Diduga Terima Suap Proyek Irigasi, Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap Kejati Sumsel Bersama Anaknya


Kejati Sumsel menangkap anggota DPRD Muara Enim KT bersama anaknya 


Muara Enim. SININEWS.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menangkap anggota DPRD kabupaten Muara Enim berinisial KT bersama anaknya pada Rabu 18 Februari 2026 karena diduga menerima suap terhadap proyek irigasi.


Dari siaran pers Kejati Sumsel yang diterima media ini bahwa KT yang merupakan anggota DPRD Muara Enim bersama anaknya ditangkap tim penyidik Kejati Sumsel terkait dengan adanya pemberian sejumlah uang sebesar Rp 1,6 miliar.


Uang tersebut diperoleh dari pengusaha atau rekanan terkait pencairan uang muka proyek pengembangan jaringan irigasi ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung pada Dinas PUTR Muara Enim.


Pada penangkapan anggota DPRD Muara Enim bersama anaknya itu, tim penyidik Kejati Sumsel menggeledah tiga lokasi yakni rumah saksi KT di perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 Muara Lawai Muara Enim.


Kemudian di rumah saksi KT di lokasi sama yakni perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q6 Muara Lawai Muara Enim.


Lalu di rumah saksi MH di Jalan Pramuka 4 RT.01 RW.07 Kelurahan Pasar II Kecamatan Muara Enim.


Selanjutnya tim Kejati Sumsel memeriksa 10 orang saksi yang ternyata uang pemberian dari pengusaha atau rekanan pada proyek pengembangan jaringan irigasi ataran di wilayah kecamatan Tanjung Agung dibelikan satu unit mobil Alphard.


Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tim Kejati Sumsel menyita mobil Alphard dengan nomor polisi B 2451 KYR, handphone serta sejumlah surat yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Pada catatan akhir siaran pers, Kejati Sumsel menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan perkara tersebut dan tidak menutup kemungkinan melakukan pemeriksaan terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) termasuk Kepala Daerah. (sn)

Share:

Polres PALI Perkuat Kedekatan Sosial Lewat “Polisi Menyapa Masyarakat” di Penukal Utara



PALI. SININEWS.COM— Pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polres PALI melalui kegiatan “Polisi Menyapa Masyarakat” yang dilaksanakan bersama Polsek Penukal Utara di Desa Tanding Marga, Kecamatan Penukal Utara, Rabu (18/2/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres PALI, Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., dan dihadiri unsur Forkopimcam Penukal Utara, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Desa Tanding Marga.


Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kabag Ren Kompol Yusuf S., Kasihumas Kompol B. Sijabat, Kasat Tahti Iptu Nazran Hadi, Kapolsek Penukal Utara Ipda Budi Anhar, S.H., M.Si., Kanit Reskrim Ipda Ahmad Kurdi Pratama, S.Sos., M.Si., Camat Penukal Utara Fahrudin, Kepala Desa Tanding Marga A. Rifa’i, serta personel Polsek Penukal Utara.


Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban. Selain silaturahmi, jajaran kepolisian juga berdiskusi langsung dengan masyarakat terkait situasi kamtibmas serta peran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.


Dalam sambutannya, Kapolres PALI menegaskan bahwa paradigma Polri modern menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menciptakan stabilitas sosial.


“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Keamanan yang kuat lahir dari kolaborasi, kepercayaan, dan kepedulian bersama. Karena itu kami hadir untuk menyapa, mendengar, dan memahami langsung kondisi masyarakat,” ujar AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait.


Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam kehidupan sosial.


“Polisi harus hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan Polri benar-benar dekat dengan rakyat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat,” tegasnya.


Kapolsek Penukal Utara Ipda Budi Anhar menjelaskan bahwa kegiatan menyapa masyarakat menjadi sarana penting dalam membangun komunikasi dua arah antara Polri dan warga.


Menurutnya, pendekatan preventif dan persuasif melalui interaksi langsung mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas sekaligus menumbuhkan rasa aman di tengah masyarakat.


“Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya simbol keamanan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral institusi kepada warga,”ujarnya.


Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.30 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Momentum kebersamaan antara aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi refleksi kuat bahwa keamanan sosial dibangun melalui hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.


"Polres PALI terus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional,humanis,dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat Polisi untuk Masyarakat,"pungkasnya.(SN/Perry)

Share:

Anak Sambung Bacok Ayah Tiri



PALI. SININEWS.COM – Pagi yang semestinya berjalan biasa di Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), berubah menjadi tragedi berdarah, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang petani, Nurdin (59), tewas setelah mengalami luka bacok serius yang diduga dilakukan oleh anak sambungnya sendiri.


Perkara ini ditangani jajaran Polres PALI berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/52/II/2026/SPKT/Polres PALI/Polda Sumsel, tertanggal 17 Februari 2026.


Korban diketahui bernama Nurdin Bin Rajamit, warga Desa Purun Timur. Sementara terduga pelaku berinisial R.H. (29), seorang petani yang juga berdomisili di desa yang sama.


Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, peristiwa bermula dari persoalan uang hasil penjualan emas dan utang piutang dalam lingkup keluarga.


Pelaku memanggil kedua orang tuanya dari kebun yang letaknya tidak jauh dari rumah. Di hadapan istri dan anak pelaku, terjadi pembicaraan mengenai sisa uang sebesar Rp2,4 juta. Dari jumlah itu, Rp1 juta disebut disimpan, sedangkan Rp1,4 juta digunakan untuk menebus sepeda motor yang sebelumnya digadaikan oleh pelaku.


Ketegangan memuncak ketika pelaku mempertanyakan keberadaan sepeda motor tersebut yang tidak bisa ia gunakan. Dalam suasana yang memanas, korban disebut menggebrak meja dan melontarkan kata-kata keras.


Situasi yang awalnya berupa percekcokan verbal berubah menjadi kekerasan fatal. Pelaku diduga mengambil sebilah parang dan mengejar korban yang berusaha menghindar. Korban mengalami lima luka bacok di bagian punggung kiri, punggung kanan, leher belakang, telinga kanan, dan kepala sebelah kanan.


Korban sempat terkapar bersimbah darah sebelum warga datang memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas Simpang Babat. Namun setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia.


Mendapat laporan adanya pembunuhan, Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi, S.H., M.H. segera melakukan koordinasi. Tersangka yang sempat diamankan di Polsek Penukal Abab langsung dijemput oleh Tim Opsnal Beruang Hitam untuk dibawa ke Mapolres PALI guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.


Dari lokasi kejadian,Polisi mengamankan barang bukti berupa Satu bilah parang bergagang plastik hitam dengan panjang sekitar 50 cm.


Satu helai kaos warna biru bertuliskan “Palembang” dan “Islamic Solidarity Games”yang diduga dikenakan saat kejadian.


Motif sementara yang terungkap adalah rasa tidak senang dan kekecewaan pelaku terkait persoalan utang serta pengelolaan uang hasil penjualan emas.


Tersangka dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) KUHP subsidair Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.


Kapolres PALI, Yunar Hotma Parulian Sirait, didampingi Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.


> “Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Konflik keluarga yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Yunar.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan pribadi.


> “Hukum tidak boleh dikalahkan oleh emosi. Setiap tindakan kekerasan pasti ada konsekuensi pidana yang berat. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian,”tambahnya.


Sementara itu, AKP Nasron Junaidi menyatakan bahwa penyidik masih melengkapi berkas perkara dengan memeriksa para saksi serta melakukan pendalaman terhadap motif dan kondisi psikologis tersangka saat kejadian.


Peristiwa ini menjadi refleksi pahit bahwa persoalan ekonomi dan komunikasi yang buntu dalam keluarga dapat berkembang menjadi tragedi. 


"Kita memastikan proses hukum berjalan tuntas,sementara masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang,"pungkas AKP Nasron.(SN/Perry)

Share:

Momentum Hari Pers Nasional 2026, SMSI OKU Selatan Beri Penghargaan Bupati Abusama


HPN 2026 Jadi Momentum, SMSI OKU Selatan Nobatkan Bupati Abusama Sahabat Pers


OKU Selatan Sumsel. SININEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) OKU Selatan menganugerahkan penghargaan Sahabat Pers kepada Bupati OKU Selatan, Abusama. Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda silaturahmi bersama insan pers di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, yang digelar di Balkon Kantor Bupati, Rabu (18/02/2026).


Momentum HPN 2026 ini menjadi bukti nyata apresiasi pemerintah daerah terhadap peran strategis pers dalam mengawal pembangunan dan menjaga kualitas demokrasi di daerah.


Dalam sambutannya, Bupati Abusama menegaskan bahwa pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, edukatif, dan berimbang. 


Menurutnya, sinergi yang solid antara pemerintah dan insan pers adalah fondasi utama terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan serta meningkatnya kepercayaan publik.


“Pers adalah pilar demokrasi. Hubungan baik yang telah terjalin harus terus diperkuat agar setiap program dan capaian pembangunan daerah tersampaikan secara luas, tepat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa Hari Pers Nasional harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga independensi, integritas, dan kualitas pemberitaan.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga insan pers semakin profesional, independen, dan tetap menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua SMSI OKU Selatan, Sri Fitriyana, menyatakan bahwa penghargaan Sahabat Pers diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas Bupati terhadap insan pers di Bumi Serasan Seandana.


Ia berharap HPN 2026 menjadi pengingat akan tanggung jawab besar pers dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan beretika, sekaligus momentum untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.


“Semoga peringatan HPN 2026 ini semakin memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab di Bumi Serasan Seandana,” tandasnya. (sn)

Share:

Pawai Obor Pemuda Tanah Abang Jaya Sambut Ramadhan, Polisi Pastikan Keamanan Kegiatan



PALI.SiniNews.Com— Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, puluhan pemuda dan anak-anak Masjid Miftahuljannah Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar pawai obor pada Selasa malam (17/2/2026). Kegiatan keagamaan yang sarat nilai tradisi dan kebersamaan tersebut berlangsung aman dan tertib berkat pengamanan personel kepolisian.


Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanah Abang Arzuan, bersama sejumlah personel Polsek Tanah Abang. Pawai obor dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan rute dari Masjid Miftahuljannah di Dusun V Desa Tanah Abang Jaya menuju Pasar Kalangan Desa Tanah Abang Utara, kemudian kembali ke titik awal.


Sekitar 50 hingga 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa obor minyak tanah, diiringi kendaraan pick-up, sepeda motor peserta, serta dukungan sound system. Kegiatan berakhir pada pukul 21.50 WIB dalam situasi yang aman dan kondusif.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan dan tradisi sosial menjelang Ramadhan.


Ia juga menyampaikan pesan Kapolres PALI Yunar Hotma Parulian Sirait yang mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.


> “Bapak Kapolres PALI mengapresiasi kegiatan pawai obor yang dilaksanakan pemuda Desa Tanah Abang Jaya sebagai bentuk syiar Islam dan pelestarian tradisi positif masyarakat. Beliau juga mengimbau agar kebersamaan dan semangat gotong royong seperti ini terus dijaga, serta tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadhan,” ujar Kapolsek menyampaikan pesan Kapolres.




Menurut Arzuan, kegiatan pawai obor bukan hanya menjadi simbol kegembiraan menyambut Ramadhan, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial antarwarga dan generasi muda di desa.


“Kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Peserta membubarkan diri dengan tertib dan situasi tetap kondusif,” tambahnya.


Pawai obor yang diprakarsai pemuda Desa Tanah Abang Jaya dengan ketua pelaksana Yuri Hadianto tersebut menjadi refleksi semangat religius masyarakat.


"Sekaligus menunjukkan sinergi yang baik antara warga dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Tanah Abang menjelang bulan penuh berkah,"pungkasnya.(SN/Perry)

Share:

PT.TMG Disinyalir Buka Loker Diam-diam, AP3 Desak Pertamina Adera Tindak Sub Kontraktor Nakal


Foto. Ketua AP3 Harmoko 


PALI. SININEWS.COM -- PT. Tri Mulya Gemilang (TMG) yang merupakan sub kontraktor Pertamina Adera disorot sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena disinyalir melakukan perekrutan tenaga kerja secara diam-diam.


Tentu saja permasalahan itu kini melebar dan akan dibawa ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI serta ke DPRD.


Salah satu elemen masyarakat yang mempersoalkan permasalahan perekrutan tenaga kerja disinyalir diam-diam oleh PT.TMG adalah Asosiasi Pemuda Peduli PALI (AP3).


Dimana menurut ketua AP3 Harmoko bahwa perekrutan tenaga kerja oleh PT.TMG sebelumnya tidak ada kabar maupun informasi secara terbuka, tetapi tiba-tiba ada belasan calon tenaga kerja sudah MCU padahal posisi lowongan kerja itu hanya operator lapangan, tenaga ahli serta engineering.


"Baru-baru ini PT. Tri Mulya Gemilang (TMG) yang merupakan sub kontraktor Pertamina Adera merekrut calon tenaga kerja namun disinyalir secara diam-diam dengan posisi hanya Tenaga Ahli, operator lapangan, engineering dan Supervisor," ungkap Harmoko kepada media ini, Selasa 17 Februari 2026.


Dengan adanya main kucing-kucingan dalam merekrut tenaga kerja tersebut Harmoko mendesak pihak Pertamina Adera menindak tegas perusahaan sub kontraktor tersebut.


"Main kucing-kucingan PT.TMG dalam merekrut tenaga kerja sangat tidak dibenarkan, untuk itu kami mendesak Pertamina Adera memberikan sanksi karena pihak perusahaan itu sudah mengangkangi peraturan yang menekankan prinsip keterbukaan dan pelayanan publik, diantaranya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik," tandasnya.


Ketua AP3 juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan mengadukan permasalahan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta ke DPRD PALI.


"Kami akan adukan permasalahan ini ke Disnakertrans dan DPRD PALI agar pihak Pertamina Adera serius menangani masalah itu juga kedepannya tidak terjadi lagi permasalahan serupa karena masih banyak putra daerah yang membutuhkan pekerjaan baik yang memiliki skill maupun non skill," tegasnya.(sn/perry)

Share:

Gempar, Warga Purun Timur PALI Tewas Ditangan Anak Tiri


Kepolisian tengah melakukan olah TKP terhadap kasus tewasnya warga Purun Timur (sumber foto tangkapan layar Facebook)


PALI. Nurdin (80) warga Desa Purun Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tewas secara tragis karena harus meregang nyawa ditangan anak tirinya pada Selasa 17 Februari 2026.

Kejadian berdarah tersebut membuat warga sekitar gempar dan mendatangi lokasi kejadian di Simpang 4 jalan Hauling batubara milik PT. Energate Prima Indonesia (EPI) di wilayah Desa Purun Timur.

Dari keterangan yang dihimpun media ini bahwa korban merupakan warga Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang yang menikah dengan warga Purun Timur dan mengikuti sang istri yang ditinggal di sekitar jalan Hauling.

"Korban merupakan warga Harapan Jaya dan saat ini korban akan dimakamkan di desa kelahirannya," ujar salah satu warga Purun Timur.

Untuk kronologi kejadian, belum diketahui pasti hanya saja korban tewas bersimbah darah akibat terkena senjata tajam.

"Korban bersimbah darah akibat luka senjata tajam yang pelakunya diduga anak tirinya berinisial R," imbuhnya.

Untuk pelaku, informasinya sudah diamankan pihak kepolisian.

"Pelaku sudah dibawa ke kantor polisi, dan pihak berwajib sudah melakukan olah TKP," terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim media ini masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. (sn/perry)
Share:

Reses di Talang Ubi, Dwi Septaria Nyatakan Komitmen Pantau dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi di PALI



PALI. SININEWS.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) dari Komisi II, Ibu Dwi Septaria SE, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten PALI sekaligus Bunda PAUD Kabupaten PALI, melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Senin 16/02/2026


Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya terkait pemulihan ekonomi dan pengembangan pendidikan anak usia dini.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Harun, S.H., M.H. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Atmo Maryono, S.H Camat Talang Ubi , Lesi Karmila, S.I.Kom Ketua TP PKK Kecamatan Talang Ubi, Ibu Leli Hartati Sekretaris TP PKK Kabupaten Pali, serta perwakilan tenaga pendidik dan pengelola PAUD se-Kabupaten PALI.


Dalam wawancaranya, Ibu Dwi Septaria menyampaikan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat Talang Ubi tidak hanya sebagai perwakilan legislatif yang membidangi urusan ekonomi di Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan, tetapi juga sebagai Ketua TP PKK dan Bunda PAUD yang memiliki tanggung jawab moral terhadap pemberdayaan keluarga dan pendidikan anak usia dini.


Sebagai anggota Komisi II DPRD Sumsel, beliau menegaskan komitmennya untuk memantau dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten PALI. Pertemuan tersebut dihadiri mayoritas kaum ibu guna mendiskusikan berbagai kendala serta peluang ekonomi keluarga, mulai dari UMKM, akses permodalan, hingga pelatihan keterampilan.


Menurutnya, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.


Selain urusan ekonomi, isu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi sorotan utama dalam reses kali ini. Ada beberapa pendidik menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, sarana belajar, hingga kesejahteraan guru. Dialog pun berlangsung hangat dan terbuka, sehingga setiap permasalahan dapat disampaikan secara langsung dan jelas.


"Meskipun secara formal masalah pendidikan berada di bawah koordinasi dinas terkait, saya memiliki kedekatan emosional dan tanggung jawab sebagai Bunda PAUD. Kami mendengar banyak kendala yang dihadapi di lapangan dan kami segara menindaklanjuti nya", ujarnya


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan PAUD di Kabupaten PALI, serta berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi terus diperkuat.


Komitmen Bantuan Mandiri

Merespons banyaknya permintaan bantuan untuk fasilitas maupun peningkatan kesejahteraan di lingkungan PAUD, Ibu Dwi Septaria menyatakan kesiapannya memberikan dukungan nyata. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah, beliau berkomitmen membantu secara pribadi demi meringankan beban para pengelola PAUD.


"Insya Allah, ke depannya saya akan membantu mereka menggunakan dana pribadi saya. Ini adalah bentuk komitmen saya untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang layak sejak usia dini," tegasnya.


Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan di tingkat provinsi dengan kebutuhan riil masyarakat di Kabupaten PALI, sehingga tercipta sinergi yang mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh, khususnya dalam penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.(SN/PERRY)

Share:

Endang Saputra,Polri Dibawah Salah Satu Kementerian Dapat Terseret Ke Politik Praktis


*Endang Saputra,Polri Dibawah Salah Satu Kementerian Dapat Terseret Ke Politik Praktis*



Muara Enim, Sumsel. SININEWS.COM -- Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM ) Kabupaten Muara Enim Endang Saputra, S.Pd, Gr menegaskan penolakan akan Polri dibawah kementerian ataupun Institusi tertentu,hal tersebut ia sampaikan dengan tegas sebagai bentuk dukungannya kepada institusi Polri.


"Kami dengan tegas menyatakan penolakan dengan adanya wacana Polri dibawah kementerian ataupun Institusi tertentu. Kami tegas tetap mendukung institusi Polri berdiri sendiri dibawah Presiden langsung merupakan sebagai bentuk desain reformasi keamanan yang mana menegaskan bahwa Polri sebagai alat negara dalam rangka supremasi sipil,"tegas ketua PDPM Muara Enim, Senin, (16/02/2026) dalam keterangan persnya.


Kemudian, ia menegaskan dengan Polri berada dibawah kementerian ataupun Institusi Polri hal ini akan melemahkan fungsi Polri sebagai bentuk mono loyalitasnya sebagai Institusi negara dalam bidang keamanan dan ketertiban.


"Polri ketika sudah berada dibawah kementerian tertentu ataupun Institusi lain maka akan dapat terseret kepentingan politik praktis terutama Kementrian tersebut dipimpin oleh menteri yang berapliasi bahkan pengurus partai tertentu,"ujarnya.


Terakhir, ia menegaskan justru penguatan institusi Polri dan reformasi birokrasi agar Polri lebih kuat sebagai alat negara.


"Jika masih ada kekurangan ditubuh Polri yang terpenting saat ini adalah reformasi birokrasi ditubuh Polri agar dapat meningkatkan kepercayaan publik pada institusi ini,"pungkasnya.(sn)

Share:

Pegawai PT GBS Ditemukan Tewas Di Pondok Dekat Galian,Ini Penjelasan Polisi



PALI.SININEWS.COM – Misteri penemuan sesosok mayat pria di sebuah pondok dekat area galian Divisi 1 milik PT Golden Blossom Sumatera (GBS) di Desa Prambatan,Kecamatan Abab,Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akhirnya mulai terkuak.


Korban diketahui bernama Tri Sutrisno alias Gancu bin Malisin (32), warga Dusun III Desa Betung Barat,Kecamatan Abab, Kabupaten PALI. Ia bekerja sebagai petugas cek volume air di PT GBS.


Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait,S.H.,S.I.K.,M,I.K melalui Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia,S.H membenarkan adanya peristiwa tersebut.


“Benar, korban bernama Tri Sutrisno. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.Saat ini masih dalam penyelidikan,”jelas AKP Dedy, Senin (16/2/2026) sore.


Meski belum ada kesimpulan final,dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tersambar petir.


“Namun dugaan sementara disambar petir,” ungkapnya.


Sebelumnya, warga Desa Prambatan digegerkan dengan penemuan mayat pria di pondok yang berada tak jauh dari lokasi galian perusahaan tersebut pada Senin (16/2/2026).


Penemuan itu langsung menjadi perbincangan hangat warga sekitar. 

Video amatir dari lokasi kejadian pun beredar luas dan sampai keredaksi media ini. 


Dalam rekaman tersebut,terlihat sejumlah warga berdiri dengan jarak aman dari pondok tempat korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.


Menurut keterangan warga yang pertama kali mengetahui kejadian itu,korban sudah berada dipondok sejak sore hari sebelumnya.


“Dari kemarin sore sudah di situ,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.


Yang membuat suasana semakin tegang, ponsel yang diduga milik korban sempat berdering karena ada panggilan masuk. Namun, tidak satu pun warga berani mengangkatnya.


Mereka memilih menunggu aparat Kepolisian datang ke lokasi. Kekhawatiran akan terseret persoalan hukum membuat warga berhati-hati.


Saat ini dikabarkan korban sudah dievakuasi dan dibawa ke tim medis untuk dilakukan autopsi.

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts