Ketua TP.PKK PALI Ajak Semua Elemen di PALI Cegah Stunting


PALI. SININEWS.COM -- Ketua TP.PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Hj Elly Ismiani mengajak lintas sektoral untuk bersama-sama melakukan pencegahan Stunting atau terhambatnya tumbuh kembang anak akibat masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.


Ajakan itu disampaikan Ketua TP.PKK PALI yang juga istri dari Pj Bupati PALI H Rosidin saat membuka kegiatan advokasi proyek prioritas nasional kepada pemangku kebijakan daerah tentang promosi KIE dalam rangka pencegahan stunting di kabupaten PALI yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI, Selasa (30/3/21) di Grand Charlie Hotel. 


"Stunting perlu kerjasama lintas sektoral untuk mendorong terwujudnya keluarga kecil serta perlu pembinaan terhadap keluarga dalam pemenuhan gizi agar anggota keluarganya terhindar dari stunting. Terutama pihak pada lingkungan terdekat, yakni kepala desa dan penggerak PKK tingkat desa. Karena mencegah Stunting bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama," ajak Hj Elly Ismiani. 

Istri Pj Bupati PALI juga menyebut bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dilanjutkan 1.000 hari pertama kehidupan.

"TP.PKK melalui Pokja 4 telah melakukan berbagai upaya dalam mencegah Stunting, diantaranya pendataan, penyuluhan dan membantu pemerintah karena membuka pemahaman kepada masyarakat dalam mencegah Stunting harus terus digerakkan supaya kedepan PALI bisa bebas dari kasus Stunting," harapnya. 


Ditempat sama, Dra Yenni Nopriani kepala DPPKBPPPA PALI menjelaskan bahwa Kabupaten PALI menargetkan sasaran pencegahan Stunting sebanyak 7.522 jiwa dari 71 desa atau kelurahan dengan program promosi dan KIE 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), sasarannya ibu hamil dan keluarga yang mempunyai Baduta dan Balita.

"Langkah untuk mencapai target itu, kabupaten PALI telah melantik Duta Stunting di kecamatan dan desa/kelurahan. Selain itu dalam pencegahan Stunting, DPPKBPPPA telah melakukan MoU berupa perjanjian kerjasama dengan kementerian agama (Kemenag) kabupaten PALI melalui penyuluhan bagi calon pengantin dan perjanjian kerjasama dengan Dinkes untuk pencegahan Stunting melalui penyuluhan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin dan mendapatkan data ibu hamil ,Baduta, Balita di 71 desa/kelurahan," urai Yenni. 

Pada kegiatan yang dibuka ketua TP.PKK PALI juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, OPD terkait di lingkungan Pemkab PALI, kepala desa Lokus Stunting, ketua TP.PKK Lokus Stunting dan bidan desa lokus Stunting. (sn/perry)


  
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts