Minim Stunting, Camat Penukal Tetap Bergerak

PALI -- Pencegahan stunting saat ini tengah gencar dilakukan pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebab kasus stunting atau tidak normalnya tumbuh kembang anak menjadi sorotan pemerintah pusat yang harus diupayakan penanganannya. 

Upaya pencegahan stunting dilakukan dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa untuk membuka pemahaman masyarakat terhadap bahaya stunting disebut juga kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena munculnya kasus stunting salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua. 

Seperti di Kecamatan Penukal, Camat Kusteti menggerakan kepala desa untuk giat mensosialisasikan pentingnya menjaga asupan gizi bagi keluarganya serta menerapkan pola hidup sehat. 

"Dalam waktu dekat ini kami akan mengukuhkan duta cegah stunting tingkat desa dari PKK desa yang ada di kecamatan Penukal. Duta stunting nantinya menjadi motor penggerak masyarakat terutama kaum hawa untuk lebih paham apa itu stunting dan bahayanya serta cara mencegahnya," kata Kusteti, Selasa (18/2).

Disebutkan Kusteti bahwa ada 21 duta cegah stunting yang bakal dikukuhkan yang nantinya diharapkan bisa berkoordinasi dengan duta stunting kecamatan, kepala desa, bidan desa dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

"Dalam mencegah stunting tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan dan dorongan semua pihak. Artinya duta stunting harus pandai jalin komunikasi dengan berbagai elemen agar penyampaian sosialisasi bisa cepat diserap masyarakat," harapnya. 

Bukan hanya menggerakkan duta cegah stunting, Camat juga mendukung program pemerintah desa yang telah melaksanakan bagi-bagi makanan tambahan pada setiap kegiatan posyandu. 

"Sudah ada beberapa desa yang mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) diperuntukkan kegiatan posyandu. Dimana didalamnya ada bagi-bagi makanan tambahan untuk Balita sebagai upaya cegah stunting. Ini patut ditiru bagi desa yang belum lakukan itu," tukasnya. 

Dari data yang ada di kecamatan Penukal, Kusteti menyebut bahwa kasus stunting di 21 desa yang ada, sangat minim ditemukan. 

"Memang ada satu atau dua kasus ditemukan, namun tidak sampai kronis atau adanya tubuh anak kerdil. Meski angka stunting minin di Penukal, kami tetap bergerak dalam pencegahan agar Penukal khususnya dan umumnya PALI bebas dari stunting," tutupnya. (sn) 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts