Kisruh Dana Covid-19 Desa Banuayu, Mantan Kades Mengaku Diperas Oknum LSM

Foto : Abdul Haris Nasution, SH Pjs Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku Kab.Muara Enim 
MUARA ENIM, SININEWS.COM – Sejumlah warga di Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim keluhkan dana Covid-19 yang berasal dari Dana Desa dan bantuan Pemerintah Daerah yang tak transparan, selasa (16/6/20)

Warga meminta dana untuk petugas posko Covid-19 harus transparan agar penjagaan posko segera dilanjutkan kembali , saat ini kondisi Muara Enim kembali mengalami peningkatan jumlah pasien positif walaupun sebelumnya di Bumi Serasan itu sempat Nol kasus positif Covid-19 

Dikutip dari sumeks.co berdasarkan data Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim, Minggu (14/6/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Muara Enim mencapai 9 orang. Warga yang terpapar covid-19 di Muara Enim, seluruh pasien kini dirawat atau diisiolasi di RSHM Rabain.

Akibat kejadian tersebut sejumlah titik posko covid-19 didesa tersebut tak ada penjagaan, bahkan banyak warga yang tak memakai masker saat keluar rumah 

Edi Arafik Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Banuayu mengatakan sejak dua minggu lalu pos di desa tersebut tidak ada lagi penjagaan hal tersebut karena diduga Kepala Desa Banuayu terdahulu tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa

“hingga saat ini hanya pembelian tanah desa yang direalisasikan dan masih banyak lagi pembangunan yang belum tuntas” ucap edi kepada media ini

Terpisah, Yudi Erdison mantan Kepala Desa Banuayu satu periode itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan selama kepemimpinannya masih ada tanggung jawab yang belum diselesaikan

“jadi benar ado dana Covid itu yang belum aku serahkan tapi dalam minggu ini akan aku serahkan (kembalikan) semua” ucapnya 

Disinggung mengenai jumlah uang yang belum dikembalikan Yudi mengatakan sekitar 30 jutaan yang belum dikembalikan ke pihak Pjs Desa 

Mengenai dana pembangunan yang belum terealisasi kepemimpinan Kades lama diiduga belum mengembalikan dana pembangunan Penyekatan kantor 10 jt, Penambahan dapur kantor 15 jt, Meja kantor 6 jt, Perbaikan pasar tradisonal 7jt, Servis tenda 15jt, Pembelian jenset 6 unit 18 jt dan Pengeras suara desa 18,9 jt hal tersebut diungkap ketua BPD Desa Banuayu belum lama ini dan meminta untuk segera dikembalikan

Tak hanya itu, Yudi Erdison mantan Kades Banuayu secara tegas mengatakan sejumlah Kepala Dusun (Kadus) sering diperas oleh salah satu oknum LSM yang mengancam akan melaporkan perangkat desa atas kinerja yang dinilai tak transparan

“perlu bapak ketahui Kadus-kadus itu diperas dan dipintai uang 25 juta kalau dak mau aku laporin” ucapnya menirukan oknum LSM tersebut 

Lanjutnya para Kepala Dusun (kadus) memberikan sejumlah uang 10 juta untuk oknum LSM yang mengancam akan melaporkan kegiatannya kepolisi 

"Kalau tidak salah seluruh kadus sudah kasih duit, kecuali kadus enam” jelasnya seraya mengatakan oknum tersebut mengaku atas nama media (wartawan) (tau/sn)   
Share:

1 komentar:

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts