Wagub Cik Ujang Resmi Buka Kejurda dan Festival FORKI Sumsel Perebutkan Piala Gubernur


Wagub Cik Ujang Resmi Buka Kejurda dan Festival FORKI Sumsel Perebutkan Piala Gubernur


PALEMBANG. SININEWS.COM – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang secara resmi membuka Kejuaraan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumsel, Kejuaraan Daerah (Kejurda), serta Festival FORKI Sumsel yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan Piala Ketua Umum FORKI Sumsel. Kegiatan tersebut digelar di GOR Ranau, Jakabaring Sport City, Jumat (10/04/2026).


Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia menilai ajang ini memiliki peran penting dalam pembinaan olahraga, khususnya cabang karate, sekaligus menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial daerah.


“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kejuaraan ini merupakan bagian penting dalam upaya pembinaan olahraga, khususnya cabang karate, sekaligus menjadi wadah menjaring atlet-atlet potensial yang akan menjadi kebanggaan daerah di masa depan,” ujarnya.


Ia berharap melalui kejuaraan ini akan lahir generasi atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.


“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati setiap keputusan wasit dan juri. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh kejujuran dan integritas,” tambahnya.


Cik Ujang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kejuaraan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan olahraga di Sumatera Selatan.


Di akhir sambutan, Cik Ujang secara resmi membuka Kejuaraan FORKI Sumsel, Kejurda, serta Festival FORKI Sumsel yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan Piala Ketua Umum FORKI Sumsel.


Sementara itu, Ketua Umum FORKI Sumsel, Taufik Husni, menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan nasional.


“Kami sangat mendukung penuh. Perlu kami laporkan, bulan depan para atlet karate yang menang di Kejurda akan menghadapi Kejurnas. Kami berharap dukungan dari Pemprov Sumsel agar dapat meraih setidaknya satu medali emas,” ujarnya.


Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan mengukur kemampuan.


“Junjung tinggi sportivitas, jadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan mengukur kemampuan, serta mengharumkan nama Sumsel hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel atau yang mewakili, di antaranya perwakilan Pangdam II/Sriwijaya Kolonel Arm Heri Bayu, perwakilan Kajati Sumsel Adi Muliawarman, Sekretaris Umum KONI H. Tubagus Sulaiman, Direktur Keuangan PT JSC Abi Rosyad Hakim, serta perwakilan Direktur Utama Bank Sumsel Babel Deco Ronal Rapianto.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Apresiasi Kekompakan Pengusaha dan Pemkab Lahat


Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Apresiasi Kekompakan Pengusaha dan Pemkab Lahat


Lahat. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, meresmikan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B melalui prosesi peletakan batu pertama dan doa bersama di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (10/04/2026). Jembatan tersebut sebelumnya sempat roboh dan kini dibangun kembali sebagai upaya memulihkan konektivitas di wilayah tersebut.


Pembangunan jembatan dilakukan oleh Tim Percepatan Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai (TPPJAL) bersama MK PT Dkonsindo CM dan kontraktor EPC PT SBR, dengan dukungan para pengusaha.


Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa momen tersebut menjadi langkah penting setelah melalui proses panjang sejak insiden robohnya jembatan, mulai dari pembongkaran, pembersihan lokasi, hingga tahapan administrasi dan penetapan pemenang tender.


“Kita bukan tidak ingin cepat, namun dalam penggunaan anggaran ada tahapan yang harus dilalui. Hari ini kita mulai setelah semua proses tersebut selesai,” ujarnya.


Ia menegaskan, pembangunan jembatan harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan, tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menahan beban sesuai ketentuan. Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga serah terima, akan diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum.


Gubernur berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Secara umum, pembangunan ditargetkan rampung dalam 180 hari kalender, namun diharapkan dapat selesai lebih cepat agar segera dimanfaatkan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga memberikan apresiasi atas kekompakan antara pemerintah daerah dan para pengusaha yang turut berkontribusi dalam percepatan pembangunan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam pembangunan infrastruktur.


“Saya bangga karena pembangunan ini berhasil berkat gotong royong semua pihak, dan para pengusaha menunjukkan kepedulian melalui kontribusi nyata,” katanya.


Ia juga menyoroti kesadaran para pengusaha dalam mengikuti instruksi penggunaan jalan khusus, baik jalan lama maupun baru, sehingga lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar.


Meski demikian, Gubernur mengingatkan pentingnya perbaikan jalan di sekitar jembatan. Ia menegaskan bahwa kualitas infrastruktur harus menyeluruh.


“Percuma jembatan bagus jika jalan menuju ke sana masih berlubang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


Herman Deru juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memahami potensi gangguan selama proses pembangunan berlangsung, serta pentingnya pemasangan rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi proyek.


Lebih lanjut, ia mendorong peran aktif BUMN, BUMD, dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung pembangunan, khususnya untuk kebutuhan dasar masyarakat.


Gubernur juga meminta Wakil Bupati Lahat untuk mengawasi jalannya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha agar tetap berjalan sesuai aturan.


Menutup sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat oleh alasan efisiensi semata, melainkan harus disertai upaya mencari solusi melalui kolaborasi dan partisipasi semua pihak.


Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Lahat.(sn)

Share:

Polda Sumsel Bedah 37 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara 2026

Polda Sumsel Bedah 37 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara 2026



Palembang. SiniNews.Com — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap program kesejahteraan sosial melalui pelaksanaan bakti sosial bedah rumah secara serentak di wilayah hukum Sumatera Selatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara 2026.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin langsung kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.


Program ini menjangkau sebanyak 37 rumah warga yang tersebar di berbagai wilayah hukum Polda Sumsel. Seluruh rumah tersebut mendapatkan perbaikan, baik renovasi total maupun perbaikan sebagian, sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing.


Kegiatan utama dipusatkan di kediaman Bapak Indra Irmawan yang berlokasi di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Jumat, 10 April 2026. Pelaksanaan di lapangan melibatkan tokoh masyarakat setempat guna memastikan keterlibatan aktif warga dalam mendukung program sosial tersebut.


Program bedah rumah ini menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas, termasuk warga yang terdampak musibah seperti kebakaran menjelang Idul Fitri. Selain itu, rumah dengan kondisi tidak layak huni akibat faktor usia bangunan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan ini.


Langkah ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam pengentasan kemiskinan serta kebijakan Kapolri melalui konsep Polri Presisi yang menekankan pendekatan humanis dan kepedulian sosial.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bedah rumah ini bukan hanya membangun tempat tinggal, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup warga,” ujar Kapolda Sumsel.


Polrestabes Palembang di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H. turut memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas Kombes Pol Nandang.


Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan terus menunjukkan transformasi sebagai institusi yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus menjadi bagian dari penggerak pembangunan sosial di wilayah Sumatera Selatan.(SN/Perry) 

Share:

Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki  Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029. Hal itu disampaikannya dalam acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026) pagi.


Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.


Herman Deru menyebut pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh para gubernur terdahulu. Setidaknya, sudah delapan periode kepemimpinan yang meninggalkan jejak dalam upaya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel.


“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujar Herman Deru.


Ia menjelaskan, keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi. Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan melemahkan daya saing daerah.


Selain itu, kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan hingga sekitar enam meter juga menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota, sehingga aktivitas ekspor-impor menjadi kurang efisien.


“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.


Herman Deru optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Carat akan menjadi solusi strategis. Ia menargetkan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029, sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatera Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi. Ia menegaskan pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari agenda besar peningkatan efisiensi logistik nasional.


“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sebelum 2029 agar masyarakat Sumsel segera merasakan manfaatnya. Menhub juga menekankan bahwa proyek ini telah memasuki milestone ke-11 dari total 15 tahapan, dan diharapkan terus berlanjut hingga selesai serta dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029.


Dalam kesempatan tersebut, Menhub menegaskan proyek ini tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan melibatkan investasi swasta.


“Komitmen pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat pembangunan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong perekonomian nasional,” jelasnya.


Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan, proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sekitarnya.


Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, pembangunan Pelabuhan Palembang Baru diharapkan menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik global.


Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tidak hadir langsung, AHY menyampaikan dukungannya melalui video pernyataan.


Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dalam rangka penguatan konektivitas, transportasi logistik, dan pengembangan wilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


AHY juga diketahui sempat memimpin rapat koordinasi di Palembang pada 10 Februari 2026 guna membahas percepatan proyek strategis tersebut.


Pelabuhan Tanjung Carat dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan pintu masa depan ekonomi Sumsel. Pelabuhan ini akan menjadi pusat ekspor komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan batu bara, sekaligus solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru melalui skema KPBU bersama PT Bukaka Teknik Utama.


Proyek ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.


“Saya mengajak kita semua untuk menjaga momentum ini, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta mempercepat realisasi agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel,” tutupnya.(sn)

Share:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa


Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa



PALI. SiniNews.Com— Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar 2 hektar di Desa Betung Selatan, Kamis (9/4/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong dengan metode manual menggunakan alat sederhana, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian di tingkat desa.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., melalui Kanit Binmas AIPTU Zeni Irwanto menyampaikan bahwa keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.


“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga. Ke depan, kami juga akan terus memantau perkembangan tanaman hingga masa panen,” ujar AIPTU Zeni Irwanto.


Selain aparat kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pemerintah kecamatan, kepala desa beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota PKK, serta warga yang ikut terlibat langsung dalam proses penanaman.


Kepala Desa Betung Selatan H. Darlani mengatakan bahwa pemanfaatan lahan pertanian untuk penanaman jagung menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian desa serta mendorong kemandirian pangan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan hasil yang maksimal dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pertanian secara produktif. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis hasil panen nantinya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.


Kegiatan penanaman jagung tersebut berjalan lancar, aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Pemerintah desa bersama pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen tiba.(SN/Perry) 

Share:

Dukung Lingkungan Sehat, Polres PALI Gelar Aksi Bersih Masjid dan Got di Handayani Mulya

Dukung Lingkungan Sehat, Polres PALI Gelar Aksi Bersih Masjid dan Got di Handayani Mulya



PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri dengan melakukan pembersihan lingkungan tempat ibadah dan saluran air di sekitar Masjid Syuhada, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Jumat (10/4/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres PALI, AKBP Yunar H.P. Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., dan diikuti para pejabat utama (PJU) serta personel Polres PALI. Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari pelaksanaan program nasional Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di area fasilitas umum dan tempat ibadah.


Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pembersihan bagian dalam masjid, halaman, serta saluran got di sekitar Masjid Syuhada yang selama ini menjadi jalur aliran air di lingkungan tersebut. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.


Kapolres PALI, AKBP Yunar H.P. Sirait, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Indonesia Asri merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Kegiatan Gerakan Indonesia Asri ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai aparat kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan rasa nyaman bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah,” ujar AKBP Yunar H.P. Sirait.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai lokasi sebagai bentuk kepedulian sosial Polres PALI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.


“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.


Dengan terlaksananya kegiatan Gerakan Indonesia Asri di Masjid Syuhada tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.(SN/PERRY)

Share:

Polsek Tanah Abang Lakukan Patroli dan Monitoring Debit Sungai Lematang, 11 Desa Terpantau Aman

Polsek Tanah Abang Lakukan Patroli dan Monitoring Debit Sungai Lematang, 11 Desa Terpantau Aman

PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan patroli dan monitoring situasi terkini terkait tinggi debit atau volume air Sungai Lematang, Jumat (10/4/2026).Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir akibat meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

Patroli dan monitoring dilaksanakan atas perintah Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, S.H., dengan melibatkan sejumlah personel Polsek Tanah Abang yang turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi aliran sungai serta memastikan situasi di desa-desa yang berada di bantaran Sungai Lematang tetap aman.

Adapun desa-desa yang menjadi fokus pemantauan meliputi Desa Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Muara Sungai, Curup, Sukaraja, Sedupi, Tanjung Dalam, Pandan, Modong, serta Desa Lunas Jaya yang berada di bantaran Sungai Perayun sebagai anak Sungai Lematang. Seluruh wilayah tersebut merupakan kawasan yang berpotensi terdampak apabila terjadi peningkatan debit air sungai.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, debit air Sungai Lematang pada pagi hingga siang hari terpantau dalam kondisi stabil dan normal, serta tidak ditemukan adanya desa yang terdampak banjir. Selain itu, sebagian besar rumah warga di wilayah bantaran sungai diketahui merupakan rumah panggung atau rumah bertiang tinggi, sehingga relatif lebih aman terhadap kemungkinan luapan air.

Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan monitoring dilakukan secara rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir musiman yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi debit air Sungai Lematang untuk memastikan situasi tetap aman. Hingga saat ini, hasil monitoring menunjukkan kondisi air masih normal dan tidak ada desa yang terdampak banjir,” ujar AKP Arzuan.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

“Meskipun kondisi saat ini masih aman, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena tidak menutup kemungkinan debit air Sungai Lematang dapat meningkat sewaktu-waktu. Kami akan terus melakukan monitoring dan melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya patroli dan monitoring tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi banjir di wilayah Kecamatan Tanah Abang.(SN/PERRY)

Share:

Ayahanda Tercinta Tutup Usia, Unggahan Misz Rita di Media Sosial Bikin Haru

Ayahanda Tercinta Tutup Usia, Unggahan Misz Rita di Media Sosial Bikin Haru


PALI. SININEWS.COM -- Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Talang Ubi sekaligus Plt Lurah Talang Ubi Barat Kabupaten PALI Ritawati Anwar tengah diliputi duka mendalam lantaran ayahanda tercinta yakni H.Syaiful Anwar tutup usia pada Rabu 8 April 2026.


Pasca kepulangan Ayahandanya, Misz Rita sapaan akrab Sekcam Talang Ubi, dirinya mengunggah ungkapan bela sungkawa di media sosial yang bikin haru.


Selain Misz Rita menyampaikan duka, Plt Lurah Talang Ubi Barat juga meminta masyarakat untuk bisa memaafkan almarhum.


Berikut unggahan Misz Rita di Media Sosial:


Assalamualaikum 

Saya Ritawati Anwar yg mana sy anak ke 8 dari 9 Saudara anak dari H.Syaiful Anwar bin Mahmud dan Kartini binti Usman.keluarga kami dikenal dengan sebutan SINAR MUSI 


Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya atas perhatian, doa, dan dukungan moril maupun materiil dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian atas berpulangnya bapak kami tercinta H Syaiful Anwar Bin Mahmud. 

Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama hidupnya almarhum memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT aamiin 3x ya Allah tsumma aamiin ya Rabb 


Mgkn tdk akan mudah bagi saya pribadi kehilangan beliau. seperti yg selalu sy tulis I AM NOTHING YOU (bapak saya) sy bukanlah apa2 tanpa bapak saya.beliaulah yg membuat sy menjadi seperti skrg ini.beliau lah yg mengajarkan saya utk selalu peduli kpd org2 yg kurang mampu,beliau juga yg selalu menegaskan agr hdp kita selalu bermanfaat utk org bnyk, beliau yg mengajarkan sy agr selalu tegas, beliau juga yg mengajarkan sy disiplin serta dr beliaulah yg selalu mengajarkan arti kebersihan krn menurut beliau kebersihan adalah sebagian dr iman. Dan tak lupa beliaulah org yg bahagia serta mendukung kakak sy untuk kabupaten PALI. 


Terima kasih pak...utk semua nya pak.mksh ya pak

Maafkan blm bs bahagian bapak

Maafkan blm menjadi anak yg baik utk bapak

Terima kasih sudh mendukung sy masuk pesantren Gontor d menjadikan sy pribadi yg baik dr tahun ke tahun

Terima kasih paaaaaaaaaaak...ya Allah...

Skrg bapak gk sakit lagi ya...skrg bpk pasti sudh ketemu mamak, kk romi dan alea.tunggu kami ya paaaak inshaallah kelak kami 9 Saudara berkumpul kembali di alam yg berbeda.


Ya Rabb.. berikan surga utk bapak ku d ampuni dosa dosa beliau aamiin 3x ya Allah. (sn/perry)

Share:

14 Tahun Krisis Air, Warga Kenten Raya Akhirnya Melawan


14 Tahun Krisis Air, Warga Kenten Raya Akhirnya Melawan


Palembang. SININEWS.COM -  Krisis air bersih yang dialami warga Kenten Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, selama lebih dari satu dekade akhirnya memicu perlawanan. Setelah bertahun-tahun menghadapi pelayanan yang dinilai buruk tanpa kepastian solusi, warga kini menempuh jalur hukum.


Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ganti Keadilan Sriwijaya, warga bersiap mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palembang terhadap PDAM Tirta Betuah. Langkah ini diambil setelah somasi yang dilayangkan tidak mendapat respons yang memadai.


Direktur LBH Ganti Keadilan Sriwijaya, Sapriadi Syamsudin, menegaskan bahwa gugatan akan segera diajukan agar persoalan yang berlarut-larut ini mendapatkan kepastian hukum.


“Kami akan segera mengajukan gugatan ke PN Palembang agar persoalan ini tidak terus berlarut tanpa solusi,” ujar Sapriadi, Kamis (9/4/2026).


Ia menjelaskan, persoalan air bersih di wilayah Talang Kelapa telah berlangsung sejak 2012. Hingga kini, sebagian warga, khususnya di kawasan Kenten Raya, belum sepenuhnya merasakan layanan air bersih yang layak.


Somasi sebelumnya telah ditujukan kepada sejumlah pihak, antara lain Bupati Banyuasin, Direktur PDAM Tirta Betuah, Kejaksaan Negeri Banyuasin, serta Ketua DPRD Banyuasin. Warga mendesak adanya solusi konkret agar mereka dapat memperoleh akses air bersih yang layak konsumsi.


Di lapangan, kondisi yang dihadapi warga jauh dari ideal. Air hanya mengalir sekitar tiga kali dalam sebulan, dengan durasi terbatas, rata-rata sekitar tiga jam setiap kali mengalir. Selain itu, kualitas air kerap dikeluhkan karena keruh dan berbau.


“Sudah belasan tahun kami merasakan kondisi ini. Air tidak menentu, dan ketika mengalir pun sering tidak layak digunakan,” ujar perwakilan warga, Feriyadi Asri Munandar.


Hal senada disampaikan Dedison. Ia menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang dialami masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.


Menurut pihak PDAM, salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran dari APBD Banyuasin. Untuk melakukan revitalisasi, dibutuhkan dana sekitar Rp35 miliar.


Namun, Sapriadi menilai alasan tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.


“Banyuasin merupakan kabupaten besar dengan APBD yang cukup signifikan. Sangat disayangkan jika kebutuhan mendasar seperti air bersih tidak menjadi prioritas,” katanya.


Jika pemerintah daerah tidak mampu memenuhi kebutuhan anggaran tersebut, pihaknya mendorong pemerintah pusat melalui kementerian terkait serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk turut memberikan dukungan.


“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini harus menjadi prioritas, bukan dikesampingkan,” ujarnya.


Krisis yang tak kunjung terselesaikan ini bahkan memunculkan kekecewaan mendalam di tengah warga. Muncul wacana di masyarakat Kenten Raya untuk memisahkan diri dari Kabupaten Banyuasin jika kondisi tersebut terus berlanjut tanpa solusi nyata.


Bagi warga, langkah hukum yang ditempuh bukan sekadar gugatan, melainkan bentuk perjuangan panjang untuk mendapatkan hak dasar yang selama ini terabaikan—akses terhadap air bersih yang layak dan berkelanjutan.(sn)

Share:

Dugaan Intimidasi Jurnalis Diselidiki, Polisi Mulai Periksa Pelapor


Kasus Intimidasi Wartawan, Polres OKU Selatan Ambil Keterangan Pelapor


OKU Selatan. SININEWS.COM — Polres OKU Selatan mulai mengusut kasus dugaan intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dua jurnalis, masing-masing dari PALTV dan OKUStoday, Kamis (09/04/2026).


Dua jurnalis yang melapor Sri Fitriyana (Ayik) dan Apriadi, menjalani pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Umum (Pidum) Polres OKU Selatan sekitar pukul 14.00 WIB.


Keduanya langsung diperiksa oleh tim penyidik setibanya di Mapolres, dengan durasi pemeriksaan kurang lebih tiga jam.


Sri Fitriyana (Ayik) mengungkapkan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik menggali secara detail kronologi kejadian yang dialaminya.


“Pertanyaan berkisar pada kronologi, mulai dari proses konfirmasi berita di Dinas Sosial hingga insiden yang terjadi di ruang Kepala Dinas,” jelasnya.


Sementara itu, Apriadi juga menjalani pemeriksaan secara terpisah. Ia menyebut materi pertanyaan yang diajukan penyidik tidak jauh berbeda, yakni seputar alur kejadian yang dilaporkan.


“Intinya terkait kronologi peristiwa yang terjadi,” ujarnya singkat.


Di sisi lain, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui Kasat Reskrim AKP Aston L Sinaga membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa pelapor sebagai langkah awal proses penyelidikan.


“Setelah pelapor, kami akan memanggil sanksi-sanksi lain yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan,” tegasnya.


Kasus ini kini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik Polres OKU Selatan. (sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts