-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
38 Kades Sepakat, Wahyudi Gantikan Merianto Pimpin FK2D PALI
BKKBN Dilibatkan Program MBG, DPPKBPPA PALI Sambut Baik Tekan Kasus Stunting
Pipa Medco Meledak, Polres PALI Selidiki Penyebab Bocor dan Kebakaran di Sungai Dua Talang Akar
PALI. SININEWS.COM – Sebuah insiden kebocoran pipa minyak milik PT Medco E&P Indonesia mengakibatkan kebakaran dan pencemaran lingkungan di Desa Talang Akar,Kecamatan Talang Ubi,Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/1/2025) sekitar pukul 06.30 WIB di Sungai II,perbatasan antara Desa Talang Akar dan Desa Jirak,Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurut informasi dari Kepala Desa Talang Akar,Sunarto,minyak mentah dari pipa yang bocor mengalir sejauh 8 kilometer mencemari lingkungan di Sungai II dan sekitarnya,Warga setempat segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan dan karyawan PT Medco E&P Indonesia.Upaya perbaikan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB.
Namun,beberapa jam kemudian kebakaran terjadi di aliran sungai akibat minyak yang bocor.
“Api mulai terlihat sekitar pukul 15.00 WIB dan merambat hingga ke pinggiran sungai,menyebabkan kerusakan pada lahan di sekitarnya,”ujar Sunarto.
Meski lima unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas BPBD Kabupaten PALI dan satu unit dari PT Pertamina EP dikerahkan,akses jalan yang sulit menghambat proses pemadaman.
Pihak PT Medco E&P Indonesia akhirnya memasang oil boom untuk membatasi dampak kebakaran.
Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin,S.I.K.,M.H melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Robi Sugara,S.H.,M.H.,M.Si.,menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menyelidiki penyebab terjadinya kebocoran dan terbakarnya disepanjang aliran sungai II.
“Saat ini Polres PALI dan Polsek Talang Ubi sedang menyelidiki penyebab terjadinya kebocoran pipa minyak dan penyebab kebakaran yang merusak lahan warga disekitar sungai,” jelasnya didampingi Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi,S.H.,M.H dan Kasat Intelkam AKP Suwandi,S.H.,M.H.
PT Medco E&P Indonesia diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, setara dengan 243 barel atau sekitar 187 drum minyak mentah yang hilang.
Selain itu,Satreskrim Polres PALI akan mengambil langkah hukum apabila ditemukan indikasi sabotase atau kerusakan pipa yang disengaja. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Polres PALI juga merekomendasikan agar PT Medco E&P Indonesia mempercepat proses pembersihan dan kompensasi bagi warga yang lahannya terdampak.
"Selain itu,pengawasan terhadap infrastruktur pipa minyak harus ditingkatkan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang," harap Kapolres PALI melalui Kapolsek Talang Ubi.
Situasi terakhir dilokasi kebakaran dilaporkan sudah terkendali pada pukul 18.00.WIB,dan api berhasil dipadamkan.
"Meski demikian,pencemaran di Sungai II ini,masih menjadi masalah yang memerlukan penanganan serius dari pihak-pihak yang terkait,agar masyarakat bisa mempergunakannya kembali ."pungkas Kapolsek Talang Ubi.(sn/perry)
Warga Semangus Geger, ODGJ Ngamuk dan Bakar Rumah
Terima Kunker Danrem 044 Gapo, Pemkab Muara Enim Harapkan Sinergitas Kuat dalam Pembangunan Daerah
MUARA ENIM - Pemkab. Muara Enim mengharapkan sinergitas dan kolaborasi bersama TNI semakin kuat baik dalam fungsi pengamanan territorial NKRI, penegakan hukum, pembangunan daerah, maupun dalam mendukung terciptanya iklim kondusifitas pada tatanan sosial masyarakat,hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius., M.Si., dalam acara silaturahmi kunjungan kerja (Kunker) Komandan Korem (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo), Brigjen. TNI. Adri Koesdiyanto dan Ketua Persit Koorcab Rem 044/Gapo, Ny. Veranita, Rabu (22/01/2025), di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Muara Enim.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Muara Enim Ir Yulius Msi,didampingi para Asisten dan Kepala OPD termasuk Forkopimda menyampaikan bahwasanya Pemerintah Kabupaten Muara Enim akan melaksanakan sejumlah pembangunan proyek strategis, sebanyak 5 jembatan layang atau flyover akan dibangun tahun ini tepatnya diperlintasan sebidang kereta api di Kecamatan Gelumbang, Belimbing, Gunung Megang, Ujan Mas dan Kecamatan Muara Enim.
"Dengan proyek tersebut semoga nantinya Selain dapat meningkatkan produksi batu bara yang merupakan salah satu sektor unggulan Pendapatan Asli Daerah (PAD), proyek ini juga nantinya akan meningkatkan elektabilitas Pemerintah Daerah, serta memberikan manfaat langsung kepada Masyarakat, dan memperkuat posisi Kabupaten Muara Enim sebagai salah satu penggerak utama ekonomi di Sumsel."Ujar Sekda.
Tekait hal tersebut, Sekda sangat mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk dari TNI dalam perannya menjaga stabilitas keamanan agar pembangunan tersebut berjalan lancar dan selesai sesuai target yang ditentukan demi terwujudnya Kabupaten Muara Enim yang maju, dan sejahtera.
Kemudian Danrem 044 Garuda Dempo, Brigjen. TNI. Adri Koesdiyanto dalam kesempatan tersebut juga langsung menginstruksikan Dandim 0404/Muara Enim, Letkol, Arm. Tri Budi Wijaya, S.H., untuk mendukung penuh program pembangunan Pemkab. Muara Enim disamping tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Muara Enim.
"Jaga Sinergitas serta teruslah berada bersama Pemerintah dan Masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Maju."pungkas Danrem 044. (SN)
Kapolres PALI Tinjau Lokasi Pipa Bocor Milik Medco: Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah
PALI. SININEWS.COM -- Kebocoran pipa minyak milik PT. Medco E&P Indonesia yang terjadi di Desa Talang Akar,Kecamatan Talang Ubi,Kabupaten PALI, pada Rabu (22/1) pagi, berujung pada kebakaran yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan kerugian besar.
Insiden ini juga berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar, khususnya mereka yang bergantung pada Sungai II sebagai sumber air.
Menurut laporan kepolisian,kebocoran pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga setempat.
Minyak mentah dari pipa yang bocor mengalir hingga sejauh 8 kilometer di sepanjang aliran Sungai II,perbatasan antara Kabupaten PALI dan Kabupaten Musi Banyuasin. Meski pihak PT.Medco E&P Indonesia langsung berusaha melakukan perbaikan pada pipa tersebut,kebakaran tetap terjadi pada siang harinya.
Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K., M.H.,mengonfirmasi bahwa kebakaran yang dipicu oleh kebocoran pipa minyak telah merusak lahan di sekitar aliran sungai.
"Kami menduga api berasal dari percikan dititik aliran minyak yang mengalir di sungai.Kerugian yang dialami PT.Medco E&P Indonesia diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,"ujar Kapolres saat meninjau lokasi kejadian.
Sungai II yang menjadi tumpuan masyarakat sekitar kini tercemar oleh minyak mentah,membuat airnya tidak lagi bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sunarto,Kepala Desa Talang Akar menyatakan kekhawatiran atas pencemaran tersebut.
"Kami sangat berharap PT.Medco E&P Indonesia segera melakukan pembersihan aliran sungai,Masyarakat kami bergantung pada sungai ini untuk kebutuhan air bersih,"ungkapnya dihadapan para jurnalis.
Di sisi lain,masyarakat juga merasa kecewa atas lambatnya respons perusahaan dalam menangani kebocoran.
"Saat warga melaporkan kejadian ini kepada pihak perusahaan, perbaikan baru dilakukan beberapa jam kemudian. Bahkan,kebakaran sudah sempat terjadi sebelum langkah pencegahan yang lebih serius dilakukan," tambah Sunarto.
Polisi tidak menutup kemungkinan adanya unsur sabotase dalam insiden ini.
"Kami sedang menyelidiki dugaan sabotase yang mengakibatkan kebocoran pipa. Tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang sengaja mencari keuntungan dari situasi ini," ujar Kasat Reskrim Polres PALI, AKP Nasron Junaidi, S.H.,M.H.
Selain itu, insiden ini dikhawatirkan dapat memicu aksi protes dari warga yang terdampak.
"Kami telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi protes sebelum ada penyelesaian dari pihak perusahaan.Pendataan kerugian warga harus segera dilakukan agar masyarakat merasa aspirasinya didengar," jelas AKP Suandi, S.H., Kasat Intelkam Polres PALI.
Untuk meminimalkan dampak lebih lanjut,beberapa langkah telah diambil oleh berbagai pihak.
Tim pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten PALI dan PT.Pertamina EP dikerahkan ke lokasi,meskipun medan yang sulit membuat pemadaman tidak optimal.
PT. Medco E&P Indonesia juga telah memasang oil boom untuk mencegah tumpahan minyak meluas.
Kepolisian merekomendasikan perusahaan segera membersihkan aliran sungai dan mendata kerugian masyarakat akibat kebakaran ini.
"Kami meminta PT.Medco E&P Indonesia untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah ini,termasuk mengganti kerugian masyarakat yang lahannya terdampak,"tegas Kapolres Khairu Nasrudin,pada Rabu malam saat meninjau langsung ke lokasi (22/1/2025).
Sementara itu,pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, juru bicara PT. Medco E&P Indonesia yang hadir di lokasi menyampaikan komitmennya untuk segera menangani masalah tersebut.
"Kami akan memastikan seluruh langkah mitigasi dilakukan agar situasi dapat kembali kondusif dan masyarakat tidak lagi terdampak,"katanya.
Pengamat energi,Dr.Surya Ananda,menilai bahwa insiden ini mencerminkan perlunya pengelolaan infrastruktur yang lebih baik.
"Kebocoran pipa minyak sering terjadi akibat minimnya perawatan.Selain itu,potensi sabotase harus ditangani dengan serius,karena jika tidak,akan semakin memperburuk citra perusahaan dan mengancam kestabilan sosial di wilayah tersebut,"ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga lingkungan dan menjamin kesejahteraan masyarakat sekitar operasi mereka.
"Masyarakat berharap insiden ini dapat segera diselesaikan,tanpa meninggalkan luka mendalam bagi lingkungan maupun sosial."pungkas Kapolres PALI.(sn/perry)
Kapolda Sumsel Tanam Jagung Serentak di Ogan Ilir
PALEMBANG. SININEWS.COM - Polda Sumsel dan jajaran turut melakukan penanaman jagung serentak 1 juta hektare, dalam rangka mendukung swasembada pangan tahun 2025, pada Selasa (21/1/2025) dengan luas sebaran di seluruh wilayah Sumsel, penanaman jagung kemarin di lahan total seluas 761 hektare.
"Ini gerakan seluruh Indonesia. Kalau di Sumatera Selatan, ini dipusatkan di Ogan Ilir," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH usai melakukan penanaman bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Naudi Nurdika.
Lokasi penanaman jagung di areal lahan subur dibelakang komplek Serai, Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Lahan tersebut merupakan lahan milik masyarakat yang dikelola oleh kelompok tani dan diketuai Aipda Iwan Haryanto. Di lahan seluas 10 hektare tersebut ditanam bibit jagung, yang salah satunya Pioneer F1.
“Secara keseluruhan, lahan garapan pertanian jagung di seluruh Ogan Ilir mencapai 400 hektare,” ujar Andi Rian.
Dalam melaksanakan program ketahanan pangan ini, Polri bekerjasama TNI, dan seluruh stakeholder. Mulai dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, GAPKI, Perhutani, Inhutani, swasta, swadaya petani, dinas pertanian, hingga pemerintah daerah.
Sehingga di Indralaya kemarin, hadir Staf Ahli Menteri Pertanian Dr Ir Suwandi MSi, Sekda Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra MH, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI M Naudi Nurdika SIP MSi MTr.Han, Bupati OI Panca Wijaya Akbar SH, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol M Zulkarnain SIK MSi, dan sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel.
Andi Rian mengungkapkan, penanaman jagung serentak tahap pertama ini sudah disiapkan offtaker atau pengepul seluruh hasil panen.
“Mudah-mudahan dalam 3 bulan kedepan. kita akan panen,” ucapnya.
Kemudian untuk penanaman jagung tahap berikutnya, offtaker tersebut akan dilibatkan dan ikutkan.
“Tidak hanya pada saat mengambil hasil produksi. Tetapi mulai dari proses penanaman (dilibatkan)," ungkap lulusan Akpol 1991 tersebut.
Harapannya semua berjalan lancar. Saat ini sedang berjalan tahap kontrak farming, antara offtaker dengan para kelompok tani yang terlibat dalam proses penanaman jagung.
"Mudah-mudahan tidak lama segera berjalan penandatanganan kontrak farming tsrsebut,” harapnya.
“Target kita seluruh Indonesia ini menanam 1 juta hektar tanaman jagung. Saya berharap bersama stakeholder yang ada khusus di wilayah Sumsel ini bisa terwujud," tambahnya.
Kapolda Sumsel mengapresiasi salah satu anggota Polri yang menginisiasi penanaman jagung di Ogan Ilir, yakni Aipda Iwan Haryanto tang juga berhasil melakukan ujicoba ubi varietas baru dengan nama ubi Bhayangkara Madu.
“Luar biasa Aipda Iwan ini, harus kita dukung. Jika hanya dia sendiri, tentu tidak bisa (menanam),” tutupnya.(sn/perry)
Pelayanan BPJS Dihentikan di RSUD Talang Ubi? Jangan Resah, Begini Penjelasan Dinkes PALI
Pipa Medco Yang Bocor Meledak, Kades Talang Akar Minta Perusahaan Cepat Tangani
PALI. SININEWS.COM -- Pipa minyak milik PT.Medco Energy yang bocor di wilayah Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI pada Rabu 22 Januari 2025 meledak sekitar pukul 16.00 WIB.
Warga pun berhamburan keluar rumah dan menghindar dari lokasi ledakan tersebut karena api cukup besar mengeluarkan asap hitam pekat.
Atas kejadian itu, Kepala Desa Talang Akar Sunarto menduga kejadian itu akibat disengaja oleh oknum tak bertanggung jawab.
"Tadi pembersihan tengah dilakukan pihak perusahaan, namun kami menduga ceceran minyak mentah yang mengalir ke sungai dan semak-semak sengaja dibakar oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkap Kades kepada media ini.
Kades juga meminta pihak perusahaan segera menangani insiden itu.
"Cepat tangani supaya tidak menimbulkan korban maupun menambah kerugian," pintanya.
Diketahui bahwa pipa Medco yang berada di Desa Talang Akar bocor diduga akibat vandalisme atau sengaja dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab.
Akibat pecahnya pipa milik PT.Medco Energy mengeluarkan minyak mentah yang mencemari lingkungan sekitar.(sn/perry)
Pipa Minyak Milik Medco Bocor, Lingkungan Sekitar Tercemar
PALI. SININEWS.COM -- PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P), salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, menangani insiden kebocoran pipa minyak mereka.
Kebocoran ini, mereka duga disebabkan oleh tindakan vandalisme berupa penggesekan pipa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (22/1).
Dikatakan pihak Medco E&P, mereka segera mengirimkan tim teknis untuk menangani kebocoran dan melakukan pembersihan lokasi sesuai dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan (K3LL).
Hingga saat ini, tim teknis telah berhasil menangani tiga titik kebocoran pipa dan melanjutkan aktivitas pembersihan di area terdampak. Dalam proses ini, Medco E&P bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI untuk memastikan penanganan berjalan sesuai standar K3LL.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menyatakan keprihatinannya atas insiden vandalisme yang merusak pipa minyak, yang merupakan bagian dari Objek Vital Nasional (Obvitnas).
"Kami sangat menyayangkan terjadinya kembali tindakan vandalisme ini. Selain merugikan negara, tindakan tersebut juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, merusak lingkungan, dan mengganggu pasokan energi untuk masyarakat," ungkap Leony.
Medco E&P juga telah berkoordinasi dengan Polsek Talang Ubi PALI, TNI, instansi terkait, serta pemerintah desa setempat untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan aman.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga penanganan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga kami dapat terus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” tutup Leony.
Senada dengan pernyataan pihak PT Medco E&P, warga setempat juga menyesalkan terjadinya insiden yang berpotensi mencemari lingkungan itu. Mereka berharap, ke depan, perusahaan dapat lebih mengoptimalkan pengamanan di lokasi operasi.
"Bila keamanan optimal, kejadian seperti ini bisa lebih terminimalisir. Sehingga dampak yang buruk bagi lingkungan dan kehidupan sekitar tidak terganggu," cetus seorang salah satu warga, yang tak berkenan menyebutkan namanya.
Sementara itu, Sudirman, Kades Sungai Dua Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin, yang berbatasan dengan Desa Talang Akar Kabupaten PALI, juga meminta agar genangan minyak mentah yang mengalir di Sungai Dua, bisa dibersihkan secepatnya. Sebab, aliran air sungai itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Terlepas apakah ini benar disabotase atau tidak, kita minta agar segera dibersihkan. Sebab, masyarakat sangat membutuhkan air bersih di sungai yang tercemar minyak, untuk mencuci dan mandi," harapnya.(sn/perry)









