Advokat Perempuan dan Masa Depan Integritas Profesi Hukum


Advokat Perempuan dan Masa Depan Integritas Profesi Hukum


Oleh: DR. Indah Riyanti, S.Pd., S.H., M.H.


Deklarasi organisasi advokat PERADI PROFESIONAL pada 5 Maret 2026 di Jakarta menjadi salah satu peristiwa penting  dalam dinamika profesi hukum di Indonesia. Kehadiran organisasi advokat baru selalu memantik perdebatan: apakah ia sekadar menambah fragmentasi organisasi profesi, atau justru membuka ruang pembaruan bagi profesi advokat itu sendiri.


Namun jika dilihat dari pesan yang dibawa para pendirinya, 

deklarasi organisasi ini tidak semata-mata tentang pembentukan institusi baru. Ia mencerminkan kegelisahan yang lebih mendasar mengenai masa depan profesi 

advokat: tentang integritas, karakter, dan tanggung jawab moral dalam praktik hukum.


Dalam tradisi hukum klasik, advokat dikenal sebagai officium nobile—profesi yang mulia. 


Predikat ini bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan penegasan bahwa advokat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keadilan. Seorang advokat tidak hanya membela kepentingan klien, tetapi juga memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan dalam koridor keadilan dan 

martabat hukum.


Karena itu, setiap pembaruan organisasi advokat pada hakikatnya adalah refleksi tentang bagaimana profesi ini ingin menjaga nilai-nilai tersebut di tengah perubahan zaman.


Krisis Integritas Dalam Profesi Hukum


Di berbagai negara, termasuk Indonesia, profesi hukum menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan industri jasa hukum, meningkatnya kompetisi antarpraktisi, serta tekanan pasar sering kali mendorong praktik advokasi bergerak semakin pragmatis. Dalam situasi seperti itu, integritas profesi menjadi isu sentral.


Advokat memiliki posisi yang unik dalam sistem hukum. Mereka berada di antara individu dan negara, antara kepentingan klien dan tuntutan keadilan. Ketika integritas profesi advokat melemah, kepercayaan publik terhadap sistem hukum juga ikut tergerus.


Banyak kajian sosiologi profesi menunjukkan bahwa legitimasi hukum sangat bergantung pada kualitas moral para aktor yang menjalankannya. Tanpa integritas profesi, hukum dapat berubah menjadi sekadar instrumen formal yang kehilangan makna keadilan substantif.


Karena itu, organisasi profesi advokat memiliki peran strategis. Ia bukan hanya wadah administratif bagi para praktisi hukum, tetapi juga institusi yang menjaga standar etika profesi dan membangun kultur profesional di kalangan anggotanya.


Dalam konteks inilah lahirnya PERADI PROFESIONAL dapat dipahami sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali fondasi etik profesi advokat.


Meningkatnya Peran Advokat Perempuan


Salah satu perkembangan menarik dalam profesi hukum modern adalah meningkatnya kehadiran perempuan di berbagai bidang praktik hukum. Jika pada masa lalu profesi hukum hampir sepenuhnya didominasi laki-laki, kini semakin banyak perempuan yang berkiprah sebagai hakim, jaksa, akademisi, dan advokat. Fenomena ini juga terlihat di Indonesia.


Meningkatnya jumlah advokat perempuan tidak hanya memperluas representasi gender dalam profesi hukum, tetapi juga membawa perspektif baru dalam praktik advokasi. Pengalaman sosial perempuan sering kali membuat mereka lebih peka terhadap dimensi kemanusiaan dari berbagai konflik hukum, terutama yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak. Namun demikian, berbagai tantangan masih tetap ada.


Perempuan dalam profesi hukum masih sering menghadapi stereotip gender, keterbatasan akses terhadap posisi kepemimpinan, serta struktur organisasi yang belum sepenuhnya inklusif. 


Oleh karena itu, keterlibatan aktif advokat perempuan dalam organisasi profesi menjadi sangat penting.


Bukan sekadar untuk meningkatkan representasi, tetapi untuk memperkaya cara pandang profesi hukum terhadap keadilan.


Peran Strategis Advokat Perempuan


Dalam konteks organisasi seperti PERADI PROFESIONAL, advokat perempuan memiliki peran strategis yang tidak dapat dipandang sebelah mata.


Pertama, dalam kepemimpinan organisasi. Kehadiran perempuan dalam struktur kepemimpinan organisasi advokat dapat memperkaya proses pengambilan keputusan melalui pendekatan yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada nilai. Organisasi profesi yang sehat membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga sensitif terhadapdimensi etika dan tanggung jawab sosial.


Kedua, dalam advokasi perlindungan perempuan dan anak. Banyak kasus kekerasan berbasis gender menunjukkan bahwa korban sering kali menghadapi hambatan besar dalam mengakses keadilan. Kehadiran advokat perempuan dapat membantu menciptakan ruang advokasi yang lebih 

empatik dan sensitif terhadap pengalaman korban.


Ketiga, dalam penguatan etika profesi. Praktik advokasi yang terlalu teknokratis berisiko mengabaikan dimensi kemanusiaan dalam proses hukum. Di sinilah empati menjadi nilai penting. 


Empati memungkinkan advokat memahami persoalan hukum tidak hanya sebagai sengketa normatif, tetapi juga sebagai persoalan sosial yang menyangkut martabat manusia.


Keempat, dalam membangun kultur organisasi yang lebih inklusif. Organisasi profesi advokat masa depan perlu membuka ruang partisipasi yang setara bagi seluruh anggotanya, sekaligus lebih responsif terhadap isu-isu keadilan sosial yang berkembang di masyarakat.


Melalui berbagai peran tersebut, advokat perempuan dapat menjadi kekuatan moral yang memperkaya tradisi officium nobile dalam profesi advokat.


Menjaga Martabat Profesi


Pada akhirnya, masa depan profesi advokat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis para praktisinya. Ia juga ditentukan oleh kemampuan profesi ini menjaga integritas dan tanggung jawab moralnya terhadap masyarakat.


Organisasi advokat yang kuat bukanlah organisasi yang sekadar besar secara struktural. Ia adalah organisasi yang mampu membangun kultur etik yang hidup dalam praktik para anggotanya.


Dalam konteks tersebut, kehadiran PERADI PROFESIONAL membuka peluang bagi upaya pembaruan kultur profesi advokat di Indonesia. Bukan hanya untuk memperkuat profesionalisme hukum, tetapi juga untuk menegaskan kembali bahwa profesi advokat adalah profesi yang memikul tanggung jawab moral terhadap keadilan. Di sinilah peran advokat perempuan menjadi semakin penting.


Dengan perspektif yang lebih empatik, inklusif, dan humanistik, advokat perempuan dapat menjadi kekuatan yang menjaga agar profesi advokat tetap setia pada panggilan etiknya: membela keadilan, melindungi yang lemah, dan menjaga martabat hukum dalam kehidupan masyarakat.***


(Penulis adalah Deklarator PERADI PROFESIONAL dan Dosen Tetap Program Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Jayabaya, Jakarta. (sn)

Share:

Polsek Talang Ubi Gelar KRYD, Patroli Pasar Malam hingga Bank Sumsel untuk Jaga Kamtibmas



PALI. SININEWS.COM--Polsek Talang Ubi melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam (14/3/2026) guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) tetap kondusif di wilayah hukum Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut dipimpin oleh AIPDA Deni Irawan, S.H., bersama sejumlah personel Polsek Talang Ubi yang telah tersprint melalui Surat Perintah Kapolsek Talang Ubi Nomor Sprin/23/III/2026 tanggal 13 Maret 2026.


Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta gangguan keamanan lainnya di tengah masyarakat.


“Kegiatan KRYD ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mewujudkan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Talang Ubi,” ujar AKP Ardiansyah.


Dalam pelaksanaannya, personel terlebih dahulu melaksanakan apel kesiapan di Mapolsek Talang Ubi sebelum turun ke lapangan. Selanjutnya petugas melakukan patroli serta memberikan imbauan kepada para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.


Petugas juga memberikan teguran kepada pengendara yang menggunakan knalpot brong serta mengingatkan pentingnya kelengkapan surat-surat kendaraan saat berkendara.


Selain itu, petugas turut memberikan imbauan kepada sejumlah pemuda yang masih berkumpul atau nongkrong di beberapa lokasi agar menghindari potensi tawuran serta segera kembali ke rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.


“Kami juga memberikan imbauan kepada para pemuda yang masih berkumpul pada malam hari agar menghindari potensi tawuran dan segera pulang jika tidak ada keperluan penting, sehingga dapat mencegah mereka menjadi korban maupun pelaku tindak kriminal,” jelasnya.


Dalam patroli tersebut, sejumlah titik keramaian menjadi sasaran pengawasan, di antaranya kawasan pasar malam, gerai minimarket Indomaret, serta area perbankan Bank Sumsel.


Dari hasil kegiatan, petugas masih menemukan beberapa pengendara yang belum melengkapi surat kendaraan. Namun terhadap pelanggaran tersebut petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui teguran dan edukasi.


Kegiatan KRYD berakhir sekitar pukul 22.30 WIB dan ditutup dengan apel konsolidasi guna melakukan analisa serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.


“Secara umum kegiatan berjalan aman dan kondusif, dan ke depan kami akan terus meningkatkan patroli serta kegiatan preventif guna menjaga keamanan masyarakat,” pungkas AKP Ardiansyah.(SN/PERRY)

Share:

Polisi Imbau Warga Kunci Kendaraan Saat Tarawih, Patroli Ramadan Digencarkan



PALI. SININEWS.COM-- Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) selama bulan suci Ramadan, Polsek Penukal Abab melaksanakan kegiatan patroli malam di wilayah hukumnya pada Sabtu (14/3/2026) malam.


Patroli yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Penukal Abab atas perintah Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).


Kegiatan patroli menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polsek Penukal Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dengan tujuan memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah Ramadan.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., mengatakan bahwa patroli tersebut merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan selama bulan Ramadan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan di tengah masyarakat.


“Kami memerintahkan anggota untuk melaksanakan patroli dan sambang masyarakat guna menjaga harkamtibmas serta mencegah potensi kejahatan 3C di wilayah hukum Polsek Penukal Abab, khususnya selama bulan Ramadan,” ujar AKP Dedy Kurnia.


Dalam pelaksanaannya, personel patroli yang terdiri dari PS. Ka SPK (A) AIPDA Gunawan, S.H., dan Brigpol David menyambangi sejumlah lokasi aktivitas masyarakat, termasuk warung-warung tempat warga berkumpul pada malam hari.


Petugas juga memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama saat meninggalkan kendaraan ketika melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid.


“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, serta memastikan kendaraan bermotor dalam kondisi terkunci dengan aman saat ditinggalkan, terutama ketika melaksanakan salat tarawih,” jelasnya.


Selain itu, masyarakat yang masih berkumpul di warung-warung juga diingatkan untuk tetap menjaga keamanan lingkungan serta saling mengawasi guna mencegah terjadinya tindak kejahatan.


Dari hasil patroli yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB tersebut, situasi di wilayah hukum Polsek Penukal Abab terpantau aman, damai dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol.


AKP Dedy Kurnia menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli selama bulan Ramadan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar wilayah Kecamatan Penukal Abab tetap kondusif selama bulan Ramadan,” pungkasnya.(SN/PERRY)

Share:

Polsek Tanah Abang Gelar KRYD Malam Minggu, Antisipasi Kejahatan Selama Ramadan



PALI. SiniNews.Com-- Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan, Polsek Tanah Abang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa razia dan strong point of control (SOC) di wilayah hukumnya pada Sabtu malam (14/3/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., bersama sejumlah personel Polsek Tanah Abang. Razia dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), premanisme, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga kepemilikan senjata tajam dan senjata api ilegal.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya preventif kepolisian untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, khususnya pada malam akhir pekan di bulan Ramadan.


“Kegiatan KRYD ini kami laksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas seperti curas, curat, curanmor, premanisme hingga peredaran miras dan senjata tajam, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman, terutama selama bulan Ramadan,” ujar AKP Arzuan.


Sebelum pelaksanaan razia, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dilaksanakan di halaman Mapolsek Tanah Abang. Apel tersebut dipimpin oleh Kepala SPK Regu “B” AIPDA Erian Martodi guna memastikan kesiapan personel sebelum turun ke lapangan.


Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain AIPDA Erian Martodi, BRIPKA Reji, PS Kasi Umum BRIPKA Singgih, BRIPTU Andri dan BRIPDA Inola.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di wilayah hukum Polsek Tanah Abang. Petugas juga memberikan teguran kepada pengendara yang tidak membawa atau tidak melengkapi surat-surat kendaraan.


“Kami juga memberikan teguran kepada pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat kendaraan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas,” jelas AKP Arzuan.


Selain melakukan pemeriksaan kendaraan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.


Kegiatan razia dan patroli tersebut berakhir sekitar pukul 21.30 WIB dan berjalan dengan aman, lancar serta terkendali.


AKP Arzuan menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan razia, khususnya selama bulan Ramadan, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan razia guna memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Abang tetap aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.(SN/Perry) 

Share:

Operasi Penyamaran Berhasil, Satresnarkoba Polres PALI Tangkap Pengedar Sabu 25,46 Gram



PALI.SININEWS.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika dengan menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu dan ekstasi di wilayah Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, Kamis (12/3/2026) malam.


Tersangka yang diamankan diketahui bernama Inisial ZH bin DH (38), seorang petani yang berdomisili di Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.


Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, S.H. menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB di parkiran pasar yang berada di Dusun VI Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal.


“Benar, pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB anggota Satresnarkoba Polres PALI berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi di wilayah Desa Air Itam Timur,” ujar AKP Dedy Suandy.


Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima anggota mengenai adanya aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan penyamaran untuk memastikan kebenaran informasi.


“Penangkapan ini dilakukan setelah anggota kami melakukan penyamaran sebagai pembeli. Saat transaksi berlangsung, tersangka langsung kami amankan bersama barang bukti narkotika yang diduga hendak diperjualbelikan,” jelasnya.


Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka, yakni satu paket plastik klip bening ukuran sedang berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 25,46 gram, serta satu paket plastik klip bening kecil berisi dua butir pil berlogo WA warna hijau yang diduga narkotika jenis ekstasi dengan total berat bruto 0,89 gram.


Menurut AKP Dedy, berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut rencananya akan dijual kepada seseorang yang ternyata merupakan anggota Satresnarkoba yang sedang menyamar dalam operasi tersebut.


“Tersangka mengakui bahwa narkotika tersebut hendak dijual kepada seseorang yang ternyata adalah anggota kami yang menyamar sebagai pembeli. Dari situlah tersangka berhasil kami tangkap tangan bersama barang buktinya,” ungkapnya.


Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres PALI untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah melengkapi berkas penyidikan serta mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.


“Untuk proses selanjutnya, barang bukti akan kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Sumsel untuk pemeriksaan, serta dilakukan tes urine terhadap tersangka. Kami juga akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegas AKP Dedy.


Kasus ini sendiri tertuang dalam laporan polisi LP-A / 14 / III / 2026 / SPKT.SATRESNARKOBA / POLRES PALI / POLDA SUMSEL tertanggal 12 Maret 2026. Setelah proses penyidikan rampung, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesuai prosedur hukum yang berlaku.(SN/Perry)

Share:

Curah Hujan Meningkat, Polsek Tanah Abang Intensifkan Pemantauan Sungai Lematang



PALI.SiniNews.Com – Personel Polsek Tanah Abang melakukan patroli dan monitoring kondisi debit air Sungai Lematang serta memantau desa-desa yang berpotensi terdampak banjir luapan sungai di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (14/3/2026) pagi.


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir, mengingat beberapa desa di wilayah Kecamatan Tanah Abang berada di sepanjang bantaran Sungai Lematang yang rawan terdampak luapan air saat curah hujan meningkat.


Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, SH mengatakan bahwa pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini debit air sungai sekaligus memastikan situasi masyarakat di wilayah bantaran sungai tetap aman.


“Kami memerintahkan personel untuk melakukan patroli sekaligus monitoring terhadap kondisi debit air Sungai Lematang serta memantau desa-desa yang berada di bantaran sungai. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air,” ujar AKP Arzuan.


Dalam kegiatan tersebut, patroli dilaksanakan oleh Ka SPK Polsek Tanah Abang Aipda Erian Martodi bersama Bhabinkamtibmas Bripka Reji Diansyah dengan menyisir sejumlah desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Lematang.


Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB, kondisi debit air Sungai Lematang terpantau masih dalam keadaan normal dan belum menunjukkan adanya peningkatan signifikan.


Adapun terdapat 11 desa di wilayah Kecamatan Tanah Abang yang berada di bantaran Sungai Lematang, yaitu Desa Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Muara Sungai, Curup, Sukaraja, Sedupi, Tanjung Dalam, Pandan, Modong, serta Desa Lunas Jaya yang berada di bantaran Sungai Perayun, anak Sungai Lematang.


Sebagian besar rumah warga di desa-desa tersebut merupakan rumah panggung atau rumah bertiang tinggi yang dirancang untuk mengantisipasi potensi banjir saat air sungai meluap.


AKP Arzuan menjelaskan bahwa meskipun kondisi air sungai saat ini masih normal, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.


“Walaupun saat ini debit air Sungai Lematang masih normal, kami tetap mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk selalu waspada. Mengingat curah hujan yang meningkat, tidak menutup kemungkinan debit air dapat kembali naik,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa Polsek Tanah Abang akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi sungai serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.


“Kami akan terus memonitor perkembangan debit air Sungai Lematang dan melaporkan setiap perubahan situasi kepada pimpinan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap aman dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir,” tegasnya.


Hingga kegiatan patroli dan monitoring selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Kecamatan Tanah Abang dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Sembilan Desa Bantaran Sungai Dipantau, Kondisi Air Sungai Masih Aman

Sembilan Desa Bantaran Sungai Dipantau, Kondisi Air Sungai Masih Aman


PALI. SiniNews.Com– Jajaran Polsek Penukal Abab melakukan monitoring kondisi debit dan volume kedalaman air di tiga aliran sungai utama, yakni Sungai Sebagut, Sungai Penukal dan Sungai Abab di wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (14/3/2026) pagi.


Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini aliran sungai serta mengantisipasi potensi banjir yang dapat berdampak pada desa-desa yang berada di bantaran sungai.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, SH mengatakan bahwa monitoring dilakukan sejak pukul 08.30 WIB dengan melibatkan sejumlah personel Polsek Penukal Abab guna melihat langsung kondisi debit air di lapangan.


“Kegiatan ini kami lakukan untuk memantau kondisi debit air di Sungai Sebagut, Sungai Penukal dan Sungai Abab. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di desa-desa yang berada di bantaran sungai,” ujar AKP Dedy Kurnia.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Penukal Abab turut turun langsung bersama personel yang terdiri dari Ka SPK (A) Aipda Gunawan, SH, Aipda Mubarak, dan Brigpol David untuk melakukan pengecekan di sejumlah titik yang berada di sekitar aliran sungai.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat sembilan desa yang berada di bantaran tiga sungai tersebut. Empat desa berada di bantaran Sungai Sebagut, yaitu Desa Purun, Babat, Gunung Raja, dan Mangku Negara. Sementara itu, tiga desa berada di bantaran Sungai Penukal yakni Desa Raja Jaya, Air Itam, dan Air Itam Timur.


Sedangkan di Kecamatan Abab terdapat dua desa yang berada di bantaran Sungai Abab, yaitu Desa Tanjung Kurung dan Desa Karang Agung.


Dari hasil monitoring yang dilakukan hingga pukul 09.00 WIB, kondisi debit air di ketiga sungai tersebut terpantau masih stabil dan belum ditemukan adanya desa maupun fasilitas umum seperti sekolah yang terdampak banjir.


AKP Dedy Kurnia menjelaskan bahwa kondisi air sungai saat ini mulai berangsur menurun seiring dengan berkurangnya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab dalam beberapa hari terakhir.


“Dari hasil pantauan kami di lapangan, debit air Sungai Sebagut, Sungai Penukal dan Sungai Abab saat ini masih dalam kondisi stabil dan cenderung menurun karena intensitas hujan mulai berkurang,” jelasnya.


Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca yang dapat memicu peningkatan debit air secara tiba-tiba.


“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan debit air di ketiga sungai tersebut. Jika terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir, kami akan segera mengambil langkah-langkah antisipasi,” tegas AKP Dedy Kurnia.


Hingga kegiatan monitoring selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab dilaporkan dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Lima Desa Rawan Banjir di Penukal Utara Dipantau Polisi, Situasi Masih Aman



PALI. SININEWS.COM– Jajaran Polsek Penukal Utara melakukan monitoring debit air di sejumlah wilayah rawan banjir di Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (14/3/2026) pagi. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi debit air mulai surut dan hingga saat ini belum ada desa yang terdampak banjir.


Kegiatan pemantauan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB atas perintah Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, SH, M.Si menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah tersebut.


Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar mengatakan pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dari potensi banjir.


“Personel kami kami perintahkan untuk melakukan monitoring debit air di wilayah Kecamatan Penukal Utara, mengingat sebelumnya curah hujan cukup tinggi dan beberapa desa berada di wilayah yang rawan tergenang,” ujar IPTU Budi Anhar.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Penukal Utara melakukan pengecekan di lima desa yang dinilai memiliki potensi terdampak banjir. Empat desa berada di kawasan Tempirai Raya yang berdekatan dengan Danau Padang Tempirai, yaitu Desa Tempirai Induk, Tempirai Utara, Tempirai Selatan, dan Tempirai Timur. Sementara satu desa lainnya adalah Desa Lubuk Tampui yang berada di dekat aliran Sungai Deras.


Adapun personel yang melakukan pengecekan di lapangan yakni Aipda Fitriawan selaku Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Tampui, Brigpol Rico Karnando Bhabinkamtibmas wilayah Tempirai, serta Briptu Irsan yang juga bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah tersebut.


Dari hasil monitoring yang dilakukan hingga pukul 09.00 WIB, kondisi debit air di wilayah Kecamatan Penukal Utara dilaporkan telah mengalami penurunan karena intensitas hujan mulai berkurang.


“Saat ini debit air di wilayah Penukal Utara sudah berangsur surut dan belum ada desa yang terdampak banjir. Kondisi ini terjadi karena curah hujan di wilayah tersebut mulai menurun,” jelas IPTU Budi Anhar.


Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, mengingat sejumlah desa berada di dataran rendah yang dikelilingi rawa-rawa serta terhubung dengan aliran Danau Padang Tempirai, Sungai Musi, dan Sungai Penukal.


Selain itu, Desa Lubuk Tampui yang berada di bantaran Sungai Deras juga berpotensi terdampak luapan air apabila curah hujan kembali meningkat.


“Apabila curah hujan kembali tinggi atau terjadi kiriman air dari daerah lain, maka debit air Danau Padang Tempirai maupun Sungai Deras bisa meningkat hingga mendekati pemukiman warga,” katanya.


IPTU Budi Anhar menegaskan bahwa Polsek Penukal Utara akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi debit air di wilayah tersebut serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi bencana.


“Kami akan terus melakukan monitoring dan melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan. Kami juga berharap adanya kerja sama dengan BPBD dan pemerintah daerah agar kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dapat dilakukan secara bersama,” pungkasnya.


Hingga kegiatan monitoring selesai dilaksanakan, situasi di wilayah hukum Polsek Penukal Utara dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.(SN/PERRY)

Share:

Curah Hujan Menurun, Monitoring Air Sungai di Talang Ubi Berjalan Kondusif



PALI.SININEWS.COM – Personel Polsek Talang Ubi melakukan monitoring debit dan kedalaman air di kawasan Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (14/3/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi banjir menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.


Pemantauan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan personel Polsek Talang Ubi yang melakukan pengecekan langsung di lokasi aliran air di kawasan tersebut. Dari hasil monitoring yang dilakukan hingga pukul 08.30 WIB, kondisi debit air terpantau masih berada pada batas normal dan belum ditemukan adanya wilayah yang terdampak banjir.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, SH mengatakan kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi aliran air tetap terkendali serta meminimalkan potensi risiko banjir bagi masyarakat di sekitar wilayah Talang Ubi Barat.


“Kami memerintahkan personel untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi debit dan kedalaman air di Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak ada wilayah yang terdampak banjir,” ujar AKP Ardiansyah.


Dalam kegiatan tersebut, pengecekan dilakukan oleh dua personel Polsek Talang Ubi, yakni Bripda Eben Sigaliging dari unit Samapta serta Briptu Akhmad Syaputra, SH dari unit Intelkam. Keduanya melakukan pemantauan kondisi aliran air di sekitar kawasan Talang Pipa yang merupakan salah satu titik yang kerap dipantau saat curah hujan meningkat.


Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, debit air dilaporkan mulai berangsur turun seiring dengan menurunnya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Talang Ubi dalam beberapa hari terakhir.


“Dari hasil pemantauan di lapangan, debit air saat ini masih dalam batas normal dan cenderung menurun karena curah hujan di wilayah Talang Ubi mulai berkurang,” jelas AKP Ardiansyah.


Meski kondisi air sungai masih stabil, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca yang dapat memicu peningkatan debit air.


AKP Ardiansyah menegaskan bahwa Polsek Talang Ubi akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi debit air, khususnya di wilayah yang berada di sekitar aliran Sungai Lematang.


“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi debit air di wilayah Kecamatan Talang Ubi. Jika terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir, kami akan segera mengambil langkah-langkah antisipasi,” tegasnya.


Hingga kegiatan monitoring selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Talang Ubi Barat dilaporkan aman, lancar dan kondusif, serta tidak ditemukan adanya pemukiman warga yang terdampak banjir.(SN/Perry)

Share:

Dalam Sehari, Polda Sumsel Distribusikan 147 Ton Beras Murah ke 17 Kabupaten/Kota



PALEMBANG.SININEWS.COM — Polda Sumatera Selatan menyalurkan 147 ton beras murah kepada 18.900 warga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri Serentak yang digelar di 47 titik lokasi di 17 kabupaten dan kota, Jumat (13/3/2026).


Program ini menjadi salah satu distribusi pangan terbesar yang pernah dilakukan Polda Sumsel dalam satu hari menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.


Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dilaksanakan serentak oleh seluruh jajaran kepolisian di wilayah Sumatera Selatan, mulai dari Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, hingga seluruh Polres di daerah.


Beras yang dijual kepada masyarakat merupakan beras SPHP dari Perum Bulog dengan harga berkisar Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar menjelang Lebaran.


Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok menjelang hari raya.


Beberapa wilayah mencatat serapan tertinggi dalam pelaksanaan GPM serentak tersebut.


Polres Banyuasin dan Polres OKU masing-masing berhasil menyalurkan 25.000 kilogram beras kepada sekitar 2.500 warga, sementara Polres Musi Rawas mendistribusikan 20.000 kilogram beras kepada 2.000 warga.


Distribusi juga berlangsung merata di wilayah lain, termasuk OKU Timur, Pagar Alam, OKU Selatan, Lubuk Linggau, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, hingga Musi Rawas Utara.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan bahwa keberhasilan distribusi 147 ton beras dalam satu hari menunjukkan kemampuan jaringan kepolisian menjangkau masyarakat hingga ke daerah.


“Angka 147 ton beras yang tersalurkan kepada hampir 19.000 warga dalam satu hari membuktikan bahwa jaringan Polri dapat digerakkan secara optimal untuk membantu masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai distribusi pangan murah, tetapi juga sebagai langkah menjaga stabilitas sosial menjelang Lebaran.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi sekaligus dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.


“Kami akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.


Melalui Gerakan Pangan Murah Polri yang menjangkau puluhan ribu warga dalam satu hari pelaksanaan, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Idul Fitri.(SN/Perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts