Turunnya APBD Kota Prabumulih, 2022 Di Proyeksi Hanya Rp 797 Miliar

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Prabumulih setiap tahun terus mengalami penurunan, jika pada tahun-tahun sebelum pandemi mencapai Tp 1,2 triliun pada 2022 diproyeksikan turun bahkan hanya Rp 797 miliar.

Hal itu terungkap ketika Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya bersama Wakil Walikota, H Andriansyah Fikri dan Sekda selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Prabumulih tahun anggaran 2022 kepada Ketua DPRD Kota Prabumulih, Sutarno SE di ruang rapat Banggar DPRD Kota Prabumulih.

Dalam rapat itu diketahui Pendapatan APBD Kota Prabumulih tahun 2022 mendatang sebesar Rp797 miliar. Jumlah tersebut turun sekitar 12 persen sampai 15 persen dibandingkat tahun 2021 yang hanya sebesar Rp 890 milar.

"Proyeksi pendapatan APBD Kota Prabumulih dalam KUA PPAS disampaikan turun lantaran berkurangnya transferan Dana Alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat, penurunannya sekitar 12 sampai 15 persen," ungkap Wakil Ketua I DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo SE ketika diwawancarai belum lama ini.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menduga penurunan tersebut disebabkan pemerintah pusat mengutamakan penanganan pandemi covid 19 yang terjadi diseluruh daerah di Indonesia.

"Dengan menurunnya proyeksi APBD ini maka kami mendorong agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditingkatkan," ujarnya.

Namun Palo juga meminta meski harus meningkatkan PAD, pemerintah juga diimbau agar tidak menyasar pedagang kecil yang sudah susah malah dibebani lagi. "Mereka sudah susah selama pandemi ini malah dibebani lagi dengan masalah retribusi dan pajak, tentu tidak benar juga," bebernya.

Lebih lanjut suami Hj Rusni ini menuturkan, pemerintah harus bisa menarik dana dana masuk baik dari APBN maupun lainnya sehingga pembangunan di kota Prabumulih tetap dapat berjalan meski dana APBD kecil.

"Tentu kita juga harus berhemat, kegiatan tidak penting akan kita kurangi. Kita lebih mengutamakan pemulihan ekonomi masyarakat, acara yang bersifat seremonial akan kita kurangi," tegasnya.

Palo menambahkan, meski pihaknya telah menerima KUA PPAS namun belum dapat melakukan pembahasan lantaran sampai saat ini Permendagri tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2022 belum keluar. "Jadi kita masih menunggu itu (Permendagri-red) keluar baru akan melakukan pembahasan," tambahnya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan meskipun anggaran tahun depan kembalo turun namun pihaknya tidak akan berpangku tangan saja. Ridho mengaku langkah satu-satunya agar pembangunan di kota Prabumulih tetap jalan adalah terus meloby dana bantuan pusat dan itu akan dilakukannya bersama jajaran.

Selain itu, Walikota dua periode ini menuturkan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergali.

"Kita akan terus gali dana pusat yang ada di kementerian-kementerian dan kita akan gali potensi sumber PAD yang belum tergali," bebernya.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers


Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts