Warga Talang Ubi Barat Hanya Bisa Terbaring Lemah, Dinsos dan Lurah Bergerak

 

Warga Talang Ubi Barat Hanya Bisa Terbaring Lemah, Dinsos dan Lurah Bergerak 


PALI. SININEWS.COM -- Adanya salah satu warga Talang Ubi Barat yang hanya bisa terbaring lemah karena sakit, Dinas Sosial Kabupaten PALI bersama Lurah setempat dan AMP bergerak turun tangan.


Pada Jum'at 10 April 2026, Dinsos, pihak Kelurahan dan AMP mendatangi kediaman Dimas, seorang anak yang berada di Talang Ubi Barat.


Kedatangan Dinsos, Kelurahan dan AMP tak lain menjenguk dan membawa oleh-oleh sebagai tanda pemerintah hadir menunjukkan kepeduliannya.


Suasana hangat pun terlihat saat tim datang ke kediaman Dimas, dan meski dalam kondisi sakit, senyum pun tampak terlihat di wajah bocah yang tengah terbaring lemah.


Pihak keluarga pun merasa terharu kala tim dari Dinsos, Kelurahan didampingi AMP datang ke kediamannya.


"Kami apresiasi kepedulian pemerintah kabupaten PALI dibawah kepemimpinan Bupati Asgianto, meski pun yang datang bukan beliau tetapi ini bukti pak Bupati ingat terhadap masyarakat yang tengah kesusahan," ungkap Gerry Richard Kosasih ketua AMP mewakili pihak keluarga.


Melihat kondisi Dimas, Gerry menyatakan bahwa pemerintah kabupaten PALI melalui Dinsos akan memberikan bantuan kursi roda.


"Saat ini tim memberikan bantuan sembako, tetapi kedepan Dinsos berjanji akan memberikan kursi roda untuk memudahkan Dimas beraktivitas," imbuhnya.(sn/perry)

Share:

Wakapolda Sumsel Pimpin Simulasi Sispamkota 2026, Tegaskan Kesiapan Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

 

Wakapolda Sumsel Pimpin Simulasi Sispamkota 2026, Tegaskan Kesiapan Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas



Palembang. SiniNews.Com — Polda Sumatera Selatan melaksanakan Simulasi Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan operasional personel menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.


Kegiatan berlangsung di Lapangan Shooting Range Jakabaring Sport City Palembang, Jumat, 10 April 2026, mulai pukul 09.30 WIB, dipimpin oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.


Simulasi ini dihadiri oleh Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres jajaran, Kabagops, serta Kasat Samapta dari seluruh wilayah hukum Polda Sumsel. Kehadiran unsur pimpinan dari tingkat Polda hingga Polres menunjukkan keseriusan institusi dalam membangun standar kemampuan operasional yang seragam dan terukur.


Rangkaian kegiatan diawali dengan gladi bersih, dilanjutkan apel yang dipimpin Wakapolda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan peragaan simulasi di lapangan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan evaluasi serta arahan dari Dansat Brimob, Karo Ops, dan Wakapolda Sumsel. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.


Pelaksanaan Sispamkota 2026 menjadi kelanjutan dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang sebelumnya dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan kekuatan berbasis etika dan HAM. Kedua kegiatan ini saling melengkapi dalam membentuk personel Polri yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman etika yang kuat.


Simulasi ini mengintegrasikan berbagai aspek penting, mulai dari taktik pengendalian massa, koordinasi lintas satuan, hingga respons cepat terhadap situasi darurat. Dengan demikian, seluruh personel memiliki standar kemampuan yang sama dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan secara profesional dan proporsional.


Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa penggunaan kekuatan dalam tugas kepolisian harus selalu menjadi pilihan terakhir dan dilakukan secara terukur. “Setiap personel harus memahami bahwa penggunaan kekuatan dilakukan secara proporsional, sesuai hukum, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Latihan ini menjadi tolok ukur kesiapan kita di lapangan,” tegasnya.


Kegiatan ini juga mendukung implementasi program Presisi Polri yang menekankan kemampuan prediktif, responsibilitas, dan transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan personel yang terlatih dan profesional, potensi konflik dapat diminimalkan serta stabilitas kamtibmas dapat terjaga secara optimal.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Sispamkota merupakan bagian dari agenda berkelanjutan dalam membangun budaya kerja kepolisian yang modern dan humanis. “Penguatan kompetensi operasional personel menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan personel yang profesional, humanis, dan responsif,” ujar Kombes Pol Nandang.


Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa kegiatan peningkatan kemampuan personel akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari transformasi menuju Polri yang Presisi, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan.(SN/Perry)

Share:

Didukung Widia Ningsih, Proyek Jembatan Air Lawai Senilai Rp18 Miliar Ditarget Rampung 5 Bulan


Didukung Widia Ningsih, Proyek Jembatan Air Lawai Senilai Rp18 Miliar Ditarget Rampung 5 Bulan


Lahat. SININEWS.COM - Jembatan Air Lawai yang ambruk beberapa waktu lalu berlokasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat. Kini resmi dimulai bangun kembali.


Pembangunan kembali jembatan Air Lawai tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama secara langsung oleh Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru di lokasi jembatan itu. Jumat (10/04) pagi.


Pembangunan kembali jembatan air laut B dilaksanakan oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bersama MK- PT. DKonsindo CM & Kontrraktor EPC PT Sang Bima Ratu.


Selain Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru yang dihadiri Ketua DPRD Sumsel beserta Anggota DPRD Sumsel Dapil 7, Wakil Bupati Lahat Widiah Ningsih SH MH dan Ketua TPPJAL Leman C.


Tampak pula Asisten 1 Pemprov Sumsel, Staf ahli Bupati Muara Enim, Sekda Lahat, Forkompinda Lahat, Wakapolres Lahat, Anggota DPRD Lahat, Ketua BPPJN Sumsel dan Kepala OPD Lahat, Kapolsek Merapi dan Danramil Merapi serta para Kepala Desa Se-Merapi Area.


Ketua Asosiasi Transportir Seganti Setungguan, Fredy Fyet melaporkan pihak TPPJAL telah melaksanakan persiapan teknis dan administrasi semaksimal mungkin.


"Kami telah cari Manajemen Kontruksi (MK) lalu tender dimenangkan PT Sang Bima Ratu. Semuanya kami kerjakan sesuai dengan motto Pak Leman. Yakni Kalau bisa detik ini, kerjakanlah sekarang dan kenapa harus dikerjakan nanti," tegas Fredy.


Sementara itu, Wabup ketika menyampaikan sambutan, menerangkan bahwa usia jembatan air Lawai ini memang sudah tua dan ditambah lagi adanya peristiwa ambruk beberapa waktu lalu. Maka suda semestinya harus dibangun.


"Dan kita menginginkan jembatan ini cepat diselesaikan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah disiapkan pihak TPPJAL bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta," jelasnya.


Wabup juga berharap Semoga pembangunan sesuai dengan standar ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Sehingga tidak ada lagi masalah kedepannya.


"Laporan dari pihak TPPJAL, dana yang dipakai sekitar 18 Milyar rupiah dengan waktu pekerjaan lebih kurang 4 hingga 5 bulan," beber Wabup.


Sementara itu Gubernur Sumsel mengungkapkan, mutu pembuangan jembatan ini standar sesuai ketentuan dan dengan harapan tepat waktu pekerjaan yang telah ditentukan. Bisa segera dilalui.


"Selain jembatan, ruas jalan lintas Lahat Muara Enim kurang lebih 40 KM saat ini sudah terlihat berlubang. Kami minta nanti ke pihak Pemerintah Pusat secara khusus jalannya jangan bergelumbang," tambah Gubernur.


Dikanjutkan Gubernur, pembangunan jembatan ini suatu kesempatan yang baik untuk masyarakat Sumsel khususnya Lahat. Dan, pekerjaan ini butuh pengertian baik pengguna jalan arus lalu lintas sedikit terhambat.


"Minta kepada kontraktor untuk pasang rambu rambu dengan jelas agar pengendara tidak terjebak macet," tegas Gubernur.


Pembangunan jembatan ini, terang Gubernur, tidak sumber APBN dan APBD, nah diluar itu sebagai kekuatan bersama para pelaku usaha bahwa setiap perusahaan ada kewajiban CSR berupa perhatian terhadap kebutuhan masyarakat jalan dan lainnya.


"Kami ucapakan terima kasih kepada para pengusaha yang telah gotong royong mengumpulkan dana pembangunan jembatan ini,* ujar Gubernur


Dirinya mengapresiasi Pemkab Lahat dan para pengusaha batubara telah melaksanakan pembangunan jembatan ini.


"Bismillahirrahmanirrahim pembangunan jembatan Air Lawai B yang diselenggarakan pembangunan oleh para pengusaha dan diawasi oleh pihak Dinas PU dengan ini dimulai," ucap Gubernur saat peletakan Batu Pertama pembangunan jembatan. (sn)

Share:

Wagub Cik Ujang Resmi Buka Kejurda dan Festival FORKI Sumsel Perebutkan Piala Gubernur


Wagub Cik Ujang Resmi Buka Kejurda dan Festival FORKI Sumsel Perebutkan Piala Gubernur


PALEMBANG. SININEWS.COM – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang secara resmi membuka Kejuaraan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumsel, Kejuaraan Daerah (Kejurda), serta Festival FORKI Sumsel yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan Piala Ketua Umum FORKI Sumsel. Kegiatan tersebut digelar di GOR Ranau, Jakabaring Sport City, Jumat (10/04/2026).


Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia menilai ajang ini memiliki peran penting dalam pembinaan olahraga, khususnya cabang karate, sekaligus menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial daerah.


“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kejuaraan ini merupakan bagian penting dalam upaya pembinaan olahraga, khususnya cabang karate, sekaligus menjadi wadah menjaring atlet-atlet potensial yang akan menjadi kebanggaan daerah di masa depan,” ujarnya.


Ia berharap melalui kejuaraan ini akan lahir generasi atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.


“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati setiap keputusan wasit dan juri. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh kejujuran dan integritas,” tambahnya.


Cik Ujang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kejuaraan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan olahraga di Sumatera Selatan.


Di akhir sambutan, Cik Ujang secara resmi membuka Kejuaraan FORKI Sumsel, Kejurda, serta Festival FORKI Sumsel yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan Piala Ketua Umum FORKI Sumsel.


Sementara itu, Ketua Umum FORKI Sumsel, Taufik Husni, menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan nasional.


“Kami sangat mendukung penuh. Perlu kami laporkan, bulan depan para atlet karate yang menang di Kejurda akan menghadapi Kejurnas. Kami berharap dukungan dari Pemprov Sumsel agar dapat meraih setidaknya satu medali emas,” ujarnya.


Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan mengukur kemampuan.


“Junjung tinggi sportivitas, jadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan mengukur kemampuan, serta mengharumkan nama Sumsel hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel atau yang mewakili, di antaranya perwakilan Pangdam II/Sriwijaya Kolonel Arm Heri Bayu, perwakilan Kajati Sumsel Adi Muliawarman, Sekretaris Umum KONI H. Tubagus Sulaiman, Direktur Keuangan PT JSC Abi Rosyad Hakim, serta perwakilan Direktur Utama Bank Sumsel Babel Deco Ronal Rapianto.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Apresiasi Kekompakan Pengusaha dan Pemkab Lahat


Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Apresiasi Kekompakan Pengusaha dan Pemkab Lahat


Lahat. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, meresmikan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B melalui prosesi peletakan batu pertama dan doa bersama di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (10/04/2026). Jembatan tersebut sebelumnya sempat roboh dan kini dibangun kembali sebagai upaya memulihkan konektivitas di wilayah tersebut.


Pembangunan jembatan dilakukan oleh Tim Percepatan Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai (TPPJAL) bersama MK PT Dkonsindo CM dan kontraktor EPC PT SBR, dengan dukungan para pengusaha.


Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa momen tersebut menjadi langkah penting setelah melalui proses panjang sejak insiden robohnya jembatan, mulai dari pembongkaran, pembersihan lokasi, hingga tahapan administrasi dan penetapan pemenang tender.


“Kita bukan tidak ingin cepat, namun dalam penggunaan anggaran ada tahapan yang harus dilalui. Hari ini kita mulai setelah semua proses tersebut selesai,” ujarnya.


Ia menegaskan, pembangunan jembatan harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan, tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menahan beban sesuai ketentuan. Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga serah terima, akan diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum.


Gubernur berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Secara umum, pembangunan ditargetkan rampung dalam 180 hari kalender, namun diharapkan dapat selesai lebih cepat agar segera dimanfaatkan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga memberikan apresiasi atas kekompakan antara pemerintah daerah dan para pengusaha yang turut berkontribusi dalam percepatan pembangunan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam pembangunan infrastruktur.


“Saya bangga karena pembangunan ini berhasil berkat gotong royong semua pihak, dan para pengusaha menunjukkan kepedulian melalui kontribusi nyata,” katanya.


Ia juga menyoroti kesadaran para pengusaha dalam mengikuti instruksi penggunaan jalan khusus, baik jalan lama maupun baru, sehingga lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar.


Meski demikian, Gubernur mengingatkan pentingnya perbaikan jalan di sekitar jembatan. Ia menegaskan bahwa kualitas infrastruktur harus menyeluruh.


“Percuma jembatan bagus jika jalan menuju ke sana masih berlubang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


Herman Deru juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memahami potensi gangguan selama proses pembangunan berlangsung, serta pentingnya pemasangan rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi proyek.


Lebih lanjut, ia mendorong peran aktif BUMN, BUMD, dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung pembangunan, khususnya untuk kebutuhan dasar masyarakat.


Gubernur juga meminta Wakil Bupati Lahat untuk mengawasi jalannya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha agar tetap berjalan sesuai aturan.


Menutup sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat oleh alasan efisiensi semata, melainkan harus disertai upaya mencari solusi melalui kolaborasi dan partisipasi semua pihak.


Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Lahat.(sn)

Share:

Polda Sumsel Bedah 37 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara 2026

Polda Sumsel Bedah 37 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara 2026



Palembang. SiniNews.Com — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap program kesejahteraan sosial melalui pelaksanaan bakti sosial bedah rumah secara serentak di wilayah hukum Sumatera Selatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara 2026.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin langsung kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.


Program ini menjangkau sebanyak 37 rumah warga yang tersebar di berbagai wilayah hukum Polda Sumsel. Seluruh rumah tersebut mendapatkan perbaikan, baik renovasi total maupun perbaikan sebagian, sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing.


Kegiatan utama dipusatkan di kediaman Bapak Indra Irmawan yang berlokasi di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Jumat, 10 April 2026. Pelaksanaan di lapangan melibatkan tokoh masyarakat setempat guna memastikan keterlibatan aktif warga dalam mendukung program sosial tersebut.


Program bedah rumah ini menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas, termasuk warga yang terdampak musibah seperti kebakaran menjelang Idul Fitri. Selain itu, rumah dengan kondisi tidak layak huni akibat faktor usia bangunan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan ini.


Langkah ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam pengentasan kemiskinan serta kebijakan Kapolri melalui konsep Polri Presisi yang menekankan pendekatan humanis dan kepedulian sosial.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bedah rumah ini bukan hanya membangun tempat tinggal, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup warga,” ujar Kapolda Sumsel.


Polrestabes Palembang di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H. turut memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas Kombes Pol Nandang.


Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan terus menunjukkan transformasi sebagai institusi yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus menjadi bagian dari penggerak pembangunan sosial di wilayah Sumatera Selatan.(SN/Perry) 

Share:

Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki  Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029. Hal itu disampaikannya dalam acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026) pagi.


Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.


Herman Deru menyebut pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh para gubernur terdahulu. Setidaknya, sudah delapan periode kepemimpinan yang meninggalkan jejak dalam upaya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel.


“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujar Herman Deru.


Ia menjelaskan, keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi. Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan melemahkan daya saing daerah.


Selain itu, kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan hingga sekitar enam meter juga menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota, sehingga aktivitas ekspor-impor menjadi kurang efisien.


“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.


Herman Deru optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Carat akan menjadi solusi strategis. Ia menargetkan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029, sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatera Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi. Ia menegaskan pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari agenda besar peningkatan efisiensi logistik nasional.


“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sebelum 2029 agar masyarakat Sumsel segera merasakan manfaatnya. Menhub juga menekankan bahwa proyek ini telah memasuki milestone ke-11 dari total 15 tahapan, dan diharapkan terus berlanjut hingga selesai serta dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029.


Dalam kesempatan tersebut, Menhub menegaskan proyek ini tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan melibatkan investasi swasta.


“Komitmen pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat pembangunan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong perekonomian nasional,” jelasnya.


Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan, proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sekitarnya.


Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, pembangunan Pelabuhan Palembang Baru diharapkan menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik global.


Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tidak hadir langsung, AHY menyampaikan dukungannya melalui video pernyataan.


Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dalam rangka penguatan konektivitas, transportasi logistik, dan pengembangan wilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


AHY juga diketahui sempat memimpin rapat koordinasi di Palembang pada 10 Februari 2026 guna membahas percepatan proyek strategis tersebut.


Pelabuhan Tanjung Carat dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan pintu masa depan ekonomi Sumsel. Pelabuhan ini akan menjadi pusat ekspor komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan batu bara, sekaligus solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru melalui skema KPBU bersama PT Bukaka Teknik Utama.


Proyek ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.


“Saya mengajak kita semua untuk menjaga momentum ini, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta mempercepat realisasi agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel,” tutupnya.(sn)

Share:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa


Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa



PALI. SiniNews.Com— Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar 2 hektar di Desa Betung Selatan, Kamis (9/4/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong dengan metode manual menggunakan alat sederhana, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian di tingkat desa.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., melalui Kanit Binmas AIPTU Zeni Irwanto menyampaikan bahwa keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.


“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga. Ke depan, kami juga akan terus memantau perkembangan tanaman hingga masa panen,” ujar AIPTU Zeni Irwanto.


Selain aparat kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pemerintah kecamatan, kepala desa beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota PKK, serta warga yang ikut terlibat langsung dalam proses penanaman.


Kepala Desa Betung Selatan H. Darlani mengatakan bahwa pemanfaatan lahan pertanian untuk penanaman jagung menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian desa serta mendorong kemandirian pangan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan hasil yang maksimal dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pertanian secara produktif. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis hasil panen nantinya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.


Kegiatan penanaman jagung tersebut berjalan lancar, aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Pemerintah desa bersama pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen tiba.(SN/Perry) 

Share:

Dukung Lingkungan Sehat, Polres PALI Gelar Aksi Bersih Masjid dan Got di Handayani Mulya

Dukung Lingkungan Sehat, Polres PALI Gelar Aksi Bersih Masjid dan Got di Handayani Mulya



PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri dengan melakukan pembersihan lingkungan tempat ibadah dan saluran air di sekitar Masjid Syuhada, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Jumat (10/4/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres PALI, AKBP Yunar H.P. Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., dan diikuti para pejabat utama (PJU) serta personel Polres PALI. Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari pelaksanaan program nasional Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di area fasilitas umum dan tempat ibadah.


Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pembersihan bagian dalam masjid, halaman, serta saluran got di sekitar Masjid Syuhada yang selama ini menjadi jalur aliran air di lingkungan tersebut. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.


Kapolres PALI, AKBP Yunar H.P. Sirait, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Indonesia Asri merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Kegiatan Gerakan Indonesia Asri ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai aparat kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan rasa nyaman bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah,” ujar AKBP Yunar H.P. Sirait.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai lokasi sebagai bentuk kepedulian sosial Polres PALI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.


“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.


Dengan terlaksananya kegiatan Gerakan Indonesia Asri di Masjid Syuhada tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.(SN/PERRY)

Share:

Polsek Tanah Abang Lakukan Patroli dan Monitoring Debit Sungai Lematang, 11 Desa Terpantau Aman

Polsek Tanah Abang Lakukan Patroli dan Monitoring Debit Sungai Lematang, 11 Desa Terpantau Aman

PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan patroli dan monitoring situasi terkini terkait tinggi debit atau volume air Sungai Lematang, Jumat (10/4/2026).Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir akibat meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

Patroli dan monitoring dilaksanakan atas perintah Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, S.H., dengan melibatkan sejumlah personel Polsek Tanah Abang yang turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi aliran sungai serta memastikan situasi di desa-desa yang berada di bantaran Sungai Lematang tetap aman.

Adapun desa-desa yang menjadi fokus pemantauan meliputi Desa Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Muara Sungai, Curup, Sukaraja, Sedupi, Tanjung Dalam, Pandan, Modong, serta Desa Lunas Jaya yang berada di bantaran Sungai Perayun sebagai anak Sungai Lematang. Seluruh wilayah tersebut merupakan kawasan yang berpotensi terdampak apabila terjadi peningkatan debit air sungai.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, debit air Sungai Lematang pada pagi hingga siang hari terpantau dalam kondisi stabil dan normal, serta tidak ditemukan adanya desa yang terdampak banjir. Selain itu, sebagian besar rumah warga di wilayah bantaran sungai diketahui merupakan rumah panggung atau rumah bertiang tinggi, sehingga relatif lebih aman terhadap kemungkinan luapan air.

Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan monitoring dilakukan secara rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir musiman yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi debit air Sungai Lematang untuk memastikan situasi tetap aman. Hingga saat ini, hasil monitoring menunjukkan kondisi air masih normal dan tidak ada desa yang terdampak banjir,” ujar AKP Arzuan.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

“Meskipun kondisi saat ini masih aman, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena tidak menutup kemungkinan debit air Sungai Lematang dapat meningkat sewaktu-waktu. Kami akan terus melakukan monitoring dan melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya patroli dan monitoring tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi banjir di wilayah Kecamatan Tanah Abang.(SN/PERRY)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts