Pages

Tuesday, October 1, 2019

68 KK di PALI Mundur dari PKH

PALI,SININEWS.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebut sudah ada 68 Kepala Keluarga (KK) yang mengundurkan diri dari kepesertaan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), dimana program tersebut memang dikhususkan untuk warga yang benar-benar tidak mampu.

Menurut Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahwa keinginan masyarakat penerima manfaat PKH untuk mengundurkan diri secara mandiri merupakan niat dan kemauan yang bersangkutan.

"Petugas pendamping PKH dilapangan, selain mendata juga membuka pemahaman kepada masyarakat bahwa program dari pemerintah pusat itu memang dikhususkan bagi warga sangat miskin. Dan alhamdulillah, ada diantaranya yang sadar dan merasa keluarganya mampu mengundurkan diri," ujar Metty, Selasa (1/10).

Dijelaskan Metty, bahwa terhitung tanggal 29 September 2019 saja, ada 20 KK yang mundur sebagai peserta penerima manfaat PKH dengan dibuktikan surat pernyataan diatas materai disaksikan petugas pendamping PKH.

"Jumlah keseluruhannya ada 68 KK. Ini patut dicontoh bagi warga lain yang merasa mampu, karena masih banyak warga yang jauh membutuhkan bantuan itu," tukasnya.

Dijelaskan Metty bahwa dari data Dinsos awal tahun 2019 penerima PKH berjumlah 7.628 KK, tetapi setelah ada yang mengundurkan diri dan pendataan petugas pendamping PKH dilapangan, total update akhir sampai awal Oktober ini menurun menjadi 7.229 KK. Update data itu dari hasil pemutakhiran data oleh pendamping selama 4 tahap tahun 2019, dan ada tiga kategori yakni non kategori atau habis tanggungan, sudah mampu dan mundur dari PKH secara mandiri.

"Mudah-mudahan saja, program ini bisa tepat sasaran, dan yang menikmatinya memang keluarga sangat miskin. Kami juga akan terus mendata sembari memberi pemahaman kepada masyarakat tentang PKH. Kami perlu informasi dari berbagai elemen, apabila ada warga yang dari golongan mampu masih menerima PKH, laporkan ke kami, begitu pun sebaliknya, apabila ada warga sangat miskin belum menerima, silahkan sampaikan ke kami agar cepat di data," tandas Metty.

Banyaknya warga mundur dari PKH, diakui Metty tak lepas dari dukungan Bupati PALI, Heri Amalindo yang memberikan support penuh terhadap petugas pendamping PKH. Salah satu  wujud dukungan Bupati PALI bakal memberikan sepeda motor sebagai operasional sebanyak 35 unit. "Juga bagi pendamping PKH bakal diberikan uang transport bulanan untuk 38 petugas," tutupnya. (sn) 

0 komentar:

Post a Comment