Sininews - Walikota Palembang, Ratu Dewa membesuk dua petugas Damkar Kota Palembang yang alami insiden kecelakaan kerja saat bertugas memadamkan api, Minggu, 24 Mei 2024.
Kedua petugas dari Damkar Kota Palembang itu dirawat di Rumah Sakit Bari Kota Palembang. Dari dua petugas tersebut, satu orang petugas harus dilakukan tindakan operasi lantaran mengalami luka yang cukup serius.
"Sabtu pagi kemarin, perkiraan pukul 11.10 terjadi 2 kejadian kebakaran di daerah Silaberanti dan di 14 Ilir. Dalam melaksanakan tugas kemarin ado 2 petugas Damkar kito mengalami kecelakaan kerja 1 orang luka ringan 1 orang lagi putus tendon jari dan tindakan operasi," ujar Ratu Dewa.
"Semalam kito sempatke mampir ke RSUD Bari untuk jingok Miftahul Jannah petugas kito yang ngalamin luko putus tendon di jari untuk lakuke operasi," timpalnya.
Ratu Dewa turut mendoakan kesembuhan Miftahul Jannah. Dia turut mendoakan agar operasi berjalan lancar dan bisa beraktivitas seperti biasa kembali.
"Semogo operasinyo berjalan lancar dan bisa beraktivitas seperti biasa," harapnya.
Sebelumnya, empat rumah semi permanen di kawasan padat penduduk di Kota Palembang, ludes terbakar. Insiden ini diduga kuat terjadi akibat adanya korsleting listrik dari salah satu kediaman warga.
Peristiwa kebakaran tersebut melanda wilayah Jalan Silaberanti Lorong Bersama RT 28/07 Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat salah satu pemilik rumah bernama Juliandi menyalakan aliran listrik melalui KWH. Tindakan ini dilakukan lantaran aliran listrik di lantai dua rumahnya sedang padam.
Namun, tidak lama setelah KWH dinyalakan, kobaran api mendadak muncul dari lantai dua bangunan tersebut. Juliandi sempat berupaya memadamkan kebakaran dengan alat seadanya, tetapi api tetap terus menyala.
Untuk menjinakkan si jago merah, sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas berhasil memadamkan seluruh kobaran api setelah melakukan upaya pemadaman selama kurang lebih 1 jam.
Data sementara menunjukkan kebakaran ini menghanguskan empat unit rumah semi permanen yang dihuni oleh enam kepala keluarga (KK). Para korban terdampak di antaranya adalah Imron, Juliandi, Samsul, Maryani, Mang Acik, dan Yuli.(sn)














