Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Kapolres PALI Pimpin Bakti Sosial di Masjid

Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Kapolres PALI Pimpin Bakti Sosial di Masjid


PALI –SiniNews.Com-  Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri di Masjid Assaidiyah, Kelurahan Handayani, Kecamatan Talang Ubi, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., bersama jajaran.


Bakti sosial yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu turut dihadiri Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., Kasi Humas Polres PALI Iptu Thomson Angka Wibawa, S.H., anggota Humas, serta personel Satuan Intelkam Polres PALI.


Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri sekaligus wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., mengatakan, peringatan hari jadi Humas Polri diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendekatkan Polri dengan masyarakat.


"Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," ujar Kapolres.


Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.


Selain menjalankan fungsi komunikasi publik, Humas Polri juga memiliki peran dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Melalui momentum Hari Jadi ke-75 Humas Polri, jajaran Polres PALI diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.


Kehadiran Kapolres PALI bersama Wakapolres, Kasi Humas, dan personel lainnya dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan keterlibatan jajaran kepolisian dalam mendukung pelaksanaan program sosial di wilayah hukumnya.


Kegiatan bakti sosial di Masjid Assaidiyah berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres PALI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta membangun hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat.(SN/Perry).

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga

 

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga


PALI –SiniNews.Com- Polsek Talang Ubi, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, Bhabinkamtibmas menyambangi warga di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Senin (19/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi, Brigpol Rahmad, S.H., mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, terutama saat memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.


Sosialisasi yang dilaksanakan di Jalan Lingkar Kecamatan Talang Ubi itu juga diisi dengan dialog bersama masyarakat. Dua warga, yakni Mansyur dan Lukman, turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah SH mengatakan, sosialisasi ini merupakan upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla sekaligus mencegah terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten PALI.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Selain berisiko menyebabkan kebakaran meluas, tindakan tersebut juga dapat berujung pada proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Menurutnya, masyarakat perlu mencari alternatif yang lebih aman dan bermanfaat secara ekonomi dalam mengelola lahan perkebunan. Salah satu upaya yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut adalah memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.


Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, kepolisian berharap warga semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran, baik di lahan perkebunan maupun kawasan sekitarnya.


Petugas juga mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat.


Kegiatan sosialisasi berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Talang Ubi berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.(SN/Perry).

Share:

Satresnarkoba Polres PALI Gerebek Kost di Handayani Mulya, Sabu Jadi Barang Bukti

 Satresnarkoba Polres PALI Gerebek Kost di Handayani Mulya, Sabu Jadi Barang Bukti



PALI -Sininews.com- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengamankan dua orang dalam pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kost Barokah, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (15/10/2026) malam. Polisi menyita satu paket sabu dengan berat bruto yang tercatat 1,57 gram.


Kedua orang yang diamankan yakni inisial AR (25), seorang sopir, dan SL (27), yang sehari-hari mengurus rumah tangga. Keduanya diamankan sekitar pukul 23.00 WIB saat petugas menggerebek kamar kontrakan yang disewa AR di kawasan tersebut.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, S.H., mengungkapkan penggerebekan itu bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di salah satu kamar Kost Barokah.


Informasi tersebut diterima melalui Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi IPDA Suryadinata, S.Psi., M.Si., sekitar pukul 22.30 WIB. Menindaklanjuti informasi itu, pihak Polsek Talang Ubi berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres PALI untuk melakukan penyelidikan dan penindakan.


Petugas gabungan yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy bersama Kanit Idik I IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H., serta personel Satresnarkoba dan Polsek Talang Ubi kemudian mendatangi lokasi.


Saat penggerebekan, petugas menemukan AR dan SL di dalam kamar kontrakan. Penggeledahan kemudian dilakukan hingga ditemukan sebuah kotak rokok merek RC Manggo berwarna kuning yang berisi plastik klip bening berisi serbuk putih diduga sabu.


Paket tersebut dibungkus menggunakan dua helai tisu putih. Polisi juga menyita satu pipet sekop plastik berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan barang bukti tersebut.


"Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika jenis sabu di salah satu kamar Kost Barokah, wilayah Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Satresnarkoba Polres PALI bersama personel Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan dua orang di lokasi," ujar AKP Dedy Suandy.


"Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya. Saat ini, kedua orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan melakukan pemeriksaan barang bukti di Laboratorium Forensik Polda Sumsel serta melengkapi berkas perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku," lanjutnya.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Aripin mengakui bahwa narkotika yang ditemukan petugas merupakan miliknya.


Selanjutnya, kedua orang tersebut bersama barang bukti dibawa ke Polres PALI untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.


Penyidik akan mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan, melakukan tes urine terhadap kedua orang yang diamankan, serta memeriksa saksi-saksi.


Polisi juga akan melengkapi administrasi penyidikan dan berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

Satresnarkoba Polres PALI Tangkap Dua Pria, Sabu 2,7 Gram Disita

Satresnarkoba Polres PALI Tangkap Dua Pria, Sabu 2,7 Gram Disita


PALI -SiniNews.Com- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menangkap dua pria dalam pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II, Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Jumat (16/10/2026). Polisi menyita sabu dengan berat bruto 2,70 gram beserta sejumlah barang bukti lainnya.


Kedua pria yang diamankan tersebut yakni inisial RA (27) dan HA (37). Keduanya ditangkap sekitar pukul 10.40 WIB di sebuah rumah milik RA di Desa Lubuk Tampui.


Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai lokasi yang diduga kerap menjadi tempat transaksi narkotika.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres PALI AKP Dedy Suandy, S.H., memerintahkan Kanit I IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H., Katim Opsnal Aipda Rully, beserta anggota untuk melakukan penyelidikan.


Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian mendatangi rumah tersebut dan melakukan penangkapan serta penggeledahan.


Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tiga klip plastik berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu. Barang tersebut terdiri atas satu klip plastik bening ukuran sedang dan dua klip plastik bening berukuran kecil, dengan total berat bruto 2,70 gram.


Barang bukti itu ditemukan di lantai dapur rumah dan diakui sebagai milik kedua tersangka berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian.


Selain sabu, petugas turut menyita satu pipet atau sekop berwarna kuning, empat bal plastik klip bening berukuran kecil, satu timbangan digital berwarna hitam, serta uang tunai dengan total Rp200 ribu.


Polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Infinix berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.


Berdasarkan laporan Satresnarkoba Polres PALI, kedua pria itu diduga terlibat dalam aktivitas penjualan atau peredaran narkotika. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan lebih lanjut.


Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres PALI untuk menjalani pemeriksaan.


Penyidik selanjutnya akan melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa tersangka dan saksi-saksi, serta mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi juga berencana melakukan tes urine terhadap kedua tersangka dan melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

Diduga Curi 15 Tandan Sawit, Pria 60 Tahun Ditangkap Polisi di PALI

Diduga Curi 15 Tandan Sawit, Pria 60 Tahun Ditangkap Polisi di PALI


PALI-SiniNews.Com- Seorang pria berinisial IW (60) ditangkap polisi setelah diduga mencuri 15 tandan buah kelapa sawit milik PT Suryabumi Agrolanggeng di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.


Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan 15 tandan buah sawit, satu unit sepeda motor Honda Beat, bambu sepanjang sekitar lima meter, serta satu unit alat angkut buah sawit berupa obrok.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., memerintahkan Unit Reskrim yang dipimpin Ipda Suryadinata, S.Psi., M.Si., untuk mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari pelapor terkait dugaan pencurian tersebut.


Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Blok 06 Divisi III PT Suryabumi Agrolanggeng, Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


"Tim segera menuju ke TKP dan berhasil mengamankan satu orang tersangka inisial IW ," ujar Kapolsek Talang Ubi.



Dari hasil pemeriksaan awal, IW diduga melakukan pencurian tersebut bersama seorang rekannya berinisial AB yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Rekan tersangka itu disebut berhasil melarikan diri saat petugas melakukan penangkapan.


Keduanya diduga mengambil tandan buah sawit dengan cara memotong tandan menggunakan alat potong berupa egrek, kemudian membawa hasil panen tersebut untuk dimiliki secara melawan hukum.


Akibat kejadian itu, PT Suryabumi Agrolanggeng diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp1.179.417.


Kasus tersebut dilaporkan oleh Suhardi Hadinata (52), seorang buruh harian lepas yang mewakili pihak perusahaan. Dua orang petugas keamanan perusahaan, yakni Sailan (27) dan Cheorul Amirullah (26), turut tercatat sebagai saksi dalam perkara tersebut.


Setelah penangkapan, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polsek Talang Ubi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian.


Penyidik selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, melengkapi administrasi penyidikan, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU).


Sementara itu, polisi masih perlu menindaklanjuti keberadaan AB yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.(SN/Perry).

Share:

Memperkuat Soliditas Partai, Gus Halim Kukuhan Pengurus DPC PKB MLM Periode 2026-2031

Memperkuat Soliditas Partai, Gus Halim Kukuhan Pengurus DPC PKB MLM Periode 2026-2031


MUSI RAWAS,– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat konsolidasi organisasi dan orientasi politik di Sumatera Selatan. Pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masa bakti 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat soliditas kader sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pemilu mendatang.


Kegiatan pengukuhan dan orientasi politik tersebut digelar di Ballroom Dewinda Hotel Lubuklinggau, Minggu 18 Oktober 2026 dihadiri Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, Ketua DPW PKB Sumatera Selatan H. Nasrul Halim, S.H. Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi XIII Dapil Sumsel I SN Prana Putra Sohe, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H. Fauzi Amro, Wali Kota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat, Ketua DPW Perempuan Bangsa Hj. Yeti Oktarina Prana, serta para pengurus dan kader PKB.


Ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau Elvaria Novianti, S.E., bersama Ketua DPC PKB Musi Rawas H. Taslim dan Ketua DPC PKB Muratara Oon Kunaidi beserta jajaran pengurus mengikuti pengukuhan untuk menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.


Ketua DPW PKB Sumatera Selatan H. Nasrul Halim mengatakan, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni atau penerimaan surat keputusan (SK), melainkan bentuk penerimaan amanah dan tanggung jawab untuk membesarkan partai serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.


Ia menyampaikan, rangkaian pengukuhan dan orientasi politik pengurus PKB di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.

“Pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremoni atau menerima SK dan mandat. Pengukuhan ini adalah penerimaan amanah dan tanggung jawab, tanda bahwa kita siap bekerja memenangkan PKB,” katanya.


Menurut Nasrul, para pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu meningkatkan soliditas organisasi di semua tingkatan. Ia juga mengingatkan agar kader tidak hanya berorientasi pada perebutan kekuasaan, tetapi menjadikan politik sebagai sarana untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“PKB harus menjadi solusi dari seluruh persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh kader untuk mendukung program pemerintah daerah yang benar-benar bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.


Nasrul berharap penguatan organisasi dan peningkatan perolehan suara dapat membuka peluang bagi PKB untuk mengusung kader terbaiknya sebagai kepala daerah maupun wakil kepala daerah pada pilkada mendatang.


Sementara itu, Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim menegaskan bahwa PKB merupakan partai terbuka yang mengedepankan politik rahmatan lil alamin.


Menurutnya, meskipun PKB lahir dari aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU), partai tersebut tidak membatasi diri berdasarkan latar belakang agama, suku, budaya maupun pilihan politik.

“PKB menjadi partai terbuka dan menjalankan politik rahmatan lil alamin. Siap membantu siapa pun, tidak ada sekat. Jangankan sekat politik, sekat agama saja tidak ada,” kata Gus Halim.


Ia menjelaskan, semangat keterbukaan tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat serta lintas partai politik.


Gus Halim juga mengingatkan para kader agar memahami sejarah kelahiran PKB. Menurutnya, PKB tidak lahir semata-mata dari keinginan sekelompok orang di Jakarta, tetapi juga berangkat dari aspirasi kader NU dan berbagai elemen masyarakat di daerah yang menginginkan hadirnya wadah politik pada era reformasi.


Ia menilai pemahaman terhadap sejarah partai penting agar kader memiliki landasan ideologis dan semangat perjuangan yang kuat dalam menjalankan tugas organisasi.


Dalam kesempatan itu, Gus Halim turut menyinggung dinamika jadwal pemilu mendatang. Ia menyebut pembahasan regulasi kepemiluan dan partai politik di Senayan perlu diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.


Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar menentukan waktu pelaksanaan pemilu, melainkan memastikan regulasi yang dihasilkan mampu memperkuat demokrasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Gus Halim juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama berbagai pihak dalam memperkuat PKB di Sumatera Selatan. Ia mendorong pengurus yang baru dikukuhkan agar menjaga kekompakan, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjalankan program partai secara berkelanjutan.


Pengukuhan tiga DPC PKB tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan konsolidasi politik di wilayah Bumi Silampari. Dengan kepengurusan baru, PKB menargetkan organisasi yang semakin solid, kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat, serta peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang.


Ia berpesan ketua umum menegaskan politik kehadiran artinya selalu menjawab permasalahan masyarakat bukan sekedar mengetahui tapi menjawab dengan sikap dan perilaku bukan dengan teori.

“Di 2029-2031 61 persen generasi milenial dan gen z kalau PKB ingin menjadi pemenang,”tutupnya. (SMSI Musi Rawas)

Share:

GERAK CEPAT PEMERINTAH KABUPATEN PALI TINDAK LANJUTI ADUAN MASYARAKAT, CIPTAKAN KETERTIBAN DAN KEAMANAN LINGKUNGAN

 

GERAK CEPAT PEMERINTAH KABUPATEN PALI TINDAK LANJUTI ADUAN MASYARAKAT, CIPTAKAN KETERTIBAN DAN KEAMANAN LINGKUNGAN


TALANG UBI —SiniNews.Com-  Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat merespons aduan masyarakat terkait dugaan penjualan minuman keras (miras) serta aksi kenakalan remaja di lingkungan Talang Anding, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi.

​Aksi responsif ini diwujudkan melalui patroli gabungan lintas sektoral yang melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, Satpol PP, TNI, hingga perangkat rukun warga setempat pada malam Minggu.

​Kegiatan penertiban ini dipimpin langsung oleh jajaran terkait, yang dihadiri oleh Kasi Trantib Kecamatan Talang Ubi Evan Youzoarman, S.Kom. (mewakili Camat Talang Ubi Atmo Maryono, S.H.), Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, S.E., M.M. beserta staf, serta Kabid Trantib, Kasi Trantibum Hermansyah, S.E., dan Kasi Penegak Perda Astuti, S.E., beserta anggota Satpol PP Kabupaten PALI.

​Turut serta pula dalam pengamanan tersebut Babinsa Talang Ubi Timur Sertu Ahmad Junaidi (mewakili Danramil Pendopo), RW 02 Darnius Ujang, serta Ketua RT 03 Hermanto.

​Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mendatangi sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat, khususnya kalangan remaja, guna memastikan situasi tetap terkendali sekaligus menindaklanjuti laporan warga secara langsung.

​Selain melakukan pengawasan ketertiban, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi serta imbauan kepada para remaja. Mereka diingatkan agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, menghindari kebiasaan nongkrong hingga larut malam, serta menjauhi segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman umum.

​Langkah cepat ini menjadi wujud nyata sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, kelurahan, Satpol PP, TNI, dan perangkat lingkungan dalam mendengarkan serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

​Melalui kehadiran pemerintah yang responsif, pendekatan persuasif, serta kegiatan patroli bersama secara berkala, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kelurahan Talang Ubi Timur dapat terus terjaga agar senantiasa aman, tertib, dan nyaman.(SN/Perry).

Share:

Wakapolres PALI dan PJU Salat Subuh Bersama Warga di Masjid Muklisin



Wakapolres PALI dan PJU Salat Subuh Bersama Warga di Masjid Muklisin



PALI –SiniNews.Com-  Wakapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kompol Suprawira, SH.M.Si., bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres PALI melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Muklisin, Komperta, Kabupaten PALI, Sabtu (17/10/2026) dini hari.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.00 WIB tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Dalam kegiatan itu, Kompol Suprawira didampingi Kabaglog Polres PALI AKP Arlan Hidayat, Kasat Binmas AKP Henrinadi, Kasat Tahti IPTU Nazran Hadie, dan Kasikeu IPDA Moch Said Bustomi. Turut hadir empat personel Polres PALI, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Talang Ubi.


Program Subuh Keliling menjadi salah satu upaya kepolisian untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Kehadiran personel kepolisian di masjid diharapkan dapat mempererat hubungan serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.


Selain menjalankan kegiatan keagamaan, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran Polres PALI untuk mendekatkan diri kepada warga. Pendekatan secara humanis dinilai penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.


Melalui interaksi langsung dengan warga, kepolisian dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.


Waka Polres PALI Kompol Suprawira, SH.M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Keliling memiliki sejumlah tujuan, terutama dalam memperkuat keamanan lingkungan dan menjalin kedekatan dengan masyarakat.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami berharap keamanan dan ketertiban masyarakat semakin terjaga, kepercayaan publik terhadap Polri meningkat, serta silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat," ujarnya.


Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polres PALI membangun hubungan yang lebih dekat dengan tokoh agama dan masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan warga diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.


Dengan adanya kegiatan ini, Polres PALI berharap masyarakat semakin aktif berperan dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing serta menjalin komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian.


Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Muklisin, Komperta, berlangsung pada Sabtu dini hari dan menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polres PALI dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat.(SN/Perry).

Share:

Polsek Penukal Utara Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Polsek Penukal Utara Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan


PALI,– SiniNews.Com- Polsek Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (17/10/2026). Patroli tersebut dilakukan di sepanjang jalur Desa Kota Baru menuju Desa Tanding Marga untuk mencegah masyarakat membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu dipimpin Kapolsek Penukal Utara, IPTU Budi Anhar, S.H., M.H., bersama sejumlah personel kepolisian. Petugas menyusuri jalur yang menjadi rute patroli sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.


Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat antara lain Aipda Dhana Syafriliano, Briptu Bagas Saktrian Dewangga, S.H., dan Bripda Bintang.


Patroli ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Penukal Utara. Selain melakukan pemantauan, petugas juga mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum apabila membuka lahan dengan cara membakar.


Kapolsek Penukal Utara, IPTU Budi Anhar, mengatakan kegiatan patroli dilakukan untuk mencegah masyarakat menggunakan api saat membersihkan atau membuka lahan perkebunan.


"Apabila membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, hal tersebut melanggar hukum dan dapat diproses sesuai undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," Jelasnya.


Petugas juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola lahan, terutama ketika membersihkan area perkebunan. Pembakaran yang tidak terkendali berpotensi memicu kebakaran lebih luas dan mengancam lingkungan sekitar.


Melalui patroli tersebut, kepolisian berharap masyarakat memahami larangan pembakaran lahan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.


Upaya pencegahan ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas warga.


Polsek Penukal Utara juga terus melakukan langkah antisipasi melalui pemantauan wilayah dan penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.


Berdasarkan laporan kegiatan, patroli pencegahan karhutla tersebut berlangsung lancar dan kondusif. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Taiwan Dorong Inovasi Kesehatan Berbasis AI

 

Taiwan Dorong Inovasi Kesehatan Berbasis AI


Jakarta - SiniNews.Com- Kecerdasan buatan (AI), telemedisin, dan perangkat kesehatan pintar semakin mengubah cara dunia mendeteksi penyakit, memantau kondisi pasien, hingga menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.


Keterangan pers Direktur Taiwan Trade Center (TAITRA), Amy Hsiao, Sabtu (17/10) menyebutkan, Taiwan berupaya mengambil peran dalam perubahan tersebut dengan menghubungkan kekuatan teknologi industrinya dengan inovasi yang dikembangkan untuk menjawab persoalan kesehatan di berbagai negara.


Upaya itu tercermin dalam kompetisi “Go Healthy with Taiwan 2026” yang menerima 832 proposal dari 62 negara. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ketika kompetisi ini mencatat 638 proposal dari 55 negara.


Dari ratusan proposal yang masuk, terpilih 20 semifinalis dari 16 negara dalam dua kategori, yakni Smart Healthcare serta Sport Tech & Cycling.


Direktur TAITRA yang mengoordinasikan kegiatan Go Healthy with Taiwan 2026 menilai kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi kesehatan agar tidak berhenti pada kecanggihan teknologi, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Melalui Go Healthy with Taiwan, kami ingin mempertemukan kekuatan teknologi Taiwan dengan ide-ide inovatif dari berbagai negara untuk menjawab tantangan kesehatan yang nyata. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara dapat mempercepat lahirnya solusi yang lebih praktis, mudah diakses, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.


Komposisi peserta memperlihatkan bahwa inovasi tersebut semakin dekat dengan penerapan nyata. Sekitar 70 persen semifinalis telah memasarkan produknya, sedangkan 45 persen berasal dari perusahaan kecil dan menengah.


Teknologi yang dikembangkan mencakup perangkat skrining berbasis AI, pemantauan tanda vital, dukungan diagnosis, hingga solusi untuk membantu lansia mempertahankan kemandiriannya.


Dari teknologi elektronik menuju ekosistem kesehatan digital


Perkembangan ini bertumpu pada fondasi yang dibangun Taiwan selama puluhan tahun. Salah satunya adalah National Health Insurance (NHI), sistem asuransi kesehatan nasional yang mulai beroperasi pada 1995 dan kini mencakup sekitar 99,9 persen penduduk Taiwan.


Cakupan yang luas tersebut mendukung terbentuknya basis data kesehatan berskala populasi. Seiring waktu, Taiwan mengembangkan infrastruktur digital yang menghubungkan data pelayanan kesehatan, rekam medis elektronik, komputasi awan, dan analisis berbasis AI.


Salah satu contohnya adalah NHI MediCloud, sistem yang memungkinkan tenaga kesehatan mengakses informasi medis pasien dari berbagai fasilitas. Data yang tersedia mencakup riwayat obat, pemeriksaan, hasil laboratorium, pencitraan medis, alergi, tindakan medis, hingga informasi vaksinasi.


Pada 2024, penggunaan MediCloud telah menjangkau seluruh rumah sakit dan 98 persen klinik di Taiwan, dengan rata-rata sekitar 1,23 juta pencarian setiap hari. Integrasi tersebut membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai riwayat pelayanan pasien.


Di bidang kecerdasan buatan, Taiwan juga mengembangkan pemanfaatan data untuk membantu memperkirakan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes dan penyakit kardiovaskular.


Pendekatan ini membuka peluang pergeseran pelayanan kesehatan, dari yang semula berfokus pada penanganan setelah seseorang jatuh sakit menuju deteksi risiko dan intervensi lebih dini.


Kekuatan Taiwan tidak hanya terletak pada AI. Industri elektronik, semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, serta perangkat medis menyediakan fondasi untuk pengembangan sensor, sistem pemantauan, komputasi, dan teknologi kesehatan terintegrasi.


Data pemerintah Taiwan yang dikutip dalam kajian mengenai ekosistem kesehatan digital negara itu menunjukkan nilai bisnis industri biomedis mencapai sekitar NT$830,1 miliar pada 2025. Cakupannya meliputi farmasi, alat kesehatan, bioteknologi, pengobatan regeneratif, dan kesehatan digital.


Teknologi yang menjawab persoalan di lapangan


Berbagai inovasi yang masuk semifinal Go Healthy with Taiwan 2026 memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam situasi yang beragam.


Sebut saja misalnya Horus ML dari Spanyol mengembangkan AI untuk skrining risiko penyakit jantung. Masima dari Brasil memanfaatkan AI untuk menganalisis citra CT dan MRI otak. Sementara itu, Neodocs dari India mengembangkan teknologi berbasis telepon pintar untuk membaca strip tes urine dalam waktu sekitar 30 detik.


Di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kesehatan, pendekatan yang dibutuhkan bahkan lebih spesifik. Cardiac Centre Ethiopia mengembangkan sistem pendukung keputusan klinis yang dapat beroperasi tanpa koneksi internet. PragmaClin dari Kanada menggunakan kamera tiga dimensi dan AI untuk membantu penilaian gejala Parkinson di wilayah pedesaan.


Inovasi lain menyasar kebutuhan masyarakat lanjut usia. Teknologi yang dikembangkan para peserta mencakup rekomendasi aktivitas fisik, deteksi ketika penderita demensia berjalan tanpa arah, serta perangkat yang membantu lansia tetap mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Ragam solusi tersebut menunjukkan bahwa inovasi kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan mesin. Kemampuan bekerja dalam kondisi lapangan, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian dengan kebutuhan pasien juga menjadi pertimbangan penting.


Peluang kolaborasi bagi Indonesia


Pengalaman Taiwan menawarkan sejumlah pelajaran bagi Indonesia yang memiliki tantangan geografis, kebutuhan pelayanan kesehatan yang beragam, dan kesenjangan akses antardaerah.


Digitalisasi kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar aplikasi. Sistem yang berbeda perlu dapat bertukar informasi, data pasien harus dikelola secara aman, dan teknologi yang digunakan dalam pelayanan kesehatan perlu melalui pengujian untuk memastikan keamanan serta manfaat klinisnya.


Interoperabilitas, tata kelola data, perlindungan privasi, dan pemerataan akses menjadi bagian penting dari transformasi tersebut. Tanpa fondasi itu, perkembangan AI berisiko hanya memberikan manfaat kepada kelompok masyarakat yang sudah memiliki akses terhadap fasilitas dan teknologi yang memadai.


Melalui Go Healthy with Taiwan 2026, Taiwan berupaya menghubungkan kemampuan industri dan teknologinya dengan kebutuhan inovator dari berbagai negara. Model kolaborasi ini membuka ruang bagi pengembangan solusi yang dapat diuji dalam konteks penggunaan berbeda, selain memperluas peluang kerjasama di bidang kesehatan digital.


Pada akhirnya, keberhasilan teknologi kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan algoritma atau kecanggihan perangkat. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana inovasi tersebut membantu mendeteksi penyakit lebih dini, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses, dan membuat masyarakat hidup lebih sehat. (Rls/Aat SS)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts