-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
BSI Hadir di PALI, Siapkan Rp17 T Untuk Program KUR
Wabup PALI Cek Dapur Program Makan Bergizi, Tekankan Disdik Data Penerima
Dikmaba Polri angkatan 1997-1998 DSD-SDS Sumsel Sebar Bantuan, Tukang Ojek Sampai Panti Jompo Tersenyum
Satsamapta Polres PALI Bersama Satlantas Lakukan Patroli Perintis Presisi
PALI. SININEWS.COM – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Samapta Polres PALI bersama Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi pada Senin (6/1). Patroli ini dimulai pukul 08.00 WIB.
Dengan rute utama di sekitar Simpang Tiga Polres PALI, sebagai titik pengamanan (strong point).
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Samapta Polres PALI AKP Hermanto,A.Md dengan melibatkan empat personel terlatih, yakni Bripda Perdiansah Pratama, Bripda Ikhsan Al-Mukmin, Bripda Aryo Prasetyo, dan Bripda I Made Swastika serta personil dari Satlantas Polres PALI.
Patroli ini mengacu pada Surat Perintah Nomor: Sprin/45/XI/2025, yang berlaku hingga akhir Januari 2025.
Dalam pelaksanaannya, tim patroli memastikan situasi di area Simpang Tiga Polres PALI tetap aman dan tertib, khususnya untuk arus lalu lintas yang menjadi salah satu fokus utama.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,sekaligus meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas,”ungkap Kasat Samapta.
Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin,S.I.K., M.H.,memberikan apresiasi atas pelaksanaan patroli ini.
Menurutnya, patroli rutin semacam ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. Sinergi antara Satuan Samapta dan Lalu Lintas dalam patroli ini adalah bentuk nyata dari upaya preventif yang kami lakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polres PALI,"ujar AKBP Khairu Nasrudin kepada awak media ini pada Senin pagi diruang kerjanya.
Hasil dari patroli menunjukkan bahwa situasi di sekitar Simpang Tiga Polres PALI dalam keadaan aman dan terkendali, dengan arus lalu lintas yang lancar.
Polres PALI berharap kegiatan ini dapat terus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama.Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berperan aktif dalam menjaga situasi yang kondusif," tutup AKBP Khairu Nasrudin.(sn/perry)
Ringankan Beban Hidup Yatim dan Disabilitas, Jajang Jadi Ayah Bagi Ratusan Anak Yatim Piatu
Jakarta. SININEWS COM - Kehidupan anak-anak yatim dan disabilitas di Cilegon, Banten, yang kurang mampu telah membuat Kompol Jajang Mulyaman bergerak untuk meringankan beban hidup mereka. Kasubbagbingadik Gadik SPN Polda Banten tersebut kini seolah menjadi ayah bagi ratusan anak yatim dan anak disabilitas di wilayah Cilegon dan sekitarnya.
"Allah telah memberikan rezeki, kekuatan kepada kita, tentunya untuk membantu orang yang lemah," ujar Jajang Minggu (5/1/2025).
Jajang terlihat menunjukkan kondisi tempat tinggal salah satu keluarga yang dibantunya. Tempat itu berupa gubuk yang di dalamnya terdapat tempat tidur dan dapur dengan kondisi memprihatinkan.
Jajang, yang merupakan kandidat peraih Hoegeng Awards 2024, ini rutin keluar masuk kawasan kumuh untuk memberi bantuan hingga bercengkerama dengan anak-anak yatim dan disabilitas yang menjadi masyarakat binaannya di sana. Jajang mengatakan masyarakat binaannya hidup dalam kondisi memprihatinkan.
"Ini sangat memprihatinkan, kondisi di dalam rumah, dapur, tempat tidur. Sebagai anggota Polri, siapa lagi yang harus kita peduli terhadap orang tidak mampu," ujarnya.
Jajang menggunakan waktu di luar dinasnya sebagai polisi untuk merawat anak-anak yatim dan disabilitas yang kurang mampu. Saat ini, ada sekitar 400 anak yang dirawat oleh Jajang.
Jajang mengatakan banyak orang bertanya dari mana uang yang digunakannya untuk membantu anak yatim dan anak penyandang disabilitas itu. Dia menegaskan dirinya tak pernah meminta sumbangan, namun selalu ada donatur yang mempercayakan bantuan untuk disalurkan lewat dirinya.
"Banyak orang tuh bertanya ke saya, duit dari mana itu Pak Jajang bisa bagi-bagi? Ya syukur alhamdulillah sampai saat ini belum pernah namanya minta-minta atau ngemis-ngemis ke orang untuk kegiatan ini. Justru masyarakat yang terbuka hatinya datang memberikan bantuan kepada saya sehingga hal ini menjadi motivasi saya untuk selalu berbagi," ujarnya.
Jajang pun bersyukur banyak masyarakat ikut membantu anak-anak yatim dan disabilitas yang kurang mampu. Dia mengatakan anak-anak yatim itu mengajarkan kesabaran dan keikhlasan kepada dirinya.
"Dari anak-anak yatim ini saya belajar tentang kesabaran, keikhlasan, kegiatan saya ini termotivasi hanya karena Allah," ujarnya.
Salah satu polisi yang pernah bekerja sama dengannya, Sumaji, mengaku awalnya 'aneh' melihat Jajang. Dia mengatakan Jajang pernah membelikan kasur baru untuk keluarga kurang mampu usai melihat keluarga tersebut tidur di atas kasur yang sudah busuk.
"Pak Jajang itu aneh, memang sifatnya seperti itu. Dulu kami berdua pernah jadi anggotanya, aneh, orang-orang yang nggak suka, beliau suka. Seperti orang yang kasurnya sudah bau, itu dibeliin, diganti. Ketemu anak yatim di jalan. Bagi kami aneh yang positif," ucapnya.
Salah satu warga binaan Jajang mengatakan Jajang merupakan sosok yang sangat baik. Dia mengatakan Jajang kerap memberi bantuan dan semangat kepada agar sabar merawat anaknya yang merupakan penyandang disabilitas.(sn/perry)
Nyawa Remaja Ini Selamat Berkat Anggota Polisi Setelah Terseret Ombak di Pantai Barat Pangandaran
Tasikmalaya. SININEWS.COM - Kondisi Sevina Azahra (14), pengunjung Pantai Pangandaran yang diselamatkan Aipda Anumerta Anditya Munartono (35) mulai membaik.
Ditemui di rumahnya di Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (5/1/2025), Sevina tampak dalam kondisi sehat.
Meski perban bekas tusukan jarum infus masih melekat di tangannya, remaja putri usia 15 tahun itu, berkenan berbagi kisah pilu yang dialaminya Jumat (3/1) sore di Pantai Barat Pangandaran.
"Awalnya saya lagi berenang di pantai, di pinggir," kata Sevina. Saat itu dia berenang bersama keluarganya, sekitar jam 15.30 WIB.
Namun tanpa disadari, secara perlahan Sevina terseret ombak ke tengah. "Pelan-pelan terseretnya, tahu-tahu pas nginjek sudah nggak ada (tak ada pijakan, karena kedalaman air)," kata Sevina.
Saat itu dia dilanda kepanikan, sehingga berusaha meminta tolong.
"Saat itu saya sudah lemas, sudah tidak bisa minta tolong sama siapa lagi, terus ditolong sama bapak polisi itu, tapi bapak itu juga mungkin lemas," kata Sevina.
Penolong yang diungkapkan Sevina itu tak lain adalah Aipda Anumerta Anditya Munartono. Saat itu kondisi Sevina dan Anditya sudah tak sadarkan diri sebelum akhirnya bisa dievakuasi oleh perahu nelayan.
"Saya pingsan, saya baru sadar pas di rumah sakit, malam hari. Pusing banget, mual, mungkin karena air laut terminum," kata Sevina.
"Ternyata bapak polisi itu udah nggak ada (meninggal dunia) pas menyelamatkan saya," imbuh Sevina berlinang air mata.
Sevina mengatakan Anditya adalah pahlawan bagi dirinya. Dia juga menyatakan belasungkawa mendalam bagi keluarga Anditya.
"Saya mau ngucapin belasungkawa, semoga pak polisi itu, pahlawan saya, husnul khotimah," ujar Sevina, kali ini tangisnya pecah.
Nia Puspita, ibu Sevina juga mengutarakan hal senada. Dia mengaku hanya bisa berterima kasih dan mendoakan kebaikan almarhum.
"Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan semoga almarhum husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami tak tahu harus bagaimana membalas kebaikannya," kata Nia.
Idi Abdul Hadi yang juga menengok Sevina menyampaikan dukacita atas meninggalnya Aipda Anumerta Anditya Munartono.
"Kami atas nama Pemerintahan Desa Tenjowaringin mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menyelamatkan jiwa warga kami," kata Idi.
"InsyaAllah almarhum syahid, meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan nyawa warga kami," kata Idi.(sn/perry)
Selain Jadi Anggota Polisi, Joko Ternyata Jadi Penggali Kubur Sejak SMP
JAKARTA. SININEWS COM - Bripka Joko Hadi Aprianto, sosok Bintara Polsek Samarinda Hulu terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Di mana selain menjadi personel Polisi, ia juga seorang penggali kubur.
Bripka Joko adalah salah satu anggota Polri yang kerap melakukan penggalian kubur secara sukarela. Hal itu sudah dilakukannya selama 23 tahun.
Jadi Penggali Kubur Sejak SMP
Apa yang dilakukannya pun menunjukkan bahwa sebagai abdi negara selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam bentuk karya. Joko menjalani tugas lain sebagai penggali kubur sejak dia duduk di bangku kelas 2 SMP.
Terkait dengan pengabdiannya itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui langsung Bripka Joko di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.
Kapolri memberikan perhatian langsung sekaligus mengapresiasi niat baik Bripka Joko yang sering melakukan penggalian kubur untuk masyarakat secara sukarela selama kurang lebih 23 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri berbincang dan mendengarkan pengalaman langsung dari Bripka Joko yang memutuskan untuk menjadi tukang gali kubur selain bertugas sebagai personel kepolisian.
"Kamu kan sekarang polisi dan sampai sekarang terus berlanjut menggali kubur, apa yang ada di hatimu saat ikut membantu melaksanakan gali kubur. Niat mu apa?," tanya Kapolri, dikutip, Minggu (5/1/2025).
"Izin jenderal kalau dahulu buat nyari rezeki kalau sekarang untuk amal. Karena setiap bulan, mohon izin pasti nombok. Karena untuk orang tidak mampu saya gratiskan, tapi saya tetap gaji karyawan," jawab Bripka Joko.
Setelah mendengarkan pengalaman dan cerita dari Bripka Joko, Kapolri menyatakan bahwa, membantu masyarakat dengan menjadi tukang gali kubur merupakan niat yang sangat mulia.
Pesan Kapolri
Kapolri sempat menyinggung sekolah perwira kepada Bripka Joko. Namun, ketika hendak ditawarkan, Bripka Joko lebih memilih perluasan area makam untuk kebutuhan masyarakat luas.
"Sudah sekolah belum. Mau sekolah perwira?" tanya Sigit.
"Mohon izin Jenderal, mohon maaf ingin nambah tanah wakaf kuburan karena mulai penuh untuk masyarakat," jawab Bripka Joko.(sn/perry)
Abdikan Diri, Bhabinkamtibmas Polsek di Subang Rangkul dan Rehabilitasi ODGJ
Jakarta. SININEWS COM - Bhabinkamtibmas Polsek Sagalaherang, Polres Subang, Bripka Erick Syafrudinsyam, merangkul dan merehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah binaannya. Bripka Erick mengatakan para ODGJ itu membutuhkan cinta dan kasih.
"Merasa iba dari hati nurani saya untuk membantu para ODGJ," kata Bripka Erick, seperti dalam keterangan, Minggu (5/1/2025).
Baca artikel detiknews, "Kisah Bripka Erick Berdayakan ODGJ di Subang: Mereka Butuh Cinta Kasih"
Bripka Erick mengajarkan para ODGJ untuk mengaji dan bercocok tanam. Mulanya, berbagai tantangan yang dialami Bripka Erick.
"Awalnya saya merasa canggung, takut, namun dengan pendekatan dan memberikan pemahaman, kini warga antusias membantu kami. Kembali saya menerapkan bahwa kita harus saling tolong-menolong, dan kebetulan saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk membantu mereka," tutur dia.
Bripka Erick mengungkap alasannya mengajarkan ODGJ mengaji dan bercocok tanam. Menurutnya, pada ODGJ itu juga bisa memberikan manfaat kepada warga sekitar.
"Saya mengajari mereka mengaji karena saya yakin kalaupun mereka siapa dirinya, mereka tidak akan lupa siapa tuhannya. Dengan bercocok tanam saya membuktikan mereka juga bermanfaat untuk masyarakat," jelas dia.
"Dari kacamata saya sebagai seorang Bhayangkara yang mereka butuhkan tidak hanya obat-obatan, tapi yang utama adalah cinta dan kasih sayang," imbuhnya.
Sementara itu, Kadus IV Karapyak, Desa Citanmekar, Ita, mendukung upaya yang dilakukan oleh Bripka Erick. Menurutnya, warga juga antusias dengan program yang digagas oleh Bripka Erick.
"Dulu tuh katanya untuk penempatan Tahfidz Quran, eh malah-malah yang datang ODGJ, malah sampai ada yang pakai dirantai segala, jadi warga sempat protes. Kini warga justru antusias membantu kami," kata Ita.
Kapolsek Segalaherang, Iptu Irfan Taufik Firmansyah, mengaku memberikan keleluasaan kepada Bripka Erick untuk membantu ODJG. Dia juga memberikan apresiasi.
"Saya sebagai pimpinan memberikan waktu yang seluas-luasnya kepada Pak Erick untuk memberikan manfaat kepada ODJG," ujar Iptu Irfan.(sn/perry)
Kisah Perjuangan Anggota Polri di Singkawang Yang Rela Rawat Puluhan Lansia Terlantar
Jakarta. SININEWS.COM - Kisah perjuangan personel Polres Singkawang, Aipda Muhammad Irvan, dalam merawat orang lanjut usia (lansia) yang terlantar menjadi bukti berbuat satu kebaikan bakal membawa kebaikan lain. Irvan, yang awalnya merawat seorang lansia terlantar, kini dapat merawat puluhan lansia lewat 'hotel' lansia gratis yang dibangun dari donasi banyak pihak.
Irvan bercerita dirinya belajar sikap saling mengasihi dari kehidupan masyarakat Singkawang, Kalimantan Barat, yang dijuliki sebagai 'Kota Toleran'. Sikap saling mengasihi itu yang membuat dirinya mulai bergerak untuk merawat lansia terlantar di Singkawang sejak 2018.
"Saya ajak ke rumah dan saya rawat. Allah memberikan saya kenikmatan untuk belajar bersabar merawat orang tua dan mendorong saya untuk terus mencari banyak lansia yang terlantar di sudut-sudut kota," ujar Irvan dalam video yang dilihat detikcom, Minggu (5/1/2025).
"Dari satu menjadi tujuh sampai rumah saya tidak muat lagi untuk menampung mereka," ujarnya.
Irvan mengatakan pintu rezeki ternyata dibukakan Allah lewat para pengguna media sosial. Dia mengatakan para netizen yang mengetahui perjuangannya ikut membantu hingga dirinya dapat membangun dan menjalankan hotel lansia untuk merawat para lansia terlantar di Singkawang secara gratis.
"Alhamdulillah Allah memberikan rezeki yang dialirkan melalui para netizen yang menggerakkan hati saya untuk membangun sebuah hotel lansia bagi mereka," ucapnya.
Irvan mengatakan hotel itu berupa bangunan dua lantai dengan fasilitas bagi para lansia seperti kasur, televisi hingga dapur. Dia mengatakan fasilitas itu dibuat agar para lansia merasa betah dan nyaman berada di hotel tersebut.
Agar para lansia betah dan nyaman dalam menghabiskan masa renta mereka. Alhamdulillah saat ini hotel kami sudah dihuni penuh 20 lansia yang tanpa dipungut biaya," ujarnya.
Irvan juga menyiapkan ambulans sejuta umat yang dapat digunakan gratis oleh warga. Dia mengatakan ambulans itu bak kendaraan dinas bagi dirinya untuk membantu siapapun yang membutuhkan.
Ivan pun berharap dapat membantu lebih banyak orang. Dia mengatakan kesempatan untuk membantu sesama tak datang dua kali.
"Uang bisa dicari, ilmu bisa digali, tapi kesempatan untuk membantu sesama tak terulang kembali," ucap Irvan.
Apa yang dikerjakan Irvan itu pun mendapat apresiasi dari Kapolres Singkawang, AKBP Arwin AW. Dia merasa bangga dengan upaya Irvan merawat para lansia tersebut.
"Saya merasa bangga apa yang sudah dilakukan oleh Pak Ivan, personel Polres Singkawang, tentunya menjadikan motivasi dan teladan bagi kami untuk ke depannya lebih baik dalam rangkat membantu masyarakat," ujarnya.(sn/perry)
Demi Dirikan Sekolah Gratis di Desanya, Sosok Polisi Ini Rela Gadaikan Sertifikat Rumahnya
Jakarta. SININEWS.COM - Bripka Syamsuddin menyumbangkan gajinya hingga menggadaikan sertifikat rumah demi mendirikan sekolah gratis di Cuncalawar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Anggota Bagops Polres Manggarai itu tak ingin anak yatim dan yang tidak mampu putus sekolah.
Ada 2 sekolah gratis yang didirikan oleh Bripka Syamsuddin dan istrinya, Rini Mulyasari. Sekolah ini didirikan sejak 2019 di bawah yayasan Fii Sabilillah Mis Deen Assalam dan Darautaul Athfal Deen Assalam.
Hingga saat ini, sudah ratusan siswa belajar di sini. Para siswa tidak dipungut biaya. Bripka Syamsuddin mendirikan sekolah gratis ini karena pengalaman hidup yang pernah dijalaninya.
"Kenapa saya bantu anak-anak ini, karena pada saat saya SMA kelas satu, bapak saya meninggal, saya sempat berfikir untuk putus sekolah, maka saya tidak mau anak-anak yatim di sekitar saya ini putus sekolah juga, maka saya bangunlah sekolah ini," kata Bripka Syamsuddin dalam keterangan yang diterima, Minggu (5/1/2025).
Bripka Syamsuddin mendirikan sekolah gratis di Manggarai, NTT. (dok. Istimewa)
Proses pendirian sekolah ini rupanya tak sepenuhnya mulus. Berbagai tantangan dihadapi oleh Bripka Syamsuddin, salah satunya masalah biaya.
"Untuk biaya operasional sekolah saya sekolahkan gaji saya, itu pun kurang, setelah itu saya sekolahkan lagi remunirasi dengan jaminan ijazah SMA kurang lagi. Saya sekolahkan lagi sertifikat rumah di bank sampai saat ini," ujar Bripka Syamsuddin.
Bripka Syamsuddin bahkan sempat ini menjual rumahnya untuk operasional sekolah. Sang istri pun turun membantu Bripka Syamsuddin dengan berjualan kue.
"Untuk nambah-nambah kebutuhan tadi ya saya bantu bapak jualan kue, kadang mau ngambil gaji ya males, karena udah tahu menerimanya hanya 200 ribu," ujar Rini.
Bripka Syamsuddin dan istri mendirikan sekolah gratis di Manggarai, NTT. (dok. Istimewa)
Rini mengatakan berbagai permainan anak-anak di TK milikinya itu dibuat dari barang bekas. Barang seperti ban mobil hingga besi didapat dari bengkel. Dia menyebutkan Bripka Syamsuddin sendiri yang mengangkut material untuk bangunan dan permainan di sekolah.
"Jadi beliau ini pikul sendiri dari tempat sumbangan itu bawa ke sini untuk bisa mendirikan sekolah. Kemudian bahan-bahan bekas ini (ban mobil, besi) kami ambil dari bengkel-bengkel kemudian kami sulap sehingga jadi mainan anak-anak karena waktu itu dana tidak ada sama sekali," ucap Rini.
Bripka Syamsuddin mengatakan akan terus berjuang untuk pendidikan anak-anak. Rini pun bangga dengan perjuangan yang dilakukan suaminya.
"Sekuat tenaga saya akan berjuang untuk pendidikan anak-anak," ujar Bripka Syamsuddin.
"Saya bangga memiliki suami seperti bapak," tegas Rini.
Kapolres Manggarai AKBP Edwin Saleh mengapresiasi sekolah gratis yang dibangun oleh Bripka Syamsuddin. Dia berharap Syamsuddin diberi kesempatan untuk sekolah naik pangkat.
"Sebagai orang tua saya bangga terhadap apa yang telah dilakukan oleh Bripka Syamsuddin, semoga tahun ini diberi kesempatan untuk bisa sekolah," ujar AKBP Edwin.
Selain itu, sekolah yang didirikan oleh Bripka Syamsuddin dan istri kini telah mendapatkan akreditasi B. Sekolah ini juga pernah menjuarai kejuaraan tingkat nasional.(sn/perry)









