Melon Green House Prabumulih Tembus Panen Ketiga, YBM BRILiaN Perkuat Pemberdayaan Ekonomi


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Budidaya melon Inthanon berbasis teknologi green house di Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, mulai menunjukkan prospek sebagai usaha pertanian produktif yang berkelanjutan.

Program yang mendapat dukungan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Regional Office Palembang tersebut kini memasuki panen ketiga, setelah sebelumnya dikembangkan melalui dukungan bibit, fasilitas budidaya, serta pendampingan kepada petani penerima manfaat.

Panen raya berlangsung pada Jumat (7/8/2026). Capaian produksi yang telah memasuki siklus panen ketiga menjadi indikator bahwa program pemberdayaan tersebut tidak berhenti pada tahap pemberian bantuan, tetapi mulai diarahkan menjadi kegiatan usaha yang dapat terus menghasilkan.

Dari perspektif ekonomi, keberlanjutan produksi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kemandirian mustahik. Melalui budidaya komoditas hortikultura bernilai ekonomi, penerima manfaat memiliki peluang untuk menciptakan sumber pendapatan sekaligus mengembangkan kapasitas usaha.

Regional Micro Business Head (RMBH) Regional Office Palembang Yuwanda Rahman mengatakan, pengembangan melon Inthanon merupakan bagian dari strategi YBM BRILiaN dalam mendorong mustahik memiliki aktivitas ekonomi produktif.

"Program ini merupakan wujud nyata YBM BRILiaN Regional Office Palembang dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha produktif di sektor pertanian, khususnya budidaya melon di dalam green house," ujar Yuwanda.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha apabila ditopang teknologi, sarana produksi dan pendampingan yang memadai.

Penerapan sistem green house menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam program tersebut. Teknologi ini memungkinkan kondisi lingkungan tanaman lebih terkontrol sehingga proses budidaya dapat dilakukan secara lebih optimal.

Pengelolaan yang lebih terukur diharapkan berdampak pada kualitas produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan petani.

Dalam pengembangan usaha tersebut, Regional Office BRI Palembang memberikan dukungan bibit melon Inthanon kepada petani di Kelurahan Sindur. Selanjutnya, budidaya dilakukan melalui fasilitas green house dengan pendampingan agar penerima manfaat mampu mengelola proses produksi secara berkelanjutan.

Yuwanda menilai, masuknya program ke panen ketiga menjadi capaian penting karena menunjukkan adanya kesinambungan aktivitas produksi.

"Panen kali ini juga bukan merupakan kegiatan perdana. Program budidaya melon yang mendapat dukungan bibit dari Regional Office BRI Palembang tersebut telah memasuki panen yang ketiga," jelasnya.

Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari indikator pemberdayaan. Sebab, orientasi program tidak semata memberikan bantuan awal, tetapi membangun kemampuan penerima manfaat agar dapat mengelola kegiatan ekonomi secara mandiri.

Model tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi di tingkat lokal. Dengan produktivitas yang terjaga dan pengelolaan yang semakin baik, komoditas melon dapat memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani penerima manfaat.

Selain aspek ekonomi, pengembangan melon di Sindur juga memiliki keterkaitan dengan ketahanan pangan. Aktivitas pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menghasilkan pangan sekaligus mendapatkan nilai ekonomi dari kegiatan tersebut," ucap Yuwanda.

Panen raya tersebut turut dihadiri Yuwanda Rahman yang mewakili Pimpinan Wilayah BRI Regional Office Palembang Lutfhie Iskandar. Hadir pula Kabag Human Capital (HC) Regional Office Palembang Rizki Aulia Rahman bersama jajaran YBM BRILiaN Regional Office Palembang serta Branch Office Head BRI Prabumulih R.P. Rafi Rafsanjani atau Boy.

Jajaran BRI dan YBM BRILiaN juga meninjau langsung proses budidaya serta hasil produksi melon Inthanon yang dikembangkan petani penerima manfaat di fasilitas green house.

Dengan telah memasuki panen ketiga, budidaya melon Inthanon di Sindur diharapkan dapat berkembang sebagai model usaha pertanian produktif yang memiliki prospek jangka panjang.

Dukungan bibit, teknologi budidaya dan pendampingan menjadi kombinasi penting dalam membangun kapasitas petani. Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat dalam mempertahankan produksi dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Program tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat diarahkan dari pola bantuan menuju penguatan aktivitas usaha yang menghasilkan. Jika keberlanjutan produksi dapat dipertahankan, budidaya melon green house berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi produktif masyarakat di Kota Prabumulih.

Share:

No comments:

Post a Comment


Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts