Jadi Irup HUT Ke-81 RI, Herman Deru Catat 17 Kali Pimpin Upacara Sejak Menjabat Bupati


Jadi Irup HUT Ke-81 RI, Herman Deru Catat 17 Kali Pimpin Upacara Sejak Menjabat Bupati


Palembang. SININEWS.COM – Ada cerita panjang yang menyertai perjalanan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru dalam setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 di Halaman Griya Agung Palembang, Senin (17/8), menjadi kali ke-17 Herman Deru dipercaya bertindak sebagai inspektur upacara sejak dirinya masih menjabat sebagai bupati.


Konsistensi tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Herman Deru dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menanamkan semangat perjuangan kepada generasi penerus. Tahun ini, ia kembali memimpin upacara dengan mengajak generasi muda menjaga semangat kemerdekaan melalui karakter, kerja keras, pengetahuan, persatuan, dan keberanian berkompetisi.


Diketahui, selama menjabat Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dua periode sejak 23 Agustus 2005 hingga 2010, Herman Deru telah sepuluh kali menjadi inspektur upacara HUT Kemerdekaan RI.


Selanjutnya, saat menjabat Gubernur Sumsel periode pertama 2018–2023, Herman Deru sebanyak lima kali bertindak sebagai inspektur upacara HUT Kemerdekaan RI. Sementara pada periode kedua, ia kembali dipercaya menjadi inspektur upacara sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2025 dan 2026.


Sementara itu, Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Griya Agung, Senin (17/8/2026), berlangsung khidmat. Upacara diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Provinsi Sumatera Selatan.


Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945 oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie, S.E.


Bertindak selaku Komandan Upacara yakni Letkol Inf. Ratno Edy Putra, S.Hub.Int., M.H.I., alumni Akademi Militer tahun 2008 yang sehari-hari menjabat sebagai Danyon 141/AYJP Brigif 8/Garuda Cakti.


Pembawa Bendera Merah Putih adalah Anastasya Shafina Sastradiredja, pelajar SMA IT Harapan Mulia. Sementara itu, pengibar bendera terdiri atas Alfatih Putra dari SMAN 1 Ujanmas sebagai penggerek, Muhammad Frisky Fadly dari MAN 1 Lahat sebagai pengibar, dan M. Prince Farid Al-Qodri dari SMA Negeri 3 Palembang sebagai pembentang.


Adapun Komandan Paskibraka dipercayakan kepada Lettu Laut (P) Willy Andreas, S.Tr.Han., yang sehari-hari bertugas sebagai Danunit Intel Lanal Palembang. Komandan Peleton Pasukan 45 yakni Lettu (AU) Lek Efrandy, sedangkan Komandan Kelompok 17 yakni Gilang Tri Andika dari SMAN 3 Martapura.


Usai upacara, Herman Deru mengatakan perjalanan panjang dirinya menjadi inspektur upacara sejak dipercaya sebagai bupati hingga kini menjabat gubernur memberikan makna tersendiri dalam setiap momentum peringatan kemerdekaan.


Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan sekaligus mengevaluasi apa yang telah dilakukan generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan.


Ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa yang tetap berada dalam bingkai persatuan Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat diekspresikan melalui penggunaan pakaian atau kostum daerah dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.


“Bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini agar para pahlawan tidak kecewa dengan generasi berikutnya. Spirit kita tetap spirit menang, spirit merdeka,” ujar Herman Deru.


Ia menegaskan, berbagai pencapaian yang telah diraih bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan. Sebaliknya, setiap keberhasilan harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan prestasi.


“Ini bukan puncak kulminasi. Ini justru kita terus mendaki dan menyadari bahwa setiap perjuangan untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik tentu melalui pendakian,” katanya.


Herman Deru juga mengingatkan bahwa perjuangan untuk meraih prestasi membutuhkan kerja keras, kebersamaan, gotong royong, dan persatuan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan modal penting bagi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.


Khusus kepada generasi muda, Herman Deru berpesan agar kemerdekaan diisi dengan memperluas wawasan dan pengetahuan tanpa kehilangan karakter sebagai generasi pejuang.


“Generasi muda di zaman modern ini, isilah kemerdekaan dengan pengetahuan yang luas dan karakter yang tetap menjadi karakter pejuang. Kepada para pemuda, teruslah berani berkompetisi,” pesannya.


Masih dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaksikan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI secara virtual dari Aula Joglo Griya Agung Palembang.


Upacara yang disiarkan langsung dari Istana Merdeka, Jakarta, tersebut dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto.


Turut hadir Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva HD, M.M., Sekda Sumsel Dr. Drs. Edward Candra, Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, serta Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, B.Bus., M.MBA.


Nuansa keberagaman semakin terasa dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut. Para pejabat dan undangan tampak mengenakan pakaian adat khas Sumatera Selatan sebagai simbol kekayaan budaya sekaligus pengingat bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari kekuatan persatuan bangsa.(sn)

Share:

Semarak HUT ke-81 RI, BRI Prabumulih Bangun Kekompakan Pegawai Lewat Lomba Kemerdekaan


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Suasana penuh keceriaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Prabumulih. 

Beragam perlombaan khas Agustusan digelar dengan melibatkan para pegawai, Senin (17/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Di balik persaingan dalam setiap permainan, terselip semangat kebersamaan, kekompakan, dan silaturahmi antarpegawai.

Sejumlah permainan tradisional menjadi pilihan dalam perlombaan. Di antaranya mengambil karet di dalam gandum, makan kerupuk, lomba kelereng, hingga joget balon.

Meski terlihat sederhana, setiap perlombaan berlangsung meriah. Gelak tawa dan dukungan dari sesama pegawai terdengar saat peserta berusaha menjadi yang terbaik dalam permainan yang diikuti.

Antusiasme para pegawai membuat suasana perayaan HUT RI di lingkungan BRI Cabang Prabumulih semakin semarak. Para peserta tidak hanya berusaha memenangkan perlombaan, tetapi juga menikmati momen kebersamaan bersama rekan kerja.

Kepala BRI Cabang Prabumulih, RP Rafi Rafsanjani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Perlombaan ini merupakan bagian dari kegiatan untuk memperingati HUT RI ke-81. Selain memeriahkan hari kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan antarpegawai,” ujarnya.

Menurut Rafi, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti ini diharapkan mampu menciptakan energi positif di lingkungan kerja. Kekompakan antarpegawai juga menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menambahkan, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Nilai-nilai kebersamaan dan semangat memberikan yang terbaik juga harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Tak hanya sekadar lomba, kita juga terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” katanya.

Rafi berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan. 

Menurutnya, pelayanan yang cepat, ramah, dan maksimal merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BRI.

Perayaan HUT RI ke-81 di BRI Cabang Prabumulih pun menjadi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. 

Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi terus terbawa dalam aktivitas dan pelayanan kepada nasabah.

Dengan semangat kemerdekaan, kebersamaan, dan kekompakan, BRI Cabang Prabumulih berupaya menjaga suasana kerja yang positif sekaligus terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan nasabah di Kota Prabumulih. (*)

Share:

Proyek Jalan Simpang Raja PALI Mangkrak, Pihak MHP Sebut Pembangunan Melalui Konsorsium

 


Proyek Jalan Simpang Raja PALI Mangkrak, Pihak MHP Sebut Pembangunan Melalui Konsorsium 



PALI. SININEWS.COM -- Mangkraknya proyek jalan Simpang Raja-Simpang 4 Benakat Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI yang menjadi sorotan publik dijawab pihak PT. Musi Hutan Persada (MHP) yang merupakan salah satu perusahaan penyumbang dana pembangunan jalur tersebut.


Melalui Kadiv PHS PT. MHP Agus Alamsyah menyatakan bahwa proyek jalan Simpang Raja-Simpang 4 Benakat Timur dikerjakan melalui konsorsium dengan jumlah anggota 9 perusahaan.


"Salah satu anggota konsorsium adalah PT. MHP.  Untuk pelaksanaan pekerjaan yang mangkrak, kami telah mengetahui hal tersebut. Namun untuk pengambilan langkah dalam menyelesaikan persoalan itu, kami menunggu hasil kesepakatan perusahaan lain yang tergabung dalam konsorsium," ungkap Agus.


Diakuinya bahwa pihaknya mendapat usulan agar mengganti kontraktor baru, tetapi hal itu tidak bisa dilakukan sendiri karena harus ada kesepakatan bulat dari seluruh anggota konsorsium.


"Kami telah berkomunikasi dengan Pemkab PALI untuk segera melakukan rapat bersama. Kami menunggu arahan atau undangan dari Pemkab PALI untuk melakukan rapat bersama. Karena dari awal perencanaan pembangunan jalur Simpang Raja difasilitasi Pemkab PALI. Kami juga menginginkan jalur itu bisa cepat selesai," tutupnya. 


Diketahui bahwa Gubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan Groundbreaking Jalan Simpang Raja di PALI tepat saat kabupaten tersebut merayakan hari jadinya ke-13 tanggal 22 April 2026.


Dimana pada Groundbreaking Jalan Simpang Raja – Simpang 4 Benakat Timur atau Camp Topo disebutkan jenis pekerjaan adalah perbaikan jalan rigid beton, ukuran panjang 1.520 meter dan lebar 7 meter dengan target pengerjaan dari 9 Februari sampai 7 Agustus 2026.


Pembiayaan perbaikan jalan itu dari dana CSR hasil kolaborasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di PALI. Yang mana saat itu Gubernur Sumsel menyampaikan pesan bahwa pihaknya mendorong sinergi pemerintah dan swasta untuk bersama membangun infrastruktur karena keterbatasan anggaran.


Serta jalur tersebut akan menjadi role model bagi investor lainnya yang tidak hanya memanfaatkan potensi pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (sn/perry)

Share:

Proyek Jalan Simpang Raja PALI Ditinggal Pemborong, Pemprov Sumsel Harusnya Malu


Kondisi proyek jalan yang mangkrak 


PALI. SININEWS.COM -- Pembangunan jalan Simpang Raja-Simpang 4 Benakat Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI kembali menjadi sorotan setelah ditinggal pemborong dan dibiarkan mangkrak dengan kondisi di lapangan semrawut dan acak-acakan.


Kondisi mangkraknya pembangunan jalan tersebut yang penganggarannya melalui konsorsium sejumlah perusahaan yang kerap menggunakan jalur tersebut harus cepat ditangani pemerintah lantaran diduga pelaksana proyek tersebut tak mampu melanjutkan pekerjaannya.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan harusnya malu dan masyarakat mendesak Gubernur Herman Deru untuk turun tangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut, lantaran status jalan tersebut diambil alih Provinsi serta pembangunan jalur itu diresmikan melalui kegiatan Gubernur pada acara Groundbreaking di Simpang Raja beberapa bulan lalu.


Desakan itu disampaikan sejumlah masyarakat salah satunya ketua Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN LAI) Kabupaten PALI Dedi Darmono Midus.


Ketua BPAN LAI PALI menyatakan bahwa jalur tersebut merupakan akses strategis masyarakat dalam menjalankan roda perekonomiannya. Bahkan bukan hanya masyarakat umum, sejumlah perusahaan pun bergantung pada jalur tersebut dalam menjalankan aktivitasnya.


"Sebelumnya diketahui bahwa Gubernur H. Herman Deru melakukan Groundbreaking pembangunan jalan Simpang Raja yang menyebut bahwa panjang 1,5 kilometer anggarannya melalui konsorsium sejumlah perusahaan. Tetapi saat ini mangkrak, dan seharusnya gubernur malu karena sebelum pembangunan diumumkan penyelesaian jalan itu ditargetkan selesai di bulan Agustus ini," ungkap Dedi, Selasa 18 Agustus 2026.


Menurut Dedi bahwa Gubernur Sumsel atau Pemerintah Provinsi harus cepat tanggap dan tidak tutup mata serta jangan melempar permalasahan tersebut ke Pemkab PALI.


"Cepat turun tangan, kumpulkan konsorsium perusahaan yang telah sepakat menyumbang dana untuk pembangunan jalan itu dan mencarikan solusi agar pembangunan jalan itu bisa diselesaikan sesuai perencanaan," sarannya.


Dedi khawatir apabila kondisi berlarut, imbasnya memantik permasalahan baru dimana ada beberapa suara yang menyatakan akan menutup akses tersebut untuk perusahaan karena dinilai tidak mampu membangun kembali jalur tersebut.


"Jalan itu rutin digunakan oleh beberapa perusahaan, yang tentunya perusahaan itu harus bertanggung jawab atas pembangunan, perawatan hingga perbaikan jalur tersebut. Kami mendengar ada beberapa suara akan menutup akses itu untuk perusahaan apabila dibiarkan berlarut-larut," tandasnya.


Dengan menyikapi kondisi saat ini, Dedi mendesak Gubernur melalui Pemprov Sumsel untuk mengumpulkan konsorsium dan memutuskan kontrak dengan pelaksana yang tak mampu menyelesaikan proyek tersebut lalu mengganti dengan kontraktor baru.


"Solusinya harus tegas, ganti pelaksana pembangunan jalan itu dan awasi serta kontrol pelaksanaannya agar sesuai perencanaan dan tepat waktu dalam menyelesaikan targetnya," pintanya.


Sementara itu, perwakilan PT. Musi Hutan Persada (MHP) melalui Kadiv PHS Agus Alamsyah menyatakan bahwa perusahaanya menjadi salah satu anggota konsorsium dan menjadi penyumbang terbesar dalam pelaksanaan pembangunan jalur Simpang Raja.


Untuk pelaksanaan pekerjaan yang mangkrak, Agus menyebut bahwa pihaknya telah mengetahui hal tersebut. Namun untuk pengambilan langkah dalam menyelesaikan persoalan itu, Agus menunggu hasil kesepakatan perusahaan lain yang tergabung dalam konsorsium.


"Ada 9 perusahaan yang tergabung dalam konsorsium proyek jalan Simpang Raja. Kami mendapat usulan agar mengganti kontraktor baru, tetapi hal itu tidak bisa kami lakukan sendiri karena harus ada kesepakatan bulat dari seluruh anggota konsorsium," ungkap Agus.


Dalam menyikapi persoalan itu, Agus mengaku bahwa PT. MHP telah berkomunikasi dengan Pemkab PALI untuk segera melakukan rapat bersama.


"Kami menunggu arahan atau undangan dari Pemkab PALI untuk melakukan rapat bersama. Karena dari awal perencanaan pembangunan jalur Simpang Raja difasilitasi Pemkab PALI. Kami juga menginginkan jalur itu bisa cepat selesai," tutupnya. 


Diketahui bahwa Gubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan Groundbreaking Jalan Simpang Raja di PALI tepat saat kabupaten tersebut merayakan hari jadinya ke-13 tanggal 22 April 2026.


Dimana pada Groundbreaking Jalan Simpang Raja – Simpang 4 Benakat Timur atau Camp Topo disebutkan jenis pekerjaan adalah perbaikan jalan rigid beton, ukuran panjang 1.520 meter dan lebar 7 meter dengan target pengerjaan dari 9 Februari sampai 7 Agustus 2026.


Pembiayaan perbaikan jalan itu dari dana CSR hasil kolaborasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di PALI. Yang mana saat itu Gubernur Sumsel menyampaikan pesan bahwa pihaknya mendorong sinergi pemerintah dan swasta untuk bersama membangun infrastruktur karena keterbatasan anggaran.


Serta jalur tersebut akan menjadi role model bagi investor lainnya yang tidak hanya memanfaatkan potensi pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (sn/perry)

Share:

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Jadi “Pengadilan Media Sosial”


DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Jadi “Pengadilan Media Sosial”

 

Banjarbaru. SININEWS.COM - Menjelang HUT RI ke-81, Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) melangsungkan pengangkatan advokat baru sekaligus merayakan HUT ke-2 DePA-RI di  Banjarbaru Kalimantan Selatan pada 14 Agustus 2026.

 

Siaran pers DPP DePA-RI, Sabtu (15/8) menyebutkan, dalam pidatonya Ketua Umum DePA-RI TM Luthfi Yazid mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di media sosial tidak boleh menggeser prinsip “due process of law” dalam penegakan hukum.

 

Di era digital, sebuah dugaan pelanggaran hukum dapat menjadi viral hanya dalam hitungan menit. Potongan video, narasi sepihak, judul provokatif, maupun komentar warganet dapat membentuk persepsi publik sebelum proses hukum berjalan secara utuh.

 

DePA-RI memandang perkembangan tersebut perlu disikapi secara serius. Viral bukanlah bukti hukum, popularitas bukanlah ukuran kebenaran, dan tekanan publik tidak boleh menggantikan proses peradilan.

 

“Media sosial boleh menjadi ruang menyampaikan pendapat, tetapi tidak boleh berubah menjadi ruang pengadilan yang menentukan seseorang bersalah atau tidak bersalah sebelum adanya proses hukum yang fair,” kata Ketum DePA-RI.

 

Hakim Tidak Boleh Digantikan Algoritma

 

DePA-RI menilai, prinsip negara hukum mengharuskan setiap orang yang berhadapan dengan hukum memperoleh perlakuan yang adil, kesempatan membela diri, serta pemeriksaan berdasarkan alat bukti dan prosedur hukum yang berlaku sesuai KUHAP.

 

Masalahnya, media sosial bekerja dengan logika yang berbeda. Konten yang emosional, kontroversial, atau sensasional justru sering lebih cepat menyebar dibandingkan informasi yang lengkap dan berimbang.

 

Kalau dulu ada istilah “trial by the press”, saat ini seseorang dapat mengalami “trial by social media”, jauh sebelum perkara diperiksa di pengadilan.

 

“Jangan sampai algoritma menjadi hakim baru. Algoritma mengejar engagement, sedangkan hukum mengejar kebenaran dan keadilan. Tidak boleh Rule of Law digantikan oleh Rule of Algoritma,” tegas Luthfi Yazid yang didampingi para pimpinan DePA-RI seperti Sugeng Aribowo, Nizar Tanjung, dan Irana Yudiartika.

 

Kebebasan berpendapat, lanjutnya, dijamin Konstitusi, dan ia menegaskan bahwa kritik, kebebasan berpendapat, dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi penegakan hukum merupakan bagian penting dari demokrasi.

 

Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah, hak atas pembelaan, kehormatan dan martabat manusia, serta independensi lembaga peradilan.

 

Masyarakat juga perlu diajarkan untuk membedakan antara mengkritik proses hukum dengan menghakimi seseorang sebelum proses hukum selesai.

 

Dalam situasi seperti ini, DePA-RI memandang profesi advokat memiliki tanggung jawab yang semakin penting. Advokat hendaknya bukan hanya menjadi pembela perkara, namun juga turut menjaga konstitusi, UUD 1945. Sebab itu seorang advokat tidak cukup hanya memiliki penguasaan teknis hukum, namun juga perlu pengetahuan yang luas.

 

Advokat tidak hanya bertugas membela kepentingan klien, tetapi juga ikut menjaga agar proses penegakan hukum tetap berada dalam koridor negara hukum sebagaimana diamanatkan Pasal 3 UUD 1945.

 

Advokat harus berani mengatakan, seperti ungkapan Adnan Buyung Nasution, bahwa yang berhak untuk mendapatkan keadilan bukan hanya orang baik. Orang jahatpun berhak mendapatkan keadilan. Adnan Buyung Nasution sudah memberikan contoh saat ia dikritik, diprotes dan disudutkan karena membela orang yang dituduh pelanggar HAM atau yang dituduh melakukan korupsi.

 

Artinya, orang yang tidak populer tetap mempunyai hak untuk dibela, dan orang yang diduga melakukan kesalahan tetap mempunyai hak untuk mendapatkan proses hukum yang adil.

 

“Ukuran profesionalisme advokat bukan apakah ia membela orang yang kita sukai, tetapi apakah ia tetap berdiri untuk prinsip hukum ketika orang yang dibelanya sedang tidak disukai publik,” kata Luthfi Yazid, yang pernah menjadi asisten pribadi Adnan Buyung Nasution.

 

Saatnya Membangun Literasi Hukum Digital

 

DePA-RI lebih lanjut mengajak masyarakat, media, semua aparat penegak hukum, advokat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun literasi hukum digital.

 

Masyarakat perlu semakin kritis terhadap informasi hukum yang beredar di media sosial: memeriksa sumber, memahami konteks, tidak mudah menyimpulkan kesalahan seseorang, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

 

DePA-RI juga mendorong para advokat untuk hadir di ruang digital bukan sekadar untuk membangun popularitas pribadi, tetapi untuk memberikan edukasi hukum yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab. Luthfi Yazid menegaskan bahwa “personal branding for lawyers” itu penting tetapi integritas, reputasi, keberpihakan kepada keadilan dan konsistensi itu jauh lebih penting.

 

DePA-RI juga berpandangan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat demokrasi dan akses terhadap keadilan, bukan menciptakan bentuk baru dari penghakiman massa, atau main hakim sendiri (eigenrichting).

 

Pengadilan memiliki hukum acara dan media sosial memiliki algoritma. Tugas pengadilan adalah mewujudkan keadilan dan algoritma mencari perhatian. Keduanya memiliki mekanisme yang berbeda.

 

Karena itu, Luthfi Yazid menyerukan: “Jangan biarkan viralitas menggantikan ‘due process of law’. Jangan biarkan pengadilan media sosial menggantikan pengadilan yang sesungguhnya.”

 

Bagi DePA-RI, negara hukum tidak boleh ditentukan oleh siapa yang paling keras bersuara atau paling populer di media sosial, tetapi oleh hukum, bukti, proses yang fair dan adil, serta putusan yang independen (free and impartial tribunal).

 

Oleh sebab itu, agar tidak berlaku apa yang disebut “no viral no justice” maka harus diciptakan keadilan. Hal ini harus dimulai dari penguasa/pemerintah/pejabatnya serta pembuat UU ( DPR). Mereka harus menjadi teladan utama untuk bersikap adil.

 

Begitu juga  dengan pemangku amanah sebagai penegak hukum: hakim, polisi, jaksa dan advokat. Jika ini yang terjadi, masyarakat pun akan mencontoh para pemimpinnya. Demikian Ketua Umum DePA-RI.(sn)

Share:

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 Berjalan Khidmat, Plt Bupati Muara Enim Komitmen Kedepankan Pembangunan Berkelanjutan


Plt Bupati Muara Enim saat pimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 


Muara Enim, Sumsel. SININEWS.COM  – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Muara Enim, Senin (17/8/2026). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Plt Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Sementara itu, Kapten Infanteri Arif Nur Rahman bertindak sebagai Komandan Upacara. Suasana sinergi dan keharmonisan tampak melekat sepanjang prosesi, yang dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga berbagai organisasi kemasyarakatan. Dalam perhelatan ini, Teks UUD 1945 dibacakan oleh Ketua DPRD Muara Enim, Dedi Harianto, dan pembacaan doa dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim.



Dalam amanatnya, Plt Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kerja sama yang solid di semua lini demi mewujudkan visi Muara Enim MEMBARA.


"Sinergitas dan keharmonisan antar-lembaga adalah kunci utama dalam membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen untuk selalu mengutamakan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan Muara Enim MEMBARA," ujar Sumarni.



Rangkaian Acara Kesenian dan Penghargaan

Setelah upacara inti selesai, para peserta dan tamu undangan disuguhkan pertunjukan drama kolosal perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II dalam mengusir penjajah, yang dibawakan secara memukau oleh siswa-siswi SMAN 1 Muara Enim.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda sosial dan apresiasi,


Penyerahan Tali Asih,


Diberikan langsung oleh Plt Bupati kepada para pejuang legiun veteran dan janda veteran di Kabupaten Muara Enim.


Pemberian Penghargaan:



Penyerahan apresiasi kepada para pemenang tingkat nasional di bidang pelayanan publik.


 Apresiasi Paskibraka:


Pemberian ucapan selamat dan foto bersama Plt Bupati serta unsur Forkopimda bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di halaman Kantor Pemkab Muara Enim.

Usai memberikan apresiasi kepada Paskibraka, Plt Bupati beserta rombongan bergerak menuju Ruang Rapat Bappeda untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui siaran langsung. Agendakan kemudian ditutup dengan kunjungan rombongan ke Lapas Kelas IIA Muara Enim guna menghadiri pemberian remisi umum Kemerdekaan RI bagi para warga binaan.(sn/adv)

Share:

Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Palembang


Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Palembang


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Palembang, Minggu (16/8/2026) malam.


Apel Kehormatan dan Renungan Suci berlangsung khidmat pada pukul 00.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.


Dalam upacara tersebut, Inspektur Upacara yang juga Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho menyalakan obor sebagai simbol penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan.


Dalam amanatnya, Sandi menyebutkan bahwa para pahlawan yang dimakamkan di TMP Palembang terdiri atas 1.470 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), 77 anggota Kepolisian, 32 Pegawai Sipil, 150 Pejuang Rakyat, serta 43 Pahlawan Tak Dikenal.


“Kami yang hadir pada malam hari ini pukul 00.00 WIB untuk memperingati dan mengenang jasa-jasa para pahlawan,” ujar Sandi dalam amanatnya.


Menurutnya, seluruh perjuangan dan pengorbanan para pahlawan menjadi teladan bagi generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan.


“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa,” katanya.


Dalam suasana penuh keheningan, Sandi juga menyampaikan ikrar untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.


“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula. Dan jalan kebaktian yang saudara tempuh, jalan bagi kami juga. Kami berdoa semoga arwah diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.


Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang bersama jajaran Forkopimda dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan, serta meneguhkan kembali semangat seluruh elemen bangsa untuk melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan dengan pengabdian terbaik bagi negara dan masyarakat.(sn)

Share:

Polsek Penukal Utara Hadiri Pengibaran Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Polsek Penukal Utara Hadiri Pengibaran Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI



PALI-- SiniNews.Com — Polsek Penukal Utara Iptu Budi Anhar, S.H., M.Si., menghadiri upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara yang berlangsung di lapangan Kecamatan Penukal Utara, Desa Prabumenang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung khidmat serta aman.


Upacara tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di tengah masyarakat.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Penukal Utara Pahrudin, S.Psi. Sementara Perwira Upacara dipercayakan kepada Brigpol Riko Karnando dan Komandan Upacara Sertu Wahyudi.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Penukal Utara turut hadir bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, anggota DPRD Kabupaten PALI Dapil III Kecamatan Penukal Utara, kepala desa, kepala sekolah, kepala UPTD, jajaran KUA, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pelajar, Paskibra, marching band, insan pers serta masyarakat Kecamatan Penukal Utara.


Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan kedatangan Inspektur Upacara dan penghormatan pasukan. Prosesi kemudian dilanjutkan laporan Komandan Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, hingga pembacaan teks Proklamasi.


Selanjutnya dilakukan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan doa dan lagu-lagu nasional oleh paduan suara. Upacara ditutup dengan laporan Komandan Upacara, penghormatan kepada Inspektur Upacara dan pembubaran pasukan, kemudian dilanjutkan foto bersama.


Kapolsek Penukal Utara Iptu Budi Anhar, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus upaya mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah dan masyarakat.


"Momentum Hari Kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan rasa nasionalisme dan bersama-sama menciptakan situasi keamanan yang aman serta kondusif," ujarnya.


Upacara selesai sekitar pukul 11.10 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman dan kondusif.


Tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 adalah "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur."


Sementara itu, upacara penurunan Bendera Merah Putih dijadwalkan berlangsung pada sore hari dengan Inspektur Upacara Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si., Perwira Upacara Brigpol Riko Karnando dan Komandan Upacara Bripda Muhammad Bintang.(SN/Perry)

Share:

Polsek Tanah Abang Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dilanjutkan Tabur Bunga di Makam Pahlawan

 Polsek Tanah Abang Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dilanjutkan Tabur Bunga di Makam Pahlawan



PALI-- SiniNews.Com — Polsek Tanah Abang menghadiri upacara penaikan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman SD Negeri 1 Tanah Abang, Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (17/8/2026).


Upacara yang dimulai sekitar pukul 09.10 WIB tersebut diikuti unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, anggota DPRD PALI, perangkat desa, tenaga pendidik, pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tenaga kesehatan, Paskibra dan masyarakat Kecamatan Tanah Abang.


Camat Tanah Abang Dadang Afriandi, S.H., M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Serda Sumali dipercaya sebagai Perwira Upacara dan Sertu Sribandono sebagai Komandan Upacara.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. hadir bersama personel Polsek Tanah Abang. Kehadiran jajaran kepolisian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas dengan pemerintah kecamatan, TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam memperingati momentum kemerdekaan.


Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali dengan masuknya Komandan Upacara, kedatangan Inspektur Upacara, penghormatan, laporan Komandan Upacara, hingga pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.


Kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan detik-detik Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945, pembacaan doa serta lagu-lagu nasional. Upacara penaikan bendera selesai sekitar pukul 10.10 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan upacara dan tabur bunga di makam pahlawan yang berada di Desa Tanah Abang Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. bertindak sebagai pemimpin upacara dan diikuti seluruh peserta.


Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, SH., mengatakan kegiatan tabur bunga menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.


“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Semangat perjuangan mereka harus terus kita kenang dan diwariskan kepada generasi penerus,” kata Kapolsek Tanah Abang.


Kapolsek Tanah Abang juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai penyemangat untuk memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air.


“Kemerdekaan harus kita isi dengan menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Semangat nasionalisme dan patriotisme harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Upacara dan tabur bunga di makam pahlawan selesai sekitar pukul 11.20 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman dan kondusif.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” (SN/Perry)

Share:

Upacara HUT ke-81 RI di PALI Berlangsung Khidmat, Kapolres: Mari Isi Kemerdekaan dengan Pengabdian

Upacara HUT ke-81 RI di PALI Berlangsung Khidmat, Kapolres: Mari Isi Kemerdekaan dengan Pengabdian



PALI-SiniNews.Com— Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K. menghadiri upacara penaikan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).


Upacara berlangsung di Lapangan Gelora November Komperta Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, mulai pukul 08.00 WIB. Bupati PALI Asgianto, S.T. bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten PALI, TNI-Polri, ASN, tenaga kesehatan, pelajar, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., mengatakan kehadiran jajaran kepolisian dalam upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan.


“Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi kita untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, nasionalisme dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolres.


Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif melalui pengabdian dan kerja nyata. Polri akan terus berkomitmen menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten PALI,” ujarnya.


Sementara itu, Bupati PALI Asgianto mengatakan peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat.


“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan menjaga persatuan,” kata Asgianto.


Ia juga mengajak masyarakat PALI menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penyemangat untuk bersama-sama mewujudkan daerah yang semakin maju, adil dan sejahtera.


“Mari kita terus menjaga kebersamaan, gotong royong dan persatuan. Dengan semangat tersebut, kita dapat bersama-sama membangun PALI agar semakin maju dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.


Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian penaikan Bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, amanat Inspektur Upacara, pembacaan doa dan Andhika Bhayangkari.


Upacara yang diikuti berbagai unsur tersebut berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, yang menjadi semangat bersama dalam memperkuat persatuan dan membangun Indonesia.(SN/Perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts