Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga Desa Sukaraja

Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga Desa Sukaraja


PALI –SiniNews.Com-  Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, sosialisasi dan patroli dilakukan di Desa Sukaraja, Kecamatan Tanah Abang, Senin (19/10/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.10 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, terutama saat memasuki musim kemarau.


Dalam kegiatan itu, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., diwakili Bripka Reji Diansyah. Personel kepolisian menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat Desa Sukaraja mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan.


Warga diingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, serta mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Selain memberikan imbauan, personel Polsek Tanah Abang juga mengajak masyarakat mencari alternatif yang lebih aman dan produktif dalam mengelola kebun.


Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga dapat menambah pendapatan serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga tanpa harus membakar lahan.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Abang.


Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena tindakan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Melalui kegiatan ini, Polsek Tanah Abang berharap masyarakat semakin memahami dampak buruk pembakaran lahan dan turut berperan menjaga lingkungan agar tetap aman serta terhindar dari ancaman karhutla.


Kegiatan sosialisasi dan patroli berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Sukaraja terpantau aman, lancar, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Dua Tahun Prabowo : Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Dua Tahun Prabowo : Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif


Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers


Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan. Namun begitu sudah cukup rasanya untuk membaca watak dan gaya kepemimpinan seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.


Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya, apakah capaian yang menonjol dari Prabowo?  


Modal Seorang Petarung


 Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.


 Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.


Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional.


 Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.


Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.


Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:

“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.


Perlu Dukungan Data Empiris


Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. 


Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.  


Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.


Membangun Institusi yang Kuat

    

 Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.


Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.

Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.


Politik Akomodasi

 

Prabowo seringkali menekankan program efisisiensi. Namun kenyataannya jumlah menteri, wakil menteri dan pejabat lembaga negara terhitung gemuk. Ini tentu suatu paradoks. Mungkin saja alasan untuk merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Jadinya koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi yang menyampaikan kritik. 

 

Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.

Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.


Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi


 Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.


Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

“Ini bisa dilakukan.” - “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

 

Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?


Catatan dan Harapan ke Depan

 

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

 

Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.

Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.

    

 Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya. Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. 


Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya: Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.   


Dari Kekuasaan Menuju Peradaban


Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial. 


Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan.


Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya? Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?” 


Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya. (Red)

Share:

Ratu Dewa Tinjau Kebakaran di 8 Ulu, Perintahkan Sejumlah Dinas Bantu Para Korban Terdampak


Ratu Dewa Tinjau Kebakaran di 8 Ulu, Perintahkan Sejumlah Dinas Bantu Para Korban Terdampak


PALEMBANG. SININEWS.COM - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa meninjau langsung musibah kebakaran yang terjadi di kawasan 8 Ulu tepatnya di permukiman padat penduduk di Jalan HM Ryacudu, Lorong Sabar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Senin malam, 19 Oktober 2026.


Dalam musibah tersebut, setidaknya 10 Rumah Ludes terbakar dan 20 KK Kehilangan Tempat Tinggalnya.


Informasi yang dihimpun, api mulai berkobar sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar di kawasan permukiman yang padat, sehingga memicu kepanikan warga.


Petugas pemadam kebakaran (PBK) Kota Palembang bersama warga berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain.


Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Water Cannon milik Polrestabes Palembang juga diturunkan untuk membantu penyemprotan air. Sementara itu, belasan mobil ambulans disiagakan di pinggir Jalan HM Ryacudu untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi dan penanganan warga.


Setelah sekitar dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB.


Wali Kota Palembang, Ratu Dewa langsung memerintahkan sejumlah Dinas untuk ke lokasi terjadinya kebakaran.


"Kita sudah perintahkan Disdukcapil untuk segera mendata dan mengurus dokumen-dokumen kependudukan warga yang terdampak"


"Begitu juga dengan Dinas Pendidikan sudah kita perintahkan kesini, agar segera mendata ijazah para korban mulai SD, SMP, SMA hingga S1 bila ada yang terbakar. Termasuk untuk membantu keperluan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak korban. Membantu laptop, paket dan lain-lain," ujar Ratu Dewa saat meninjau di lokasi kejadian.


Untuk Dinas Sosial, Ratu Dewa telah memerintahkan agar segera mendirikan posko darurat dan dapur umum di lokasi kejadian, serta memberikan bantuan yang diperlukan.


"Segera berikan bantuan darurat misalnya mie instan, beras, selimut, serta kebutuhan dapur lainnya," ujar Ratu Dewa.(sn)

Share:

Kasus Penganiayaan 2 Jurnalis di Palembang, Koalisi Pers Sumsel Dorong Kompolnas - DPRD Sumsel Ikut Kawal Kinerja Polda Sumsel

 Kasus Penganiayaan 2 Jurnalis di Palembang, Koalisi Pers Sumsel Dorong Kompolnas - DPRD Sumsel Ikut Kawal Kinerja Polda Sumsel


PALEMBANG -SiniNews.Com- Koalisi Pers Sumsel terus mengawal perkembangan kasus penganiayaan dua jurnalis yang terjadi saat aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumsel, pada Selasa (13/10/2026) siang.


Kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dinilai lamban diproses oleh pihak kepolisian, membuat Koalisi Pers Sumsel terus bergerak untuk menyuarakan keadilan.


Salah satunya bertemu dan menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan kepada Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid dan Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie.


Pada Senin (19/10/2026) siang, Koalisi Pers Sumsel berdiskusi dengan Komisioner Kompolnas di Mapolda Sumsel, untuk mendorong kasus penganiayaan dua jurnalis di Palembang agar lebih cepat diusut dan prosesnya dilakukan secara transparan.


Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid berkata, bukti digital yang sudah terkumpul akan memudahkan pengungkapan pelaku penganiayaan para korban, serta meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dialami oleh Mulyadi (jurnalis Paltv) dan Rahmad (jurnalis Tribun Sumsel). 


"Kita berdoa saja mudah-mudahan ini tidak terlalu lama, peristiwa ini akan terungkap lebih terang benderang. Kapolda juga sudah berjanji bahwa ini akan diungkap secara komprehensif. Kami juga secara internal dengan Polda Sumsel, akan melakukan sejumlah langkah yang bersifat evaluatif terhadap peristiwa ini agar peristiwa serupa di kemudian hari tidak terulang dan terjadi menimpa siapapun," ucapnya.


Menurutnya, keberadaan para insan pers sangat vital sebagai penyambung hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi secara ril dan faktual. Namun hal tersebut akan terhambat, jika insan pers tidak berani bersuara atau merasa terintimidasi.


Dia juga merasa memahami kondisi yang dialami oleh para jurnalis dan meminta dukungannya, agar Kompolnas bisa terus bekerja, sehingga kasus penganiayaan dua jurnalis tersebut bisa ditangani oleh Polda Sumsel lebih serius. 


Dia berjanji akan mendorong Polda Sumsel untuk bisa mengungkapkan kepada publik, setiap tahapan yang sudah dilakukan dan setiap proses yang sudah dijalankan.


"Kami ingin memastikan itu, kenapa kami datang ke Palembang. Informasi yang sudah ada, akan jadi bahan kami untuk menuliskan rekomendasi dan menindaklanjuti apa-apa yang perlu dikerjakan dalam waktu tidak terlalu lama," ungkapnya.


*Dukungan DPRD Sumsel*


Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menilai, para insan pers memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi, karena penyampaian informasi kepada masyarakat adalah insan pers.


Dia berjanji pada hari Selasa (20/10/2926) besok, akan menemui Kapolda Sumsel secara langsung, untuk mendorong agar kasus penganiayaan jurnalis di Palembang ini bisa diusut tuntas dan transparan.


"Ini sangat disayangkan, terjadi pada media. Ini tidak wajar. Apalagi kawan media sudah sering kumpul di Polda Sumsel," ungkapnya.


Koordinator Koalisi Pers Sumsel Ardhy Fitriansyah berharap, dengan pertemuan bersama Kompolnas dan Ketua DPRD Sumsel, pihak kepolisian dapat memberikan tindakan lebih tegas lagi kepada para pelaku.


"Karena semuanya sudah terang benderang. Kami rasa, pihak kepolisian tidak sulit untuk mengusut kasus ini, tidak seperti kasus korupsi. Ini kan sudah ada video dan fotonya. Semoga dari rekomendasi Kompolnas ini, Polda Sumsel dapat bekerja lebih tegas dan cepat lagi dalam menangkap pelaku," ungkapnya. (SN/RED).

Share:

Berhasil Tata Infrastruktur Ibu Kota, Tokoh Pemuda Kagumi Gaya Kepemimpinan Responsif Bupati Baharuddin Siagian


Berhasil Tata Infrastruktur Ibu Kota, Tokoh Pemuda Kagumi Gaya Kepemimpinan Responsif Bupati Baharuddin Siagian



SiniNews.Com- Helmi Syam mengagumi Gebrakan Bupati Batubara Terlebih Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Tavi Juanda pembangunan infrastruktur yang terus dikebut di pusat pemerintahan Kabupaten Batu Bara sukses memikat simpati publik. Pendekatan pembangunan yang humanis dan progresif di bawah kepemimpinan Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., dinilai berhasil membawa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.



Kekaguman atas kinerja nyata ini mengalir dari tokoh muda daerah, Mhd Helmi Syam, S.Kom. Dirinya memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen besar Bupati yang bergerak cepat membenahi akses jalan di pusat ibu kota, khususnya di kawasan Lingkungan VII dan Lingkungan VIII.

Langkah taktis penataan ini berhasil diwujudkan melalui sinergi solid dan kerja terukur dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Batu Bara.

"Gaya kepemimpinan Bapak Bupati Baharuddin Siagian sangat luar biasa dan patut dikagumi. Beliau memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kebutuhan warga. Melalui instruksi strategisnya kepada Dinas Perkim LH, perbaikan jalan di Lingkungan VII dan VIII ini berhasil dieksekusi dengan sangat baik dan tepat sasaran," ujar Mhd Helmi Syam dengan penuh semangat kepada media, Senin (19/10).

Helmi menilai, kehadiran infrastruktur yang lebih representatif di kawasan tersebut bukan sekadar perbaikan fasilitas publik, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam mempercantik estetika kota sekaligus mendongkrak produktivitas harian masyarakat. Akses mobilitas warga kini menjadi jauh lebih nyaman, aman, dan mendukung perputaran ekonomi lokal.

"Aksi nyata seperti inilah yang melahirkan rasa hormat dan kepercayaan penuh dari generasi muda. Kami melihat ada keselarasan antara visi besar kepala daerah dengan eksekusi di lapangan. Dinas Perkim LH terbukti mampu menerjemahkan program kerja Bupati secara profesional demi kepentingan masyarakat luas," lanjut Helmi.

Penataan di wilayah Lingkungan VII dan VIII ini kini menjadi bukti komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menata kawasan permukiman yang sehat, tertata, dan modern.

Menutup apresiasinya, Helmi menegaskan bahwa kepemimpinan yang solutif seperti yang ditunjukkan oleh Dr. H. Baharuddin Siagian merupakan motor penggerak utama yang akan membawa Kabupaten Batu Bara melangkah jauh lebih maju dan berdaya saing di masa depan.(SN)

Share:

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres PALI Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik


Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres PALI Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik


PALI –SiniNews.Com- Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri di Masjid Assaidiyah, Kelurahan Handayani, Kecamatan Talang Ubi, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri".


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., Kasi Humas Polres PALI Iptu Thomson Angka Wibawa, S.H., anggota Humas, serta personel Satuan Intelkam Polres PALI.


Bakti sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK.,mengatakan, tema Hari Jadi ke-75 Humas Polri mengandung pesan penting mengenai perlunya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


"Melalui tema 'Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri', kami ingin menegaskan bahwa menjaga reputasi Polri bukan hanya menjadi tanggung jawab anggota kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya membangun hubungan yang baik melalui pelayanan, komunikasi, dan kegiatan sosial," ujar Januar.


Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Oleh karena itu, Polri perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjalin komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.


Peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri juga menjadi momentum untuk memperkuat peran kehumasan dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polres PALI berharap kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kegiatan kemasyarakatan.


Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif di Kabupaten PALI. Kegiatan bakti sosial di Masjid Assaidiyah tersebut berlangsung aman dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Kapolres PALI Pimpin Bakti Sosial di Masjid

Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Kapolres PALI Pimpin Bakti Sosial di Masjid


PALI –SiniNews.Com-  Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri di Masjid Assaidiyah, Kelurahan Handayani, Kecamatan Talang Ubi, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., bersama jajaran.


Bakti sosial yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu turut dihadiri Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., Kasi Humas Polres PALI Iptu Thomson Angka Wibawa, S.H., anggota Humas, serta personel Satuan Intelkam Polres PALI.


Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri sekaligus wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., mengatakan, peringatan hari jadi Humas Polri diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendekatkan Polri dengan masyarakat.


"Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," ujar Kapolres.


Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.


Selain menjalankan fungsi komunikasi publik, Humas Polri juga memiliki peran dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Melalui momentum Hari Jadi ke-75 Humas Polri, jajaran Polres PALI diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.


Kehadiran Kapolres PALI bersama Wakapolres, Kasi Humas, dan personel lainnya dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan keterlibatan jajaran kepolisian dalam mendukung pelaksanaan program sosial di wilayah hukumnya.


Kegiatan bakti sosial di Masjid Assaidiyah berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres PALI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta membangun hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat.(SN/Perry).

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga

 

Cegah Karhutla, Polsek Talang Ubi Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga


PALI –SiniNews.Com- Polsek Talang Ubi, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, Bhabinkamtibmas menyambangi warga di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Senin (19/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi, Brigpol Rahmad, S.H., mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, terutama saat memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.


Sosialisasi yang dilaksanakan di Jalan Lingkar Kecamatan Talang Ubi itu juga diisi dengan dialog bersama masyarakat. Dua warga, yakni Mansyur dan Lukman, turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah SH mengatakan, sosialisasi ini merupakan upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla sekaligus mencegah terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten PALI.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Selain berisiko menyebabkan kebakaran meluas, tindakan tersebut juga dapat berujung pada proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Menurutnya, masyarakat perlu mencari alternatif yang lebih aman dan bermanfaat secara ekonomi dalam mengelola lahan perkebunan. Salah satu upaya yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut adalah memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.


Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, kepolisian berharap warga semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran, baik di lahan perkebunan maupun kawasan sekitarnya.


Petugas juga mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat.


Kegiatan sosialisasi berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Talang Ubi berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.(SN/Perry).

Share:

Satresnarkoba Polres PALI Gerebek Kost di Handayani Mulya, Sabu Jadi Barang Bukti

 Satresnarkoba Polres PALI Gerebek Kost di Handayani Mulya, Sabu Jadi Barang Bukti



PALI -Sininews.com- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengamankan dua orang dalam pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kost Barokah, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (15/10/2026) malam. Polisi menyita satu paket sabu dengan berat bruto yang tercatat 1,57 gram.


Kedua orang yang diamankan yakni inisial AR (25), seorang sopir, dan SL (27), yang sehari-hari mengurus rumah tangga. Keduanya diamankan sekitar pukul 23.00 WIB saat petugas menggerebek kamar kontrakan yang disewa AR di kawasan tersebut.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, S.H., mengungkapkan penggerebekan itu bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di salah satu kamar Kost Barokah.


Informasi tersebut diterima melalui Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi IPDA Suryadinata, S.Psi., M.Si., sekitar pukul 22.30 WIB. Menindaklanjuti informasi itu, pihak Polsek Talang Ubi berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres PALI untuk melakukan penyelidikan dan penindakan.


Petugas gabungan yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy bersama Kanit Idik I IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H., serta personel Satresnarkoba dan Polsek Talang Ubi kemudian mendatangi lokasi.


Saat penggerebekan, petugas menemukan AR dan SL di dalam kamar kontrakan. Penggeledahan kemudian dilakukan hingga ditemukan sebuah kotak rokok merek RC Manggo berwarna kuning yang berisi plastik klip bening berisi serbuk putih diduga sabu.


Paket tersebut dibungkus menggunakan dua helai tisu putih. Polisi juga menyita satu pipet sekop plastik berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan barang bukti tersebut.


"Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika jenis sabu di salah satu kamar Kost Barokah, wilayah Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Satresnarkoba Polres PALI bersama personel Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan dua orang di lokasi," ujar AKP Dedy Suandy.


"Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya. Saat ini, kedua orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan melakukan pemeriksaan barang bukti di Laboratorium Forensik Polda Sumsel serta melengkapi berkas perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku," lanjutnya.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Aripin mengakui bahwa narkotika yang ditemukan petugas merupakan miliknya.


Selanjutnya, kedua orang tersebut bersama barang bukti dibawa ke Polres PALI untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.


Penyidik akan mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan, melakukan tes urine terhadap kedua orang yang diamankan, serta memeriksa saksi-saksi.


Polisi juga akan melengkapi administrasi penyidikan dan berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

Satresnarkoba Polres PALI Tangkap Dua Pria, Sabu 2,7 Gram Disita

Satresnarkoba Polres PALI Tangkap Dua Pria, Sabu 2,7 Gram Disita


PALI -SiniNews.Com- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menangkap dua pria dalam pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II, Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Jumat (16/10/2026). Polisi menyita sabu dengan berat bruto 2,70 gram beserta sejumlah barang bukti lainnya.


Kedua pria yang diamankan tersebut yakni inisial RA (27) dan HA (37). Keduanya ditangkap sekitar pukul 10.40 WIB di sebuah rumah milik RA di Desa Lubuk Tampui.


Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai lokasi yang diduga kerap menjadi tempat transaksi narkotika.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres PALI AKP Dedy Suandy, S.H., memerintahkan Kanit I IPDA Muhammad Jeki, S.H., M.H., Katim Opsnal Aipda Rully, beserta anggota untuk melakukan penyelidikan.


Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian mendatangi rumah tersebut dan melakukan penangkapan serta penggeledahan.


Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tiga klip plastik berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu. Barang tersebut terdiri atas satu klip plastik bening ukuran sedang dan dua klip plastik bening berukuran kecil, dengan total berat bruto 2,70 gram.


Barang bukti itu ditemukan di lantai dapur rumah dan diakui sebagai milik kedua tersangka berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian.


Selain sabu, petugas turut menyita satu pipet atau sekop berwarna kuning, empat bal plastik klip bening berukuran kecil, satu timbangan digital berwarna hitam, serta uang tunai dengan total Rp200 ribu.


Polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Infinix berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.


Berdasarkan laporan Satresnarkoba Polres PALI, kedua pria itu diduga terlibat dalam aktivitas penjualan atau peredaran narkotika. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan lebih lanjut.


Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres PALI untuk menjalani pemeriksaan.


Penyidik selanjutnya akan melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa tersangka dan saksi-saksi, serta mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi juga berencana melakukan tes urine terhadap kedua tersangka dan melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).(SN/Perry).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts