Cegah Karhutla, Polsek Penukal Utara Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan

Cegah Karhutla, Polsek Penukal Utara Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan


PALI-SiniNews.Com - Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Imbauan itu disampaikan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai memasuki musim kemarau.


Sosialisasi tersebut dilakukan Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si., C.I.I., C.B., Med bersama Bhabinkamtibmas di Desa Kota Baru, Kecamatan Penukal Utara, PALI, Sabtu (12/9/2026).


Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan menyasar masyarakat desa. Dalam kegiatan itu, petugas bertemu dengan salah seorang warga Desa Kota Baru, Tono, untuk menyampaikan edukasi mengenai pencegahan karhutla serta dampak pembukaan lahan dengan cara dibakar.


Kapolsek Penukal Utara mengingatkan warga agar tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan maupun membuka lahan perkebunan. Cara tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas dan sulit dikendalikan, khususnya ketika kondisi lahan kering akibat musim kemarau.


"Karena saat ini sedang memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat agar jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar," ujar Kapolsek Penukal Utara.


Petugas juga mengajak masyarakat memanfaatkan potensi perkebunan secara aman dan tidak menggunakan pembakaran sebagai metode pembukaan lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua.


"Manfaatkan pohon karet yang sudah tua yang hendak ditebang dengan dijual. Hasilnya dapat menambah perekonomian keluarga," katanya.


Selain aspek pencegahan, polisi menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar memiliki konsekuensi hukum. Warga diminta tidak menganggap pembakaran lahan sebagai cara yang biasa dilakukan untuk membersihkan kebun.


"Membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar melanggar hukum dan dapat diproses sesuai Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.


Sosialisasi berlangsung hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Selama kegiatan, situasi berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Penukal Utara menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Penukal Utara. Polisi berharap masyarakat turut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran, terutama selama musim kemarau. (SN/Perry).

Share:

JAKARTA-SiniNews.Com - Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif


JAKARTA-SiniNews.Com - Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif



Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers


Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup untuk membaca watak seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.


 Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya bukan semata dari daftar program yang sudah dikerjakan, melainkan dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Prabowo sudah menunjukkan keberhasilannya membangun negara yang kuat atau baru berhasil membangun pemerintahan yang kuat? Keduanya tentu berbeda.


*Modal Seorang Petarung*


Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.


Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.


Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional.


Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.


Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.


Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:


“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.


*Perlu Dukungan Data Empiris*


Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.  


Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.


*Membangun Institusi yang Kuat*


Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.


Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.


Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.


*Politik akomodasi*


Prabowo mempunyai kemampuan yang menarik dalam mengelola politik. Ia mampu merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi formal.


 Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.


Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.


*Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi*


Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.


 Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:


“Ini bisa dilakukan.” - “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.


 Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?


*Catatan dan Harapan ke Depan*


Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.


 Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.


Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.


Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya. Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya: Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.   


*Dari Kekuasaan Menuju Peradaban*


Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial. 


Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan. Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya? Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?” 


Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya. (SN).

Share:

Bobol Kaca Mobil di Pasar Bhayangkara, Polisi Ungkap Kasus Pencurian HP

Bobol Kaca Mobil di Pasar Bhayangkara, Polisi Ungkap Kasus Pencurian HP


PALI-SiniNews.Com– Unit Reskrim Polsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di kawasan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AS (28), warga Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Kasus pencurian itu terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB, di parkiran ruko H. Jayari, Pasar Atas, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi.


Peristiwa bermula saat korban, Soleh Effendi (30), sedang berbelanja di Pasar Bhayangkara. Korban memarkirkan mobil Daihatsu Grand Max miliknya di depan ruko H. Jayari.


Saat meninggalkan kendaraan, korban meletakkan satu unit handphone merek Infinix warna Coral Bold di atas dashboard sebelah kiri mobil. Kendaraan dalam kondisi terkunci, namun kaca jendela pintu kiri depan terbuka sekitar lima sentimeter.


Ketika kembali ke mobil, korban mendapati handphone miliknya telah hilang. Selain itu, bagian talang air kaca jendela pintu kiri depan mobil dalam kondisi rusak.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,15 juta dan kemudian melaporkannya ke Polsek Talang Ubi.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Talang Ubi melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengetahui keberadaannya.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H. kemudian memerintahkan Unit Reskrim yang dipimpin Ipda Suryadinata, S.Psi., M.Si. untuk melakukan penangkapan.


AS akhirnya berhasil diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Ia diduga merusak talang air mobil korban agar dapat memasukkan tangannya melalui celah kaca untuk mengambil handphone yang berada di atas dashboard.


Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa satu unit handphone merek Infinix warna Coral Bold milik korban, lengkap dengan kotaknya, serta satu unit talang air jendela kaca sebelah kiri mobil Grand Max milik korban.


Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Talang Ubi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.


Polsek Talang Ubi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, penyitaan barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (SN/Perry).

Share:

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata


*CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata*


Tanjung Enim, SININEWS.COM – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan melalui Continuous Improvement Project (CIP) Award 2026.


CIP Award merupakan program apresiasi sekaligus kompetisi yang memberikan penghargaan atas implementasi Continuous Improvement Project (CIP) terbaik dari berbagai divisi. Proyek yang telah dilaksanakan selama periode 2025 tersebut dinilai melalui proses yang komprehensif dan terstandarisasi untuk mengidentifikasi inisiatif yang memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.


Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi insan Bukit Asam untuk meningkatkan kualitas eksekusi proyek, mengembangkan gagasan inovatif, serta mengasah kemampuan dalam menyampaikan hasil melalui storytelling. Berbagai praktik unggulan yang dihasilkan juga diharapkan dapat dibagikan dan direplikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh unit kerja lainnya.


Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyempurnakan proses kerja menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika bisnis.


“Continuous improvement tidak berhenti pada lahirnya sebuah ide, tetapi bagaimana gagasan tersebut diterapkan secara konsisten, menghasilkan dampak nyata, dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Karena itu, CIP Award menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang untuk berbagi praktik terbaik yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Eko.


Menurut Eko, keterlibatan seluruh insan perusahaan menjadi kunci dalam membangun lingkungan kerja yang inovatif. Setiap gagasan, baik yang berkaitan dengan operasional maupun proses bisnis, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang lebih efektif.


“Semangat untuk berinovasi dan menyempurnakan cara kerja perlu hadir dalam keseharian. Semakin banyak gagasan yang dikembangkan, diuji, dan diterapkan, semakin besar pula peluang perusahaan menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan kualitas proses bisnis,” katanya.


Ketua TIBIA, Tegar Resdiansyah, mengatakan ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta pembelajaran dari berbagai inisiatif yang telah dijalankan.


“CIP Award menjadi ruang bagi insan PTBA untuk menunjukkan inisiatif yang telah memberikan dampak sekaligus berbagi pembelajaran dengan rekan-rekan di unit kerja lain. Kami berharap kompetisi ini semakin menumbuhkan semangat untuk menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Tegar.


Sementara itu, Koordinator CIP Award TIBIA, Dian Lazuardy BA, menjelaskan bahwa proses penilaian mencakup berbagai aspek, tidak hanya hasil akhir proyek. Penilaian dilakukan secara komprehensif dan terstandarisasi agar setiap improvement dapat dievaluasi secara objektif. 


“CIP Awards 2026 merupakan ajang apresiasi dan kompetisi atas implementasi continuous improvement (CIP) terbaik dari seluruh divisi sepanjang tahun 2025, dengan penilaian yang komprehensif dan terstandarisasi yang dinilai oleh juri eksternal maupun internal. Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas inovasi, eksekusi, storytelling, praktik terbaik (best practice), sekaligus membangun budaya continuous improvement dan kompetisi yang sehat di lingkungan perusahaan,” ujar Dian Lazuardy.


PTBA berharap, pelaksanaan CIP Award 2026 semakin memperkuat kebiasaan untuk mencari cara kerja yang lebih efektif dan menghasilkan solusi secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan transformasi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan penciptaan nilai. Ke depan, ruang kolaborasi dan kompetisi yang sehat akan terus dikembangkan agar gagasan-gagasan terbaik dapat tumbuh menjadi praktik yang memberikan manfaat lebih luas bagi perusahaan.*

Share:

Karhutla di Beruge Darat PALI Padam, Sumber Api Masih Misterius

Karhutla di Beruge Darat PALI Padam, Sumber Api Masih Misterius



PALI-SiniNews.Com – Kebakaran lahan seluas sekitar 6 hektare terjadi di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (11/9/2026). Lahan yang terbakar merupakan area perkebunan dengan jenis tanah semi gambut.


Petugas gabungan langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Hingga penanganan selesai, sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut belum diketahui.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur untuk mencegah api kembali meluas.


“Personel gabungan bersama BPBD, Brimob, Satpol PP dan masyarakat telah melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran lahan. Api sudah berhasil dipadamkan dan situasi saat ini terkendali,” kata Januar.


Menurutnya, kondisi lahan yang merupakan area semi gambut menjadi salah satu perhatian petugas dalam proses pemadaman. Penanganan dilakukan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia serta melakukan pengendalian terhadap titik api agar tidak merambat ke area perkebunan di sekitarnya.


“Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan memastikan titik api benar-benar terkendali. Kami juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi rawan karhutla,” ujarnya.


Dalam pemadaman tersebut, sebanyak 12 personel BPBD PALI dikerahkan. Selain itu, terdapat 5 personel Brimob, 5 personel Satpol PP, 3 personel kepolisian dan 7 warga yang turut membantu proses pemadaman di lapangan.


Petugas juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya satu unit mobil angkut personel BPBD, satu mobil tangki BPBD, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pertamina, satu mobil angkut personel Satpol PP, 10 selang dan satu unit nozzle.


TRC Posko Karhutla Posko Induk BPBD Kabupaten PALI bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, tim bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.


Setelah dilakukan penanganan secara terpadu, api dinyatakan padam. Petugas tetap melakukan pengendalian di area terdampak untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.(SN/Perry).

Share:

Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik Jadi Kreasi Bernilai Tambah

Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik Jadi Kreasi Bernilai Tambah


Tanjung Enim- SININEWS.COM- 10 September 2026  Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), terus mendorong pengembangan kreativitas dan keterampilan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan aplikatif. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik berbentuk kue yang dilaksanakan di Rumah BUMN Bukit Asam.


Pelatihan yang mengusung tema “Boost Your Creativity!” ini diikuti oleh 20 peserta terpilih. Para peserta berkesempatan mengenal proses pembuatan lilin aromatik sekaligus mengasah kreativitas dalam menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai estetika serta potensi ekonomi.


Dalam pelaksanaannya, peserta terlibat langsung dalam berbagai tahapan pembuatan, mulai dari pembentukan lilin, pemilihan warna dan desain, hingga pemberian aroma. Konsep lilin berbentuk kue dipilih untuk menghasilkan produk yang menarik secara visual serta memiliki nilai dekoratif dan fungsional.


Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA, Weny Yuliastuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam belajar, mengembangkan keterampilan, serta mengeksplorasi potensi usaha.


“Melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik ini, kami berharap peserta tidak berhenti pada keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, tetapi dapat terus mengeksplorasi ide dan mengembangkan karya yang telah dibuat. Dengan kreativitas dan inovasi, produk sederhana dapat memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Weny.


Menurutnya, inovasi menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan produk yang memiliki daya tarik dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Karena itu, selain keterampilan teknis, peserta juga didorong untuk melihat peluang pengembangan produk dari sisi desain, kemasan, inovasi, hingga pemasaran.


Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam setiap tahapan pembuatan. Selain menghasilkan karya secara mandiri, peserta juga diajak mengeksplorasi berbagai ide melalui pemanfaatan bahan dan teknik sederhana.


Weny menambahkan, melalui Rumah BUMN Bukit Asam, PTBA terus berupaya menyediakan ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya di bidang kreativitas dan keterampilan produktif. 


“Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta terhadap pengembangan produk bernilai tambah yang selanjutnya dapat dikembangkan melalui variasi desain, inovasi produk, maupun strategi pemasaran,” tutupnya.(SN)

Share:

Cegah Karhutla di PALI, Polisi Dorong Warga Manfaatkan Karet Tua

Cegah Karhutla di PALI, Polisi Dorong Warga Manfaatkan Karet Tua


PALI-SiniNews.Com – Polsek Tanah Abang menggelar sosialisasi dan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (11/9/2026). Warga diingatkan tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga 14.30 WIB. Sosialisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menggunakan api saat membuka lahan atau kebun.


“Kapolsek Tanah Abang diwakili Aipda Asep Mulyana bersama anggota melaksanakan sosialisasi dan patroli kepada masyarakat Desa Tanah Abang Jaya. Kami mengingatkan warga agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar,” kata AKP Arzuan.


Menurutnya, masyarakat perlu mencari cara yang lebih aman dalam mengelola lahan, khususnya selama musim kemarau. Polisi juga mengimbau warga memanfaatkan potensi ekonomi dari tanaman karet yang sudah tua.


“Kami mengimbau masyarakat, mengingat saat ini sedang memasuki musim kemarau, agar jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual sehingga bisa menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Selain memberikan imbauan, personel Polsek Tanah Abang juga menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak luas dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.


“Membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Arzuan.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tanah Abang yang hadir di antaranya Aipda Asep Mulyana yang mewakili Kapolsek Tanah Abang, Briptu Predi Sogi Mulya, serta masyarakat Desa Tanah Abang Jaya.


Polsek Tanah Abang menyebut kegiatan sosialisasi dan patroli berjalan aman, lancar, serta kondusif. Kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Polisi Dorong Warga Sukadamai Manfaatkan Pohon Karet Tua, Bukan Bakar Lahan

Polisi Dorong Warga Sukadamai Manfaatkan Pohon Karet Tua, Bukan Bakar Lahan


PALI-SiniNews.Com– Polsek Talang Ubi mengingatkan masyarakat Desa Sukadamai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih saat wilayah tersebut memasuki musim kemarau.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., bersama Bhabinkamtibmas turun langsung memberikan sosialisasi kepada warga Desa Sukadamai pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan berakhir pukul 10.30 WIB.


AKP Ardiansyah mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diminta tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan maupun membuka lahan karena api dapat dengan mudah merembet, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi kering.


“Kami mengimbau masyarakat Desa Sukadamai agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Saat ini kita memasuki musim kemarau sehingga kondisi lahan yang kering dapat membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” kata AKP Ardiansyah.


Dalam sosialisasi tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat mencari cara yang lebih aman dan produktif dalam mengelola lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan akan ditebang untuk dijual.


“Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual. Selain lebih aman karena tidak dilakukan pembakaran, hasilnya juga dapat membantu menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Polisi juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta tidak menganggap pembakaran sebagai metode biasa dalam membersihkan lahan.


“Kami juga mengingatkan bahwa membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar dapat melanggar hukum. Apabila dilakukan, pelakunya dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga turut mengikuti sosialisasi, di antaranya Ahmad Sopian, Hamdani dan Sumardi. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai bahaya karhutla sekaligus pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau.


Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan pencegahan di wilayah Kecamatan Talang Ubi.


“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan segera laporkan kepada petugas apabila melihat adanya potensi kebakaran,” katanya.


Kegiatan sosialisasi selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Bahas Kesehatan dan ODGJ, Polsek Talang Ubi Ikuti Minlog Lintas Sektoral

Bahas Kesehatan dan ODGJ, Polsek Talang Ubi Ikuti Minlog Lintas Sektoral



PALI-SiniNews.Com – Polsek Talang Ubi mengikuti kegiatan Mini Lokakarya (Minlog) lintas sektoral yang digelar Puskesmas Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pertemuan tersebut membahas penyuluhan dan penanganan kesehatan, termasuk keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Talang Ubi.


Kegiatan berlangsung di Aula Puskesmas Talang Ubi, kawasan Talang Anding, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Jumat (11/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., mengatakan kehadiran kepolisian dalam kegiatan lintas sektoral tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan ODGJ.


“Kami mendukung kegiatan lintas sektoral seperti ini. Penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan, kepolisian, pemerintah dan masyarakat,” kata AKP Ardiansyah.


Menurutnya, koordinasi antarinstansi penting dilakukan agar persoalan kesehatan dan gangguan jiwa yang ditemukan di tengah masyarakat dapat ditangani secara tepat. Selain itu, masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai cara menghadapi dan melaporkan apabila menemukan ODGJ yang membutuhkan penanganan.


“Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma atau melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi ODGJ. Jika menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pihak Puskesmas maupun kepolisian,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Talang Ubi diwakili Kasium AIPTU M. Joko. Turut hadir BRIPTU M. Irhas, Kepala Puskesmas Talang Ubi beserta staf dan jajaran, serta masyarakat.


Pembahasan dalam Minlog lintas sektoral juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang berkembang di wilayah Kecamatan Talang Ubi. Melalui forum tersebut, masing-masing pihak dapat menyampaikan informasi dan melakukan koordinasi terkait langkah penanganan di lapangan.


“Sinergi lintas sektoral sangat diperlukan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami siap berkoordinasi dengan Puskesmas dan pihak terkait apabila ada persoalan di lapangan yang membutuhkan kehadiran kepolisian,” jelasnya.


AKP Ardiansyah menambahkan, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan persoalan kesehatan dan ODGJ. Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial yang muncul dapat dicegah sejak dini.


“Kami berharap melalui kegiatan ini terjalin koordinasi yang semakin baik, sehingga setiap persoalan kesehatan dan sosial di Kecamatan Talang Ubi dapat ditangani secara cepat, tepat dan humanis,” katanya.


Kegiatan Minlog lintas sektoral Puskesmas Talang Ubi berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Musim Kemarau, Polisi Dorong Warga Tempirai Utara Buka Kebun Tanpa Bakar Lahan

Musim Kemarau, Polisi Dorong Warga Tempirai Utara Buka Kebun Tanpa Bakar Lahan


PALI-SiniNews.Com – Polsek Penukal Utara mengingatkan masyarakat Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.


Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si., C.I.I., C.B., Med., mengatakan sosialisasi dilakukan bersama Bhabinkamtibmas pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB di Desa Tempirai Utara.


“Karena saat ini sudah memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat meluas dan membahayakan lingkungan serta masyarakat,” kata IPTU Budi Anhar.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Penukal Utara menyampaikan secara langsung imbauan kepada warga. Salah satu warga Desa Tempirai Utara yang hadir dalam sosialisasi tersebut yakni Agus.


Kapolsek mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan cara lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran saat membersihkan atau membuka lahan. Warga juga didorong memanfaatkan potensi ekonomi dari tanaman yang ada di lahan.


“Pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang dapat dimanfaatkan dengan cara dijual. Selain tidak menggunakan metode pembakaran, hasil penjualan kayu atau pohon karet tersebut juga bisa membantu menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.


Selain memberikan imbauan, polisi mengingatkan warga mengenai konsekuensi hukum membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta tidak menganggap pembakaran lahan sebagai cara praktis untuk membersihkan kebun.


“Kami juga mengingatkan masyarakat bahwa membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar dapat melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.


IPTU Budi Anhar menambahkan, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif masyarakat. Sebab, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila warga turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api,” katanya.


Kegiatan sosialisasi selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar dan kondusif.


Polsek Penukal Utara akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Penukal Utara.(SN/Perry).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts