Pages

Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tandatangani Kerjasama Pengamanan Aset Negara

PRABUMULIH--Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama..

Semarak Ramadhan, Citimall Gelar Hijab HUNT 2019

PRABUMULIH--Berbagai event terus diadakan oleh Citimall Prabumulih guna menyebar virus positif kepada para pemuda-pemudi di Kota Prabumulih. Salah satunya, yakni Citimall Hijab HUNT 2019..

Miris, Dua Keluarga Miskin di PALI Tidak Pernah Tersentuh Bantuan

PALI--Tinggal seorang diri dan mencari nafkah hanya menjadi buruh menyadap karet dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, nenek Sainimah (65) warga Desa Babat..

Bus Trans Enim Jalan, Pasar Ramadhan Bebas Formalin

MUARA ENIM--Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, membuka pasar Ramadhan dan launching bus trans Enim berlangsung di terminal samping Kodim, Senin (6/5)..

OKU Akan Canangkan Program Kabupaten Layak Anak

BATURAJA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyiapkan program untuk menjadikan kabupaten layak anak (KLA). Dukungan ini dimintakan kepada berbagai organisasi...

Saturday, August 24, 2019

Viral Video Bullying SMA 4 Prabumulih, Kepsek : Itu Hanya "PRANK"?

Foto : Dln (Pelaku), As (Korban) dan Sis Camera girls
Diduga aksi Bullying yang tersebar didunia maya

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Berita diduga aksi bullying siswa SMA Negeri 4 Prabumulih hebohkan jagat maya, berita tersebut viral dibeberapa sosial media hingga dibagikan ribuan kali oleh warganet, sabtu, (24/8/19)

Salah satu pelaku dalam aksi tersebut yakni DLN warga Desa Baru Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, Sumsel, yang masih duduk dibangku kelas XI itu mengaku hanya untuk membuat video Prank dengan aksi bully terhadap adik kelasnya AS warga Desa Karangan Kecamatan RKT Kota Prabumulih yang juga duduk dikelas X SMAN 4 Prabumulih
 Ketiga siswi SMAN 4 Prabumulih saat berpelukan dan saling memaafkan karena video yang tersebar luas dimedia sosial

Berita yang terlanjur viral itu diakui oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Prabumulih Dahril Amin, M.Pd saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan jika hal tersebut menurut keterangan siswanya hanya aksi “Prank” atau aksi untuk menjahili teman sekolahnya
“iya benar pak itu siswa kita, tadi kedua siswa dan orang tua yang bersangkutan sudah kita panggil” jelasnya

Diketahui video yang berdurasi 1 menit 31 detik itu direkam oleh SIS siswa kelas XI SMA N 4 Prabumulih pada hari kamis sekitar jam 10 diwaktu istirahat jam belajar, pelaku DLN yang saat itu beraksi sebagai aktor pertama melakukan Bullying kepada AS adik kelasnya 

“kito Cuma buat aksi lucu-lucuan pak, untuk Frank tapi untuk digrup WA kami bae” terang Kepala Sekolah menirukan ucapan pelaku

Usai kejadian tersebut pihak sekolah memanggil kedua orang tua korban dan didampingi Bhabinkamtibmas, RT RW dan Komite sekolah untuk menjelaskan duduk perkaranya

“mereka sudah kita pertemukan ternyata hanya buat video lucu lucuan, tapi ini tidak dibolehkan nanti orang berfikiran lain” lanjutnya

Dahril Amin juga menghimbau untuk tidak melakukan hal yang negatif terlebih didalam lingkungan sekolah karena akan membuat resah jika sudah viral dan dalam pertemuan tersebut dirinya meminta siswa yang bersangkutan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi (sn)

Friday, August 23, 2019

Pukul Istri Hingga Babak Belur, Defy Diamankan Polisi Tanah Abang

PALI,SININEWS.COM - Defy Ahcmadsyah (35) warga Dusun II Desa Tanah abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa diamankan jajaran Polsek Tanah Abang lantaran diduga telah melakukan tindak Kekekerasan Dalam Rumah Tanggga (KDRT) terhadap istrinya sendiri, Tika Mika (32) dimana kejadiannya pada Selasa (13/8) lalu.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa tersangka Defy ditangkap berdasarkan buktiLP/B/57/VIII/2019/Sumsel/Res.ME/Sek tanah abang, tanggal 14 Agustus 2019.

Dimana kejadiannya berawal pelaku menanyakan uang hasil dari menjual sepeda motor seharga Rp 6.300.000,-(enam juta tiga ratus ribu rupiah) kemudian uang hasil menjual sepeda motor tersebut di belikan lagi sepeda motor seharga Rp 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah) kemudian sisa uang tersebut di belanjakan lagi untuk keperluan sekolah, sembako dan membayar hutang kepada tetangganya sehingga uang tersebut tersisa Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah).

Kemudian selama 2(dua) minggu uang tersebut habis di karenakan untuk keperluan sehari-hari, lalu pelaku menanyakan sisa uang yang berjumlah Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah) itu dan korban menjawab uang tersebut sudah habis.

Mendengar jawaban korban, pelaku malah menarik rambut korban dan memukul korban di bagian mata sebelah kanan, atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Tanah Abang.

Pada Kamis (22/8) sekira pukul 18.00 WIB berawal dari penyelidikan anggota Polsek Tanah Abang bahwa tersangka sedang berada di rumahnya. Mandapat informasi tersebut Kapolsek Tanah Abang AKP Sofiyan Ardeni,SH langsung memerintahkan kanit Reskrim Aipda Muslim Ansori beserta anggota untuk melakukan penangkapan.

"Pada saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung di amankan ke Polsek Tanah Abang guna dimintai keterangan lebih lanjut," terang Sofyan. (sn)

Tiga Kali Kena Tusuk, Nenek Suarti Tewas Ditangan Kelencet

PALI,SININEWS.COM - Naas nasib nenek Suarti (75), diusia senjanya nenek warga Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus tewas di tangan Feri Purnomo alias Kelencet (22) warga desa yang sama saat rumah nenek malang tersebut disatroni tersangka Kelencet dan satu temannya D (DPO) pada Kamis (14/11/2016) silam.

Kematian nenek suarti akibat ditusuk pisau sebanyak tiga kali sembari dibekap mulutnya menggunakan sajadah oleh Kelencet karena saat masuk rumah, nenek Suarti terjaga dari tidurnya dan setelah mengetahui ada tamu tak diundang, nenek suarti berteriak.

Kemudian karena panik, Kelencet memukul bahu korban hingga korban terguling, lalu pelaku D (DPO) menduduki kaki korban dan membekap wajah korban dengan sajadah.

Rupanya nenek Suarti tidak berhenti diam, malah semakin berontak membuat Kelencet menindih badan nenek Suarti dan membekap mulut korban. Karena terus berontak, pelaku D memberikan pisau kepada Kelencet, yang langsung ditusukannya ke arah dada korban.

Mendapat luka tusuk, nenek suarti terus menjerit. Dan Kelencet bukannya kasihan malah kembali menghujamkan pisau yang dipegangnya ke arah perut dan dada korban hingga akhirnya korban tak bergerak lagi.

Setelah mengetahui korban tidak bergerak, Kelencet mengambil anting korban lalu mengambil mie instan dan rokok di dalam rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha nenek Suarti berjualan.

Rangkaian aksi perampokan yang menewaskan nenek Suarti diketahui saat Jajaran Polsek Talang Ubi melakukan rekonstruksi di saksikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari PALI, Ariantimaya, Jumat (23/8).

"Hari ini kita gelar rekonstruksi kasus perampokan yang menyebabkan korban meninggal, untuk melengkapi berkas. Sedikitnya 13 adegan yang diperagakan tersangka," ujar Ariantimaya.

Sementara Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman seumur hidup.

"Untuk motifnya perampokan, namun karena korban berontak, pelaku menganiaya korban hingga tewas," tandas Arafah. (sn)

Hendak Nyadap, Okta dan Mertuanya Nyaris Tewas Kepala Dibacok OTD

PALI, SININEWS.COM - Dua warga Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), masing-masing bernama Okta (24) dan Nonimah (65) nyaris saja tewas lantaran tidak tahu asal muasalnya, tiba-tiba datang orang tidak dikenal yang langsung menghampiri keduanya dan membacok Okta hingga roboh bersimbah darah.

Sementara, Nonimah yang tak lain mertua Okta, juga terduduk ketika mendapat pukulan kayu dibagian kepala dan pinggangnya oleh orang tidak dikenal tersebut.

Pelaku langsung melarikan diri kearah hutan setelah mengetahui korbannya roboh. Sementara korban dilarikan ke RSUD Talang Ubi.

Diceritakan Okta, bahwa pada Jumat pagi (23/8) sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya dan mertuanya hendak menyadap karet menggunakan sepeda motor. Namun baru saja tiba di kebun, dan baru hendak turun dari sepeda motornya, tiba-tiba datang orang dengan memakai jaket dan cadar langsung memukul keduanya menggunakan kayu.

"Aku tidak mengetahui berapa orang yang menganiaya kami, tapi diduga lebih dari satu orang. Sebab, mertua aku juga mengalami penganiayaan. Saat kami memasuki kebun yang akan disadap, tiba-tiba datang orang itu yang langsung memukul dan membacok kepala aku," kenang Okta saat ditanyai media ini di ruang UGD RSUD Talang Ubi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda M Arafah menyebutkan bahwa pihaknya telah lakukan olah TKP dan kasus tersebut saat ini tengah didalami.

"Motifnya masih kita selidiki, lantaran barang-barang korban tidak ada yang hilang. Kita masih korek keterangan saksi dan korban serta bakal kita panggil pemilik kebun. Lantaran dari pengakuan korban, baru hari ini, korban hendak menyadap kebun milik warga lain di Desa Talang Bulang," terang Kanit Reskrim. (sn)

Thursday, August 22, 2019

Diduga Jual Narkoba, Rudi Tak Berkutik Saat Tim Elang Menciduknya

PALI, SININEWS.COM - Diduga menjadi pengedar Narkoba, Rudi Sanjaya (30) warga Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir  (PALI) diciduk jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi pada Rabu (21/8).

Tersangka Rudi diciduk berdasarkan LP/A/15/VIII/2019/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek.Talang Ubi, Tgl 21 Agustus 2019 tentang Narkotika dalam Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dimana pelaku ditangkap di rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB.

"Setelah penyidik mendapatkan informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan selanjutnya Tim Elang begerak mengarah TKP. Setelah tiba di TKP, kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah, Kamis (22/8).

Dijelaskan Arafah bahwa saat ditangkap pelaku sedang memecah paket diduga sabu-sabu kedalam plastik.

"Interogasi awal di TKP, pelaku mengakui BB tsb adalah miliknya, selanjutnya pelaku dan BB dibawa Polsek Talang Ubi guna proses pemeriksaan lebih lanjut," imbuh Arafah.

Adapun barang bukti (BB) yang turut diamankan, disebutkan Arafah berupa 20 ( dua puluh ) paket sabu-sabu dengan berat brutto keseluruhan 4,39 gram, 1 ( satu ) bungkus plastik besar berisikan 8 bungkus plastik kosong ukuran kecil, 1 ( satu ) buah pipet plastik, 1 ( satu ) buah sekop pipet plastik, 2 ( dua ) buah cuttenbud dan 1 ( satu ) unit Handphone.

"Saat ini pelaku masih diinterogasi guna pengembangan," tandas Arafah. (sn)

Angkutan Batubara Milik Servo di Stop Warga

PALI, SININEWS.COM - Puluhan warga Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyetop seluruh armada angkutan batubara yang melintas di jalan khusus batubara milik PT Servo pada Kamis (22/8) sejak pukul 12.00 WIB.

Hal itu buntut dari keresahan warga atas permasalahan stockpile batubara yang ada di KM 36 serta masalah debu yang dinilai warga sangat mengganggu aktivitasnya.

Imbas dari penyetopan warga tersebut, mobil armada angkutan batubara mengular, dan menurut warga mencapai hingga 2 kilometer.

"Kami mulai orasi sejak pukul 12.00 WIB, dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak Servo," ujar Nazril, melalui pesan whatsapp, Kamis (22/8).

Adanya aksi penyetopan armada batubara di wilayah Desa Lunas Jaya dibenarkan Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni.

"Dari siang tadi warga melakukan aksi tersebut, dan antrean kendaraan pengangkut batubara hingga ke KM 38," terang Kapolsek.

Sementara itu, pihak PT Servo hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi. (sn)

Lawan Polisi Gunakan Parang, Residivis Begal Ini Akhirnya Tekepor Kena Dor Polsek Penukal Abab

PALI,SININEWS.COM - Sepak terjang Yudi Hartono (30) tercacat sebagai warga Desa Raja Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berakhir dibalik jeruji besi lantaran pria tersebut saat ini ditangkap jajaran unit Reskrim Polsek Penukal Abab dan menjadi tersangka Pencurian dengan kekerasan atau Curas alias begal di beberapa tempat di Bumi Serepat Serasan dan Muara Enim.

Tersangka Yudi ditangkap pada Kamis (22/8) sekitar pukul 00.10 WIB oleh Unit Reskrim Polsek Penukal Abab dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo.

"Tersangka ini, juga buruan Polres Prabumulih karena kabur dari Rutan Prabumulih pada 2017 lalu dengan nomor DPO: B / 8 / VIII / 2019. tanggal, Agustus 2019," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo, Kamis (22/8).

Dijelaskan Agus Widodo bahwa tersangka bukan hanya sekali melakukan aksinya, karena tercatat sudah ada empat laporan (LP) yang masuk dikepolisian dengan TKP berbeda.

"TKP ada di jalan desa Purun - Muara
Dua Kecamatan Penukal PALI, ada juga di Wilkum Polsek Rambang Lubai (DPO). Selain itu ada juga pada Wilkum Polsek Rambang dangku (DPO) dan Wilkum Polsek Tanah Abang (DPO)," terang Agus.

Untuk barang bukti yang turut diamankan cukup fantastis, yakni disebutkan Agus berupa 1 (satu) unit R2 yamaha vixion warna hitam. Dan setelah dikembangkan, barang bukti bertambah yakni 1 (satu) unit R2 honda beat warna hitam, 1 (satu) unit R2 yamaha vixion warna kuning, 1 (satu) unit R2 honda blade warna hitam - orange, 1 (satu) unit R2 yamaha vega warna hitam, 1 (satu) unit R2 honda supra X warna hitam, 1 (satu) unit R2 yamaha vega warna hitam dengan  jumlah ada 7  unit sepeda motor.

"Disamping itu kita amankan juga 4 (empat) pucuk senjata api rakitan laras panjang, 8 (delapan) bilah senjata tajam jenis parang, 2 (dua) bilah celurit, 8 (delapan) lembar STNK, 6 (enam) buah handphone, 2 (dua) buah kunci T, 1 (satu) butir peluru jenis FN (ditemukan dikantong pelaku pada saat penangkapan dan 3 (tiga) butir selongsong peluru (ditemukan dikantomg pelaku juga saat ditangkap," urainya.

Sementara untuk ungkap kasus di wilayah hukum Polsek Penukal Abab, dijabarkan Agus berdasarkan laporan korbannya dimana kejadian yang dilakukan tersangka pada Sabtu tanggal 27 Juli 2019 sekira pukul 09.40 WIB.

Aksi begal yang dilakukan tersangka ini ketika korban hendak pergi ke Palembang. Namun saat di TKP, yakni di jalan desa Purun - Muara Dua, tiba-tiba muncul 2 (dua) orang pelaku dengan membawa senjata api rakitan laras panjang dan pendek dengan menodongkan kepada korban yang langsung memerintahkan agar korban yang saat itu mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion untuk segara turun.

Karena ketakutan, akhirnya korban turun, lalu dua pelaku merampas kendaraan itu dan membawa kabur sehingga korban mengalami kerugian ditaksir sebesar Rp. 13.000.000,- (tiga belas juta rupiah).

Selanjutnya setelah Laporan Polisi diterima, Kapolsek Penukal Abab Iptu  Alpian, SH memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo, S.H beserta anggota unit Reskrim Polsek Penukal Abab untuk melakukan penyelidikan.

Sejak diterimanya Laporan Polisi tersebut, unit Reskrim yang di pimpin kanit reskrim Ipda Agus Widodo, SH telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan pada hari kamis tanggal 22 Agustus 2019 sekira pukul 00.10 WIB keberadaan pelaku berhasil didapatkan dan langsung dilakukan penangkapan di Desa Purun Selatan.

"Pada saat penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dengan menghunuskan senjata tajam jenis parang ke petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur hingga tersangka ini kita tangkap dan langsung di bawa ke Mapolsek Penukal Abab," beber Agus.

Tersangka saat ini tengah diperiksa secara intensif guna pengembangan dan mengungkap keberadaan pelaku lainnya.

"Kita tetap buru teman tersangka yang kerap membantu setiap aksinya. Untuk tersangka Yudi, kita jerat pasal 365 ayat (2) ke-2 dengan ancaman kurungan penjara 12 tahun," tandasnya. (sn)

Pilkades Serentak di PALI Tetap Minggu Depan, Simak Penjelasannya

PALI,SININEWS.COM - Pasca adanya penolakan dari sejumlah calon Kepala Desa terhadap wacana gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bakal diundur, pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan keputusan untuk menghelat hajat demokrasi bagi 36 desa yang bakal ikuti Pikades serentak tetap pada rencana awal, yakni Kamis tanggal 29 Agustus 2019.

Hal itu diketahui adanya edaran surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI nomor 141/427/DPMD-IIII/2019 yang disampaikan kepada Camat se-kabupaten PALI perihal pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019.

Yang isinya sebagai berikut, 'Berdasarkan hasil rapat tanggal 22 Agustus 2019 di ruang rapat pemerintah Kabupaten PALI tentang pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019, setelah mendengarkan laporan dari Camat se-kabupaten PALI disampaikan sebagai berikut.

1.Pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019 tetap dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2019.

2.Camat diminta segera memerintahkan panitia Pilkades serentak untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan Pilkades tersebut.'

Surat edaran tersebut ditandatangani Kepala DPMD PALI yang diwakili Sekretaris Mardiansyah SH. (sn)

Buat KIA, Ratusan masyarakat datangi Disdukcapil Muara Enim


MUARA ENIM, SINI NEWS.COM - Masyarakat Kabupaten Muara Enim mulai ramai membuat Kartu Indentitas Anak (KIA) untuk anaknya yang berusia 0-17 tahun di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Muara Enim. Terbukti  pada saat pembuatan kartu KIA tersebut dibuka mulai awal bulan Agustus lalu, jumlah masyarakat yang membuat kartu tersebut sudah tercatat lebih dari 500 orang.
                    “Sosialisasi pembuatan kartu KIA ini baru kita sampaikan kepada OPD dilingkungan Pemkab Muara Enim dan camat. Kita berencana akan melakukan jemput bola dalam pembuatan kartu KIA ini dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di pedesaan,” jelas PLT Kepala Dinas Dukcapil Muara Enim, Untung Susilo, Kamis (22/8).
                  Menurutnya, setiap harinya masyarakat yang membuat kartu KIA sekitar 30 orang.. Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat , karena kendala yang dihdapai selama ini sudah teratasi. “Waktu itu kendala yang jita hadapi belum ada oprator yang menangani pembuatan kartu KIA. Sekarang sudah kita siapkan sebanyak 2 orang operator,” jelasnya.
                  Pembuatan kartu KIA sistimnya berbeda dengan pembuatan KTP. Karetu KIA belangkonya dapat dikeluarkan sendiri oleh Dukcapil tidak menunggu dari pusat. Kemudian pembuatan kartu KIA berdasarkan usia. Bagi anak usia 0-5 tahun pada kartu KIA tersebut tidak dilengkapi poto. Sedangkan anak usia 5- 17 tahun pada kartu KIA akan dilengkapi dengan poto identitas diri. 
                Dijelaskannya, kartu KIA tersebut akan berlaku sampai sianak berusia 17 tahun 10 hari, Selanjutnya dia akan mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik,  dengan melakukan pendataan ulang  memperlihatkan kartu KIA tersebut kepada petugas dan melakukan perekaman. 
               “Saat ini  pembuat KIA baru masyarakat di seputaran kota Muara Enim, sementara untuk daerah lain masih belum. Untuk kecamatan diluar muara enim nanti kami yang jemput bola untuk pembuatan secara kolektif," jelasnya. 
              Pembuatan kolektif dilakukan untuk memudahkan masyarakat membuat KIA terutama yang berada jauh dari perkotaan. "Pembuatannya cepat karena kalau tidak ada gangguan sistem sehari bisa selesai.

32 Persen Untuk Pemkab Muara Enim Dari Hasil PT PGE


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Usai melakukan kunjungan ke PT Pertamina Gheotermal Energy (PT PGE) yang berada di Lumut Balai, Semendo, akhirnya Perjuangan Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM bersama DPRD Muara Enim agar manajemen  perusahaan memberikan kontribusi kepada Pemkab Muara Enim segera membuahkan hasil.
                Soalnya, jika pembangkit tersebut mulai beroperasi pada bulan September mendatang, perusahaan tersebut siap memberikan bagi hasil kepada Pemkab Muara Enim (ME) selaku daerah penghasil sebesar 32 persen.
               Penegasan itu terungkap dalam pertemuan manajemen PT PGE Lumut Balai dengan Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan Ketua DPRD, Aries HB SE bersama anggota DPRD Muara Enim lainnya di kantor Pertamina Gheothermal Jakarta, Kamis (22/8).
              Pertemuan itu diikuti juga Kepala Bappeda Pemkab Muara Enim, H Ramlan Suryadi serta sejumlah pejabat Pemkab Muara Enim lainnya. Pada pertemuan itu, rombongan bupati melakukan dialok langsung dengan salah satu Direktur PT PGE Lumut Balai, Eko dan Sekretaris Perusahaan PT PGE Lumut Balai, Ryan Dwi Gustrianda serta sejumlah pejabat PT PGE Lumut Balai lainnya.
               “Pertemuan pak bupati bersama DPRD dengan PT PGE pusat hari ini di Jakarta, berbagai permasalah yang ada di Muara Enim terkait dengan keberadaan perusahaan tersebut, seolah olah mengabaikan Pemkab Muara Enim,” jelas Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB SE yang berhasil dihubungi melalui ponselnya, Kamis (22/8).
              Menurutnya, dalam pertemuan itu harapan dan keinginan mantan Bupati Muara Enim, H Kalamudin D SH MH terhadap keberadaan perusahaan itu, berhasil diperjuangkan.              “Dalam pertemuan itu, PT PGE bersedia memberikan bagi hasil produksi sebesar 32 persen  bukan dalam bentuk saham. Karena sesuai ketentuan yang berlaku tidak bisa dalam bentuk saham,” jelas Aries.
                Selain itu lanjutnya, masalah kepedulian lingkungan, agar PT PGE dalam beroperasi tetap melakukan kepedulian lingkungan kepada Pemkab Muara Enim, seperti yang dilakukan manajemen perusahaan pertambangan batubara PT BA selama ini.
                 Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Muara Enim, Faizal Anwar SE, yang ikut dalam pertemuan itu menambahkan, pertemuan yang dilakukan bupati bersama DPRD dengan PT PGE dalam rangka koordinasi karena perusahaan itu pada bulan September 2019 ini melakukan Comersial Operation Day (COD).
                “Kita meminta kontribusi perusahaan  kepada Pemkab Muara Enim selaku daerah penghasil dalam berntuk peranserta kepedulian lingkungan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Alahamdulillah semuanya ditanggapi secara positif,” jelasnya.
               Dijelaskannya, hasil pertemuan tersebut akan ada tindak lanjuti dalam bentuk pembahasan berikutnya hingga penandatanganan nota kesepakatan atau MoU. Pertemuan lanjutan yang akan dilakukan termasuk pembasahan masalah desa wisata.
          Pembahasan lanjutan tersebut, termasuk masalah tapal batas adanya klaim dari pihak Pemkab lain terhadap keberadaan PLTG PT PGE Lumut Balai tersebut.
          Perlu diingat, lanjutnya,  masuknya PT PGE ke daerah itu atas perjuangan Pemkab Muara Enim semasa bupati Muara Enim almarhum H Kalamuddin D SH.
           Bahkan Pemkab Muara Enim  telah membangun jalan mulai dari simpang Imam sampai ke Desa Penindaian menuju lokasi pembangkit, guna memudahkan pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik tersebut.