Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Pamerkan Produk Binaan CSR, Pertamina EP Asset 2 Ajak Masyarakat Sehat dan Peduli Lingkungan

PALEMBANG, SININEWS.COM - Festival Buah dan Pertanian Unggulan III tahun 2020 yang diselenggarakan di Halaman Griya Agung Palembang diikuti ratusan peserta yang memamerkan buah dan prodak unggulan dari berbagai macam daerah di Sumsel. Salah satu peserta yang ikut adalah PT Pertamina EP Asset 2.

Berlangsung tiga hari dari Jumat hingga minggu, tanggal 10 hingga 12 januari 2020 pukul 8 hingga 5 sore, Pertamina EP Asset 2 mengajak mitra binaan CSR nya untuk mengisi stan. Tidak semata-mata berjualan, stand ini bermaksud juga mengedukasi pengunjung.

Mitra Binaan yang turut serta di stan Pertamina EP terdiri dari binaan CSR Prabumulih Field dengan prodak kompos dan kokedama, Field Limau dengan prodak bibit TOGA organik dan minuman olahan herbal, Field Pendopo dengan prodak KOPI Selangit dan sayuran organiknya, Field adera dengan andalan Beras Organiknya.

Sejak hari pertama, stan Pertamina EP dalam kegiatan yang diprakarsai Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Pemprov Sumsel tersebut nampak selalu ramai dari pagi. Pengunjung mengaku stan menawarkan prodak yang menawan dilengkapi dengan hadiah. “Asik, tiap pengunjung yang beli minimal lima puluh ribu pacak ambil undian. Belanja cuman 60ribu dapatnyo termos mahal.” Ujar Uli, salah satu pengunjung.

Stan Pertamina EP Asset 2 dibuat berkonsep ramah lingkungan. Dekorasi menggunakan material yang ramah lingkungan seperti kayu dan kertas. Pengunjung yang membeli prodak juga akan dikenakan charge apabila meminta asoy (kantong plastik). Hal ini untuk mengedukasi masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik serta biaya charge tersebut digunakan untuk penghijauan dan pemulihan lingkungan.

Stan juga dibuat dan dikerjakan oleh Mitra binaan itu sendiri, yang mana kreativitas yang ada di dalamnya mampu membuat pengunjung tertarik dengan konsep alam. Pengunjung merasa bagai sedang berada di kebun. Ditambah lagi pengunjung bisa langsung mencicipi prodak olahan toga maupun kopi yang diseduh langsung oleh Barista asli putra Sumsel, menambah sensasi serasa berwisata.

Asset 2 General Manager malalui CSR Analyst Imam Maulana menjelaskan, mitra CSR dan perusahaan dalam pameran kali ini fokus pada aspek kesehatan dan juga keberlangsungan kelestarian lingkungan. "Kalau buah-buahan sudah banyak disajikan di stand lain, maka stan ini memamerkan tanaman herbal untuk kesehatan dengan penjelasan cara penanaman secara organik. Mulai dari daun Keladi Tikus obat kanker hingga Rosela penurun berat badan ada lo, macam-macam."

Terlebih lanjut, Syamsul Asinar salah satu mitra binaan yang menjadi motor penggerak program, menjelaskan sayuran yang dipamerkan juga merupakan hasil tanam dengan sistemnya yang terintegrasi dengan program SARAH (Sampah Jadi Berkah). "Jadi dengan melibatkan masyarakat pada prosesnya, sampah dari kompleks perumahan dan perkantoran di Prabumulih disortir dan dikumpulkan. Lalu diintegrasikan juga dengan pengolahan sampah pemerintah Kota Prabumulih, sampah tersebut diproses hingga akhirnya menghasilkan pupuk kompos. Kompos ini kemudian selain dijual juga digunakan untuk menanam sayur organik. Ini sayur-sayurnya segar-segar gak pakai pestisida." tambahnya

Tujuan keikutsertaan PT Pertamina EP, salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) SKK Migas dalam ajang ini tak lain sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus turut serta dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program CSR pemberdayaan usaha lokal, sebagai perwujudan nyata kepedulian sosial perusahaan.

Adapun mitra binaan yang turut berkontribusi berasal dari berbagai kabupaten/kota seperti Prabumulih, Muara Enim, PALI, Musi Rawas dan Musi Banyuasin.(SN)
Share:

Lestarikan Budaya, Masyarakat Timor Jakarta Akan Gelar Festival Budaya TTS

JAKARTA | Memasuki era digitalisasi 4.0 serta globalisasi, masyarakat dunia dihadapkan pada satu tantangan besar, yaitu perubahan yang sangat cepat, masif dan luar biasa yang tidak terhindarkan oleh siapa pun.

Segala sesuatu mengalami perubahan yang begitu hebat, termasuk budaya dan kebiasaan-kebiasaan hidup manusia. Hal tersebut dituturkan oleh Kolonel TNI Simon kepada media yang tergabung dalam IMO-Indonesia, Jumat 10/01/20 sore di Jakarta.

Simon juga mengatakan, salah satu bagian yang sepertinya akan tereliminasi akibat arus gerakan perubahan global adalah budaya lokal dan kearifan lokal masyarakat adat.

Bahwasanya akan semakin banyak masyarakat lokal yang mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan
hidup (kearifan lokal-red) masyarakat yang merupakan warisan leluhur selama ratusan tahun atau mungkin saja lebih. Ujar Simon.

Hal tersebut berdampak kepada kemunduran atau bahkan hilangnya peminat dan pengguna bahkan pelaku pengembang produk budaya lokal pun mulai dirasakan, uniknya hal ini tidak hanya terjadi di masyarakat urban, di desa pun sudah banyak masyarakat yang mulai meninggalkan penggunaan produk budayanya apalagi kegiatan pelesetarian budayanya. Imbuhnya.

Dan apabila dibiarkan Hal ini akan terus berlanjut dan ancamannya adalah mungkin saja produk budaya lokal warisan para leluhur akan hilang. Terang Simon

Maka dalam rangka mengantisipasi fenomena tersebut. Kami sebagai masyarakat diaspora asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS-NTT) yang saat ini bermukim di wilayah Jakarta dan sekitarnya mencoba untuk memulai melakukan gerakan pengembalian budaya lokal agar mendapatkan ruang di hati masyarakat. Ungkap Simon.

Adapun hal tersebut merupakan hasil diskusi antara para sesepuh, senior dan kalangan milenial TTS Jakarta, yang kemudian memunculkan konsepsi bersama agar gagasan ini dapat direalisasikan melalui kegiatan festival budaya yang Kami sebut sebagai Festival Budaya TTS yang akan diadakan pada Hari minggu 12 Januari 2020 dari pukul 09.00 WIb yang bertempat di Anjungan TMII.

Kegiatan festival tersebut merupakan manifestasi dari ide, gagasan dan konsep seluruh masyarakat diaspora di Jakarta yang rindu pada kampung halaman dan rindu pada eksistensi budaya masyarakat Dawan-TTS.

Saat ditanyakan maksud dan tujuan kegiatan dari fersival budaya TTS tersebut Kepada Kolonel TNI Simon, bahwasanya semangat dari kegiatan festival ini adalah Menghadirkan budaya lokal di era global dan memperkenalkan budaya lokal TTS kepada masyarakat luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Serta menghadirkan spirit kecintaan pelestarian budaya pada masyarakat diaspora asal kabupaten TTS di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Festival TTS ini juga sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan kembali produk-produk budaya asli TTS yang mulai terlupakan dengan membangun komitmen bersama masyarakat diaspora dalam melesatarikan budaya lokal TTS.

Adapun jenis kegiatan yang akan disuguhkan dalam acara tersebut meliputi penayangan Video Tron Promosi wisata dan budaya TTS, penampilan aneka tarian (bonet, maekat, dansa), pameran pembuatan tenus TTS, pameran kuliner khas TTS, fashion show pakaian adat TTS, Prosesi peminangan, pembuatan jagung bose, serta Tradisi Oko Mama dan seterusnya, pungkas Simon.

Share:

Asmara Subuh dan Perang Petasan Jadi Tradisi Remaja PALI Usai Laksanakan Sahur


PALI--Bunyi petasan terdengar seolah tak pernah berhenti memekakan telinga ketika melintas di jalan dalam Komplek Pertamina Pendopo dan Simpang Lima saat jelang subuh sampai matahari terbit. Petasan tersebut sengaja dinyalakan ratusan remaja yang tumpah ke jalan setelah laksanakan sahur yang memang kebiasaan tersebut seolah sudah menjadi tradisi kaum remaja selama bulan suci Ramadhan.

Mereka berjalan kaki mengelilingi jalan Komplek Pertamina sampai ke lapangan Gelora hingga matahari terbit, kemudian bubar dengan sendirinya. Bukan hanya perang petasan, namun tidak jarang ajang berkumpulnya remaja tersebut juga dijadikan tempat mencari jodoh yang saat ini dikenal asmara subuh.

"Asmara subuh dan main petasan ini hanya ada di bulan puasa pak, jadi rugi kalau tidak keluar menikmati momen ini," ujar Azizah, remaja asal Kebun Sayur Pendopo, Selasa (7/5).

Pada ajang tahunan tersebut, terlihat juga aksi kelompok remaja yang lakukan aksi balap liar yang tentunya diakui Azizah mengganggu kenyamanan suasana tersebut.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya tidak ada yang menggunakan sepeda motor, semuanya berjalan kaki atau jogging sampai ke simpang markas Brimob, tetapi sekarang ada yang balapan, yang tentunya mengganggu," tukasnya.

Sementara Septi remaja asal jalan Pahlawan mengaku bahwa asmara subuh tahun ini tidak seramai tahun lalu. Ini dimungkinkan adanya aksi freestyle sepeda motor karena selain mengganggu juga suara bising dari knalpot motor sangat memekakan telinga juga mengancam keselamatan warga lainnya.

Dirinya berharap pemerintah melalui instansi terkait menjaga daerah tersebut (Komperta Pendopo), lantaran akibat dari balapan liar itu tak jarang terjadi kecelakaan bahkan menimbulkan korban jiwa.

"Semoga menjadi perhatian dari pemerintah untuk mencegah perang petasan serta aksi bakal liar ini," ujarnya.(sn)
Share:

Hari Pertama Puasa, Pasar Beduk di Pendopo Tak Seramai Tahun Lalu

PALI -- Seperti menjadi tradisi warga Bumi Serepat Serasan, setiap menjelang berbuka puasa selalu diwarnai adanya pasar beduk disejumlah wilayah yang menjadi tumpuan harapan sebagian warga untuk mendulang rezeki pada momen ibadah wajib setiap tahun tersebut.

Seperti di Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pasar beduk dipusatkan di Terminal Pendopo Kecamatan Talang Ubi. Tetapi pada hari pertama puasa, rupanya pengunjung masih terbilang sepi.

"Lumayan ramai, tetapi kalau dibanding tahun lalu, belum seberapa. Sebab kalau tahun lalu, pengunjung padat bahkan jalanan sampai macet, namun untuk tahun ini tidak ada kemacetan," ungkap Aliya, salahsatu pedagang takjil di pasar beduk terminal Pendopo, Senin (6/5).

Meski tidak seramai tahun kemarin, dan walaupun dagangannya tidak habis terjual, tetapi Aliya mengaku masih ada harapan esok bakal ramai kembali seperti tahun lalu.

"Alhamdulillah walaupun tidak habis, tetapi tidak rugi. Ramadhan masih panjang, mungkin warga Pendopo belum banyak mengunjungi pasar beduk karena untuk berbuka puasa biasanya masak sendiri," tukasnya.

Sementara itu Nora, salahsatu pengunjung mengaku bahwa dirinya rutin mengunjungi pasar beduk karena disamping banyak pilihan menu berbuka  juga sambil ngabuburit atau menunggu waktu berbuka.

"Di pasar beduk banyak pilihan, sambil menunggu beduk magrib. Hanya saja, kami berharap untuk penempatan parkir kendaraan pemerintah dalam hal ini Dishub agar menyediakan tempat agar tidak semrawut," katanya. (sn)
Share:

Warga Muaraenim sambut Ramadhan dengan Pawai Obor, dan Syiarkan Islam

MUARA ENIM Menyambut Bulan Suci ramadhan, warga kota muara enim melaksanakan pawai obor mengelilingi kota muara enim. Kegiatan yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu ini akan dijadikan anggota rutin menyambut bulan suci ramadhan.

Salah seorang panitia, Mgs Umar SpdI mengatakan pawai obor sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu dua hari sebelum ramadhan. "Pawai keliling kota muara enim bersama seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak anak hingga orang tua," ujarnya.

Lanjutnya, selain menyambut bulan suck ramadhan, pawai obor ini juga dimaksudkan melaksanakan  syiar islam. "Karena saat pawai juga dengan bertakbir dan bershalawat, dan ini juga di lakukan di tiap daerah salah satunya di dusun muara enim dan kepur," bebernya.

Menurutnya, pawai obor memiliki makna cahaya di dalam kegelapan sebagaimana islam menerangi alam yang gelap gulita. "Dan sampai saat ini islam terus bercahaya sepanjang hidup manusia," imbuhnya.

Salah seorang warga, Yuli mengaku budaya pawai obor sangat dinanti masyarakat karena hanya ada sekali salam satu tahun. "Saya dengan anak anak sengaja tunggu depan rumah, ketika pawai datang kami pun ikut bergabung," ungkapnya

Menurutnya, pawai ini sangat baik dijadikan agenda rutin oleh pemerintah agar euforianya sampai ke daerah lain. "Karena ini syiar islam, sebagai umat muslim ini merupakan hal yang sangat baik," tukasnya. (sn)
Share:

Seni Tanjidor PALI Tampil di Ibu Kota

PALI--Untuk pertama kalinya, seni Tanjidor khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) asal Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal tampil di Hotel Ciputra Jakarta Selatan pada Senin (29/4), dalam rangka undangan dari Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya.

Tak pelak, penampilan seni Tanjidor memukau penonton yang hadir, ditambah tarian apik Burung Putih yang menambah tatapan penonton semakin terpana, tepuk tangan pun bergemuruh saat penampilan tari khas PALI itu berakhir.

Dikatakan Alamsri, Kepala Desa Spantan Jaya bahwa kedatangan tim seni Tanjidor dalam rangka ikuti whork shoop yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata, seni dan budaya RI.

"Kegiatan whork shoop dibuka pada Senin sampai dengan hari Jumat. Alhamdulillah, pada penampilan anak-anak dari PALI, banyak penonton kagum dan banyak bertanya letak wilayah PALI dimana karena penonton baru kali pertama menyaksikan tari Burung Putih," ucap Kades, Selasa (30/4).

Terpisah, Aka Cholik Darlin, ketua Dewan Kesenian Kabupaten PALI memberikan apresiasi terhadap pelaku seni asal Desa Spantan yang telah mengenalkan budaya PALI dikancah nasional.

"Ini berkat peran Bupati PALI yang serius mengembangkan budaya khas PALI. Karena mengenalkan suatu daerah salahsatunya melalui kesenian," kata Aka Cholik.

Kedepannya diharapkan Aka Cholik, pemerintah memberikan bantuan berupa fasilitas atau alat kesenian yang diperlukan.

"Menganggarkan untuk setiap kesenian yang dikelola beberapa sanggar seni agar lebih berkembang lagi dan memelihara serta menggali kembali budaya atau seni yang menjadi ciri khas daerah ini supaya PALI mempunyai jati diri kesenian yang benar-benar tidak dimiliki daerah lain," tandasnya. (sn)
Share:

Kembangkan Objek Wisata, Langkah Ini Yang Dilakukan Disbudpar PALI

PALI--Objek wisata di Bumi Serepat Serasan terus bermunculan, tentu ini membuka peluang masyarakat sekitar untuk menggerakkan perekonomianmya melalui sektor wisata.

Untuk mengembangkannya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal melakukan pendampingan yang sebelumnya akan mendata potensi alam yang ada di Kabupaten PALI yang mempunyai daya tarik untuk dijadikan objek wisata.

"Kita akan bantu promosikan tempat-tempat wisata agar lebih banyak orang mengenalnya," ujar Yunimawati, Plt Kepala Disbudpar PALI, Selasa (29/1).

Karena banyak yang bermunculan objek wisata baru, seperti Danau Biru di Desa Air Itam, Pantai Jodoh di Desa Tanjung Kurung serta Batang Hari Siku, dikatakan Yunimawati bahwa pihaknya akan melakukan pendataan.

"Selanjutnya kita tetapkan menjadi objek wisata, kemudian kita dampingi untuk penataan dan kita akan anggarkan untuk bantu promosi maupun bentuk bantuan lainnya," imbuhnya.(SN)
Share:

Mantap!! Gelar ke-7 Kota Kecil Terbersih Kembali di Sabet Kota Prabumulih

PRABUMULIH – Kota Seinggok Sepemunyian kembali menyabet piala ADIPURA yang ke-7 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan Republik Indonesia dalam kategori Kota Kecil Terbersih yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) H.Jusuf Kalla di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, senin (14/1/19)

ADIPURA yang merupak program nasional dan dilaksanakan setiap tahun itu mendorong Pemerintahan Kota Prabumulih menyabet 7 kali penghargaan secara berturut-turut, hal tersebut tak lepas dari program pemerintah Kota Prabumulih yang mengajak masyarakatnya untuk peduli terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat dengan beberapa program wirausaha yang hingga kini terus bergulir yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik



146 penerima Pengahargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan Republik Indonesia (KLKH) yang dinilai memiliki komitmen dan berhasil menunjukan kepemimpinanya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja

Kota Prabumulih ditangan Ir.H.Ridho Yahya, MM dan H.Andriansyah Fikri, SH telah mendapatkan 7 piagam penghargaan Adipura dari KLKH karena program yang tepat untuk kepentingan masayarakat, salah satunya Bank Sampah Prabumulih, Bank Sampah mengajak masyarakat untuk menabung sampah setiap hari dengan nilai sampah yang diganti dengan rupiah dan disetorkan kedalam buka tabung

“kita ada bank sampah, masyarakat Prabumulih dan Instansi Pemerintahan diwajibkan nabung sampah, hal tersebut untuk mengurangi tumpakan sampah” ucap Fikri Walikota Prabumulih

6 Kota/Kabupaten di Sumatera Selatan yang berahsil menyabet penghargaan Adipura yakni Baturaja, Kayu Agung, Sekayu, Muara Enim dan Martapura

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLKH, Rosa Vivin Ratnawati, menyampaikan melalui program Adipura Pemerintah Kota dan Kabupaten diharapkan dapat mendukung target pengelolaan sampah sebesar 100% pada tahun 2025, dan menjadi salah satu strategi nasional pengelolaan sampah dengan cepat dan terukur
Share:

PALI Punya Budaya, Disbudpar Perlu Koordinasi Seluruh Kades Bantu Promosikan

PALI -- Kekayaan budaya atau tradisi di Bumi Serepat Serasan cukup beragam, disamping potensi objek wisatanya yang cukup banyak akan mampu mendongkrak wisatawan untuk datang ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI mengajak seluruh kepala desa agar menggali dan mengangkat kembali tradisi turun temurun serta mengkoordinasikannya ke Disbudpar agar bisa diinventarisir.

"Kami perlu informasi dari desa-desa budaya apa saja yang dimiliki, sebab saat ini baru sebagian yang terdata, seperti sedekah bumi, upacara pembersihan barang pusaka serta tradisi sedekah dusun yang tersebar dibeberapa desa," ujar Yunimawati, Plt Kepala Disbudpar PALI melalui Kabid Kebudayaan, Filomina Emawati, Selasa (8/1).

Informasi budaya atau tradisi suatu daerah dikatakan Filomina akan dibantu promosi agar menjadi ikon daerah atau desa tersebut.

"Kalau sudah didata, kita akan bantu promosikan. Tetapi perlu kita pantau juga, apakah tradisi tersebut rutin dilakukan setiap tahun atau sekedar digelar ketika ada kegiatan tertentu saja," terangnya.

Sementara itu, Maryono, Kepala Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi menginginkan tradisi sedekah dusun didesanya untuk bisa dimasukan dalam agenda atau tujuan wisata di Kabupaten PALI oleh Disbudpar.

"Tradisi kami rutin setiap awal tahun, dan kami punya kebiasaan unik, yakni seluruh masyarakat berebut air yang ditampung dalam wadah, dimana sebelumnya air berasal dari sungai di desa kami, dibacakan doa-doa oleh tokoh adat, kemudian ditaburi bunga. Air yang disebut warga air Langir, dipercaya bisa menghilangkan berbagai penyakit, serta bisa membuat awet muda dan menjaga bala. Ini yang menjadi daya tarik wisatawan," harap Kades.
Share:

Begini Rencana Litbang PALI Kembangkan Hasil Uji Cobanya

PALI - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tengah mengembangkan tanaman Kembang Kol melalui media tanam hidroponik. Dan untuk hasil sementara yang diuji coba didepan kantor Badan Litbang PALI, cukup baik dan tumbuh subur serta mengeluarkan kembang kol yang tidak kalah dengan hasil yang ditanam di tanah daerah dataran tinggi.

Meskipun kondisi cuaca yang cukup panas di Bumi Serepat Serasan, namun, dengan penelitian dan uji coba, akhirnya Litbang PALI menemukan media tanam yang cocok untuk budidaya kembang kol, dengan modal kecil serta tidak memerlukan lahan yang luas juga mudah dalam perawatannya.

"Kita sudah uji coba dan hasilnya seperti yang terlihat saat ini, bahkan kualitas rasa dan kekenyalan kembang kol jauh lebih baik dibanding kembang kol yang ditanam di tanah. Hasil ini akan kita kenalkan ke masyarakat untuk dikembangkan agar nantinya bisa membantu pemenuhan gizi masyarakat, atau apabila banyak ditanam, pastinya bisa menghasilkan uang," ujar Abu Hanifah, kepala Badan Litbang PALI melalui Sekban, Ani Kurnia, Selasa (8/1).

Disamping mengembangkan tanaman kembang kol melalui hidroponik, Ani Kurnia juga bakal mengembangkan potensi alam yang cukup melimpah di Kabupaten PALI agar mempunyai nilai jual yang tinggi.

"Kita juga telah teliti buah nanas menjadi kripik serta menjadikannya berbagai produk makanan serta minuman, tentunya apabila ini dikembangkan masyarakat, akan menjadikan sumber pendapatan masyarakat karena nanas yang melimpah di PALI hanya dijual dalam bentuk buahnya saja," tukasnya.

Sekban juga mengemukakan bahwa Litbang PALI telah uji coba pembuatan asap cair, yang kegunaannya bisa untuk petani karet sebagai bahan pengental getah karet. Selain itu juga, asap cair bisa sebagai bahan pengawet alami untuk ikan asap, atau disebut warga PALI sebagai Sagalurung (ikan asap khas PALI).

"Untuk membuat asap cair, hanya perlu batok kelapa atau kayu bakar. Asap cair bisa mengawetkan sagalurung, karena yang dilakukan pelaku usaha ikan asap saat sudah benar, tetapi kelemahannya tidak tahan lama, hanya bisa tahan dua atau tiga hari. Namun, apabila ikan sebelum dipanggang direndam asap cair selama satu jam, terus dipanggang di oven, maka akan awet bisa dua sampai tiga bulan," jelasnya.

Untuk dan mengenalkan dan mengembangkan hasil penelitian Litbang PALI, Ani Kurnia mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian PALI untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat di kantor Litbang PALI.

"Juga apabila ada masyarakat yang ingin belajar cara menanam kembang kol atau tanaman lain menggunakan hidroponik, serta belajar hasil penelitian kami, silahkan datang ke kantor kami di hari kerja," ajaknya.

Dengan banyaknya hasil penelitian, Ani Kurnia juga berencana mendirikan koperasi atau UKM bagi pegawai di Badan Litbang PALI, yang tujuannya selain memacu keratifitas pegawai terutama honorer atau TKS juga menambah penghasilan pegawai.

"Intinya untuk menyejahterakan pegawai, karena kalau hanya mengandalkan honor, kami rasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi dengan adanya koperasi pegawai khusus di Litbang, secara tidak langsung dapat membantu penghasilan mereka," pungkasnya.
Share:

Kapolsek Temui Warga di Talang

MUARA ENIM - Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur SH SIK MM, bersama anggotanya menyambangi masyarakat yang tinggal di pedalaman atau di talang talang yang lokasinya cukup jauh dari ibukota Kecamatan Tanjung Agung.

Itu dilakukan sang Kapolsek untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di talang tersebut bahwa Polisi ada didekat mereka. Sang Kapolsek bersama anggotanya telah menyambangi warga yang tinggal di Talang Sanggu, Desa Lebak Budi.

Untuk menuju talang tersebut, Kapolsek bersama anggotanya mengendarai sepeda motor trail dengan melintasi jalan yang tanah berlumpur dan lincin serta berbukit bukit.

Saat bertemu dengan masyarakat di talang tersebut, Kapolsek menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahar dan hutan untuk membuka kebun. Kemudian menghimbau supaya tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Kedatangan sang Kapolsek mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang tinggal di talang tersebut. Mereka senang baru kali ini ada seorang Kapolsek yang mau terjun ke talang talang untuk betemu masyarakat yang mayorita bermata pencarian berkebun dan tinggal di rumah yang sangat sederhana.

“Kami senang, ada pak Polisi yang mau datang ke talang kami, sehingga kami merasa aman,” jelas seorang warga kepada Kapolsek.
Share:

Lestarikan Tradisi, Desa Sungai Ibul Gelar Sedekah Dusun

PALI -- Sebuah tradisi yang secara turun temurun sampai saat ini terus dipegang teguh warga Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni menggelar sedekah bumi sebagai wujud syukur atas apa yang telah dinikmati warga setempat dalam satu tahun.

Prosesi sedekah bumi atau disebut warga setempat sedekah dusun diwarnai beberapa kegiatan sakral, yakni satu hari sebelum acara puncak, warga setempat mengorbankan satu ekor kerbau dilanjutkan pembacaan surat Yasin dan amalan lainnya pada Minggu (6/1) di Masjid Al-Athar Desa setempat. Setelah itu, warga berebut air yang telah dibacakan do'a oleh tokoh adat dan ditaburi berbagai macam bunga yang disebut warga setempat Air Langir.

Maryono, Kepala Desa Sungai Ibul menceritakan sedikit sejarah desa tersebut, dimana dahulunya, ada tiga orang tokoh dari Desa Saba Petai Mangku Negara bercocok tanam di Sungai Ibul, saat itu Sungai Ibul masih disebut sebuah talang atau tempat behume (bercocok tanam).

Sekitar tahun 1950-an, beberapa tokoh berkumpul di Talang Sungai Ibul kemudian menunjuk kepala Talang. Seiring waktu, pada tahun 1976 Dewan Marga melalui Pesirah atau Camat saat ini mengusulkan Sungai Ibul menjadi desa dan alhamdulillah disetujui dan diresmikan Bupati Muara Enim saat itu Sei Sohar.

Sejak 1976-1980 ditunjuklah Zainudin sebagai Krie, dan pada tahun 1984, nama Krie berganti nama kepala desa setelah Bupati mengeluarkan keputusan penggantian nama jabatan tersebut.

Sejak saat itulah, pemilihan kepala desa secara demokrasi, yakni dipilih langsung masyarakat dilaksanakan sampai saat ini.

"Kegiatan sedekah bumi ini merupakan adab kita sejak lama, jangan sampai hilang. Meski pun dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil, tetapi kita laksanakan semampu kita, kegiatan ini juga sebagai upaya melawan lupa," ungkap Maryono.

Sedekah bumi juga menunjukan kekompakan warga,karena dikatakan Kades bahwa sampai saat ini, sedekah bumi dilaksanakan atas gotong royong, baik itu biaya maupun peralatan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Ini adalah cerminan desa kami, seluruh warga dengan sukarela menumbangkan berbagai macam bahan untuk keperluan sedekah. Dan kami harapkan ini akan terus dipertahankan. Karena, dengan kegiatan ini kita tahu sejarah desa kita serta mendoakan para pendiri desa ini dan kita bisa mempererat tali silaturrahmi serta menghilangkan kesenjangan sosial," tukasnya.

Diakui Kades bahwa saat ini Desa Sungai Ibul sejak dipimpin, Kepala Talang Krie sampai Kades, pembangunan desa terus dilakukan dan hingga akhirnya desa tersebut keluar dari desa ketertinggalan menuju desa berkembang.

"Keadaan ini berkat para pendiri desa serta pemimpin desa ini terdahulu. Kita terus berbenah dan membangun hingga saat ini, akses publik sudah terbuka dan kita semua berharap desa kita semakin maju dan menuju PALI Cemerlang Sungai Ibul Cerdas dan Bermartabat," harapnya.

Sementara itu ,Yas Budaya salahsatu tokoh masyarakat setempat yang juga salahsatu Calon Legislatif Kabupaten PALI Dapil 1 menginginkan kegiatan sedekah dusun seperti yang digelar di Desa Sungai Ibul perlu dilestarikan. Sebab selain sebagai menjaga tradisi turun temurun, juga menjadi salahsatu daya tarik tersendiri yang nantinya menjadikan magnet bagi warga luar desa Sungai Ibul untuk mengunjunginya.

"Tentunya apabila setiap tahun dilaksanakan dan menjadikan ikon desa ini, akan mengundang banyak orang untuk datang ke desa ini. Nah, kalau sudah demikian, maka membuka akses masyarakat disektor wisata untuk menggerakkan ekonominya," katanya. (red)
Share:

Menjelang Pergantian Tahun, Polres Prabumulih Terjunkan 320 Personil

PRABUMULIH – Polres Prabumulih setidaknya akan menerjunkan 320 personel untuk melakukan pengamanan malam pergantian tahun 2018-2019, hal tersebut guna mengantisipasi dan menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah kota Prabumulih,

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kabag Ops Polres Prabumulih Kompol Agus Slamet saat dikonfirmasi mengatakan personel tersebut berasal dari gabungan Bag/Satuan/Sie dan Polsek-Polsek jajaran.

Sebelum dilaksanakan pengamanan akan dilakukan apel konsolidasi di Polres Prabumulih pada hari Senin (31/12/2018) yang akan dipimpin langsung oleh Kapolres Prabumulih.

Kabag Ops Polres Prabumulih menambahkan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan TNI, Pol PP, serta instansi terkait lainnya untuk terlibat dalam pengamanan malam tahun baru.

” Meski selama ini perayaan tahun baru di Kota Prabumulih berjalan aman dan kondusif, kami tidak mau under estimate, Polres Prabumulih akan all out untuk melakukan penanganan malam pergantian tahun di Kota Prabumulih ” Ujar Kabag Ops.

Untuk di Kota Prabumulih perayaan malam tahun baru dipusatkan di Taman Kota Prabu Jaya, maka dari itu pengamanakan akan di fokuskan di lokasi tersebut, namun 320 personel Polres Prabumulih tadi juga akan disebar dibeberapa titik rawan serta beberapa gereja yang masih ada kegiatan ibadah.

Polres Prabumulih juga menghimbau kepada masyarakat yang akan merayakan malam pergantian tahun agar patuhi peraturan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Jangan menyalakan kembang api/petasan di badan jalan atau median jalan yang dapat mengganggu pengendara lain.

Selain itu kata dia, jangan melakukan konvoi/ kebut-kebutan di jalan raya, serta jangan mengemudikan kendaraan dalam keadaan dibawah pengaruh Alkohol atau dalam kondisi mabuk.

” Jangan lupa gunakan Helm Standar Nasional (SNI) bagi pengendara sepeda motor, serta bagi masyarakat yang mengadakan hiburan pada malam hari agar memperhatikan batasan waktu yang ada” tungkas Kompol Agus Slamet.(bio/sn)
Share:

Polsek Talang Ubi dan Satpol.PP PALI Siap Amankan Malam Pergantian Tahun

PALI--Kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) siap mengamankan malam pergantian tahun di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Tim gabungan tersebut mendirikan Pos PAM di pusat kota, yakni di Simpang Lima Pendopo sejak satu minggu lalu sebelum perayaan Hari Natal.

Dikatakan Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan bahwa Polsek Talang Ubi mengerahkan puluhan personilnya dalam mengamankan perayaan Hari Natal dan malam pergantian tahun.

"Hari Natal berlangsung aman dan terkendali, sementara untuk pengamanan malam tahun baru, kita turunkan kekuatan penuh agar berlangsung tertib dan tidak mengganggu masyarakat lain," katanya.

Ditegaskan Okto, bahwa meski perayaan malam tahun baru biasanya berpusat di Simpang Lima Pendopo, tetapi nanti anggotanya akan aktif berpatroli disekitar wilayah hukumnya.

"Kita tidak ingin kecolongan saat masyarakat merayakan pergantian tahun, kita intensif melakukan patroli. Dan dari pantauan saat ini, kondisi kota Pendopo dan sekitarnya kondusif," tukasnya.

Sementara itu, Zulkopli, Kepala Satpol.PP PALI menghimbau masyarakat Bumi Serepat Serasan agar dalam merayakan malam tahun baru untuk menjaga ketertiban. Dan pihaknya akan menerjunkan seluruh anggota Satpol.PP untuk membantu kepolisian dalam mengamankan malam pergantian tahun.

"Pada Senin (31/12), seluruh anggota kita akan diturunkan, dan kita akan lakukan patroli dalam kota serta patroli ke seluruh kecamatan. Untuk hiburan orgen tunggal, kita persilahkan untuk menggelarnya, asalkan tertib dan mengakhiri sebelum pukul 01.00 WIB serta jangan menggelar musik remix untuk menghindari peredaran dan penggunaan narkoba serta Miras," tandasnya.
Share:

Cari Bibit Atlit di PALI dengan Lomba Bidar

PALI-- Lomba perahu bidar Race 2018, kembali digelar Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (9/8) yang bakal dilaksanakan sampai Sabtu (11/8) di Desa modong kecamatan Tanah Abang.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi objek hiburan rakyat, dimana pesertanya bukan hanya dari wilayah PALI saja, melainkan dari beberapa daerah tetangga.

"Pelaksanaan lomba bidar ini dilaksanakan Pemkab melaui Disbudpar PALI. Lomba bidar sendiri telah rutin dilaksanakan sejak 11 tahun silam dan sampai saat ini terpelihara dengan baik," ungkap Rizal Pahlepi, asisten 1 yang mewakili Bupati PALI saat membuka kegiatan tersebut.

Diharapkannya dalam ajang Race bidar ini dapat melahirkan atlit muda dicabang olahraga dayung yang akan mewakili kabupaten PALI.

"Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga dalam rangka menjaring atlet baru di Cabor dayung. Semoga,kegiatan ini menjadi magnet untuk menarik wisatawan agar datang ke PALI," harapnya.

Sementara itu, Hermawan kepala desa Modong mengaku bahwa tahun 2018 ini, desanya mendapat bantuan dari Disbudpar dua unit perahu bidar jenis naga.

"Menjadi penyemangat kami selaku warga desa ini atas bantuan dari Pemkab. Dengan rutinnya kegiatan ini dibantu promosi yang dilakukan Disbudpar, berharap kedepannya desa kami menjadi salahsatu objek wisata," kata Kades.(red)
Share:

BGP 2018, Delfi Ariansyah Raih Dua Penghargaan

PALI-- Puncak ajang pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) tahun 2018 yang digelar pada Jumat malam (27/7) di gedung Orkes komplek Pertamina Pendopo, menghantarkan Delfi Ariansyah, finalis dengan nomor peserta 15 asal Desa Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara mendapatkan dua kategori penghargaan, yakni kategori bujang favorit dan menjadi juara II atau wakil 1 Bujang PALI 2018.

Diwarnai gegap gempita pendukung masing-masing peserta, dimana ada 26 peserta yang mendapatkan tiket grand final, setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya Delfi terpilih jadi runer up.

Sementara yang menjuarai Bujang PALI  tahun 2018, disandang peserta nomor dada 03 atas nama Rifky dan gadis PALI diraih peserta nomor dada 02 atas nama Melty Putaria. Untuk wakil 1 gadis PALI atau runer up diraih Yolla, peserta nomor dada 04.

"Alhamdulillah, meski juara II tetap kami bangga mempunyai putra seperti Delfi. Yang begitu semangat mengikuti pemilihan BGP dari babak penyisihan sampai diatas panggung grand final," ucap Dedi Handayani, orang tua Delfi.

Sementara itu, Suprihyatno ketua penyelenggara juga kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersyukur atas suksesnya ajang pencarian duta wisata di kabupaten PALI.

"Sejak pendaftaran dibuka sampai grand final usai, alhamdulillah berjalan sukses. Peserta yang mendaftar dari 5 kecamatan, seluruhnya berjumlah 97 orang, kemudian dari seleksi tingkat kecamatan, ada 61 peserta yang lolos ke semi final," ucap Suprihyatno.

Selanjutnya dikatakan Suprihyatno, hasil semi final, membawa 26 peserta menuju grand final.

"Diharapkan dengan terpilihnya BGP 2018, wisata dan budaya PALI bisa lebih dikenal lagi melalui para pemenang ajang ini," harapnya. (red)
Share:

Tiket Menuju Grand Final BGP Diperebutkan 61 Finalis

PALI-- Pemilihan duta pariwisata Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini memasuki babak semi final, setelah sebelumnya tahapan demi tahapan dilalui oleh sedikitnya 97 peserta dari lima kecamatan yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Dari seleksi disetiap kecamatan, tersisa 61 peserta yang saat ini berkompetisi untuk meraih tiket menuju grand final yang bakal digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PALI selaku penyelenggara kegiatan tersebut pada Jumat (27/7) mendatang.

Ajang BGP sendiri mendatangkan tim juri independen dari kota Palembang, sejak babak penyisihan tingkat kecamatan sampai grand final nanti. Dari 61 peserta pada babak semi final, nantinya bakal dipilih 13 pasang BGP untuk berkompetisi di grand final mendatang.

Suprihyatno kepala Disbudpar kabupaten PALI menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya untuk menjaring Bujang Gadis PALI (BGP) sebagai duta pariwisata di kabupaten PALI.


"Hari ini alhamdulillah sudah memasuki babak semifinal, kita harapkan kompetisi ini melahirkan BGP yang berkompeten, mempunyai wawasan luas serta mampu mempromosikan kabupaten PALI untuk lebih dikenal lagi," ungkap Suprihyatno, Sabtu (21/7) saat pembukaan semi final, di Gendung Orkes Komplek Pertamina Pendopo.

Pembukaan semi final sendiri dibuka langsung Plt Sekda PALI, Syahron Nazil dan dhadiri sejumlah kepala OPD dilingkugan Pemkab PALI.

"BGP selain menarik juga harus mampu mengembangkan potensi yang ada dan mampu memahami budaya serta adat istiadat yang ada di Kabupaten PALI. Agar nantinya bisa mempromosikan kabupaten PALI secara maksimal," pasan Sekda.

Sampai berita ini diturunkan, semi final BGP masih berlangsung.(red/mrsd)
Share:

Meriahkan HUT PALI, Disbudpar Gelar Lomba Dangdut

PALI-- Dalam memeriahkan HUT Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ke-5, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), melakukan lomba tarik suara jenis lagu dangdut, kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 17 hingga 18 April 2018.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs Suprihyatno, mengatakan lomba tersebut merupakan permintaan dari Bupati PALI, dan dalam memeriahkan hari jadi kabupaten, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan Masyarakat umumnya.

"Kegiatan ini mengambil tema wujudkan kembali citra dangdut Indonesia, yang berbudaya, sopan dan santun, peserta yang ikut berjumlah 137," ucap Suprihyatno.

Kadin Disbudpar menambahkan kegiatan ini tidak ada Sabotase maupun intervensi dari pihak manapun, peserta yang menang tentunya sesuai dengan kategori, dewan jurinya pun independen dengan menilai sesuai dengan penampilan peserta.

Dijelaskannya bahwa panitia telah menyediakan uang pembinaan, dan hadiah utamanya duet bersama artis Ibu kota yakni Dewi Persik pada malam puncak hiburan rakyat, Sabtu taggal 21 April 2018.


"Dengan adanya lomba dangdut ini, diharapkan masyarakat PALI bisa meninggalkan kebiasaan menggelar  musik remix, sebab musik remix mengundang orang menggunakan narkoba," ujarnya.

Selama dua hari tersebut, dikatakan Suprihyatno telah menghasilkan pemenang sebanyak 6 orang, yang nantinya juara I selain mendapat hadiah pembinaan juga bakal berduet artis Ibu Kota.

Dipaparkan Suprihyatno daftar pemenang lomba lagu dangdut yang

Keputusannya mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat, yakni JUARA I NOMOR URUT 64 , ATAS NAMA : RIZALDI ZIAN APRILIANSYAH,JUARA II NOMOR URUT 82, ATAS NAMA : ANI LODIANTI,JUARA III NOMOR URUT 91. ATAS NAMA: WIWIN DWI PUSPITA,JUARA HARAPAN I NOMOR URUT 20, ATAS NAMA : SYAHRINI,JUARA HARAPAN II NOMOR URUT 66, ATAS NAMA : ADIT, dan JUARA HARAPAN III NOMOR URUT 24, ATAS NAMA BAMBANG HARDIANSYAH.

 

"Pengambilan piala, penghargaan dan uang pembinaan pada malam pesta rakyat 21 april 2018.Buat yang belum menang jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan tahun depan," pesannya. (red)
Share:

Pemangku Adat Harus Mampu Jadi Duta Budaya PALI

PALI--Kaya akan peninggalan sejarah, Kecamatan Tanah Abang berpotensi bakal banyak datangkan wisatawan untuk mengunjungi wilayah tersebut. Sebab disamping mempunyai situs Candi Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang juga disinyalir mempunyai banyak kebudayaan yang Kini terpendam.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus berupaya menggali kembali budaya lokal yang dilupakan warga sekitar bahkan ada yang nyaris punah.

Salahsatu upaya pengembalian budaya lokal agar bisa dimunculkan kembali, Disbudpar menekankan kepada Pemangku Adat kecamatan Tanah Abang agar lebih aktif menelusuri dan mengumpulkan data supaya adat istiadat atau kesenian asli Tanah Abang bahkan yang berkaitan dengan sejarah Candi Bumi Ayu untuk digali kembali.

"Kami telah laksanakan pembekalan terhadap seluruh Pemangku Adat di Kecamatan Tanah Abang dan empat kecamatan lainnya, agar mereka sebagai tokoh yang ditunjuk melestarikan budaya mampu menjadi inisiator kembalinya budaya yang menghilang," ucap Suprihyatno, Kepala Disbudpar PALI didampingi Filomina Emawati, Kabid Kebudayaan, Kamis (26/4).


Diharapkan selain menggali budaya yang dilupakan, Pemangku Adat juga berkewajiban mendorong semangat pelaku kesenian yang saat ini telah ada. Seperti tarian Ritus Candi Bumi Ayu, Tari Burung Putih dan tari-tarian lainnya serta musik Senjang.

"Pemangku Adat juga sebagai duta budaya, yang ikut berpartisipasi mengenalkan budaya lokal serta memberikan semangat kepada penari maupun pelatihnya agar terpelihara," tambah Suprihyatno.

Karena saat ini sering terlihat kurangnya dukungan dari masyarakat terhadap tarian atau kesenian khas lokal. Terbukti, dikatakan Suprihyatno bahwa setiap penampilan penari atau penabuh Senjang, respon masyarakat hanya menonton, tetapi kurang di apresiasi.

"Coba kalau nyawer biduan orgen tunggal, banyak warga berebut untuk memberikan uang saweran. Tetapi sebaliknya, apabila ada penari yang tampil, hanya beberapa orang memberikannya. Ini harus kita rubah agar pelaku seni yang melestarikan budaya kita bersemangat supaya seni dan budaya lokal tidak punah," pungkas Kadisbudpar PALI.(red)
Share:

Lestarikan Budaya PALI, Disbudpar Lakukan Sosialisasi Pemangku Adat

PALI-- Lestarikan budaya asli Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) PALI merangkul pemangku adat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga adat istiadat warga di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Bukan hanya merangkul pemangku adat dalam melestarikan budaya leluhur asli Kabupaten yang baru berumur empat tahun ini,namun Disbudpar juga melakukan pertemuan rutin dengan para pemangku adat di masing-masing kecamatan.

Dimulai tanggal 10 april sampai dengan 17 april 2018, Disbudpar PALI berkeliling mensosilisasikan dan memberi pembekalan terhadap 340 orang pemangku adat dimana ketua pemangku adat Kabupaten PALI oleh Sedi Suhardi.

Diawali di Kecamatan Talang Ubi dan diakhiri Kecamatan Tanah Abang, Sosialisasi kepada pemangku adat mendapat antusias cukup tinggi dari pemangku adat.

Materi yang diberikan adalah penyampaian implementasi UU nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Dimana menurut kepala Dunas Budpar PALI, Drs Suprihyatno didampingi Kabid Kebudayaan, Filomina Emawati bahwa dari pemaparan undang-undang nomor 5 tersebut ada 11 objek pemajuan kebudayaan.

Dimana, pemangku adat harus paha dan ikut berperan aktif diantara 11 objek pemajuan kebudayaan itu.

"Ditekankan pemangku adat harus berpartisipasi terhadap Adat dan istiadat, namun tidak menutup kemungkinan ke 11 pemajuan kebudayaan pemangku adat bisa menguasai. Adapaun 11 pemajuan kebudayaan adalah Seni, Adat istiadat, Ritus, Manuskrip,Tradisi lisan, Pengetahuan tradisional, Permainan rakyat, Olahraga tradisional, Teknologi tradisional, Bahasa dan Cagar Budaya," beber Suprihyatno.

Kedepan dijelaskan Suprihyatno hasil kompilasi akan dievaluasi dan hasilnya sudah terkonsep dan akan terisi di aplikasi APIK yang akan disampaikan pada Kongres Nasional Kebudayaan di Kota Solo pada November 2018 mendatang.

"Nantinya kita rumuskan dan gali kembali adat istiadat asli PALI, untuk melestarikan dan menggali kembali budaya asli di Bumi Serepat Serasan," terang Kadisbudpar.

Diharapkan juga, dengan adanya konsep budaya asli PALI, akan menarik minat wisatawan datang ke PALI selain untuk mengunjungi objek wisata Candi Bumi Ayu.

"Kita sudah punya candi Bumi Ayu, dan akan lebih menarik lagi apabila ada asat istiadat atau budaya PALI yang menjadi ciri khasnya," pungkas Suprihyatno.(red)
Share:


Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers


Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts