Pages

Monday, July 1, 2019

Enam pelaku pungli diamankan, hingga larisnya jasa pengawalan oleh oknum?

"Enam pelaku pungli diamankan Satreskrim Polres Prabumuli" 
foto :Anggi Angkasa

PRABUMULIH,SININews.com – Enam orang tersangka Pungutan Liar (Pungli) kembali diamankan tim Opsnal Satreskrim Polres Prabumulih, minggu (30/6/19)

Keenam pelaku yang sempat viral dimedia sosial facebook itu langsung ditanggapi oleh pihak kepolisian Polres Prabumulih, sebelumnya sejumlah pemuda dan orang dewasa tertangkap kamera milik sopir truk yang melintas dijalan lingkar Prabumulih sedang meminta uang kepada setiap mobil angkutan barang dan truk yang melintas, sabtu (29/6/19) hingga berita tersebut viral dimedia sosial

Pelaku pungli tersebut yakni Dedi Apriadi (36) alias Botol warga Jalan Perwira Kelurahan Prabumulih yang pernah ditangkap 4 kali dengan kasus yang sama, kemudian Putra Kurniawan(24) warga Kelurahan Tanjung Raman, Sumardi (39) Warga jalan Samosir Kelurahan Gunung Ibul, Randu Saputra (19) warga Jalan raya Tanjung Raman, Debi Firmansyah (36) warga Kelurahan Muara Dua, dan Prima (25) warga Kelurahan Sukaraja

Pelaku Pungli ditangkap petugas dengan barang bukti uang pecahan dengan jumlah Rp.2000 hingga Rp.420.000 diduga hasil pungli yang juga turut diamankan petugas

Beberpa pelaku yang ditangkap merupakan pelaku yang sama dan pernah ditangkap oleh polisi berulang kali dan kembali ditangkap dengan kasus yang sama

Yuri Kamsani (30) warga Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah yang juga merupakan sopir Expedisi lintas sumatera saat dihubungi melalui telepon mengungkapkan jika selama ini wilayah Prabumulih sudah sering terjadi pungutan liar terhadap sopir yang melintas

“kito pernah ditawari jasa pengawalan oleh anggota TNI dan para Preman, setiap kali melintas biasonyo ado yang nawari untuk lewat jalan kota” ucap Yuri

Dikatakan Yuri, prakterk pengawalan tersebut sering ditemui para sopir dengan muatan besar dibeberapa tempat seperti di SPBU Desa Karangan yang biasa mangkal dan menawari jasa pengawalan

“dulu aku pernah ditawari, mereka itu seperti Tentara pak badannya tegap, rambut cepak dan bersepan loreng, dio nawari kami satu mobil itu Rp.250 ribu untuk sekali melintas” lanjutnya

Diketahui, praktek pengawalan marak terjadi beberpa minggu terakhir akibat banyaknya mobil expedisi dan akngutan besar lainnya melintas diwilayah Kota Prabumulih dan mirisnya lagi para Preman dan diduga anggota keamanan juga turut andil dalam pengawalan tersebut

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk saat dalam Press Realese tadi pagi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak segan melapor kepada petugas jika terlihat ada aktifitas pungli dijalan

“jangan segan untuk melapor jika ada pungli dijalan dan kami himbau untuk tidak melakukan pungli dijalan” tegasnya (sn)

0 komentar:

Post a Comment