Pages

Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tandatangani Kerjasama Pengamanan Aset Negara

PRABUMULIH--Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama..

Semarak Ramadhan, Citimall Gelar Hijab HUNT 2019

PRABUMULIH--Berbagai event terus diadakan oleh Citimall Prabumulih guna menyebar virus positif kepada para pemuda-pemudi di Kota Prabumulih. Salah satunya, yakni Citimall Hijab HUNT 2019..

Miris, Dua Keluarga Miskin di PALI Tidak Pernah Tersentuh Bantuan

PALI--Tinggal seorang diri dan mencari nafkah hanya menjadi buruh menyadap karet dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, nenek Sainimah (65) warga Desa Babat..

Bus Trans Enim Jalan, Pasar Ramadhan Bebas Formalin

MUARA ENIM--Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, membuka pasar Ramadhan dan launching bus trans Enim berlangsung di terminal samping Kodim, Senin (6/5)..

OKU Akan Canangkan Program Kabupaten Layak Anak

BATURAJA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyiapkan program untuk menjadikan kabupaten layak anak (KLA). Dukungan ini dimintakan kepada berbagai organisasi...

Monday, January 27, 2020

Pelatihan KHA Digelar, DPPKBPPPA PALI Ajak Orangtua Stop Kekerasan Terhadap Anak

PALI -- Menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) di Bumi Serepat Serasan, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA), Senin hingga Rabu (27-29/1) di RM Nasional, Simpang Lima Kecamatan Talang Ubi.

Peserta pelatihan tersebut disebutkan Yenni Nopriani, Kepala DPPKBPPPA PALI terdiri dari seluruh OPD dan instansi yang tergabung dalam gugus tugas KLA PALI.

"Pelatihan ini dilaksanakan untuk menyediakan sumber daya manusia yang terlatih dan memahami Konvensi Hak Anak (KHA) secara utuh sehingga dapat mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) di Kabupaten PALI," ungkap Yenni.

Diharapkannya bahwa melalui pelatihan konvensi hal anak (KHA) bisa meningkatkan upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak demi terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten PALI.

"Pelatihan digelar selama tiga hari. Tujuan dari pelatihan KHA adalah untuk meningkatnya pemahaman para pemangku kebijakan Kabupaten PALI  mengenai isi dan implementasi Konvensi Hak Anak, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak, berkembangnya langkah-langkah strategis dalam implementasi pemenuhan hak anak berdasarkan isi KHA," jelasnya.

Yenni juga mengajak kepada seluruh orang tua yang ada di Kabupaten PALI untuk memperhatikan pertumbuhan anak serta memberikan hak-hak anak agar tumbuh kembang anak bisa lebih baik.

"Kalau anak kerap menerima perlakuan tidak baik bahkan sering menerima kekerasan, dampaknya pada kesehatan mentalnya. Anak yang mendapatkan penganiayaan cenderung kurang percaya diri dan tidak percaya pada orang dewasa. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus berperilaku baik dan memberikan kasih sayang yang penuh agar menjadi contoh bagi anak-anak kita," ajaknya.

Pada pelatihan tersebut, DPPKBPPPA mendatangkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang diwakili Yayasan Bahtera (Bina Sejahtera Indonesia) Bandung, dengan mengirim dua perwakilannya, Hadi Utomo dan Paisal Cakra Buana. (sn)

50 Santri Ponpes Latansa Mustika di Wisuda

PALI -- Pondok Pesantren (Ponpes) Latansa Mustika, di Jalan Merdeka, KM 10, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali melakukan wisuda terhadap 50 orang santrinya dari tingkat SD, SMP, SMA, paket A, B dan C dihalaman pondok pesantren modern tersebut, Senin (27/1).

Dikatakan Yaya Suryana, Pengasuh Ponpes Latansa Mustika bahwa santri yang diwisuda berbeda tingkatkannya, dan masing-masing tingkatan kemampuan tahfidznya juga berbeda. 

"Ada yang baru hafal beberapa surat, itu untuk tingkatan TK dan SD, namun kalau yang tingkat SMA sudah ada yang tahfidz sampai 5 juzz," ungkap Yaya.

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada Ponpes Latansa, Yaya telah mendatangkan tenaga pengajar profesional dalam bidangnya masing-masing. 

"Seperti tenaga pengajar bahasa Arab dan Inggris ada 7 orang, itu dari Jakarta dan Jawa Barat. Begitu juga tenaga pengajar khusus tahfidz, didatangkan dari Ponpes Latansa Jakarta sebanyak 5 orang. Ini dilakukan agar santri lulusan Ponpes kita ini handal dan bermanfaat bagi masyarakat," tukasnya. 

Untuk target belajar tahfidz Qur'an di Ponpes Latansa, diakui Yaya bahwa apabila kemampuan santri itu mudah menangkap, maka dalam tempo waktu tiga bulan bisa hafal satu juzz. 

"Pola pendidikan di Ponpes kami sangat mudah namun tetap santri kita tekankan disiplin, jadi ada yang hafal satu juzz dalam waktu tiga bulan. Mereka (santri) memang tidak diperbolehkan menggunakan handphone namun agar tidak ketinggalan jaman, kita ada pelajaran Ilmu dan Teknologi (IT). Kita siapkan puluhan unit laptop dan komputer," terangnya.

Meskipun aturan Ponpes terbilang ketat, tetapi diungkapkan Yaya bahwa Ponpes tetap membuka komunikasi bagi santri dengan keluarganya, hanya saja waktunya bergiliran. 

"Bagi yang dekat, kita terbuka untuk menerima para orang tuanya untuk menjenguk anaknya di Ponpes kami, waktunya bebas asalkan jangan diajak keluar lokasi pondok bahkan diajak pulang. Ini kita lakukan agar anak didik disini tetap fokus belajar supaya lulusan Ponpes Latansa Mustika berkualitas," tutupnya. 

Pada kegiatan wisuda terhadap 50 santri dihadiri Bupati PALI yang diwakili Staff Ahli, Kusmayadi, Kepala Dinas Pendidikan dan para orangtua santri. Acara wisuda itu juga diisi tabligh akbar dengan penceramah KH Nurul Anwar Pegasuh RQM Jakarta. (sb) 



Diserang Tikus dan Walang Sangit, Petani Padi di PALI Terancam Merugi

PALI -- Petani padi di Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan banyaknya hama yang menyerang tanaman padi mereka. Imbasnya, banyak tanaman padi gosong diserang hama walang sangit dan terancam gagal panen.

Bukan hanya walang sangit, tikus serta monyet juga menjadi ancaman petani. Sebab tidak sedikit serangan tikus dan monyet menghancurkan padi petani yang belum lama ditanam. 

Seperti dikeluhkan Sunar, salah satu petani padi setempat, bahwa tanaman padinya saat ini banyak habis diserang tikus. Padahal lokasi sawahnya berada tidak jauh dari jalan khusus angkutan batu bara. 

"Kami sudah pasang racun, tapi masih tetap belum efektif atasi hama tikus. Yang parah lagi kalau monyet menyerang, tanaman padi hancur dicabut sampai keakar-akarnya," kata Sunar, Senin (27/1).

Sama halnya yang dikeluhkan Amrin, petani lainnya asal Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi bahwa tanaman padinya gosong diserang hama yang baginya jenis hama itu baru tahun ini menyerang tanamannya. 

"Kami tidak tahu hama jenis apa yang menyerang tanaman padi. Namun kami berharap Dinas Pertanian membantu atasi masalah ini, sebab banyak tanaman padi kami tiba-tiba gosong dan mati," pintanya. 

Sementara itu, Erizon Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI mengaku bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya tanaman padi petani diserang hama walang sangit. 

"Kami langsung sampaikan ke petugas pengendali hama, dan mereka segara turun tangan basmi hama itu. Namun kalau akibat tikus dan monyet, belum ada laporan masuk. Tetapi kami bakal turunkan penyuluh untuk mengecek lokasinya, kemudian kita akan berupaya membantu petani basmi hama tikus atau yang lainnya," katanya. (sn) 


Pemanfaatan Gas Suar, Pertamina EP Jatibarang Field Diapresiasi Kementerian ESDM

INDRAMAYU, SININEWS.COM – PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, mempunyai tugas mencari sumber minyak dan gas demi mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan. Sejalan dengan hal tersebut, PT Pertamina EP (PEP) juga senantiasa melaksanakan kegiatan operasional Perusahaan dengan mengutamakan lingkungan hidup yang salah satunya diimplementasikan melalui Asset 3 Jatibarang Field. 

PT Pertamina EP (PEP) Asset 3 Jatibarang Field berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas komitmen optimasi pemanfaatan gas suar (flare) dan inisiasi Zero Routine Flaring by 2030 sekaligus mendukung penurunan gas rumah kaca pada kegiatan usaha hulu migas. Apresiasi diberikan langsung oleh Direktur Teknik  dan Lingkungan Migas, Adhi Wibowo disaksikan oleh perwakilan World Bank’s Global Gas Flaring Reduction Partnership, Zubin Bamji, pada acara Forum Apresiasi Zero Routine Flaring pada Kegiatan Usaha Migas di The Energy Building, Jakarta, Selasa (21/01).

Flaring atau Gas Suar merupakan gas yang dihasilkan pada kegiatan eksplorasi & produksi atau pengolahan minyak atau gas bumi, yang dibakar karena tidak dapat ditangani oleh fasilitas produksi atau pengolahan yang tersedia, sehingga belum termanfaatkan. “Pemerintah mengapresiasi pemanfaatan flare gas atau gas suar bakar yang tadinya dilepas saja, tapi kini digunakan untuk yang lain, seperti  program gas kota, maupun own use genset,” ujar Adhi Wibowo pada sesi pembukaan acara. 

Menurut data yang dihimpun oleh Ditjen Migas, sebanyak rata-rata harian 6,6 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas bumi berhasil dikelola oleh PEP Jatibarang Field agar dapat memberikan nilai tambah bagi kenaikan produksi migas dan dimanfaatkan industri lain serta masyarakat. 

“Gas bumi tersebut dimanfaatkan antara lain untuk suplai gas lift sebagai tenaga pendorong (artificial lift) dalam memproduksikan minyak bumi. Sebagian dikirim ke pipa transmisi gas bumi line Jabar untuk kemudian didistribusikan ke konsumen. Khusus di area Indramayu bagian barat, gas bumi dari Pertamina EP disalurkan ke miniplant LPG untuk memenuhi kebutuhan LPG di Jawa Barat”, ungkap Pertamina EP Jatibarang Field Manager, Hari Widodo saat ditemui pasca menerima penghargaan.

Forum Apresiasi Zero Routine Flaring pada Kegiatan Usaha Migas ini merupakan inisasi dari Dirtekling dengan ITB dan World Bank yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan atau penurunan gas suar bakar di kegiatan usaha migas serta mendapatkan informasi pemanfaatan gas suar bakar di beberapa lapangan migas dan kilang bagi badan usaha di Indonesia.

Sedangkan Zero Routine Flaring by 2030 yang diprakarsai World Bank sendiri bertujuan untuk menyatukan Pemerintah, Perusahaan Minyak dan Lembaga Pembangunan di kancah internasional untuk bekerja sama menghilangkan Gas Suar rutin tidak lebih dari tahun 2030. “Hal ini mengingat bahwa Gas Suar menyumbang perubahan iklim dan lingkungan melalui emisi CO2, Black Carbon, dan pollutan lainnya. Gas Suar juga membuang energi bernilai yang dapat digunakan untuk memajukan pembangunan berkelanjutan bagi negara penghasil”, papar Zubim Banji selaku Program Manager of the World Bank’s Global Gas Flaring Reduction Partnership.

Dalam kesempatan yang sama, Zubin Bamji menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia yang berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca pada COP 21 2015 di Paris dan dukungan terhadap inisiatif Zero Routine Flare Global. “Indonesia merupakan salah satu negara terdepan yang berpartisipasi dalam pengurangan produksi flare gas,” katanya.

Untuk mendukung komitmen tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan konstitusi yang mengamanatkan untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) secara efisien. khususnya mengenai Gas Suar, yakni Peraturan Menteri ESDM No. 31/2012 tentang Pelaksanaan Pembakaran Gas Suar Bakar (Flaring) Pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi, yang mewajibkan perusahaan untuk mengurangi Gas Suar dan Peraturan Menteri ESDM No. 32/2017 tentang Pemanfaatan dan Harga Jual Gas Suar Pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. 

PEP Jatibarang Field merupakan salah satu field yang berada di bawah pengawasan Asset 3 dan mempunyai wilayah kerja di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Cirebon. Saat ini PEP Jatibarang Field menghasilkan produksi minyak sebesar 8.827 BOPD dan gas sebesar 43.9 MMSCFD.(ril)

Viral di Medsos, Kisah Pilu Mbah Mustaqim Akhirnya Sampai ke Dewan dan Pemerintah

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Hidup sebatang kara dengan serba kekurangan, derita Mustaqim yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu sampai juga ke telingan wakil rakyat dan Pemerintah. 

Kakek berusia 83 tahun tersebut langsung mendapat bantuan dari pihak Kelurahan dan Kecamatan. Tak sampai disitu, Mustaqim juga langsung dikunjungi anggota DPRD Kota Prabumulih, H Alfa Sujatmiko dikontrakannya di RT 3 RW 1 Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, Minggu (26/1) sore.

Alfa mengaku mengetahui informasi tersebut setelah kisah pilu Mustaqim tersebar bahkan sempat viral di sosial media facebook dan instagram beberapa waktu lalu. 

Mendapat kabar tersebut, Alfa kemudian menyempatkan diri datang kekediaman Mustaqim guna memberikan bantuan serta mendengarkan keluhan warganya tersebut secara langsung. 

"Alhamdulillah hari ini saya menyempatkan hadir ditengah mbah Mus menyalurkan bantuan," ujar Bendahara PDI Perjuangan Kota Prabumulih tersebut. 

Alfa juga mengapresiasi gerak cepat Pemerintah dalam hal ini Lurah Karang Raja dan Camat Prabumulih Timur yang langsung merespon keluhan dari salah satu warganya tersebut.

"Di berita permintaan beliau agar dibantu Pemerintah. Dan Alhamdulillah disini ada pak Camat dan pak Lurah yang bergerak cepat membantu pak Mus," ungkapnya.

Tak sampai disitu. Alfa juga mengapresiasi keberadaan media online yang menjadi corong informasi bagi dirinya untuk mengetahui permasalahan dan keluhan masyarakat di lapangan. 

"Terimakasih juga. Terus terang saya dapat informasi ini dari media online. Keberadaan medsos cepat tanggap untuk menginformasikan soal ini," terangnya. 

Sementara, Camat Prabumulih Timur,  Joni Panhar menuturkan saat ini Mustaqim sudah dipindahkan ketempat yang lebih layak dengan begitu ia tidak lagi harus memikirkan biaya kontrakkan. 

"Sudah kita pindahkan ke Sanimas, alhamdulillah tadi juga ada bantuan pak Dewan seperti lampu dan kedelan akan kita lengkapi perlengkapan lainnya," tutur Joni. 

Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan agar Mustaqim mendapat jaminan kesehatan dan jaminan sosial. "KIS dan PKH insya Allah kami salurkan ke Dinsos dan Dinkes mungkin dibantu pak Lurah dan pak Dewan juga," bebernya didampingi Lurah Karang Raja Gunawan Novindra.

Sunday, January 26, 2020

Batang Pisang Tumbuh Subur di Jalan Menuju Sebadak

PALI -- Pemandangan beda terlihat di persimpangan menuju Talang Sebadak jalan Poros Sinar Dewa-Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terlihat batang pisang tumbuh subur ditengah jalan menuju Talang Sebadak. 

Tanaman pohon pisang di tengah jalan desa tersebut rupanya aksi dari warga setempat yang merupakan bentuk protes terhadap rusaknya jalan menuju Talang Sebadak imbas dari penghujan juga mobilisasi perusahaan dan memang pada titik jalan itu belum dibangun Pemkab PALI. 

Yang disayangkan warga adalah kurang kepedulian perusahaan dalam hal ini Pertamina yang kerap menggunakan jalan tersebut, bahkan menurut beberapa warga, pihak perusahaan sudah  berulang kali dipinta untuk memperbaiki jalan yang rusak namun tidak pernah digubris. 

"Kami sudah bosan meminta, tapi seolah perusahaan itu tutup mata. Dan terakhir ada alat RIG Pertamina hendak melintas, namun kami paksa putar ulang lantaran kondisi jalan hancur lalu kami tanami batang pisang persis ditengah jalan," kata Yuli, warga setempat, Minggu (26/1).

Hal sama diutarakan Pantri, warga lainnya bahwa perusahaan yang rutin melintasi jalur tersebut harusnya malu, sebab pengecoran jalan pada sebagian jalur itu  telah dilakukan Pemkab PALI. 

"Kami berharap tidak mesti diminta perusahaan memperbaiki apabila ada jalan yang rusak, sebab jalan itu akses satu-satunya pintu masuk dan keluar perekonomian warga Sebadak juga digunakan mobilisasi perusahaan terutama perusahaan Migas. Kalau putus, pasti warga yang ada didalamnya terisolir. Kami juga berharap Pemkab PALI untuk menganggarkan tahun ini merampungkan pengecoran jalan tersebut," harapnya. 

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD PALI Mulyadi STP menekankan pihak perusahaan yang menggunakan akses jalan umum untuk ikut merawat. 

"Jangan sampai masyarakat ribut akibat  jalan hancur, perbaiki secara rutin terlebih saat ini musim hujan, perusahaan lebih peka lagi agar semua aktivitas lancar," ucap Mulyadi. (sn)  

Saturday, January 25, 2020

Semakin Miris! 10 tahun tinggal. Warga Prabumulih Ini diduga Belum Pernah Mendapat Bantuan

 Foto : Mbah Mustaqim warga Rt.03 Rw.01 Kel.Karang Raja dikediamannya, sabtu (25/1/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kemiskinan diwilayah Kota Prabumulih seperti tertutup oleh pembangunan, jalan yang mulai mulus, lampu kota yang terang menderang menambah mewahnya kehidupan masyarakat berjuluk Kota Nanas itu

Mbah Mustaqim (85) warga Jalan Sepatu Rt.03 Rw.01 Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih yang sudah 10 tahun lebih menetap digubuk reot itu diduga belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota, sabtu (25/1/20)

Lebih miris lagi pria kelahiran Tanjung Enim 1935 itu baru dua bulan terakhir diketahui sebagai warga Karang Raja, padalah dirinya mengaku sudah menetap 10 tahun lebih disana sendirian tanpa seorang pendamping hidup 

Dengan keterbatasan ekonomi Mbah Mustaqim mengandalkan hidup dari meminta bantuan dari masyarakat dengan membawa kotak infak milik salah satu Masjid, hasil dari meminta-minta bantuan tersebut dibagi dua dengan pihak masjid yang terkadang hanya mendapat uang Rp.175 ribu untuk makan selama seminggu 

Saat diwawancara mengenai kondisinya mbah Mus sapaan akrabnya ini terlihat meneteskan air mata yang tak tahan melihat keadaannya saat ini yang penuh dengan kekurangan dalam ekonomi

Diketahui rumah yang ditempati tersebut merupakan rumah milik Abdullah warga belakang pasar yang disewanya sebesar Rp.150ribu perbulan 

Subandi (58) Ketua Rt 03 Rw 01 Kelurahan Karang Raja mengatakan selama sepuluh tahun mbah Mus menetap baru 2 bulan terakhir siketahui dan tercatat sebagai warga Karang Raja dan baru dibantu melengkapi data kependudukannya

“berhubung aku baru jadi RT jadi sampai saat ini kami data dan akan diusahakan untuk buat kelengkapan dokumen” ucapnya

Kehidupan di Kota Prabumulih yang banyak menghasil program-progam dibanggakan namun tak sedikit kehidupan ekonomi orang pinggiran menjadi korban kelalaian Pemerintah yang kurang perhatian terhadap masyarakat bawah

Sementara itu Lurah Karang Raja Gunawan Novindra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan telah mengetahui keberadaan warganya kurang mampu itu beberapa bulan terakhir namun dirinya mengaku telah berusaha memabantu untuk pembuatan dokumen kependudukan mbah Mus

“kami sudah turun kelokasi insyallah tahun depan dio dapat bantuan” ucapnya

Disinggung mengenai kinerja RT dan RW, Gunawan mengaku tidak ada laporan mengenai mbah Mus sehingga dirinya kesulitan untuk mendata warga yang kurang mampu

Dirinya tak menyangkal jika warganya Mbah Mustaqim selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota berupa bantuan sembako, jaminan kesehatan hingga bedah rumah

“Denger cerito memang cak itu, belum ado bantuan” terangnya seraya mengatakan pihak kelurahan akan segera melakukan pendataan dan memberikan bantuan langsung kerumahnya (tau/sn)



Friday, January 24, 2020

Wakapolres PALI Ajak Orang Tua Intensif Awasi Anaknya Jauhi Narkoba

PALI -- Selain menindak tegas pelaku kejahatan, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) juga melakukan pendekatan terhadap masyarakat untuk hindari tindakan yang melanggar hukum. 

Seperti kali ini, Wakapolres PALI Kompol Rizvy pada Jumat (24/1) mengisi waktu luang sebelum sholat Jumat digelar dengan berkenalan bersama jamaah Masjid Al-hijrah Depan Golf Kecamatan Talang Ubi. 

Saat berkenalan, Wakapolres juga menyisipkan pesan agar Jamaah masjid Al-hijrah terutama yang memiliki anak remaja untuk intensif mengawasinya agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. 

"Sebagai orang tua kita harus memberikan contoh yang baik, karena dari keluarga kita itulah yang bakal dicontoh anak-anak. Kita juga harus rajin memantau perkembangan anak kita, terutama yang tengah menginjak remaja. Kalau terlihat merokok, cegah atau larang, sebab dari awal mula anak-anak merokok tidak sedikit meningkat menjadi pengguna narkoba," pesan Wakapolres. 

Selain itu, Wakapolres juga menekankan pemberian ilmu agama kepada anak-anak dalam menangkal perbuatan yang bisa membawa anak-anak melakukan kejahatan. 

"Ajak anak-anak kita mengaji, sholat berjamaah, kalau anak kita laki-laki, ajak sholat jumat. Karena dengan bekal ilmu agama yang kuat, mudah-mudahan anak-anak kita terhindar dari penyakit masyarakat," ajaknya. 

Wakapolres juga menghimbau kepada seluruh warga PALI dalam hadapi Pilkada serentak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. 

"Jaga lingkungan kita tetap kondusif, kalau ingin tahu tahapan Pilkada, silahkan datang dan tanyakan ke KPU atau penyelenggara lainnya seperti ke PPK, Bawaslu atau Panwascam supaya pelaksanaan pesta demokrasi di PALI berjalan damai," harapnya.(sn) 




Kelompok Tempeli Terima Bantuan, Begini Harapan Kadiskop-UKM

PALI -- Kelompok usaha Tempe PALI (Tempeli) mendapat bantuan peralatan dari Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) malalui Dinas Koperasi dan UKM, Jumat (24/1) di Kantor Dinas Koperasi dan UKM di wilayah Talang Subur Kecamatan Talang Ubi. 

Penyerahan bantuan diberikan langsung Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Heri Saputra disaksikan perwakilan TP.PKK PALI.

"Setelah pemerintah Kabupaten PALI memberangkatkan pengrajin tempe ke Rumah Tempe Indonesia (RTI) Bogor beberapa waktu lalu untuk pelatihan, Pemkab PALI kembali memberikan bantuan peralatan untuk menunjang usaha pengrajin tempe ini," kata Heri Saputra.

Program pelatihan dan bantuan peralatan itu sendiri dijelaskan Heri Saputra adalah salah satu visi misi Bupati PALI, yakni Serasi Nia,  dimana terdapat sentra ekonomi rakyat.

"Ini juga salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat," tukasnya. 

Diharapkannya dengan adanya bantuan itu, pelaku atau kelompok usaha Tempeli bisa mengembangkan usahanya serta membuat terobosan baru olahan dari tempe dengan hasil yang lebih higienis. 

"Telah banyak varian atau jenis olahan berbahan dasar tempe, namun kami juga berharap akan muncul lagi produk baru yang bisa menjadi ikon PALI," harapnya. (sn) 

BKSDA: Harimau Yang Terperangkap Cari Wilayah Teritori

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Hasil dari pengamatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), harimau yang berhasil masuk perangkap yang dipasang oleh tim satgas dan BKSDA merupakan harimau muda yang sedang mencari wilayah teritorial baru.

“Berdasarkan pengamatan yang dilakukan sejak November, prilaku harimau ini sering keluar masuk habitatnya dan juga kadang masuk ke pemukiman. Dan tidak pernah berbalik arah, namun terus maju, menyisir punggung gunung, dan kecil kemungkinan untuk kembali lagi ke habitat awalnya,” ujar Martialis, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel saat paparannya saat evaluasi tim satgas penyelesaian konflik manusia dan satwa liar, di Ruang Rapat Pangripta, Kamis (23/1).

Selain itu, Martialis melanjutkan, Prediksi awal dari hasil pengamatan, yang berkeliaran adalah harimau tua yang tidak bisa bersaing lagi di dalam kelompoknya. “Ternyata saat tertangkap, merupakan Harimau muda yang mencari jati diri, mencari daerah teritori atau daerah kekuasaan dan terus bergerak,” tambahnya.

“Untuk saat ini, harimau sudah dievakuasi yang rencana akan diobservasi awal agar bisa diketahui secara spesifik bagai mana dan seperti apa harimau tersebut tertarik dengan konflik yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Sembari menunggu hasil spesifik, lanjutnya, Ini merupakan kerja tim yang luar biasa, dan akhirnya membuahkan hasil. Namun pendekatan kearifan lokal harus dilakukan. “Terkait kedepannya yang harus kita antisipasi kewaspadaan, dan kita tekankan patroli pasca konflik,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Juarsah mengatakan, hasil ini semua merupakan hasil kerja keras semua yang tergabung dalam satgas yang terventuk tiga minggu yang lalu. “Namun sebelum berakhir kita sudah berhasil melakukan penagkapan terhadap hewan yang diburu. Apakah harimau tersebut benar yang meresahkan masyarakat kita tetap menunggu hasil observasi resmi,” ujarnya.

Dan bentuk syukur kita, lanjut Juarsah, akan melakukan ritual adat dan keagamaan agar tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang. “Mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh tim dan masyarakat atas keberhasil ini,” pungkasnya.

Dalam evaluasi yang dilaksanakan oleh tim satgas yang terdiri dari BKSDA, TNI, Polri, Dinas Kehutanan,BPBD dan kepala kepala desa diharapakan akan terus bisa berkoordinasi dan tetap menjaga kewaspadaan dan hubungan baik dwngan alam dan menjaganya.(SN)