DK/PWI-P/SK-SR/2026 tanggal 14 Oktober 2026, yang ditandatangani Atal S Depari (Ketua), Herbet Timbo P Siahaan (Wakil Ketua), Nurcholis MA Basyari (Sekretaris), Helmi Burman (anggota), Muhammad Sahrir (anggota), Usman Kamsong (anggota), Zaky Anthony (anggota)


Apakah Dewan Kehormatan bisa memberhentikan Firdaus dari keanggotaan sekaligus jabatannya sebagai salah seorang pengurus pusat PWI? Tanpa harus melihat dan repot menafsirkan ketentuan dalam AD/ART PWI, kita dapat memperoleh jawabannya dengan memanfaatkan "mesin serba tahu" AI, singkatan dari Artificial Inteligent atau dalam bahasa Indonesia Kecerdasan Buatan.


Menurut AI, jawabannya adalah "Ya, tetapi dengan batasan yang ketat dan sering disalahpahami.


Pemaparan atas jawaban itu adalah sebagai berikut :


Berdasarkan Peraturan Dasar / Peraturan Rumah Tangga PWI dan Kode Perilaku Wartawan (KPW), Dewan Kehormatan memang diberi kewenangan mengawasi, mengontrol dan menjatuhkan sanksi kepada anggota dan pengurus PWI yang melakukan pelanggaran. Sanksi ini mengikat, sesuai PRT Pasal 22 ayat 1 dan KPW Pasal 26.


Jenis sanksinya diatur di Pasal 20 KPW, yakni peringatan, peringatan keras, pemberhentian sementara (skorsing), dan pemberhentian tetap. Namun, prosedurnya bukan sepihak. Disebutkan di sana, Dewan Kehormatan tidak boleh langsung menghukum. Harus ada pengaduan, pemeriksaan, dan hak membela diri. Prinsip ini tegas! Dewan Kehormatan tidak akan menyampaikan usul pemberhentian sebelum mendengar keterangan dari anggota yang bersangkutan dan atau memberikan kesempatan kepadanya untuk membela diri.


Perlu juga dipahami, Putusan Dewan Kehormatan adalah otoritas untuk memeriksa, tetapi secara formal Pasal 21 KPW menyebut Dewan Kehormatan merekomendasikan hasil pemeriksaan kepada Pengurus PWI untuk dilaksanakan. 


Di tubuh PWI sendiri ada dualisme tafsir terkait hal tersebut. Ada kubu yang mengatakan: Dalam PD/PRT PWI, Dewan Kehormatan hanya memiliki kewenangan merekomendasikan suatu keputusan kepada Ketua Umum atau Pleno Diperluas.Jadi keabsahan SK No.98 itu tergantung:

- Apakah Firdaus sudah dipanggil dan diberi hak jawab secara tertulis dalam sidang etik?

- Apakah keputusan itu sudah dikuatkan oleh Pengurus Pusat / Pleno, atau hanya Dewan Kehormatan yang tanda tangan sendiri?

- Apakah materi yang dihukum - yaitu usulan agar HPN diselenggarakan bergiliran antar konstituen Dewan Pers memang masuk kategori pelanggaran KEJ/KPW atau hanya perbedaan pendapat organisasi?


Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar menegaskan SK itu menyebut HPN sebagai program strategis organisasi PWI, berdasarkan Peraturan Organisasi PWI No.113/2026, sehingga usulan kesetaraan dianggap upaya pengambilalihan kewenangan. Padahal secara historis HPN ditetapkan oleh Keppres No.5/1985 sebagai hari nasional pers, bukan milik eksklusif satu organisasi.


Prinsip Kesetaraan


Polemik Hari Pers Nasional sebenarnya sudah berlangsung lama, khususnya mengenai tata kelola pelaksanaannya yang selama ini terkesan menjadi hak eksklusif PWI. Belakangan ini polemik itu mengeras, ketika ada usulan agar penanggung jawab penyelenggaraannya ditetapkan secara bergilir oleh konstituen Dewan Pers demi menegakkan kesetaraan hak setiap konstituen lembaga tersebut. Ketua Umum SMSI, Firdaus sebagai pengusul dan sekaligus pemohon agar penanggung jawab HPN 2027 dipercayakan kepada SMSI dijatuhi sanksi pemberhentian secara penuh sebagai Anggota PWI lantaran usulannya itu.


Berbicara soal kesetaraan itu, wartawan senior Maluku, Petrus Oratmangun menyampaikan pendapatnya.


"Dalam menjalankan tugas, pers memiliki satu Prinsip yakni prinsip kesetaraan dalam jurnalisme," kata Petrus, yang juga Dewan Penasehat dan mantan Plt Ketua PWI Maluku.


Menurut Petrus, prinsip itu merupakan pilar utama dalam mewujudkan keadilan informasi dan menjaga objektivitas pemberitaan. Esensial, prinsip ini menuntut media massa untuk memberikan ruang, hak, dan perlakuan yang sama kepada semua pihak yang terlibat dalam suatu peristiwa, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, gender, status sosial, maupun pandangan politik.


"Mestinya, organisasi pers sebagai konstituen Dewan Pers, prinsip kesetaraan ini juga berlaku," tandasnya.


Terkait dengan tata kelola HPN yang diwacanakan akan berlangsung secara bergilir atau bersama-sama, Petrus berpendapat prinsip kesetaraan juga harus berlangsung dalam momentum tersebut.


"Dengan begini, publik termasuk pemerintah juga memandang Pers dalam satu lensa, bukan kotak-kotak.

Pers bersatu negara akan maju. Sebab Pers yang kuat akan menopang Demokrasi menuju Indonesia Emas pada 2045 mendatang," katanya.


"Soal pemecatan Firdaus, saya punya pandangan pribadi. Kalau benar sanksi pemecatan dengan alasan usulan HPN, Itu berarti PWI sudah memangkas hak Kebebasan Berpendapat yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat 3. Kalau itu yang terjadi, maka pandangan bahwa PWI sebagaj organisasi otoriter benar adanya," tandas Petrus.


Senada Petrus, Koodinator Wilayah Indonesia Timur AMSI dan mantan Ketua AMSI Provinsi Maluku dua periode (2018 s.d 2026), Hamdi Jempot mengatakan Hari Pers Nasional selama ini terkesan sebatas peringatan ulang tahun PWI.


"Kesannya demikian, karena selama ini organisasi profesi lainnya seperti AJI dan IJTI tidak pernah dilibatkan, sehingga tidak punya rasa memilki HPN," katanya.


Hamdi juga mengatakan tata kelola HPN sebaiknya diserahkan kepada Dewan Pers sebagai lembaga independen yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


"Penyelenggaraan HPN memakai uang negara, jadi sebaiknya penanggungjawabnya adalah Dewan Pers, sehingga semua konstituennya bisa dilibatkan. Pelaksana HPN bisa dipercayakan kepada konstituen Dewan Pers secara bergilliran," katanya.


Harus Jadi Martir


Situasi yang ada sekarang, Firdaus telah mengatakan dirinya dapat menerima keputusan Dewan Kehormatan PWI itu dengan lapang dada, tetapi menegaskan tetap pada sikap mendorong agar Dewan Pers memperhatikan secara sungguh-sungguh pendangan SMSI bahwa tata kelola Hari Pers Nasional harus melihatkan semua konstituen lembaga itu secara setara dan berkeadilan.


Dari sembilan konstituen Dewan Pers, terkecuali PWI, maka delapan lainnya yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), sependapat bahwa HPN adalah harinya Insan Pers Nasional, dan bukan harinya organisasi pers tertentu, sekadar tidak mengatakan PWI, yang mengklaimnya sebagai hak eksklusif. Apalagi secara serta menetapkan sendiri tempat dan waktunya.


Pemberhentian atau pemecatan Firdaus telah terjadi dan bukan hal yang perlu disesali. Firdaus sendiri pastilah sudah menyadari risiko itu adalah konsekuensi logis dari perjuangannya yang "menghantam" organisasi profesi wartawan di mana ia berada di dalamnya (sekarang tidak lagi).


Sungguhpun demikian, pemecatan Firdaus itu harus menjadi martir dalam upaya menjadikan Hari Pers Nasional benar-benar merupakan hari besar yang dirayakan oleh seluruh insan pers nasional tanpa kecuali, tidak seperti yang berlangsung selama ini. Tujuan Firdaus menyetarakan hak seluruh insan pers di tanah air dalam tata kelola Hari Pers Nasional pastilah baik, karena kesetaraan itu akan membangun kebersamaan yang kuat demi terwujudnya Pers Nasional yang bermartabat dan berjaya di NKRI. (Red)

Share:

Kapolsek Penukal Utara: Jangan Bakar Lahan! Mari Jaga PALI Bebas dari Ancaman Karhutla


Kapolsek Penukal Utara: Jangan Bakar Lahan! Mari Jaga PALI Bebas dari Ancaman Karhutla


PALI –SiniNews.Com-  Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Penukal Utara, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terus menggencarkan sosialisasi larangan membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Kali ini, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Desa Tanding Marga, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, pada Minggu (1/11/2026), sekira pukul 13.00 WIB.


Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Penukal Utara IPDA Iswahyudi, S.M., C.Med., bersama Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek Penukal Utara.


Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan imbauan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, mengingat tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.


Petugas juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi siapa pun yang melakukan pembakaran lahan secara melanggar ketentuan perundang-undangan.


Kapolsek Penukal Utara IPDA Iswahyudi, S.M., C.Med., mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah nyata kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Penukal Utara.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan atau kebun melalui cara dibakar. Selain berbahaya bagi lingkungan, tindakan tersebut juga dapat diproses secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola lahan perkebunan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga bisa menambah penghasilan serta membantu perekonomian keluarga.


Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.


Melalui kegiatan sosialisasi secara langsung tersebut, Polsek Penukal Utara berharap masyarakat semakin memahami bahaya pembakaran lahan dan turut berperan menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman karhutla.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Penukal Gencarkan Patroli Karhutla

 Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Penukal Gencarkan Patroli Karhutla


PALI –SiniNews.Com-- Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Penukal, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terus meningkatkan kegiatan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah hukumnya.


Kali ini, patroli karhutla dilaksanakan pada Minggu (1/11/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dengan menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.


Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., dengan melibatkan personel Polsek Penukal, yakni Aipda Oka Wiratama, Bripka Sucipto S., dan Brigpol David.


Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Petugas juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan merupakan tindakan yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, pelaku pembakaran lahan dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., mengatakan bahwa patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Penukal agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar. Selain membahayakan lingkungan, perbuatan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan.


Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Dengan adanya patroli rutin dan sosialisasi secara langsung, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sejak dini.


Kegiatan patroli berakhir sekira pukul 12.30 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di wilayah Kecamatan Penukal terpantau aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Penukal menegaskan akan terus melakukan patroli dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen menjaga wilayah Kabupaten PALI agar terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(SN/Perry).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts