Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tandatangani Kerjasama Pengamanan Aset Negara

PRABUMULIH--Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama Kejaksaan Negeri di Wilayah Kerja Asset 2 tandatangani kerjasama terkait Pengamanan Aset Negara dan Kerjasama Bidang Perdata dan  Bidang Tata Usaha Negara.

Penandatangan dilakukan oleh Empat Field Manager di Asset 2; Prabumulih Field, Adera Field, Pendopo Field dan Limau Field beserta General Manager dengan Kepala Kejaksaan Negri Muara Enim, PALI, Prabumulih, Lubuk Linggau, Ogan Ilir dan Musi Banyuasin. 

Penandatanganan kerjasama dilakukan di Hotel Arista Palembang, Kamis (17/5/2019).
Hari sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama PT Pertamina EP telah melakukan rapat koordinasi dan diskusi terkait kendala-kendala hukum yang saat ini menghambat operasional                          PT Pertamina EP Asset 2 dalam melaksanakan tugas negara. Dalam rapat tersebut Kejaksaan Tinggi melalui Kejaksaan Negeri akan mendukung kepada PT Pertamina EP Asset 2 dalam pengamanan aset dan memberikan pendampingan sengketa hukum terkait perkara perdata dan perkara tata usaha negara. 

“Kami sebagai instansi penegak hukum memiliki kesamaan tujuan dengan Pertamina EP, yaitu melindungi dan menyelamatan aset-aset negara dari penguasaan oknum-oknum kriminal. Kejaksaan juga berperan untuk melakukan tindakan preventif terhadap potensi penyimpangan hukum dalam pelaksanaan proyek strategis nasional, terutama yang menyangkut hukum bidang perdata dan bidang tata usaha negara” jelas Ali Mukartono, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel pada saat memberikan arahan.

Sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) juga memiliki kewenangan untuk memberi bantuan hukum dan tindakan hukum lain yaitu menjadi fasilitator, mediator atau konsoliator bila terjadi perselisihan antara PT Pertamina EP selaku anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara PT Pertamina Persero dengan pihak-pihak lain.

PT Pertamina EP Asset 2, yang melaksanakan kegiatan di Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen dalam menjalankan kegiatan operasi hulu migas tetap tunduk dan taat dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga dapat memberikan dampak positif kepada lingkungan, masyarakat dan negara. Namun dalam pelaksanaan tugas negara dalam memproduksikan minyak dan gas bumi, tentunya PT Pertamina EP Asset 2 menghadapi berbagai dinamika kendala-kendala sosial dan permasalahan hukum mulai dari tindakan pencurian aset, illegal tapping, illegal drilling, penguasaan aset tanah negara oleh oknum masyarakat dan praktek-praktek premanisme dilapangan, disampaikan Astri Pujianto, Asset 2 General Manager pada diskusi dan rapat koordinasi. 

“Kerjasama perusahaan dengan Instansi Penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri adalah sangat perlu, pendampingan konsultasi dan bantuan hukum sangat dibutuhkan oleh PT Pertamina EP dalam mejalankan tugas melakukan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi nasional agar terhindar praktek-praktek mal-administrasi dan menyelesaikan kendala-kendala hukum yang dihadapi dengan tetap menjaga kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku” tutup Astri Pujianto. 

Rapat koordinasi ini sebagai sarana untuk menyampaikan informasi rencana kerja dan diskusi bersama stakeholder dalam mencari solusi kendala-kendala hukum untuk mendukung suksesnya program kerja PT Pertamina EP. Selain itu, kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum para pekerja PT Pertamina EP dalam bekerja sehingga terhindar dari potensi perkara baik perdata dan pidana yang dapat menghambat kinerja PT Pertamina EP Asset 2.
Share:

Peringati Hari Kebangkitan Nasional. Kapolres : Bangkit Untuk Bersatu


PRABUMULIH - Polres Prabumulih melaksanakan upacara peringati hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019 di lapangan apel Polres Prabumulih, Senin (20/5/2019).

Upacara diikuti Wakapolres Prabumulih, Pejabat utama Polres Prabumulih, Kapolsek jajaran, anggota dan ASN Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H bertindak selaku Inspektur upacara tersebut memulai kegiatan upacara dengan membacakan teks Pancasila dan diikuti oleh seluruh peserta upacara.

Dalam upacara, Kapolres Prabumulih membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, dalam naskah sumpah palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada:

"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa". Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut.

Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema “Bangkit Untuk Bersatu". Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutan itu, Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas.

Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong,” Ungkap Kapolres Prabumulih. (sn/bio)
Share:

Kebangkitan Generasi Muda Sebagai Penentu Masa Depan Bangsa

SINI--Hari ini tanggal 20 Mei, seratus sebelas tahun yang lalu digalang kekuatan besar oleh para pemuda di wilayah nusantara untuk menyatukan tekad bangkit dari keadaan sebagai negeri terjajah. Kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, setiap tahunnya adalah hari dimana pada waktu itu  masyarakat Indonesia bangkit dengan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran yang tinggi untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada masa itu, masyarakat Indonesia menginginkan adanya perubahan dalam tatanan kenegaraan dan kehidupan karena terjadinya penindasan dan penjajahan terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokrasi, ada semacam pergeseran nilai-nilai luhur perjuangan para pendahulu.  Pergeseran nilai-nilai tersebut saat ini sangat terasa dengan adanya beberapa peristiwa yang begitu menyakitkan seperti terorisme, hujat menghujat, menghina dan lain-lain apalagi di tahun politik seperti saat ini. Di mana etika moral budaya kita sedikit demi sedikit mengalami degradasi. Hal ini disebabkan oleh perilaku beberapa anak bangsa yang tidak memaknai betapa pentingnya Kebangkitan Nasional ini yang kita rayakan setiap tanggal 20 Mei ini. Yaitu, untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsa ini yang selama ini sudah sangat memprihatinkan. Kita bisa lihat beberapa tokoh yang melakukan provokasi-provokasi dengan membuat statemen yang mengarah kepada perpecahan di antara kita. 
Hari Kebangkitan Nasional ini yang seharusnya dimaknai sebagai hari bangkitnya rasa nasionalisme anak bangsa, generasi muda, generasi pembelajar, dan generasi perubahan ini. Sehingga tugas berat dari seluruh komponen bangsa ini dan tokoh-tokoh nasional kita sudah harus membangkitkan kembali makna dari Kebangkitan Nasional ini, jika tidak ingin bangsa ini mengalami kemunduran di segala hal.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional inilah adalah momen yang sangat tepat untuk merekatkan kembali perbedaan-perbedaan pandangan yang semakin tajam.  Saling menghujat, saling menghina, saling memojokan sudah sepatutnya dihentikan. Karena pada dasarnya hari Kebangkitan Nasional yang digagas oleh pendiri-pendiri negara ini bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme bangsa ini, untuk menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat. Sehingga Hari Kebangkitan Nasional ini tidak hanya menjadi sebuah jargon saja, tapi lebih dapat dimaknai sebagai hari bersejarah bagi bangsa ini yang mempunyai nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

Generasi Muda Penentu Masa Depan Bangsa
Generasi Muda Indonesia adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang unggul, seperti pada kutipan kalimat Bung Karno "Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."
Nasib bangsa ini kedepannya ada di tangan mereka. Apakah bangsa ini akan semakin maju atau malah sebaliknya, semua itu ditentukan oleh para pemuda generasi bangsa. Untuk itu moral generasi muda harus dibentuk sedini mungkin untuk menciptakan karakter yang sesuai dengan pancasila.

Proyeksi Indonesia yang akan mencapai era keemasan kependudukan dalam 20 tahun mendatang perlu disikapi dengan baik. Jumlah usia produktif yang lebih tinggi dibanding usia nonproduktif (Bonus Demografi), diharapkan mampu mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, era keemasan yang beririsan dengan generasi muda harus dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini membuka dua sisi bersamaan, yaitu peluang dan ancaman.

“Teknologi digital akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar.  Namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lanskap ekonomi berbasis digital dunia,” 

Untuk itu, segenap elemen untuk bersama menjauhkan dunia digital dari anasir pemecah belah dan berbagai konten negatif. Ini dilakukan agar generasi muda bangsa dapat bebas berekspresi, berkreasi, dan mendapat manfaat dari teknologi digital. “Dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah,” 

Kepeloporan pemuda dalam pembangunan bangsa dan negara harus dipertahankan sebagai generasi penerus yang memiliki jiwa pejuang, perintis dan kepekaan terhadap sosial, politik dan lingkungan. Hal ini dibarengi pula oleh sikap mandiri, disiplin, dan memiliki sifat yang bertanggungjawab, inovatif, ulet, tangguh, jujur, berani dan rela berkorban dengan dilandasi oleh semangat cinta tanah air. Dalam perjalanan zaman, sejarah baru selalu ditandai dengan lahirnya generasi baru. Dalam kancah sejarah, generasi baru yang mengukir sejarah baru itu adalah dari kalangan kaum muda. Perputaran sejarah juga telah membuktikan bahwa setiap generasi itu ada umurnya. 

Indonesia membutuhkan pemimpin dari kaum muda yang mampu merepresentasikan wajah baru kepemimpinan bangsa. Ini bukan tanpa alasan, karena kaum muda dapat dipastikan hanya memiliki masa depan dan nyaris tidak memiliki masa lalu. Dan ini sesuai dengan kebutuhan Indonesia kini dan ke depannya yang perlu mulai belajar melihat ke depan. Banyaknya pemimpin daerah (gubernur, Bupati dan walikota), anggota legislatif, jajaran eksekutif dan sektor-sektor lain yang berasal dari generasi muda adalah salah satu jawaban bahwa generasi muda adalah para pejuang perubahan yang tidak tersandera perjalan kelam masa lalu, yang punya visi dan misi untuk perubahan kemajuan yang lebih baik dan sebagai penentu masa depan bangsa.   

Dalam proses pembangunan bangsa, generasi muda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional.  Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis generasi muda dalam segala dimensi pembangunanperlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan, Kebangsaan, Demokratis, Keadilan, Partisipatif, Kebersamaan, Kesetaraan dan Kemandirian.
Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa. Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaultan bangsa ini tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita.

Dengan masalah-masalah yang sudah ada maupun yang akan datang, penting bagi rakyat Indonesia, terutama kaum pemuda dan mahasiswa untuk membiasakan diri dalam meningkatkan dan memperbaiki produktifitas kita sebagai Bangsa Indonesia. Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini akan sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia apabila dapat menjadi kenyataan. Sejatinya Perubahan tidak bisa kita tunggu tetapi harus kita kejar, dan sudah selayaknya setiap perjuangan membutuhkan kerja keras, dan di butuhkan kapabilitas, dan jangan pernah merasa paling hebat, kita harus tunjukan dahulu prestasi kita baik dari segi intelektual, dan kematangan emosi. Lupakanlah sejenak tentang ke glamoran modernisasi, globalisasi dan sebagainya.  Lupakan pertikaian antar sesama dengan tujuan yang tidak jelas. Asahlah kemampuan emosional, seperti kemampuan membawa diri, kemampuan bergaul dengan sesama, kemampuan membaca akar permasalahan, kemampuan untuk menelorkan gagasan atas sebuah permasalahan, Agar kita tidak menjadi budak dari budaya modernisasi yang di prakarsai oleh budaya barat.


OLEH: BAYUMIE SYUKRI, AP., SE., M. Si
(Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Tinggal di Palembang)
Share:

Semarak Ramadhan, Citimall Gelar Hijab HUNT 2019

PRABUMULIH--Berbagai event terus diadakan oleh Citimall Prabumulih guna menyebar virus positif kepada para pemuda-pemudi di Kota Prabumulih. Salah satunya, yakni Citimall Hijab HUNT 2019. 

Acara yang digelar minggu kedua puasa ini sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pemudi khusus kaum hijaber untuk saling adu pengetahuan ,talent, serta catwalk diatas panggung. 

Creative Marketing Citimall, Tengku Hendra menerangkan sedikitnya 50 peserta telah mendaftarkan diri dalam acara tersebut. 

"Tetapi yang melakukan registrasi 25 orang peserta," ujar Tengku, Minggu (19/5).

Tengku menuturkan selain fashion show, para peserta juga diadu pengetahuan dan keterampilan diatas panggung. 

"Penilaian jelas penampilan utamanya. Kemudian, tata cara berekspresi ketika catwalk dan lainnya," tururnya. 

Adapun pemenang dalam Citimall Hijab HUNT 2019 tersebut, jelas Tengku, juara 1 dimenangkan Yora, juara 2 Trijuana dan Juara 3 Amanda. Kemudian harapan 1 atas nama Reni, harapan 2 Manisnya dan harapan 3 atas nama Mayang.

"Selain itu, untuk the best costum dimenangkan oleh Agnes , the best catwalk atas nama Deani dan the best performance atas nama Syarifah," jelas Tengku. 

Untuk para pemenang, tambah Tengku, berhak atas hadiah berupa Thropy, piagam penghargaan, dan voucher belanja dari Citimall.
Share:

Berantas Narkoba, Warga Prabumulih pecandu Narkorba banyak Lebaran di Penjara


PRABUMULIH- Sat Reserse Narkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Zon Prama, S.H, kembali berhasil melakukan ungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Kota Prabumulih.

Kali ini Sat Narkoba Polres Prabumulkih meringkus seorang pria bernama M Zuher (32 tahun) warga jalan Arimbi no.102 RT 01 RW 05 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Prabumulih, Minggu (19/05/2019) sekitar pukul 01:30 WIB.

Pria tersebut diamankan oleh Sat Narkoba Polres Prabumulih karena tertangkap tangan menyimpan narkotika jenis sabu.

Penangkapan pelaku bermula saat Tim Opsnal Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan Arimbi RT 2 RW 5 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut, kemudian pada hari Minggu sekira pukul 01.00 WIB ketika Tim Opsnal Resnarkoba akan melakukan penangkapan, namun belum bisa masuk ke dalam rumah plaku dikarenakan pelaku langsung menutup pintu ketika melihat Tim Opsnal Resnarkoba datang.

Sekira jam 01.30 WIB Tim Opsnal Resnarkoba mendobrak trali jendela dan mengamankan pelaku serta sisa barang bukti yang ada karena dari intrograsi yang dilakukan kepada pelaku, pelaku mengaku membuang barang bukti yang baru dibelinya dari daerah Kab Pali lebih kurang seberat 6 gram ke dalam WC (Water Closet) rumahnya.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu berat bruto 1,08 gram, 1/2 butir narkotika jenis ekstasi berat bruto 0,28 gram, seperangkat alat hisap sabu (bong dan pirek), 4 unit Handphone, 1 buah dompet merk crocodile serta uang tunai Rp 260.000,- Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama, S.H didampingi Kanit Idik I Ipda Sardinata, S.H membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 (Lima) tahun maksimal 20 (Dua puluh) tahun”,Tegasnya.- Sat Reserse Narkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Zon Prama, S.H, kembali berhasil melakukan ungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Kota Prabumulih.

Kali ini Sat Narkoba Polres Prabumulkih meringkus seorang pria bernama M Zuher (32 tahun) warga jalan Arimbi no.102 RT 01 RW 05 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Prabumulih, Minggu (19/05/2019) sekitar pukul 01:30 WIB.

Pria tersebut diamankan oleh Sat Narkoba Polres Prabumulih karena tertangkap tangan menyimpan narkotika jenis sabu.

Penangkapan pelaku bermula saat Tim Opsnal Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan Arimbi RT 2 RW 5 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut, kemudian pada hari Minggu sekira pukul 01.00 WIB ketika Tim Opsnal Resnarkoba akan melakukan penangkapan, namun belum bisa masuk ke dalam rumah plaku dikarenakan pelaku langsung menutup pintu ketika melihat Tim Opsnal Resnarkoba datang.

Sekira jam 01.30 WIB Tim Opsnal Resnarkoba mendobrak trali jendela dan mengamankan pelaku serta sisa barang bukti yang ada karena dari intrograsi yang dilakukan kepada pelaku, pelaku mengaku membuang barang bukti yang baru dibelinya dari daerah Kab Pali lebih kurang seberat 6 gram ke dalam WC (Water Closet) rumahnya.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu berat bruto 1,08 gram, 1/2 butir narkotika jenis ekstasi berat bruto 0,28 gram, seperangkat alat hisap sabu (bong dan pirek), 4 unit Handphone, 1 buah dompet merk crocodile serta uang tunai Rp 260.000,- Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama, S.H didampingi Kanit Idik I Ipda Sardinata, S.H membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 (Lima) tahun maksimal 20 (Dua puluh) tahun”,Tegasnya. (sn/bio)
Share:

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Dinsos PALI Turun Tangan

PALI - Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) langsung terjun ke lokasi bekas kebakaran di Talang Jawa Atas Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi, yang terjadi pagi tadi, Minggu (19/5) sekitar pukul 08.30 WIB yang menghanguskan tiga rumah. Kedatangan Dinsos dengan membawa tiga paket bantuan peralatan memasak, sembako dan pakaian dalam untuk meringankan beban korban kebakaran.

"Kita bawa tiga paket bantuan berupa, alat masak, paket family kit, paket makanan siap saji, ambal, terpal, selimut, mie instan dan paket sembako. Bantuan itu diberikan terhadap tiga keluarga korban kebakaran," ungkap Etika Metty, Plt Kepala Dinsos PALI, Minggu sore (19/5).

Untuk rehab rumah korban kebakaran, Metty telah memberikan rekomendasi agar membuat proposal bantuan perbaikan rumah.

"Kalau bedah rumah, kami hanya bisa merekomendasikan agar mengirim profosalnya ke Dinas Perkim," tukasnya.

Diketahui sebelumnya bahwa kebakaran pagi tadi, selain menghanguskan tiga rumah, juga satu korban meninggal diduga tengah tertidur saat api berkobar dan tidak sempat menyelamatkan diri. (sn)
Share:

Tak henti tangkap Pelaku narkoba, Polres Prabumulih kembali ringkus warga Pasar

PRABUMULIH- Sat Reserse Narkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Zon Prama, S.H kembali berhasil melakukan ungkap kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Prabumulih

Kali ini Sat Narkoba Polres Prabumulih meringkus seorang pemuda bernama Adi Sanggra (32 tahun) warga jalan Surip RT 02 RT 04 Kel. Pasar 2 Kec. Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Sabtu tanggal 18 Mei 2019, sekira pukul 16.00 WIB.

Pemuda tersebut diamankan oleh Sat Narkoba Polres Prabumulih karena tertangkap tangan menyimpan 1 paket narkotika jenis sabu berat bruto 0,20 gram, 1 buah pirek kaca yang masih berisikan sabu dengan berat bruto 1,21 gram serta seperangkat alat hisap sabu (bong).

Penangkapan pelaku sendiri berawal saat Tim Opsnal Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan M. Yamin gang Rambang Kel. Pasar 2 Kec. Prabumulih Utara Kota Prabumulih sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut dan sekira pukul 16.00 WIB Tim Opsnal Resnarkoba melakukan penangkapan dan mengamankan pelaku Adi Sanggra, kemudian dengan didampingi ketua RT setempat petugas Sat Narkoba melakukan penggeledahan ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu, 1 buah pirek yang masih berisi sabu dan seperangkat alat hisap sabu (bong).

Selanjutnya pelaku Adi Sanggra dan barang bukti dibawa ke Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama, S.H didampingi Kanit Idik I Ipda Sardinata, S.H membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 (Lima) tahun maksimal 20 (Dua puluh) tahun”, Tegas AKP Zon.

” Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait narkoba maupun tindak pidana lainnya dapat menghubungi kami di no pengaduan 110 atau 081389110110″ tungkas AKP Zon. (sn/bio)
Share:

Akibat Longsor, Kantor KUD Terancam Ambruk​


MUARA ENIM - Nyaris yang terjadi pada sejumlah bangunan yang berada di pinggiran bantaran sungai Benakat tepatnya di Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim terancam ambruk akibat tanah longsor, Minggu (19/5).

Bangunan seperti rumah warga bahkan kantor Koperasi Unit Desa (KUD) setempat nyaris ambruk ke sungai.​

Menurut tokoh masyarakat setempat Ersangkut yang juga anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, tanah longsor dipinggiran bantaran sungai membuat warga yang tinggal dilokasi tersebut resah. Karena bangunan rumah mereka kini terancam ambruk dan jatuh ke sungai.​

"Ada dua rumah warga yang nyaris ambruk karena longsor yakni rumah milik Agus Bonek dan Surna, diketahui didaerah bantaran sungai memang banyak rumah-rumah warga disana,"kata Ersangkut, Minggu (19/5).​

Bahkan, lanjutnya longsor juga nyaris membuat kantor KUD desa setempat ambruk. Karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim segera menerjunkan pihak penanganan terkait untuk mengantisipasi longsor.

"Kami minta tim BPBD dan OPD terkait turun ke lokasi guna mencegah dampak yang lebih parah,"jelasnya
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Tasman dikonfirmasi belum mendapat laporan resmi terkait ancaman bangunan ambruk akibat longsor di Desa Padang Bindu, Benakat.

Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti dan turun ke lapangan beserta tim.
"Sampai sekarang laporan belum kita terima, tapi akan kita tindak lanjuti dengan turun ke lokasi beserta tim,"pungkasnya. (
Share:

BREAKING NEWS : Seorang Nenek Tewas Tertabrak Kereta Api di Prabumulih

PRABUMULIH--Seorang perempuan ditemukan tewas mengenaskan ditengah rel kereta api dikawasan Jalan Tebat Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih atau tepatnya dibelakang kantor DPRD Prabumulih. 

Korban diduga tewas tertabrak kereta api yang melaju dari arah Lahat menuju Kota Palembang. 

Andre Ramadani salah satu warga sekitar mengatakan mayat pertama kali ditemukan oleh petugas PT KAI yang tengah bekerja memperbaiki rel sekitar pukuk 13.40 wib, Minggu (19/5).

"Tadi pegawe PT KAI nagsih tahu ayah aku, katonyo ado wong telindas kereta api," Ujarnya. 

Adanya penemuan mayat tersebut, kata Andre, membuat heboh warga sekitar. "Warga rame belarian ke rel takut anggota keluarga mereka yang tetabrak," ungkapnya. 

Andre mengaku tidak mengetahui pasti identitas mayat korban tabrak kereta tersebut. Namun ia memastikan mayat bukan warga sekitar rel kereta api. "Bukan warga sini," terangnya. 

Sementara, Ipung warga lainnya saat dikonfirmasi menuturkan mayat diduga bernama Lastri warga Karang Raja 1. "Infonyo dari warga itu warga Karang Rajo. Namonyo nek Lastri," tuturnya. 

Hingga berita ini diturunkan, mayat masih berada di TKP. Petugas PT KAI masih menunggu aparat kepolisian yang datang mengamankan untuk mengakut jenazah. 
Share:

Miris, Dua Keluarga Miskin di PALI Tidak Pernah Tersentuh Bantuan

PALI--Tinggal seorang diri dan mencari nafkah hanya menjadi buruh menyadap karet dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, nenek Sainimah (65) warga Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap bertahan hidup dibawah garis kemiskinan.

Dari keterangan nenek Sainimah, bahwa sejak ditinggal sang suami tiga tahun silam, kehidupannya kian berat, lantaran dirinya harus banting tulang untuk mencukupi kehidupannya. Sementara, dari perkawinannya selama 25 tahun dengan sang suami, dirinya tidak dikaruniai anak.

Bahkan rumah yang mirip gubuk berukuran lebih kurang 2X3 meter berdinding anyaman bambu itu yang telah lebih 25 tahun didiaminya masih menumpang di lahan milik warga setempat. Tidak ada isi rumah yang mewah, bahkan listrik pun dia masih menggunakan minyak tanah.

Lebih mirisnya lagi, beras pra sejahtera (Rastra) atau Raskin selama dirinya hidup, belum pernah dia nikmati, apalagi jenis bantuan pemerintah lainnya, PKH, BLSM atau jenis batuan lainnya tidak pernah dia dapatkan.

Yang dia makan saat ini, murni dari tetes keringatnya sendiri dari hasil upahannya menyadap karet, dimana penghasilannya tidak tetap, terkadang dirinya mendapat Rp 150.000/minggu, itupun kalau harga getah karet sedang meningkat. Namun kalau harga karet jatuh, terkadang penghasilan nenek Sainimah dibawah Rp 100.000/minggu.

Saat hingar bingar pesta demokrasi yang lalu, nenek Sainimah bahkan sama sekali tak pernah dilirik partai politik atau Caleg apalagi Capres yang sibuk mencari suara. Bagi dirinya, politik tidak ada pengaruh bagi kehidupannya, yang dia takutkan saat ini adalah usianya yang semakin senja dan jatuh sakit, tentunya dia tidak bisa mengais rezeki lagi dan ditakutkan tidak ada orang peduli untuk merawatnya.

"Orang miskin seperti aku ini tidak ada yang membutuhkan, saat ini memang masih punya tenaga, tetapi kalau sudah sakit-sakitan, aku takut tidak ada orang yang mau mengurus. Namun, aku pasrahkan saja pada Tuhan," ujar nenek Sainimah, saat dijumpai media ini, Minggu (19/5).

Diakuinya bahwa yang dia harapkan dan selalu dipinta saat berdoa adalah selalu diberi kesehatan, ataupun apabila Tuhan akan mencabut nyawanya, janganlah diberi sakit terlebih dahulu agar tidak ada orang yang ikut susah dengan kondisinya.

"Aku sudah terbiasa seperti ini, harapan untuk memperbaiki kehidupan sudah punah, apalagi harus minta-minta bantuan dari pemerintah, kalaupun ada perhatian dari pemerintah, kenapa tidak diberikan sejak dari dulu. Hanya satu permintaan aku dengan Tuhan adalah kesehatan dan aku tidak ingin menyusahkan orang lain, biarlah aku miskin dan menanggung beban hidup seorang diri," tukasnya dengan tatapan mata kosong.

Kemiskinan yang mendera nenek Sainimah di Desa Babat rupanya juga dialami Ajamudin (35) yang tinggal di sebuah gubuk yang nyaris roboh bersama sang istri, Santi (25).

Kondisi rumah Ajamudin lebih parah dari kediaman nenek Sainimah. Dinding bangunan dan atapnya yang terbuat dari daun ilalang telah lapuk dan sudah jauh tidak layak huni. Bantuan pemerintah, tak satupun belum menyentuhnya, padahal kondisi keluarga itu sangat memprihatinkan.

Dari pengakuan Arka Nurawi, kepala
Desa Babat membenarkan bahwa kedua keluarga tersebut memang tidak pernah menerima bantuan. Padahal, pihak desa telah berulang kali mengusulkan, tetapi entah apa penyebabnya tidak pernah keluar nama Sainimah dan Ajamudin sebagai penerima bantuan.

"Kalau untuk perehapan rumah, kami berencana melakukannya melalui swadaya atau melalui dana desa, karena pemilik lahan sudah menyetujuinya dengan syarat bangunan rumah jangan permanen. Sudah kami rapatkan di desa, dan masyarakat setuju. Karena meminta bantuan dari Dinsos, alasanya, lahan pekarangan bukan milik bersangkutan," ungkap Kades.

Namun demikian, Kades berharap, Pemerintah daerah atau pusat mengupayakan celah lain untuk bisa membantu keluarga Sainimah maupun Ajamudin.

"Yang dibutuhkan mereka saat ini adalah hunian yang layak. Karena nenek Sainimah apalagi Ajamudin, apabila hujan, mereka mencari pondok (pance) milik tetangganya," harap Kades.

Terpisah, Etika Metty Plt Kepala Dinsos mengaku bahwa kesulitan membantu untuk membedah rumah Ajamudin dan Sainimah.

"Kendala administrasi, dimana penerima bantuan bedah rumah, salahsatu syaratnya, lahan harus milik yang bersangkutan. Tetapi tetap kita upayakan bantuan," kata Metty.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts