Bupati PALI Hadiri Panen Ikan Betok di Raman Mulya, Polsek Penukal Beri Dukungan

Bupati PALI Hadiri Panen Ikan Betok di Raman Mulya, Polsek Penukal Beri Dukungan



PALI-SiniNews.Com — Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto, S.T., menghadiri kegiatan panen ikan betok yang digelar Dinas Perikanan PALI di Desa Persiapan Raman Mulya, Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Jumat (7/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor perikanan sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan yang ada di wilayah Kabupaten PALI.


Panen ikan betok berlangsung mulai sekitar pukul 15.30 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan itu, Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., diwakili Bhabinkamtibmas Brigadir Arwansah untuk menghadiri kegiatan bersama Bupati PALI dan jajaran Dinas Perikanan.


Kehadiran jajaran kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi di tingkat desa.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., mengatakan pihaknya mendukung kegiatan pemerintah daerah yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk pengembangan sektor perikanan.


“Kami dari Polsek Penukal sangat mendukung kegiatan panen ikan ini. Selain sebagai bentuk pemanfaatan potensi yang ada, kegiatan seperti ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sumartono.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah, kepolisian dan masyarakat diperlukan agar berbagai potensi yang ada di desa dapat dikelola secara maksimal dan berkelanjutan.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan masyarakat dapat memanfaatkan potensi perikanan dengan sebaik-baiknya. Polsek Penukal siap mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan pemerintah maupun masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Bupati PALI Asgianto mengatakan panen ikan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi perikanan yang dapat dikembangkan masyarakat.


“Panen ikan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi perikanan yang ada di masyarakat. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Asgianto.


Pengembangan budidaya ikan di tingkat masyarakat diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.


Kegiatan panen ikan betok tersebut berlangsung aman dan kondusif. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat terus mendorong pengembangan sektor perikanan agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

2 Rumah di Desa Benuang PALI Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 150 Juta

2 Rumah di Desa Benuang PALI Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 150 Juta



PALI-SiniNews.Com- Dua unit rumah warga di Dusun III Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terbakar. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Kebakaran terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 08.55 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari bagian tengah rumah milik Alminadi (36), seorang petani/pekebun. Kobaran api kemudian membesar dan merambat ke rumah milik tetangganya, Darwin (43).


Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan sudah lapuk membuat api cepat membesar. Kedua rumah akhirnya hangus terbakar hingga sekitar 100 persen.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima informasi kebakaran. Petugas yang datang ke lokasi terdiri dari piket Pawas, SPK, Reskrim, Intel serta Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi.


"Setelah menerima informasi kejadian, personel langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan, mengamankan lokasi, serta membantu proses pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran dan warga," kata Ardiansyah.


Proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil tangki milik PT SLR. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.30 WIB.


Ardiansyah menyebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh bagian rumah dan barang-barang milik korban terbakar. Sejumlah dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, ijazah, serta rapor anak sekolah juga ikut terbakar.


"Untuk sementara penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari rumah Saudara Alminadi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materil diperkirakan sekitar Rp 150 juta," ujarnya.


Polisi juga telah melakukan pendataan dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Kepala Dusun III Desa Benuang Anto dan Putra yang merupakan tetangga korban.


"Korban tidak membuat laporan dan tidak menuntut secara hukum karena menganggap kejadian ini sebagai musibah. Korban juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemadaman," jelasnya.


Setelah api berhasil dipadamkan, personel Polsek Talang Ubi melakukan monitoring, pengumpulan bahan keterangan dan data, dokumentasi serta memberikan imbauan kepada para korban. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Rumahnya di PALI, Polisi Sita 9 Paket

Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Rumahnya di PALI, Polisi Sita 9 Paket




PALI-SiniNews.Com- Satresnarkoba Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menangkap seorang pria berinisial YA(28) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 2,34 gram sabu serta sejumlah barang bukti lainnya.


YA ditangkap di rumahnya di Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut.


Kasat Resnarkoba Polres PALI AKP Dedy Suandy, S.H., kemudian memerintahkan Kanit I IPDA Eduwar Fahlefi, S.H., M.Si., Katim Opsnal Aipda Rully beserta anggota untuk melakukan penyelidikan.


"Dari informasi masyarakat, anggota kemudian melakukan penyelidikan terhadap lokasi yang diduga sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Setelah informasi dinilai cukup, anggota melakukan upaya penangkapan dan penggeledahan terhadap rumah tersangka," ujar Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada ,SIK., melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, SH.


Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu plastik klip bening berukuran sedang yang berisi satu klip bening sedang dan sembilan klip bening kecil. Seluruh klip tersebut berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan 2,34 gram.


Selain sabu, polisi turut menyita satu unit timbangan digital berwarna hitam, satu dompet warna cokelat bertuliskan Madinah, serta satu buah korek yang dilakban hitam dan berwarna merah.


"Tersangka beserta barang bukti telah diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres PALI untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.


Dedy mengatakan Yongki berstatus sebagai tersangka dengan dugaan peran sebagai pengedar. Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi serta melengkapi administrasi penyidikan.


"Untuk tindak lanjut, barang bukti akan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polda Sumsel. Kami juga akan melakukan cek urine terhadap tersangka dan pemeriksaan sesuai SOP sebelum berkas perkara dikirim kepada Jaksa Penuntut Umum," jelasnya.


Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan Satresnarkoba Polres PALI. Polisi juga masih mendalami asal-usul barang haram tersebut serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah PALI.(SN/Perry)

Share:

Dukung Pelayanan Publik Modern, Polda Sumsel Mulai Bangun Gedung BPKB Prototype di Kertapati

Dukung Pelayanan Publik Modern, Polda Sumsel Mulai Bangun Gedung BPKB Prototype di Kertapati



PALEMBANG-SiniNews.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat transformasi pelayanan publik di bidang administrasi kendaraan bermotor melalui groundbreaking pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. Pembangunan fasilitas pelayanan berstandar nasional tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung modernisasi layanan Polri, memperkuat akurasi data penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), sekaligus meningkatkan kepastian hukum kepemilikan kendaraan bermotor bagi masyarakat.


Groundbreaking dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Jalan H. Sarkowi B, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (7/8/2026).


Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Direktur Utama PT Trisurya Daya Elektrikal selaku pelaksana pembangunan, serta tim konsultan perencana dan pengawas.


Gedung Pelayanan BPKB Prototype dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan legalitas Sertifikat Hak Pakai Nomor 14 Tahun 2023. Pembangunan dilaksanakan oleh PT Trisurya Daya Elektrikal dengan masa pekerjaan selama 165 hari kalender, terhitung sejak 26 Juni hingga 10 Desember 2026.


Pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, cepat, transparan, dan berbasis teknologi. Kehadiran gedung baru ini diharapkan mampu menjawab meningkatnya kebutuhan pelayanan administrasi kendaraan bermotor di Sumatera Selatan sekaligus mendukung sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik yang semakin akurat dan terintegrasi.


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Roberto Pardede, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Pembangunan gedung ini kami rancang agar pelayanan penerbitan BPKB semakin cepat, transparan, dan berbasis teknologi, sekaligus mendukung keakuratan data penegakan hukum Electronic Traffic Law Enforcement bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Roberto Pardede.


Mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype. Menurutnya, hibah lahan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat pelayanan publik kepada masyarakat.


“Kami berharap aset yang telah dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dipelihara dengan baik, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Selatan. Groundbreaking ini menjadi wujud nyata kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Polda Sumatera Selatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima,” ujarnya.


Selain prosesi groundbreaking, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada Polda Sumatera Selatan, penyerahan kendaraan operasional dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang, serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan tokoh masyarakat secara simbolis.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.


“Pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini merupakan komitmen nyata Polda Sumatera Selatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah melalui peningkatan kualitas pelayanan yang semakin cepat, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.


Groundbreaking Gedung Pelayanan BPKB Prototype menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumatera Selatan dalam mendukung transformasi pelayanan publik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kendaraan bermotor, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang modern, transparan, dan berintegritas di Sumatera Selatan.(SN)

Share:

Polsek Talang Ubi Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan ke Warga

 Polsek Talang Ubi Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan ke Warga




PALI-SiniNews.Com— Polsek Talang Ubi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar. Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan, lahan, dan kebun (Karhutlahbun) di Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.


Sosialisasi digelar Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kegiatan dipimpin Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., bersama personel Polsek Talang Ubi. Turut hadir Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, Panit Intelkam AIPDA Ronaldo, Bhabinkamtibmas BRIGPOL Arif Wahyudi R, perangkat kelurahan, serta perwakilan masyarakat.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., menyampaikan imbauan kepada perangkat kelurahan dan warga agar tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan. Menurutnya, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran yang meluas.


“Mengingat saat ini telah memasuki musim kemarau, kami mengimbau kepada perangkat kelurahan dan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar karena dapat berpotensi menimbulkan kebakaran hutan, lahan, dan kebun,” ujar Ardiansyah.


Selain melarang pembakaran lahan, polisi mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman karet yang sudah tua secara lebih produktif. Pohon-pohon tersebut dapat dijual sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat tanpa harus dibakar.


“Kami juga mengimbau masyarakat agar pohon karet yang sudah tua dapat dimanfaatkan dengan cara dijual sehingga tetap memberikan nilai ekonomi tanpa harus melakukan pembakaran,” katanya.


Ardiansyah menegaskan pembukaan lahan dengan cara dibakar bukan hanya berisiko menyebabkan kebakaran, tetapi juga merupakan perbuatan yang dapat berujung pada proses hukum.


“Setiap orang yang membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.


Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 15.45 WIB. Seluruh rangkaian sosialisasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.


Polsek Talang Ubi menyatakan akan terus meningkatkan sosialisasi, edukasi, patroli, dan monitoring bersama pemerintah kelurahan, instansi terkait, serta masyarakat guna mencegah Karhutlahbun selama musim kemarau.(SN/Perry)

Share:

Polsek Penukal Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar Lahan di Kecamatan Abab

Polsek Penukal Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar Lahan di Kecamatan Abab



PALI,-SiniNews.Com  — Polsek Penukal mengingatkan masyarakat Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Sosialisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki musim kemarau Jumat (7/8/2026).


Sosialisasi tersebut digelar di Kantor Camat Abab, Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab, Jumat (7/8/2026). Kegiatan dipimpin Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., bersama personel dan didampingi Camat Abab. Sosialisasi menyasar masyarakat di wilayah Kecamatan Abab.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Penukal menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan cara pembakaran ketika hendak membuka atau membersihkan lahan dan kebun.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, SE., mengatakan kondisi musim kemarau membuat potensi terjadinya kebakaran semakin besar. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla.


“Mengingat saat ini sedang memasuki musim kemarau, kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar,” ujar Sumartono saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat.


Selain menyampaikan dampak pembakaran lahan, polisi juga mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum. Pembukaan lahan dengan cara dibakar dinilai dapat menimbulkan risiko kebakaran yang meluas serta mengganggu lingkungan dan masyarakat sekitar.


“Apabila membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, hal tersebut melanggar hukum dan dapat diproses sesuai undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.


Polsek Penukal berharap masyarakat dapat memahami imbauan tersebut dan turut berperan aktif dalam mencegah karhutla di wilayah Kecamatan Abab. Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api selama musim kemarau.


Kegiatan sosialisasi berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif.


Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian bersama pemerintah kecamatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Abab, Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Pembangunan Rumdin Bupati dan Tiang Pancang Mess Gedung Serbaguna Jadi Sorotan Publik

 Pembangunan Rumdin Bupati dan Tiang Pancang Mess Gedung Serbaguna Jadi Sorotan Publik



MUSI RAWAS-SiniNews.Com Tahun 2023-2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan (DPU CKTR-P) mengerjakan proyek pembangunan Kompleks Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Musi Rawas yang berlokasi di Dusun Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dengan anggaran yang cukup fantastis hampir mencapai seratus milyar, dan kini tengah menjadi sorotan masyarakat luas. Proyek pembangunan rumah dinas tersebut diduga pengerjaannya dinilai tidak sesuai dengan besaran anggaran yang dikeluarkan.


Berdasarkan pantauan media ini dilapangan, serta data yang dihimpun dari berbagai sumber media yang didapat, Dinas PU CKTR-P Musi Rawas tiap tahunnya menganggarkan dana melalui APBD Musi Rawas untuk pembangunan komplek rumah dinas Bupati tersebut dengan rincian sebagai berikut : 


1 Tahun Anggaran 2023, Dinas PU CKTR-P menganggarkan dana untuk pembangunan rumah dinas Bupati Rp 24,52 Miliar, Konsultan Supervisi Pembangunan, Rp 500 Juta


2 Tahun Anggaran 2024 (Total ± Rp 20,4 Miliar):


Lanjutan Pembangunan Rumdin Rp 9,97 Miliar 

Pembangunan Jalan Akses Rp 5 Miliar Pembangunan Pagar Kompleks Rp 3,24 Miliar 

Pembangunan Rumah Adat Rp 1,49 Miliar Biaya Pengawasan, Andalalin, dan Dokumen Lingkungan ± Rp 716 Juta


3 Tahun Anggaran 2025 (Estimasi ± Rp 52,9 Miliar) 


Pembangunan Mess Karyawan & Pendopoan Rp 20 Miliar 

Lanjutan Gedung Griya Agung Rp 15 Miliar Lanjutan Pembangunan Kompleks Rumdin Rp 9,96 Miliar 

Lanjutan Pembangunan Pagar Rp 7 Miliar

DED Landscape & Biaya Pengawasan ± Rp 950 Juta


Total anggaran yang dikeluarkan Pemkab hampir mencapai seratus Miliar dalam kurun waktu tiga tahun. Ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Beberapa poin krusial yang menjadi dasar dugaan penyimpangan pembangunan proyek tersebut yakni :

-Penganggaran berulang (Multi-years yang tidak jelas)

-Terdapat pos anggaran untuk lanjutan pembangunan pagar yang muncul setiap tahun.


Di tengah kondisi ekonomi daerah yang lagi susah (efisiensi) akibat pemangkasan anggaran dari pusat, Dinas PU CKTR-P tetap menganggarkan dana hampir mencapai seratus milyar untuk membangun fasilitas rumah adat, mess karyawan, serta pagar mewah di dalam satu kompleks rumah dinas Bupati dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran yang tidak menyentuh kepentingan langsung ke masyarakat luas.


Serta proyek pembangunan tiang pancang untuk mess gedung serbaguna yang menelan dana sekitar Rp 6,5 Milyar diduga tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan, serta pembangunan gedung serbaguna yang menghabiskan dana mencapai Rp 30 Milyar, sampai sekarang belum juga dipungsikan, dan menjadi tanda tanya besar dikalangan masyarakat, ada apa dengan proyek ini ?


Saat dikonfirmasi melalui Whats App (Wa) pribadinya dengan nomor 08136726**** Kepala Dinas PU CKTR-P kabupaten Musi Rawas H DR Oktaviano,ST, M.Si, Kamis (06/8/26) terkait pembangunan kompleks rumah dinas Bupati dan pembangunan tiang pancang mess gedung serbaguna ini, dirinya hanya membalas dengan Waalaikumsalam, dan tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan media ini. (SMSI Musi Rawas)

Share:

Status 53 Ton Pasir Timah Masih Diproses, Satlap Tricakti: Kami Tidak Halangi Penegakan Hukum


Status 53 Ton Pasir Timah Masih Diproses, Satlap Tricakti: Kami Tidak Halangi Penegakan Hukum


PANGKALPINANG, sininews.com  – Asisten Intelijen (Asintel) Satuan Pelaksana (Satlap) Tricakti, Kolonel Inf Rudi Firmansyah, memberikan penjelasan mendalam guna meluruskan berbagai pemberitaan yang berkembang di masyarakat terkait penanganan 53 ton pasir timah yang ditemukan di salah satu bangunan hunian di kawasan Air Merbau, Kabupaten Belitung. Penjelasan ini disampaikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, jelas, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. 


Berdasarkan data yang dimiliki Satlap Tricakti, material yang diamankan tersebut merupakan milik mitra resmi PT Timah yang telah tercatat dan berada dalam pengawasan ketat Satlap. Kolonel Rudi menjelaskan bahwa salah satu tugas pokok Satlap Tricakti adalah melakukan pendampingan serta pengawasan menyeluruh terhadap tata kelola komoditas timah, termasuk upaya penertiban terhadap aktivitas yang diduga tidak sesuai aturan atau ilegal.


“Kami mendata barang-barang milik mitra PT Timah agar tidak terjadi penyelewengan. Setelah didata, jumlahnya akan dicek secara berkala. Jika ada perubahan jumlah, tentu akan dimintai penjelasan secara rinci,” ujar Kolonel Rudi.


Lebih lanjut ia menerangkan, sejumlah mitra PT Timah untuk sementara waktu terpaksa menyimpan material hasil penambangan di gudang maupun rumah pribadi dikarenakan kapasitas gudang resmi yang tersedia saat ini sedang penuh. Penyimpanan tersebut pun dilakukan melalui mekanisme wajib lapor kepada Satlap Tricakti, sehingga keberadaan serta jumlah barang senantiasa terpantau dan berada dalam pengawasan resmi.


Kolonel Rudi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah menyampaikan informasi lengkap terkait status material tersebut kepada Kapolres Belitung, termasuk keterangan bahwa barang tersebut telah didata sebagai milik mitra PT Timah dan berada dalam pengawasan. Namun belakangan, pihaknya mengetahui adanya tindakan lanjutan berupa pengamanan barang oleh personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya perbedaan pemahaman atau persepsi di lapangan antarinstansi.


“Kami menganggap ini lebih kepada miskomunikasi. Sebelumnya kami sudah menjelaskan status barang yang kami awasi, tetapi kemudian ada tindakan lanjutan sehingga muncul dugaan ilegal. Karena itu kami merasa perlu memberikan penjelasan yang utuh kepada publik,” tegasnya.


Terkait isu dugaan pelanggaran hukum, Kolonel Rudi menegaskan dengan tegas bahwa Satlap Tricakti sama sekali tidak pernah menghalangi proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Saat barang diamankan oleh kepolisian, personel Satlap tidak melakukan intervensi sedikitpun dan membiarkan aparat menjalankan tugas serta wewenangnya sesuai prosedur.


“Silakan dilakukan pemeriksaan secara mendalam. Kalau memang terbukti ilegal, katakan ilegal. Tetapi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ilegal, maka sampaikan juga apa adanya sesuai fakta yang ditemukan. Kami tidak menghalangi maupun mengintimidasi siapa pun,” tandasnya.


Ia juga menjelaskan bahwa sekadar keberadaan material di lokasi penyimpanan sementara tidak serta-merta berarti terdapat indikasi penyelundupan. Dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah serta fakta-fakta yang diperoleh secara sah dalam rangkaian penyidikan.


Satlap Tricakti bersama PT Timah pun terus berupaya mengoptimalkan kapasitas gudang agar material milik mitra yang telah terdata dapat segera dipindahkan ke lokasi penyimpanan resmi yang memenuhi standar. Kerja sama yang menjadi dasar penyimpanan material tersebut merujuk pada Surat Perintah Kerja (SPK) CV Heiro Jaya Persada yang beroperasi di wilayah Belitung dan Belitung Timur.


Kolonel Rudi berharap seluruh pihak terkait dapat lebih mengedepankan koordinasi yang baik antarlembaga guna mencegah perbedaan persepsi dalam menangani perkara serupa ke depannya. Klarifikasi lebih lanjut mengenai status material juga dapat diperoleh langsung melalui PT Timah terkait perjanjian kemitraan maupun data pengawasan yang telah dicatat Satlap Tricakti.


Saat ini, status hukum atas 53 ton pasir timah yang telah diamankan masih sepenuhnya berada dalam tahap penanganan aparat kepolisian. Penentuan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum nantinya akan bergantung sepenuhnya pada hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan penyidik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


 “Silakan dilakukan pemeriksaan. Kalau memang terbukti ilegal, katakan ilegal. Tetapi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ilegal, maka sampaikan juga apa adanya. Kami tidak menghalangi maupun mengintimidasi siapa pun,” ujarnya.


Rudi juga menjelaskan bahwa keberadaan material di lokasi penyimpanan bukan berarti terdapat indikasi penyelundupan. Menurutnya, dugaan penyelundupan harus dibuktikan melalui proses hukum dan fakta-fakta yang ditemukan dalam penyidikan.


Ia menambahkan, Satlap Tricakti bersama PT Timah terus berupaya mengoptimalkan kapasitas gudang agar material milik mitra yang telah terdata dapat dipindahkan ke lokasi penyimpanan resmi.


Lebih lanjut, Rudi menyebut kerja sama yang menjadi dasar penyimpanan material tersebut berkaitan dengan Surat Perintah Kerja (SPK) CV Heiro Jaya Persada yang berada di wilayah Belitung dan Belitung Timur.


Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan koordinasi antarlembaga agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penanganan perkara. Menurutnya, klarifikasi mengenai status material juga dapat diperoleh melalui PT Timah terkait kemitraan maupun data pengawasan yang telah dilakukan Satlap Tricakti.


Sementara itu, status hukum atas 53 ton pasir timah yang telah diamankan saat ini masih berada dalam proses penanganan aparat kepolisian. Penentuan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum sepenuhnya akan bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (sn)

Share:

Staf Ahli TP PKK Sumsel Lidyawati Cik Ujang: Pelatihan Gelari Pelangi Wujud Komitmen PKK Perkuat Ketahanan Keluarga


Staf Ahli TP PKK Sumsel Lidyawati Cik Ujang: Pelatihan Gelari Pelangi Wujud Komitmen PKK Perkuat Ketahanan Keluarga



Palembang, sininews.com – Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Lidyawati Cik Ujang, menegaskan bahwa Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK melalui Program Gelari Pelangi merupakan wujud nyata komitmen TP PKK Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat ketahanan keluarga hingga ke tingkat kabupaten dan kota.


Hal tersebut disampaikan Lidyawati saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Pokja II Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan melalui Program Gelari Pelangi Tahun 2026. Kegiatan yang diinisiasi Pokja II TP PKK Provinsi Sumatera Selatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 5–7 Agustus 2026, dan diikuti oleh 68 peserta.


Dalam sambutannya, Lidyawati mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika sosial menuntut para kader PKK untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar mampu menjalankan program secara optimal di tengah masyarakat.


"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika sosial menuntut kita memiliki pengetahuan yang memadai. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para kader dalam menjalankan tugas di daerah masing-masing," ujarnya.


Ia menjelaskan, materi pelatihan meliputi penguatan literasi untuk meningkatkan ketangguhan keluarga serta penguatan permodalan koperasi sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.


Menurutnya, PKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, mandiri, dan berkualitas. Karena itu, para kader diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus penggerak masyarakat dalam membangun keluarga yang unggul.


"PKK memiliki peran besar dalam mendorong terwujudnya keluarga yang tangguh. Kami berharap para kader dapat menjadi pendamping masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang unggul dan berdaya saing," katanya.


Lidyawati juga menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah masyarakat.


Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Perry Rizal, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program prioritas Pokja II dalam meningkatkan kapasitas kader PKK di kabupaten dan kota.


"Diperlukan peningkatan kapasitas kader dalam menjalankan Program Gelari Pelangi di daerah masing-masing. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengoptimalkan Taman Bacaan Masyarakat sebagai sarana peningkatan literasi, meningkatkan kapasitas kader dalam Bina Keluarga Balita, serta memperkuat pemahaman mengenai permodalan bagi pengembangan UMKM dan koperasi," jelasnya.


Melalui pembekalan selama tiga hari tersebut, para kader PKK diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing serta menjadi motor penggerak dalam membangun keluarga yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing di Sumatera Selatan.(sn)

Share:

Kapolsek Tanah Abang Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Lewat KRYD Rutin

Kapolsek Tanah Abang Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Lewat KRYD Rutin



PALI- SiniNews.Com– Polsek Tanah Abang kembali menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa razia dan Strong Point On Crime (SOC) di wilayah hukumnya, Kamis (6/8/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), premanisme, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga kepemilikan senjata tajam dan senjata api ilegal.


Kegiatan dipimpin Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH bersama personel Polsek Tanah Abang. Sebelum pelaksanaan razia, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang dipimpin Ka SPK C Polsek Tanah Abang AIPDA Yoman Anggara di halaman Mapolsek Tanah Abang.


Personel yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari AIPDA Yoman Anggara, AIPDA Asep Mulyana, BRIPKA Wahyu Kurniawan, dan BRIPTU Predi Sogi Mulya. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keamanan lingkungan.


Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan teguran kepada sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang kedapatan tidak melengkapi surat-surat kendaraan ataupun perlengkapan berkendara. Meski demikian, situasi selama kegiatan berlangsung tetap aman, tertib, dan kondusif tanpa ditemukan adanya tindak pidana maupun pelanggaran yang menonjol.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH menegaskan bahwa KRYD merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Tanah Abang.


"Kegiatan KRYD ini kami laksanakan sebagai upaya preventif untuk mencegah berbagai potensi tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku," ujar AKP Arzuan.


Ia juga memastikan kondisi keamanan di wilayah hukum Polsek Tanah Abang hingga saat ini masih tetap kondusif dan terkendali.


"Alhamdulillah, pelaksanaan razia berjalan lancar, aman, dan kondusif. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Abang sampai saat ini juga masih dalam keadaan terkendali. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan," pungkasnya.(SN/Perry)

Share:

Gubernur Herman Deru Pimpin Panen Raya IP 200 di Ogan Ilir, Targetkan Produksi Gabah Sumsel Tembus 5 Juta Ton


Gubernur Herman Deru Pimpin Panen Raya IP 200 di Ogan Ilir, Targetkan Produksi Gabah Sumsel Tembus 5 Juta Ton


OGAN ILIR, sininews.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 200 seluas 3.195 hektare di Desa Suka Cinta, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumsel, Rabu (5/8/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan Sumatera Selatan hingga mampu menjadi provinsi peringkat ketiga secara nasional dalam peningkatan produksi pangan.


"Saya akan bocorkan rahasianya mengapa Sumsel menjadi provinsi nomor tiga nasional dalam peningkatan produksi pangan. Saat ini kita menghadapi musim kemarau akibat El Nino dengan kondisi panas dan kering. Namun, berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian, para penyuluh, dan para petani, kita tetap mampu meningkatkan produksi," ujar Herman Deru.


Ia mengatakan, keberhasilan panen di Kecamatan Muara Kuang menjadi bukti nyata ketangguhan petani Sumsel. Meski tidak memiliki jaringan irigasi teknis, para petani mampu mengelola sumber daya air yang tersedia sehingga tetap dapat melakukan panen menjelang puncak musim kemarau.


"Bayangkan, lahan seluas 3.195 hektare di Kecamatan Muara Kuang tanpa irigasi teknis tetap bisa panen. Inilah yang akan kita dorong agar meningkat menjadi IP 300. Target kita ke depan, produksi gabah Sumsel mencapai 5 juta ton," tegasnya.


Menurut Herman Deru, panen raya tersebut menjadi bukti bahwa petani Sumatera Selatan merupakan petani yang tangguh dan tidak menyerah menghadapi perubahan musim.


"Melalui panen raya ini, kita tunjukkan bahwa petani Sumsel adalah petani perkasa, petani yang tidak menyerah menghadapi musim," katanya.


Untuk semakin meningkatkan produktivitas pertanian, Pemerintah Provinsi Sumsel akan mengembangkan Pilot Project PMAS (Petani Modern Advanced Agriculture System) sebagai percontohan pertanian modern.


Melalui program tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan benih unggul sebanyak 70 kilogram per hektare beserta pupuk untuk dijadikan demplot pada lahan seluas 45 ribu hektare.


"Saya minta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) segera menginventarisasi daerah-daerah yang akan dijadikan lokasi percontohan. Targetnya, produktivitas dapat mencapai 10 ton per hektare," ujarnya.


Selain mengikuti panen raya, Herman Deru juga menyerap aspirasi masyarakat Desa Suka Cinta. Warga mengeluhkan belum tersedianya aliran listrik di sejumlah wilayah desa.


Menanggapi hal tersebut, Herman Deru meminta kepala desa segera mendata warga yang belum menikmati layanan listrik. Bahkan, di lokasi kegiatan ia langsung menghubungi General Manager PLN UID S2JB, Erfani Umar, agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.


Di penghujung kunjungan kerjanya, Herman Deru kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan memborong berbagai dagangan milik warga di sekitar lokasi panen sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat setempat.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Komitmen Dorong Atlet Drum Band Sumsel Makin Kompetitif di Kancah Nasional dan Internasional


Gubernur Herman Deru Komitmen Dorong Atlet Drum Band Sumsel Makin Kompetitif di Kancah Nasional dan Internasional


Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru terus mendorong kemajuan atlet drum band dan marching band di Sumsel agar mampu melahirkan atlet-atlet yang berdaya saing di tingkat nasional hingga internasional.


Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat membuka  Lomba Marching Band Piala Kemerdekaan Gubernur Sumsel Tahun 2026 yang diselenggarakan Persatuan  Drum Band  Indonesia (PDBI) Sumsel di halaman parkir OPI Mall, Jakabaring, Rabu (5/8) pagi.  Piala Kemerdekaan ini sendiri diikuti sekitar 800 peserta jenjang SMA/SMK dari berbagai daerah di Sumsel.


Menurut Herman Deru, kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah untuk membangun mental, karakter, dan keberanian generasi muda dalam menampilkan kemampuan terbaiknya.


"Saya bangga sekali melihat semangat yang terpancar dari ekspresi bahagia para peserta. Piala Drum Band Piala Kemerdekaan ini adalah salah satu cara kita memotivasi para pemuda, khususnya para pelajar dari berbagai tingkatan, untuk berani tampil. Inilah yang paling kita harapkan," ujarnya.


Ia menilai keberanian tampil di depan publik merupakan modal penting yang harus terus diasah melalui kompetisi yang berkelanjutan.


"Berani tampil itu butuh mental dan mental harus terus diasah. Saya mengapresiasi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sumsel, Dinas Pendidikan, dan seluruh peserta yang telah mengirimkan delegasinya. Drum Band adalah kegiatan yang menanamkan banyak nilai positif, terutama kedisiplinan, kekompakan, keseragaman gerak, semangat, dan seni," katanya.


Herman Deru juga mendorong para pelatih agar terus meningkatkan kapasitas melalui studi banding dan pembelajaran ke daerah lain, bahkan hingga ke luar negeri, sehingga kualitas pembinaan atlet drumband Sumsel semakin berkembang.


"Jangan merasa hebat sebelum melihat kemampuan daerah lain. Berikan kesempatan kepada pelatih kabupaten dan kota untuk belajar ke daerah yang lebih maju, bahkan bila perlu ke luar negeri. Kita tidak boleh cepat puas. Baik dari sisi kostum, gerakan, kecakapan, maupun keterampilan harus terus ditingkatkan agar atlet drum band Sumsel mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," tegasnya.


Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah membentuk grup drumband dan marching band serta secara rutin mengikuti berbagai kompetisi pada momen-momen penting.


"Kompetisi harus terus digelar agar anak-anak memiliki mental berani tampil dan jiwa kompetitif. Saya yakin anak-anak drum band dan marching band Sumsel adalah anak-anak hebat yang memiliki potensi besar untuk berprestasi," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Umum PDBI Sumsel sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Hj. Mondyaboni, SE, M.Kom. M.Si  mengatakan kejuaraan tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari 22 kontingen yang berasal dari sembilan kabupaten/kota di Sumsel dan mempertandingkan dua kategori, yakni marching band dan military.


Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 Dinas Pendidikan bersama PDBI Sumsel telah menyiapkan dua agenda besar, yakni kompetisi drum band pada Agustus dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) pada Oktober sebagai ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional.


"Kami berharap melalui event ini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mewakili Sumatera Selatan di tingkat nasional. Perkembangan PDBI Sumsel juga sangat baik, bahkan drum band di Kabupaten OKI Timur pernah meraih penghargaan MURI  dengan grup drum band terbanyak di Indonesia. Ke depan kami juga akan terus mendorong semakin banyak sekolah membentuk grup drum band," ujar Mondyaboni.


Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Anggota DPD RI, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva HD, M.M, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, Ketua KONI Sumsel diwakili Sekretaris KONI Sumsel, Tubagus  Sulaiman, SH. MH, GM OPI Mall diwakili Manager Marketing Communication, Wendy Ansa, CPHR, CMCP, Dirut BSB diwakili Pemimpin BSB Cabang Utama Kapten A. Rivai, Vika Apriani, Dirut PT. Pusri diwakili Ketua Yayasan Sosial Pendidikan Pusri, Virgianti, dan sejumlah tamu undangan lain.(sn)

Share:

Sekda Sumsel Edward Candra Komandoi Optimalisasi GSMP Berbasis Kolaborasi Multihelix Melalui Proyek Perubahan PKN Tingkat I


Sekda Sumsel  Edward Candra Komandoi Optimalisasi GSMP Berbasis Kolaborasi Multihelix Melalui Proyek Perubahan PKN Tingkat I


PALEMBANG, sininews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., secara resmi memimpin Rapat Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I di Ruang Rapat Bina Praja, Palembang, Rabu (5/8/2026). Rapat tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) secara kolaboratif, terstruktur, dan berkelanjutan melalui pembagian tugas ke dalam empat Kelompok Kerja (Pokja) lintas sektor.


Dalam arahannya, Edward Candra mengatakan rapat tersebut menjadi momentum penting dalam merumuskan tata kelola GSMP yang lebih kolaboratif, terstruktur, dan berkelanjutan.


"Langkah ini dirancang tidak hanya untuk merespons tantangan ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai proyek perubahan nyata yang berorientasi pada hasil jangka pendek, menengah, hingga panjang guna mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.


Untuk memastikan seluruh rangkaian proyek perubahan berjalan optimal, Edward menjelaskan rapat tersebut juga menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab melalui empat Kelompok Kerja (Pokja).


Pokja Kesekretariatan bertugas mengelola administrasi, dokumentasi, dan layanan kesekretariatan secara tertib dan akuntabel. Pokja Kolaborasi dan Kemitraan berperan membangun jejaring strategis dengan para pemangku kepentingan, dunia usaha, sektor perbankan, serta komunitas.


Selanjutnya, Pokja Perencanaan, Strategi Kebijakan, dan Monitoring bertanggung jawab menyusun peta jalan (roadmap), indikator kinerja, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Sementara itu, Pokja Humas dan Publikasi berperan mengelola komunikasi publik guna memastikan informasi program tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.


"Dengan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama para mitra strategis, Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan diharapkan mampu menjadi teladan nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan yang tangguh, adaptif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.


Rapat strategis tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang tergabung dalam masing-masing Pokja.


Kehadiran para pimpinan dan perwakilan OPD tersebut semakin memperkuat komitmen lintas sektor dalam merumuskan arah kebijakan serta menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang demi mendukung keberhasilan Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP).(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Segera Buka Kampus Sekolah Ekspor Outdoor Pertama di Indonesia, Gratis untuk Generasi Muda Sumsel


Gubernur Herman Deru Segera Buka Kampus Sekolah Ekspor Outdoor Pertama di Indonesia


Palembang, sininews.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengumumkan kabar besar bagi pengembangan sumber daya manusia dan kewirausahaan di Sumsel. Pemerintah Provinsi Sumsel akan segera membuka Kampus Sekolah Ekspor, yang diklaim sebagai kampus sekolah ekspor outdoor pertama di Indonesia dan dapat diikuti secara gratis.


Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan Sultan Muda Campuspreneur yang dirangkaikan dengan Pelantikan HIPMI Perguruan Tinggi se-Palembang Raya mengusung tema "Membangun Ekosistem Campuspreneur melalui 100.000 Sultan Muda untuk Mengakselerasi Ekonomi Sumatera Selatan", di Palembang, Rabu (5/8/2026).


"Anak-anak muda ini kita persiapkan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada masa mendatang. Peluang ekspor sangat terbuka dan harus dapat kita tangkap melalui pengetahuan tentang ekspor itu sendiri, ditambah kompetensi yang akan dibantu oleh para tutor," ujar Herman Deru.


Ia menegaskan, nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Sultan Muda Sumsel, perguruan tinggi, dan OJK akan segera ditandatangani pada bulan ini.


"Targetnya, September sudah ada aksi nyata. Sekolah ini gratis. Ini yang pertama di Indonesia dengan konsep kampus outdoor. Tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, para peserta juga akan langsung dikenalkan dengan buyer dari luar negeri. Kita ingin anak-anak muda memanfaatkan peluang ekspor yang ada," tegasnya.


Herman Deru berharap keberadaan Kampus Sekolah Ekspor dapat meningkatkan minat kewirausahaan di kalangan generasi muda sekaligus melahirkan pelaku usaha yang mampu menembus pasar internasional.


Program Sultan Muda Campuspreneur sendiri melibatkan sembilan perguruan tinggi di Palembang dan satu perguruan tinggi di Prabumulih. Melalui program tersebut, ditargetkan lahir 10.000 entrepreneur baru dari lingkungan kampus. Kehadiran Kampus Sekolah Ekspor diharapkan menjadikan Sumsel sebagai barometer baru dalam mencetak pengusaha muda yang tidak hanya unggul di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.


Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumsel.


"Selamat atas dilantiknya kepengurusan HIPMI Perguruan Tinggi se-Palembang Raya. Semoga mampu mendorong lahirnya pengusaha muda yang berkomitmen, inovatif, dan mampu menembus pasar dunia. Kami berharap Sultan Muda Campuspreneur ini dapat go global," ujarnya.


Fajarini juga menyampaikan bahwa nilai ekspor Indonesia pada tahun lalu meningkat sebesar 7,9 persen.


"Ekspor kita masih menunjukkan pertumbuhan meskipun belum mencapai target. Di pasar global, pangsa ekspor Indonesia masih di bawah 1,1 persen. Karena itu, inisiatif seperti yang dilakukan Sumatera Selatan ini sangat penting," tambahnya.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Kepala OJK Sumsel Babel Arifin Susanto, jajaran Kementerian Perdagangan, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, pengurus HIPMI Sumsel, serta para Ketua HIPMI Campuspreneur.(sn)

Share:

Polsek Talang Ubi Dukung Monev Kecamatan untuk Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa

Polsek Talang Ubi Dukung Monev Kecamatan untuk Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa



PALI-SiniNews.Com— Kapolsek Talang ubi AKP Ardiansyah SH., diwakili Bhabinkamtibmas Desa Sukadamai Polsek Talang Ubi, Brigpol Rahmad, SH menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Talang Ubi di Desa Sukadamai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.


Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan agenda Pemerintah Kecamatan Talang Ubi untuk melakukan pembinaan, pengawasan, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang tertib, aman, dan kondusif.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Ekobang Kecamatan Talang Ubi Ernawati, Amkeb, Kasi Pemerintahan Kecamatan Talang Ubi Tanggam Jaya, staf kecamatan Tris Marsandi dan Bowo, Babinsa Desa Sukadamai Serka Pebri, Bhabinkamtibmas Desa Sukadamai Brigpol Rahmad, SH, Kepala Desa Pantadewa Wandra, serta perangkat desa.


Dalam kesempatan itu, tim kecamatan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan administrasi pemerintahan desa sekaligus memberikan pembinaan kepada perangkat desa agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, SH mengatakan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas dalam setiap kegiatan pemerintahan merupakan bentuk komitmen Polri untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa.


"Bhabinkamtibmas hadir untuk mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, dan Polri semakin solid sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar AKP Ardiansyah.


Ia menambahkan, Polsek Talang Ubi akan terus mendorong personel Bhabinkamtibmas agar aktif mendampingi berbagai kegiatan masyarakat maupun pemerintahan desa sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan.


Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan setiap program pembangunan desa dapat berjalan efektif, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Ops Aman Nusa II Dimulai, Polres PALI Imbau Warga Koordinasi Sebelum Membuka Lahan

Ops Aman Nusa II Dimulai, Polres PALI Imbau Warga Koordinasi Sebelum Membuka Lahan



PALI-SiniNews.Com – Polres PALI menggelar rapat awal Operasi Aman Nusa II, Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumatera Selatan dan diikuti jajaran Polres PALI sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Aman Nusa II guna menyamakan persepsi serta memperkuat kesiapan personel di lapangan, Kamis (6/8/2026).


Dalam kegiatan itu, Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., diwakili Kabag Ops Polres PALI KOMPOL Andri Noviansyah, S.Kom. Rapat membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan operasi, mulai dari pola koordinasi, pembagian tugas, hingga langkah-langkah strategis yang harus dilakukan seluruh personel agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan sesuai prosedur, termasuk penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kabag Ops Polres PALI KOMPOL Andri Noviansyah mengatakan rapat awal menjadi tahapan penting sebelum operasi dilaksanakan. Menurutnya, seluruh personel harus memahami tujuan operasi, tugas pokok masing-masing, serta mampu bersinergi dengan seluruh fungsi kepolisian maupun instansi terkait.


"Rapat awal ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh personel agar pelaksanaan Operasi Aman Nusa II dapat berjalan secara optimal. Setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pelaksanaan operasi berlangsung efektif, profesional, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan," ujar KOMPOL Andri Noviansyah.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila akan melakukan pembukaan lahan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan.


"Kami mengimbau masyarakat yang akan membuka lahan agar terlebih dahulu melaporkannya kepada kepala desa. Selanjutnya, kepala desa diharapkan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, dan instansi teknis lainnya, sehingga setiap aktivitas pembukaan lahan dapat diawasi dan dipastikan tidak menimbulkan kebakaran ataupun pelanggaran hukum," tegas KOMPOL Andri Noviansyah.


Ia menambahkan, koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Operasi Aman Nusa II. Seluruh personel diminta menjaga komunikasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengedepankan langkah-langkah preventif dan humanis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.


Melalui rapat awal tersebut, Polres PALI menegaskan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Operasi Aman Nusa II sesuai arahan Polda Sumatera Selatan. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya karhutla serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten PALI tetap aman dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Polres PALI Gelar Binrohtal Rutin, Bangun Karakter Personel yang Humanis dan Berintegritas

Polres PALI Gelar Binrohtal Rutin, Bangun Karakter Personel yang Humanis dan Berintegritas




PALI-SiniNews.Com– Polres PALI kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi seluruh personel di Masjid Assaidiyah, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang menjadi agenda rutin tersebut dipimpin Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., yang diwakili Kabag Ren Polres PALI AKP Bratanata, S.E. 


Kegiatan Binrohtal diikuti seluruh personel Polres PALI dengan khidmat melalui rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bersama, serta tausiyah keagamaan. Pembinaan spiritual ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel sekaligus membentuk karakter anggota Polri yang berintegritas, humanis, dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Kapolres PALI, AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., melalui Kabag Ren AKP Bratanata, S.E. mengatakan pembinaan rohani dan mental merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polri. Menurutnya, kekuatan spiritual akan menjadi bekal utama bagi personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.


"Melalui kegiatan Binrohtal ini kami berharap seluruh personel semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai spiritual harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga anggota Polri mampu bekerja secara profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya


Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kekompakan antarpersonel. Dengan hubungan yang harmonis di lingkungan kerja, diharapkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian semakin optimal.


"Kami juga memohon doa agar seluruh personel Polres PALI selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah negara. Semoga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres PALI tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif," tambahnya.


Binrohtal merupakan salah satu program pembinaan rutin yang terus dilaksanakan Polres PALI sebagai upaya membangun personel yang memiliki keseimbangan antara kemampuan profesional dan kematangan spiritual. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap anggota mampu mengedepankan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta mengimplementasikan semangat Presisi dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.(SN/Perry)

Share:

Operasional PKS PT. Aburahmi Batal Ditutup, Ini Alasannya


Asisten 2 Drs Supawi didampingi Kepala Dinas Damkar, Kepala Dishub dan tim penyidik Satpol-PP saat mendatangi lokasi PKS PT. Aburahmi 



PALI, sininews.com -- Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Aburahmi akan tetap menjalankan kegiatannya meskipun banyak desakan dari sejumlah tokoh masyarakat yang meminta Pemkab PALI melakukan penegakan aturan karena perusahaan tersebut belum mengantongi izin operasional.


Namun Pemerintah Kabupaten PALI mengambil langkah untuk tidak menutup aktivitas atau kegiatan operasional PKS PT. Aburahmi dengan beberapa pertimbangan diantaranya izin-izin operasional perusahaan sebagian besar yang mengeluarkan dari Pemerintah Provinsi dan melalui Sistem OSS.


Juga, pada saat mendatangi lokasi PKS PT. Aburahmi, tim dari Pemkab PALI menemukan bahwa perusahaan itu belum beroperasi hanya simulasi atau uji coba.


"Tim Pemkab PALI telah mendatangi ke PKS CPO PT. Aburahmi pada tanggal 4 Agustus 2026, berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 503, terdiri dari: Plt Ass II, Kadin DPMPST, PU, Dishub, Pertanian, LH, Disperindag, Damkar, Bapenda dan Satpol PP. Hasil pengecekan di lapangan, kami menemukan beberapa hal, bahwa pabrik CPO PT. Aburahmi belum beroperasi.  Sekarang sedang melakukan simulasi Uji Coba terhadap Mesin baru, simulasi proses angkut, penimbangan dan lainnya," jelas Asisten 2 Drs. Supawi, Kamis 6 Agustus 2026.


Terkait izin, disebutkan Supawi bahwa sebagian besar izin merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi. 


"IUP-P, AMDAL,  Andalalin itu yang mengeluarkan Pemprov. Sementara 

Izin operasional telah di Upload melalui OSS ( system perizinan usaha terintegrasi secara online) saat ini tinggal klik. Akan tetapi masih ada perubahan terhadap gambar.  Sedangkan SLF (Certifikate Laik Fungsi) lingkungan telah di Upload oleh Dinas PU," sebutnya.


Dari hasil pengecekan kami di lapangan, diungkapkan Supawi bahwa untuk penindakan penutupan aktivitas pabrik bukan sepenuhnya wewenang Pemkab PALI serta penindakan itu harus melalui beberapa tahapan.


"Kalau memang harus dilakukan penutupan, Pemkab PALI harus melibatkan Pemprov. Dan juga tidak serta merta penindakan itu dilakukan, melainkan harus melalui beberapa tahapan apabila ditemukan pelanggaran berat," ungkapnya.


Juga ada beberapa pertimbangan yang harus diambil sebelum melaksanakan penindakan, dimana Supawi menyatakan bahwa dari hasil peninjauan di lapangan, PKS PT. Aburahmi banyak menyerap tenaga kerja lokal dan menghidupkan ekonomi masyarakat serta mengurangi angka kriminal.


"Kami melihat secara langsung ada ratusan tenaga kerja yang sebagian besar dari sekitar lokasi pabrik. Ini tentunya membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Juga banyak pedagang makanan muncul disekitar lokasi pabrik, yang artinya ekonomi masyarakat tumbuh," urai Supawi.


Disamping itu, apabila PKS PT. Aburahmi sudah aktif beroperasi, Supawi optimis petani dapat menjual hasil panennya lebih mudah dan mendapatkan harga lebih tinggi.


"Manfaatnya kedepan akan membangkitkan perekonomian petani kelapa sawit, dimana petani akan mudah menjual hasil panennya. Kami berharap dengan adanya PKS PT. Aburahmi bisa berdampak positif bagi masyarakat serta mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kabupaten PALI," harapnya.(sn/perry)

Share:

Wakapolres PALI Ikuti Pelatihan TOT PAHAM AI, Perkuat Transformasi Digital Polri

Wakapolres PALI Ikuti Pelatihan TOT PAHAM AI, Perkuat Transformasi Digital Polri



PALEMBANG-SiniNews.Com – Wakapolres PALI KOMPOL Suprawira, S.H., M.Si., didampingi Kasat Reskrim IPTU Dobi Hariyandri Pratama, S.Tr.K., M.Si., Kasi Humas IPTU Thomson Angka Wibawa, S.H., bersama Kanit Pidsus, Kanit Turjawali, serta empat personel Polres PALI mengikuti kegiatan Training of Trainer (TOT) Program PAHAM AI dalam rangka Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat Triwulan III Giat 9.1 dan 9.2 Tahun 2026.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Presisi Lantai 7 Polda Sumatera Selatan, dan dibuka langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum..Kamis (6/8/2026). Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Polri meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.


Keikutsertaan jajaran Polres PALI dalam pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi program transformasi digital Polri sekaligus menciptakan personel yang memiliki kompetensi sebagai pelatih di satuan masing-masing. Melalui metode Training of Trainer, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga dipersiapkan untuk menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada personel lainnya setelah kembali ke wilayah tugas.


Wakapolres PALI KOMPOL Suprawira, SH.,M.Si., mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan Polri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.


"Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi kami untuk memahami dan mengimplementasikan pemanfaatan Artificial Intelligence secara tepat dalam mendukung tugas kepolisian. Ilmu yang diperoleh akan kami teruskan kepada personel di Polres PALI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar KOMPOL Suprawira.


Ia menambahkan, transformasi digital yang sedang dijalankan Polri membutuhkan kesiapan personel yang memiliki kemampuan dan pemahaman terhadap teknologi terkini.


"Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri merupakan komitmen institusi dalam menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, modern, dan responsif. Karena itu, peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan seperti ini sangat penting agar setiap anggota mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat," tambahnya.


Dengan mengikuti pelatihan tersebut, Polres PALI menegaskan komitmennya mendukung program prioritas Polri dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan berbasis teknologi. Diharapkan, hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres PALI serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.(SN/Perry)

Share:

Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru Dukung Bright Gas Competition, Siap Bersinergi Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Perempuan


Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru Dukung Bright Gas Competition, Siap Bersinergi Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Perempuan


Palembang, sininews.com  – Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, menerima audiensi perwakilan Emtek Grup di Kantor Sekretariat TP PKK Sumsel, Selasa (4/8/2026).


Tim Emtek Grup yang hadir terdiri atas Irul, Sarah, Windi, Pini, Ifana, dan Annel. Audiensi tersebut membahas rencana penyelenggaraan Bright Gas Competition yang akan digelar pada akhir Agustus hingga awal September 2026.


Dalam pemaparannya, perwakilan Emtek Grup menjelaskan bahwa Bright Gas Competition akan dilaksanakan di delapan titik di Kota Palembang. Lokasinya tersebar di sekolah, instansi pemerintah, organisasi perempuan, serta kecamatan.


"Kami berharap keterlibatan TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dapat ikut menyemarakkan kompetisi ini," ujar perwakilan Emtek Grup.


Konsep kompetisi ini mengusung kreativitas sebagai penilaian utama. Pada tahap mini audisi, peserta diwajibkan membawa sendiri bahan makanan berupa protein, sedangkan panitia hanya menyediakan sayuran. Menu masakan juga tidak ditentukan, sehingga setiap peserta bebas menampilkan kreativitas dan inovasinya.


Dari delapan titik pelaksanaan tersebut, akan dipilih 40 peserta terbaik untuk melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, para pemenang semifinal akan berkompetisi pada babak final yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta.


Menanggapi rencana tersebut, Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik pelaksanaan Bright Gas Competition. Menurutnya, kegiatan serupa pernah diselenggarakan TP PKK Sumsel dan terbukti mampu menjadi wadah bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan serta kreativitas.


"Saya sangat mendukung. Kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi perempuan untuk menunjukkan kreativitas dan kemandiriannya di dapur," kata Feby Herman Deru.


Ia juga memberikan sejumlah masukan agar pelaksanaan kegiatan semakin semarak dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.


"Saya mengusulkan agar kegiatan ini dilaksanakan di lokasi yang ramai sehingga dapat disaksikan lebih banyak masyarakat. Selain itu, pelaku usaha katering juga dapat dilibatkan, begitu pula TP PKK kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan agar jangkauannya semakin luas," usulnya.


Dengan dukungan TP PKK Sumsel dan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Bright Gas Competition diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi memasak, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan sekaligus media promosi bagi pelaku UMKM kuliner di Sumatera Selatan.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts