Terekam CCTV, Dua Orang Pria Nekat Curi Drum Berisi Air Penuh di Pinggir Jalan

 


Terekam CCTV, Dua Orang Pria Nekat Curi Drum Berisi Air Penuh di Pinggir Jalan


PALI, Sumatera Selatan —SiniNews.Com-- Aksi pencurian yang tergolong tidak biasa terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Dua orang pria terekam kamera pengawas (CCTV) saat nekat mencuri sebuah drum plastik berukuran besar yang berisi penuh air.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (5/11/2026) sekitar pukul 23.45 WIB di kawasan Jalan Baru Telkom, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, aksi kedua pelaku tergolong cepat dan terencana. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan satu unit sepeda motor, pelaku sempat memutar otak untuk menaklukkan beban berat drum tersebut.


Aksi nekad para pelaku terlebih dahulu menumpahkan dan mengosongkan air di dalam drum. Setelah air habis dan beban drum menjadi ringan, kedua pelaku dengan sigap mengangkat drum plastik tersebut ke atas sepeda motor.


Tanpa membuang waktu, keduanya langsung kabur melarikan diri membawa barang curian tersebut meninggalkan lokasi kejadian.


Hingga berita ini diturunkan, rekaman CCTV aksi pencurian unik ini telah beredar dan meresahkan warga sekitar, mengingat para pelaku dinilai sangat nekat melakukan aksi kriminal di fasilitas umum atau pinggir jalan. Warga berharap pihak kepolisian setempat dapat segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Talang Ubi dan sekitarnya.(SN/Perry).

Share:

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM*

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM*


Jakarta-- SiniNews.Com --  6 November 2026 —PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo (Minerba Convex) 2026. 


Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan wujud perseroan dalam mendukung pembangunan negeri yang sejalan dengan cita-cita untuk memberikan kebermanfaatan secara lebih luas kepada masyarakat. 


“Sebagai salah satu perusahaan dengan cadangan batu bara terbesar di tanah air, PTBA terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan energi nasional serta menunaikan kewajiban perseroan untuk berpartisipasi dalam pembangunan negeri”. 


Kedua komitmen tersebut menjadi pondasi PTBA untuk dapat terus bertumbuh dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk keberlangsungan perseroan. Hal ini direalisasikan dengan penciptaan berbagai diversifikasi bisnis seperti perluasan portofolio melalui energi terbarukan, hilirisasi produk berbasis batu bara, serta teknologi ramah lingkungan, guna masa depan yang lebih berkelanjutan. 


Mengusung tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat”, Minerba Convex 2026 hadir sebagai wahana strategis untuk menjawab pertanyaan terkait Minerba, mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, asosiasi, dan masyarakat luas dalam satu ruang pembelajaran bersama. 


Selain itu, Minerba Convex 2026 dilaksanakan untuk mendorong praktik pertambangan yang bertanggungjawab. Apresiasi diberikan kepada Badan Usaha yang telah berkomitmen dalam 3 aspek penting yakni Program Pemberdayaan Masyarakat, Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice), Kepatuhan Pembayaran PNPB Sumber Daya Mineral dan Batubara. 


Secara lebih rinci, terdapat 42 apresiasi yang terdiri atas 13 apresiasi PPM Komunitas Batubara, 15 apresiasi PPM Komunitas Mineral, 8 apresiasi pelaksanaan Good Mining Practice, dan 6 apresiasi kepatuhan pembayaran PNBP sumber daya mineral.


Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa kegiatan pertambangan mineral dan batubara memiliki tanggung jawab yang cukup besar serta memiliki arti penting bagi pembangunan nasional. 


“Tanggung jawab ini tentunya berarti lebih luas, yaitu bagaimana pertambangan dilakukan dengan baik, bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat dan bagaimana sumber daya alam ini dapat dikelola secara bertanggung jawab untuk kepentingan generasi yang akan datang,” ujarnya. 


Apresiasi ini menjadi bentuk komitmen kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja perseroan. Serta dapat meningkatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar senantiasa dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi negara dan masyarakat Indonesia. (Red).

Share:

Melalui Program Jumat Keliling, Polres PALI Perkuat Kepercayaan Publik dan Kemitraan dengan Masyarakat

Melalui Program Jumat Keliling, Polres PALI Perkuat Kepercayaan Publik dan Kemitraan dengan Masyarakat


PALI –SiniNews.Com- Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jamik Komperta Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Jumat (6/11/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres PALI didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres PALI. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Keliling merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada masyarakat serta membangun komunikasi secara langsung dengan warga.


Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan kepolisian 110 apabila mengetahui adanya gangguan keamanan, membutuhkan bantuan, atau ingin menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian.


Selain itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dan keterlibatan dalam praktik judi online (judol).


Kapolres juga menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai ketentuan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.


Melalui kegiatan tersebut, Polres PALI berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat, sekaligus tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.


Kegiatan Jumat Keliling ini turut dihadiri Kabag Ops Polres PALI Kompol Andriansyah, S.Kom., Kabag Log AKP Arlan Hidayat, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP Hendrinadi, S.H., M.H., Kasat Intel IPTU Febrisanyah, S.H., Kasi Propam IPDA Hendri Jonshon, serta KBO Sat Binmas AIPTU Edi Suwandi.


Hadir pula tokoh masyarakat dan tokoh agama Bukit Tudung yang turut menyambut kegiatan silaturahmi tersebut.


Kegiatan Jumat Keliling diharapkan dapat terus menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Polsek Tanah Abang Ingatkan Warga, Bakar Lahan Bisa Berujung Proses Hukum

Polsek Tanah Abang Ingatkan Warga, Bakar Lahan Bisa Berujung Proses Hukum


PALI –SiniNews.Com- Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Tanah Abang terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan patroli pencegahan pembukaan lahan dengan cara dibakar.


Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (6/11/2026), sekitar pukul 10.10 WIB hingga selesai.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., melalui personelnya, Bripka Reji Diansyah, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar, terlebih saat memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Selain berisiko menimbulkan kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga dapat berhadapan dengan konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan cara-cara yang lebih aman dan produktif dalam mengelola lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi perekonomian keluarga.


Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Karena itu, warga diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan.


Kegiatan sosialisasi dan patroli tersebut berakhir sekitar pukul 11.20 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.


Melalui kegiatan ini, Polsek Tanah Abang berharap kesadaran masyarakat Desa Pandan semakin meningkat sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tanah Abang dapat dicegah.(SN/Perry).

Share:

Respons Cepat Pemerintah Daerah,Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat yang Tertimpa Musibah.

 

Respons Cepat Pemerintah Daerah,Wujud Kepedulian Terhadap Masyarakat yang Tertimpa Musibah.


PALI- SiniNews.Com-- Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami musibah, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Bapak Asgianto, S.T., bersama Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Ibu Dwi Septaria, S.E., melalui Dinas Sosial Kabupaten PALI menyalurkan bantuan kepada warga Kelurahan Talang Ubi Timur yang rumahnya tertimpa pohon kayu.





Penyaluran bantuan dilaksanakan melalui Dinas Sosial Kabupaten PALI, di bawah koordinasi Kepala Dinas Sosial, Bapak Edy Irawan, S.E., M.Si., yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan dan jaminan Sosial Yepi Yulius, S.Sos beserta staf.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris TP PKK Kabupaten PALI, Ibu Lely Hartati, S.P.; Camat Talang Ubi, Bapak Atmo Maryono, S.H.; Ketua TP PKK Kecamatan Talang Ubi, Ibu Lesi Karmila, S.Kom.; Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, S.E., M.M., beserta staf kelurahan; Ketua TP PKK Kelurahan Talang Ubi Timur, Ibu Rita Mutia, S.E., beserta anggota; Ketua RT 14, Bapak Tri Susandi, Ibu RT, serta masyarakat setempat.


Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan bahan pokok dan perlengkapan rumah tangga, antara lain beras, mi instan, selimut, serta kebutuhan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah.


Pemerintah Kelurahan Talang Ubi Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati PALI, Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Sekretaris TP PKK Kabupaten PALI, serta Dinas Sosial Kabupaten PALI atas perhatian, kepedulian, dan respons cepat dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.


Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas pelayanan, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian, empati, dan tanggung jawab untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi musibah sendirian.


Gerak cepat, hadir dengan kepedulian, bekerja dengan ketulusan. Pemerintah hadir untuk masyarakat.(SN/Perry).

Share:

Berjibaku Bantu Atasi Kabut Asap, PEP Adera 24 Kali Terjun Padamkan Karhutla di PALI dan Muara Enim


Foto. Petugas Pertamina tengah berjibaku memadamkan api pada salah satu kejadian Karhutlah 


PALI. SININEWS.COM -- Warna biru perlahan kembali menghiasi langit Kabupaten PALI. Kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut selama beberapa bulan belakangan mulai menghilang setelah hujan jatuh di Bumi Serapat Serasan.


Selama musim kemarau tahun ini, langit PALI nyaris tak berwarna. Matahari menggantung samar, jarak pandang menyempit, dan udara membawa bau terbakar ke mana pun warga melangkah. Bernapas sempat menjadi kegiatan yang melelahkan.


Di balik kondisi menyesakkan itu, Tim Fire Fighting Pertamina EP Adera Field bekerja dalam senyap. Mereka berulang kali turun tangan membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Sejak Agustus hingga 30 Oktober 2026, PEP Adera Field telah menerjunkan tim pemadam kebakaran (fire fighting) sebanyak 24 kali untuk membantu penanganan karhutla di PALI dan Muara Enim. Lokasi tersebut meliputi Desa Purun Timur, Desa Abab, Desa Pengabuan Timur,  Desa Tanah Abang, dan lain-lain.


Pemadaman dilakukan bersama dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya.


"Di tengah upaya memenuhi kebutuhan energi nasional, PEP Adera Field juga berupaya selalu hadir serta memberi dampak positif terhadap masyarakat sekitar. Pemadaman karhutla dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu upaya pengamanan dan juga bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Manager PEP Adera Field Adam Syukron Nasution.


PEP Adera Field yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4) selalu menyiagakan Tim Fire Fighting untuk mengantisipasi kebakaran. Pada musim kemarau ini, tim tidak hanya memadamkan karhutla di sekitar fasilitas produksi, tetapi juga karhutla di dekat permukiman warga di sekitar wilayah operasi.


PEP Adera Field menyiagakan 10 orang petugas pemadam kebakaran yang terbagi dalam dua sif setiap hari. Selain itu, perusahaan juga menyiagakan tim Site Emergency Response (SERT) di kantor field serta di fasilitas-fasilitas produksi.


Tim didukung sejumlah armada dan alat pemadam kebakaran, seperti satu unit fire truck berkapasitas 7 ton air dan 1 ton foam, satu unit pompa pemadam kebakaran berjalan (trailer fire pump) 1.500 Gpm, tiga unit pompa pemadam kebakaran jinjing (portable fire pump) 500 Gpm, sembilan unit pompa pemadam kebakaran tanam (fix fire pump), serta kolam air di delapan titik fasilitas produksi.


Keikutsertaan PEP Adera Field dalam pemadaman karhutla mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar. “Kami Pemdes Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah abang mengucapkan terima kasih atas bantuan penyiraman kebakaran yang terjadi di perkebunan warga beberapa waktu yang lalu,” kata Kepala desa Tanah Abang Jaya M. Bambang Krisna.


Meski kabut asap mulai mereda seiring mulai turunnya hujan di sejumlah daerah di Sumatera Selatan, PEP Adera Field tidak mengendurkan kesiagaan. Perusahaan migas tersebut tetap menyiagakan personel dan peralatan pemadam kebakaran, baik untuk memastikan keamanan fasilitas produksi maupun mengantisipasi potensi karhutla. (*)

*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.  PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).*

Share:

Perkuat Akses dan Ekonomi Desa, Medco E&P Grissik Ltd. Bersama Masyarakat Perbaiki Jalan Sukamaju


Perkuat Akses dan Ekonomi Desa, Medco E&P Grissik Ltd. Bersama Masyarakat Perbaiki Jalan Sukamaju


Musi Banyuasin. SININEWS.COM -- Medco E&P Grissik Ltd (Medco E&P), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, terus  memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. 


Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), Medco E&P bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Sukamaju melakukan perbaikan akses jalan desa guna mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin pada Kamis 5 November 2026.


Kegiatan perbaikan yang dilaksanakan dengan bergotong-royong pada 2 November 2026 tersebut meliputi pengerasan badan jalan dengan dukungan alat berat dan pendampingan tim teknis perusahaan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas akses jalan, terutama saat musim hujan, sehingga mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar.


Kepala Desa Sukamaju, Alimun Hakim, mengapresiasi  dukungan Medco E&P dalam peningkatan infrastruktur desa. "Kami atas nama Pemerintah Desa Sukamaju dan seluruh masyarakat  berterima kasih serta apresiasi kepada Medco E&P Grissik Ltd. atas bantuan dan dukungan dalam peningkatan jalan desa ini. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat karena jalan merupakan akses penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar transportasi, dan mendukung kegiatan ekonomi warga. Kami berharap sinergi dan kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut," ujarnya.


Senior Manager Communications Medco E&P Leony Lervyn mengatakan, dukungan perbaikan jalan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasi. "Kami berharap kondisi jalan yang semakin baik dapat membantu kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta berbagai aktivitas ekonomi warga. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga dan memberikan manfaat berkelanjutan," kata Leony.


Melalui Program PPM, Medco E&P terus berupaya mendukung inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup warga di sekitar wilayah operasinya.(sn)

Share:

Ternyata SKK Migas Pelototi Eksplorasi dan Produksi Migas 24 Jam di Tempat Mirip Ruang Kontrol NASA


IOC Room (sumber AI)


Jakarta. SININEWS.COM -- Sebagai satuan kerja khusus pelaksanaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, SKK Migas pelototi setiap hari bahkan setiap detik selama 24 jam kegiatan eksplorasi dan produksi Migas nasional di ruangan IOC atau Integrated Operation Center di lantai 28 Gedung Wisma Mulia.


Pemantauan kegiatan eksplorasi dan produksi Migas secara nasional di ruang IOC diketahui saat puluhan jurnalis yang tergabung pada Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumatera Selatan mengunjungi kantor pusat SKK Migas pada Kamis 5 November 2026.


Dari keterangan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Bambang Dwi Djanuarto, bahwa IOC Room merupakan pusat pemantauan aktivitas produksi minyak dan gas bumi nasional secara real time. 


Melalui sistem terintegrasi itu, perkembangan produksi migas dapat dipantau langsung di ruangan yang mirip ruang kontrol NASA.


"Fungsi IOC sebagai pantau lifting nasional. Bahkan, gangguan operasional maupun kebocoran di lapangan diharapkan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya bisa segera dilakukan,” kata Bambang.



Ia berharap keberadaan sistem pemantauan tersebut dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus membantu pencapaian target produksi yang telah ditetapkan pemerintah.


Sementara itu, Tim PPF SKK Migas, Yogi, dalam pemaparan menjelaskan bahwa IOC Room dibangun sebagai sistem terintegrasi untuk memantau berbagai aktivitas operasional produksi migas. Sistem tersebut mulai dibangun pada 2019 dan dapat diakses secara daring oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.


Menurut Yogi, sistem ini tidak hanya memudahkan pemantauan, tetapi juga mempercepat koordinasi antarpihak dalam mengawasi kegiatan produksi. IOC Room memungkinkan pemantauan proses produksi migas mulai dari aktivitas operasional hingga hasil produksi yang siap dijual. Sistem itu juga telah terkoneksi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


Yogi menyatakan, jika sebelumnya pemantauan produksi lebih banyak mengandalkan laporan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), kini SKK Migas terus mengembangkan sistem agar data produksi dari seluruh KKKS dapat terintegrasi dan diakses secara real time.


"Dengan pengembangan tersebut, data produksi migas diharapkan dapat dipantau dan dikendalikan setiap hari secara lebih cepat dan akurat," ujarnya.


Dalam pemaparan itu disampaikan bahwa produksi migas nasional saat ini mendekati 600 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 7.000 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Untuk mendukung peningkatan produksi, terdapat 832 kegiatan eksplorasi dan produksi yang direncanakan sepanjang tahun ini. Namun, hingga saat ini realisasinya baru mencapai sekitar 500 kegiatan.


Kunjungan FJM Sumsel ini menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk memahami secara langsung pemanfaatan teknologi oleh SKK Migas dalam mengawasi kegiatan produksi migas nasional serta mendukung pencapaian target produksi.(sn)

Share:

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

 


Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim



TAIWAN- SININEWS.COM- Pada tahun 2026 ini gelombang panas ekstrem terus melanda berbagai belahan dunia, dengan suhu yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di sejumlah wilayah, termasuk di Taiwan.


Dampaknya turut mengganggu kesehatan masyarakat, pasokan energi, dan aktivitas perekonomian. Taiwan juga menghadapi berbagai risiko perubahan iklim, termasuk suhu panas ekstrem, curah hujan tinggi, dan topan.


Perubahan iklim kini telah menjadi tantangan bersama yang membawa implikasi mendalam terhadap stabilitas sosial, pembangunan industri, dan ketahanan nasional. Dalam konteks ini, tata kelola iklim global kini bergerak melampaui sekadar perumusan target dan komitmen menuju implementasi yang konkret.


Pada pertemuan Konferensi Para Pihak ke-31 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP31) tahun ini, para peserta akan menekankan prinsip dialog, konsensus, dan aksi nyata, sekaligus mendorong penerjemahan berbagai komitmen menjadi hasil yang konkret dan dapat dipantau.


Meskipun Taiwan bukan merupakan pihak dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Taiwan tetap berupaya menjalankan tata kelola iklim dengan berpedoman pada semangat Persetujuan Paris.


Setelah menyampaikan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) untuk tahun 2035 pada 2025, Taiwan kini mulai menerjemahkan target pengurangan emisi ke dalam langkah-langkah nyata yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah.


Menyelaraskan dengan Norma Internasional


Pasal 4 Persetujuan Paris mengamanatkan negara-negara pihak untuk secara bertahap memperkuat rencana mitigasi serta memenuhi kontribusi yang ditetapkan Secara Nasional.


Sementara itu kerangka kerja transparansi yang diperkuat sebagaimana diatur dalam Pasal 13 mengharuskan penyediaan informasi yang konsisten dan

dapat ditelusuri guna menilai kemajuan pelaksanaan aksi iklim.


Sejalan dengan norma-norma internasional tersebut, tahun ini Taiwan secara resmi mengesahkan Program Aksi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Tahap Ketiga untuk enam sektor, yang mencakup periode 2026-2030.


Program ini meliputi sektor energi, manufaktur, bangunan tempat tinggal dan komersial, transportasi, pertanian, dan lingkungan. Di dalamnya tercakup 20 rencana aksi mitigasi unggulan, target emisi tahunan, dan 63 indikator kinerja.


Program tersebut juga mengintegrasikan sasaran mitigasi nasional ke dalam kebijakan masing-masing sektor serta memungkinkan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap tahun.


Taiwan juga menunjukkan bahwa pada 2024, emisi gas rumah kaca bersih tercatat 6,59 persen lebih rendah dibandingkan tingkat emisi pada 2005. Penurunan tersebut berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.


Dalam periode yang sama, produk domestik bruto (PDB) riil terus mengalami pertumbuhan, sementara intensitas emisi karbon dioksida menurun sebesar 48,59 persen. Hal ini menunjukkan adanya proses pemisahan secara bertahap antara pertumbuhan ekonomi dan emisi karbon (decoupling).


Dalam aspek transparansi, Taiwan mengacu pada kerangka dan pedoman yang

direkomendasikan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) serta Persetujuan Paris.


Taiwan secara berkala mempublikasikan berbagai dokumen terkait, termasuk Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC), Laporan Transparansi Dua Tahunan, dan Laporan Inventarisasi Nasional sesuai dengan praktik pelaporan internasional.


Mendorong Target Emisi Nol Bersih dan Nol Limbah


Untuk mempercepat transisi industri hijau, Taiwan mulai memberlakukan pemungutan biaya karbon pada tahun ini sebagai bagian dari upaya menjadikan penetapan harga karbon sebagai instrumen kebijakan utama dalam mendorong dekarbonisasi sektor industri.


Mekanisme pemungutan ini dikaitkan dengan rencana pengurangan emisi secara sukarela serta pemberian tarif khusus yang lebih rendah guna mendorong perusahaan mengintegrasikan upaya pengurangan emisi ke dalam keputusan investasi dan kegiatan operasional mereka.


Pada tahun pertama penerapannya, pemungutan biaya karbon telah menghasilkan pendapatan sebesar NT$4,97 miliar. Seluruh penerimaan tersebut dialokasikan ke dalam Dana Pengelolaan Gas Rumah Kaca, yaitu dana khusus yang diperuntukkan bagi upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan adaptasi perubahan iklim.


Melalui berbagai instrumen, seperti subsidi, pembiayaan dan pembagian risiko, Taiwan berupaya mendorong keterlibatan modal swasta yang lebih besar dalam mendukung transisi menuju emisi nol bersih. Tahap berikutnya, Taiwan akan mengembangkan sistem perdagangan emisi berbasis batas emisi secara bertahap.


Sistem ini akan dikenal sebagai Taiwan Emissions Trading System (TW-ETS) yang diarahkan untuk membentuk kerangka penetapan harga karbon yang lebih beragam, dengan mekanisme biaya karbon dan Sistem Perdagangan Emisi (ETS) berjalan secara berdampingan.


Baru-baru ini Inggris mengakui biaya karbon Taiwan sebagai salah satu skema penetapan harga karbon yang memenuhi persyaratan dalam Mekanisme Penyesuaian Karbon Perbatasan (Carbon Border Adjustment Mechanism).


Pengakuan ini memungkinkan produk-produk Taiwan yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh pengurangan kewajiban pembayaran karbon sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat keterkaitan antara kerangka penetapan harga karbon Taiwan dan sistem internasional.


Tahun ini Taiwan telah menyelesaikan revisi Undang-Undang Promosi Sirkularitas Sumber Daya dan Undang-Undang Pengelolaan Limbah. Perubahan ini menggeser pendekatan pengelolaan dari penanganan limbah pada tahap akhir menuju tata kelola yang mencakup seluruh siklus hidup produk.


Pemerintah Taiwan telah mengidentifikasi delapan bidang utama ekonomi sirkular, yaitu pangan, plastik, tekstil, kesehatan, konstruksi, elektronik, sumber daya anorganik, dan industri sirkular.


Saat ini, terdapat 69 perusahaan terbuka yang bergerak di sektor ekonomi sirkular, dengan total pendapatan tahunan melampaui NT$1 triliun. Ini menunjukkan bahwa ekonomi sirkular semakin berkembang menjadi sektor industri hijau dengan skala usaha yang signifikan.


Melalui regulasi, kolaborasi industri, dan inovasi digital, Taiwan berupaya mempercepat sirkularitas sumber daya dan mewujudkan nol limbah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku primer dan menekan beban emisi karbon.


Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan sumber daya, meningkatkan resiliensi rantai pasok, serta memperkuat daya saing industri hijau Taiwan di tingkat global.


Memperkuat Ketahanan Iklim


Pada COP30, para peserta mengadopsi Indikator Adaptasi Belém (Belém Adaptation Indicators) guna mendorong pencapaian Tujuan Global untuk Adaptasi (Global Goal on Adaptation) melalui aksi nyata yang terukur dan dapat dipantau.


Sebagai respons terhadap meningkatnya risiko suhu panas ekstrem, tahun ini Taiwan menggunakan skenario gelombang panas dengan suhu mencapai 40°C sebagai dasar untuk mengembangkan strategi adaptasi lintas kementerian.


Langkah ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi di berbagai sektor, termasuk kesehatan masyarakat, energi, transportasi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.


Selain itu, atas arahan Presiden Lai Ching-te, Taiwan telah membentuk Komite Promosi Hutan Perkotaan tingkat nasional untuk mendorong pelaksanaan Program Nasional Pengembangan Tutupan Hijau. Inisiatif ini menempatkan pengembangan hutan perkotaan sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan nasional.


Program ini juga mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh LiDAR, teknologi digital twin tiga dimensi (3D), serta data iklim mikro untuk mengidentifikasi secara akurat titik-titik rawan panas dan area yang masih kekurangan tutupan peneduh.


Taiwan juga akan menyusun Undang-Undang Hutan Perkotaan yang bertujuan mendorong sertifikasi tenaga profesional di bidang pemeliharaan dan perlindungan pohon, sekaligus mengembangkan pemanfaatan kayu secara sirkular dengan nilai tambah yang lebih tinggi.


Melalui optimalisasi sumber daya perusahaan dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dorongan partisipasi masyarakat, Taiwan akan mengembangkan kawasan percontohan berbasis lokal.


Menggerakkan Partisipasi Masyarakat Menuju Emisi Nol Bersih.


Pembukaan Persetujuan Paris menekankan pentingnya mempertimbangkan prinsip transisi tenaga kerja yang berkeadilan, termasuk penciptaan pekerjaan yang layak dan berkualitas.


Dalam beberapa tahun terakhir, Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim juga terus mengembangkan pembahasan mengenai energi, industri, ketenagakerjaan, serta dimensi sosial dalam proses transisi.


Pada COP30, para peserta mendorong pengembangan mekanisme terkait transisi yang berkeadilan dengan memperkuat kerja sama internasional, bantuan teknis,

peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan.


Taiwan menjadikan prinsip tidak meninggalkan siapa pun sebagai landasan utama dalam proses transisi menuju emisi nol bersih. Untuk itu Taiwan telah membangun dasar tata kelola yang mengakomodasi prinsip transisi berkeadilan melalui Undang-Undang Respons Perubahan Iklim (Climate Change Response Act).


Dalam rangka mewujudkan transisi yang berkeadilan sekaligus melaksanakan kebijakan pengurangan emisi karbon, tahun ini Taiwan menyelenggarakan konsultasi dengan para pemangku kepentingan pada sektor energi, manufaktur, bangunan tempat tinggal dan komersial, transportasi, pertanian, serta lingkungan.


Tahun ini Taiwan juga memanfaatkan Dana Pengelolaan Gas Rumah Kaca untuk mengintegrasikan kapasitas lintas sektor serta memberikan dukungan kepada pekerja, industri, daerah, dan kelompok masyarakat yang terdampak oleh proses transisi.


Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengembangan tenaga kerja terampil di sektor hijau (green-collar workforce), transisi rendah karbon bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlindungan kelompok rentan, peningkatan partisipasi masyarakat lokal, serta penguatan tata kelola transisi yang berkeadilan.


Memperkuat Kemitraan Global untuk Merumuskan Solusi Iklim.


Pasal 6 Persetujuan Paris mendorong kerja sama sukarela guna meningkatkan ambisi dalam aksi iklim sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dengan berlandaskan prinsip integritas lingkungan, transparansi, dan pencegahan penghitungan ganda.


Seiring dengan mulai diterapkannya berbagai mekanisme terkait, kerja sama iklim internasional semakin berkembang, tidak lagi terbatas pada dialog kebijakan, tetapi juga mencakup proyek mitigasi, kerja sama teknologi, pengembangan kapasitas, serta investasi.


Berbagai bentuk kerja sama tersebut menjadi jalur penting untuk mempercepat implementasi Persetujuan Paris, dan Taiwan terus mengembangkan diplomasi iklim melalui langkah-langkah nyata dan pendekatan pragmatis.


Tahun lalu Taiwan menandatangani MoU mengenai kerja sama berdasarkan Persetujuan Paris dengan Paraguay, negara yang memiliki hubungan diplomatic dengan Taiwan. Saat ini, kedua negara tengah melaksanakan 12 rencana aksi di bidang tata kelola lingkungan.


Kerja sama tersebut merupakan wujud nyata kontribusi terhadap aksi iklim global dan kolaborasi lingkungan melalui berbagi teknologi, dialog antargenerasi muda, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai ekonomi sirkular.


Taiwan akan terus memperkuat kemitraan internasional melalui keterlibatan yang pragmatis, memberikan kontribusi konkret, serta berbagi pengalaman dalam proses transisi menuju emisi nol bersih.


Taiwan juga mengharapkan dukungan internasional agar dapat berpartisipasi secara bermakna dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim dan berbagai upaya tata kelola iklim global.


Taiwan siap bekerja sama dengan berbagai negara untuk menerjemahkan komitmen iklim menjadi aksi konkret serta bersama-sama mewujudkan masa depan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan menuju emisi nol bersih.(Red).

Share:

Berhasil Boyong Juara I Lomba Desa se-Sumsel, Bupati PALI Komitmen Berikan Tambahan Dana Terhadap Desa Babat


Berhasil Boyong Juara I Lomba Desa se-Sumsel, Bupati PALI Komitmen Berikan Tambahan Dana Terhadap Desa Babat 



PALI. SININEWS.COM -- Komitmen memberikan reward atau bonus sebagai penambah motivasi untuk terus berinovasi, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto ST menyatakan siap menambah dana kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Babat Kecamatan Penukal.


Reward tambahan dana kepada Desa Babat tersebut diberikan Bupati PALI sebagai apresiasi Pemkab PALI karena Pemdes tersebut telah berhasil memboyong prestasi sebagai juara pertama lomba Desa se-Sumatera Selatan.



"Selamat untuk Desa Babat yang telah meraih prestasi ini. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten PALI." ucap Bupati saat menerima Kepala Desa Babat dan jajarannya belum lama ini.


Apresiasi tersebut menurut Bupati PALI diharapkan menambah semangat Desa Babat untuk terus berinovasi dan menjadi motor penggerak bagi desa lain.


"Harapannya prestasi ini tidak membuat desa berpuas diri, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Bahkan, Desa Babat didorong mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkat nasional. Dan kedepan prestasi ini bisa menular ke desa lainnya," harap Bupati.



Menurut Bupati bahwa prestasi yang telah dicapai bukan hanya mengangkat dan mengharukan nama desa tetapi seluruh masyarakat kabupaten PALI juga bangga.


"Pesan saya agar prestasi serupa bisa diraih pada lomba atau ajang yang lebih tinggi yakni kedepan ada lomba tingkat nasional. Apabila prestasi tersebut bisa kembali di raih, bukan hanya PALI yang dikenal juga nama provinsi juga ikut terangkat karena Desa Babat akan mewakili Sumsel pada ajang tingkat nasional," tutupnya. (sn/adv)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts