Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok


Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok


Jakarta. SININEWS.COM - Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Indonesia (Taipei Economic and Trade Office/TETO) mengingatkan masyarakat terkait munculnya akun palsu di media sosial TikTok yang mengatasnamakan lembaga tersebut dan diduga melakukan penipuan berkedok Layanan Visa.


Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (16/4/2026), TETO menjelaskan  bahwa akun bernama “TETO @ callcenterteto” bukan merupakan akun resmi yang dikelola atau diberi otorisasi oleh pihaknya.


Disebutkan, akun tersebut menyalahgunakan berbagai materi kegiatan resmi, seperti resepsi Hari Nasional, kegiatan pertukaran budaya, hingga informasi layanan konsuler yang pernah diselenggarakan di Jakarta maupun Surabaya.


Akun tersebut juga menawarkan layanan yang disebut sebagai konsultasi visa serta memungut sejumlah biaya dari masyarakat. Tindakan tersebut diduga mengarah pada praktik penipuan.


TETO lebih lanjut menghimhau masyarakat untuk tidak menghubungi akun tersebut, tidak memberikan data pribadi, serta tidak melakukan transaksi pembayaran dalam bentuk apa pun guna menghindari potensi kerugian.


TETO tidak pernah menyediakan layanan pengurusan visa maupun konsultasi berbayar melalui akun tidak resmi atau akun pribadi apa pun. Adapun akun resmi yang dimiliki hanya melalui media sosial Facebook dan X dengan nama “Taiwan di Indonesia".


Disebutkan juga, khusus untuk layanan resmi visa dan konsuler, masyarakat dapat menghubungi TETO melalui telepon (021) 515-3939 atau email idn@mofa.gov.tw.


TETO juga menyatakan telah mengumpulkan bukti serta melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan pihak platform terkait untuk penanganan lebih lanjut.


Selain itu, masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dengan melaporkan akun-akun ilegal serupa guna mencegah penipuan dan menjaga keamanan informasi publik.(sn)

Share:

Satresnarkoba Polres PALI Amankan Seorang Terduga Pengedar dengan Barang Bukti Sabu dan Ekstasi

 

Satresnarkoba Polres PALI Amankan Seorang Terduga Pengedar dengan Barang Bukti Sabu dan Ekstasi



PALI. SININEWS.COM — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika dan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar di wilayah Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Tersangka yang diamankan diketahui bernama Rmd bin L (30), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Penangkapan dilakukan di Dusun 1 Desa Benuang setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas transaksi narkoba di lokasi tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres PALI, AKP Dedy Suandy, S.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan polisi nomor LP-A / 19 / IV / 2026 / SPKT.SATRESNARKOBA / POLRES PALI / POLDA SUMSEL tertanggal 13 April 2026.

“Berawal dari informasi masyarakat, kami langsung memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang diduga sering terjadi transaksi narkotika. Setelah dilakukan upaya penangkapan dan penggeledahan, tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu dan pil ekstasi,” ujar AKP Dedy Suandy dalam keterangannya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka, di antaranya satu paket plastik klip bening berisi 10 paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,26 gram, serta satu paket plastik klip berisi empat butir pil yang diduga narkotika jenis ekstasi berlogo WhatsApp warna hijau dengan berat bruto 1,57 gram.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit timbangan digital kecil, satu buah pirex kaca, satu sekop atau pipet plastik, satu tas kecil, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam transaksi narkotika.

AKP Dedy Suandy menegaskan bahwa tersangka saat ini berstatus sebagai pengedar dan telah diamankan di kantor Satresnarkoba Polres PALI untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini tersangka dan seluruh barang bukti telah kami amankan. Kami juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti, pemeriksaan urine tersangka, serta melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dikirimkan kepada Jaksa Penuntut Umum sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar, guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.( SN/PERRY)

Share:

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta


Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta



JAKARTA. SININEWS.COM --- Pemenuhan Hak asasi manusia penyandang disabilitas  tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga menjadi tanggung jawab sektor swasta.

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto mengatakan bahwa sektor swasta  ikut bertanggung jawab atas hak asasi penyandang disabilitas.


“Selain negara, sektor swasta juga bertanggung jawab atas hak asasi manusia, termasuk bagi penyandang disabiltas intelektual ,” kata Mugiyanto saat menerima kunjungan Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (SOIna) di Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.

Mugiyanto mengatakan landasan hukum utama di Indonesia adalah Undang-Undang No 8 Tahun 2016  tentang Penyandang Disabilitas juga menjadi landasan utama di Indonesia yang menjamin hak asasi manusia, kesetaraan, dan perlindungan bagi penyandang disabilitas.


Undang-undang ini menetapkan 22 hak dasar, termasuk hak hidup, pendidikan, pekerjaan dan aksesibilitas, serta melarang keras tindakan diskriminasi dan stigma.


Dalam kesempatan itu Mugiyanto juga  menegaskan bahwa Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities – CRPD) yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 menjadi landasan utama bahwa akses terhadap olahraga, pengembangan diri, dan partisipasi penuh dalam masyarakat adalah hak asasi yang tidak terpisahkan.



Oleh karena itu, menurut Mugiyanto, penghargaan terhadap atlet-atlet disabilitas intelektual juga harus setara dengan atlet-atlet pada umumnya. “Adalah hak mereka untuk mendapatkan penghargaan yang setara dengan umumnya, baik oleh negara maupun sektor swasta,”tuturnya.


Menurut Mugiyanto, pemerintah saat ini sudah memiliki lembaga Komisi Nasional Disabilitas, lembaga nonstruktural dan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden RI dalam melaksanakan tugas pemantauan, evaluasi dan advokasi pelaksanaan penghormatan, pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.


“Kami menyambut baik komitmen Kementerian HAM yang tidak hanya mendukung secara verbal, tetapi juga siap membantu mempromosikan agenda PESONAS II 2026 di Kupang dan World Games 2027 di Santiago, Chili. Yang terpenting, Kementerian HAM juga menekankan bahwa sektor swasta memiliki tanggung jawab yang sama dengan negara dalam menciptakan ekosistem inklusif bagi penyandang disabilitas intelektual. Ini bukan kegiatan amal, ini pemenuhan hak asasi manusia,” ujar Warsito Ellwein, Ketua Umum SOIna dalam kesempatan kunjungan ke Wakil Menteri HAM.


“Kami sangat mengapresiasi langkah Kementerian HAM. Dukungan ini memperkuat pesan kami bahwa pemberdayaan disabilitas intelektual bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk perusahaan, media, dan masyarakat umum,” kata Gatot Prihandono selaku Ketua Panitia Pelaksana Penggalangan Dana menuju Pekan Olahraga Special Olympics Nasional dan Internasional Special Olympics Indonesia.


 

Warsito Ellwein menuturkan bahwa kesempatan untuk atlet-atlet disabilitas intelektual  masih sangat terbatas,  berbeda dengan disabilitas fisik yang masih bisa mengartikulasikan dan mewujudkan keinginan dan cita-cita mereka.


“”Hampir 90 persen anak-anak kita yang menyandang disabilitas intelektual beraktivitas di rumah, selain di sekolah mereka. Sehingga kegiatan SOIna melalui event olahraga dan klub-klub SOIna menjadi alternatif ruang bagi anak-anak kita ini, ”ujar Warsito.


Disabilitas intelektual merupakan kelompok rentan yang ada di masyarakat. Keberadaan mereka di Indonesia belum sepenuhnya disadari bersama seluruh warga.

Mereka butuh dukungan dari semua pihak agar  keberadaan dan haknya sama dengan warga negara lain, termasuk di bidang olahraga. 


Special Olympics Indonesia (SOIna) adalah organisasi nirlaba yang diakui Pemerintah dan telah mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga dan program non-olahraga lainnya bagi Disabilitas Intelektual (Persons With Intellectual Disabilities) atau Orang Bertalenta Khusus (OBK) di Indonesia.



Dalam waktu dekat ini, SOIna akan menyelenggarakan: Pekan Special Olympics Indonesia ke-2 Tahun 2026 di Kota Kupang (PESONAS II 2026 Kupang) Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 13 – 18 Oktober 2026.


Event itu menjadi ajang seleksi bagi Atlet SOIna yang akan mewakili Indonesia pada Olimpiade Disabilitas Intelektual tingkat dunia (Special Olympics World Summer Games/SOWSG) di Santiago, Chille pada bulan Oktober 2027. SOIna mendapatkan kuota 67 atlet di ajang internasional itu. (sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Dorong Peluang Investasi dan Kerja Sama Sumsel


Gubernur Herman Deru Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Dorong Peluang Investasi dan Kerja Sama Sumsel


PALEMBANG. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima kunjungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan dalam rangka silaturahmi, di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (14/04/2026).


Dalam pertemuan tersebut hadir Konsul Jenderal Tiongkok Huang He, Wakil Konsul Jiang Jiawen (Jessica), Konsul Li Hongwei, serta Konsul Muda Xu Mengqiu.


Konsul Jenderal Tiongkok Huang He menyampaikan kekagumannya terhadap Kota Palembang yang dinilai memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya yang telah diakui dunia.


“Saya senang pertama kali berkunjung ke Kota Palembang dan mengenal budayanya. Palembang memiliki sejarah panjang dan telah diakui UNESCO dengan warisan sejarah yang luar biasa,” ujarnya.


Ia menilai, potensi tersebut dapat menjadi titik awal kerja sama antara Tiongkok dan Sumsel di berbagai bidang, mulai dari budaya, investasi, pendidikan, hingga ekonomi.


Huang He juga menyinggung hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama satu dekade terakhir, mencakup kerja sama politik, budaya, dan ekonomi, termasuk proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.


“Kunjungan ini bertujuan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Sumsel. Kami juga mengundang Gubernur Sumsel untuk berkunjung ke kantor Konsulat Jenderal di Medan,” tambahnya.


Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa Palembang merupakan lokasi yang tepat untuk memulai kerja sama.


“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Palembang adalah kota tertua di Indonesia dan memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Tionghoa,” ujarnya.


Terkait investasi, Herman Deru mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Tiongkok selama ini telah berjalan baik, salah satunya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumsel.


“Banyak tenaga kerja asing dari China yang bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat,” ungkapnya.


Namun demikian, ia berharap investasi dari Tiongkok dapat terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet.


“Kami berharap Tiongkok dapat meningkatkan investasi agar perekonomian Sumsel semakin berkembang,” tegasnya.


Ia juga menyoroti belum adanya industri pabrik ban di Sumsel.


“Pabrik ban saat ini masih terpusat di Medan. Kami berharap ke depan dapat dibangun di Sumsel untuk menjaga kestabilan harga,” katanya.


Selain itu, Herman Deru menyebut produk-produk asal Tiongkok, seperti kendaraan, alat elektronik, hingga peralatan pertanian, sudah sangat familiar di Sumsel.


“Artinya, kerja sama dengan Tiongkok bukan hal baru bagi masyarakat Sumsel,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Pelabuhan Samudera Tanjung Carat yang baru saja diluncurkan dengan nilai investasi mencapai Rp18 triliun.


“Kami berharap Tiongkok dapat berkontribusi dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” katanya.


Sementara itu, pihak Konsulat Jenderal Tiongkok menekankan pentingnya sektor kelistrikan sebagai fondasi pembangunan industri.


“Listrik merupakan infrastruktur utama untuk mendukung manufaktur, kecerdasan buatan (AI), dan pertanian,” ujar perwakilan konsulat.


Ia juga menyebut batu bara tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber listrik, tetapi juga dapat diolah menjadi gas.


Selain investasi, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, seperti program pertukaran pelajar dan tenaga kerja.


Menutup pertemuan, Herman Deru mengundang pihak Konsulat Jenderal Tiongkok untuk kembali berkunjung ke Sumsel dalam agenda Konferensi Anxi Sedunia yang dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026.


“Kami mengundang untuk hadir pada Oktober mendatang. Ke depan, kami juga akan menyiapkan delegasi untuk memperkuat kerja sama yang telah dibahas,” pungkasnya.(sn)

Share:

Sekda Edward Candra Tegaskan Halal Bi Halal Sumbagsel Penuh Nuansa Budaya, Kulintang OKU Timur Jadi Pembuka


Sekda Edward Candra Tegaskan Halal Bi Halal Sumbagsel Penuh Nuansa Budaya, Kulintang OKU Timur Jadi Pembuka


PALEMBANG. SININEWS.COM — Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., memastikan suasana hangat dan penuh kebersamaan akan terasa dalam acara Halal Bi Halal masyarakat perantauan dari Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang akan digelar di Griya Agung pada 25 April mendatang. Musik kulintang khas Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dipastikan menjadi penyambut para tamu yang hadir.


Hal tersebut disampaikan Edward Candra dalam rapat terbatas di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (14/4/2026), yang dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel.


Menurutnya, acara ini akan dihadiri sekitar 1.500 undangan dari berbagai kalangan tokoh masyarakat Sumbagsel. “Yang datang nanti, insyaallah para tokoh dari Sumbagsel,” ujarnya.


Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan pameran dari sejumlah provinsi di wilayah Sumbagsel, yakni Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung.


Para tamu juga akan disuguhkan hiburan khas daerah berupa atraksi gitar tunggal Batanghari Sembilan yang ditempatkan di ruang tunggu acara. Selain itu, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Sumatera Selatan yang turut dihadirkan.


Acara ini rencananya akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Ketua DPR RI  Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri RI  Tito Karnavian, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan,


Tak kalah menarik, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan fashion show yang menampilkan busana khas dari masing-masing provinsi di wilayah Sumbagsel, sehingga menambah semarak acara yang sarat nuansa budaya tersebut.(sn)

Share:

Perkuat Keamanan Siber, Diskominfo PALI Gelar Sosialisasi SMKI dan CSIRT Bersama BSSN

 

Perkuat Keamanan Siber, Diskominfo PALI Gelar Sosialisasi SMKI dan CSIRT Bersama BSSN



Diskominfostaper. SININEWS.COM — Pemkab PALI melalui Diskominfo STAPER menggelar Sosialisasi Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan Pengelolaan _Computer Security Incident Response Team_ (CSIRT) di Ruang Rapat Diskominfo STAPER PALI, Rabu (15/04/2026). Kegiatan dipimpin Asisten III dan diikuti seluruh perangkat daerah se-Kabupaten PALI.


Sosialisasi menghadirkan dua narasumber dari BSSN RI. R.M. Ival Tirta Kusumah, S.ST., M.H., Sandiman Ahli Madya Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Deputi III BSSN RI, membawakan materi Pengelolaan CSIRT atau TTIS. Sementara Melita Irmasari, S.ST., M.M., Mangala Informatika Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Tata Kelola dan Audit Keamanan SPBE Tahun 2026, menyampaikan materi Penerapan SMKI.


Melalui kegiatan ini, Pemkab PALI mendorong seluruh perangkat daerah menerapkan sistem keamanan informasi dan pengelolaan CSIRT secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan untuk menjaga keamanan data serta informasi pemerintah daerah di era digital.(SN/PERRY)

Share:

Seluruh Wilayah Kerja Raih Penghargaan PROPER Hijau, PEP Zona 4 Tegaskan Komitmen Kepatuhan Lingkungan


Caption : Keberhasilan PEP Adera Field pada penghargaan PROPER 2025 ditopang program  PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh), sedangkan PEP Pendopo Field disokong program GEMILANG PLUS (Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang Plus)


Prabumulih. SININEWS.COM -- PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menunjukkan kinerja apik dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Hijau di semua wilayah kerjanya dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 


Tujuh wilayah kerja PEP Zona 4 yang menerima penghargaan itu meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering Field, dan PHE Raja Tempirai Field. Penghargaan itu diterima secara resmi pada 7 April 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. 


Capaian ini menegaskan bahwa PEP Zona 4 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance) yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mampu melampaui ketentuan melalui berbagai inovasi dan praktik keberlanjutan di lapangan. Peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam sistem bisnisnya secara menyeluruh. 


General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengapresiasi semua insan PEP Zona 4 atas penghargaan ini. "Pencapaian ini menunjukkan komitmen PEP Zona 4 dalam melaksanakan operasi hulu migas yang berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional," ucap Djudjuwanto.


Keberhasilan PEP Zona 4 melampaui standar kepatuhan juga ditopang implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau yang biasa dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR), di industri hulu migas disebut sebagai Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Setiap wilayah kerja di PHR Zona 4 memiliki sejumlah program unggulan yang menjadi komitmen perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitar area operasi dalam menjaga lingkungan.


Mengelola limbah dan menjadikannya bernilai ekonomi tinggi menjadi benang merah pada program di Prabumulih, Ogan Komering dan Limau Field. Di Prabumulih, sampah plastik diolah menjadi wadah penampung getah karet bagi petani karet lewat program SIKOK SELINGKAR (Sistem Komunitas Karet Organik dalam Satu Rantai Daur Ulang). Sedangkan di Ogan Komering field, GEMA MAGENTA (Gerakan Masyarakat Mandiri Generasi Lestari) mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan ikan, pupuk organik, hingga pelet biomassa ramah lingkungan.


PEP Limau menghadirkan program inovasi sosial Biobachar (Bio-Bamboo Charcoal) melalui Rumah Kreatif Boek Khaman. Program ini mengolah limbah sisa produksi anyaman bambu menggunakan sistem pirolisis untuk menghasilkan biobachar yang dimanfaatkan sebagai media filtrasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) batik dengan metode Hybrid Constructed Wetland.


Lain halnya dengan program unggulan Adera Field dan Ramba Field yang mengajak masyarakat bersahabat dengan tantangan cuaca dan iklim. Di Adera field, Program PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh) memberdayakan warga Desa Pengabuan untuk menghadapi cuaca ekstrem dan tantangan produksi pertanian melalui pelatihan budidaya padi dan tanaman obat keluarga (TOGA). 


Sementara itu, PEP Ramba Field mempunyai program unggulan PUSAKA KELUANG (Pemberdayaan untuk Kesejahteraan Melalui Keterpaduan Alam Desa Keluang). Program ini berfokus pada pengembangan pertanian dan kesehatan masyarakat melalui Climate-Friendly Agriculture Value Chain, yaitu sistem pertanian adaptif ramah iklim dan berbasis sumber daya lokal. 


Melalui studi social mapping, masyarakat juga diajak untuk konservasi dan mengembangkan potensi sumber daya alam daerahnya. Misalnya saja di masyarakat sekitar Pendopo Field yang diajak mengembalikan kesuburan tanah pertanian di Desa Sukakarya, Musi Rawas lewat program GEMILANG PLUS (Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang Plus).


Di Desa Betung Barat, Raja Tempirai Field mengajak masyarakat mengembangkan desanya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan tanpa limbah (zero waste) dengan konsep desa berbasis ekowisata. Program ini disebut BENING (Biointegrasi Ekowisata Nir-Limbah Inovasi Nyata dan Gemilang). (sn)

Share:

Kapolres PALI Pererat Kedekatan dengan Warga Talang Ubi Timur Lewat Program “Behusek dan Ngopi Bareng"

Kapolres PALI Pererat Kedekatan dengan Warga Talang Ubi Timur Lewat Program “Behusek dan Ngopi Bareng"



Talang Ubi Timur. SiniNews.Com — Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Kapolres Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Yunhar H.P Sirait, SH, SIK,MIK menggelar kegiatan “behusek” dan ngopi bareng bersama warga Kelurahan Talang Ubi Timur, Rabu (hari ini).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres PALI Kompol Kusyanto, SH Kasat Binmas AKP Hendrinrdi, SH.MH beserta jajaran anggota kepolisian.

Dari unsur pemerintah kelurahan, hadir Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, SE.MM didampingi Kasi Perekonomian dan Pembangunan Dafidsol, SE, staf kelurahan, para Ketua RT, petugas kebersihan, serta masyarakat setempat.

Program ini merupakan inisiatif Kapolres PALI sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat, sekaligus sarana untuk menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta masukan dari warga.

Dalam kesempatan tersebut, selain berdialog santai, Kapolres melalui Wakapolres dan Kasat Binmas juga menyerahkan bantuan berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Masyarakat Talang Ubi Timur menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai program tersebut sangat membantu serta memberikan manfaat nyata, baik dari sisi bantuan sosial maupun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.(SN/PERRY)

Share:

Ratu Dewa Ajak Dinas Terkait Tinjau Revitalisasi dan Perbaikan Sedimen Kolam Retensi


Ratu Dewa Ajak Dinas Terkait Tinjau Revitalisasi dan Perbaikan Sedimen Kolam Retensi


Sininews - Walikota Palembang, Ratu Dewa bersama Dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kota Palembang meninjau langsung Revitalisasi dan Perbaikan sedimen kolam retensi yang berada di belakang Puskesmas Talang Aman, 15 Mei 2026.


Dalam kunjungan ke lokasi tersebut, Ratu Dewa juga meninjau sejumlah permasalahan yang menyebabkan Kota Palembang gampang dilanda banjir saat hujan turun.


"Guna menampung debit air yang tinggi ketika hujan lebat di daerah tersebut. Kita menemukan permasalahan di lapangan terkait bangunan-bangunan yang menutup saluran aliran air yang menjadi penyebab salah satunya genangan air tinggi pas hujan," ujar Ratu Dewa.


Terkait hal itu, Ratu Dewa akan segera memerintahkan Dinas terkait untuk memecahkan masalah tersebut dengan melakukan koordinasi lintas sektor.


Guna mengatasi banjir, Pemkot Palembang telah melakukan kolaborasi internasional dengan Belanda, serta penambahan tujuh kolam retensi baru, pengerukan 50 kolam retensi yang ada, hingga menormalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan saluran air yang tersumbat sampah. 


"Kolaborasi yeknologi pengelolaan air kit menjajaki kerja sama teknis bersama Kedutaan Besar Belanda untuk mengaplikasikan sistem tata kelola dan pengendalian air yang lebih efektif," terangnya.


Selain itu, Pemkot juga telah menambah kolam retensi di 7 titik dan mempercepat pengerukan serta penataan ulang 50 kolam retensi yang tersebar di wilayah Palembang.


"Kita juga memaksimalkan fungsi Daerah Aliran Sungai, termasuk restorasi DAS Bendung untuk meminimalisir genangan di Kecamatan Ilir Timur 1, Ilir Timur 3, dan Kemuning"


"Mengatasi langsung sumbatan gorong-gorong akibat sampah dan membongkar bangunan yang menyempitkan saluran air atau dibangun di atas padan sungai," timpalnya.


Ratu Dewa menegaskan, bahwa penanganan banjir memerlukan tindakan nyata yang terintegrasi di berbagai sektor untuk mencegah dan meminimalisir dampaknya secara maksimal.(sn)

Share:

Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal


Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal


Palembang. SININEWS.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Sumsel, Feby Deru, mengimbau para ibu untuk rutin membawa balita ke Posyandu.


Imbauan tersebut disampaikan Feby saat memberikan bantuan makanan tambahan bagi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di Posyandu Kenanga, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa (14/04/2026).


“Ibu-ibu hendaknya rutin membawa balita ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi dasar. Ini sangat dibutuhkan agar balita memiliki kekebalan tubuh yang baik sehingga tidak mudah terjangkit penyakit. Selain imunisasi, balita juga harus mendapatkan ASI,” ujarnya.


Feby menjelaskan, selama ini kegiatan Posyandu terintegrasi dengan PKK. Namun, kini Posyandu telah berdiri sendiri dengan pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Ia mengingatkan, kegiatan Posyandu harus dilaksanakan secara rutin setiap bulan, tidak hanya untuk pemberian imunisasi, tetapi juga untuk memantau tumbuh kembang balita dan anak sejak dini.


“Para ibu hamil juga saya minta agar memperhatikan kesehatan dan gizi bayi sejak dalam kandungan. Kunjungilah Posyandu secara rutin, apalagi jika lokasinya dekat dengan rumah. Manfaatkan pelayanan ini,” katanya.


Lebih lanjut, Feby menyampaikan bahwa kehadirannya di Posyandu Kenanga bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan kegiatan serta mengetahui berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi di lapangan.


Ia juga mengingatkan para nenek yang memiliki cucu dalam masa tumbuh kembang agar turut berperan aktif membawa cucunya ke Posyandu.


“Selain itu, anak-anak jangan terlalu sering diberikan junk food, seperti makanan cepat saji atau makanan olahan yang telah diproses berkali-kali,” pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, Feby tidak hanya membagikan makanan tambahan, tetapi juga menyaksikan proses pemeriksaan balita dan anak-anak. Ia turut berbincang dengan para ibu untuk mendengarkan langsung pengalaman mereka terkait tumbuh kembang anak.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts