Pertamina EP Adera Sambung Harapan Warga yang Putus Sekolah


Caption: Program Sekolah Kembali Pertamina EP Adera Field membuka ruang bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan sekaligus mempelajari keterampilan menjahit yang menjadi bekal setelah lulus.


PALI, sininews.com -- Enam tahun lalu, Mesi Saputri harus meninggalkan mimpinya menjadi guru karena terpaksa putus sekolah. Perekonomian yang sulit saat masa pandemi Covid-19, membuat Mesi harus berhenti sekolah di kelas 10 SMA. Saat itu dirinya berusia 15 tahun.


Hidup mesti terus berlanjut. Mesi kemudian menikah muda dan menjadi ibu rumah tangga. Ia tinggal bersama anak bayinya di Pengabuan, PALI, sedangkan suaminya tinggal di Palembang karena pekerjaan sebagai operator alat berat.


Meski sudah berkeluarga, Mesi, masih menyimpan rapi impiannya menjadi seorang guru. Keinginan kembali bersekolah selalu ia sematkan dalam setiap doa.


Pada 2026, doa Mesi perlahan terjawab. Ia dihubungi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Ilmi tentang kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Kembali dari PT Pertamina EP Adera Field.

 

Perusahaan yang merupakan bagian Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu memberikan dukungan kepada anak-anak yang putus sekolah untuk kembali menempuh pendidikan melalui Paket C. Selain bantuan pendidikan nonformal, anak-anak yang putus sekolah itu diberikan pelatihan keterampilan menjahit.


Setelah mendapatkan informasi mengenai program itu, ia langsung meminta izin ke suami untuk bersekolah lagi. Suami Mesi, Raka Santoso, pun memberi restu untuk sang istri.


Mesi dan 70 orang warga yang putus sekolah lainnya mengikuti pendidikan nonformal Paket C lewat program Sekolah Kembali. Rata-rata usia mereka 20-25 tahun dan bersemangat menyambung kembali harapan untuk hidup lebih baik. Mereka belajar 15 mata pelajaran secara rutin seminggu dua kali.


Pembelajaran itu juga diselingi dengan pelatihan keterampilan menjahit. Selain belajar matematika dan mata pelajaran lainnya, Mesi dan peserta lainnya juga belajar membuat baju, celana, hingga tas.


Dukungan ini menjadi bagian dari upaya membekali peserta dengan kemampuan praktis yang dapat dikembangkan sebagai keterampilan tambahan di masa depan.


Pertengahan Juni 2026, Mesi menjalani ujian Paket C. Ia lulus. Rasa syukur pun tak terbendung. Mimpi Mesi yang sempat mati itu bangkit kembali.


"Kalau tidak ada program Sekolah Kembali dari PEP Adera, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya mau lanjut berkuliah di jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dari kecil saya ingin menjadi guru dan mengajar," ucap Mesi yang kini berusia 21 tahun.


Mesi berkata Sekolah Kembali memberikan kesempatan kedua bagi dirinya dan warga lain yang putus sekolah. Mereka tak lagi tertinggal dan mulai berani bermimpi kembali.


Saat ini, Mesi sedang menunggu proses pendaftaran untuk berkuliah.


Sembari menunggu, ia membuka warung dan usaha menjahit di rumahnya. Usaha kecil-kecilan itu ia buka dengan modal pengetahuan dari pelatihan di Sekolah Kembali.


"Alhamdulillah sekarang ada saja yang mau mengecilkan celana atau menjahit baju. Saya bisa mendapatkan sekitar Rp400 ribu per bulan, lumayan untuk tambahan penghasilan dari suami," ujar Mesi.


Program Sekolah Kembali terwujud berkat kolaborasi PEP Adera Field dengan dua lembaga pendidikan masyarakat, yaitu PKBM Nurul Ilmi dan PKBM Tiga Dewa. Selain itu, program ini juga merupakan hasil kolaborasi perusahaan bersama para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah setempat. Sasarannya adalah anak putus sekolah dari tingkat SD hingga SMA di sekitar wilayah operasi.


Komitmen PEP Adera Field melalui program ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten PALI.


"Kami mengapresiasi Pertamina EP Adera Field dalam menghadirkan program yang memberikan kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya terhambat melanjutkan pendidikan untuk kembali memperoleh akses belajar dan pengembangan keterampilan," ujar Staf Khusus Bupati PALI Supran Mastura.


Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Iwan Ridwan Faizal menyampaikan program Sekolah Kembali bertujuan memberi kesempatan kedua bagi anak putus sekolah melalui jalur pendidikan nonformal, sekaligus memperkuat kapasitas peserta melalui pengembangan keterampilan praktis. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.


"Di balik mereka yang belum sempat mengenyam pendidikan, selalu ada mimpi yang menunggu untuk diwujudkan. Pertamina EP Adera Field hadir untuk mengembalikan harapan itu, memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang belum beruntung agar dapat melanjutkan pendidikan dan meraih mimpi yang sempat tertunda," ucap Iwan.


*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.  PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (sn)

Share:

Kecelakaan di Talang Rimbo,Mobil Box Pengangkut Telur MBG Terguling Usai Hindari Jalan Berlubang

 

Kecelakaan di Talang Rimbo,Mobil Box Pengangkut Telur MBG Terguling Usai Hindari Jalan Berlubang




TALANG UBI, PALI- SiniNews.Com– Sebuah mobil box pengangkut telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bernomor polisi BE 8153 FC mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di wilayah Talang Rimbo, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat pengemudi mobil box berusaha menghindari lubang cukup besar di tengah jalan. Sopir sempat membanting setir ke arah kiri hingga masuk ke parit. Dalam upaya penyelamatan, pengemudi kemudian membanting setir kembali ke arah kanan, namun naas kendaraan justru kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling di badan jalan.


Satu regu penolong dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten PALI yang menerima laporan segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi kendaraan. Namun, proses penarikan awal sempat mengalami kendala teknis sehingga mobil belum bisa diangkat.


Tidak lama berselang, armada pendukung dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PALI tiba di lokasi untuk membantu mengamankan arus lalu lintas sekaligus melanjutkan proses evakuasi mobil box tersebut.

Foto : Lobang jalan yang menyebabkan celakaan 


Kejadian ini memicu keprihatinan warga setempat. Hendri, salah seorang warga Talang Rimbo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membahayakan para pengguna jalan.


"Kami sangat berharap jalan berlubang di sepanjang jalan poros ini bisa segera diperbaiki sebelum menelan korban jiwa lebih banyak. Untuk perbaikan jalan poros ini, kewenangannya kan ada di tingkat Provinsi," ujar Hendri di lokasi kejadian.


Warga berharap pihak berwenang, khususnya pemerintah provinsi, dapat segera mengambil tindakan cepat untuk menambal dan memperbaiki titik-titik jalan yang rusak di kawasan tersebut guna menjamin keselamatan para pengendara.(SN/Perry)

Share:

JUARA BARU TELAH LAHIR! FUN GAME GELORA 2026 RESMI DITUTUP DENGAN DRAMATIS

JUARA BARU TELAH LAHIR! FUN GAME GELORA 2026 RESMI DITUTUP DENGAN DRAMATIS


TALANG UBI-SiniNews.Com — Setelah bergulir secara maraton selama tujuh pekan sejak 13 Juni 2026, ajang sepak bola bergengsi Fun Game Gelora 2026 akhirnya resmi memuncak pada Minggu (26/7/2026). Turnamen yang digagas oleh Komunitas Pencinta Bola Gelora Pendopo ini sukses menjadi panggung hiburan sekaligus wadah persaudaraan bagi pencinta si kulit bundar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Atmosfer sengit terasa hingga detik-detik terakhir turnamen. Laga penutup yang mempertemukan JSC Utara melawan Junior Reborn berlangsung alot dan penuh tensi tinggi. Berakhir dengan skor imbang 1 - 1, hasil tersebut sudah cukup bagi JSC Utara untuk mengukuhkan posisi di puncak klasemen akhir dengan raihan 17 poin sekaligus menyabet gelar Juara 1 Fun Game Gelora 2026.


Turnamen yang hanya digelar pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu) ini diikuti oleh 8 tim tangguh lokal:


JSC Utara (Juara 1)


Junior Reborn


Pendopo Legend


Teacher FC


Persitara


Tansu FC


Zeus FC


Lestari FC



Ketua Panitia Pelaksana, M. Taufiq, S.E., didampingi Sekretaris Panitia, Muhamar Khadapi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kelancaran acara dari awal hingga penutupan.


"Fun Game ini bukan sekadar mengejar piala, tetapi menjadi ajang silaturahmi dan wadah untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di Kabupaten PALI, khususnya di Kecamatan Talang Ubi," ujar M. Taufiq usai prosesi penyerahan hadiah.


Panitia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para pihak yang telah memberikan sumbangsih dan support penuh hingga kegiatan ini berjalan sukses:


Bupati PALI, Bapak Asgianto, S.T. (melalui KONI PALI)


Wakil Ketua DPRD PALI, Bapak Firdaus Hasbullah, S.H., M.H.


Bapak Ando PT MGP Pendopo


Kemeriahan penutupan acara ditandai dengan pembagian hadiah dan penghargaan bagi seluruh tim peserta yang telah menunjukkan sportivitas tinggi sepanjang kompetisi.


Melihat antusiasme yang luar biasa, panitia berharap ke depannya dapat menyelenggarakan kompetisi resmi tingkat Kabupaten. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaring bibit-bibit muda potensial agar sepak bola PALI mampu sejajar dengan Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Selatan bahkan melahirkan talenta asli PALI yang sanggup menembus skuad Tim Nasional Indonesia.(SN/Perry).

Share:

Berjuang Maksimal Hingga Laga Puncak, PSWS Raih Peringkat Runner-Up Panang Jaya Cup 2026


Jajaran Skuat Tim PSWS Usai Menerima Piala Runer Up


Muara Enim, Sumsel, sininews.com  –  Perjuangan luar biasa ditunjukkan Tim Kesebelasan Persatuan Sepak Bola Wartawan Serasan (PSWS) Kabupaten Muara Enim pada partai puncak Turnamen Panang Jaya Cup 2026. Menghadapi Tim Kesebelasan Aray FC di Lapangan Bola Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Minggu sore (26/7/2026), PSWS harus puas merengkuh posisi Runner-Up setelah takluk dengan skor 3-0.


Tensi Tinggi dan Musibah Cedera Sang Kapten


Pantauan langsung di lapangan menunjukkan laga final berlangsung sangat sengit dan menegangkan sejak peluit awal dibunyikan. Jual beli serangan sengit disajikan oleh kedua tim yang bertekad mengamankan mahkota juara.

Namun, petaka menghampiri PSWS pada pertengahan babak pertama. Bek tengah sekaligus Kapten Tim, Ricky, terpaksa harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-20 akibat mengalami cedera lutut yang cukup serius. Celah di lini pertahanan ini dimanfaatkan dengan cepat oleh barisan penyerang Aray FC yang berhasil mencetak gol pembuka. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.


Memasuki babak kedua, PSWS berusaha bangkit dan menekan, tetapi Aray FC yang tampil makin menekan mampu melesakkan dua gol tambahan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 3-0 mengunci kemenangan untuk Aray FC.


Faktor Kedalaman Skuad dan Stamina

Usai penyerahan piala dan medali, Ricky mengungkapkan bahwasanya kedalaman skuad dan kelelahan fisik menjadi tantangan terbesar yang dihadapi tim jurnalis tersebut di partai final.


"Pemain PSWS yang bertanding sore ini adalah skuad yang berjuang konsisten dari awal turnamen hingga babak final, sehingga stamina para pemain sudah sangat terkuras dan mengalami kelelahan. Sementara lawan tampil dengan kedalaman tim yang sangat siap, termasuk membawa beberapa pemain berkualitas dari luar daerah khusus untuk laga final ini,"* terang Ricky usai menerima piala runner-up


Rasa haru dan sedih tak tertutupi dari raut wajah para pemain PSWS saat pengumuman juara. Meski demikian, Pelatih sekaligus Manajer PSWS, Yogi Yolanda, langsung memberikan apresiasi tinggi dan motivasi hangat untuk membakar kembali semangat anak-anak asuhnya.


"Terima kasih banyak atas kerja keras seluruh pemain. Usaha kita sudah sangat maksimal sampai di titik ini. Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sepak bola. Tingkatkan lagi performa untuk kompetisi-kompetisi berikutnya, terus berlatih, dan yang paling penting jaga kekompakan tim. Jangan ada yang saling menyalahkan, apalagi menyalahkan diri sendiri atas hasil ini,"* tegas Yogi memberi semangat.


Rangkaian Turnamen Panang Jaya Cup 2026 dalam rangka memeriahkan HUT RI resmi ditutup dengan penyerahan hadiah secara simbolis. Gelak tawa serta sukacita kubu Aray FC dan sikap suportif PSWS menutup gelaran sepak bola yang penuh persaudaraan tersebut di Kecamatan Gunung Megang.(sn)

Share:

Tim Kesebelasan PSWS Wartawan Siap Jadi Juara Panang Jaya Cup, Berikut Adalah Para Punggawa PS Wartawan


Tim Kesebelasan PSWS Wartawan Siap Jadi Juara Panang Jaya Cup


Muara Enim, Sumsel, sininews.com  – Partai yang ditunggu-tunggu dalam ajang Turnamen Panang Jaya Cup 2026 akhirnya bergulir sore ini, Minggu (26/7/2026). Tim Kesebelasan Persatuan Sepak Bola Wartawan Serasan (PSWS) Kabupaten Muara Enim siap bertarung sengit memperebutkan gelar juara menghadapi Tim Kesebelasan GSC Aray dari Gunung Megang Luar di Lapangan Bola Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang.


Laga final yang menempatkan pertarungan PSWS vs GSC Aray ini digelar sebagai partai kedua, tak lama setelah tuntasnya laga sengit perebutan tempat ketiga antara Indonesia Muda FC (IMFC) melawan RLBI.

Menghadapi partai krusial sore nanti, jajaran pelatih PSWS resmi merilis susunan pemain dan kedalaman skuad terbaik yang siap bertarung habis-habisan di lapangan hijau.


*Para Tim Punggawa/Skuad Tim Kesebelasan PSWS*


Di bawah arahan teknis dari Pelatih/Manajer Yogi Yolanda serta polesan tangan dingin Pelatih Kiper Supra Yogie, berikut adalah komposisi skuad PSWS yang diturunkan untuk menatap laga puncak:



**Sektor Penjaga Gawang (Goalkeeper)**

 * **Doni Artianto** – Dipercaya menjadi *The Last Man* (benteng terakhir) di bawah mistar gawang PSWS.

**Lini Pertahanan (Defender)**

 * **Risky** – *Captain Team* sekaligus Bek Tengah (*CB*) yang menjadi komando di lini belakang.

 * **Falnusa** – Bek Tengah (*CB*).

 * **Dian** – Bek Kanan (*RB*).

 * **Taufik** – Bek Kanan (*RB*).

 * **Alfiyansah** – Bek Kiri (*LB*).

**Lini Tengah (Midfielder)**

 * **Aji** & **Budi** – Duo Gelandang Bertahan (*DM*) yang siap memutus alur serangan lawan.

 * **Maisar** – *Playmaker* pengatur tempo dan jenderal lapangan tengah.

 * **Reza** – Gelandang Serang Kanan (*AM*).

 * **Aziz** – Gelandang Serang Kiri (*AM*).

**Lini Depan (Forward)**

 * **Irfan** – Penyerang Utama / Ujung Tombak (*ST*) yang menjadi juru gedor serangan PSWS.

**Bangku Cadangan (Substitutes)**

 * **Angga** (GK)

 * **Didi** (SW)

 * **Munhar** (CB)

 * **Kristian Warobay** (SW)


*Optimisme Sang Kapten Angkat Trofi Juara*


Menjelang kick-off sore ini, optimisme tinggi terpancar dari raut wajah para pemain PSWS. Kapten tim, Risky, menegaskan bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi fisik maupun mental terbaik setelah melewati laga-laga berat di babak sebelumnya.


"Kami sangat siap untuk partai final sore ini. Seluruh instruksi dari pelatih sudah kami serap dan kekompakan tim sedang berada di level tertinggi. Saya dan kawan-kawan yakin bisa tampil maksimal, mengamankan kemenangan, dan mengangkat trofi juara Panang Jaya Cup 2026 untuk PSWS," tegas Risky mantap.(sn)

Share:

Polsek Penukal Ungkap Kasus Bobol Rumah di Air Itam Barat, TerdugaPelaku Diamankan Warga

Polsek Penukal Ungkap Kasus Bobol Rumah di Air Itam Barat, TerdugaPelaku Diamankan Warga



PALI-SiniNews.Com- Polsek Penukal, Polres PALI, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Desa Air Itam Barat, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Seorang pelaku berinisial B (22) diamankan setelah diduga membobol rumah milik korban Apriani binti Antori dan membawa kabur sejumlah barang berharga serta uang tunai, Minggu (26/7/2025).


Peristiwa pencurian diketahui terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 WIB di rumah korban yang berada di Desa Air Itam Barat. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu belakang, kemudian mengambil sebuah linggis, golok, kacamata, stabilizer, serta uang tunai sebesar Rp100 ribu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 juta dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Penukal.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E. memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H. bersama Tim Srigala Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan. Pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku telah diamankan oleh warga di Desa Air Itam Barat.


Tim kemudian menuju lokasi dan menjemput pelaku untuk dibawa ke Polsek Penukal. Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di rumah korban sebagaimana yang dilaporkan. Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E. menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku tindak pidana yang meresahkan masyarakat.


"Kami mengapresiasi peran serta masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian. Setiap laporan yang diterima akan kami tindak lanjuti secara profesional dan sesuai prosedur hukum. Saat ini tersangka telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujar AKP Sumartono.


Dari tangan tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis parang dengan panjang sekitar 70 sentimeter. Penyidik juga masih melengkapi administrasi penyidikan, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 Ayat (1) huruf e dan f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.(SN/Perry)

Share:

Menunggu Pembeli, Terduga Pengedar Sabu di Tempirai Diciduk Polisi

Menunggu Pembeli, Terduga Pengedar Sabu di Tempirai Diciduk Polisi




PALI-SiniNews.Com- Kasus peredaran narkotika kembali diungkap Satresnarkoba Polres PALI. Seorang pria berinisial AS(37) ditangkap saat berada di sebuah rumah kontrakan yang disewanya di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Dari tangan tersangka, polisi menyita sabu dengan berat bruto 4,52 gram yang diduga siap diedarkan.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K. melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, SH mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas jual beli sabu di kawasan Desa Tempirai.


"Kami menerima informasi dari masyarakat bahwa tersangka diduga kerap menjual narkotika jenis sabu. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi lokasi dan melakukan penggerebekan," ujar AKP Dedy Suandy.


Saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapati tersangka berada di dalam kontrakan. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa satu plastik klip sedang berisi satu paket sabu ukuran sedang dan delapan paket sabu ukuran kecil yang disimpan di dalam rak aluminium berkaca.


Selain sabu dengan total berat bruto 4,52 gram, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Vivo Y17s warna ungu muda yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas transaksi narkotika.


AKP Dedy Suandy menjelaskan, dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya dan akan diperjualbelikan.


"Tersangka mengakui bahwa narkotika jenis sabu yang ditemukan adalah miliknya dan rencananya akan dijual kepada pembeli. Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres PALI untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," katanya.


Saat ini, Satresnarkoba Polres PALI masih melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa saksi-saksi, melakukan tes urine terhadap tersangka, serta mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan untuk pemeriksaan. Setelah seluruh proses penyidikan dinyatakan lengkap, berkas perkara akan dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesuai prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lain yang berkaitan dengan tersangka.(SN/Perry).

Share:

Patroli Security Berujung Penangkapan Dua Terduga Pencuri Sawit di Perkebunan PT SBAL

Patroli Security Berujung Penangkapan Dua Terduga Pencuri Sawit di Perkebunan PT SBAL




PALI-SiniNews.Com- Polsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan berupa brondolan kelapa sawit di area perkebunan PT Surya Bumi Agro Langgeng (SBAL), Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dalam pengungkapan tersebut, dua orang pelaku berhasil diamankan, sementara seorang pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, SH mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan pihak perusahaan setelah petugas keamanan memergoki para pelaku sedang mengumpulkan brondolan sawit di Blok 07 Divisi IV pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.


Saat melakukan patroli rutin, dua petugas keamanan perusahaan, Mustar Alam dan Rio Arianto, mendapati tiga orang tengah mengumpulkan brondolan sawit ke dalam karung. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Divisi IV, Heri Prayitno, yang langsung bergerak bersama tim pengamanan menuju lokasi.


Setibanya di lokasi, tim mendapati ketiga pelaku hendak meninggalkan areal perkebunan menggunakan dua unit sepeda motor sambil membawa empat karung berisi sekitar 320 kilogram brondolan sawit. Upaya pengejaran dilakukan hingga akhirnya dua pelaku berhasil diamankan, sedangkan seorang lainnya berhasil melarikan diri.


Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial Pi (38), warga Dusun III Lubuk Mumpo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, dan H (18), yang juga merupakan warga desa yang sama.


Polisi turut mengamankan barang bukti berupa empat karung berisi brondolan sawit serta dua unit sepeda motor Honda tanpa nomor polisi yang diduga digunakan sebagai sarana melakukan aksi pencurian.


Akibat peristiwa tersebut, PT Surya Bumi Agro Langgeng mengalami kerugian sekitar Rp3.867.648 dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Ubi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, SH menjelaskan, setelah menerima laporan, dirinya langsung memerintahkan Unit Reskrim yang dipimpin Ipda Suryadinata, S.Psi., M.Si. untuk bergerak ke lokasi kejadian.


"Begitu menerima informasi dari pelapor, kami langsung memerintahkan Unit Reskrim menuju TKP. Tim berhasil mengamankan dua pelaku beserta barang bukti, sedangkan satu pelaku lainnya masih melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran petugas," kata AKP Ardiansyah.


Ia menambahkan, "Kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Talang Ubi untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum, sementara identitas pelaku yang kabur sudah kami kantongi."


Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Talang Ubi. Kedua tersangka dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.(SN/Perry)

Share:

Dua Dekade Mandek, Dr. Agus Syabarrudin Gandeng SMSI Rangkul PFII dan BPD Demi Akses Likuiditas Global

Dua Dekade Mandek, Dr. Agus Syabarrudin Gandeng SMSI Rangkul PFII dan BPD Demi Akses Likuiditas Global



JAKARTA-SiniNews.Com– Rencana kemandirian fiskal daerah melalui instrumen pembiayaan alternatif kembali menjadi sorotan. Laporan United Nations Development Programme (UNDP) mengungkap fakta ironis mengenai ekosistem pembiayaan daerah di Indonesia: meskipun regulasi penerbitan obligasi daerah telah disahkan sejak dua dekade lalu, hingga hari ini belum ada satu pun Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menerbitkan instrumen tersebut.


Berdasarkan studi lanskap tersebut, mandeknya obligasi daerah bukan disebabkan oleh minimnya minat investor, melainkan adanya jurang kapasitas teknis di tingkat daerah. Pemerintah Daerah dinilai masih menghadapi keterbatasan fundamental dalam melakukan kurasi, strukturisasi, hingga penyusunan proyek yang berstandar internasional dan layak investasi (bankable).

Kondisi ini menjadi semakin mendesak di tengah krisis fiskal daerah yang dipicu oleh pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) secara tajam sebesar 24%—setara dengan Rp226 Triliun—pada tahun 2026 ini.


Di tengah polemik kehadiran PFII di masyarakat, dalam Rapat Dewan Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta, memandang bahwa PFII hadir adalah sebuah keniscayaan yang harus dimaksimalkan perannya bagi sektor riil pembangunan di daerah yang saat ini membutuhkan sumber dana investasi. Dalam pertemuan pengurus SMSI Pusat Jumat 24 Juli 2026 di Jl. Veteran II No. 7C Jakarta Pusat, 



, Dr. Agus Syabarrudin menyampaikan pandangannya dengan lugas tentang fiskal daerah dan potensi membangun kolaborasi PFII dan Pemda bersama Bank Pembangunan Daerah, .

> "Kita tidak bisa membiarkan daerah terus-menerus terbelenggu ketergantungan fiskal, sementara potensi likuiditas global begitu melimpah," tegas Dr. Agus di tengah keheningan ruang rapat DPP SMSI.


Menyikapi kebuntuan historis dan tekanan defisit APBD tersebut, Dr. Agus Syabarrudin memaparkan strategi terobosan yang bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa Pemda tidak bisa berjalan sendirian dalam mengakses kolam likuiditas global. Diperlukan intervensi strategis dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang didorong untuk berevolusi menjadi Regional Investment Bank.

Katalis PFII dan Sinergi Tripartit Kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dipandang sebagai katalis yang tepat waktu. Melalui PFII, daerah memiliki saluran permodalan non-pemerintah secara langsung ke institusi finansial global dan Family Office yang meminati instrumen investasi hijau. 


Proyek-proyek daerah, seperti infrastruktur dan pengolahan tata air, perlu diselaraskan dengan standar tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG) agar penyerapan modal asing dapat berjalan optimal.


Sinergi kemitraan tripartit antara Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Fundbridge Globalink Investa (FGI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) diharapkan dapat menjembatani kesenjangan teknis yang disorot oleh UNDP. Dalam forum rapat tersebut, peran SMSI ditegaskan sebagai pilar edukasi dan literasi publik untuk mengawal transparansi proses ini.


BPD sendiri akan diarahkan untuk memegang peranan kunci, mulai dari:

1) Uji Kelayakan (Feasibility Study): Memastikan proyek daerah memenuhi kriteria ekosistem global.2) Penataan Struktur Instrumen: Menyusun penerbitan sesuai regulasi dan standar ESG. 3) Financial Advisor & Lead Underwriter: 

Mengawal penuh kelayakan emisi obligasi hingga diserap pasar.


Langkah integratif ini diyakini tidak hanya akan mengakhiri masa tunggu dua dekade penerbitan obligasi daerah, tetapi juga menyelamatkan agenda pembangunan infrastruktur publik yang terancam mandek akibat berkurangnya pasokan dana transfer dari pusat.(SN)

Share:

Tim Kesebelasan PSWS Amankan Tiket Final Panang Jaya Cup 2026,Usai Kalahkan Tim Indonesia Muda


Foto Bersama Ke-dua Tim


Muara Enim, Sumsel, sininews.com –  Langkah Persatuan Sepak Bola Wartawan Serasan (PSWS) Kabupaten Muara Enim tak terbendung. Lewat laga tensi tinggi, PSWS berhasil merebut tiket ke babak Final Turnamen Panang Jaya Cup 2026 setelah menaklukkan Indonesia Muda FC (IMFC) pada partai semifinal yang digelar di Lapangan Bola Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Jumat (24/7/2026) sore.


Pertandingan yang dijuluki *derbi* Stadion Sekundang Bara ini berlangsung sangat sengit namun tetap kondusif. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim saling jual-beli serangan demi mencetak gol pembuka. Tensi ketegangan terus terjaga hingga 2x30 menit waktu normal usai, tetapi skor kacamata 0-0 tak berubah.


Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui babak adu penalti. Dalam drama adu tos-tosan ini, ketenangan para penggawa PSWS menjadi kunci kemenangan. PSWS berhasil mengunci keunggulan dengan skor tipis 5-4 atas IMFC.


Kemenangan Tim PSWS ini disambut sukacita oleh skuad jurnalis tersebut. Sontak saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya adu penalti, Kapten PSWS, Ricky, bersama rekan-rekannya meluapkan kegembiraan di tengah lapangan. Sebagai bentuk rasa terima kasih, para pemain bahkan mengangkat dan menggendong Pelatih sekaligus Manager tim di pinggir lapangan.


"Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah tampil sangat solid dan kompak sepanjang pertandingan. Kunci kemenangan hari ini adalah disiplin menjalankan instruksi pelatih Yogi Yolanda dari pinggir lapangan, sehingga formasi dan stamina tim tetap terjaga hingga akhir," ujar Ricky penuh emosi usai laga.


Meski persaingan di lapangan berlangsung sengit, nilai-nilai sportivitas tetap dijunjung tinggi oleh kedua tim asal Muara Enim ini. Koordinator Tim IMFC, Jumalana, secara ksatria memberikan ucapan selamat kepada PSWS usai laga usai.


 "Selamat untuk PSWS yang berhasil melaju ke babak final. Siapkan fisik dan strategi terbaik untuk laga puncak hari Minggu nanti. Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam pertandingan, yang terpenting persahabatan dan persaudaraan kita tetap terjalin erat," tutur Jumalana.


Dengan hasil ini, PSWS kini menatap laga Final Panang Jaya Cup 2026 yang dijadwalkan bakal berlangsung pada Minggu (26/7/2026) mendatang.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts