Pages

Tuesday, September 10, 2019

Makin Kering, Petani Karet Kian Tercekik

PALI,SININEWS.COM - Derita petani karet di Bumi Serepat Serasan kian bertambah akhir-akhir ini, lantaran selain harga getah yang tidak kunjung meningkat diperparah dengan musim kemarau yang dirasa cukup panjang menyebabkan produksi karet jauh menurun yang berimbas semakin berkurangnya penghasilan petani.

Seperti dikeluhkan Piko, petani asal Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahwa dari hari ke hari getah yang keluar semakin sedikit.

"Kalau normal penghasilan kami dalam satu hektar lahan bisa mencapai 100 kilogram, namun akibat kemarau panjang ini paling banyak hanya 45 kilogram dalam satu minggunya," ungkap Piko, Selasa (10/9).

Diakuinya bahwa getah kering dan harga tak kunjung meningkat juga kebutuhan pokok yang harganya jauh tidak sebanding dirasa semakin memperberat beban hidup petani karet.

"Kalau seperti ini lengkap sudah penderitaan kami, hanya pasrah dan berharap hujan cepat turun agar kondisi ini cepat berlalu. Kami juga ingin ada upaya pemerintah untuk memberikan penyuluhan terkait mempertahankan produksi getah ketika kemarau tiba," harapnya.

Sama halnya dikeluhkan Herman, petani karet asal Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi. Menurutnya, harga getah saat ini hanya dikisaran Rp 7.000/kg untuk kualitas mingguan, dan harga tersebut apabila normal memang sudah bisa menutupi kebutuhan hidup petani.

"Namun akibat kering, pastilah penghasilan kami jauh menurun dan jalan satu-satunya harus mencari tambahan lain. Bahkan banyak diantara petani meninggalkan desa untuk merantau ke kota menjadi kuli bangunan untuk bisa menyambung hidup," terangnya.

Sebelumnya Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyarankan untuk mempertahankan produksi getah saat kemarau, petani harus rutin melakukan pemupukan dan perawatan berkala terhadap tanaman karetnya.

"Kalau kemarau pasti produksi getah menurun, itu sudah proses alam tidak bisa kita hindari. Namun agar tidak begitu anjlok produksinya, petani harus merawat tanaman dan rutin memupuk secara berkala," saran Ahmad Jhoni. (sn)

0 komentar:

Post a Comment