Tanpa Izin Pemerintah Desa/Kelurahan, WBP Tidak Bisa Asimilasi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Salah satu syarat mengajukan Hak asimilasi selama masa pandemik saat ini, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) harus menyertakan surat keterangan jaminan dan izin dari Kepala Desa atau Lurah bahwa dirinya akan diterima kembali di lingkungannya selain beberapa syarat lainnya.

Dikatakan oleh Kepala Balai Pemasyarakatan Lahat Ferimansyah, selain syarat di atas, WBP juga sudah harus menjalani minimal setengah mas hukuman atau 2/3 masa hukuman dari total keseluruhan masa hukuman yang diterimanya. 

“Dan selama menjalani mas asimilasi, WBP harus tetap berada dirumah tanpa boleh keluar hingga masa asimilasinya selesai. Bila ketahuan keluar rumah, maka WBP ini kembali akan dibawa ke Lapas,” ujarnya.

Karena asimilasi ini dilakukan terkait pandemik covid-19, lanjut Feri, maka jumlah WBP yang mengajukan asimilasi terbilang tinggi. “Untuk Lapas Muara Enim saja sudah sebanyak 138 WBP yang sedang menjalani asimilasi hingga bulan Juli,” tambahnya.

Asimilasi ini sesuai dengan surat keputisan Kemnkumham, berlaku hingga 31 Desember 2020. “Jadi apabila WBP yang akan mengajukan sesudah tanggal tersebut baru memenuhi syarat maka hak itu tidak bisa diberikan. Tapi apabila ada perubahan atau perpanjangan hal itu dimungkinkan,” ujarnya.

Setelah menjalani asimilasi, WBP diharuskan melapor ke Bapas terdekat. Dan dikondisi pandemik saat ini, laporan bisa dilakukan via Whatsup untuk yang berasa jauh dari kantor Bapas. “Bila rumah WBP tidak terlalu jauh dari lapas, maka perugas yang akan mengecek langsung kerumah,” tambahnya.

Namun, tambah Feri lagi, asimilasi ini tidak bisa diberikan kepada seluruh WBP. “Untuk napi Pidana khusus seperti Narkoba, Terorisme, korupsi, asimilasi ini tidak berlaku,” ujarnya lagi.

Perlu diketahui, Untuk Bapas wilayah Lahat membawahi beberapa Kabupaten seperti, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang dan Pagaralam. “Hingga saat ini, WBP yang menjalani asimilasi di wilayah kita keselurhan ada 353 orang,” pungkasnya.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts