Pangkalan Balai. SININEWS.COM - Setelah lebih dari satu dekade mengeluhkan layanan air bersih yang tak kunjung membaik, warga Kenten laut, Kabupaten Banyuasin, akhirnya menempuh jalur hukum. Mereka melayangkan somasi kepada PERUMDA PDAM Tirta Betuah Banyuasin pada Senin, 2 Maret 2026.
Hal ini di ungkapkan Debit Sariansyah, kuasa hukum warga dari LBH Ganta Keadilan Sriwijaya usai menyerahkan surat somasi.
“Ini puncak kemarahan warga. Lebih dari 10 tahun tidak ada perubahan berarti dalam pelayanan air bersih dan melalui somasi ini kami memberi tenggat waktu tujuh hari kepada PDAM untuk memberikan klarifikasi resmi,”Tegasnya.
Menurut Debit, somasi tersebut bukan sekadar teguran administratif. Air bersih adalah kebutuhan dasar warga yang seharusnya dipenuhi secara layak dan berkelanjutan oleh badan usaha milik daerah.
Surat somasi itu juga ditembuskan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin, DPRD Kabupaten Banyuasin, dan Ombudsman Republik Indonesia sebagai bentuk pengawasan terhadap pelayanan publik.
Sementara Dedison (51), perwakilan warga Kenten laut, kepada media mengatakan distribusi air di wilayahnya kerap tak menentu.
“Dalam satu bulan hanya tiga kali mengalir. Itu pun sekitar tiga jam saja. Belakangan airnya keruh dan berbau,” ujarnya.
Ia menunjukkan catatan pribadi mengenai distribusi air dari Juni 2025 hingga Januari 2026. Dalam periode itu, aliran tercatat rata-rata hanya tiga hingga empat kali dalam sebulan. Bahkan pada Februari 2026, air hanya mengalir satu kali, yakni pada 21 Februari.
Kondisi tersebut memaksa warga mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dari membeli air hingga menampung pasokan ketika aliran datang tanpa jadwal pasti.
Sebagai perusahaan daerah, PDAM Tirta Betuah mengemban mandat pelayanan dasar. Namun bagi warga Kenten, layanan itu dinilai belum mencerminkan hak atas air bersih yang layak.
“Sungguh kami minta pemerintah memberi perhatian khusus dan segera membenahi masalah ini. Tidak muluk-muluk, kami hanya ingin air bersih mengalir setiap hari,” kata Dedison.
Terkait somasi yang di layangkan oleh warga kenten laut ke Perumda Tirta Betuah, Direktur Utama Perumda Tirta Betuah Banyuasin. Hendra Gunawan kepada media mengatakan pihaknya telah menerima surat somasi yang di layangkan oleh kuasa hukum warga kenten laut dan segera mungkin akan menjawab surat somasi tersebut.
“iya kita sudah menerima surat somasi dari warga Kenten Laut melalui kuasa hukumnya dan sesegera mungkin akan dita jawab”ujarnya.
Hendra juga mengungkapkan, distribusi air bersih di sejumlah wilayah Banyuasin masih belum berjalan optimal. Bahkan, di beberapa daerah, aliran air masih terjadi satu minggu dua kali akibat ketidakseimbangan antara jumlah pelanggan dan kapasitas penampungan air.
"Masih ada wilayah yang aliran airnya satu minggu dua kali. Bahkan kantor Perumda Tirta Betuah sendiri yang berada di Pangkalan Balai ini sampai sekarang juga masih mengalami hal yang sama, airnya mengalir satu minggu dua kali," ungkap Hendra.
Perumda Tirta Betuah Banyuasin berharap dengan masuknya investor dan dukungan berbagai pihak, pelayanan air bersih dapat terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Banyuasin,
Kasus ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah apakah pelayanan publik akan dibenahi secara serius, atau keluhan warga kembali mengalir tanpa jawaban. (sn)

No comments:
Post a Comment