Nanan : Pemkab Mura Jangan Berlebihan Sikapi Sakitnya Ratna


LUBUKLINGGAU-Respon berlebihan Pemkab Musi Rawas terhadap informasi  Calon Bupati Musi Rawas penantang petahana nomor urut 1, Hj Ratna Machmud terjangkit Covid dinilai bermuatan politis oleh pihak keluarga.

"Yang bersangkutan itu  (Ratna) adalah warga Lubuklinggau jadi saya minta untuk pemkab Mura juga jangan berlebihan menyikapi hal seperti ini,"tegas H SN Prana Putra Sohe keponakan Hj Ratna Machmud.

Prana Sohe yang saat ini menjabat Walikota Lubuklinggau meminta agar pihak-pihak tertentu agar tidak mempolitisir keadaan,karena Covid 19 bukanlah aib bahkan siapapun bisa terpapar termasuk kepala daerah.

"Tante saya itu sedang di rawat dan butuh istirahat total jadi  jangan sekali lagi dipolitisir walaupun beliau sebagai salah satu kandidat saat ini,"tegas Prana Sohe.

"Yang berusaha mempolitisir keadaan maka nanti akan beradapan dengan kami pihak keluarga,"pungkasnya.

Share:

Data Privasi Pasien RSMH Menyebar, Keluarga Ancam Ambil Langkah Hukum


MUSI RAWAS--Dzolim dan biadab! Mungkin kalimat diatas pantas disematkan kepada orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu dengan menyebarkan foto calon Bupati Musi Rawas nomor urut 1, Hj Ratna Machmud yang sedang menjalani perawatan di RSMH Palembang,hal ini diungkapkan salah seorang keluarga Ratna Machmud, Rabu (28/10) di kediamannya.

Ruang perawatan yang seharusnya menjadi ranah privasi pasien, kini menjadi konsumsi publik, lantaran adanya foto Ratna yang diambil dari layar monitor CCTV rumah sakit kemudian disebar di media sosial yang tentu tujuannya mengarah kepada kepentingan politik, jelasnya.

Bocornya foto pasien didalam ruang perawatan diduga kuat berasal dari internal RSMH Palembang karena foto yang disebar oleh akun facebook Ahmad Fadili tampak foto yang diambil dari layar monitor CCTV RS.

Hal ini tentunya menyalahi aturan rumah sakit karena tidak melindungi privasi pasien, pelakunya harus ditindak tegas termasuk akun facebook yang menyebarkannnya ke media sosial,tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, Humas RSMH Palembang, Suhaimi saat dikonfirmasi, Rabu (28/10) mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku jika yang menyebarkan foto itu dari internal RSMH Palembang.

Dikatakan Suhaimi, terkait beredarnya foto pasien RSMH yang tersebar di media sosial, pihaknya sangat menyesalkan hingga menjadi konsumsi publik.

"Kami segera menyelidiki mengapa itu bisa beredar. Seharusnya menjadi  privasi pasein dan RS  yang tentu harus kami jaga. Apabila  foto tersebut disebarkan oleh karyawan RSMH maka yang bersangkutan  akan menerima konsekuensi sesuai ketentuan berlaku,"tegasnya.

Dia juga meminta  maaf kepada pihak keluarga atas kejadian yang tidak diharapkan itu.

Sementara itu, H SN Prana Putra Sohe salah seorang keluarga, Hj Ratna Machmud, mengecam perbuatan oknum yang menyebarkan foto bibinya tersebut. "Ini perbuatan biadab dan jangan main-main kalau ini pun ada undang-undang yang mengatur privasi" tegas Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe.

Nanan juga menyayangkan dengan berita-berita  yang beredar kemudian dipolitisir oleh beberapa orang, itu perbuatan tak bertanggungjawab.


"Ingat kejadian ini bisa menimpa siapa saja. Jadi janganlah dibuat permainan politik, apalagi sampai harus mencari-cari  tahu melalui data-data medis IGD dari rumah sakit dan malah mencari foto-foto tentang pasien melalui CCTV. "Yang berusaha mempolitisir keadaan maka nanti akan beradapan dengan kami pihak keluarga," tegasnya lagi.

Intinya sambung Nanan, terpapar corona itu suatu hal yang biasa. Siapapun bisa terpapar. "Saya sendiri pernah terpapar walaupun walikota, bupati dan masyarakat umum juga bisa terpapar. Kalau dilihat riwayat terpaparnya tante saya Ratna Mahmud, itu memang diawali dengan sakit demam kemudian diambil dan cek darahnya. Saat itu masih terdeteksi tipus tapi setelah beberapa hari beliau terus demam. Karena khawatir maka dibawalah ke Palembang dan kemudian di swab. Ternyata hasilnya positif. Sekarang sedang dirawat di RSMH Palembang. Yang paling penting saat ini adalah mensupport dan berdoa supaya beliau cepet sembuh.(*)

Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 29 Oktober 2020

 



Share:

KADES TEMPIRAI KUKUHKAN PENGURUS KARANG TARUNA TEMPIRAI BERSATU


Tempirai, SININEWS.COM -- Karang Taruna, adalah Lembaga Kemasyarakatan yang merupakan wadah pengembangan Generasi Muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk Masyarkat, terutama para generasi muda Desa yang bertujuan untuk kesejahteraan sosial.(Pasal 6 Permendagri Nomor 77/2010)


Hari ini ( 28/10/2020), bertepatan hari ulang tahun Sumpah Pemuda ke 92. Pemerintah Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI ), menggelar Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Tempirai Bersatu untuk masa Bhakti 2020 - 2025.

Acara yang dipusatkan Kantor Kepala Desa Tempirai ini, dihadiri Kadispora PALI yang diwakili Kabid Pemuda dan Prasarana M.Tanggang Jaya, Spd, Babinsa Tempirai T.Mulyadi, PLD Awek Bayumi, Tim Inovasi Desa bidang SDM Suharto.BA  dan para Perangkat Desa, BPD,  serta Tokoh Masyarakat /Pemuda lainya.

Dalam Pengukuhan Pengurus Karang Taruna ini, Penting Hariyanto sebagai Ketua, Suryadi Sebagai Sekretaris, Fery Irwanto sebagai Bendahara dan Kepala Seksi dibidangnya masing masing. Sebagai mana yang tertuang dalam Keputusan Kepala Desa Tempirai Nomor 28/SKKDT/X/2020 Tanggal 25 Oktober 2020.

Dalam sambutannya Kepala Desa Tempirai Muhamad Jonot Syamsudin, mengajak para Pengurus dan pemuda bersenergi dengan Pemerintah Desa, serta dapat menggiatkan Karang Taruna Tempirai Bersatu dengan bersungguh sungguh dan tanggung jawab, sebagai Komitmen dari Pemerintah Desa Operasional Kegiatan akan di Anggarkan dalam APBDES Tempirai. 

Namun lebih jauh kedepan, Kepala Desa mendorong Pengurus dapat membuka akses ke berbagai pihak luar. "Sehingga dapat mengembangkan Karang Taruna Tempirai Bersatu menjadi Karang Taruna berdaya guna bagi Masyarakat dan menjadi Karang Taruna terbaik di Kabupaten PALI," ujar Kades. 

Demikian  M Tanggam Jaya sebagai laoding sektor Pemuda Dispora Kabupaten PALI, menghimbau pada Pengurus agar dapat menggerakkan semangat para pemuda untuk menciptakan usaha  bersama secara bergotong royong, "Sehingga dapat melahirkan generasi muda yang kreatif dan Inovatif untuk Kemajuan Desa Tempirai maupun Kabupaten PALI," kata M Tanggam.

Juga T. Mulyadi sebagai Babinsa Tempirai, mengajak para Pemuda tetap semangat untuk membantu kemajuan Desa dan tetap menjaga ketertiban umum serta selalu menghindari berbagai benturan hukum, 

"Namun tak kalah pentingnya para pemuda bersama masyarakat agar tetap konsisten dengan protokol Kesehatan terkait Pademi Covid 19 saat ini, mudah mudahan musibah Pademi Covid ini cepat berakhir," harapnya. 

Penulis : Suharto.
Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 28 Oktober 2020

 



Share:

Deny Saputra Pelaku Pembunuhan Pemandu Karoke ditangkap di Jawa Barat

PRABUMULIH, SININEWS – Sempat Buron selama Delapan Bulan kasus pembunuhan Citra Yetri Yeni alias Sella yang sehari-hari bekerja sebagai LC akhirnya berhasil diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Prabumulih. Pelaku Deni Saputra alis cecep (28) warga Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan akunya berhasil ditangkap.

Dari pengakuan tersangka, ia sempat melarikan diri ke  Pandegelang, dan Serpong, namun tertangkap di Tirta Mulya kecamatan Cikampek.

Dirinya nekat membunuh korban lantaran cemburu saat dapat kiriman foto sella Tampa busana bersama pria lain, di tempat dia sering menginap.

“Kalau minum dan narkoba tidak ada, namun karena Emosi saya gelap mata, hingga akhirnya menghabisi nyawa Sella,” ucap tersangka yang merasa menyesal karena telah menghabisi nyawa Sella. 

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi, SIK, SH, MH, didampingi Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdurrahman SH menyebutkan, kasus ini kasus lama, yg berhasil diungkapkan, kejadiannya sendiri terjadi pada bulan Februari 2020.

Dia tertangkap di  rumah kontrakan Tirta Sari, kecamatan Cikampek, kabupaten Cirawang, Jawa Barat. Pelaku jelas  melakukan pembunuhan berencana.

Tersangka dan korban punya hubungan khusus, namun ada pihak ketiga yang menyebabkan tersangka Deni cemburu dan menyebabkan korban dibunuh, ucap Kapolres saat pres rilis di halaman utama polres Prabumulih, Rabu (28/10/2020).

” Cukup panjang untuk berhasil mengungkap kasus Pembunuhan LC ini, kurang lebih delapan bulan,” untuk tersangka sendiri kita kenakan pasal, 340. 338, dan 365 dengan ancaman hukiman lebih dari lima tahun penjara. (sn/tau)

Share:

Laporan DH-DS Tidak Dilanjutkan, Tim Kuasa Hukum Hero Kemungkinan Bakal Lapor Balik


PALEMBANG. SININEWS.COM -- Laporan dugaan pelanggaran Terstruktural Sistematis dan Masif (TSM) yang dilakukan Paslon nomor urut dua Heri Amalindo-Soemarjono yang dilayangkan tim kuasa hukum Paslon nomor urut satu Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi (DH-DS) beberapa hari lalu, rupanya dinilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel tidak memenuhi syarat. 


Setelah ditelaah lebih lanjut atas laporan itu, Bawaslu Sumsel akhirnya mengeluarkan Putusan, yaitu Bawaslu Sumsel menyatakan tidak dapat menindaklanjuti laporan tersebut karena tidak memenuhi syarat materil sebagaimana yang disyaratkan Perbawaslu Nomor 9 tahun 2020. 

"Syarat formil terpenuhi tapi syarat materiil tidak terpenuhi karena pelanggaran TSM yang dilaporkan tersebut paslon masih berstatus sebagai Kepala Daerah yang sah sebelum yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon," ucap Junaidi saat dikonfirmasi, kemarin (27/10). Dalam sidang yang digelar di aula gedung Bawaslu Sumsel ini dipimpin Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto turut dibacakan amar putusan beserta yang menjadi alasan untuk tidak melanjutkan pelaporan paslon nomor urut satu tersebut. 

Sementara ketua tim advokasi paslon nomor urut dua, Heri-Soemarjono, Adv.Firdaus Hasbullah,SH yang dikonfirmasi perihal putusan Bawaslu Sumsel ini mengaku sudah mendengar.

"Alhamdulillah kami sudah mendengar putusan Bawaslu tersebut atas laporan yang dilakukan tim kuasa hukum paslon satu tersebut," ungkap Firdaus dikonfirmasi kemarin (27/10).

 Menurut Firdaus, tidak terbuktinya pengaduan terhadap paslon nomor urut dua ini tidak terlepas dari peran Bawaslu Sumsel yang pastinya telah mengkaji laporan pelanggaran Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) tersebut secara cermat.

 Sehingga diputuskan tidak memenuhi syarat materil sesuai ketentuan yang tertuang di dalam pasal 24 ayat dua (a) Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 9 tahun 2020. Yang intinya menyatakan laporan pelangaran adminiatrasi pemilihan tidak memenuhi syarat formal/materil sehingga laporan tidak dapat dilanjutkan ketahapan sidang pemeriksaan. 

Firdaus menyebut tak cuma sekali tim kuasa hukum paslon satu melapor ke Bawaslu tapi sudah dua kali. Sebelumnya, mereka melapor ke Bawaslu PALI juga terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut dua.
 
"Atas putusan Bawaslu Sumsel ini kami sampaikan terima kasih dan tidak tertutup kemungkinan kami bakal melayangkan laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut satu," pungkas Firdaus.

Sedangkan, Tim Hukum Paslon 01 Riasan Syahri SH MH mengatakan, Bawaslu Provinsi Sumsel memang sudah membacakan putusan pendahuluan tentang belum lengkapnya syarat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Untuk itu kita akan menunggu putusan pendahuluan secara tertulis yang telah dibacakan oleh Banwaslu Provinsi Sumsel, satu hari kerja setelah pembacaan yang dilakukan hari ini," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa pihaknya akan memperlajari lebih lanjut materi putusan pendahuluan tersebut, dan perkara tidak akan ada dua putusan, dan apabila ada yang kurang akan kita lengkapi sesuai dengan data-data didalamnya.

"Jadi nantinya akan masuk ke pokok pemeriksaan. Dan hal ini memang merupakan hal yang biasa terjadi didalam perkara. Yang jelas kita akan ambil putusan pendahuluan itu dan akan kita pelajari," terangnya.

Sementara, Ketua KPU Kabupten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario SE mengatakan, bahwa pihaknya hingga saat ini belum mengetahui hasil keputusan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan terkait laporan pasangan calon nomor urut 01.

"Kita justru belum mengetahui adanya informasi tidak ditindaklanjutnya laporan Paslon 01 terhadap paslon 02 yang tengah di proses Banwaslu Provinsi Sumsel," ujarnya, Selasa (27/10).

Senada dikatakan, Ketua Banwaslu Kabupaten PALI Heru Muharam, bahwa pihaknya belum juga mengetahui adanya informasi tidak bisa menindaklanjuti laporan Paslon 01 yang diproses Banwaslu Provinsi Sumsel. "Maaf saya belum dapat informasi tersebut, jadi belum bisa memberikan tanggapan. Takut salah," singkatnya. (sn/perry)
Share:

Gelar Audensi Dengan Walikota Prabumulih, Kantor Hukum "SAW" Siap Dampingi Perkara Hukum

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Elman,ST menerima langsung Silaturahmi dan sekaligus pengenalan kantor hukum “Law Office SAW” diruang kerja Sekda, selasa (27/10) 

Dalam pertemuan tersebut Manager Law Office SAW Abi Samran,SH mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Prabumulih yang telah memberikan kesempatan untuk berdialog dalam pelayanan dibidang hukum 

Dirinya menjelaskan kantor Hukum SAW memberikan kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Bagi seluruh masyarakat di Kota Prabumulih yang bermasalah dengan hukum untuk dibantu pendampingan perkara 

"kita siap membantu dalam perkara mengenai hukum, dan kita juga telah mendirikan Lembaga Bantuan Hukum bagi warga kurang mampu yang tersandung kasus untuk didampingi penangan perkara” jelasnya kepada media ini 

Kantor Hukum SAW yang berkantor di Jalan Jenderal Sudirman Samping RM.Dieng Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur itu telah banyak melakukan kegiatan pendampingan hukum bagi warga kurang mampu dengan LBH yang juga berkantor disana

“kita juga pernah membantu pendampingan hukum bagi warga kurang mampu, disana kita juga berikan edukasi tentang hukum” lanjutnya seraya mengatakan “SAW” Office juga melayani Jasa Konsultasi 

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya,MM melalui Sekda Elaman,ST mengatakan sangat mengapresiasi kantor Hukum SAW hal itu menurutnya bisa membantu rekan-rekan ASN bahkan warga yang bermasalah hukum untuk mendapat pendampingan

"kita sangat dukung ya apalagi ada bantuan hukum (LBH) gratis itu sangat membantu warga” katanya (tau/sn)

Share:

Keputusan KPU Ogan Ilir Dinilai "Kabur", Paslon HM Ilyas - Endang Kembali Masuk Gelanggang Pilkada


INDRALAYA--Mahkamah Agung (MA) RI resmi mengabulkan permohonan keberatan pasang calon (paslon) HM Ilyas Panji Alam - Endang PU Ishak terkait hasil keputusan diskualifikasi yang disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir (OI). Majelis hakim MA mengabulkan permohonan paslon HM Ilyas - Endang setelah tim hukum secara resmi menerima surat keputusan yang disampaikan oleh MA, Selasa (27/10). 

Dalam konferensi pers yang berlangsung Selasa (27/10) pukul 16.00, Prahara Andrie Kusuma SH selaku ketua tim hukum paslon Ilyas - Endang menjelaskan, setelah selama beberapa hari menjalani proses persidangan di Mahkamah Agung RI. Hasilnya, keputusan diskualifikasi terhadap paslon Ilyas - Endang yang disampaikan oleh KPU Kabupaten OI dianggap "kabur" dan tidak memenuhi syarat.

Berdasarkan keputusan majelis hakim MA, paslom Ilyas - Endang tidak terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pasal 71 ayat 3 undang-undang nomor 1 tahun 2017 tentang peraturan Pilkada. "Mengingat keputusan incrach Mahkamah Agung merupakan keputusan final dan mengikat. KPU Kabupaten OI harus mengembalikan kembali posisi paslon HM Ilyas - Endang sebagai peserta Pilkada serentak Kabupaten OI tahun 2020," jelas Tim Hukum Prahara Andrie Kusuma, seraya menyebut hasil putusan MA membatalkan surat keputusan yang disampaikan oleh KPU Kabupaten OI tertanggal 12 Oktober 2020 tentang pembatalan sebagai peserta Pilkada paslon HM Ilyas - Endang. 

Sementara diketahui, berdasarkan aturan perundang-undangan keputusan MA bersifat final dan mengikat. Jadi, apapun hasil putusan yang disampaikan oleh majelis hakim MA RI termasuk keputusan pembatalan SK diskualifikasi yang disampaikan oleh KPU Kabupaten OI terhadap paslon HM Ilyas - Endang kembali harus dicabut oleh KPU Kabupaten OI. 

Hasilnya paslon urut 02 Ilyas - Endang kembali menjadi peserta Pilkada serentak 2020 Kabupaten OI bertarung bersama paslon urut 01 Panca - Ardhani. Kemudian, beberapa waktu lalu, tim kuasa hukum KPU Kabupaten OI Muallimin SH menyatakan, KPU Kabupaten OI akan tunduk terhadap keputusan MA. 

"Kalau keputusan terhadap pemohon dalam hal ini paslon urut 02 diterima oleh MA. Maka kami akan menuruti hasil dari keputusan itu dan menindaklanjuti semua hasil dari keputusan itu," ucap Tim Kuasa Hukum KPU Kabupaten OI Muallimin SH.(Ber)

Share:

MEMBANGUN GENERASI PERADABAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER


SININEWS.COM
 - Setiap tanggal 28 Oktober, Bangsa kita selalu memperingati Hari Sumpah Pemuda, yaitu hari dimana perjuangan dan peradaban gerenasi muda Indonesia dan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.


Pemuda seperti yang pernah dikatakan oleh Ir. Soekarno "Beri aku seribu orang tua maka akan kucabut Semeru dari akarnya, dan beri aku sepuluh pemuda maka akan aku guncang dunia". Pemuda dalam kalimat tersebut mengandung makna bahwa kekuatan sepuluh orang pemuda dapat mengalahkan seribu orang tua, hal ini bukan dalam arti kekuatan sebenarnya akan tetapi dalam bentuk impian dan harapannya bagi negeri dan bangsanya.

Pemuda yang merupakan tulang punggung daripada sebuah bangsa, karena baik dan buruknya pemuda di masa kini menentukan arah kehidupan bangsa di masa mendatang. Dalam memajukan sebuah bangsa generasi tua memiliki keterbatasan, sementara generasi muda memiliki semangat yang menyala, fisik yang luar biasa dan otak yang cemerlang serta visi yang kokoh laiknya motor yang menjadi penggerak dari Peradaban Bangsa.

Pemuda dalam arus modernisme dan globalisasi saat ini, banyak yang tergerus baik dalam keimanan, wawasan, keoptimisan dan pendirian yang kokoh demi membawa misi semangat perubahan. Lantas bagaimana pemuda dapat berperan untuk bangsa dan negaranya. Dalam hal ini pemuda mesti sedikit melihat kepada sejarah agar mendapat intisari perilaku mereka di masa lalu untuk membentuk masa depan.

Masa depan suatu bangsa adalah tergantung kepada generasi muda yang saat ini sedang tumbuh berkembang menyerap berbagai macam ilmu. Berbagai macam ilmu tersebut dapat diperoleh dari mana saja karena pengaruh globalisasi, internet, teknologi, dll. Untuk itu para generasi muda harus memiliki filter yang mampu menyaring berbagai macam informasi yang masuk agar tidak salah arah yang dapat mempengaruhi karakter suatu bangsa nantinya.
Globalisasi yang membawa informasi secara masif telah  mempengaruhi gaya dan pandangan hidup generasi muda. Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu membangun karakter generasi muda di era global, merupakan sesuatu yang imperative dalam upaya membentuk generasi unggul berkepribadian bangsa.

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Masa depan bangsa Indonesia ditentukan oleh generasi muda bangsa ini. Oleh karena itu, generasi muda bangsa Indonesia merupakan faktor penting untuk bisa mewujudkan cita-cita bangsa serta mempertahankan kedaulatan bangsa. Namun pada kenyataannya, generasi muda di Indonesia saat ini cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa ini.

Problem kebangsaan pada era globalisasi ini telah membawa dampak yang luas bagi kehidupan. Dampak globalisasi tersebut ada yang positif, ada pula yang negatif. Dampak negatif inilah yang menjadi permasalahan yang sangat kompleks, apalagi bagi bangsa Indonesia. Banyak kasus yang terjadi pada generasi bangsa sekarang ini, mulai dari tawuran, narkoba, pergaulan bebas, hingga konflik sosial yang dapat mengancam disintegrasi bangsa. Hal tersebutlah yang akan berujung pada hilangnya karakter bangsa.

Patut kita pahami, bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang memiliki jumlah penduduk yang  besar dengan adat-istiadat dan budaya yang bermacam-macam. Tidak ada bangsa lain yang sebesar dan seberagam ini selain bangsa Indonesia. Kenyataan itu mempengaruhi masyarakat dalam membangun pola interaksi satu sama lain. Dengan kebesaran ini, konflik akan selalu ada. Maka dari itu, bangsa Indonesia menjadi harga yang dipertaruhkan di masa depan.

Dari kondisi yang demikian kompleks ini, untuk mengatasi problem kebangsaan tersebut dapat dilakukan dengan menanamkan pendidikan karakter pada generasi bangsa melalui proses pendidikan di sekolah. Dimana, pendidikan karakter dapat menjadi salah satu alat untuk menyaring efek negatif dari globalisasi tersebut. Pendidikan karakter amat sangat penting untuk membangun generasi bangsa Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik.

Pendidikan karakter hadir atas keprihatinan kondisi dekadensi moral generasi bangsa yang semakin memprihatinkan. Namun, dalam pelaksanaannya di sekolah, pendidikan karakter belum optimal dijalankan. Padahal, seiring dengan arus globalisasi yang telah masuk dalam seluruh kehidupan, pembangunan karakter sungguh sangat mendesak untuk dikaji dan diimplementasikan di sekolah.
Pada dasarnya, tujuan pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu dari seorang guru kepada peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan bisa membentuk kepribadian seorang peserta didik agar memiliki kepribadian dan karakteristik yang kuat serta mental yang tangguh sebagai generasi penerus untuk mewujudkan cita-cita bangsa di masa depan. Oleh karenanya, pendidikan karakter merupakan kebutuhan mendesak  untuk segera diterapkan di Indonesia.

Proses pendidikan diharapkan tidak hanya menciptakan generasi yang mempunyai nilai akademis bagus. Namun juga mampu mewujudkan siswa berkarakter kuat yang kelak menjadi generasi penerus cita-cita luhur para pendiri bangsa ini. Agar proses pendidikan tersebut berhasil guna, peran guru sebagai sosok panutan sangat penting dan menentukan. Karena guru tidak hanya seseorang yang bertugas mengajar, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan karakter peserta didik. Guru bertanggung jawab untuk mewariskan sistem nilai kepada peserta didik dan menerjemahkan sistem nilai itu melalui kehidupan pribadinya. Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, tentang Trilogi Pendidikan, yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha (di depan menjadi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah memberi semangat) dan  Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan) haruslah menjadi ruh dalam membangun generasi peradaban.(ril)

Oleh: Bayumie Syukri, AP., SE., M. Si
Praktisi dan Pemerhati Pendidikan dan Sosial Budaya
Share:

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts