Hadir di PALI, Begini Harapan Kapolres Terhadap BSI



PALI. SININEWS.COM – Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan layanan perbankan syariah di Kabupaten PALI, Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, pada Selasa (7/1/2024). 


Acara grand opening ini berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.15 WIB dengan suasana penuh semangat dan sinergi.


Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Bupati PALI Drs. Soemardjono, Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K., M.H., Kejari PALI Farriman Isandi Siregar, S.H., M.H., Sekda Kabupaten PALI Kartika Yanti, S.H., M.H., dan jajaran kepala OPD di lingkup Pemkab PALI. 


Kehadiran para pimpinan dari berbagai instansi ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan layanan perbankan berbasis syariah di wilayah PALI.


Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin menyampaikan harapannya agar kehadiran KCP BSI ini menjadi momentum penting dalam mendukung masyarakat PALI untuk mendapatkan akses layanan perbankan syariah yang lebih baik. 


"Dengan lokasi strategis dan fasilitas yang lebih optimal, BSI diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung perekonomian berbasis syariah," ujarnya.


Selain itu, Kapolres PALI juga menekankan pentingnya sinergi antara Polres PALI, Polsek Talang Ubi, dan pihak BSI dalam meningkatkan keamanan serta pelayanan kepada masyarakat. 


“Sinergi ini penting untuk memastikan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif, terutama dalam pemberantasan potensi kejahatan di sekitar kawasan perbankan,” tambahnya.


Direksi KCP BSI PALI menjelaskan bahwa langkah rekonfigurasi jaringan dengan membuka cabang di lokasi baru ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pengalaman nasabah. 


Dengan posisi yang lebih strategis, BSI optimis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan berbasis syariah.


Grand opening ini juga menjadi simbol komitmen BSI untuk terus berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat. 


Setelah peresmian, kegiatan berakhir dengan situasi aman dan terkendali, menandai awal yang baik bagi BSI KCP Kabupaten PALI.


Dengan operasional penuh mulai 16 Desember 2024, kehadiran BSI di lokasi baru ini diharapkan mampu menjadi solusi finansial berbasis syariah yang lebih mudah diakses oleh masyarakat Kabupaten PALI dan sekitarnya.(sn/perry)

Share:

Pembangunan Los Pasar dan Siring Pipa Box Yang Gunakan DD serta ADD di Prambatan Dicek Polsek Penukal Abab Serta OPD Terkait


PALI. SININEWS COM – Polsek Penukal Abab bersama sejumlah pihak terkait melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan los pasar dan siring pipa bok yang didanai melalui Anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2024 di Desa Prambatan. Pada Selasa (07/01/2025)


Monitoring ini bertujuan memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana dan spesifikasi teknis.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Abab, Razulik, S.H.; Kasi PMD Abab, Tagam Jaya, S.Pd.; Kepala Desa Prambatan, Armansol; BPD Desa Prambatan yang diwakili oleh Lewa Wati; Plh Kapolsek Penukal Abab, AKP Ardiansyah, S.H.; Bhabinkamtibmas Polsek Penukal Abab, Brigadir Arwansah; Pendamping Desa (PD), Yanti; Pendamping Lokal Desa (PLD), Saipul; serta tokoh masyarakat Desa Prambatan, Sarnubi.


Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan fisik dan pengukuran pada lokasi pembangunan untuk memastikan kualitas dan ketepatan anggaran yang digunakan. 


Monitoring dimulai sejak pagi dan selesai pada pukul 10.20 WIB, berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.


Plh Kapolsek Penukal Abab, AKP Ardiansyah, S.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran desa.


"Kami berharap pembangunan ini dapat selesai dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Desa Prambatan," ujar AKP Ardiansyah.


AKP Ardiansyah juga menambahkan bahwa monitoring semacam ini penting untuk menghindari adanya penyimpangan dan memastikan kualitas pembangunan yang sesuai standar.


Kegiatan monitoring seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjalankan program pembangunan yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(sn/perry)

Share:

BSI Hadir di PALI, Siapkan Rp17 T Untuk Program KUR

wakil bupati PALI saat pengguntingan pita launching BSI KCP PALI 


PALI. SININEWS.COM -- Bank Syariah Indonesia (BSI) kini hadir di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), lokasinya berada di Jalan Merdeka Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi tepatnya di depan Kantor DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa).

Kehadiran BSI di kabupaten PALI membawa kabar baik bagi masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan itu.

Pasalnya, setelah launching Kantor Cabang Pembantu (KCP) BSI PALI pada Selasa 7 Januari 2025, bank yang mengusung pembagian secara syari'ah tersebut memiliki keunggulan lain dibanding bank yang ada.

Bahkan BSI siap mendorong peningkatan perekonomian di kabupaten PALI dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dimana pada program KUR tersebut, BSI menyiapkan dana sebesar Rp17 Triliun untuk seluruh masyarakat Indonesia termasuk calon nasabah KUR di kabupaten PALI.

Hal itu disampaikan salah satu staff BSI PALI saat diwawancarai media ini disela acara launching KCP BSI PALI.

"BSI menyiapkan dana sebesar Rp 17 T tahun ini untuk program KUR di seluruh BSI di Indonesia," ujar salah satu staff BSI KCP PALI.

Meski semua bank memiki program KUR, tetapi kata salah satu staff tersebut BSI memiliki kelebihan lain.

"Calon nasabah KUR akan langsung kami proses, dan proses pengajuan cepat yang penting syarat lengkap dan tanpa biaya," ungkapnya.

Untuk ketentuan KUR dijelaskannya bahwa mengikuti peraturan pemerintah.

"KUR mengikuti ketentuan pemerintah, semua bank sama yakni pembagiannya 6 persen pertahun, tapi bedanya BSI cepat prosesnya tanpa ribet," imbuhnya.

Produk kredit lain di BSI disebutkan staff tersebut adalah kredit non KUR yang ringan bunganya.

"Bunga kredit non KUR dari 0,91 persen sampai 1,2 persen tergantung tenornya. Kalau tenornya panjang maka akan semakin kecil bunganya," sebutnya.

Dengan hadirnya di PALI, BSI berharap mampu menjadi mitra perbankan untuk masyarakat PALI serta menopang dan mendukung percepatan peningkatan ekonomi di kabupaten baru tersebut.

"Target BSI mengawali kehadirannya tahun 2025 ini ke OPD atau pegawai pemerintahan. Untuk nasabah BSI di PALI meski belum ada kantor sebelumnya, namun terdata sudah ada masyarakat yang telah setia menjadi nasabah kami dan harapan kedepan akan semakin banyak nasabah bermitra dengan BSI," harapnya.

Pada pelaksanaan launching BSI KCP PALI, hadir Wakil Bupati PALI Drs.H.Soemarjono, Sekda Kartika Yanti serta sejumlah kepala OPD dan jajaran juga direksi BSI.

Dengan telah dilaunchingnya BSI KCP PALI, maka bank tersebut telah siap melayani masyarakat untuk bermitra dengan BSI.(sn/perry)


Share:

Wabup PALI Cek Dapur Program Makan Bergizi, Tekankan Disdik Data Penerima



PALI. SININEWS.COM -- Program makan siang bergizi di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini tengah melakukan persiapan akhir, dimana dapur untuk program pemerintah pusat tersebut sudah memasuki tahap finishing pembangunannya yang lokasinya berada di wilayah KM 9 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

Untuk memastikan kesiapan program makan siang bergizi, Wakil Bupati PALI Drs.H.Soemarjono pada Selasa 7 Januari 2025 meninjau dapur umum didampingi Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI, Danramil serta OPD terkait.

"Kami meminta Dinas Pendidikan untuk mendata penerima program makan siang bergizi, jangan ada yang terlewat maupun dimanipulasi jumlahnya," saran Wabup.

Kepada pengelola atau pihak ketiga, Wabup juga meminta agar bekerja profesional sesuai petunjuk dan teknis dari pemerintah pusat.

"Meski kita daerah baru, tetapi bekerjalah secara profesional. Jangan alasan daerah baru, ketika dilapangan banyak menimbulkan masalah," pesannya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI Ardian menyebut untuk tahap awal program makan siang bergizi baru di kecamatan Talang Ubi dengan jumlah penerima ada 3.295 siswa.

"Radius sekolah dari dapur 5 kilometer, dengan jumlah sekolah 13 dan penerima sebanyak 3.295 siswa," ujar Ardian.

Untuk penerima dijelaskan Ardian dari siswa  TK hingga SLTA.

"Untuk tahap awal di Talang Ubi ada 1 PAUD,  7 SD, 3 SMP dan 2 SMK. Untuk pelaksana program makan siang bergizi sudah ditunjuk dan dapurnya ada di wilayah Handayani Mulya," terangnya.

Ditempat sama, pihak pelaksana makan siang bergizi di kecamatan Talang Ubi, Almarizan bahwa persiapan untuk program yang ditunggu-tunggu masyarakat terus dikebut.

"Persiapan sudah masuk tahap akhir dan tanggal 10 Januari ini sudah selesai, kemudian tempat dan SDM sudah kami siapkan dan pelaksanaan secepatnya kita lakukan. Saat ini kita masih menunggu tempat makan atau omprengan," katanya.(sn/perry)
Share:

Dikmaba Polri angkatan 1997-1998 DSD-SDS Sumsel Sebar Bantuan, Tukang Ojek Sampai Panti Jompo Tersenyum



PALEMBANG. SININEWS.COM -- Sejumlah tukang ojek hingga para Lansia yang berada di Panti Jompo di wilayah provinsi Sumatera Selatan tersenyum dan tampak sumringah setelah menerima bantuan dari anggota polisi alumni Bintara Polri angkatan 1997-1998.

Bakti sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Anniversary yang ke-27 tahun Pengurus Alumni Bintara Polri angkatan 1997-1998 (Dikmaba PK Polri Sembilan Delapan/Sepolwan Dua Satu (DSD-SDS) Sumatera Selatan yang digelar pada Senin 6 Januari 2025.



Bhakti Sosial Bintara angkatan 1997-1998 DSD-SDS Sumatra Selatan tersebut diawali dengan mengunjungi Panti asuhan, pondok pesantren, panti jompo dan warga yang kurang mampu.
Ketua DSD/ SDS Sumatera Selatan Kompol Herman Rozi SH MH didampingi Kanit 2 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumsel AKP Rusli SH MH Msi mengungkapkan bahwa kegiatan Bhakti Sosial dilaksanakan serentak di 17 kabupaten/kota dalam rangka Anniversary ke -27 tahun DSD/SDS ke 27 Tahun 2025.


Ketua DSD/ SDS Sumatera Selatan Kompol Herman Rozi SH MH didampingi Kanit 2 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumsel AKP Rusli SH MH Msi 
" Kami pengurus Alumni Bintara angkatan 1997-1998 DSD-SDS Sumatra Selatan menggelar giat Bhakti Sosial Dalam rangka Anniversary yang ke-27 tahun, kegiatan ini dilaksanakan serentak di 17 kota/ Kabupaten termasuk Polda SPN Polda Sumsel,"Ungkapnya.

"Kami berharap apa yang telah kami berikan dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat," Pungkasnya.




Pada Anniversary kali ini Dikmaba Polri angkatan 1997-1998 DSD-SDS Sumatera Selatan memberikan bantuan sembako kepada tukang ojek,panti jompo dan warga yang kurang mampu yang ada di 17 kota/kabupaten termasuk SPN dan Polda Sumsel.(sn/perry)
Share:

Satsamapta Polres PALI Bersama Satlantas Lakukan Patroli Perintis Presisi


PALI. SININEWS.COM – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Samapta Polres PALI bersama Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi pada Senin (6/1). Patroli ini dimulai pukul 08.00 WIB.

Dengan rute utama di sekitar Simpang Tiga Polres PALI, sebagai titik pengamanan (strong point).


Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Samapta Polres PALI AKP Hermanto,A.Md dengan melibatkan empat personel terlatih, yakni Bripda Perdiansah Pratama, Bripda Ikhsan Al-Mukmin, Bripda Aryo Prasetyo, dan Bripda I Made Swastika serta personil dari Satlantas Polres PALI. 


Patroli ini mengacu pada Surat Perintah Nomor: Sprin/45/XI/2025, yang berlaku hingga akhir Januari 2025.


Dalam pelaksanaannya, tim patroli memastikan situasi di area Simpang Tiga Polres PALI tetap aman dan tertib, khususnya untuk arus lalu lintas yang menjadi salah satu fokus utama. 


“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,sekaligus meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas,”ungkap Kasat Samapta.


Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin,S.I.K., M.H.,memberikan apresiasi atas pelaksanaan patroli ini. 

Menurutnya, patroli rutin semacam ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. 


"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. Sinergi antara Satuan Samapta dan Lalu Lintas dalam patroli ini adalah bentuk nyata dari upaya preventif yang kami lakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polres PALI,"ujar AKBP Khairu Nasrudin kepada awak media ini pada Senin pagi diruang kerjanya. 


Hasil dari patroli menunjukkan bahwa situasi di sekitar Simpang Tiga Polres PALI dalam keadaan aman dan terkendali, dengan arus lalu lintas yang lancar. 


Polres PALI berharap kegiatan ini dapat terus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat.


"Keamanan adalah tanggung jawab bersama.Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berperan aktif dalam menjaga situasi yang kondusif," tutup AKBP Khairu Nasrudin.(sn/perry)

Share:

Ringankan Beban Hidup Yatim dan Disabilitas, Jajang Jadi Ayah Bagi Ratusan Anak Yatim Piatu


Jakarta. SININEWS COM - Kehidupan anak-anak yatim dan disabilitas di Cilegon, Banten, yang kurang mampu telah membuat Kompol Jajang Mulyaman bergerak untuk meringankan beban hidup mereka. Kasubbagbingadik Gadik SPN Polda Banten tersebut kini seolah menjadi ayah bagi ratusan anak yatim dan anak disabilitas di wilayah Cilegon dan sekitarnya.

"Allah telah memberikan rezeki, kekuatan kepada kita, tentunya untuk membantu orang yang lemah," ujar Jajang  Minggu (5/1/2025).


Jajang terlihat menunjukkan kondisi tempat tinggal salah satu keluarga yang dibantunya. Tempat itu berupa gubuk yang di dalamnya terdapat tempat tidur dan dapur dengan kondisi memprihatinkan.




Jajang, yang merupakan kandidat peraih Hoegeng Awards 2024, ini rutin keluar masuk kawasan kumuh untuk memberi bantuan hingga bercengkerama dengan anak-anak yatim dan disabilitas yang menjadi masyarakat binaannya di sana. Jajang mengatakan masyarakat binaannya hidup dalam kondisi memprihatinkan.




"Ini sangat memprihatinkan, kondisi di dalam rumah, dapur, tempat tidur. Sebagai anggota Polri, siapa lagi yang harus kita peduli terhadap orang tidak mampu," ujarnya.




Jajang menggunakan waktu di luar dinasnya sebagai polisi untuk merawat anak-anak yatim dan disabilitas yang kurang mampu. Saat ini, ada sekitar 400 anak yang dirawat oleh Jajang.


Jajang mengatakan banyak orang bertanya dari mana uang yang digunakannya untuk membantu anak yatim dan anak penyandang disabilitas itu. Dia menegaskan dirinya tak pernah meminta sumbangan, namun selalu ada donatur yang mempercayakan bantuan untuk disalurkan lewat dirinya.


"Banyak orang tuh bertanya ke saya, duit dari mana itu Pak Jajang bisa bagi-bagi? Ya syukur alhamdulillah sampai saat ini belum pernah namanya minta-minta atau ngemis-ngemis ke orang untuk kegiatan ini. Justru masyarakat yang terbuka hatinya datang memberikan bantuan kepada saya sehingga hal ini menjadi motivasi saya untuk selalu berbagi," ujarnya.


Jajang pun bersyukur banyak masyarakat ikut membantu anak-anak yatim dan disabilitas yang kurang mampu. Dia mengatakan anak-anak yatim itu mengajarkan kesabaran dan keikhlasan kepada dirinya.


"Dari anak-anak yatim ini saya belajar tentang kesabaran, keikhlasan, kegiatan saya ini termotivasi hanya karena Allah," ujarnya.


Salah satu polisi yang pernah bekerja sama dengannya, Sumaji, mengaku awalnya 'aneh' melihat Jajang. Dia mengatakan Jajang pernah membelikan kasur baru untuk keluarga kurang mampu usai melihat keluarga tersebut tidur di atas kasur yang sudah busuk.


"Pak Jajang itu aneh, memang sifatnya seperti itu. Dulu kami berdua pernah jadi anggotanya, aneh, orang-orang yang nggak suka, beliau suka. Seperti orang yang kasurnya sudah bau, itu dibeliin, diganti. Ketemu anak yatim di jalan. Bagi kami aneh yang positif," ucapnya.


Salah satu warga binaan Jajang mengatakan Jajang merupakan sosok yang sangat baik. Dia mengatakan Jajang kerap memberi bantuan dan semangat kepada agar sabar merawat anaknya yang merupakan penyandang disabilitas.(sn/perry)

Share:

Nyawa Remaja Ini Selamat Berkat Anggota Polisi Setelah Terseret Ombak di Pantai Barat Pangandaran


Tasikmalaya. SININEWS.COM - Kondisi Sevina Azahra (14), pengunjung Pantai Pangandaran yang diselamatkan Aipda Anumerta Anditya Munartono (35) mulai membaik.

Ditemui di rumahnya di Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (5/1/2025), Sevina tampak dalam kondisi sehat.


 

Meski perban bekas tusukan jarum infus masih melekat di tangannya, remaja putri usia 15 tahun itu, berkenan berbagi kisah pilu yang dialaminya Jumat (3/1) sore di Pantai Barat Pangandaran.


"Awalnya saya lagi berenang di pantai, di pinggir," kata Sevina. Saat itu dia berenang bersama keluarganya, sekitar jam 15.30 WIB.


Namun tanpa disadari, secara perlahan Sevina terseret ombak ke tengah. "Pelan-pelan terseretnya, tahu-tahu pas nginjek sudah nggak ada (tak ada pijakan, karena kedalaman air)," kata Sevina.


Saat itu dia dilanda kepanikan, sehingga berusaha meminta tolong.


"Saat itu saya sudah lemas, sudah tidak bisa minta tolong sama siapa lagi, terus ditolong sama bapak polisi itu, tapi bapak itu juga mungkin lemas," kata Sevina.


Penolong yang diungkapkan Sevina itu tak lain adalah Aipda Anumerta Anditya Munartono. Saat itu kondisi Sevina dan Anditya sudah tak sadarkan diri sebelum akhirnya bisa dievakuasi oleh perahu nelayan.


"Saya pingsan, saya baru sadar pas di rumah sakit, malam hari. Pusing banget, mual, mungkin karena air laut terminum," kata Sevina.


"Ternyata bapak polisi itu udah nggak ada (meninggal dunia) pas menyelamatkan saya," imbuh Sevina berlinang air mata.



Sevina mengatakan Anditya adalah pahlawan bagi dirinya. Dia juga menyatakan belasungkawa mendalam bagi keluarga Anditya.


"Saya mau ngucapin belasungkawa, semoga pak polisi itu, pahlawan saya, husnul khotimah," ujar Sevina, kali ini tangisnya pecah.


Nia Puspita, ibu Sevina juga mengutarakan hal senada. Dia mengaku hanya bisa berterima kasih dan mendoakan kebaikan almarhum.


"Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan semoga almarhum husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami tak tahu harus bagaimana membalas kebaikannya," kata Nia.


Idi Abdul Hadi yang juga menengok Sevina menyampaikan dukacita atas meninggalnya Aipda Anumerta Anditya Munartono.


"Kami atas nama Pemerintahan Desa Tenjowaringin mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menyelamatkan jiwa warga kami," kata Idi.


"InsyaAllah almarhum syahid, meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan nyawa warga kami," kata Idi.(sn/perry)

Share:

Selain Jadi Anggota Polisi, Joko Ternyata Jadi Penggali Kubur Sejak SMP


JAKARTA. SININEWS COM  - Bripka Joko Hadi Aprianto, sosok Bintara Polsek Samarinda Hulu terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Di mana selain menjadi personel Polisi, ia juga seorang penggali kubur. 


Bripka Joko adalah salah satu anggota Polri yang kerap melakukan penggalian kubur secara sukarela. Hal itu sudah dilakukannya selama 23 tahun.



Jadi Penggali Kubur Sejak SMP


Apa yang dilakukannya pun menunjukkan bahwa sebagai abdi negara selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam bentuk karya. Joko menjalani tugas lain sebagai penggali kubur sejak dia duduk di bangku kelas 2 SMP. 


Terkait dengan pengabdiannya itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui langsung Bripka Joko di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.


Kapolri memberikan perhatian langsung sekaligus mengapresiasi niat baik Bripka Joko yang sering melakukan penggalian kubur untuk masyarakat secara sukarela selama kurang lebih 23 tahun. 



Dalam kesempatan tersebut, Kapolri berbincang dan mendengarkan pengalaman langsung dari Bripka Joko yang memutuskan untuk menjadi tukang gali kubur selain bertugas sebagai personel kepolisian. 


"Kamu kan sekarang polisi dan sampai sekarang terus berlanjut menggali kubur, apa yang ada di hatimu saat ikut membantu melaksanakan gali kubur. Niat mu apa?," tanya Kapolri, dikutip, Minggu (5/1/2025).


"Izin jenderal kalau dahulu buat nyari rezeki kalau sekarang untuk amal. Karena setiap bulan, mohon izin pasti nombok. Karena untuk orang tidak mampu saya gratiskan, tapi saya tetap gaji karyawan," jawab Bripka Joko. 


Setelah mendengarkan pengalaman dan cerita dari Bripka Joko, Kapolri menyatakan bahwa, membantu masyarakat dengan menjadi tukang gali kubur merupakan niat yang sangat mulia. 


Pesan Kapolri


Kapolri sempat menyinggung sekolah perwira kepada Bripka Joko. Namun, ketika hendak ditawarkan, Bripka Joko lebih memilih perluasan area makam untuk kebutuhan masyarakat luas. 


"Sudah sekolah belum. Mau sekolah perwira?" tanya Sigit. 


"Mohon izin Jenderal, mohon maaf ingin nambah tanah wakaf kuburan karena mulai penuh untuk masyarakat," jawab Bripka Joko.(sn/perry)

Share:

Abdikan Diri, Bhabinkamtibmas Polsek di Subang Rangkul dan Rehabilitasi ODGJ


Jakarta. SININEWS COM - Bhabinkamtibmas Polsek Sagalaherang, Polres Subang, Bripka Erick Syafrudinsyam, merangkul dan merehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah binaannya. Bripka Erick mengatakan para ODGJ itu membutuhkan cinta dan kasih.

"Merasa iba dari hati nurani saya untuk membantu para ODGJ," kata Bripka Erick, seperti dalam keterangan, Minggu (5/1/2025).


Baca artikel detiknews, "Kisah Bripka Erick Berdayakan ODGJ di Subang: Mereka Butuh Cinta Kasih"


Bripka Erick mengajarkan para ODGJ untuk mengaji dan bercocok tanam. Mulanya, berbagai tantangan yang dialami Bripka Erick.


"Awalnya saya merasa canggung, takut, namun dengan pendekatan dan memberikan pemahaman, kini warga antusias membantu kami. Kembali saya menerapkan bahwa kita harus saling tolong-menolong, dan kebetulan saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk membantu mereka," tutur dia.


Bripka Erick mengungkap alasannya mengajarkan ODGJ mengaji dan bercocok tanam. Menurutnya, pada ODGJ itu juga bisa memberikan manfaat kepada warga sekitar.


"Saya mengajari mereka mengaji karena saya yakin kalaupun mereka siapa dirinya, mereka tidak akan lupa siapa tuhannya. Dengan bercocok tanam saya membuktikan mereka juga bermanfaat untuk masyarakat," jelas dia.


"Dari kacamata saya sebagai seorang Bhayangkara yang mereka butuhkan tidak hanya obat-obatan, tapi yang utama adalah cinta dan kasih sayang," imbuhnya.


Sementara itu, Kadus IV Karapyak, Desa Citanmekar, Ita, mendukung upaya yang dilakukan oleh Bripka Erick. Menurutnya, warga juga antusias dengan program yang digagas oleh Bripka Erick.


"Dulu tuh katanya untuk penempatan Tahfidz Quran, eh malah-malah yang datang ODGJ, malah sampai ada yang pakai dirantai segala, jadi warga sempat protes. Kini warga justru antusias membantu kami," kata Ita.


Kapolsek Segalaherang, Iptu Irfan Taufik Firmansyah, mengaku memberikan keleluasaan kepada Bripka Erick untuk membantu ODJG. Dia juga memberikan apresiasi.


"Saya sebagai pimpinan memberikan waktu yang seluas-luasnya kepada Pak Erick untuk memberikan manfaat kepada ODJG," ujar Iptu Irfan.(sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts