PALI. SININEWS.COM -- Asosiasi Pemuda Peduli PALI (AP3) bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) Aliansi Nusantara Kabupaten PALI secara tegas mendesak pihak PT Pertamina Adera Field Pengabuan Abab untuk segera melakukan rekrutmen tenaga kerja guna mengisi kekosongan pada setiap departemen yang ada.
Desakan ini bukan tanpa alasan, sebab berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sejumlah posisi yang dinilai belum terisi secara optimal.
Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak perusahaan untuk membuka peluang kerja tersebut secara terbuka dan transparan.
AP3 menegaskan bahwa prioritas utama dalam proses rekrutmen harus diberikan kepada putra-putri daerah Kabupaten PALI.
Hal ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, sekaligus upaya nyata dalam mengurangi angka pengangguran lokal.
Sebelumnya, pihak AP3 telah melakukan koordinasi langsung dengan manajemen PT Pertamina Adera terkait kebutuhan rekrutmen tenaga kerja.
Namun, jawaban yang diberikan dinilai tidak memuaskan dan terkesan normatif, dengan alasan bahwa proses tersebut masih dalam pembahasan internal manajemen.
“Alasan tersebut tidak bisa terus dijadikan dalih. Sudah terlalu lama masyarakat menunggu kepastian. Kami melihat ada indikasi lambannya respon perusahaan terhadap kebutuhan tenaga kerja lokal,” tegas perwakilan AP3.
Lebih lanjut, AP3 bersama Aliansi Nusantara menilai bahwa keterbukaan informasi dalam proses rekrutmen merupakan hal mutlak yang harus dijalankan oleh perusahaan.
Tanpa transparansi, dikhawatirkan akan muncul dugaan praktik yang tidak sehat dan merugikan masyarakat lokal.
Oleh karena itu, AP3 dan DPC Aliansi Nusantara menyampaikan beberapa tuntutan tegas:
1. PT Pertamina Adera segera membuka rekrutmen tenaga kerja secara terbuka dan transparan.
2. Mengutamakan tenaga kerja lokal Kabupaten PALI sesuai dengan prinsip keadilan sosial.
3. Menyampaikan informasi resmi terkait kebutuhan tenaga kerja di setiap departemen kepada publik.
4. Menghentikan praktik tertutup yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.
Hal itu juga berlanjut pada rekruitmen tenaga kerja PT. Tri Mulya Gemilang (TMG) agar pihak pertamina segera melakukan kordinasi langsung kepada pihak Perusahaan subkontraktor tersebut untuk segera melakukan rekrutmen ulang mengikuti tahapan demi tahapan yang berlaku sesuai dengan aturan yang ada.
Jangan sampai menabrak regulasi dari perundang undang yang sudah menjadi ketetapan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pihak perusahaan, AP3 dan Aliansi Nusantara menyatakan siap mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat PALI.
“Ini bukan sekadar tuntutan organisasi, tetapi suara masyarakat. Jangan sampai perusahaan yang beroperasi di tanah PALI justru mengabaikan hak masyarakatnya sendiri,” tutup pernyataan tersebut.(sn)

No comments:
Post a Comment