Dianggap Berlebihan, PT.Pertamina Adera Field Moving dijaga Ketat Ratusan Polisi

Foto : Ilustrasi / Ratusan Personil Kepolisian saat persiapan penjagaan keamanan di Payuputat dan beberapa alat mikik perusahaan mulai dipindahkan
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Ratusan Personil dari Polres Prabumulih beserta Koramil dan Yon Kav melakukan pengamanan ketat disejumlah titik didaerah Kelurahan Payupuyat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, rabu (4/12)

Sekitar 188 orang personil kepolisian dari Polres Prabumulih ditambah puluhan prajurit TNI dari Koramil (Babinsa.red) dan Yon Kav juga turut membantu melakukan keamanan untuk mengangkut alat produksi PT.Pertamina Adera Field yang saat ini dianggap kurang kondusif untuk melakukan aktivitas pemboran
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA
Penarikan beberapa alat produksi Pemboran oleh PT.Pertamina Adera Field bukan tanpa alasan, hal tersebut diungkap Humas V.R Adera Field Nursela saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan pihaknya sudah berupaya keras bersosialisasi kepada warga Payuputat tentang keberadaan Perusahan minyak tersebut namun hingga kini, kata dia, belum ada etikad baik dari warga

“kita (Adera Field) sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan warga sekitar bahkan sudah meminta rekomendasi dari Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya dan sudah ganti rugi rumah warga yang diduga rusak akibat kegiatan Perusahaan, namun tetap tidak kondusif” ucapnya

Dirinya menambahkan kerusakan yang diklaim warga juga tidak terbukti disebabkan oleh kegiatan ekplorasi minyak Pertamina tapi pihaknya tetap mengganti dengan harapan bisa melanjutkan kegiatan pemboran minyak di area Payuputat

Diketahui pihak pertamina sebelumnya pernah mengalami intimidasi dari masyarakat atas kegiatan tersebut yang melewati jalan perkampungan warga yang tidak memperbolehkan alat-alat operasional milik Pertamina Adera Field bergerak disana

“kendaraan kita sempat dilempar batu oleh okum pak, kaca belakang mobil karyawan kita pecah” katanya seraya mengatakan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian tertanggal 8 November lalu



Pihak perusahaan telah mengangkut seluruh alat operasional pemboran minyak mulai dari Tangki penampung minyak, Separator, Genjset dan Rumah pompa juga turut diangkut (moving) dari lokasi yang dinilai tidak kondusif 

Sementara itu, Lurah Payuputat Jusmairi saat dikonfirmasi langsung dikantornya mengatakan dirinya tidak bisa banyak memberikan komentar apapun karena sudah sering masalah seperti ini terjadi dan tak kunjung ada penyelesaian

“saya belum bisa memberikan tanggapan, capek urusan ini dak pernah selesai” singkatnya

Terpisah, Tokoh Masyarakat Kelurahan Payuputat Azhari turut angkat bicara atas insiden yang dialami warganya, dirinya beranggapan jika Pihak Pertamina Adera Field salah dalam pengambilan keputusan dan dirinya sangat kecewa dengan tindakan pengaman yang dianggap berlebihan

“kami mewakili masyarakat sangat kecewa semestinya tidak perlu menurunkan ratusan anggota kepolisian untuk mengamankan alat tersebut, masyarakat juga rela jika perusahaan angkat kaki namun tidak demikian caranya masih banyak solusi yang lain” tegasnya 



Senada disampaikan Murdani warga Kelurahan Payuputat menyampaikan jika pengamanan yang dilakukan pihak perusahaan sangat mengecewakan, dirinya menilai keadaan warga Payuputat seperti didaerah Papua yang butuh pengamanan yang ketat



"Sangat mengecewakan, daerah kami seperti disamakan dengan daerah Papua" singkatnya (sn1)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts