Kapolres PALI Pastikan Pengamanan Penutupan HUT ke-13 Berjalan Aman dan Kondusif

 

Kapolres PALI Pastikan Pengamanan Penutupan HUT ke-13 Berjalan Aman dan Kondusif




PALI. SININEWS.COM – Pengamanan hari terakhir rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu, 25 April 2026, berlangsung aman dan tertib hingga seluruh kegiatan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Pengamanan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin / 247 / IV / HUK.6. / 2026 tentang pengamanan peringatan Hari Jadi ke-13 Kabupaten PALI Tahun 2026. Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolres PALI, Kompol Kusyanto, S.H., didampingi Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., bersama puluhan personel gabungan dari Polres PALI dan Polsek Talang Ubi.

Sejumlah kegiatan masyarakat menjadi fokus pengamanan pada hari terakhir perayaan, di antaranya jalan santai dan senam sehat di Lapangan Gelora November yang melibatkan 52 personel pengamanan. Selain itu, kegiatan e-sport di lokasi yang sama diamankan oleh 9 personel, lomba kicau mania di Kantor KONI Kabupaten PALI dengan 9 personel, serta penampilan band lokal Saynora di Lapangan Gelora November yang dijaga oleh 35 personel.

Rangkaian kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati PALI, Asgianto, S.T., dan dihadiri Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H., unsur DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli dan perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah, kepala desa, organisasi masyarakat, insan pers, serta masyarakat umum yang turut memeriahkan perayaan hari jadi daerah tersebut.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menyampaikan bahwa seluruh kegiatan dapat berjalan lancar berkat kesiapan personel serta dukungan masyarakat.

 “Seluruh rangkaian kegiatan hari terakhir peringatan HUT ke-13 Kabupaten PALI dapat berjalan dengan aman dan kondusif berkat kesiapan personel serta dukungan dari masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar AKP Ardiansyah.

Sementara itu, Wakapolres PALI, Kompol Kusyanto, S.H., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan penutupan HUT ke-13 Kabupaten PALI berjalan dengan aman, tertib, dan lancar melalui pengamanan terpadu serta koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tegas Kompol Kusyanto.

Usai seluruh kegiatan berakhir, jajaran kepolisian melaksanakan apel konsolidasi sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan pengamanan. Diketahui, rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-13 Kabupaten PALI telah berlangsung sejak 10 April hingga 26 April 2026 dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan peserta berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten PALI.(SN/PERRY)

Share:

Patroli Terpadu Cegah Karhutla, Tim Gabungan Sisir Lahan Rawan di Desa Betung Barat

 Patroli Terpadu Cegah Karhutla, Tim Gabungan Sisir Lahan Rawan di Desa Betung Barat




PALI.SININEWS.COM — Anggota Polsek Penukal Abab bersama tim gabungan melaksanakan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (24/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi dini terhadap potensi kebakaran yang masih berada pada tingkat kerawanan sedang.

Patroli yang memasuki hari ke-30 tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres PALI Nomor: Sprin/166/HUK.6/2026 tanggal 26 Maret 2026 serta Surat Telegram ST.293/DALKARHUT.12/SW-III/GKM.04.01/B/3/2026 tanggal 13 Maret 2026 tentang pelaksanaan patroli terpadu pencegahan karhutla.

Tim patroli gabungan terdiri dari personel lintas instansi, yakni Elwansyah selaku Ketua Tim dari Manggala Agni, Adri Santoso dari Manggala Agni, Sertu Zainun dari TNI, Brigpol Bayu dari Polri, serta Kemaludin dari Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka melakukan pemantauan langsung terhadap lahan yang berpotensi terbakar sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan pada areal seluas kurang lebih satu hektare dengan kondisi bahan bakar kategori sedang, jenis tanah mineral, topografi dataran, serta vegetasi berupa pohon karet dan semak belukar. Dari hasil pengecekan di lapangan, potensi kebakaran di wilayah tersebut dinyatakan berada pada tingkat sedang.

Selain itu, tim juga melakukan pengukuran sumber air berupa sungai di Desa Betung Barat sebagai langkah kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran. Hasil pengukuran menunjukkan ketinggian muka air sekitar 50 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih 150 sentimeter serta lebar sungai sekitar 10 meter.

Petugas juga melaksanakan sosialisasi dan penyadartahuan kepada warga yang dijumpai di lokasi, di antaranya Komaria (49), seorang petani, serta Saipul (58), warga setempat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa patroli terpadu akan terus dilakukan secara rutin untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan patroli dan pemantauan lahan rawan karhutla serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena hal tersebut dapat menimbulkan kebakaran yang merugikan semua pihak,” tegas Kapolsek.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan uji bahan bakar, tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan di Desa Betung Barat saat ini masih berada pada kategori sedang, sehingga kewaspadaan dan pengawasan tetap harus ditingkatkan.

“Situasi saat ini masih tergolong aman dan terkendali, namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran,” pungkasnya. (SN/PERRY)

Share:

Polisi dan Jemaat Gereja GPDI Handayani Bersinergi Jaga Kebersihan Lingkungan

 

Polisi dan Jemaat Gereja GPDI Handayani Bersinergi Jaga Kebersihan Lingkungan




PALI. SININEWS.COM— Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Kapolres PALI, Melalui Kasat Intelkam Polres PALI IPTU Eko Purnomo, S.H., M.H. melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Belida Asri di halaman Gereja GPDI Handayani, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut melibatkan personel kepolisian bersama masyarakat dan jemaat gereja setempat. Program Belida Asri merupakan salah satu bentuk kegiatan sosial yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat lintas agama.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan halaman gereja dan lingkungan sekitar. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang harmonis serta meningkatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Kasat Intelkam Polres PALI IPTU Eko Purnomo mengatakan bahwa kegiatan Belida Asri merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.

"Melalui kegiatan Belida Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kehadiran Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan kondusif," ujar IPTU Eko Purnomo.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai tempat ibadah maupun fasilitas umum lainnya di wilayah hukum Polres PALI. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap terjaga.

Perwakilan pengurus Gereja GPDI Handayani juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian jajaran kepolisian yang telah melaksanakan kegiatan sosial di lingkungan gereja mereka.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu menjaga kebersihan lingkungan gereja. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian," ungkap salah satu pengurus gereja.

Kegiatan Belida Asri tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan, serta diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat toleransi antar umat beragama di Kabupaten PALI.(SN/PERRY)

Share:

Gubernur Herman Deru Kebut Implementasi Permen ESDM 14/2025, Tekankan Legalitas Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat


Gubernur Herman Deru Kebut Implementasi Permen ESDM 14/2025, Tekankan Legalitas Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat


Palembang. SININEWS.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat mengimplementasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan wilayah kerja guna meningkatkan produksi migas. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi Dukungan Forkopimda Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja, Jumat (24/04/2026).


Herman Deru menyebut lahirnya Permen ESDM 14/2025 merupakan jawaban atas kebutuhan minyak nasional yang mendesak.


“Esensi Permen ini karena kebutuhan negara akan minyak. Kebutuhan kita mencapai 1,6 juta barel per hari, tetapi kemampuan produksi baru sekitar 600 ribu barel. Ini menjadi terobosan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor,” ujarnya.


Menurut dia, meskipun aturan tersebut baru diterbitkan beberapa minggu, Menteri ESDM telah turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan, terdapat dua tujuan utama dari regulasi ini, yakni menjamin keselamatan masyarakat di sekitar sumur minyak rakyat serta menjaga kelestarian lingkungan.


“Di setiap sumur minyak rakyat terdapat aliran sungai kecil yang warnanya pekat akibat tidak adanya pembinaan. Permen ini hadir agar masyarakat tidak lagi mengelola secara sembarangan dan berisiko,” tegasnya.


Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa Permen ESDM 14/2025 juga bertujuan mendistribusikan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, masyarakat lokal harus terlibat secara legal dalam rantai produksi migas, bukan hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.


“Jangan sampai muncul persepsi bahwa kita belum mulai karena ingin tetap ilegal. Kita harus memiliki titik awal dengan cara yang benar. Satgas pengamanan dan percepatan sudah dibentuk sebagai acuan akselerasi,” tambahnya.


Ia juga mengungkapkan, saat ini terdapat tujuh kabupaten di Sumsel yang telah mengusulkan pengelolaan sumur minyak rakyat dengan tahapan berbeda. Karena itu, rapat koordinasi ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak.


“Ayo kita cari solusi agar pengelolaan sumur minyak masyarakat ini dapat berjalan cepat, aman, dan memberikan manfaat,” ajaknya.


Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sumsel, Hendriansyah, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan inisiasi Gubernur Sumsel bersama Kapolda Sumsel untuk mencegah praktik illegal drilling. Implementasi Permen tersebut telah ditindaklanjuti melalui Keputusan Menteri ESDM terkait penggabungan penyelenggaraan produksi sumur minyak oleh BUMD, koperasi, dan UMKM.


“Berdasarkan penetapan Menteri ESDM pada 9 Oktober 2025, jumlah sumur minyak masyarakat di Sumsel mencapai 26.300 titik, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Musi Banyuasin. Saat ini, terdapat 13 Badan Kerja Sama Usaha (BKU) yang siap terlibat, terdiri atas 5 BUMD, 3 koperasi, dan 5 UMKM,” jelasnya.


Ia menambahkan, tahapan pra-produksi yang harus dilalui meliputi penetapan jumlah sumur, verifikasi faktual, persetujuan menteri, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BKU dan KKKS, verifikasi satgas, hingga pengiriman minyak oleh BKU kepada KKKS.


Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, serta para bupati dan wali kota daerah penghasil migas di Sumsel, beserta para pemangku kepentingan terkait.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tekankan Pencegahan Dini dan Kesamaan Persepsi Hadapi Karhutla 2026


Gubernur Herman Deru Tekankan Pencegahan Dini dan Kesamaan Persepsi Hadapi Karhutla 2026


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi serta penguatan langkah pencegahan dini dalam menghadapi potensi kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Sumatera Selatan pada 2026. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat (24/4/2026) siang.


Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa informasi dari BMKG bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pijakan penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, namun masih diperlukan penyatuan persepsi antar pemangku kepentingan agar langkah yang diambil lebih efektif dan terarah.


Ia mengingatkan bahwa karhutla bukan persoalan biasa karena berdampak besar, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Sumsel, katanya, pernah mengalami kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas ambang batas dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah ekstra, termasuk menyediakan informasi kualitas udara agar masyarakat mengetahui kapan harus menggunakan masker.


“Karhutla ini kita hadapi setiap tahun. Konsepnya bisa berbeda, tetapi tujuannya sama. Yang perlu kita lakukan adalah menyatukan persepsi dan memperkuat langkah pencegahan,” tegasnya.


Herman Deru juga mengapresiasi kerja keras Satgas Karhutla, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, hingga pihak perusahaan yang dinilai memiliki kepedulian tinggi. Ia menegaskan bahwa potensi kemarau kering yang diprediksi terjadi mulai Mei hingga mencapai puncaknya pada Agustus harus menjadi dasar dalam memetakan wilayah rawan serta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.


Ia berharap upaya pencegahan karhutla dapat menjadi kesadaran kolektif dan budaya masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkan sangat besar dan membutuhkan biaya tinggi.


Sementara itu, Koordinator BMKG Provinsi Sumsel, Dr. Wandayantolis, S.Si., M.M., memaparkan bahwa musim kemarau tahun ini tidak hanya datang lebih awal, tetapi juga berpotensi memberikan dampak yang lebih signifikan.


“Mulai Mei kita sudah memasuki musim kemarau. Puncaknya akan sangat kering dengan curah hujan di bawah normal,” ujarnya.


Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada semester kedua, yang menyebabkan massa uap air atau hujan tertarik ke arah Samudera Hindia dan Afrika, sehingga wilayah Indonesia cenderung mengalami kondisi kering.


“Saat ini, April masih merupakan puncak musim hujan, sehingga dalam sepekan terakhir curah hujan cukup tinggi. Namun, pada Mei hingga Juni kita mulai memasuki musim kemarau dengan peningkatan suhu udara,” jelasnya.


Wandayantolis menambahkan, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung sangat kering, bahkan hingga September curah hujan masih berada pada kategori rendah.


Sementara itu, Danrem 044/Gapo selaku Danops Karhutbunla Wilayah Sumsel, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., menjelaskan bahwa wilayah rawan karhutla tersebar di sejumlah kabupaten. Ia menyinggung peningkatan hotspot signifikan yang pernah terjadi pada 2023 akibat fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang.


Saat ini, status siaga darurat telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumsel tertanggal 22 April 2026.


Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan strategi penanganan karhutla yang dilakukan dalam tiga tahap, yakni mitigasi, penindakan, dan pemulihan. Tahap mitigasi dilakukan melalui patroli terpadu, sosialisasi, serta pengaktifan posko di desa-desa rawan. Tahap penindakan mencakup kesiapsiagaan pemadaman darat dan udara, termasuk pengecekan peralatan serta dukungan water bombing. Sementara itu, tahap pemulihan difokuskan pada rehabilitasi lahan dan pengembalian fungsi ekosistem agar kembali produktif.


Melalui rapat koordinasi ini, ia berharap seluruh pihak dapat menyampaikan potensi permasalahan di wilayah masing-masing serta merumuskan langkah konkret dalam pencegahan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, Danlanud SMH Kolonel PNB Zulfikri Arif Purba, S.Sos., M.S., perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumsel yang diwakili Plt Asisten Bidang Intelijen Agus Kelana, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat tinggi lainnya dan Forkopimda kabupaten/kota se-Sumsel.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tegaskan UMKM Harus Go Digital dan Jaga Mutu Saat Buka Inkubi Sultan Muda 2026


Gubernur Herman Deru Tegaskan UMKM Harus Go Digital dan Jaga Mutu Saat Buka Inkubi Sultan Muda 2026


Palembang. SININEWS.COM — Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi membuka program Inkubi Sultan Muda Sumsel 2026 bertajuk Digital Klickstart: Mencetak Sultan Muda Go Digital Berdaya Saing, Jumat (24/04/2026).


Di hadapan ratusan pelaku UMKM, Herman Deru menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kunci agar UMKM Sumsel dapat naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi hanyalah alat pendukung.


“Tidak ada gunanya fasilitasi oleh BI, OJK, pemkot, atau pemprov jika pelaku usaha tidak memiliki keinginan kuat untuk berusaha. Digital itu sarana untuk mempermudah dan mempercepat pengembangan usaha. Kita harus menjadi pemenang, menjadi pengendali usaha,” tegasnya.


Ia juga menekankan agar kegiatan inkubasi ini tidak berhenti sebagai seremoni semata. Menurutnya, keberlanjutan program harus terus dipantau, khususnya dalam menjaga konsistensi mutu produk.


“Mutu produk harus dijaga. Percuma jago digital kalau barangnya tidak berkualitas,” tambahnya.


Herman Deru mengapresiasi langkah Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang menginisiasi program tersebut. Ia pun mengajak generasi muda Sumsel untuk menjadi “Sultan Muda” dengan semangat, ide, dan terobosan yang inovatif.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa pihaknya berperan dalam mengasah keterampilan para peserta, membuka akses permodalan, serta memperluas akses pemasaran. Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mendorong UMKM berdaya saing guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.


“Program Inkubi Sultan Muda 2026 diikuti 600 pendaftar. Setelah melalui proses kurasi, terpilih 150 peserta UMKM dengan komposisi 50 persen bidang makanan, 15 persen fesyen, 11 persen jasa, dan 9 persen kriya. Program inkubasi ini digelar secara intensif selama empat hari,” jelas Bambang.


Bank Indonesia mendorong UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan bersaing di era digital.


Melalui Digital Klickstart, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia berharap lahir Sultan Muda baru—generasi muda yang melek digital, berani berinovasi, dan siap membawa produk lokal Sumsel menembus pasar nasional hingga global.(sn)

Share:

Kapolsek Tanah Abang Ajak Warga Aktif Beri Informasi Demi Situasi Kondusif

 

Kapolsek Tanah Abang Ajak Warga Aktif Beri Informasi Demi Situasi Kondusif



PALI. SiniNews.Com— Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Tanah Abang menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama warga di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., bersama anggota Polsek Tanah Abang, perangkat Desa Sedupi, serta masyarakat setempat. Program Jumat Curhat ini menjadi sarana komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, saran, maupun keluhan terkait kondisi keamanan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana banjir, mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, warga juga diajak untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kerja sama dengan aparat kepolisian.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Curhat dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat secara bergantian di desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanah Abang. Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Sedupi yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Jumat Curhat ini. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian ataupun Bhabinkamtibmas demi terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan desa," ujar AKP Arzuan.

Ia menambahkan, komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran dan masukan terkait kondisi Kamtibmas di wilayah mereka. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh keakraban.

Dengan adanya program Jumat Curhat yang rutin dilaksanakan, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas maupun bencana alam di wilayah hukum Polsek Tanah Abang.(SN/PERRY)

Share:

Satresnarkoba Polres PALI Gagalkan Peredaran Sabu Ratusan Gram, Seorang Kurir Diamankan

 Satresnarkoba Polres PALI Gagalkan Peredaran Sabu Ratusan Gram, Seorang Kurir Diamankan




PALI. SININEWS.COM — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan menangkap seorang pria yang diduga sebagai kurir, Kamis (23/4/2026) malam. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat bruto 302,87 gram.

Penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di jalan lintas Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, saat petugas melakukan patroli hunting dan mencurigai sebuah kendaraan yang melintas.

Tersangka diketahui berinisial M (29), seorang petani/pekebun asal Desa Suka Merindu, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka berperan sebagai kurir dalam peredaran narkotika tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres PALI, AKP Dedy Suandy, S.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari perintah pimpinan untuk meningkatkan patroli dalam rangka menekan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres PALI.

 "Anggota kami melakukan patroli hunting di wilayah Tempirai dan menemukan kendaraan yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemberhentian dan penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang disembunyikan di bawah kursi depan sebelah kiri mobil," ujar AKP Dedy Suandy.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan tiga paket besar sabu yang dibungkus rapi menggunakan tisu, plastik klip, dan lakban hitam. Barang haram tersebut disimpan di dalam kantong plastik berwarna merah dan biru yang disembunyikan di dalam mobil.

Selain narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa satu unit telepon genggam, serta satu unit mobil Daihatsu Sigra yang digunakan tersangka saat membawa narkotika.

Saat dilakukan interogasi di lokasi, tersangka mengakui bahwa barang bukti sabu tersebut adalah miliknya.

 "Tersangka beserta barang bukti langsung diamankan ke Polres PALI untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku," tambahnya.

Saat ini, Satresnarkoba Polres PALI telah mengambil sejumlah langkah lanjutan, di antaranya melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti di Labfor Polda Sumatera Selatan, pemeriksaan urine terhadap tersangka, serta melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Polres PALI menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(SN/PERRY)

Share:

Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Menyerap Aspirasi Warga OGAN ILIR — Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini tercermin dari pengalamannya saat menerima usulan warga dengan cara yang unik dan berkesan,Kamis (23/04/2026) Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri penyerahan mobil ambulans untuk warga Desa Betung 1, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Bantuan mobil ambulans itu merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Bumi Perdana Palm Oil, perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menceritakan pengalamannya saat turun langsung ke lapangan bersama Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar. Ia mengaku sempat dihentikan oleh warga yang memberikan buah nanas sebagai bentuk sambutan. “Suatu ketika saya naik motor bersama Pak Bupati, kami dihentikan oleh ibu-ibu. Saya diberi nanas, bahkan sampai ‘dibanjiri’ nanas. Saat itu kami sedang haus, jadi terasa segar,” ujarnya. Namun, di balik kejadian tersebut, terdapat maksud lain. Herman Deru mengungkapkan bahwa dirinya menerima sebuah proposal saat masih berada di atas motor. Setelah ditelusuri, proposal tersebut berasal dari Kepala Desa Betung 1 yang mengajukan permohonan bantuan ambulans bagi masyarakat. Menurut Herman Deru, cara yang dilakukan kepala desa tersebut menunjukkan kecerdasan dan kreativitas dalam menyampaikan aspirasi. “Ini kepala desa yang cerdas. Cara menyampaikan aspirasi berbeda-beda. Ada yang langsung bicara panjang lebar, tetapi beliau punya cara tersendiri,” katanya. Ia menambahkan, pendekatan sederhana namun berkesan tersebut mampu menciptakan komunikasi yang lebih hangat antara pemimpin dan masyarakat. “Para pemimpin itu ‘dilunakkan’ dulu dengan nanas, baru kemudian menyampaikan permintaan. Jadi kita tidak enak kalau tidak menanggapi,” ungkapnya sambil tersenyum. Meski demikian, Herman Deru menegaskan bahwa sebagai gubernur, dirinya tetap mengedepankan kebijaksanaan dalam menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. “Sebagai gubernur, tentu saya akan mendengarkan pendapat terlebih dahulu,” tegasnya.


Gubernur Herman Deru Tekankan Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Menyerap Aspirasi Warga


OGAN ILIR, SININEWS.COM — Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H.  Herman Deru, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini tercermin dari pengalamannya saat menerima usulan warga dengan cara yang unik dan berkesan,Kamis (23/04/2026)


Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri penyerahan mobil ambulans untuk warga Desa Betung 1, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Bantuan mobil ambulans itu merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Bumi Perdana Palm Oil, perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan.


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menceritakan pengalamannya saat turun langsung ke lapangan bersama Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar.


Ia mengaku sempat dihentikan oleh warga yang memberikan buah nanas sebagai bentuk sambutan.


“Suatu ketika saya naik motor bersama Pak Bupati, kami dihentikan oleh ibu-ibu. Saya diberi nanas, bahkan sampai ‘dibanjiri’ nanas. Saat itu kami sedang haus, jadi terasa segar,” ujarnya.


Namun, di balik kejadian tersebut, terdapat maksud lain. Herman Deru mengungkapkan bahwa dirinya menerima sebuah proposal saat masih berada di atas motor.


Setelah ditelusuri, proposal tersebut berasal dari Kepala Desa Betung 1 yang mengajukan permohonan bantuan ambulans bagi masyarakat.


Menurut Herman Deru, cara yang dilakukan kepala desa tersebut menunjukkan kecerdasan dan kreativitas dalam menyampaikan aspirasi.


“Ini kepala desa yang cerdas. Cara menyampaikan aspirasi berbeda-beda. Ada yang langsung bicara panjang lebar, tetapi beliau punya cara tersendiri,” katanya.


Ia menambahkan, pendekatan sederhana namun berkesan tersebut mampu menciptakan komunikasi yang lebih hangat antara pemimpin dan masyarakat.


“Para pemimpin itu ‘dilunakkan’ dulu dengan nanas, baru kemudian menyampaikan permintaan. Jadi kita tidak enak kalau tidak menanggapi,” ungkapnya sambil tersenyum.


Meski demikian, Herman Deru menegaskan bahwa sebagai gubernur, dirinya tetap mengedepankan kebijaksanaan dalam menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.


“Sebagai gubernur, tentu saya akan mendengarkan pendapat terlebih dahulu,” tegasnya.(sn)

Share:

Kapolres PALI Wujudkan Program “Behusek ke Warga”, Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Talang Ubi Timur

 

Kapolres PALI Wujudkan Program “Behusek ke Warga”, Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Talang Ubi Timur



TALANG UBI TIMUR. SININEWS.COM - Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – Kapolres Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Yunar H.P. Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui Program Behusek ke Warga. Program ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebagai tindak lanjut program tersebut, Kapolres PALI melalui Kasat Binmas AKP Hendrinardi, S.H., M.H., bersama Tim Dokkes Polres PALI melaksanakan kegiatan sambang sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang sakit di Kelurahan Talang Ubi Timur.

Dalam kegiatan tersebut, tim secara langsung mendatangi rumah warga untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis. Selain itu, bantuan sosial berupa beras juga disalurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, S.E., M.M., bersama Kasi Perekonomian dan Pembangunan, Bapak Davidsol, S.E., serta staf kelurahan.

Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres PALI beserta jajaran atas kepedulian yang telah ditunjukkan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres PALI yang telah mengunjungi dan memberikan bantuan kepada warga Talang Ubi Timur. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak warga kami yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan perhatian,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, yang merasa sangat terbantu dengan hadirnya pelayanan kesehatan langsung ke rumah. Diharapkan, melalui program ini hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten PALI.(SN/PERRY)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts