Banjir di Sungai Medang, Warga Muara Enim dan PALI Sulit Melintas

PRABUMULIH -- Akses Jalan alternatif Prabumulih-Muara Enim lumpuh. Ini terjadi akibat banjir melanda kawasan Sungai Medang Prabumulih dan Tanjung Dalam Muara Enim. 

Kedalaman genangan air bervariasi mulai dari setinggi lutut hingga paha orang dewasa. Ini terjadi akibat luapan air sungai lematang pasca hujan yang turun sejak beberapa waktu lalu.

Selain karena luapan air sungai lematang, tingginya genangan air dikawasan tersebut juga akibat kerusakkan jalan yang mencapai kedalaman hingga 30 cm. 

Warga yang prihatin dengan kondisi itu kemudian membuat jembatan alternatif selebar 25 cm menggunakan papan kayu agar sepeda motor bisa melintas. "Kalau mobil tidak bisa melintas, pas bagian yang rusak itu dalam," Ujar Hartono Warga Sekitar. 

Menurutnya, jalan alternatif lintas Sungai medang-tanjung dalam itu sudah mengalami kerusakkan sejak 2013 silam. Selain belum tersentuh perbaikan, kondisi jalan tambah parah setelah beberapa waktu lalu dilalui truk pengangkut material untuk mensuplai bahan bangun pembuatan jembatan di kawasan Tanjung Dalam. 

"Sering dilewati mobil truk yang mengangkut material, kondisinya tambah parah," bebernya. 

Banyaknya warga yang menggunakan akses jalan ini untuk berangkat bekerja, membuat Ia dan warga lainnya tergugah dan kemudian membangun jembatan alternatif melalui papan kayu disisi jalan seadanya. 

"Sehari bisa 50 motor yang lewat. Banyak pelajar dan guru yang lewat sini. Makanya kami berinisiatif buat jembatan ini. Pemuda disini juga stanby selama banjir masih tinggi. Walaupun kami tidak meminta imbalan, ada saja pengendara yang memaksa memberi uang," ungkapnya. 

Diterangkan Hartono, jalan tersebut merupakan akses penting penghubung antara Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten PALI.

"Jalan ini tembus ke Tanjung Dalam, Modong dan PALI juga. Ini termasuk akses jalan penting bagi masyarakat," terangnya.

Karena itulah, Ia berharap Pemerintah Kota Prabumulih segera melakukan perbaikan jalan dikawasan tersebut mengingat kondisinya sudah sangat parah. "Sudah lama rusak tapi belum ada perbaikan," terangnya. 

Sementara, Patih Warga Betung Kabupaten PALI menuturkan tidak mengetahui jika akses jalan tersebut mengalami banjir. Dipilihnya jalan lintas Sungai Medang-Tanjung Dalam karena jarak tempuh yang lebih dekat untuk ke Prabumulih. 

"Lewat sini lebih cepat. Rupanya banjir, sudah dua kali saya terjebak banjir," tuturnya.(SN)
Share:

No comments:

Post a Comment



Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers


Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts