Pages

Monday, November 25, 2019

Jadikan Candi Bumi Ayu Lebih Membumi, BPCB Jambi dan Disbudpar PALI Diskusi Bareng


PALI, SININEWS.COM - Keberadaan kawasan percandian Bumi Ayu yang terletak di Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah semakin membumi. Keterkenalan kawasan percandian Bumi Ayu sudah dibuktikan dengan mulai banyaknya kunjungan wisatawan dari luar daerah bahkan dari mancanegara. 

Pengenalan kawasan percandian Bumi Ayu dilakukan lintas sektoral agar keberadaannya bisa mendongkrak pengunjung, dimana pada akhirnya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. 

Seperti kali ini, dialog interaktif digelar Senin (25/11) di Gedung Pentas Seni Candi Bumi Ayu, atas kerjasama antara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI dengan tema membangun persepsi desa perintis pemajuan kebudayaan dalam bingkai pemanfaatan cagar budaya di kawasan percandian Bumi Ayu. 

Kepala BPCB Jambi, Iskandar Mulia Siregar menyebut bahwa tujuan dialog interaktif tersebut adalah untuk mengupayakan bagaimana mengembangkan keberadaan kawasan percandian Bumi Ayu untuk kemaslahatan warga sekitar. 

Sebab, tugas BPCB Jambi adalah melestarikan cagar budaya diwilayah kerjanya. Kemudian cagar budaya tersebut harus dilindungi dan dikembangkan kemudian dimanfaatkan.

"Wilayah kerja BPCB Jambi meliputi empat provisi, yakni Jambi, Sumsel Bengkulu dan Bangka belitung. Pelestarian dan pengembangan tidak bisa sendiri, harus seluruh elemen ikut serta," kata Iskandar. 

Iskandar menyarankan agar Pemkab PALI membuat peraturan daerah atau Perda untuk memantapkan pemajuan cagar budaya di kawasan percandian Bumi Ayu. 

"Memang saat ini belum ada retribusi, namun kedepan pemda bisa membuat peraturan atau Perda. Saat ini yang masuk retribusi kawasan percandian baru Jambi dan Bengkulu," sarannya. 

Dijelaskan Iskandar bahwa Kabupaten PALI patut berbangga dan harus bisa membaca peluang untuk mengembangkan kawasan percandian Bumi Ayu lantaran, Indonesia hanya menunjuk 8 desa sebagai desa perintis pemajuan kebudayaan, salah satunya Desa Bumi Ayu. 

"Potensi kebudayaan di PALI cukup beragam, dan ini bisa menjadi terobosan untuk menjadi salah satu contoh program pemerintah pusat memajukan kebudayaan yakni Indonesiana. Dan Mudah-mudahan PALI menjadi yang terdepan di tahun 2020 untuk menarik pengunjung datang," jelasnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar PALI, Yunimawati mengemukakan kalau potensi budaya cukup banyak dan salah satunya yang telah dikenal adalah candi Bumi Ayu.

"Bagaimana cara pemanfaatan cagar budaya untuk pariwisata, ada upaya yang perlu dilakukan, salah satunya pengemasan cagar budaya agar lebih menarik. Kemudian cara penyajian yang  imajinatif untuk lebih mendongkrak promosi supaya candi Bumi Ayu menjadi salah satu objek wisata yang dikunjungi wisatawan," terang Yunimawati. 

Kawasan Percandian Bumi Ayu diakui Yunimawati sudah masuk cagar budaya nasional, untuk lebih mengembangkannya, tinggal penataan serta melengkapi fasilitas.

"Sudah dibangun gedung pentas seni, gedung kuliner, gedung cindera mata dan fasilitas lainnya, itu semua dari DAK pusat. Dengan pembangunan terintegritas, kita berharap candi Bumi Ayu bisa semakin dikenal dan jadi tujuan wisata," jabarnya. 

Untuk retribusi, Yunimawati mengatakan pihaknya sudah membuat konsepnya. "Perlu kajian dan evaluasi sebelum diajukan dan disahkan menjadi Perda. Namun kami berpesan agar seluruh elemen masyarakat untuk mencintai, melestarikan dan mengembangkan budaya kita," tutupnya. 

Kegiatan dialog interaktif dibuka langsung Bupati PALI H Heri Amalindo melalui staf ahli Kusmayadi. Sebagai narasumber dari Asisten 2  PALI Husman Gumanti, Kepala BPCB Jambi, Plt Kepala Disbudpar PALI dan Kepala Desa Bumi Ayu, Safrin. (sn)

0 komentar:

Post a Comment