Seluruh Wilayah Kerja Raih Penghargaan PROPER Hijau, PEP Zona 4 Tegaskan Komitmen Kepatuhan Lingkungan


Caption : Keberhasilan PEP Adera Field pada penghargaan PROPER 2025 ditopang program  PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh), sedangkan PEP Pendopo Field disokong program GEMILANG PLUS (Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang Plus)


Prabumulih. SININEWS.COM -- PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menunjukkan kinerja apik dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Hijau di semua wilayah kerjanya dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 


Tujuh wilayah kerja PEP Zona 4 yang menerima penghargaan itu meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering Field, dan PHE Raja Tempirai Field. Penghargaan itu diterima secara resmi pada 7 April 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. 


Capaian ini menegaskan bahwa PEP Zona 4 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance) yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mampu melampaui ketentuan melalui berbagai inovasi dan praktik keberlanjutan di lapangan. Peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam sistem bisnisnya secara menyeluruh. 


General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengapresiasi semua insan PEP Zona 4 atas penghargaan ini. "Pencapaian ini menunjukkan komitmen PEP Zona 4 dalam melaksanakan operasi hulu migas yang berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional," ucap Djudjuwanto.


Keberhasilan PEP Zona 4 melampaui standar kepatuhan juga ditopang implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau yang biasa dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR), di industri hulu migas disebut sebagai Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Setiap wilayah kerja di PHR Zona 4 memiliki sejumlah program unggulan yang menjadi komitmen perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitar area operasi dalam menjaga lingkungan.


Mengelola limbah dan menjadikannya bernilai ekonomi tinggi menjadi benang merah pada program di Prabumulih, Ogan Komering dan Limau Field. Di Prabumulih, sampah plastik diolah menjadi wadah penampung getah karet bagi petani karet lewat program SIKOK SELINGKAR (Sistem Komunitas Karet Organik dalam Satu Rantai Daur Ulang). Sedangkan di Ogan Komering field, GEMA MAGENTA (Gerakan Masyarakat Mandiri Generasi Lestari) mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan ikan, pupuk organik, hingga pelet biomassa ramah lingkungan.


PEP Limau menghadirkan program inovasi sosial Biobachar (Bio-Bamboo Charcoal) melalui Rumah Kreatif Boek Khaman. Program ini mengolah limbah sisa produksi anyaman bambu menggunakan sistem pirolisis untuk menghasilkan biobachar yang dimanfaatkan sebagai media filtrasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) batik dengan metode Hybrid Constructed Wetland.


Lain halnya dengan program unggulan Adera Field dan Ramba Field yang mengajak masyarakat bersahabat dengan tantangan cuaca dan iklim. Di Adera field, Program PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh) memberdayakan warga Desa Pengabuan untuk menghadapi cuaca ekstrem dan tantangan produksi pertanian melalui pelatihan budidaya padi dan tanaman obat keluarga (TOGA). 


Sementara itu, PEP Ramba Field mempunyai program unggulan PUSAKA KELUANG (Pemberdayaan untuk Kesejahteraan Melalui Keterpaduan Alam Desa Keluang). Program ini berfokus pada pengembangan pertanian dan kesehatan masyarakat melalui Climate-Friendly Agriculture Value Chain, yaitu sistem pertanian adaptif ramah iklim dan berbasis sumber daya lokal. 


Melalui studi social mapping, masyarakat juga diajak untuk konservasi dan mengembangkan potensi sumber daya alam daerahnya. Misalnya saja di masyarakat sekitar Pendopo Field yang diajak mengembalikan kesuburan tanah pertanian di Desa Sukakarya, Musi Rawas lewat program GEMILANG PLUS (Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang Plus).


Di Desa Betung Barat, Raja Tempirai Field mengajak masyarakat mengembangkan desanya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan tanpa limbah (zero waste) dengan konsep desa berbasis ekowisata. Program ini disebut BENING (Biointegrasi Ekowisata Nir-Limbah Inovasi Nyata dan Gemilang). (sn)

Share:

Kapolres PALI Pererat Kedekatan dengan Warga Talang Ubi Timur Lewat Program “Behusek dan Ngopi Bareng"

Kapolres PALI Pererat Kedekatan dengan Warga Talang Ubi Timur Lewat Program “Behusek dan Ngopi Bareng"



Talang Ubi Timur. SiniNews.Com — Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, Kapolres Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Yunhar H.P Sirait, SH, SIK,MIK menggelar kegiatan “behusek” dan ngopi bareng bersama warga Kelurahan Talang Ubi Timur, Rabu (hari ini).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres PALI Kompol Kusyanto, SH Kasat Binmas AKP Hendrinrdi, SH.MH beserta jajaran anggota kepolisian.

Dari unsur pemerintah kelurahan, hadir Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, SE.MM didampingi Kasi Perekonomian dan Pembangunan Dafidsol, SE, staf kelurahan, para Ketua RT, petugas kebersihan, serta masyarakat setempat.

Program ini merupakan inisiatif Kapolres PALI sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat, sekaligus sarana untuk menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta masukan dari warga.

Dalam kesempatan tersebut, selain berdialog santai, Kapolres melalui Wakapolres dan Kasat Binmas juga menyerahkan bantuan berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Masyarakat Talang Ubi Timur menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai program tersebut sangat membantu serta memberikan manfaat nyata, baik dari sisi bantuan sosial maupun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.(SN/PERRY)

Share:

Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal


Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal


Palembang. SININEWS.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Sumsel, Feby Deru, mengimbau para ibu untuk rutin membawa balita ke Posyandu.


Imbauan tersebut disampaikan Feby saat memberikan bantuan makanan tambahan bagi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di Posyandu Kenanga, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa (14/04/2026).


“Ibu-ibu hendaknya rutin membawa balita ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi dasar. Ini sangat dibutuhkan agar balita memiliki kekebalan tubuh yang baik sehingga tidak mudah terjangkit penyakit. Selain imunisasi, balita juga harus mendapatkan ASI,” ujarnya.


Feby menjelaskan, selama ini kegiatan Posyandu terintegrasi dengan PKK. Namun, kini Posyandu telah berdiri sendiri dengan pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Ia mengingatkan, kegiatan Posyandu harus dilaksanakan secara rutin setiap bulan, tidak hanya untuk pemberian imunisasi, tetapi juga untuk memantau tumbuh kembang balita dan anak sejak dini.


“Para ibu hamil juga saya minta agar memperhatikan kesehatan dan gizi bayi sejak dalam kandungan. Kunjungilah Posyandu secara rutin, apalagi jika lokasinya dekat dengan rumah. Manfaatkan pelayanan ini,” katanya.


Lebih lanjut, Feby menyampaikan bahwa kehadirannya di Posyandu Kenanga bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan kegiatan serta mengetahui berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi di lapangan.


Ia juga mengingatkan para nenek yang memiliki cucu dalam masa tumbuh kembang agar turut berperan aktif membawa cucunya ke Posyandu.


“Selain itu, anak-anak jangan terlalu sering diberikan junk food, seperti makanan cepat saji atau makanan olahan yang telah diproses berkali-kali,” pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, Feby tidak hanya membagikan makanan tambahan, tetapi juga menyaksikan proses pemeriksaan balita dan anak-anak. Ia turut berbincang dengan para ibu untuk mendengarkan langsung pengalaman mereka terkait tumbuh kembang anak.(sn)

Share:

Dedikasi 25 Tahun Pengabdian Rusmila Bendahara SMSI Musi Rawas di Linggau Pos


Dedikasi 25 Tahun Pengabdian Rusmila Bendahara SMSI Musi Rawas di Linggau Pos


MUSI RAWAS. SININEWS.COM - Hari ini, Rabu (15/04/26) dengan hati yang penuh rasa syukur sekaligus haru, saya berdiri di sini untuk menutup per­ja­la­nan panjang saya bersama Harian Pagi Linggau Pos, 25 tahun yang sung­guh sangat berarti dalam hidup saya. 


Dengan penuh rasa syukur, hari ini saya menutup satu bab penting dalam perjalanan hidup saya 25 tahun pengab­dian yang penuh makna.  25 tahun bukan perjalanan sing­kat, seperempat abad telah men­jadi saksi per­jalanan, per­juangan, pem­be­lajaran, dan pengabdian yang penuh makna. Di dalamnya ada kerja ke­ras, pembelajaran, tantangan, tawa, harapan dan kebersamaan yang begitu berharga.


Perjalanan ini saya mulai dari posisi staf iklan-kasir dan keuangan. Sebuah langkah kecil yang saat itu mungkin hal sederhana, namun menjadi pintu menuju proses panjang pembelajaran, perjuangan dan pertumbuhan. Dari ruang-ruang kerja yang penuh dinamika, saya belajar tentang ketekunan, kejujuran, loyalitas, kerja tim dan arti tanggung jawab. Hingga Allah SWT memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah sebaga General Manager.


Perusahaan ini bukan sekadar tempat kerja, Linggau Pos adalah rumah kedua bagi saya. Disini saya ditempa dan dibentuk serta bertumbuh bukan hanya sebagai profesional tetapi juga sebagai pribadi yang amanah disetiap tanggung jawab yang diberikan adalah kehormatan. Setiap tantangan adalah pelajaran dan setiap kebersamaan adalah anugerah. 


Disinilah saya ditempa oleh tantangan industri media cetak dan media online yang terus berkembang. Disinilah saya belajar bahwa integritas dan komitmen adalah fondasi utama untuk bertahan dan maju. Setiap langkah yang ditempuh, setiap tantangan yang dihadapi dan setiap keberhasilan yang diraih adalah bagian cerita yang membentuk saya hari ini. Ditempat ini, saya tidak hanya bekerja, saya bertumbuh, belajar arti tanggung jawab, kebersaman, ingtegritas dan ketulusan dalam berkarya.


Keputusan saya untuk memilih pengsiun dini diambil bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak kehidupan baru dengan pertimbangan matang dan hati yang tenang. Saya melangkah dengan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan, kepercayaan, persahabatan dan dukungan yang telah diberikan selama 25 tahun ini. 


Saya percaya setiap fase kehidupan memiliki waktunya masing-masing, takdir Allah yang harus kita jalani sebagai hambah-Nya. Kini saatnya memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan estafet pengabdian, sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanan hidup saya.


Terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada Manajemen PT. Wahana Semesta Linggau Group, pimpinan, rekan kerja, sahabat dan semua pihak yang telah berjalan bersama selama ini. Dukungan, kerja sama dan persaudaraan yang terjalin akan selalu saya kenang dengan penuh penghargaan.


25 Tahun yang Penuh Makna..!!! Linggau Pos bukan hanya tempat saya bekerja, disinilah saya menemukan keluarga kedua. Dan disinilah saya tumbuh, ditempa, bahkan diuji. Kita pernah menghadapi masa sulit bersama dan kita juga pernah merayakan keberhasilan bersama. Semua itu akan selalu menjadi bagian indah dalam hidup saya.


Namun saya merasa saat inilah saya harus kembali pada peran yang juga sangat mulia menjadi ibu rumah tangga, hadir lebih utuh untuk keluarga saya. Saya percaya, setiap perempuan memiliki banyak peran dalam hidupnya. Dan hari ini saya memilih untuk menapaki peran itu dengan sepenuh hati.


Izinkan saya menyampaikan terima kasih yang paling dalam kepada suami dan anak-anak saya. Terima kasih atas kesabaran kalian selama ini, terima kasih karena telah memahami ketika waktu saya sering terbagi, ketika perhatian saya kadang tersita oleh tanggung jawab pekerjaan. Dukungan, doa dan pengertian kalian adalah kekuatan terbesar saya selama 25 Tahun ini. 


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan, rekan-rekan, sahabat dan seluruh keluarga besar Linggau Pos. Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, dukungan dan kasih sayang yang diberikan kepada saya selama ini. Jika selama 25 tahun perjalanan ini ada kata yang kurang berkenan, sikap yang kurang sempurna, dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf lahir dan bathin. Perjalanan saya disini mungkin berakhir hari ini, tetapi kenangan dan rasa memiliki ini tidak akan pernah selesai.


Semoga Linggau Pos terus maju, semakin kuat dan tetap menjadi media kebanggaan masyarakat. Saya akan selalu mendoakan dari tempat saya berada, dan semoga segala upaya, kerja dan niat baik yang telah dilakukan bersama selama ini menjadi amal kebaikan, membawa manfaat dan mendapat ridho dari Allah SWT. (sn)

Share:

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik


Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik


JAKARTA. SININEWS.COM – Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas dinamika kebebasan pers dan penanganan sengketa karya jurnalistik di tengah kompleksitas perkembangan media digital.


Diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Dewan Pers Nomor 424/DP/K/IV/2026 tertanggal 9 April 2026, yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan pers, organisasi media, serta pihak terkait lainnya.


Rapat dipimpin langsung Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, didampingi Wakil Ketua Totok Suryanto serta Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Abdul Manan. Turut hadir anggota Dewan Pers lainnya, yakni Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Ismanto, Rosarita Niken Widiastuti, dan Maha Eka Swasta.


Dari unsur konstituen, hadir sejumlah pimpinan organisasi pers, antara lain perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang diwakili Sekretaris Jenderal Makali Kumar, SH. 

Hadir pula Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital, Dr. Suprapto Sastro Atmojo.


*Pers sebagai Penyaring Informasi*


Dalam sambutannya, Komaruddin Hidayat menekankan pentingnya memaknai derasnya arus informasi sebagai peluang, bukan ancaman.


“Banyaknya pemberitaan dan informasi di media sosial harus dimaknai sebagai anugerah, seperti derasnya air hujan. Media menjadi kanal yang menyaring informasi tersebut menjadi berita yang benar dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.


*Peran Pemerintah dan Status Badan Hukum Pers*


Dalam forum tersebut, Dewan Pers juga menghadirkan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum RI, Widodo, S.H., M.H, yang memaparkan secara singkat peran pemerintah dalam pengelolaan badan hukum perusahaan pers.


*Magdalene.co Sampaikan Kronologi*


Perwakilan Magdalene.co, Devi Asmarani, yang merupakan co-founder sekaligus Pemimpin Redaksi, memaparkan langsung kasus yang dialami medianya. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat melakukan pembatasan akses (geoblocking) terhadap konten investigasi Magdalene terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus pada April 2026.


Menurut Devi, tindakan tersebut memicu reaksi dari komunitas pers karena dinilai berpotensi melanggar prinsip kebebasan pers.


“Saat ini akses sudah kembali normal. Kami berharap ke depan tidak ada lagi pembatasan terhadap karya jurnalistik,” kata Devi.


Ia juga menegaskan bahwa Magdalene.co merupakan media berbasis komunitas yang fokus pada isu perempuan, keberagaman gender, dan sosial dengan perspektif feminis, serta didukung pengalaman jurnalistiknya selama lebih dari 26 tahun.


*Sikap SMSI: Sengketa Harus Melalui Dewan Pers*


Menanggapi hal tersebut, Sekjen SMSI Makali Kumar, SH menyampaikan bahwa kasus tersebut merupakan sengketa karya jurnalistik yang harus diselesaikan melalui mekanisme Dewan Pers.


SMSI memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain:


1. Pemulihan akses konten oleh Komdigi


2. Penguatan mekanisme Dewan Pers melalui uji karya jurnalistik dan mediasi hak jawab/koreksi


3. Peningkatan koordinasi antar lembaga


4. Penghormatan terhadap prinsip kebebasan pers, termasuk larangan sensor dan pembredelan terselubung


Makali yang berasal dari Pantura Indramayu ini,  menegaskan pentingnya koordinasi antara Komdigi dan Dewan Pers sebelum mengambil langkah pembatasan terhadap konten jurnalistik.


“Dewan Pers juga harus objektif dan tidak tebang pilih dalam menyelesaikan sengketa, termasuk yang dialami media siber dan media rintisan, termasuk yang dialami media Siber di Kepri, ” ujarnya.


Ia menambahkan, SMSI juga menerima laporan sengketa jurnalistik dari media siber di Kepri,  yang diharapkan dapat ditangani secara profesional.


*Pandangan Dewan Pers*


Anggota Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, menyampaikan bahwa tindakan Komdigi kemungkinan didasarkan pada pertimbangan regulasi tertentu. Selain itu, Magdalene.co disebut belum terverifikasi Dewan Pers.


Namun demikian, setelah dicermati sebagai karya jurnalistik meskipun media itu belum terverifikasi oleh dewan pers, pembatasan akses tersebut akhirnya dicabut.


“Ke depan diperlukan pemahaman yang sama serta sinergi antara pemerintah dan Dewan Pers dalam menyikapi karya jurnalistik,” ujarnya.


*Dorongan Sinergi dan Rencana Tindak Lanjut*


Dalam diskusi tersebut, sejumlah mantan anggota Dewan Pers turut memberikan masukan, di antaranya perlunya rapat kerja bersama antara Dewan Pers dan Komdigi untuk memperkuat penanganan isu kebebasan pers.


Menutup kegiatan, Komaruddin Hidayat menegaskan komitmen Dewan Pers untuk meningkatkan koordinasi dengan Komdigi, sekaligus mengapresiasi langkah pemerintah yang telah membuka kembali akses terhadap konten Magdalene.co.


Kedepan, Dewan Pers juga berencana menggelar pertemuan lanjutan bersama konstituen guna membahas penguatan sekretariat serta wacana revisi sistem verifikasi perusahaan pers agar sesuai dengan perkembangan industri media saat ini.


Diskusi yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 13.00 WIB tersebut ditutup dengan ramah tamah antar peserta. (sn)

Share:

PTBA Perkuat Pemulihan Psikologis dan Sarana Pendidikan Pascabanjir Sumatera


*PTBA Perkuat Pemulihan Psikologis dan Sarana Pendidikan Pascabanjir Sumatera*

 

Agam. SININEWS.COM –  PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui program Cakrawala – Recovery Sumatera. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 PTBA ini dilaksanakan pada 5–9 April 2026 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan fokus pada pemulihan psikologis dan pemenuhan sarana pendidikan.


Program ini merupakan respons atas bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera Barat dan berdampak signifikan terhadap kondisi sosial, psikologis, serta kegiatan belajar mengajar, khususnya bagi siswa dan tenaga pendidik.


Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PTBA terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana. Melalui program Cakrawala – Recovery Sumatera, kami ingin memastikan bahwa proses pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis, serta mendukung keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda,” ujar Eko.


Pelaksanaan kegiatan mencakup sejumlah lokasi terdampak, yaitu Sekolah Darurat SMA Muhammadiyah Salareh Aia, TK Al-Ikhsan, PAUD Aisyah, dan TK Amanah di Kecamatan Palembayan, serta SDN 14 Labuah di Kecamatan Tanjung Raya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PTBA yang berkolaborasi dengan mitra sosial Kitabisa, serta didukung oleh para kepala sekolah dan tenaga pendidik setempat.


Koordinator Bidang Sosial dan Cakrawala HUT ke-45 PTBA, Ajis Purnomo, menyampaikan bahwa program ini dirancang secara komprehensif melalui tahapan survei dan assessment untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.


Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemberian Psychological First Aid (PFA) kepada siswa melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif. Kegiatan ini meliputi permainan kelompok, sesi berbagi cerita, aktivitas kreatif seperti menggambar dan pembuatan pohon harapan, serta pemberian motivasi untuk memperkuat kondisi mental siswa. Pendekatan ini terbukti membantu mengurangi kecemasan dan trauma, sekaligus meningkatkan keceriaan dan semangat belajar.


Selain itu, PTBA menyalurkan bantuan sarana operasional sekolah guna mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan. Bantuan tersebut meliputi perbaikan fasilitas sekolah darurat, penyediaan sarana air bersih, serta perlengkapan pendidikan seperti laptop, printer, speaker, alat tulis, buku bacaan, dan peralatan olahraga.


Sebanyak 219 paket bingkisan juga diberikan kepada siswa, serta 21 paket apresiasi untuk para guru. PTBA turut memberikan bantuan seragam kepada tenaga pendidik di SDN 14 Labuah sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar.

Ke depan, PTBA akan melanjutkan program Recovery Sumatera melalui sejumlah inisiatif lanjutan, termasuk revitalisasi bangunan sekolah dan penyediaan sumber air bersih. Salah satu prioritas adalah pembangunan fasilitas permanen bagi SMA Muhammadiyah Salareh Aia, yang saat ini masih melaksanakan kegiatan belajar di tenda darurat.


Program ini sejalan dengan komitmen PTBA dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. (sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Selaraskan Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah


Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Selaraskan Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah


Palembang. SININEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan (linier) perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini disampaikan Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumsel di Griya Agung, Selasa (14/4/2026), yang turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya.


Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan bahwa arah pembangunan Sumatera Selatan ke depan harus sejalan dengan kebijakan nasional, namun tetap adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan daerah. Ia menyebut, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, gubernur memiliki peran strategis sebagai koordinator sekaligus pembina bagi kabupaten/kota.


“Pemprov Sumsel siap memastikan perencanaan pembangunan daerah linier dengan perencanaan nasional. Ini penting agar seluruh program berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan bahwa Sumatera Selatan saat ini berada dalam fase transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, namun tetap akuntabel dan sesuai regulasi. Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri dinilainya sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sinkronisasi kebijakan pembangunan.


Dalam forum tersebut, salah satu isu strategis yang menjadi perhatian adalah struktur belanja daerah, khususnya belanja pegawai. Herman Deru mengungkapkan, ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada 2027 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten/kota.


Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar tidak menimbulkan persoalan baru, terutama peningkatan angka pengangguran. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran tetap harus mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia.


Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan provinsi tidak terlepas dari kontribusi kabupaten/kota. Karena itu, sinergi dan integrasi perencanaan menjadi kunci utama dalam mencapai target pembangunan.


“Provinsi adalah bingkai dari kabupaten/kota. Capaian pembangunan yang baik merupakan hasil kerja bersama. Karena itu, kita harus mengintegrasikan seluruh kekuatan agar tidak terjadi disorientasi pembangunan,” ujarnya.


Dalam konteks prioritas, Sumatera Selatan tetap menitikberatkan pembangunan pada sektor infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi. Ia menilai kondisi geografis dan historis Sumatera berbeda dengan Pulau Jawa, sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih spesifik dan berkelanjutan.


Selain itu, Herman Deru juga mendorong peningkatan kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dengan dukungan regulasi dari pemerintah pusat. Ia berharap adanya kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi daerah untuk berinovasi dalam meningkatkan pendapatan.


Menutup arahannya, Herman Deru mengajak seluruh kepala daerah untuk tetap konsisten dengan dokumen perencanaan yang telah disusun serta tidak melakukan revisi yang berpotensi mengganggu sinkronisasi dengan pemerintah pusat.


“Saya harap kabupaten/kota konsisten. Saya yakin pemerintah pusat akan memberikan perhatian lebih kepada Sumatera Selatan. Mari kita wujudkan pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya memaparkan empat kunci sukses pembangunan nasional sebagai strategi utama untuk membawa Indonesia keluar dari posisi negara berkembang.


Ia menilai tata kelola pemerintahan saat ini berada dalam fase yang menantang, seiring perubahan pendekatan, strategi, dan gaya kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.


“Cara mengelola pemerintahan hari ini berbeda. Kita dituntut menjadi aparatur yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil dan andal. Proses harus cepat, output harus tepat,” ujarnya.


Bima Arya menekankan perlunya meninggalkan cara-cara lama yang tidak efektif, tidak efisien, dan tidak adaptif terhadap tantangan zaman. Ia juga menyebut Indonesia tengah berada pada momentum strategis untuk menjadi salah satu dari lima besar kekuatan ekonomi dunia, yang didukung bonus demografi.


Adapun empat kunci sukses tersebut meliputi visi nasional yang konsisten lintas generasi, kemandirian nasional, pemerintahan yang efektif, serta kolaborasi dan inovasi.


Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga menyoroti aspirasi Gubernur Sumsel terkait perlunya payung hukum yang lebih luas bagi daerah untuk meningkatkan pendapatan serta kejelasan sistem transfer pusat ke daerah.


Ia turut mengapresiasi sejumlah capaian positif Sumatera Selatan, seperti pengendalian inflasi yang baik serta angka stunting yang relatif rendah secara nasional.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Kepala Bappenas RI Bidang Pemerataan Pembangunan Regional Tri Dewi Virgiyanti, perwakilan DPRD Sumsel M. Nasir, perwakilan Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainuddin, perwakilan Kapolda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Sumatera Selatan.(sn)

Share:

Seorang Pemuda Diduga Bobol Rumah Warga, Polisi Amankan Barang Bukti

 

Seorang Pemuda Diduga Bobol Rumah Warga, Polisi Amankan Barang Bukti



PALI. SiniNews.Com — Unit Reskrim Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian handphone yang terjadi di wilayah Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Minggu (12/4/2026). Seorang pemuda berinisial KIW Alias H (21) diamankan petugas karena diduga sebagai pelaku pencurian.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban atas nama Musa Irawan (36), seorang wiraswasta yang melaporkan kehilangan handphone miliknya di dalam rumah.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu sekitar pukul 05.00 WIB di kediaman korban di Desa Tanah Abang Utara. Saat itu, korban berada di dalam rumah dan kemudian menyadari handphone miliknya telah hilang setelah rumahnya dimasuki oleh terduga pelaku.

“Setelah menerima laporan dari korban, kami langsung memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian tersebut,” ujar Kapolsek Tanah Abang.

Kapolsek menambahkan, dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengetahui identitas serta lokasi keberadaan terduga pelaku yang diketahui bernama KIW Alias H, seorang pemuda yang belum bekerja dan berdomisili di Desa Tanah Abang Jaya.

Selanjutnya, tim yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Dhora Astia Nuraga, SH., CPHR bergerak menuju lokasi keberadaan terduga pelaku di sebuah rumah kontrakan di wilayah Desa Tanah Abang Jaya.

“Terduga pelaku berhasil kami amankan saat berada di dalam kontrakan tanpa melakukan perlawanan. Dari hasil interogasi awal, yang bersangkutan mengakui telah melakukan pencurian handphone milik korban,” jelas AKP Arzuan.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merek ZTE Blade A34 warna hitam. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp2.000.000.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolsek Tanah Abang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga masih melengkapi berkas penyidikan serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan,” tutup Kapolsek.(SN/Perry)

Share:

Pemerintah Kabupaten PALI Salurkan Bantuan dan Pastikan Warga Terima PKH

 

Pemerintah Kabupaten PALI Salurkan Bantuan dan Pastikan Warga Terima PKH



Talang Ubi Timur. SiniNews.Com --Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perhatian dan perlindungan sosial kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan. Di bawah kepemimpinan Bupati PALI Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH, bantuan sosial disalurkan kepada warga yang menderita sakit menahun di Kelurahan Talang Ubi Timur.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua warga lanjut usia, yakni Ibu Siti Nuriyah yang berusia sekitar 90 tahun dan Ibu Nuri yang berusia 80 tahun. Keduanya diketahui telah lama menderita sakit dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari pemerintah.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Bapak Edy Irawan, SE., M.Si, didampingi Kepala Bidang Fadli beserta jajaran staf. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial juga melakukan verifikasi terhadap status bantuan sosial yang diterima oleh kedua warga.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa kedua warga tersebut telah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), yang merupakan salah satu program perlindungan sosial dari pemerintah guna membantu masyarakat kurang mampu secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Ketua TP PKK Kabupaten melalui anggota Pokja, Camat Talang Ubi Bapak Atmo Maryono, SH, Ketua TP PKK Kecamatan Talang Ubi Ibu Lesi Karmila, S.Ikom beserta anggota, serta Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, SE., MM bersama Ketua TP PKK Kelurahan dan jajaran.

Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memastikan bahwa warga yang membutuhkan telah mendapatkan haknya melalui program bantuan sosial yang tersedia.

Diharapkan, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban serta memberikan dukungan moril bagi warga dalam menjalani perawatan dan kehidupan sehari-hari.(SN/PERRY)

Share:

Diduga Sebut “Bupati Pauk”, Anggota DPRD Lahat Didesak Klarifikasi oleh Warga


Diduga Sebut “Bupati Pauk”, Anggota DPRD Lahat Didesak Klarifikasi oleh Warga


Lahat. SININEWS.COM – Pernyataan anggota DPRD Kabupaten Lahat dari Fraksi NasDem, Harlin, yang diduga menyebut Bupati Lahat dengan istilah “Bupati Pauk” memicu polemik di tengah masyarakat.



Sejumlah warga menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik. 


Mereka menilai ucapan itu berpotensi melukai perasaan masyarakat dan mencoreng citra pemerintahan daerah.



Tokoh masyarakat Lahat menyampaikan bahwa sebagai wakil rakyat, anggota DPRD seharusnya menjaga etika komunikasi, terutama dalam menyampaikan kritik terhadap kepala daerah.



“Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung,” ujar salah satu tokoh masyarakat H Marsudi Budi Yanto, Selasa(14/4/26).



Warga pun mendesak Harlin untuk segera memberikan klarifikasi atas pernyataannya. Selain itu, permintaan maaf secara terbuka dinilai penting untuk meredakan situasi dan menjaga kondusivitas daerah.



Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan terkait polemik tersebut. (sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts