Pemilik Lahan Cari Keadilan, Kelapa Sawit Milik PT GBS Ditanam Diantara Pohon Karet


PALI. SININEWS.COM -- Hajar (60) warga Desa Betung kecamatan Abab kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini tengah menuntut keadilan. Pasalnya, lahan seluas lebih kurang satu hektar yang ditanami pohon karet yang menjadi tumpuan hidupnya diduga diserobot PT Golden Blossom Sumatera (GBS) yang telah menanami kelapa sawit diantara tanaman karet milik Hajar. 


Lokasi lahan itu terletak di perbatasan wilayah Prambatan kecamatan Abab kabupaten PALI dan Sungai Rotan kabupaten Muara Enim, dimana dari pengakuan Hajar bahwa lahan itu ditanami pohon kelapa sawit sudah lebih dari 10 tahun dan saat ini kelapa sawit itu sudah di panen pihak PT GBS. 


"Saya dapatkan lahan itu dari membeli dan saya tanami karet. Tidak lama ditanami karet, pihak GBS menanam kelapa sawit diantara tanaman karet saya sekitar tahun 2003 dan hingga sekarang kelapa sawit dipanen pihak GBS dan karet tetap saya yang menyadap," ujar Hajar, Senin (18/4/22).


Untuk mencari keadilan, Hajar menyebut telah melakukan beberapa upaya dengan menemui Bupati Muara Enim sebelum PALI memisahkan diri dari kabupaten Muara Enim dan wakil Gubernur Sumatera Selatan masih dijabat Edy Yusuf.


"Upaya itu belum membuahkan hasil, dua kali saya temui bupati Muara Enim dan satu kali ke wakil Gubernur serta satu kali diajak pertemuan melalui Sekda PALI saat PALI masih baru-barunya mekar. Tapi tidak ada hasil. Saya juga tidak menghalangi pihak GBS memanen sawit tapi jangan pernah halangi saya untuk menyadap karet karena lahan itu milik saya dibuktikan dengan surat jual beli tanggal 20 oktober 2002. Kemudian saya tanam karet tahun itu 2002," terangnya. 


Meski belum ada hasilnya, Hajar tetap berupaya menempuh keadilan karena lahan itu adalah haknya. 


"Saya akan terus mencari keadilan. Kalau memang perusahaan ingin menguasai lahan itu, silahkan saja dengan syarat jalani aturan yang ada dan kami harap juga kepada pemerintah untuk pro rakyat jangan terkesan membela perusahaan karena lahan itu adalah tumpuan hidup bagi keluarga kami," harapnya. 


Sementara itu, pihak perusahaan dalam hal ini PT GBS belum memberikan klasifikasinya terkait permasalahan tersebut. (sn/perry)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts