PALI. SININEWS.COM -- Dua penggilingan padi yang ada di kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yakni yang ada di Desa Raja dan Desa Pandan pada musim panen tahun ini digaet atau bekerjasama dengan Bulog Lahat untuk melakukan proses pengolahan gabah menjadi beras.
Bukan hanya digaet untuk melakukan pengolahan gabah menjadi beras saja, pengelola penggilingan padi yang juga tergabung pada kelompok tani setempat dipercaya untuk melakukan pembelian gabah ke petani dengan harga sesuai ketentuan pemerintah yakni minimal Rp 6.500 per kilogram.
Dengan digaetnya dua penggilingan padi di Kecamatan Tanah Abang sekaligus melakukan pembelian gabah, petani pun terdampak manfaatnya lantaran padi hasil panen mereka ditampung Bulog melalui pengelolaan penggilingan padi dengan harga maksimal yang tentunya sangat menguntungkan petani.
Dikatakan Endi Rosidi, pengelola penggilingan padi Desa Raja bahwa dengan adanya kerjasama dengan Bulog Lahat, bukan hanya pengelola yang mendapatkan keuntungan tetapi warga sekitar pun ketiban rezeki karena bisa turut bekerja pada proses pembelian hingga pengemasan gabah menjadi beras.
"Dengan adanya kerjasama ini kami mendapatkan pekerjaan pengolahan gabah menjadi beras. Dan pada proses pembelian gabah dari petani, ada upah angkut dari lahan ke pabrik penggilingan yang diambil warga setempat. Artinya dengan kerjasama ini membuka peluang pekerjaan bagi warga sekitar," ungkap Endi Rosidi.
Pada proses pembelian gabah dari petani, pengelola penggilingan hanya melakukan penimbangan sementara untuk pembayaran langsung di transfer dari Bulog ke rekening petani.
"Kami hanya melihat kualitas gabah yang sudah dipanen, kemudian apabila sudah sesuai spek dari Bulog maka langsung ditimbang dan dibayar oleh Bulog melalui rekening petani dengan harga Rp 6.500/kg. Dengan demikian tidak ada lagi praktek calo maupun tengkulak yang masuk, yang tentunya menguntungkan petani," jelasnya.
Sementara itu, Efri Engga perwakilan dari BPP Tanah Abang menyebutkan bahwa kerjasama antara Bulog dengan Penggilingan Padi Lematang Indah (Pandan) dan Karya Bersama (Raja) dalam bentuk pelayanan jasa pascapanen, mulai dari penyerapan gabah dari petani, pengeringan, sampai penggilingan.
"Untuk Penggilingan yang bekerjasama dengan Bulog disebut maklon Bulog," sebut Engga, Rabu 23 September 2025.
Dijelaskan Engga untuk dana pembelian gabah langsung dari Bulog di transfer ke petani, dalam hal ini maklon sebagai perantara.
"Tidak ada lagi praktek calo atau tengkulak yang biasa mempermainkan harga gabah. Sekarang petani bisa menjual ke Bulog langsung melalui maklon dengan harga sesuai ketentuan pemerintah pusat," jelasnya.
Untuk kerjasama antara pengelola penggilingan padi dengan Bulog tentu sangat menguntungkan karena berdasarkan volume gabah yang diserap.
"Dan beras hasil penggilingan dijemput oleh pihak Bulog ke penggilingan apabila sudah mencap 10 ton beras. Kalaupun diantar oleh pengelola penggilingan, ongkos kirim diganti sesuai jarak tempuhnya," imbuhnya.
Hasil pengolahan gabah menjadi beras yang dihasilkan sepenuhnya milik Bulog dan pengemasan langsung dari pihak Bulog.
"Beras petani dari Pandan, Modong, Raja serta wilayah sekitar dikemas oleh Bulog menjadi beras SPHP yang nantinya disalurkan kembali ke masyarakat," ucapnya.
Untuk kapasitas atau produksi dalam satu bulan, penggilingan bisa memproduksi 30 ton beras per bulan, artinya dalam 1 musim panen IP-100 (2 bulan) bisa memproduksi beras 60-70 ton.
"Selain kerjasama dengan Bulog, ada kelompok petani di Pandan dan Raja juga memproduksi beras yang sudah dipatenkan, yakni Beras Pandan Sri dan Beras Raja Sri. Dimana penjualan beras tersebut secara free market (online dan offline). Harganya sesuai HET dari kualitas premium, Madiun hingga Menir. Untuk pemasaran saat ini sepertinya lingkup Kecamatan terlebihdahulu karena butuh modal lebih besar utk serap gabah, support kemasan yang bagus sebagai penunjang pemasaran dan oelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengelola," tutupnya.(sn/perry)

No comments:
Post a Comment