Peduli Kesehatan Pelajar, Polsek Penukal Utara Bagikan Masker Gratis

Peduli Kesehatan Pelajar, Polsek Penukal Utara Bagikan Masker Gratis



PALI-SiniNews.Com — Polsek Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), membagikan masker kepada para pelajar SD 14 Desa Kota Baru, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Pembagian masker tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan dipimpin Kapolsek Penukal Utara Iptu Budi Anhar, S.H., M.Si., bersama sejumlah personel kepolisian.


Selain Kapolsek, kegiatan tersebut turut diikuti Kanit Provos Aiptu Ade Irawan, Kanit Intelkam Aiptu Dodi Wisno, S.H., Kasium Aipda Cecep, Bhabinkamtibmas Bripka Nopran dan Brigpol Fadli Suhara.


Masker dibagikan kepada anak-anak sekolah sebagai alat pelindung diri ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang berpotensi terdampak asap Karhutla. Polisi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta mengurangi risiko paparan asap.


Kapolsek Penukal Utara Iptu Budi Anhar mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pelajar yang setiap hari melakukan aktivitas di luar rumah.


"Kami membagikan masker kepada anak-anak sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mereka dalam menghadapi dampak kabut asap akibat Karhutla," kata Budi.


Dia juga mengimbau masyarakat, terutama para pelajar, untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan apabila kondisi udara mulai terdampak asap.


"Kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika kondisi udara terdampak kabut asap. Ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap," ujarnya.


Menurut Budi, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi diri. Selain itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat.


"Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan menggunakan alat pelindung diri saat kondisi udara tidak baik akibat asap Karhutla," tuturnya.


Kegiatan pembagian masker selesai sekitar pukul 09.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.


Melalui kegiatan tersebut, Polsek Penukal Utara berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap Karhutla semakin meningkat, sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan perlindungan kepada masyarakat.(SN/Perry)

Share:

Jum'at Bersih, Personel KRYD Regu 3 Polres PALI Bersihkan Masjid Al-Furqon

Jum'at Bersih, Personel KRYD Regu 3 Polres PALI Bersihkan Masjid Al-Furqon



PALI--SiniNews.Com — Personel Unit Kegiatan Lapangan (UKL) Regu 3 Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan Masjid Al-Furqon di Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Jum'at (28/8/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Asri Belida yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat dengan menyasar sejumlah fasilitas publik, termasuk kantor, rumah ibadah, tempat wisata dan tempat umum.


Gotong royong dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan dipimpin oleh Ka SPKT Polres PALI Iptu Maryono bersama personel KRYD Regu 3.


Dalam kegiatan tersebut, personel bersama-sama melakukan pembersihan di lingkungan Masjid Al-Furqon. Sejumlah bagian lingkungan masjid dibersihkan agar kondisi rumah ibadah menjadi lebih rapi, bersih dan nyaman digunakan masyarakat untuk melaksanakan aktivitas keagamaan.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK. Melalui Kepala SPKT Iptu Maryono mengatakan kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian personel Polres PALI terhadap kebersihan lingkungan, khususnya fasilitas yang digunakan masyarakat.


"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan, terutama rumah ibadah yang digunakan masyarakat. Kami berharap Masjid Al-Furqon tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah," kata Maryono.


Dia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk dukungan personel terhadap Program Asri Belida yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat.


"Melalui Program Asri Belida, kami bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas umum dan lingkungan. Sasaran kegiatan tidak hanya rumah ibadah, tetapi juga kantor, tempat wisata dan tempat umum lainnya," ujarnya.


Menurutnya, kegiatan gotong royong tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, tetapi juga mempererat hubungan antara personel kepolisian dengan masyarakat.


Kegiatan pembersihan Masjid Al-Furqon selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif.


Program tersebut diharapkan dapat terus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan fasilitas umum yang nyaman bagi masyarakat Kabupaten PALI.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi yang lebih tajam ala Detik.com dengan lead yang lebih menarik dan judul lebih “menggigit” untuk media online.(SN/Perry)

Share:

Pemkab Muara Enim Komitmen Dukungan Investasi Dorong Kesejahteraan Masyarakat


Pemkab Muara Enim Nyatakan Dukung Investasi 


Muara Enim. SININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menegaskan komitmennya mendukung investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, investasi yang masuk juga harus memperhatikan kepentingan dan kenyamanan masyarakat.


Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. dalam konteks pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas angkutan batubara di wilayah Kabupaten Muara Enim.


Menurut Sumarni, pemerintah daerah terbuka terhadap investasi yang memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Kehadiran dunia usaha diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal.


“Pemkab Muara Enim mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, termasuk dalam membuka lapangan pekerjaan serta memberdayakan tenaga kerja lokal. Namun, aktivitas usaha juga harus memperhatikan kenyamanan dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Salah satu upaya menciptakan keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan kepentingan masyarakat dilakukan melalui pembangunan **jembatan dan Flyover Angkutan Batubara PT Manambang Muara Enim (MME)** di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul.


Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memisahkan jalur angkutan batubara dari jalan umum. Dengan adanya jalur khusus, arus kendaraan angkutan batubara diharapkan tidak lagi bercampur dengan mobilitas masyarakat.


Selain meningkatkan kelancaran distribusi batubara, keberadaan flyover juga diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan, menekan dampak debu akibat aktivitas kendaraan, serta meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.


“Investasi harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Jangan sampai aktivitas ekonomi justru mengganggu kenyamanan warga. Karena itu, pembangunan jalur khusus angkutan batubara menjadi salah satu solusi yang harus terus didorong,” ujar Sumarni. (sn)

Share:

Herman Deru Pastikan Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan, Minta Masyarakat Tidak Panic Buying


Herman Deru Pastikan Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan, Minta Masyarakat Tidak Panic Buying


PALEMBANG. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru memastikan ketersediaan dan harga beras, khususnya beras medium, di Sumatera Selatan tetap aman. Hal itu disampaikannya setelah melakukan pengecekan stok beras di Perum Bulog untuk memastikan kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan tetap terpenuhi, Kamis (27/8/2026).


Herman Deru menjelaskan, kenaikan harga beras yang terjadi di lapangan saat ini lebih banyak terjadi pada beras premium. Sementara itu, harga beras medium dinilai tidak mengalami lonjakan yang perlu dikhawatirkan.


“Tidak usah khawatir. Yang naik di lapangan itu beras premium, sementara beras medium tidak terjadi lonjakan. Jadi, jangan sampai ada panic buying. Stok kita banyak,” tegas Herman Deru.


Menurutnya, persediaan beras yang saat ini berada di gudang Bulog bahkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan hingga sekitar 10 bulan ke depan.


“Untuk 10 bulan ke depan, yang ada di gudang saja cukup untuk memasok beras di Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.


Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap akan merespons kondisi harga beras di lapangan dengan langkah konkret. Herman Deru meminta agar operasi pasar segera dilaksanakan tanpa menunggu bulan berikutnya.


“Saya minta segera adakan operasi pasar. Terlalu lama kalau menunggu bulan depan. Selama bisa dalam Agustus, Agustus saja,” katanya.


Herman Deru memastikan operasi pasar beras medium akan mulai dilaksanakan dalam dua hingga tiga hari ke depan dan dilanjutkan pada September mendatang. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran.


Dalam operasi pasar tersebut, harga beras medium ditetapkan maksimal Rp12.500 per kilogram.


“Kita akan laksanakan operasi pasar untuk beras medium dalam dua-tiga hari ini, kemudian September juga diteruskan sampai masyarakat merasa nyaman,” jelasnya.


Untuk memperluas jangkauan operasi pasar, Herman Deru juga akan meminta para bupati dan wali kota mengambil langkah serupa di wilayah masing-masing. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga akan menggandeng TNI dan Polri dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut.


Herman Deru turut mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli beras sesuai dengan kebutuhan konsumsi. Ia menegaskan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat Sumatera Selatan.


“Jangan takut, jangan bingung, jangan panik. Nyaman-nyaman saja beli sesuai dengan konsumsi. Kita jamin beras itu tidak akan berkurang,” tegasnya.


Ia juga meminta masyarakat ikut mengawasi harga beras di lapangan. Jika ditemukan penjualan beras yang tidak sesuai dengan ketentuan harga operasi pasar, masyarakat dapat melaporkannya kepada lurah, camat, maupun aparat terkait.


“Kalau ditemukan di lapangan beras premium dijual di atas Rp12.500, laporkan. Bisa ke lurah, camat, atau aparat. Artinya, kalau ada yang memainkan harga, harus kita tindak,” pungkasnya.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Dorong UMKM Sumsel Naik Kelas melalui Kolaborasi dan Digitalisasi


Gubernur Herman Deru Dorong UMKM Sumsel Naik Kelas melalui Kolaborasi dan Digitalisasi


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresiasi peran Bisnis Indonesia yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat melepas kegiatan Jelajah UMKM Sumsel 2026 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (27/8/2026).


Herman Deru mengatakan, kegiatan Jelajah UMKM Sumsel 2026 memiliki tema yang menarik karena tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga berorientasi pada penguatan pelaku UMKM agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Sumatera Selatan.


“Tema hari ini menarik. Kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk pelaku UMKM. Tentu ini berkontribusi untuk menyongsong ekonomi yang lebih baik bagi Sumsel,” ujar Herman Deru.


Menurutnya, UMKM merupakan komunitas ekonomi yang harus terus didorong dan dikembangkan. Pemerintah bersama berbagai pihak memiliki tugas untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu naik kelas.


“UMKM itu adalah suatu komunitas yang harus kita dorong, kita dongkrak. Tugas kita mengeskalasi power-nya agar naik kelas. Bisnis Indonesia berperan di sini,” katanya.


Herman Deru menilai Bisnis Indonesia memiliki jaringan yang luas serta tingkat kepercayaan masyarakat yang baik. Karena itu, kolaborasi dengan media tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Sumatera Selatan.


Ia menyebutkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, termasuk membuka akses terhadap permodalan dan pemasaran.


“Kita terus berupaya dari berbagai sudut, baik keterampilan, mendapatkan akses permodalan maupun pemasaran. Kita tahu jaringan Bisnis Indonesia luar biasa, sampai ke luar negeri. Kita berharap kerja sama ini berkesinambungan,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Herman Deru berharap kegiatan Jelajah UMKM dapat memberikan gambaran mengenai kondisi riil pelaku UMKM di Sumatera Selatan. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan untuk mengembangkan UMKM melalui digitalisasi sehingga produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.


“Kita berharap setelah jelajah ini bisa diketahui kondisi riil UMKM di Sumsel. Bagaimana kita mengemas ini menjadi sebuah produk digital, sehingga mereka berani membuka akses pasar melalui digitalisasi,” jelasnya.


Ia juga berharap kehadiran Bisnis Indonesia dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelaku UMKM. Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh merasa berjalan sendiri karena terdapat pemerintah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan yang dapat mendukung pengembangan usaha.


“Saya berharap kegiatan ini menghasilkan sebuah kenyataan bahwa Bisnis Indonesia dirasakan oleh para pelaku UMKM, bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Ada pemerintah, perbankan dan stakeholder lainnya untuk mendorong mereka melaju lebih cepat, sehingga kita harap UMKM kita ini naik kelas,” tegas Herman Deru.


Sementara itu, Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budi Susilo mengatakan, Jelajah UMKM Sumsel 2026 merupakan kegiatan perdana yang digelar pihaknya di Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bisnis Indonesia untuk terus mendorong perekonomian agar tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan.


“Jelajah UMKM ini baru pertama kali kita selenggarakan. Bisnis Indonesia sangat konsen agar ekonomi tetap tumbuh meskipun banyak tantangan,” ujar Arif.


Ia menyebutkan, kondisi ekonomi dan dunia bisnis saat ini menghadapi berbagai dinamika. Namun, Bisnis Indonesia tetap optimistis untuk membangun ekspektasi positif terhadap perekonomian nasional dan daerah.


Menurut Arif, UMKM merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi berbagai situasi.


“UMKM adalah pelaku ekonomi yang tahan banting terhadap situasi apa pun,” katanya.


Arif menambahkan, Sumatera Selatan menjadi langkah awal dalam pelaksanaan Jelajah UMKM. Ke depan, kegiatan serupa akan dikembangkan ke sektor usaha lainnya dan tidak hanya terbatas pada UMKM.


“Langkah pertama jelajah di Sumsel, nanti akan kita kembangkan ke depan. Karena Bisnis Indonesia punya track record, ke depan kita jelajahi bisnis yang lain, bukan hanya UMKM tetapi juga sektor lainnya,” pungkasnya.(sn)

Share:

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman


 SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman


Jakarta. SININEWS.COM -- Langkah strategis dipahat SMSI, sebagai salah salah satu konsituten Dewan Pers, yakni mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program ini menjadi bentuk komitmen merawat desa, sebagai manisfestasi merawat NKRI. ‘’Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’ujar Drs Firdaus, Msi, Ketua Umum SMSI Pusat. 

Kegiatan yang dilaksanakan di di tengah hiruk pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi stabilitas menjadi sebuah konfirmasi  ‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,’’begitu ucap Hasyim S Djoyohadikusumo. 

Menurut adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowowo Subiyanto ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan Jakarta tetap aman. ‘’Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,’’ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada dialog nasional, usai pengukuhan yang berlangsung di  Hall Dewan Pers, Kebon Sirih.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang berlangsung penuh kemeriahan, namun tetap berjalan khikmat melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan. ‘’Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,’’papar Firdaus dalam sambutan di depan Hasyim S Djoyohadikusumo.

Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, dan kini menjadi salah satu penasehat ekonomi Presiden mengatakan, SMSI ke depan punya tugas dengan tanggung jawab besar. ‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,’’cetus tokoh yang malang melintang di dunia bisnis tanah air.

Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah. Terkait dengan fenomena di atas Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.

Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah. ‘’Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,’’tambahnya.


Sumbang pikir untuk Pers Indonesia

Hal hal lain yang juga disampaikan Hasyim S Djoyohadikusumo yang spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus Msi, yakni kondisi Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif. Menurut Firdaus gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performasnya.

‘’Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,’’urai Firdaus. 

Terhadap usulan itu, Hasyim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi. ‘’Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,’’ ujar Hasyim lagi.

Respon semacam itu langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, kemudian pakar ekonomi dan Perbankan 

Dialog sangat menarik dan menghadirkan tanggapan kritis, apalagi dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK.(sn)

Share:

Di-PTDH, 9 Dosen dan Pegawai Universitas PGRI Palembang Tempuh Jalur Hukum

 


Foto: Dr. Saipuddin Zahri, S.H., M.H didampingi para korban PTDH , Kamis (27/8/2026)



Palembang. SININEWS.COM -- Polemik kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) berbuntut panjang, kali ini  sebanyak sembilan dosen tetap dan pengelola/ tendik  (pegawai tetap) Universitas PGRI Palembang   yang dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) resmi menguasakan perkara mereka kepada kantor hukum Dr. Saipuddin Zahri, S.H., M.H. & Rekan untuk menempuh jalur perlawanan hukum.

Keputusan tersebut diambil menyusul diterimanya Surat Keputusan PTDH yang dinilai mencederai rasa keadilan. Para akademisi dan pegawai ini berkomitmen memperjuangkan hak-hak hukum mereka akibat pemecatan tersebut.

"Kami dari Kantor Advokat/Pengacara Dr. Saipuddin Zahri, S.H., M.H. dan Rekan telah menerima kuasa resmi dari dosen-dosen yang terkena PTDH di Universitas PGRI Palembang untuk memperjuangkan hak-hak mereka secara hukum demi mendapatkan keadilan," tegas Dr. Saipuddin Zahri  kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya mereka yang di pecat adalah terdiri dari dosen tetap Yayasan yaitu  Dr. Ir. Hj. Tri Widayatsih, M.Si, Dr. Hayatun Nufus, M.Pd, Suryati, M.H, Barkudin, M.Pd.

Sedangkan Pengelola/Tendik yang merupakan pegawai tetap  yang dipecat adalah Erwanto, S.Sos, Rudy Sushanto, S.H, Bachder Johan, S.Km., M.Pd, Irwan Agus Anthony, S.Sos dan Khusairi

“ Mereka-mereka ini berdasarkan surat keputusan yang diterima oleh memreka mereka ini  yaitu surat keputusan pemberhentian  dengan tidak hormat, jadi mereka menguasakan kekantor kami untuk mendapatkan keadilan dalam hal ini  untuk memperjuangkan secara hukum dan Insya Allah kami mulai besok , setelah kuasa ini di tandatangani akan menjalankan apa yang diamanahkan  kepada kami,”katanya.

Salah Langkah hukum yang akan dijalani menurutnya adalah , pihaknya akan memanggil pihak pengelola untuk undangan mediasi tripartit.

“Mau datang mau tidak silahkan , kita panggil mereka hari  Rabu tanggal 2 September , baru selanjutnya kita bersurat tripartit ke Disnaker  lalu Disnaker nanti akan mengeluarkan anjuran dimediasi antara  pihak yang di PTDH dengan pihak BPH ini selanjutnya kita akan ke pengadilan hubungan industrial , dan tuntutan kita minta di batalkan  PTDH ini karena tida prosedural dan sangat bertentangan dengan  peraturan yang berlaku,”katanya.

Selain itu menurutnya buntut PTDH ini  sebenarnya berdasarkan konflik internal PGRI Sumsel.

“ Karena Yayasan ini masih punya dasar yang kuat  tetapi serta merta mereka memindahkan  , mengambilalih  status Yayasan ini menjadi Badan Pengelola Harian (BPH) yang sumber dasarnya belum jelas,”katanya.

Kalaupun akan di ajak ke win-win solution, pihaknya akan bicarakan dengan kliennya sendiri.

“ Pernyataan saya sebagai kuasa hukum , tunggu kami di pengadilan ajalah , tentu menyelesaikannya melalui jalur hukumitu yang terbaik ,”katanya

Salah satu dosen tetap Yayasan  untuk prodi Hukum Bisnis  Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang yang dipecat Suryati MH mengaku kaget mendapatkan surat pemecatan  tersebut.

“ Karena sama sekali tidak ada namanya minta klarifikasi atau peringatan, jadi SP 1, SP 2 dan SP 3 itu tidak ada, jadi yang menjadi permasalahan itu kami yang menjadi dosen tetap Yayasan sedangkan yang pengelola tadi  ada lima orang itu adalah pegawai tetap yayasan , yang menjadi permasalahan ini kenapa BPH mengeluarkan PTDH, kalau kita lihat dari situ SK kita SK Yayasan dan yang menjadi permasalahan di tambah lagi BPH mengeluarkan PTDH sedangkan mereka sedang melakukan gugatan dan ditambah lagi BPH itu (mereka) adalah perpanjangan tangan dari PB sebagai Perkumpulan PGRI sebagai badan penyelenggara,”katanya.

Sedangkan pengalihan wewenang oleh Ketua Yayasan menurutnya yang tidak ada AHU di Kemenkumham  begitu berani mengeluarkan surat pengalihan wewenang  ke Pengurus Daerah  PGRI Sumsel  di Desember 2021.

“Kami mohon perhatian LL Dikti Wilayah II , kami selaku korban PTDH, dosen tetap Yayasan ,mohon diperhatikan sekali kepada bapak Lembaga LL Dikti Wilayah II karena disini mereka melakukan PTDH itu legalitasnya apa, proseduralnya  tidak ada,”katanya.

Hal senada dikemukakan Dr. Hayatun Nufus, M.Pd, mengaku terkejut waktu mendapatkan PTDH.

“ Diawali tanggal 12 Agustus saya dipanggil dekan untuk klarifikasi terkait dengan  tugas saya sebagai narasumber webinar yang diselenggarakan  PGRI Sumsel, dalam klarifikasi tersebut saya ditanya berbagai hal menyangkut saya sebagai narasumber sebagai apa, judul dan materi yang sampaikan dan siapa yang mengundang dan alas an sebagai narasumber,” katanya.

Menurutnya dia tertarik menjadi narasumber karena saat itu libur perkuliahan  dan apa salahnya jika dirinya memberikan materi  tersebut.

“ Itu tidak menyalahi karena bagian dari pengabdian kepada masyarakat tapi saya terkejut karena tangga 12 Agustus saya  dipanggil dan mendapat SP  dan tanggal 13 Agustus saya mendapat SK PTDH,”katanya.

Hal senada dikemukakan Dr. Ir. Hj. Tri Widayatsih mengaku terkejut di PTDH karena dirinya  saat itu menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Manajemen  Pendidikan.

“ Tiba-tiba diberitahu mendapatkan surat PTDH ditanggal 24 Agustus , saya pikir mungkin karena usia , jadi saya pikirsaya tidak lagi menjadi Ka Prodi, ternyata PTDH sebagai Ka Prodi dan Dosen tetap , itu saya benar-benar kaget dan bingung kok bisa kayak gitu, enggak ada SP SP, enggal ada panggilan sama sekali  saya betul-betul kaget karena saya melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan tinggi,”katanya. Atas PTDH tersebut dirinya tidak terima.

Sedangkan kuasa hukum Dr H Ahmad Zulinto SPd MM, Dr Hj Meilia Rosani SH MH, dan Associate Prof Dr H Bukman Lian MM MSi,  M Firdaus SSos SH MH mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi  laporan adanya  masalah PTDH tersebut.

“ Nanti akan kami koordinasikan dulu dengan klien,”katanya.

Sedangkan Rektor Universitas PGRI Palembang Associate Prof Dr H Bukman Lian MM MSi Ketika di hubungi tidak merespon.(sn)

Share:

Polres PALI Bersama Forkopimda dan Masyarakat Berdoa Minta Hujan

Polres PALI Bersama Forkopimda dan Masyarakat Berdoa Minta Hujan



PALI--SiniNews.Com – Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan di Lapangan Mako Polres PALI, Kamis (27/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 jamaah dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat hingga komunitas ojek online.


Shalat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap kondisi lingkungan dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten PALI.


Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dipimpin Imam Salman Al Hafiz serta Khatib Ustad Daut. Para jamaah melaksanakan shalat Istisqa sebanyak dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama untuk memohon curahan hujan serta keselamatan bagi masyarakat Kabupaten PALI.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada S.I.K. melalui kegiatan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berikhtiar menghadapi kondisi kemarau.


"Shalat Istisqa ini merupakan ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan, sehingga kondisi kemarau dapat teratasi dan masyarakat terhindar dari dampak yang lebih luas," ujar Januar.


Kegiatan turut dihadiri Asisten II Pemkab PALI Drs. Supawi Bakir, M.T., yang mewakili Bupati PALI, Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., Danramil 404-03/Pendopo Kapten Czi Sujarwo, perwakilan Kejari PALI, Satbrimob Polda Sumsel, Satpol PP, Damkar, Dishub, tokoh agama, tokoh masyarakat serta personel TNI-Polri.


Selain melaksanakan ibadah, Polres PALI juga melanjutkan kegiatan Baksos dengan memberikan bantuan sosial (bansos) dan masker kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap warga yang terdampak kondisi kemarau sekaligus upaya membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang berdebu dan berasap.


"Kami juga melanjutkan kegiatan dengan pemberian bansos dan masker kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat PALI," kata Januar.


Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar dengan melibatkan berbagai unsur instansi serta masyarakat Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Dua Kakak Beradik Meninggal Akibat DBD di Talang Ubi, Pemerintah PALI Hadir Memberi Kepedulian

 

Dua Kakak Beradik Meninggal Akibat DBD di Talang Ubi, Pemerintah PALI Hadir Memberi Kepedulian

 

 

 

PALI--SiniNews.Com-- Meninggalnya dua kakak beradik, Andika Alam Saputra bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Antap Mustopa, yang diduga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), menyita perhatian seluruh masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

 

Kedua almarhum diketahui berpulang ke Rahmatullah dalam waktu yang berdekatan. Kabar duka tersebut membuat suasana di rumah duka, Gang Mercon, RT 04 RW 01, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, menjadi penuh kesedihan dan disesali warga sekitar.

 

Merespons musibah ini, Pemerintah Kabupaten PALI melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Edi Irawan, didampingi Camat Talang Ubi, Lurah Handayani Mulia, serta Ketua RT 04, turun langsung mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

Kedatangan rombongan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten PALI terhadap keluarga yang tengah menanggung musibah berat, sekaligus bentuk perhatian agar keluarga merasa didampingi di masa sulit.

 

“Kehadiran kami mewakili Bapak Bupati untuk turut menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi ujian ini,” ujar Edi Irawan.

 

Edi menambahkan, musibah yang menimpa keluarga ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, kehadiran tidak hanya sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan dukungan nyata.

 

“Kami turut prihatin atas musibah berat yang dialami keluarga ini. Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Edi juga menyerahkan secara langsung bantuan santunan kepada keluarga berduka, sebagai wujud empati dan kepedulian Pemerintah Kabupaten PALI.

 

“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kepedulian kami. Semoga sedikit dapat meringankan beban dan menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka,” tambahnya.

 

Di akhir pernyataannya, Edi kembali berdoa agar keluarga senantiasa diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan dua orang anggota keluarga sekaligus.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten PALI, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan seluruh masyarakat PALI senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan dari segala penyakit,” pungkas Edi Irawan.(SN/Perry)

Share:

Dinilai Lakukan Pelanggaran Berat, Rektor Universitas PGRI Palembang Dipecat

.
YPLP PT PGRI Sumsel Pecat Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. Bukman Lian


Palembang. SININEWS.COM -- Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PT PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi memecat Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si. dari jabatannya sebagai Rektor Universitas PGRI Palembang melalui mekanisme Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),  terhitung, 26 Agustus 2026.

Keputusan tegas tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Yayasan Nomor 27 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh pengurus YPLP PT PGRI Sumsel yang sah dan terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (AHU Menkumham RI).

Ketua Umum YPLP PT PGRI Sumsel, Erwanto, menegaskan bahwa langkah drastis ini diambil setelah pengurus melakukan evaluasi mendalam dan komprehensif atas serangkaian pelanggaran berat terhadap tata kelola perguruan tinggi, peraturan kepegawaian yayasan, serta tindakan melampaui kewenangan.

“ Kita juga tercatat di AHU Kemenkumham yang baru  dari Maret 2026 sampai 2031 dengan Nomor AHU 0106807 tanggal 28 Maret 2006, kita tercatat yang sah , sedangkan sekarang Rektor ini berdasarkan organisasi yang mana yang badan hukumnya di pusat di hapus dan di coret berdasarkan putusan PT TUN  tanggal 4 Mei 2026,”katanya, Kamis (27/8/2026),

Erwanto membeberkan dua alasan mendasar yang menjadi pertimbangan utama penjatuhan sanksi PTDH adalah  insubordinasi dan pelanggaran hierarki dimana Dr. Bukman Lian dinilai tidak lagi mengindahkan garis arahan pengurus yayasan yang sah—badan yang melantik dan mengangkatnya sebagai rektor untuk periode 2017–2021 dan 2021–2025. Sebaliknya, ia diduga tunduk dan bekerja sama dengan organ atau pihak luar yang memiliki cacat legalitas hukum.

“ Indikasi penyalahgunaan wewenang  ini ditemukan indikasi pelanggaran dalam tata kelola administrasi dan operasional kampus yang berpotensi merugikan hak-hak kelembagaan yayasan, merusak iklim kondusif, serta mencoreng marwah Universitas PGRI Palembang di bawah naungan badan penyelenggara yang sah,” katanya kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya Sejak SK PTDH ini ditetapkan, seluruh kedudukan hukum, wewenang penandatanganan dokumen akademik, ijazah, kontrak, wewenang keuangan, rekening bank, serta seluruh fasilitas jabatan Rektor Universitas PGRI Palembang resmi dicabut dan berakhir.

Menurutnya  menegaskan bahwa segala bentuk tindakan, keputusan, maupun dokumen yang ditandatangani oleh Dr. Bukman Lian setelah tanggal penetapan SK PTDH dinyatakan tidak sah secara hukum.

Selain itu, yayasan telah melayangkan surat somasi resmi yang mewajibkan mantan rektor tersebut untuk segera mengosongkan dan menyerahkan ruang kerja serta fasilitas kedinasan dalam jangka waktu 7 x 24 jam.

Menanggapi potensi kekhawatiran di lingkungan kampus, Erwanto mengimbau seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta para orang tua mahasiswa agar tetap tenang. Ia memastikan seluruh proses perkuliahan dan layanan akademis kampus akan tetap berjalan normal dan aman.

Yayasan telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Rektor / pejabat transisi yang sah untuk memastikan seluruh fungsi operasional kampus, pelaksanaan wisuda, pemutakhiran Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), serta legalitas ijazah mahasiswa terlindungi 100 persen.

Dia mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, sektor perbankan, mitra kerja sama, dan masyarakat umum untuk tidak lagi melayani perikatan atau urusan kedinasan apa pun dengan mantan rektor tersebut atas nama Universitas PGRI Palembang. Langkah pembersihan ini diambil demi menegakkan tata kelola kampus yang taat hukum, transparan, dan berintegritas. Sebagai pengganti Bukman, menurutnya adalah Plt Rektor PGRI Palembang Dr Edi Harapan M.Pd.

Kuasa hukum Dr H Ahmad Zulinto SPd MM, Dr Hj Meilia Rosani SH MH, dan Associate Prof Dr H Bukman Lian MM MSi,  M Firdaus SSos SH MH mengaku belum mendapatkkan laporan tersebut.

“ Belum kita terima laporannya,”katanya kepada wartawan.

Sedangkan Associate Prof Dr H Bukman Lian MM MSi Ketika di hubungi tidak merespon.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts