Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban


Wagub Sumsel Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Salurkan Bantuan dan Siapkan Hewan Kurban


PALEMBANG, sininews.com  – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, melaksanakan Safari Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Perumdam Kartika, Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Kelurahan Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Jumat (15/5/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang mengungkapkan rasa syukur karena dapat melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhlas. Menurutnya, agenda tersebut sebenarnya telah lama dijadwalkan, namun baru dapat terlaksana pada hari ini.


“Alhamdulillah, hari ini kita bisa sama-sama melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas ini. Sebenarnya sudah lama dijadwalkan, namun baru hari ini ada kesempatan,” ujarnya.


Menjelang Hari Raya Iduladha, Cik Ujang juga menyampaikan rencananya untuk memberikan bantuan hewan kurban berupa seekor sapi kepada masjid tersebut.


“Sebentar lagi Hari Raya Kurban, insyaallah saya akan memberikan sapi,” katanya.


Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an serta bantuan keuangan untuk mendukung pembangunan masjid. Bantuan lainnya, lanjut dia, akan menyusul melalui dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional.


“Tadi banyak sekali yang disampaikan oleh Pak Ketua terkait pembangunan ini. Saya hanya bisa membantu semampunya. Ada bantuan Al-Qur’an, ada bantuan keuangan, dan nanti akan menyusul lagi. Tolong minta nomor rekeningnya, karena ada juga bantuan dari Baznas,” tambahnya.


Safari Jumat tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kedekatan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan masyarakat setempat.(sn)

Share:

Sepeda Motornya Raib Saat Menyadap Karet, Warga Tebing Sanip Lapor Polisi

 

Sepeda Motornya Raib Saat Menyadap Karet, Warga Tebing Sanip Lapor Polisi 




PALI, sininews.com -- Nasib apes dialami Eli Erfendi, warga Tebing Sanip Rt.01/Rw.02 Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI lantaran harus mengelus dada lantaran mendapati motor yang dibawanya saat menyadap karet raib di kebun di wilayah Simpang Medu Talang Kelapa pada Jum'at 14 Mei 2026.


Tentu saja, dengan raibnya sepeda motornya saat menyadap karet, Eli Erfendi melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi.


Laporan Eli Erfendi diterima oleh Polsek Talang Ubi dengan bukti nomor: LP/B/43/B/2026 .


Eli Erfendi pun berharap kasus pencurian dengan pemberatan tersebut bisa segera terungkap dan sepeda motornya jenis Honda Supra Fit bisa kembali ketangannya.


Diceritakan Eli, bahwa seperti biasa pagi buta dirinya bersama sang istri pergi ke kebunnya untuk beraktivitas menyadap karet.


Eli berangkat mengendarai sepeda motornya, dan setelah sampai di kebun sepeda motor tersebut diparkirkan ditempat seperti biasanya.


Tetapi setelah selesai menyadap karet, betapa terkejutnya Eli karena mendapati sepeda motornya raib.


Dirinya dan sang istri berupaya mencari jejak sepeda motornya, namun sia-sia.


Dengan perasaan berat dan sedih, Eli bersama istrinya pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.


"Kami langsung melaporkan kejadian tersebut ke RT lalu ke Polsek Talang Ubi. Harapan kami sepeda motor itu bisa didapatkan kembali lantaran kendaraan itu satu-satunya yang bisa membantu kami mencari nafkah," ucapnya sedih. (sn/perry)

Share:

Batching Plant di Simpang Raja Kembali Diprotes, Pengguna Jalan Keluhkan Kerikil Berserakan Bahayakan Pengendara


Tangkapan layar akun Facebook Hendra Nadi yang melakukan siaran langsung 


PALI, sininews.com -- Keberadaan batching plant milik PT Adipati Raden Sinun yang berlokasi di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI kembali diprotes warga terutama pengguna jalan.


Pasalnya, aktivitas batching plant milik PT Adipati Raden Sinun yang tengah mengerjakan pengecoran jalan Simpang Raja-Simpang Benakat Timur menimbulkan permasalahan lingkungan dan mengancam keselamatan pengendara.


Sudah banyak keluhan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah setempat, baik itu gangguan bising dan debu yang menimbulkan dampak lingkungan juga perizinan yang diduga perusahaan itu tidak mengantongi dokumen resmi dari pemerintah kabupaten PALI.


Keluhan masyarakat pun sudah ditindaklanjuti pemerintah setempat, dari Lurah Handayani Mulya yang sudah mendatangi lokasi batching plant hingga Dinas Lingkungan Hidup yang telah melakukan sidak yang ternyata pihak PT Adipati Raden Sinun belum ada izin lingkungan resmi dari Pemkab PALI.


Dan belum lama ini, warga pun menyampaikan keluhannya melalui siaran langsung di media sosial Facebook.


Diketahui pada siaran langsung akun Facebook Hendra Nadi beberapa jam lalu mengeluhkan banyaknya material batu kerikil yang berserakan di pintu keluar masuk kendaraan proyek.


Akun tersebut juga meminta pihak batching plant untuk memperhatikan lingkungan dan keselamatan pengguna jalan lain jangan sampai ada korban akibat kegiatan yang hanya mementingkan kelancaran pihak perusahaan.


Unggahan siaran langsung akun Hendra Nadi pun viral dan banyak warganet menanggapi serius permasalahan tersebut mengingat jalan yang menjadi pintu keluar masuk kendaraan proyek adalah jalan utama kabupaten PALI yang lalulintasnya cukup ramai.


Banyak komentar warganet yang meminta pihak terkait untuk menutup aktivitas batching plant di Simpang Raja.


Seperti akun Facebook Idris Benmes, "bise distop dulu pak RT kegiatan itu," komentar akun tersebut.


Sama halnya akun Mamat Bodok yang menyebut batching plant itu tak berizin," stop ke bae, lagian tak ada izin lingkungan. Inilah kalau proyek punya dekengan," cuit akun itu.


Siaran langsung akun Hendra Nadi yang memperlihatkan material batu kerikil yang berserakan juga ditanggapi ketua LSM Lidik, Dedi Handayani.


Aktivis asal Tempirai tersebut melalui komentarnya meminta Dinas Perhubungan turun tangan.


"Dishub kabupaten PALI bergeraklah, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten PALI," tulisnya.


Dan masih banyak lagi komentar yang mendukung aktivitas batching plant di Simpang Raja ditutup karena sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Diketahui sebelumnya bahwa proyek cor beton di Simpang Raja-Simpang 4 Benakat Timur dikerjakan PT Adipati Raden Sinun.


Proyek tersebut berasal dari dana patungan sejumlah perusahaan yang menggunakan jalur tersebut, salah satu penyumbang terbesar adalah PT. MHP.


Tetapi pelaksanaan pekerjaan ternyata menimbulkan permasalahan, dari kualitas pekerjaan yang dihasilkan diduga tak sesuai perencanaan yang harusnya mutu beton K350, namun fakta di lapangan banyak keropos serta ketebalan pengerasan yang seharusnya 10 centimeter tidak terlihat.


Kemudian yang santer dikeluhkan adalah keberadaan batching plant yang berlokasi di Simpang Raja.


Pihak perwakilan PT Adipati Raden Sinun pun sempat mengeluarkan statemen yang mengatakan bahwa dampak lingkungan tidak terasa karena menggunakan semen kemasan 1 ton.


Kebisingan pun tak terdengar karena kapasitas batching plant hanya mampu memproduksi 18 mobil per hari.


Kemudian pengaturan jalan pada pintu keluar masuk kendaraan proyek, pihak PT Adipati Raden Sinun menyebut perusahaannya hanya menggunakan 2 armada mobil pengangkut adukan cor beton yang aktivitasnya paling cepat 1 Jam sekali.


Tetapi saat ini, permasalahan terus bergulir, dan pihak Dinas LH Kabupaten PALI telah mendatangi lokasi dan menemukan batcing plant itu tak berizin.


Dinas LH Kabupaten PALI pun memberikan ultimatum kepada pihak PT Adipati Raden Sinun, saat Dinas LH melakukan sidak.


Yang mana saat itu, Dinas LH memberikan batas waktu sampai 2 minggu perusahaan tersebut belum mengurus izin maka aktivitas batching plant terancam ditutup.(sn/perry)

Share:

Gubernur Herman Deru Hadiri Khotmul Quran dan Imtihan Akbar Metode Ummi, Tegaskan Rumah Tahfidz Ubah Mindset Pendidikan di Sumsel


Gubernur Herman Deru Hadiri Khotmul Quran dan Imtihan Akbar Metode Ummi, Tegaskan Rumah Tahfidz Ubah Mindset Pendidikan di Sumsel


PALEMBANG, sininews.com  – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H.  Herman Deru menghadiri pembukaan kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan Akbar Angkatan III Tartil, Tahfidz, dan Turjuman Metode Ummi yang diselenggarakan Ummi Palembang di Grand Ballroom Golden Sriwijaya, Kamis (14/5/2026).


Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai lembaga rumah tahfidz di Sumsel sebagai bagian dari penguatan pendidikan Al-Quran dan pembinaan generasi Qurani.


Panitia Munaqosyah dan Khotmul Quran Akbar Metode Ummi, Maliki Utama Putra, mengatakan program tersebut telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Pada tahun ini, Ummi Palembang meluluskan 149 peserta dari berbagai lembaga rumah tahfidz di Sumsel.


Menurutnya, perkembangan rumah tahfidz di Sumsel menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan Al-Quran.


Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku terharu melihat perkembangan program rumah tahfidz yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulannya pada periode pertama kepemimpinannya.


“Saya sejujurnya terharu, karena ini program saya di periode pertama, satu desa satu rumah tahfidz,” ujar Herman Deru.


Ia mengaku sempat hampir tidak percaya program tersebut dapat berkembang pesat. Namun, dukungan berbagai pihak, termasuk para penggerak pendidikan Al-Quran, membuat program itu terus tumbuh di Sumsel.


“Saya hampir tidak percaya mau dibuat satu desa satu rumah tahfidz, tapi ternyata Ustad Malik dan para ustad lainnya mendukung program ini,” katanya.


Herman Deru menyebut, dalam kurun waktu empat tahun jumlah rumah tahfidz di Sumsel telah mencapai lebih dari 5.000 rumah tahfidz.


Menurutnya, percepatan perkembangan tersebut terjadi karena adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap pendidikan keagamaan.


“Kenapa bisa cepat, karena perubahan cara berpikir, mindset jadi perubahan. Rumah tahfidz ini tidak hanya berbicara bangunan, tetapi kegiatan belajar mengajar Al-Quran,” ucapnya.


Ia juga menyinggung prestasi Sumsel di ajang MTQ Nasional. Herman Deru mengatakan Sumsel pernah masuk 10 besar MTQ Nasional pada 2006, lalu kembali berhasil masuk 10 besar pada 2022 setelah penantian selama 16 tahun.


“Kita pernah masuk 10 besar MTQ Nasional tahun 2006, setelah 16 tahun, tahun 2022 kita masuk lagi 10 besar. Bangga kita,” katanya.


Herman Deru pun mengajak para orang tua untuk bangga apabila putra-putrinya menempuh pendidikan Al-Quran dan menjadi generasi penghafal Al-Quran.


Ia berharap para peserta nantinya dapat menularkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat luas sehingga syiar Al-Quran terus berkembang di Sumsel.


Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menekankan pentingnya peran ibu dalam pendidikan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.


“Ini tidak lepas dari peran ibu utamanya. Para ibu menyadari 70 persen program pendidikan berasal dari rumah, seperti pepatah Arab yang menyebut ibu adalah madrasah pertama,” tandasnya.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Titip Empat Pesan Penting untuk Komedian saat Pelantikan Pengurus PaSKI Sumsel


Gubernur Herman Deru Titip Empat Pesan Penting untuk Komedian saat Pelantikan Pengurus PaSKI Sumsel


Palembang, sininews.com  – Gubernur Sumsel Dr.H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Sumatera Selatan dan Koordinator Wilayah (Korwil) PaSKI se-Sumsel periode 2026–2030 di Griya Agung, Kamis (14/5) sore. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PaSKI, Jarwo Kwat.


Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi perkembangan organisasi PaSKI Sumsel yang dinilai mampu menjadi wadah positif bagi para komedian di daerah. Menurutnya, PaSKI bukan sekadar tempat berkumpul para pelawak, tetapi juga ruang bertukar pikiran dan membangun kreativitas yang sehat.


“Saya bangga sekali. Organisasi ini membangun anggotanya menjadi pribadi mandiri,” kata Herman Deru.


Ia menegaskan, seorang komedian harus memahami karakter masyarakat di setiap daerah karena selera humor berbeda-beda.


“Kadang yang lucu di Empat Lawang belum tentu lucu di Palembang, begitu juga yang lucu di Lahat belum tentu lucu di Ogan Ilir,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Herman Deru menitipkan empat hal penting yang harus dimiliki seorang komedian agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.


Pertama, komedian harus memiliki artikulasi yang baik dalam menyampaikan materi. Kedua, mampu memainkan intonasi saat memberikan penekanan dalam setiap penampilan. Ketiga, memperkuat narasi atau isi materi yang dibawakan. Keempat, memperhatikan durasi penampilan agar tidak membuat penonton jenuh.


“Kalau terlalu lama, orang juga bosan. Jadi durasi itu penting,” tegasnya.


Selain itu, Herman Deru mengingatkan agar komedian tidak lagi identik dengan citra negatif atau dianggap tidak cerdas. Menurutnya, komedian masa kini harus terus memperbarui wawasan dan memahami kondisi sosial yang berkembang.


“Dulu komedian identik dengan aksi dan tingkah seolah-olah menjadi orang yang tidak pintar. Sekarang komedian harus update dengan kondisi lapangan,” ujarnya.


Ia juga berpesan kepada seluruh anggota PaSKI agar banyak mendengar, melihat, dan membaca supaya tidak kehabisan bahan dalam membangun narasi humor yang cerdas dan mendidik.


“Bisa masuk ke kalangan politisi, pedagang, maupun agamis supaya tahu anekdot yang berlaku di lingkungan itu. Tapi jangan mencaci dan merendahkan orang lain,” tambahnya.


Herman Deru mencontohkan komedian senior seperti Jarwo Kwat dan Abdel Achrian yang mampu bertahan lintas zaman karena terus mengikuti perkembangan situasi dan selera masyarakat.


“Jadikan profesi ini secara serius, jangan setengah-setengah. Hati-hati memilih diksi karena banyak yang tumbang gara-gara itu. Marah pun harus terkelola,” pesannya.


Sementara itu, Ketua Umum DPP PaSKI, Jarwo Kwat, mengaku bangga terhadap perkembangan PaSKI Sumsel. Ia menyebut Sumsel menjadi salah satu daerah dengan kepengurusan korwil paling lengkap di Indonesia.


“Saya bangga dengan kinerja PaSKI Sumsel. Tantangan dari Pak Herman Deru mampu dipenuhi pengurus. Semoga terus meningkatkan program, kegiatan, dan kerja sama dengan Pemda Sumsel,” katanya.


Jarwo juga mengapresiasi banyaknya kemitraan yang telah dibangun PaSKI Sumsel dengan berbagai lembaga lain. Ia berharap organisasi tersebut semakin maju, kompak, serta mampu menjaga martabat organisasi dengan memperbanyak kegiatan positif.


Di sisi lain, Ketua PaSKI Sumsel, Fikri Haikal, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap keberadaan PaSKI selama ini.


Menurutnya, PaSKI hadir bukan hanya untuk menghadirkan hiburan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program edukatif.


“Ada program mengajar dan belajar public speaking. Kami juga berpesan kepada anggota agar jangan hanya mengejar viral dan viewer, tetapi jangan sampai menyakiti orang lain. Semoga PaSKI menjadi organisasi yang hebat dan luar biasa,” tandasnya.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Investasi Capai Rp26 Triliun


Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Investasi Capai Rp26 Triliun


Jakarta, sininews.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sebagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas dan logistik kawasan Sumatera.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumsel, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), di Jakarta, Rabu (13/5/2026).


Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru pada kesempatan itu diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra,M.H. Dalam sambutan tertulis gubernur yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan tonggak penting pembangunan ekosistem logistik terintegrasi di Sumatera Selatan.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan salam hormat dari Bapak Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang sejatinya sangat berharap dapat hadir langsung. Namun, karena agenda kedinasan lain yang tidak dapat ditinggalkan, beliau menugaskan kami untuk mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada kesempatan penting ini,” ujar Edward.


Edward mengatakan proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat memiliki arti strategis bagi masa depan Sumsel karena akan menjadi gerbang logistik utama Sumatera Selatan, simpul konektivitas ekspor-impor regional, motor penggerak hilirisasi sumber daya alam, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi kawasan.


Menurutnya, integrasi pelabuhan dengan jaringan jalan tol akan memangkas biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat daya saing investasi daerah.


“Kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, dan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan besar hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat,” katanya.


Edward menambahkan, Pemprov Sumsel akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis tersebut melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta fasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.


Dalam nota kesepahaman itu, Pemerintah Provinsi Sumsel bertindak sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab mendukung sinkronisasi tata ruang, koordinasi daerah, dan dukungan kebijakan daerah.


Edward menegaskan proyek tersebut diyakini akan memberikan multiplier effect besar bagi perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja baru, tumbuhnya kawasan industri, mendorong hilirisasi batu bara dan komoditas unggulan, hingga memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat logistik dan industri di Pulau Sumatera.


“Dengan semangat Sumsel Maju Terus untuk Semua, kami siap bersinergi memastikan proyek strategis ini berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan lanjutan backbone Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini telah tersambung hingga Sumatera Selatan dan ditargetkan mencapai Jambi pada akhir 2026.


Menurut Todotua, proyek baru tersebut berupa pembangunan interkoneksi jalan tol dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.


“Dari backbone Tol Sumatera nantinya di pintu Tol Betung akan ada interline lagi tol menuju Tanjung Carat sekitar 80 kilometer. Kemudian ruas existing Palembang–Prabumulih juga akan didorong lagi sekitar 37 kilometer sampai Muara Enim,” kata Todotua.


Ia menjelaskan pembangunan tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses terhadap kawasan sumber daya alam dan pusat distribusi komoditas unggulan di Sumatera Selatan.


“Total investasi pembangunan tol ini kurang lebih sekitar Rp26 triliun,” ujarnya.


Todotua menambahkan, proyek jalan tol dan pelabuhan tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu proses pengadaan lahan, sedangkan pembangunan konstruksi jalan tol akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya.


Ia optimistis keberadaan tol dan pelabuhan baru tersebut akan memberikan dampak ekonomi besar tidak hanya bagi Sumatera Selatan, tetapi juga wilayah sekitar seperti Jambi, terutama dalam meningkatkan distribusi dan hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah.(sn)

Share:

Wagub Sumsel Cik Ujang Resmikan Masjid Irzanita Almukarromah, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Umat


Wagub Sumsel Cik Ujang Resmikan Masjid Irzanita Almukarromah, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Umat


Palembang, sininews.com — Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menghadiri peresmian Masjid Irzanita Almukarromah di Palembang, Rabu (13/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur serta turut dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, sejumlah pejabat daerah, dan tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas berdirinya masjid yang diharapkan menjadi pusat peradaban umat. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun iman, ilmu, dan akhlak masyarakat.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengapresiasi berdirinya masjid ini. Masjid merupakan pusat peradaban umat untuk membangun iman, ilmu, dan akhlak masyarakat,” ujar Cik Ujang.


Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena peresmian masjid tersebut dihadiri langsung Menteri Agama RI. Kehadiran Menteri Agama dinilai menjadi motivasi bagi pengurus dan masyarakat dalam membangun kemaslahatan umat.


Cik Ujang berharap Masjid Irzanita Almukarromah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan menjadi amal jariyah sepanjang masa. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penguatan nilai keimanan dan akhlak melalui peran masjid sebagai pusat pendidikan agama sekaligus pusat kerukunan umat beragama.


“Melalui masjid, kita ingin melahirkan generasi muda yang saleh, cerdas, dan berakhlakul karimah agar mampu melanjutkan perjuangan pembangunan daerah,” tambahnya.


Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa membangun masjid merupakan salah satu amal yang sangat mulia. Menurutnya, keberadaan masjid sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memberdayakan umat.


“Orang yang paling mujur adalah orang yang membangun masjid. Ini ibarat menabur bibit surga, insya Allah akan panen surga,” ujar Nasaruddin Umar.


Ia juga menilai Masjid Irzanita Almukarromah memiliki suasana yang khidmat, tenang, dan produktif sehingga dapat menjadi contoh pembelajaran bagi masyarakat. Menurutnya, nama yang baik juga merupakan doa yang membawa keberkahan.


Ketua Yayasan UKB Irzanita dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan masjid dilakukan melalui usaha keras dan niat tulus demi kemaslahatan bersama. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga masjid dapat berdiri dan diresmikan.


“Tujuan utama kami adalah kemaslahatan umat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan menyukseskan pembangunan masjid ini,” ungkapnya.


Di akhir acara, dilakukan penandatanganan prasasti peresmian oleh Menteri Agama RI serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan UKB Irzanita dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Karo Kesra Sumsel Sunarto, Kadis Perkim Sumsel Novian, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat Sesuai Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 di Muba


Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat Sesuai Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 di Muba


MUBA, sininews.com – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, memimpin Apel Ikrar Bersama dan Launching Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 di Lapangan Sepak Bola Polsek Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (13/5/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Musi Banyuasin, memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang energi nasional. Karena itu, tata kelola energi yang akuntabel dan transparan menjadi keharusan guna mendukung percepatan target nasional di sektor energi.


“Lahirnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 merupakan instrumen penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan dengan prinsip transparansi dan integritas yang tinggi,” ujar Herman Deru.


Namun demikian, menurutnya, regulasi tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi nyata dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, aparat keamanan, badan usaha, maupun masyarakat.


Herman Deru mengungkapkan, berdasarkan rapat penetapan hasil inventarisasi sumur minyak masyarakat pada 9 Oktober 2025 di Kementerian ESDM RI yang dipimpin Menteri ESDM RI, terdapat 22.381 sumur minyak masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin yang akan dikelola oleh tiga badan usaha yang ditunjuk gubernur atas usulan bupati/wali kota.


Adapun rinciannya, yakni PT Petro Muba (Perseroda) sebanyak 14.381 sumur, Koperasi Rezeky Bersama Sejahtera sebanyak 4.000 sumur, serta UMKM PT Keban Berkah Energi sebanyak 4.000 sumur.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin atas inisiatif penyelenggaraan ikrar bersama tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi regulasi tata kelola sumur minyak masyarakat.


“Ini adalah bukti nyata bahwa daerah memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mewujudkan tata kelola energi yang bersih,” katanya.


Melalui momentum itu, Herman Deru berpesan agar ikrar bersama tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi komitmen moral yang diwujudkan dalam setiap kebijakan dan tindakan di lapangan.


Ia juga meminta seluruh pihak memperkuat pengawasan terhadap implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 agar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat.


Selain itu, Herman Deru menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, serta seluruh pihak terkait.


“Dengan semangat kebersamaan yang kita deklarasikan hari ini, kita harapkan Sumatera Selatan terus menjadi pionir dalam pembangunan energi yang berkelanjutan dan berintegritas. Mari kita laksanakan ini dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.


Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, M. Toha Tohet, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendukung implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, meningkatkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sumur minyak sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk menekan aktivitas illegal drilling di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.


“Pemkab Muba berharap adanya dukungan dan pendampingan dari Pemprov Sumsel dalam mempercepat implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025,” pungkasnya.


Launching Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 di wilayah Musi Banyuasin ditandai dengan penekanan sirene serta penandatanganan berita acara ikrar bersama oleh Gubernur Sumsel dan Forkopimda Sumsel, Bupati Muba, para BUMD, koperasi, UMKM, serta masyarakat pengelola sumur minyak.


Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa hasil evaluasi faktual sementara hingga 12 Mei 2026 terhadap sejumlah sumur minyak masyarakat yang telah tercantum dalam berita acara hasil inventarisasi sumur minyak masyarakat yang ditandatangani Tim Gabungan pada 9 Oktober 2025 telah diselesaikan terhadap sebanyak 370 sumur minyak masyarakat.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tinjau Sumur Rakyat Tegaskan Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 Jadi Solusi Penataan Sumur Minyak Rakyat di Muba


Gubernur Herman Deru Tinjau Sumur Rakyat Tegaskan Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 Jadi Solusi Penataan Sumur Minyak Rakyat di Muba


MUBA, sininews.com – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, bersama Forkopimda Sumsel dan Bupati Musi Banyuasin, M. Toha Tohet, meninjau langsung sumur minyak masyarakat di Desa Tanjung Dalam, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (13/5/2026).


Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa setelah adanya legalisasi pengelolaan sumur minyak masyarakat melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, aktivitas illegal drilling maupun illegal refinery harus dihentikan.


“Kita berharap setelah adanya legalisasi ini, illegal drilling atau pengeboran minyak ilegal dihentikan dan illegal refinery juga stop,” tegas Herman Deru.


Menurutnya, aspek keselamatan pekerja menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menilai selama ini banyak korban jiwa akibat aktivitas pengeboran dan pengolahan minyak ilegal yang dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai.


“Banyak nyawa melayang karena mencari nafkah melalui drilling minyak ilegal dan refinery ilegal,” ujarnya.


Herman Deru mengatakan, dengan adanya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, nantinya akan ada pembinaan dari KKKS mengenai tata cara pengelolaan sumur rakyat yang benar dan aman, termasuk perlindungan terhadap pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.


“Keselamatan pekerja harus terjamin, termasuk juga dijaminkan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan akan saya instruksikan itu,” katanya.


Selain keselamatan kerja, Herman Deru juga meminta seluruh pihak berkomitmen menjaga lingkungan seiring modernisasi pengelolaan sumur minyak masyarakat. Menurutnya, kawasan pengeboran berada berdampingan dengan permukiman warga dan aktivitas sosial masyarakat.


“Baik kebunnya, tempat usaha, maupun masyarakat yang berdomisili di desa-desa ini, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak tercemar,” ujarnya.


Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Lingkungan Hidup Muba bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat aktivitas pengeboran minyak.


Terkait tata niaga minyak, Herman Deru menegaskan bahwa setelah terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, minyak hasil sumur rakyat tidak boleh lagi dijual kepada penampung liar.


“Masyarakat harus menjual kepada koperasi, UMKM maupun BUMD Petro Muba yang telah ditunjuk,” katanya.


Ia menambahkan, minyak yang keluar dari Musi Banyuasin di luar jalur resmi dipastikan ilegal karena seluruh hasil produksi harus diserahkan melalui titik serah resmi kepada pihak yang telah ditentukan.


“Kalau ada minyak keluar dari Muba berarti itu sudah jelas ilegal, karena harus diserahkan kepada pihak yang ditunjuk seperti Medco dan Pertamina sebagai titik serah,” ungkapnya.


Sementara itu, pengelolaan refinery atau pengolahan minyak akan dilakukan oleh perusahaan yang telah resmi ditunjuk pemerintah.


“Kita sama-sama mengawasi ini agar alam tetap terjaga. Kita menjaga alam agar alam menjaga kita,” tambahnya.


Herman Deru juga menilai roh utama dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 adalah distribusi kesejahteraan bagi masyarakat sekitar wilayah pengeboran.


“Roh dari Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 ini adalah mendistribusikan kesejahteraan agar masyarakat setempat bisa terlibat dan mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan mereka di bidang pengeboran,” katanya.


Di akhir peninjauan, Herman Deru meminta BUMD, koperasi, dan UMKM yang ditunjuk untuk menjaga komitmen dalam menjalankan tata kelola sumur minyak rakyat secara profesional dan sesuai aturan.


Ia menyebut momentum tersebut menjadi sejarah penting bagi Kabupaten Musi Banyuasin karena masyarakat eks penambang ilegal telah berikrar untuk tidak lagi melakukan illegal drilling maupun illegal refinery.(sn)

Share:

Novlis: Kami Siapkan Buktikan Bahwa Tidak Ada Penggelapan


Novlis: Kami Siapkan Buktikan Bahwa Tidak Ada Penggelapan 


Prabumulih, sininews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih memutuskan untuk melanjutkan perkara dugaan tindak pidana perbuatan curang dan penggelapan dengan terdakwa H Eddy Rianto SH MH ke tahap pemeriksaan  perkara. 

Keputusan itu dibacakan langsung oleh anggota Majelis Hakim Putriana didampingi Ketua Majelis Hakim Sugiri Wiryandono, SH MHum dan Ali Pangestu Rabu (13/5) petang.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Ilham meminta waktu satu minggu untuk menyiapkan persidangan. 

Di tempat terpisah, Novlis SH menegaskan, ia dan tim kuasa hukum siap ‘bertarung’ di tahap selanjutnya. Ia bahkan dengan tegas mengatakan, siap mengeluarkan semua bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kliennya tidak bersalah sebagaimana dakwaan JPU.

“Sudah jelas sejak awal, ini adalah kasus perdata-kasus hutang piutang. Dan itu terbukti dari kwitansi pembayaran cicilan yang dilakukan dua kali oleh klien kami kepada pelapor,” ungkapnya.

“Bahkan di kwitansi itu tertulis dengan jelas bahwa masalah ini adalah urusan pinjam meminjam. Jadi tidak benar itu yang namanya adanya penggelapan,” sambungnya di luar gedung Pengadilan Negeri Prabumulih. 

Namun sambung Novlis sebagai warga Negara yang baik, ia dan kliennya tetap menghormati keputusan pengadilan yang memutus perkara ini untuk dilanjutkan ke tahap pemeriksaan perkara. “Alih alih memutuskan bahwa ini adalah masalah perdata,” imbuhnya.

Sekadar mengulas, sebelumnya Novlis sudah membeberkan bahwa kliennya pernah dua kali melakukan angsuran pertama kepada terlapor. Tepatnya pada 8 Januari 2021 sebesar Rp200 juta. Lalu melakukan angsuran lagi pada 17 Januari 2025 sebesar Rp150 juta. Dan semua ada bukti transfernya. 

Bukan itu saja. Novlis bahkan mengungkapkan bahwa semua bukti itu sudah diserahkan langsung oleh Eddy Rianto dan Advokadnya Yudi Ardianto kepada penyidik saat ia masih bertatus sebagai terperiksa di kepolisian. Dan semua alat bukti itu diterima dengan bukti tanda terima dari penyidik. 

Namun ketika klien kami mendapatkan salinan berita cara pemeriksaan (BAP) dari Majelis Hakim usai persidangan pertama, ternyata semua alat bukti yang sudah diserahkan itu tak satupun yang dimasukan ke BAP apalagi sampai dijadikan alat bukti sah. “Ada apa ini?” ujar Noplis bertanya Sembari tersenyum. 

Sementara itu, Yudi Ardianto SH mengamini pernyataan Novlis. Ia membenarkan bahwa dirinya yang bertindak langsung mendampingi Eddy Rianto saat penyerahan barang bukti berupa kwitansi dan bukti transfer ke penyidik. “Iya…saya yang mendampingi waktu itu,” imbuhnya. 

Persidangan perkara dugaan tindak pidana perbuatan curang dan penggelapan dengan terdakwa H Eddy Rianto SH MH sendiri direncanakan akan digelar kembali pekan depan dengan agenda pemeriksaan  perkara dengan menghadirkan saksi-saksi. (sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts