Polres PALI Resmikan Kedai Pance Behusek, Wadah Aspirasi Masyarakat Secara Humanis

 

Polres PALI Resmikan Kedai Pance Behusek, Wadah Aspirasi Masyarakat Secara Humanis



PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meresmikan Kedai Pance Behusek sebagai wadah komunikasi antara kepolisian dan masyarakat guna menyampaikan aspirasi, saran, serta permasalahan secara langsung dalam suasana santai dan humanis, Senin, 13 April 2026, sekitar pukul 11.35 WIB di Jalan Merdeka Handayani Mulya, Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Kegiatan peresmian dipimpin langsung oleh Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, didampingi Wakapolres, para pejabat utama Polres, serta dihadiri perwakilan serikat buruh, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.


Kedai Pance Behusek dihadirkan sebagai ruang dialog terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara cepat, efektif, dan solutif, sekaligus menjadi sarana pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Dalam sambutannya, perwakilan Serikat Buruh Kabupaten PALI, Didi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres PALI dalam menghadirkan fasilitas komunikasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.


"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas ketersediaan fasilitas ini, yang kami nilai sebagai sarana komunikasi yang sangat efektif, cepat, dan tepat sasaran. Kehadiran inovasi ini memberikan rasa nyaman bagi kami dalam berinteraksi dan berkoordinasi langsung dengan pihak Polres PALI," ujarnya.


Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten PALI.


 "Kami berkomitmen bersama seluruh rekan-rekan buruh untuk senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polres PALI dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat," tambahnya.



Sementara itu, Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, menegaskan bahwa keberadaan Kedai Pance Behusek merupakan bagian dari upaya Polri dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial secara preventif.


 "Kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kabupaten PALI," tegasnya.


Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoaks yang dapat memicu konflik sosial.


"Saya menghimbau agar kita semua tidak mudah terprovokasi oleh situasi maupun isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah kita," katanya.



Kegiatan peresmian Kedai Pance Behusek berlangsung hingga pukul 13.00 WIB dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menghilangkan sekat formalitas antara kepolisian dan masyarakat, sehingga komunikasi dapat terjalin lebih terbuka, cepat, dan solutif dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten PALI. (SN/PERRY)

Share:

Pelantikan IKADI Palembang 2026–2031, Siap Perkuat Dakwah Moderat


Pelantikan IKADI Palembang 2026–2031, Siap Perkuat Dakwah Moderat


Palembang. SININEWS.COM - Pengurus Daerah Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kota Palembang periode 2026–2031 resmi dilantik pada Senin (13/4/2026) di Ruang Rapat Parameswara, Kantor Wali Kota Palembang.


Ketua DPW IKADI Sumatera Selatan, H. M. Taufik Saiman, S.Ag., S.E., M.M., berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas serta mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.


Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IKADI Kota Palembang, H. Cecep Supriatna, S.H.I., menyampaikan bahwa IKADI telah hadir di Sumatera Selatan selama sekitar satu dekade. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan dan kontribusi organisasi dalam pengembangan dakwah di Kota Palembang.


“Kami ingin melanjutkan estafet perjuangan yang telah dirintis sebelumnya di IKADI Kota Palembang. Ini merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujarnya.


Cecep menambahkan, IKADI selama ini telah aktif melakukan berbagai kegiatan pembinaan di tengah masyarakat, termasuk pelatihan khatib. Ke depan, pihaknya berharap IKADI dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam lima tahun mendatang.


Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Wali Kota Palembang, yakni Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Investasi yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kota Palembang, Dr. H. Riza Pahlevi, M.A., unsur Forkopimda, jajaran pengurus IKADI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Cecep juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Palembang sehingga kegiatan pelantikan dapat berjalan dengan lancar.


Ketua Bidang Humas dan Media IKADI Kota Palembang, Endi Ruskan, S.H., menegaskan bahwa IKADI terbuka bagi semua kalangan. Ia menyebut, sebagai wadah para da’i, IKADI berkomitmen menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderat, lurus, dan damai berdasarkan Al-Qur’an dan sunah.


“Dengan dilantiknya pengurus baru, kami berharap IKADI dapat semakin memperkuat dakwah Islam, membangun sinergi dengan berbagai pihak, serta mencetak da’i yang mampu berkiprah hingga tingkat internasional,” kata Endi.


Ia juga menambahkan, IKADI Kota Palembang siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan mendukung program pembangunan menuju visi Palembang Emas 2045.(sn)

Share:

Pertamina Adera Ajak Warga Pengabuan Sehat dari Kebun Sendiri


Caption: Melalui program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA), PEP Adera memberi pendampingan kepada warga Desa Pengabuan mengelola tanaman herbal untuk memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga hingga menjadi produk bernilai ekonomi


PALI. SININEWS.COM --Pagi itu, saat matahari belum meninggi, tangan cekatan Hermanila sudah memetik tanaman-tanaman herbal di kebun samping rumahnya. Jahe, Kunyit, Daun Kelor, Bunga Telang, Bunga Rosella, Bawang Dayak, Temulawak, hingga Centella Asiatica tumbuh sebur di kebun tersebut. Keterbatasan akses dan biaya pengobatan membuat Hermanila dan warga Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan akrab dengan tanaman herbal. Mereka mengandalkan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan keluarga.

 

Sayangnya, potensi tanaman herbal di desa itu tak terkelola dan terbudidaya dengan baik. Warga hanya memanfaatkan tanaman yang tumbuh di sekitar lingkungannya saat membutuhkan. Pengetahuan terbatas menjadi penyebabnya.


Potensi ini ditangkap oleh Pertamina EP (PEP) Adera Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 4, yang diperkuat juga oleh studi pemetaan sosial. Dibuatlah program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA) yang memberi pendampingan kepada warga Desa Pengabuan, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Selaras Alam, dalam mengelola tanaman obat keluarga (TOGA).

 

Para anggota KWT Selaras Alam diperkenalkan pada cara pengolahan tanaman herbal yang lebih higienis, teknik pengeringan yang baik, hingga pemanfaatan hasil kebun sebagai produk kesehatan alami yang bernilai tambah.

Hermanila dan ibu-ibu KWT Selaras Alam kini membudidayakan tanaman herbal di kebun milik desa yang dikelola bersama. PEP Adera Field memfasilitasi greenhouse atau tempat yang digunakan untuk mengoptimalkan proses bercocok tanam agar tanaman tumbuh optimal. Ibu-ibu KWT Selaras Alam juga difasilitasi dry house atau tempat pengeringan tanaman.

 

Selain itu, dukungan teknologi berupa sistem drip irigasi otomatis turut membantu memastikan kebutuhan air tanaman terpenuhi secara lebih efisien dan terukur. Berkat pendampingan, Hermanila dan KWT Selaras Alam bisa memanfaatkan TOGA yang tumbuh di pekarangannya untuk kebutuhan kesehatan ringan. “Dulu kami hanya menanam dan memanfaatkan seadanya. Sekarang kami lebih paham bagaimana menjaga kesehatan dari apa yang kami tanam sendiri," ucap Hermanila.

 

Budidaya tanaman herbal mampu meringankan pengeluaran biaya kesehatan rumah tangga Hermanila dan kawan-kawan hingga 30 persen per bulan. Selain itu, mereka juga sudah bisa memproduksi minuman herbal instan, seperti seperti Sirup Rosella, Ramuan Instan, dan Tisane Herbal. Berkat penjualan produk-produk itu, pendapatan anggota KWT Selaras Alam meningkat dari sekitar Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp4,2 juta per bulan.

"Rasanya lebih tenang karena kami bisa lebih mandiri untuk keluarga kami,” ujar Ibu Hermanila.

 

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal menyampaikan program PERMATA menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.

PEP Adera Field tak hanya berfokus memberikan keterampilan baru kepada masyarakat. Perusahaan juga ingin mendorong cara pandang baru bahwa kesehatan bisa dibangun melalui kemandirian. "Melalui PERMATA, warga diajak memahami pentingnya pola hidup sehat. Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari fasilitas besar, tetapi bisa dimulai dari apa yang mereka tanam dan konsumsi setiap hari," kata Iwan.

 

Program ini telah melibatkan sekitar 60 orang penerima manfaat aktif. Lebih dari separuh penerima manfaat merupakan perempuan yang berperan sebagai penggerak utama di tingkat keluarga dan komunitas. Oleh karena itu, PERMATA telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui penyebaran praktik pertanian sehat dan pemanfaatan herbal kepada masyarakat di luar kelompok inti. (sn)

Share:

PEMERINTAH KABUPATEN PALI GERAK CEPAT SALURKAN BANTUAN KEPADA WARGA SAKIT MENAHUN DI TALANG UBI TIMUR


PEMERINTAH KABUPATEN PALI GERAK CEPAT SALURKAN BANTUAN KEPADA WARGA SAKIT MENAHUN DI TALANG UBI TIMUR


PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan respons cepat dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Di bawah kepemimpinan Bupati PALI Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH, bantuan segera disalurkan kepada warga Kelurahan Talang Ubi Timur yang menderita sakit menahun.

Adapun warga yang menerima bantuan tersebut adalah Ibu Sumini yang berusia kurang lebih 100 tahun dan Bapak Badi berusia 61 tahun, yang selama ini mengalami kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Bapak Edy Irawan, SE., M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang beserta staf. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Talang Ubi, Bapak Atmo Maryono, SH, Ketua TP PKK Kecamatan beserta tim pokja, Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, SE., MM, Ketua TP PKK Kelurahan, serta jajaran staf kelurahan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang membutuhkan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI melalui instansi terkait juga akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna menindaklanjuti penanganan kondisi kesehatan kedua warga tersebut agar mendapatkan pelayanan yang optimal.

Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga, khususnya yang berada dalam kondisi kurang mampu dan membutuhkan perhatian khusus. (SN/PERRY)

Share:

Timbangan Digital dan Uang Tunai Rp400 Ribu Perkuat Status Pengedar di 5 Ulu Palembang

Timbangan Digital dan Uang Tunai Rp400 Ribu Perkuat Status Pengedar di 5 Ulu Palembang



PALEMBANG. SININEWS.COM— Polda Sumatera Selatan melalui Satresnarkoba Polrestabes Palembang berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dengan menangkap seorang tersangka di kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.


Tersangka berinisial F (44), seorang wiraswasta, diamankan setelah petugas menemukan dua paket sabu seberat bruto 2,52 gram yang disimpan dalam dompet kecil warna merah di sisi tempat duduknya. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan tersangka positif narkotika.


Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim Unit 7 Satresnarkoba melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tersangka di tempat kejadian.


Dari hasil penggeledahan, petugas turut menyita satu unit timbangan digital, pipet plastik berbentuk sekop, plastik klip kosong, satu unit telepon genggam, serta uang tunai sebesar Rp400.000 yang diduga hasil transaksi narkotika. Barang bukti tersebut menguatkan bahwa tersangka berperan sebagai pengedar aktif.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa bukti yang ditemukan menunjukkan aktivitas peredaran narkotika. “Keberadaan timbangan digital, alat kemas, dan uang tunai bersama sabu membuktikan tersangka merupakan pengedar aktif. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan di atasnya,” tegasnya.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga keamanan masyarakat. “Polda Sumatera Selatan memastikan setiap wilayah berada dalam pengawasan aktif. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mengungkap kasus narkotika,” ujarnya.


Saat ini penyidik Satresnarkoba Polrestabes Palembang masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan pemasok serta melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Polda Sumatera Selatan menegaskan akan terus meningkatkan intensitas penegakan hukum terhadap peredaran narkotika guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.(SN/PERRY)

Share:

DPRD PALI Gelar Rapat Paripurna, Bupati Jabarkan Langkah Strategi Optimalisasi PAD


DPRD PALI Gelar Rapat Paripurna, Bupati Jabarkan Langkah Strategi Optimalisasi PAD



‎PALI. SININEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Rapat Paripurna ke-4 dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Senin (13/04/2026).



‎Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., tersebut dihadiri oleh 24 anggota dewan. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan BUMD/BUMN, serta unsur organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI.



‎Dalam pidatonya, Bupati PALI, Asgianto, S.T., mengawali dengan permohonan maaf atas keterlambatan jadwal sidang dikarenakan agenda kuliah umum tenaga kesehatan yang berlangsung di waktu bersamaan. Memasuki substansi jawaban, Bupati menyoroti langkah strategis dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).



‎“Kami terus mendorong kolaborasi melalui optimalisasi pajak daerah pada sektor potensial, seperti pariwisata melalui Festival Seni Bumiayu, pajak makan-minum, perhotelan, hingga sektor pertanian melalui Rumah Potong Hewan (RPH),” ujar Asgianto.



‎Bupati juga membanggakan prestasi Kabupaten PALI yang meraih Juara II tingkat Provinsi dalam program percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Inovasi seperti pembayaran melalui QRIS Dinamis menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola perpajakan agar lebih akuntabel dan transparan.



‎Menanggapi pandangan Fraksi PAN dan Fraksi PDI Perjuangan, Bupati menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi belanja dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu prioritas fisik yang tengah dikejar adalah penyelesaian gedung RSUD Talang Ubi Haji Anwar Mail melalui dukungan dana pusat.



‎Sementara itu, menjawab kekhawatiran Fraksi Golkar mengenai serapan belanja yang terkesan rendah, Bupati memberikan klarifikasi teknis. Ia menjelaskan adanya penundaan pembayaran sebesar 5 persen (sekitar Rp55,07 miliar) kepada pihak ketiga sebagai langkah preventif.



‎“Ini inisiatif kami untuk mengantisipasi jika ada temuan hasil audit BPK. Kita tahan dulu hingga LHP BPK keluar. Kami ingin menciptakan pemerintahan yang tertib administrasi sesuai instruksi Kejaksaan dan BPK,” tegasnya.



‎Di hadapan anggota dewan, Bupati memaparkan data menggembirakan mengenai kondisi ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi PALI pada triwulan ketiga tercatat di angka 5,72%, melampaui angka nasional yang berada di level 5,1%.



‎“Pendapatan kita menunjukkan tren positif (YoY). Jika Januari 2025 berada di angka Rp4,9 miliar, pada Januari 2026 naik menjadi Rp6,8 miliar. Februari pun melonjak dari Rp24 miliar di tahun lalu menjadi Rp38 miliar di tahun 2026,” tambahnya dengan optimis.



‎Terkait masukan dari Fraksi Gabungan Bintang Nurani Umat mengenai hubungan eksekutif-legislatif dan isu infrastruktur, Bupati memastikan bahwa aspirasi pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan gorong-gorong di Penukal Utara, terus dikawal.



‎“Untuk urusan kewenangan provinsi, kami sudah bersurat secara resmi. Jika tetap lambat, akan terus kita tindaklanjuti demi kepentingan masyarakat,” katanya.



‎Menutup rangkaian sidang, Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, mengapresiasi jawaban komprehensif dari pihak eksekutif. Ia menyatakan bahwa pembahasan akan dilanjutkan ke tahap yang lebih mendalam.



‎“Rapat hari ini dinyatakan selesai dan kami skors hingga Senin, 20 April 2026 mendatang. Waktu ini diberikan kepada Panitia Khusus (Pansus) untuk melakukan pembahasan mendalam terhadap LKPJ Bupati TA 2025,” pungkas Firdaus seraya mengetuk palu sidang.(SN/PERRY)

Share:

Perang AS - Iran Merubah Arus Lenskap Dunia, Posisi Indonesia Di Bawah Kepemimpinan Prabowa - Gibran?


Perang AS - Iran Merubah Arus Lenskap  Dunia, Posisi Indonesia Di Bawah Kepemimpinan Prabowa - Gibran?


Oleh: Firdaus

(Ketua Umum SMSI)


Di bawah langit Teheran yang muram, retorika perang bukan lagi sekadar gertakan di meja diplomasi.


Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kini telah bergeser dari perang proksi menjadi konfrontasi langsung yang dianggap sebagai sebuah keniscayaan sejarah. Bagi para pendukungnya, Iran bukan lagi sekadar negara yang mempertahankan kedaulatan, melainkan simbol perlawanan global—sebuah representasi harga diri "kaum mustadaafin" yang berdiri tegak melawan dominasi negara-negara Amerika dan Israel.


Perang ini melampaui hitungan kalah atau menang di medan tempur. Di mata dunia ketiga, Teheran muncul sebagai kekuatan yang berani menantang standar ganda Washington.


Sementara AS terus menggaungkan nilai-nilai demokrasi, agresi militer dan sanksi ekonomi yang mereka lancarkan terhadap negara-negara berkembang sering kali dilihat sebagai upaya melanggengkan hegemoni yang mencekik.


Beban Dunia Ketiga: Kemiskinan di Balik Mesiu. Di tengah deru mesin perang, realitas pahit menghantui negara-negara dunia ketiga. Data terbaru dari World Bank (per September 2025) menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrem global masih menjadi luka yang belum mengering.


808 juta Jiwa, diperkirakan hidup dalam kemiskinan ekstrem di seluruh dunia pada tahun 2025, dengan mayoritas berada di wilayah yang rentan konflik.

Sub-Sahara Afrika: Menjadi wilayah dengan beban terberat, di mana sekitar 46% populasinya hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem.


Garis Kemiskinan Baru: Standar kemiskinan internasional kini dinaikkan menjadi US$ 3,00 per hari (setara dengan sekitar Rp47.000), yang menyebabkan lonjakan data statistik penduduk miskin di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kesenjangan ini menjadi bahan bakar ideologis bagi Iran untuk memosisikan dirinya sebagai pembela mereka yang terpinggirkan oleh sistem ekonomi global yang didominasi Barat.


Peta Keberpihakan di Timur Tengah

Konflik ini telah membelah kawasan Timur Tengah menjadi dua kamp besar. Di satu sisi, Iran membangun jaringan "Poros Perlawanan," sementara di sisi lain, AS memperkuat aliansi strategisnya.


Bagi dunia ketiga, peperangan ini bukan sekadar urusan geopolitik, melainkan ujian bagi tatanan dunia yang dianggap sudah usang dan tidak adil. Iran, dengan segala risikonya, telah memilih untuk menjadi martir dalam narasi perlawanan terhadap hegemoni global.


Ketika usai perang dunia kedua, Soekarno Hatta mampu menempatkan Indonesia di posisi strategis, ditengah arus pusaran perubahan lenskap dunia  saat ini, dimana posisi Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo - Gibran. (sn) 

Share:

Penghargaan untuk 48 Personel, Polda Sumsel Dorong Budaya Kerja Prestasi dan Profesionalisme

Penghargaan untuk 48 Personel, Polda Sumsel Dorong Budaya Kerja Prestasi dan Profesionalisme



PALEMBANG. SiniNews.Com — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin Apel Pemberian Penghargaan kepada personel berprestasi di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Senin (13/4/2026) pukul 07.00 WIB. Sebanyak 48 personel dari berbagai satuan menerima penghargaan atas kinerja luar biasa di bidang penegakan hukum, pengabdian internasional, pelayanan kemanusiaan, hingga prestasi olahraga.


Apel dihadiri Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., serta seluruh Pejabat Utama Polda Sumsel dan jajaran. Kegiatan berlangsung khidmat melalui rangkaian upacara, pembacaan keputusan, hingga arahan Kapolda.


Penghargaan diberikan kepada tujuh kelompok personel berprestasi. Personel Ditreskrimsus diapresiasi atas keberhasilan mengungkap penyelewengan pupuk subsidi. Personel Ditpamobvit mendapat penghargaan atas penugasan internasional dalam Misi MONUSCO Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo. Selain itu, personel Bidhumas, Polrestabes Palembang, Polres OKU Selatan, Polres Empat Lawang, serta atlet taekwondo Polda Sumsel juga menerima penghargaan atas capaian masing-masing.


Pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari kebijakan Kapolda Sumsel yang menetapkan April hingga Juni sebagai bulan bakti dan prestasi kepolisian. Langkah ini sejalan dengan program Presisi Polri yang diinisiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa apel penghargaan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen dan soliditas personel. “Tugas kepolisian adalah amanah dan ladang pengabdian. Setiap pelaksanaan tugas harus dilandasi integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.


Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Kapolda Sumsel memberikan kuota ibadah umrah secara pribadi kepada sepuluh personel yang akan diundi dari penerima penghargaan. Kebijakan ini mencerminkan perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan dan motivasi personel.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota. “Ini adalah bentuk nyata bahwa setiap prestasi dan pengabdian personel mendapat apresiasi dari institusi. Kami berharap hal ini mendorong semangat kerja yang lebih baik di seluruh jajaran,” ujarnya.


Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja berprestasi dan profesional sebagai bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat serta penguatan institusi Polri yang Presisi.(SN/Perry)

Share:

Polisi Pasang Police Line, Gorong-Gorong Amblas di Jalur Penghubung PALI–Muba

Polisi Pasang Police Line, Gorong-Gorong Amblas di Jalur Penghubung PALI–Muba



PALI. SININEWS.COM — Gorong-gorong di jalan lintas Simpang Belimbing–Sekayu, tepatnya di Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dilaporkan amblas, Sabtu (11/4/2026).Peristiwa tersebut mengakibatkan separuh badan jalan mengalami kerusakan dan tidak dapat dilalui kendaraan bermuatan berat.

Jalan yang terdampak merupakan jalur provinsi penghubung antara Kabupaten PALI dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sehingga kejadian ini langsung mendapat respons cepat dari jajaran Polsek Penukal Utara dengan melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Kapolsek Penukal Utara, IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera memerintahkan personel piket untuk memasang garis polisi di lokasi guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kami langsung memerintahkan personel untuk melakukan pemasangan police line pada gorong-gorong yang amblas serta memberikan imbauan kepada pengendara, khususnya kendaraan bermuatan berat, agar tidak melintas di lokasi tersebut,” ujar IPTU Budi Anhar.

Selain pemasangan garis polisi, personel lalu lintas juga melakukan langkah tambahan dengan memasang water barrier di sekitar lokasi jalan yang amblas sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari dan saat arus kendaraan meningkat.

Ia menambahkan, kondisi kerusakan gorong-gorong memiliki ukuran sekitar 3 meter lebar dan 2,5 meter panjang, yang menyebabkan separuh badan jalan mengalami penurunan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan Polsek Sungai Keruh, Polres Musi Banyuasin, untuk mengalihkan arus kendaraan berat melalui jalur alternatif.

 “Untuk kendaraan bermuatan berat seperti truk dan mobil fuso kami arahkan memutar melalui Desa Sungai Dua, Desa Tempirai, dan Desa Air Hitam guna menghindari risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat jenis minibus masih diperbolehkan melintas secara terbatas dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Berdasarkan keterangan di lapangan, gorong-gorong tersebut sebelumnya telah mengalami retak-retak dan penurunan badan jalan dalam waktu cukup lama. Faktor usia bangunan yang sudah tua serta tingginya mobilitas kendaraan bermuatan berat diduga menjadi penyebab utama amblasnya struktur tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif, dengan petugas kepolisian masih melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.(SN/PERRY)

Share:

Skandal BNI Aek Nabara Mengguncang, Kerugian Jemaat Capai Rp28 Miliar


Skandal BNI Aek Nabara Mengguncang, Kerugian Jemaat Capai Rp28 Miliar


MEDAN. SININEWS.COM — Dugaan penipuan dan penggelapan dana yang melibatkan mantan Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, terus bergulir dan memicu perhatian luas. Credit Union Paroki Aek Nabara (CU-PAN) secara resmi meminta pemerintah dan lembaga penegak hukum mengawal kasus ini hingga tuntas.


Permintaan tersebut disampaikan kuasa hukum Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara dari Kantor Advokat Gani Djemat & Partners dalam konferensi pers di Aula Gereja Katedral Medan, Jumat (10/4/2026).


Dalam keterangannya, tim kuasa hukum menyebut kerugian yang dialami CU-PAN mencapai lebih dari Rp28 miliar. Kerugian tersebut diduga berasal dari praktik investasi ilegal yang ditawarkan tersangka sejak 2019 melalui produk fiktif bernama “BNI Deposito Investment” dengan imbal hasil 8 persen per tahun.


“Dari total kerugian tersebut, pihak BNI baru mengembalikan sekitar Rp7 miliar. Nilai ini jauh dari jumlah kerugian yang dialami klien kami,” ujar kuasa hukum.


Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga memanfaatkan fasilitas resmi perbankan, termasuk layanan penjemputan dana (pick up service), serta meminta tanda tangan nasabah pada formulir kosong yang kemudian diisi sepihak. Untuk meyakinkan korban, tersangka juga memberikan bilyet deposito palsu dan secara berkala mentransfer dana seolah-olah sebagai bunga investasi.


Praktik ini berlangsung selama bertahun-tahun dan menghasilkan sedikitnya 22 bilyet deposito dengan nilai lebih dari Rp22 miliar. Selain itu, dana dari rekening paroki, pastor, hingga jemaat turut terdampak dengan total tambahan sekitar Rp6,2 miliar.


Kasus ini mulai terungkap pada 6 Februari 2026 saat CU-PAN berencana mencairkan dana Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Namun, pencairan gagal dilakukan, dan tersangka justru meminta bilyet deposito asli dengan alasan pembaruan, yang diduga kemudian disalahgunakan.


Pada 23 Februari 2026, pihak BNI menyatakan bahwa produk “BNI Deposito Investment” bukan merupakan produk resmi bank. Selanjutnya, tersangka ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara pada 6 Maret 2026 dan ditangkap pada 30 Maret 2026 setelah sempat melarikan diri ke luar negeri.


Kuasa hukum menilai kasus ini menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan internal perbankan. Berdasarkan prinsip tanggung jawab korporasi, BNI dinilai wajib bertanggung jawab atas kerugian nasabah akibat perbuatan pegawainya.


Namun demikian, pihak kuasa hukum menilai BNI belum menunjukkan transparansi dalam proses penyelesaian, termasuk dalam verifikasi kerugian yang disebut dilakukan secara sepihak.


Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara secara tegas menolak penggantian kerugian sebesar Rp7 miliar. Mereka menilai langkah tersebut tidak mencerminkan itikad baik dan tidak memenuhi prinsip kepercayaan dalam sektor perbankan.


Selain itu, muncul dugaan adanya upaya pembatasan informasi kepada publik terkait kasus ini. Kuasa hukum menyebut adanya imbauan agar umat tidak menyebarluaskan kasus tersebut di media sosial maupun melalui konferensi pers.


Dalam langkah selanjutnya, tim kuasa hukum menyatakan akan menempuh seluruh jalur hukum guna memastikan pengembalian dana secara penuh serta mendorong transparansi dalam penanganan kasus.


Mereka juga mendesak manajemen BNI untuk segera menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan seluruh dana nasabah tanpa pengecualian, mengingat dana tersebut merupakan harapan hidup ribuan umat yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts