Ribuan Masyarakat Prabumulih Siap di Rapid Test Covid 19, Hasil Rapid Test Wako Prabumulih Positif?

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Setelah menunggu cukup lama, akhirnya 2 Ribu Rapid test Covid 19 yang dipesan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) tiba di Kota Prabumulih. Dari video yang beredar di sosial media, Rapid test tersebut tiba di Kota Prabumulih sekitar pukul 21.00 wib dan langsung diserahkan oleh Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya ke Kepala Dinas Kesehatan, dr H Happy Tedjo. 

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Prabumulih menjadi orang pertama yang melakukan pemeriksaan menggunakan alat rapid test tersebut. "Saya yang mencoba pertama kali dan Alhamdulillah hasil saya adalah negatif," tegasnya. 

Menurut ayah tiga anak ini, hasil rapid test belum tentu akurat namun demikian harus yakin dan percaya diri agar menjadi kekuatan dan imunitas tubuh. "Jangan mentang-mentang negatif tidak mau pakai masker lagi, tidak mau pakai handsanitizer lagi, Jangan," kata Ridho. 

Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan, karena virus covid 19 ini bisa setiap saat muncul. "Yang penting makan makanan yang sehat, olahraga teratur Insya Allah seluruh masyarakat Prabumulih akan sehat dan terhindar dari virus corona," jelasnya. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo dikonfirmasi melalui sambungan telefon menuturkan, pemeriksaan terhadap keluarga dan kontak dengan pasien covid 19 siap dilakukan mulai hari ini.

"Yang kontak kemarin belum diperiksa ada 80 kemarin. Sementara untuk keluarga pak Fikri cukup banyak 10 lebih," kata Tedjo.

Menurut Tedjo, rapid test Lebih diutamakan untuk orang yang memiliki gejala yakni Pasien Dalam Pantauan (PDP). "Paling utama gejala PDP, kedua ODP dan OTG ke tiga. Yang tidak ada gejala prioritas ke tiga, termasuk keluarga yang tidak ada gejala itu nomor 3," tuturnya mengatakan beberapa orang yang ada keluhan belum diperiksa.

Disampaikan Tedjo, jumlah OTG yang ada di Prabumulih mencapai ratusan. "Yang jelas OTG ada 100 lebih," ucapnya.

Disinggung terkait 2 ribu rapid test ini, menurut Tedjo nantinya sebelum digunakan akan diberikan pengarahan terlebih dahulu.   "Yang jelas dari surveilans Puskesmas nanti sisanya perintah pak Wali di PSC. Siapa yang dari luar kota datang kalau ada gejala bisa memanggil PSC di tes," katanya.

Lebih lanjut Tedjo mengatakan sebelum digunakan, pihaknya terlebih dahulu akan mengumpulkan petugas medis dari Puskesmas dan Rumah Sakit untuk diberi pengarahan. 

"Yang kemarin ke Palembang itu cuma tiga orang, nanti mereka melatih petugas puskes dan rumah sakit. Setelah itu baru nanti bergerak," pungkasnya.(SN)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts