Pages

Tuesday, August 27, 2019

Bupati-Dewan Setujui Penyerahan Aset PDAM ke PALI


MUARA ENIM, SININEWS.COM,--Bupati dan DPRD Muara Enim, akhirnya menyetujui penyerahan aset PDAM Lematang Enim yang ada di wilayah Kabupaten PALI kepada Kabupaten yang baru dimekarkan tersebut.

                    Namun penyerahan aset tersebut, berpotensi bakal menjadi beban anggaran baru bagi APBD PALI. Soalnya dengan diserahkannya aset tersebut, maka Pemkab PALI akan membeli air curah kepada Pemkab Muara Enim melalui PDAM Lematang Enim.

                   Karena aset yang diserahkan tersebut hanya berupa pipanisasi maupun peralatan lainnya yang ada di PALI. Sedangkan mesin pembangkit ataupun intake PDAM Lematang Enim berada di di Desa Teluk Lubuk, Muara Enim, yang selama ini menyalurkan air ke PALI,  tidak diserahkan.

                  Persetujuan penyerahan aset tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Muara Enim, dipimpin Wakul Ketua DPRD, Jonidi, Selasa (27/8). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanudin MSI, serta para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, di lingkungan Pemkab Muara Enim . 

            Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, pada rapat peripurna itu mengatakan, aset PDAM Lematang Enim yang diserahkan sebelumnya telah dilakukan inventarisasi PDAM Lematang Enim bersama Badan Pengawas Keuangan Sumsel, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Provinsi Sumsel. Inventarisasi yang dilakukan berupa fisik dan nilai aset, kepemilikan aset, piutang air dan piutang non air.

               Menurutnya, aset yang berumse dari  dana PDAM Lematang Enim sebesar Rp 6,153 miliyar lebih,  aset yang bersumber dari APBD Muara Enim sebesar Rp  31,906 miliyar lebih.

                 Kemudian, lanjutnya, aset yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel sebesar Rp 17,867 miliyar lebih yang nantinya akan diserahkan langsung pihak provinsi ke Pemkab PALI.

                Selanjutnya aset  yang bersumber dari APBN sebesar Rp 50,556 miliyar lebih  yang akan diserahkan langsung pemerintah pusat ke PALI. Kemudian piutang air sebesar Rp 7,045 miliyar lebih,  piutang non air sebesar Rp 316 juta lebih. 

                    “Penyerahan aset ini sebelumnya, PDAM Lematang Enim dan eksekutif telah berkonsultasi dengan  Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan perwakailan Sumsel dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerain Dalam Negeri mengenai prosedur penyerahan aset PDAM Lematang Enim,” jelasnya.             Aset PDAM Lematang Enim  yang diserahkan berada di wilayah PALI.  

                    Sementara itu, bupati Muara Enim saat dibincangi awak media mengaku bahwa aset yang diserhkan adalah yang masuk wilayah PALI. Sedangkan aset PDAM yang berada di wilayah Muara Enim seperti mesin pompa atau intake, tidak diserhkan.

              “Jadi hasil pembicaraan nanti akan dipertajam lagi. Kita aka nada jual air curah bekerjasama antara Pemkab PALI dengan PDAM lematang Enim,” jelasnya.

           Menurutnya, intake masih punya Muara Enim,   untuk memenuhi kebutuhan air besih warga di wilayah Muara Enim. 

            Ketika ditanya mengenai besaran tariff jual air curah ke PALI tersebut, dia akunya  belum ada kesepakatan, karena masih akan dilakukan pembahasan. 

              Ketika ditanya lagi, bagaimana nantinya jika PALI membangun intake sendiri, dijawabnya tentunya akan lebih bagus lagi. Sehingga intake yang ada saat ini dapat dipergunakan melayani kebutuhan air bersih masyarakat Muara Enim.

               Karena didaerah Belimbing dan sekitarnya kebutuhan air bersih belum 100 persen. Ketersediaan air bersih belum terlayani 100 persen.

0 komentar:

Post a Comment