Pages

Thursday, September 12, 2019

Dinas Damkar dan BPBD Kewalahan, Warga Dihimbau Turut Andil Cegah Kebakaran Lahan

PALI, SININEWS.COM - Banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) belakangan ini membuat kewalahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI dan Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK).

Pasalnya, armada yang dimiliki terbatas sementara kejadian kebakaran lahan beruntun hampir di semua kecamatan, bahkan dalam satu hari, kejadian kebakaran lahan bisa mencapai lima kali.

Seperti pada Kamis (12/9) ini saja, di Kecamatan Talang Ubi ada tiga titik lahan terbakar. Yakni di Talang Jepit, Simpang Bandara dan Simpang Raja.

"Belum lagi di kecamatan lain, seperti adanya kebakaran lahan di Desa Betung Kecamatan Abab, di Tempirai Penukal Utara. Terus terang kita kewalahan dalam menanggulangi kejadian ini," ungkap Ibrahim Cik Ading, Kepala DPBK Kabupaten PALI, Kamis (12/9).

Ibrahim berharap ada kerjasama antara pemerintah desa, kelurahan dan Camat untuk mengimbau warganya agar berpartisipasi langsung dalam menghindari terjadinya kebakaran lahan.

"Mengingat musim kemarau belum berakhir dan kondisi tanah dan lahan semakin kering, pemerintah desa, kelurahan dan Camat harus ekstra dalam memberikan pemahaman agar warga untuk tidak bermain api. Serta mengimbau warga agar tidak membuang puntung rokok yang masih ada apinya ke semak-semak dan ketika beraktivitas di kebun, agar tidak menyalakan api," harapnya.

Terpisah, Kasdim (Komandan Staf Distrik Militer) 404 Muaraenim, Mayor Sugeng Purwadi saat membantu pemadaman Karhutla di kawasan Talang Subur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, berkata bahwa setiap kebakaran memang tidak ada tanda-tanda unsur kesengajaan.

Namun terindikasi adanya kelalaian warga. Seperti adanya warga berburu dihutan atau mencari ikan, diduga ada warga membuang puntung rokok sembarangan.

"Ini indikasinya rata-rata ada unsur kelalaian karena puntung rokok, biasanya dari orang yang berburu di kebun atau memancing," ungkap Sugeng.

Diakuinya, sepanjang tahun 2019 hingga bulan September totalnya ada 80 titik api di Bumi Serapat Serasan.

"Sementara total lahan terbakar ada tercatat sebanyak 166 hektar lahan," ungkapnya.

Dari itu, dirinya mengimbau bagi warga yang biasa beraktivitas di kebun, atau memancing serta berburu, jangan membuang puntung rokok dan membuat api sembarangan.

"Kalaupun mau membuat api atau membuang rokok pastikan dulu dalam keadaan mati jika hendak ditinggalkan," himbaunya.

Untuk mengatasi pemadaman api dari Karhutla ini, pihaknya menambah jumlah personil dari Koramil dari daerah lain untuk diperbantukan di PALI

"Total diperkirakan ada 35 persen personil diperbantukan untuk wilayah Kabupaten PALI," ujarnya.(sn)

0 komentar:

Post a Comment