Jelang Idul Adha Corona Meningkat, Kadinkes PALI Ajak Warga Ikut Vaksin

foto. Plt Kadinkes PALI 



PALI. SININEWS.COM -- Kasus covid-19 menjelang hari raya Idul Adha disejumlah daerah di Indonesia terutama di pulau Jawa kembali meningkat. Terlebih virus corona sub varian omicron BA.4 dan BA.5 dilaporkan telah ditemukan di Indonesia dengan tingkat penularannya yang  sangat cepat.


Tentu hal itu menjadi perhatian pemerintah agar varian baru itu tidak mewabah kembali ditengah mulai melandainya pandemi corona yang sudah berlangsung dua tahun ini. 


Termasuk di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten PALI terus menghimbau warga yang ada di Bumi Serepat Serasan agar mewaspadai penyebaran covid-19 meskipun varian baru sub omicron BA.4 dan BA.5 belum ditemukan di provinsi Sumatera Selatan, tetapi masyarakat harus tetap mawas diri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 


"Sebenarnya di kabupaten PALI, sudah dua bulan terakhir ini tidak ada penambahan kasus baru covid-19. Namun tetap saja, kita tidak boleh lengah lantaran WHO dan para pakar meminta pemerintah dan masyarakat tidak lengah dan tetap waspada untuk mencegah kenaikan rawat inap atau bahkan kematian yang disebabkan virus corona," ujar dr Zamir Alvi, Plt Kepala Dinas kesehatan kabupaten PALI, Minggu (26/6/22).

 

Dijelaskan dr Zamir bahwa covid-19 varian baru lebih parah dari pada covid-19 varian sebelumnya. 


"Dari hasil penelitian, omicron varian BA.4 dan BA.5 bisa memiliki tingkat keparahan yang lebih besar karena memiliki mutasi yang diadopsi dari varian Delta. Varian ini dengan cepat dan mudah masuk ke sel, sehingga ini bisa membuat sifat keparahannya itu bisa lebih meningkat," tukasnya. 


Untuk hindari penyebaran covid-19, dr Zamir mengajak selain menerapkan protokol kesehatan  juga bagi masyarakat yang belum divaksin agar mendatangi fasilitas kesehatan terdekat  baik dosis pertama, kedua dan booster. 


"Kami terus layani pemberian vaksin bagi masyarakat, hanya saja untuk jemput bola tidak kita lakukan, kami layani di fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).  Sebab hingga saat ini pemberian vaksin dosis ketiga atau booster masih rendah," terangnya. (sn/perry)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts