PEMUDA TEMPIRAI SULAP ECENG GONDOK JADI KOMPOS


PALI. SININEWS.COM -- Setelah merasakan dampak bencana Nasional Covid 19 melanda dibumi pertiwi, Dua Pemuda asal Tempirai Timur Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) Provinsi Sumatera Selatan. Tidak kendur untuk berinovasi dan terus mengekspesikan semangat kreatifitasnya  memanfaatkan potensi alam sekitarnya.


Kali ini dua pemuda, yakni Asmadi Ali dan Asgianto Hamsin, sepakat menyulap eceng gondok dengan nama latin Eichhhornia crassiper menjadi pupuk kompos organik untuk solusi penyubur lahan pertanian.


Dimana sipat kimia eceng gondok dalam kompos bermanfaat untuk menambah unsur hara,  tahan asam dan basa ditanah serta menambahkan sumber makanan untuk mikroba ( pengemburan tanah).


Menurut Asmadi Ali menjelaskan pada awak media ini (19/1/2022) bahwa keinginan ini  timbul setelah melihat fonemena banyak eceng gondok liar berada di danau Padang DesaTempirai Timur, yang pertumbuhannya sangat cepat diatas genangan air danau Padang, sehingga kadangkala mengganggu arus lalu lintas para nelayan di perairan.


Sembari mengawasi keramba ikan miliknya di Danau Padang, kedua pemuda ini semakin kuat naluri inovasinya untuk memanfaatkan eceng gondok berdaya guna bagi dunia pertanian.


Dengan berbekal peralatan seadanya memakai mesin solar pencacah sampah organik/dedaunan, mulai star produksi pembuatan pupuk kompos berbahan dasar eceng gondok.


Asmad yang lulusan STM ini, proses pembuatan  pupuk kompos ini melalui berbagai tahapan dan berbagai campuran untuk dipermentasi sekitar 20 hari hingga satu bulan, dengan kombinasi campuran bahan baku, cacahan Eceng gondok, EM4, nasi basi dan molase (gula aren).


Sementara teman kerjanya Asgianto Hamsin menambahkan setelah semua bahan baku dicampur jadi satu dilanjutkan penyimpan ditempat yang aman baik dalam karung goni atau ditimbun dalam tanah.


Bila pada saatnya sudah cukup waktu proses permentasi maka pupuk kompos ini dapat di aplikasikan ke lahan pertanian/perkebunan dengan berbandingan 1: 2. dan seterusnya.


Untuk pengembangan, kedua pemuda kreatif ini berharap adanya dukungan Pemda PALI dan lembaga lainnya untuk kegiatan ini menjadi solusi binaan dan alternatif pengadaan pupuk pertanian ditengah pademi Covid,19 dan mahalnya pupuk kimia. 


(Bungharto/SN)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts