Kisruh Tapal Batas Prabumulih- Muara Enim Yang Tak Pernah Usai, DPRD Lakukan Tinjauan

Foto : Ratusan warga Prabumulih melakukan peninjauan lokasi tapal batas bersama Komisi 1 DPRD Kota Prabumulih, sabtu (22/8)
PRABUMULIH, SININEWS.COM - Komisi I DPRD Kota Prabumulih lakukan Peninjauan ke lokasi Tapal Batas Prabumulih-Muara Enim yang menjadi polemik warga perbatasan Kelurahan Gunung Kemala dengan Desa Gunung Raja, sabtu (22/8)

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari audensi dua lembaga masyarakat Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) dan Gerakan Rakyat Untuk Daerah (Garuda) beberapa waktu lalu kamis (13/8) mengenai permasalahan kemunduran tapal batas Kota Prabumulih
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA DIBAWAH INI : 

Dalam peninjauan tapal batas dihadiri Ketua DPRD Kota Prabumulih Sutarno,SE, Ketua Komisi 1 Heri Gustiwan,ST dan seluruh Komisi I yang membidangi masalah Pendidikan dan Kemasyarakatan

Tak hanya itu, Asisten 1 Aris Priadi beserta perangkat Kecamatan dan Kelurahan juga tampak hadir yang didampingi ratusan masyarakat dari berbagai daerag di Kota Prabumulih khususnya warga Kelurahan Gunung Kemala, Payuputat, Sukaraja dan Prabumulih yang ikut menyaksikan peninjauan langsung oleh DPRD Kota Prabuumulih

Dalam kunjungan tersebut sempat terjadi kericuhan dengan adu mulut dengan masyarakat setempat namun masih bisa dilerai oleh petugas dari Polres Prabumulih yang berjaga
Foto : Pihak APM dan Forum Garuda bersama masyarakat menghadirkan saksi sejarah untuk menunjukan lokasi patok tapal batas
Masyarakat Kota Prabumulih melalui lembaga APM dan Forum Garuda meminta pemerintah segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera diselesaikan karena menurutnya Kota Prabumulih telah mengalami pergeseran sekitar 3 KM dari patok batas terdahulu di yakni Penegasan Tapal Batas (Patok) Marga yang dipasang sekitar tahun 1921 yang terletak di Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala

Tim peninjauan kembali memeriksa patok zaman Kota Adminitratif (Kotif) yang dipasang tak jauh dari patok Marga yang dipasang sekira tahun 1988, hal itu menurut warga sekitar tidak menggeser batas wilayah lama 

Warga bersama tim Komisi I DPRD Kota Prabumulih kembali menyisir Patok Tapal Batas Muara Enim yang telah tertanam diwilayah Kota Prabumulih jauh menggeser sekitar 3 Km dari patok lama

Tim peninjauan kembali menemukan lobang bekas Batas wilayah Prabumulih dengan Muara Enim yang sudah dilepas yang diklaim tanah tersebut merupakan wilayah Prabumulih

"Kami minta Pemerintah melalui Komisi I DPRD Kota Prabumulih untuk segera menindak lanjuti dan berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk segera dilakukan peninjauan ulang" ungkap Adi Susanto,SE ketua APM 
Foto : Posisi tapal batas yang diklaim sudah menjadi tambang batubara milik PT.GHRMMI 
Masih kata Santon sapaan akrabnya itu mengatakan pihaknya memiliki Bukti tertulis berdasakan peta Kotif yang masih tersimpan dan saksi sejarah turut menjadi saksi dalam peninjauan tim komisi 1

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Sutarno, SE mengatakan akan segera melakukan kordinasi dengan pemerintah provinsi setelah dilakukannya peninjauan kelokasi tapal batas

"Kita sudah tinjau kelokasi dan sudah melihat langsung bersama sejumlah ahli sejarah diwilayah tersebut" jelasnya

Untuk informasi Polemik tapal batas antara Gunung Kemala dan Gunung Raja ini telah berlangsung lama, dalam pantauan media ini sudah terjadi 3 kali peninjauan oleh pihak Pemerintah daerah maupun provinsi namun hingga kini belum ada titik terang bagi kedua pihak (tau/sn)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts