PEMERINTAH KABUPATEN PALI GERAK CEPAT SALURKAN BANTUAN KEPADA WARGA SAKIT MENAHUN DI TALANG UBI TIMUR


PEMERINTAH KABUPATEN PALI GERAK CEPAT SALURKAN BANTUAN KEPADA WARGA SAKIT MENAHUN DI TALANG UBI TIMUR


PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan respons cepat dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Di bawah kepemimpinan Bupati PALI Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH, bantuan segera disalurkan kepada warga Kelurahan Talang Ubi Timur yang menderita sakit menahun.

Adapun warga yang menerima bantuan tersebut adalah Ibu Sumini yang berusia kurang lebih 100 tahun dan Bapak Badi berusia 61 tahun, yang selama ini mengalami kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Bapak Edy Irawan, SE., M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang beserta staf. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Talang Ubi, Bapak Atmo Maryono, SH, Ketua TP PKK Kecamatan beserta tim pokja, Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, SE., MM, Ketua TP PKK Kelurahan, serta jajaran staf kelurahan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang membutuhkan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI melalui instansi terkait juga akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna menindaklanjuti penanganan kondisi kesehatan kedua warga tersebut agar mendapatkan pelayanan yang optimal.

Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga, khususnya yang berada dalam kondisi kurang mampu dan membutuhkan perhatian khusus. (SN/PERRY)

Share:

Timbangan Digital dan Uang Tunai Rp400 Ribu Perkuat Status Pengedar di 5 Ulu Palembang

Timbangan Digital dan Uang Tunai Rp400 Ribu Perkuat Status Pengedar di 5 Ulu Palembang



PALEMBANG. SININEWS.COM— Polda Sumatera Selatan melalui Satresnarkoba Polrestabes Palembang berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dengan menangkap seorang tersangka di kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.


Tersangka berinisial F (44), seorang wiraswasta, diamankan setelah petugas menemukan dua paket sabu seberat bruto 2,52 gram yang disimpan dalam dompet kecil warna merah di sisi tempat duduknya. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan tersangka positif narkotika.


Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim Unit 7 Satresnarkoba melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tersangka di tempat kejadian.


Dari hasil penggeledahan, petugas turut menyita satu unit timbangan digital, pipet plastik berbentuk sekop, plastik klip kosong, satu unit telepon genggam, serta uang tunai sebesar Rp400.000 yang diduga hasil transaksi narkotika. Barang bukti tersebut menguatkan bahwa tersangka berperan sebagai pengedar aktif.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa bukti yang ditemukan menunjukkan aktivitas peredaran narkotika. “Keberadaan timbangan digital, alat kemas, dan uang tunai bersama sabu membuktikan tersangka merupakan pengedar aktif. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan di atasnya,” tegasnya.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga keamanan masyarakat. “Polda Sumatera Selatan memastikan setiap wilayah berada dalam pengawasan aktif. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mengungkap kasus narkotika,” ujarnya.


Saat ini penyidik Satresnarkoba Polrestabes Palembang masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan pemasok serta melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Polda Sumatera Selatan menegaskan akan terus meningkatkan intensitas penegakan hukum terhadap peredaran narkotika guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.(SN/PERRY)

Share:

DPRD PALI Gelar Rapat Paripurna, Bupati Jabarkan Langkah Strategi Optimalisasi PAD


DPRD PALI Gelar Rapat Paripurna, Bupati Jabarkan Langkah Strategi Optimalisasi PAD



‎PALI. SININEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Rapat Paripurna ke-4 dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Senin (13/04/2026).



‎Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., tersebut dihadiri oleh 24 anggota dewan. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan BUMD/BUMN, serta unsur organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI.



‎Dalam pidatonya, Bupati PALI, Asgianto, S.T., mengawali dengan permohonan maaf atas keterlambatan jadwal sidang dikarenakan agenda kuliah umum tenaga kesehatan yang berlangsung di waktu bersamaan. Memasuki substansi jawaban, Bupati menyoroti langkah strategis dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).



‎“Kami terus mendorong kolaborasi melalui optimalisasi pajak daerah pada sektor potensial, seperti pariwisata melalui Festival Seni Bumiayu, pajak makan-minum, perhotelan, hingga sektor pertanian melalui Rumah Potong Hewan (RPH),” ujar Asgianto.



‎Bupati juga membanggakan prestasi Kabupaten PALI yang meraih Juara II tingkat Provinsi dalam program percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Inovasi seperti pembayaran melalui QRIS Dinamis menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola perpajakan agar lebih akuntabel dan transparan.



‎Menanggapi pandangan Fraksi PAN dan Fraksi PDI Perjuangan, Bupati menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi belanja dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu prioritas fisik yang tengah dikejar adalah penyelesaian gedung RSUD Talang Ubi Haji Anwar Mail melalui dukungan dana pusat.



‎Sementara itu, menjawab kekhawatiran Fraksi Golkar mengenai serapan belanja yang terkesan rendah, Bupati memberikan klarifikasi teknis. Ia menjelaskan adanya penundaan pembayaran sebesar 5 persen (sekitar Rp55,07 miliar) kepada pihak ketiga sebagai langkah preventif.



‎“Ini inisiatif kami untuk mengantisipasi jika ada temuan hasil audit BPK. Kita tahan dulu hingga LHP BPK keluar. Kami ingin menciptakan pemerintahan yang tertib administrasi sesuai instruksi Kejaksaan dan BPK,” tegasnya.



‎Di hadapan anggota dewan, Bupati memaparkan data menggembirakan mengenai kondisi ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi PALI pada triwulan ketiga tercatat di angka 5,72%, melampaui angka nasional yang berada di level 5,1%.



‎“Pendapatan kita menunjukkan tren positif (YoY). Jika Januari 2025 berada di angka Rp4,9 miliar, pada Januari 2026 naik menjadi Rp6,8 miliar. Februari pun melonjak dari Rp24 miliar di tahun lalu menjadi Rp38 miliar di tahun 2026,” tambahnya dengan optimis.



‎Terkait masukan dari Fraksi Gabungan Bintang Nurani Umat mengenai hubungan eksekutif-legislatif dan isu infrastruktur, Bupati memastikan bahwa aspirasi pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan gorong-gorong di Penukal Utara, terus dikawal.



‎“Untuk urusan kewenangan provinsi, kami sudah bersurat secara resmi. Jika tetap lambat, akan terus kita tindaklanjuti demi kepentingan masyarakat,” katanya.



‎Menutup rangkaian sidang, Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, mengapresiasi jawaban komprehensif dari pihak eksekutif. Ia menyatakan bahwa pembahasan akan dilanjutkan ke tahap yang lebih mendalam.



‎“Rapat hari ini dinyatakan selesai dan kami skors hingga Senin, 20 April 2026 mendatang. Waktu ini diberikan kepada Panitia Khusus (Pansus) untuk melakukan pembahasan mendalam terhadap LKPJ Bupati TA 2025,” pungkas Firdaus seraya mengetuk palu sidang.(SN/PERRY)

Share:

Perang AS - Iran Merubah Arus Lenskap Dunia, Posisi Indonesia Di Bawah Kepemimpinan Prabowa - Gibran?


Perang AS - Iran Merubah Arus Lenskap  Dunia, Posisi Indonesia Di Bawah Kepemimpinan Prabowa - Gibran?


Oleh: Firdaus

(Ketua Umum SMSI)


Di bawah langit Teheran yang muram, retorika perang bukan lagi sekadar gertakan di meja diplomasi.


Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kini telah bergeser dari perang proksi menjadi konfrontasi langsung yang dianggap sebagai sebuah keniscayaan sejarah. Bagi para pendukungnya, Iran bukan lagi sekadar negara yang mempertahankan kedaulatan, melainkan simbol perlawanan global—sebuah representasi harga diri "kaum mustadaafin" yang berdiri tegak melawan dominasi negara-negara Amerika dan Israel.


Perang ini melampaui hitungan kalah atau menang di medan tempur. Di mata dunia ketiga, Teheran muncul sebagai kekuatan yang berani menantang standar ganda Washington.


Sementara AS terus menggaungkan nilai-nilai demokrasi, agresi militer dan sanksi ekonomi yang mereka lancarkan terhadap negara-negara berkembang sering kali dilihat sebagai upaya melanggengkan hegemoni yang mencekik.


Beban Dunia Ketiga: Kemiskinan di Balik Mesiu. Di tengah deru mesin perang, realitas pahit menghantui negara-negara dunia ketiga. Data terbaru dari World Bank (per September 2025) menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrem global masih menjadi luka yang belum mengering.


808 juta Jiwa, diperkirakan hidup dalam kemiskinan ekstrem di seluruh dunia pada tahun 2025, dengan mayoritas berada di wilayah yang rentan konflik.

Sub-Sahara Afrika: Menjadi wilayah dengan beban terberat, di mana sekitar 46% populasinya hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem.


Garis Kemiskinan Baru: Standar kemiskinan internasional kini dinaikkan menjadi US$ 3,00 per hari (setara dengan sekitar Rp47.000), yang menyebabkan lonjakan data statistik penduduk miskin di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kesenjangan ini menjadi bahan bakar ideologis bagi Iran untuk memosisikan dirinya sebagai pembela mereka yang terpinggirkan oleh sistem ekonomi global yang didominasi Barat.


Peta Keberpihakan di Timur Tengah

Konflik ini telah membelah kawasan Timur Tengah menjadi dua kamp besar. Di satu sisi, Iran membangun jaringan "Poros Perlawanan," sementara di sisi lain, AS memperkuat aliansi strategisnya.


Bagi dunia ketiga, peperangan ini bukan sekadar urusan geopolitik, melainkan ujian bagi tatanan dunia yang dianggap sudah usang dan tidak adil. Iran, dengan segala risikonya, telah memilih untuk menjadi martir dalam narasi perlawanan terhadap hegemoni global.


Ketika usai perang dunia kedua, Soekarno Hatta mampu menempatkan Indonesia di posisi strategis, ditengah arus pusaran perubahan lenskap dunia  saat ini, dimana posisi Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo - Gibran. (sn) 

Share:

Penghargaan untuk 48 Personel, Polda Sumsel Dorong Budaya Kerja Prestasi dan Profesionalisme

Penghargaan untuk 48 Personel, Polda Sumsel Dorong Budaya Kerja Prestasi dan Profesionalisme



PALEMBANG. SiniNews.Com — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin Apel Pemberian Penghargaan kepada personel berprestasi di Lapangan Apel Mapolda Sumsel, Senin (13/4/2026) pukul 07.00 WIB. Sebanyak 48 personel dari berbagai satuan menerima penghargaan atas kinerja luar biasa di bidang penegakan hukum, pengabdian internasional, pelayanan kemanusiaan, hingga prestasi olahraga.


Apel dihadiri Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., serta seluruh Pejabat Utama Polda Sumsel dan jajaran. Kegiatan berlangsung khidmat melalui rangkaian upacara, pembacaan keputusan, hingga arahan Kapolda.


Penghargaan diberikan kepada tujuh kelompok personel berprestasi. Personel Ditreskrimsus diapresiasi atas keberhasilan mengungkap penyelewengan pupuk subsidi. Personel Ditpamobvit mendapat penghargaan atas penugasan internasional dalam Misi MONUSCO Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo. Selain itu, personel Bidhumas, Polrestabes Palembang, Polres OKU Selatan, Polres Empat Lawang, serta atlet taekwondo Polda Sumsel juga menerima penghargaan atas capaian masing-masing.


Pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari kebijakan Kapolda Sumsel yang menetapkan April hingga Juni sebagai bulan bakti dan prestasi kepolisian. Langkah ini sejalan dengan program Presisi Polri yang diinisiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa apel penghargaan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen dan soliditas personel. “Tugas kepolisian adalah amanah dan ladang pengabdian. Setiap pelaksanaan tugas harus dilandasi integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.


Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Kapolda Sumsel memberikan kuota ibadah umrah secara pribadi kepada sepuluh personel yang akan diundi dari penerima penghargaan. Kebijakan ini mencerminkan perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan dan motivasi personel.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota. “Ini adalah bentuk nyata bahwa setiap prestasi dan pengabdian personel mendapat apresiasi dari institusi. Kami berharap hal ini mendorong semangat kerja yang lebih baik di seluruh jajaran,” ujarnya.


Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kerja berprestasi dan profesional sebagai bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat serta penguatan institusi Polri yang Presisi.(SN/Perry)

Share:

Polisi Pasang Police Line, Gorong-Gorong Amblas di Jalur Penghubung PALI–Muba

Polisi Pasang Police Line, Gorong-Gorong Amblas di Jalur Penghubung PALI–Muba



PALI. SININEWS.COM — Gorong-gorong di jalan lintas Simpang Belimbing–Sekayu, tepatnya di Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dilaporkan amblas, Sabtu (11/4/2026).Peristiwa tersebut mengakibatkan separuh badan jalan mengalami kerusakan dan tidak dapat dilalui kendaraan bermuatan berat.

Jalan yang terdampak merupakan jalur provinsi penghubung antara Kabupaten PALI dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sehingga kejadian ini langsung mendapat respons cepat dari jajaran Polsek Penukal Utara dengan melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Kapolsek Penukal Utara, IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera memerintahkan personel piket untuk memasang garis polisi di lokasi guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kami langsung memerintahkan personel untuk melakukan pemasangan police line pada gorong-gorong yang amblas serta memberikan imbauan kepada pengendara, khususnya kendaraan bermuatan berat, agar tidak melintas di lokasi tersebut,” ujar IPTU Budi Anhar.

Selain pemasangan garis polisi, personel lalu lintas juga melakukan langkah tambahan dengan memasang water barrier di sekitar lokasi jalan yang amblas sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari dan saat arus kendaraan meningkat.

Ia menambahkan, kondisi kerusakan gorong-gorong memiliki ukuran sekitar 3 meter lebar dan 2,5 meter panjang, yang menyebabkan separuh badan jalan mengalami penurunan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan Polsek Sungai Keruh, Polres Musi Banyuasin, untuk mengalihkan arus kendaraan berat melalui jalur alternatif.

 “Untuk kendaraan bermuatan berat seperti truk dan mobil fuso kami arahkan memutar melalui Desa Sungai Dua, Desa Tempirai, dan Desa Air Hitam guna menghindari risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat jenis minibus masih diperbolehkan melintas secara terbatas dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Berdasarkan keterangan di lapangan, gorong-gorong tersebut sebelumnya telah mengalami retak-retak dan penurunan badan jalan dalam waktu cukup lama. Faktor usia bangunan yang sudah tua serta tingginya mobilitas kendaraan bermuatan berat diduga menjadi penyebab utama amblasnya struktur tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif, dengan petugas kepolisian masih melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.(SN/PERRY)

Share:

Skandal BNI Aek Nabara Mengguncang, Kerugian Jemaat Capai Rp28 Miliar


Skandal BNI Aek Nabara Mengguncang, Kerugian Jemaat Capai Rp28 Miliar


MEDAN. SININEWS.COM — Dugaan penipuan dan penggelapan dana yang melibatkan mantan Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, terus bergulir dan memicu perhatian luas. Credit Union Paroki Aek Nabara (CU-PAN) secara resmi meminta pemerintah dan lembaga penegak hukum mengawal kasus ini hingga tuntas.


Permintaan tersebut disampaikan kuasa hukum Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara dari Kantor Advokat Gani Djemat & Partners dalam konferensi pers di Aula Gereja Katedral Medan, Jumat (10/4/2026).


Dalam keterangannya, tim kuasa hukum menyebut kerugian yang dialami CU-PAN mencapai lebih dari Rp28 miliar. Kerugian tersebut diduga berasal dari praktik investasi ilegal yang ditawarkan tersangka sejak 2019 melalui produk fiktif bernama “BNI Deposito Investment” dengan imbal hasil 8 persen per tahun.


“Dari total kerugian tersebut, pihak BNI baru mengembalikan sekitar Rp7 miliar. Nilai ini jauh dari jumlah kerugian yang dialami klien kami,” ujar kuasa hukum.


Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga memanfaatkan fasilitas resmi perbankan, termasuk layanan penjemputan dana (pick up service), serta meminta tanda tangan nasabah pada formulir kosong yang kemudian diisi sepihak. Untuk meyakinkan korban, tersangka juga memberikan bilyet deposito palsu dan secara berkala mentransfer dana seolah-olah sebagai bunga investasi.


Praktik ini berlangsung selama bertahun-tahun dan menghasilkan sedikitnya 22 bilyet deposito dengan nilai lebih dari Rp22 miliar. Selain itu, dana dari rekening paroki, pastor, hingga jemaat turut terdampak dengan total tambahan sekitar Rp6,2 miliar.


Kasus ini mulai terungkap pada 6 Februari 2026 saat CU-PAN berencana mencairkan dana Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Namun, pencairan gagal dilakukan, dan tersangka justru meminta bilyet deposito asli dengan alasan pembaruan, yang diduga kemudian disalahgunakan.


Pada 23 Februari 2026, pihak BNI menyatakan bahwa produk “BNI Deposito Investment” bukan merupakan produk resmi bank. Selanjutnya, tersangka ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara pada 6 Maret 2026 dan ditangkap pada 30 Maret 2026 setelah sempat melarikan diri ke luar negeri.


Kuasa hukum menilai kasus ini menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan internal perbankan. Berdasarkan prinsip tanggung jawab korporasi, BNI dinilai wajib bertanggung jawab atas kerugian nasabah akibat perbuatan pegawainya.


Namun demikian, pihak kuasa hukum menilai BNI belum menunjukkan transparansi dalam proses penyelesaian, termasuk dalam verifikasi kerugian yang disebut dilakukan secara sepihak.


Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara secara tegas menolak penggantian kerugian sebesar Rp7 miliar. Mereka menilai langkah tersebut tidak mencerminkan itikad baik dan tidak memenuhi prinsip kepercayaan dalam sektor perbankan.


Selain itu, muncul dugaan adanya upaya pembatasan informasi kepada publik terkait kasus ini. Kuasa hukum menyebut adanya imbauan agar umat tidak menyebarluaskan kasus tersebut di media sosial maupun melalui konferensi pers.


Dalam langkah selanjutnya, tim kuasa hukum menyatakan akan menempuh seluruh jalur hukum guna memastikan pengembalian dana secara penuh serta mendorong transparansi dalam penanganan kasus.


Mereka juga mendesak manajemen BNI untuk segera menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan seluruh dana nasabah tanpa pengecualian, mengingat dana tersebut merupakan harapan hidup ribuan umat yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.(sn)

Share:

Sindiran “Bupati Paok” Picu Reaksi Keras, Bursah Zarnubi: Jangan Remehkan Program Tebat untuk Rakyat


Sindiran “Bupati Paok” Picu Reaksi Keras, Bursah Zarnubi: Jangan Remehkan Program Tebat untuk Rakyat



Lahat. SININEWS.COM – Suasana politik di Kabupaten Lahat memanas setelah pernyataan kontroversial dilontarkan oleh Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Harlin Kurniawansyah, dalam kegiatan reses tahap II dapil VI tahun sidang 2026, Jumat (10/4). Dalam forum tersebut, ia menyebut Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, dengan istilah “Bupati Paok” (kolam), yang langsung menyulut perhatian dan reaksi publik.



Tak tinggal diam, Bursah Zarnubi merespons dengan nada tegas. Ia menyayangkan pernyataan yang dinilai bernuansa merendahkan program strategis daerah yang justru tengah digencarkan untuk kepentingan masyarakat luas.



“Saya tidak tahu apa maksudnya disebut seperti itu. Tapi yang jelas, program tebat ini bukan bahan sindiran. Ini program serius, hasil kajian, dan punya tujuan besar untuk rakyat,” tegasnya.



Bursah menekankan bahwa pengembangan tebat bukan sekadar proyek biasa, melainkan langkah konkret untuk mengangkat potensi lokal yang selama ini terbengkalai. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai ironi, karena daerah yang kaya sumber daya justru masih bergantung pada pasokan ikan dari luar.



“Potensi kita besar, tapi belum dimaksimalkan. Masa kita terus bergantung pada daerah lain seperti Lubuklinggau? Ini yang sedang kita benahi,” ujarnya.



Lebih jauh, Bursah menegaskan bahwa program tebat memiliki dampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat bawah. 


Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kearifan lokal yang selama ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lahat.

Di tengah polemik ini, Bursah mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak terjebak dalam narasi yang melemahkan pembangunan. 


Ia justru mengajak semua pihak, termasuk legislatif, untuk menunjukkan sikap konstruktif.

“Kalau ingin kritik, silakan. Tapi jangan sampai merendahkan program yang jelas-jelas untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya lagi.



Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, turut memperkuat pernyataan dengan menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto.



“Ini bukan sekadar program daerah. Pengembangan pangan hewani seperti ikan juga masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN), jadi jelas arahnya,” ujarnya.



Di tengah ketegangan ini, masyarakat berharap polemik tidak berujung konflik berkepanjangan. Justru, momentum ini diharapkan menjadi tamparan bagi para elit politik untuk lebih fokus pada kerja nyata dibanding retorika yang memicu kontroversi.



Dengan potensi alam yang melimpah, Pemerintah Kabupaten Lahat optimistis program tebat mampu menjadi tulang punggung ekonomi baru—asal tidak terus dijadikan bahan sindiran politik yang kontraproduktif. (sn)

Share:

Sekda Sumsel Edward Candra Pastikan Layanan Tetap Optimal, Sidak Dinas PMPTSP di Hari Pertama WFH


Sekda Sumsel Edward Candra Pastikan Layanan Tetap Optimal, Sidak Dinas PMPTSP di Hari Pertama WFH


Palembang. SININEWS.COM – Hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Sekretaris Daerah Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H. melakukan peninjauan langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Jumat (10/04/2024).


Peninjauan ini dilakukan karena Dinas PMPTSP merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak menerapkan Work From Anywhere (WFA), mengingat perannya sebagai instansi pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


"Hari ini merupakan hari pertama kebijakan WFH diterapkan. Kebetulan Dinas PMPTSP menjadi salah satu unit kerja yang tetap bekerja dari kantor (WFO) karena memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk layanan Samsat untuk pembayaran pajak, Satpol PP, BPBD, serta pelayanan kesehatan di rumah sakit," ujar Edward.


Sekda menjelaskan, peninjauan tersebut dilakukan atas instruksi Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.


Ia menegaskan, meskipun sebagian aparatur sipil negara menjalankan WFH, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas layanan publik di Sumsel. Pemerintah Provinsi memastikan seluruh unit layanan tetap beroperasi secara maksimal dengan dukungan petugas di lapangan.


"Saya kira masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebijakan WFH ini, karena unit kerja pelayanan di Sumsel akan tetap terlayani dengan baik oleh para petugasnya," tegasnya.(sn)

Share:

Polres PALI Perkuat Pengamanan Malam Hari Lewat KRYD Regu III

Polres PALI Perkuat Pengamanan Malam Hari Lewat KRYD Regu III


PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Regu III guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap kondusif di wilayah hukum Polres PALI. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat, 10 April 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, menyasar sejumlah titik rawan di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Apel pelaksanaan KRYD digelar di Halaman Mako Polres PALI, Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel yang dipimpin oleh Kabagren Polres PALI, KOMPOL Yusuf Solehat, S.H., M.M., didampingi Wakapolres PALI KOMPOL Kusyanto, S.H., Kasat Binmas AKP Henrinadi, S.H., M.H., serta KA SPKT IPTU Maryono.

 Usai apel, personel langsung melaksanakan patroli hunting ke sejumlah lokasi strategis dan titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, antara lain seputaran Pasar Terminal Pendopo, Simpang Lima Pendopo, wilayah Handayani Mulya, serta kawasan Bank BRI Pendopo Talang Ubi.

Kabagren Polres PALI, KOMPOL Yusuf Solehat, menegaskan bahwa kegiatan KRYD merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 “Kegiatan rutin yang ditingkatkan ini merupakan upaya Polres PALI dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hari,” ujar KOMPOL Yusuf Solehat saat memberikan arahan kepada personel.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan hukum dan lalu lintas.

“Kami berharap dengan kehadiran personel Polri secara aktif di lapangan, masyarakat dapat merasa terlindungi dan turut berperan menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Setelah pelaksanaan patroli hunting, seluruh personel kembali ke Mako Polres PALI untuk melaksanakan standby on call sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kejadian menonjol yang memerlukan respons cepat dari kepolisian.Selama kegiatan berlangsung situasi di wilayah hukum Polres PALI terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.(SN/PERRY)

Share:

Polri Bangun Rumah Layak Huni untuk Buruh Harian di Talang Ubi Selatan

Polri Bangun Rumah Layak Huni untuk Buruh Harian di Talang Ubi Selatan


PALI.SININEWS.COM — Jajaran Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengikuti kegiatan Zoom Meeting Program Bedah Rumah Polri untuk Masyarakat Polda Sumatera Selatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polres se-Polda Sumsel, pada Jumat, 10 April 2026, di wilayah Beracung, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial Polri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu melalui pembangunan rumah layak huni. Program ini juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup warga.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakapolres PALI KOMPOL Kusyanto, S.H., didampingi sejumlah pejabat utama Polres PALI, antara lain Kabag SDM KOMPOL Sutrisman, S.H., M.M., Kabag Log AKP Arlan Hidayat, S.H., Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., Kasat Binmas AKP Hendrinadi, S.H., M.H., serta unsur pemerintah kelurahan dan insan pers.

Adapun penerima manfaat program bedah rumah tersebut adalah Ahmad Redi (49), seorang buruh harian lepas yang berdomisili di Jalan Guci Beracung Indah RT 004 RW 001, Kelurahan Talang Ubi Selatan. Rumah yang akan dibangun berdiri di atas lahan milik pribadi yang telah memiliki legalitas berupa Surat Keterangan Tanah dari Kelurahan Talang Ubi Selatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, sambutan Kapolda Sumatera Selatan, pemaparan program bedah rumah, peresmian kegiatan, peletakan batu pertama secara simbolis, hingga sesi foto bersama sebelum acara ditutup sekitar pukul 15.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.

Wakapolres PALI, KOMPOL Kusyanto, menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan tempat tinggal layak.

 “Program bedah rumah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan hunian yang layak dan sehat. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat penerima manfaat,” ujar KOMPOL Kusyanto.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Selain menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Polri juga berkomitmen hadir membantu masyarakat melalui program-program kemanusiaan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Melalui program bedah rumah tersebut, Polres PALI berharap tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan layak huni, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat di wilayah Kabupaten PALI.(SN/PERRY)

Share:

Harga Plastik Mahal, Gubernur Sarankan Masyarakat Gunakan Daun Pisang

 


Harga Plastik Mahal, Gubernur Sarankan Masyarakat Gunakan Daun Pisang 



Palembang. SININEWS.COM -- Melonjaknya harga plastik di pasaran diduga imbas dari perang di Timur Tengah menjadi permasalahan ditengah-tengah masyarakat karena plastik meski bukan menjadi bahan pangan pokok tetapi keberadaannya sangat dibutuhkan.


Menanggapi permasalahan mahalnya harga plastik di pasaran, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyarankan masyarakat untuk menggunakan daun pisang sebagai pembungkus tempat pembungkus.


Mengingat daun pisang di provinsi Sumatera Selatan sangat melimpah dan tak perlu mengeluarkan biaya besar apabila ingin mendapatkannya.


Saran dari Gubernur Sumatera Selatan bisa juga menekan ketergantungan masyarakat terhadap plastik dan akan mampu mengurangi biaya pengeluaran bagi masyarakat terutama pelaku UKM.


"Plastik itu terbuat dari bahan kimia, jika kita batasi penggunaannya selain berhemat juga mampu menekan pengeluaran bagi pelaku usaha seperti UKM serta alam terjaga," ungkap Herman Deru dikutip dari sejumlah media belum lama ini.


Penggunaan bahan alami seperti daun pisang menurut Gubernur sudah dilakukan masyarakat sejak lama dan ditengah mahalnya harga plastik bisa kembali digalakan.


"Dulu makanan dibungkus dengan daun pisang dengan cara dipincuk, hal itu lebih sehat, ramah lingkungan juga murah," imbuhnya.(sn/perry)

Share:

Warga Talang Ubi Barat Hanya Bisa Terbaring Lemah, Dinsos dan Lurah Bergerak

 

Warga Talang Ubi Barat Hanya Bisa Terbaring Lemah, Dinsos dan Lurah Bergerak 


PALI. SININEWS.COM -- Adanya salah satu warga Talang Ubi Barat yang hanya bisa terbaring lemah karena sakit, Dinas Sosial Kabupaten PALI bersama Lurah setempat dan AMP bergerak turun tangan.


Pada Jum'at 10 April 2026, Dinsos, pihak Kelurahan dan AMP mendatangi kediaman Dimas, seorang anak yang berada di Talang Ubi Barat.


Kedatangan Dinsos, Kelurahan dan AMP tak lain menjenguk dan membawa oleh-oleh sebagai tanda pemerintah hadir menunjukkan kepeduliannya.


Suasana hangat pun terlihat saat tim datang ke kediaman Dimas, dan meski dalam kondisi sakit, senyum pun tampak terlihat di wajah bocah yang tengah terbaring lemah.


Pihak keluarga pun merasa terharu kala tim dari Dinsos, Kelurahan didampingi AMP datang ke kediamannya.


"Kami apresiasi kepedulian pemerintah kabupaten PALI dibawah kepemimpinan Bupati Asgianto, meski pun yang datang bukan beliau tetapi ini bukti pak Bupati ingat terhadap masyarakat yang tengah kesusahan," ungkap Gerry Richard Kosasih ketua AMP mewakili pihak keluarga.


Melihat kondisi Dimas, Gerry menyatakan bahwa pemerintah kabupaten PALI melalui Dinsos akan memberikan bantuan kursi roda.


"Saat ini tim memberikan bantuan sembako, tetapi kedepan Dinsos berjanji akan memberikan kursi roda untuk memudahkan Dimas beraktivitas," imbuhnya.(sn/perry)

Share:

Wakapolda Sumsel Pimpin Simulasi Sispamkota 2026, Tegaskan Kesiapan Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

 

Wakapolda Sumsel Pimpin Simulasi Sispamkota 2026, Tegaskan Kesiapan Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas



Palembang. SiniNews.Com — Polda Sumatera Selatan melaksanakan Simulasi Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan operasional personel menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.


Kegiatan berlangsung di Lapangan Shooting Range Jakabaring Sport City Palembang, Jumat, 10 April 2026, mulai pukul 09.30 WIB, dipimpin oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.


Simulasi ini dihadiri oleh Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres jajaran, Kabagops, serta Kasat Samapta dari seluruh wilayah hukum Polda Sumsel. Kehadiran unsur pimpinan dari tingkat Polda hingga Polres menunjukkan keseriusan institusi dalam membangun standar kemampuan operasional yang seragam dan terukur.


Rangkaian kegiatan diawali dengan gladi bersih, dilanjutkan apel yang dipimpin Wakapolda Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan peragaan simulasi di lapangan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan evaluasi serta arahan dari Dansat Brimob, Karo Ops, dan Wakapolda Sumsel. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.


Pelaksanaan Sispamkota 2026 menjadi kelanjutan dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang sebelumnya dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan kekuatan berbasis etika dan HAM. Kedua kegiatan ini saling melengkapi dalam membentuk personel Polri yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman etika yang kuat.


Simulasi ini mengintegrasikan berbagai aspek penting, mulai dari taktik pengendalian massa, koordinasi lintas satuan, hingga respons cepat terhadap situasi darurat. Dengan demikian, seluruh personel memiliki standar kemampuan yang sama dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan secara profesional dan proporsional.


Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa penggunaan kekuatan dalam tugas kepolisian harus selalu menjadi pilihan terakhir dan dilakukan secara terukur. “Setiap personel harus memahami bahwa penggunaan kekuatan dilakukan secara proporsional, sesuai hukum, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Latihan ini menjadi tolok ukur kesiapan kita di lapangan,” tegasnya.


Kegiatan ini juga mendukung implementasi program Presisi Polri yang menekankan kemampuan prediktif, responsibilitas, dan transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan personel yang terlatih dan profesional, potensi konflik dapat diminimalkan serta stabilitas kamtibmas dapat terjaga secara optimal.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Sispamkota merupakan bagian dari agenda berkelanjutan dalam membangun budaya kerja kepolisian yang modern dan humanis. “Penguatan kompetensi operasional personel menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan personel yang profesional, humanis, dan responsif,” ujar Kombes Pol Nandang.


Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa kegiatan peningkatan kemampuan personel akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari transformasi menuju Polri yang Presisi, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan.(SN/Perry)

Share:

Didukung Widia Ningsih, Proyek Jembatan Air Lawai Senilai Rp18 Miliar Ditarget Rampung 5 Bulan


Didukung Widia Ningsih, Proyek Jembatan Air Lawai Senilai Rp18 Miliar Ditarget Rampung 5 Bulan


Lahat. SININEWS.COM - Jembatan Air Lawai yang ambruk beberapa waktu lalu berlokasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat. Kini resmi dimulai bangun kembali.


Pembangunan kembali jembatan Air Lawai tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama secara langsung oleh Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru di lokasi jembatan itu. Jumat (10/04) pagi.


Pembangunan kembali jembatan air laut B dilaksanakan oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bersama MK- PT. DKonsindo CM & Kontrraktor EPC PT Sang Bima Ratu.


Selain Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru yang dihadiri Ketua DPRD Sumsel beserta Anggota DPRD Sumsel Dapil 7, Wakil Bupati Lahat Widiah Ningsih SH MH dan Ketua TPPJAL Leman C.


Tampak pula Asisten 1 Pemprov Sumsel, Staf ahli Bupati Muara Enim, Sekda Lahat, Forkompinda Lahat, Wakapolres Lahat, Anggota DPRD Lahat, Ketua BPPJN Sumsel dan Kepala OPD Lahat, Kapolsek Merapi dan Danramil Merapi serta para Kepala Desa Se-Merapi Area.


Ketua Asosiasi Transportir Seganti Setungguan, Fredy Fyet melaporkan pihak TPPJAL telah melaksanakan persiapan teknis dan administrasi semaksimal mungkin.


"Kami telah cari Manajemen Kontruksi (MK) lalu tender dimenangkan PT Sang Bima Ratu. Semuanya kami kerjakan sesuai dengan motto Pak Leman. Yakni Kalau bisa detik ini, kerjakanlah sekarang dan kenapa harus dikerjakan nanti," tegas Fredy.


Sementara itu, Wabup ketika menyampaikan sambutan, menerangkan bahwa usia jembatan air Lawai ini memang sudah tua dan ditambah lagi adanya peristiwa ambruk beberapa waktu lalu. Maka suda semestinya harus dibangun.


"Dan kita menginginkan jembatan ini cepat diselesaikan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah disiapkan pihak TPPJAL bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta," jelasnya.


Wabup juga berharap Semoga pembangunan sesuai dengan standar ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Sehingga tidak ada lagi masalah kedepannya.


"Laporan dari pihak TPPJAL, dana yang dipakai sekitar 18 Milyar rupiah dengan waktu pekerjaan lebih kurang 4 hingga 5 bulan," beber Wabup.


Sementara itu Gubernur Sumsel mengungkapkan, mutu pembuangan jembatan ini standar sesuai ketentuan dan dengan harapan tepat waktu pekerjaan yang telah ditentukan. Bisa segera dilalui.


"Selain jembatan, ruas jalan lintas Lahat Muara Enim kurang lebih 40 KM saat ini sudah terlihat berlubang. Kami minta nanti ke pihak Pemerintah Pusat secara khusus jalannya jangan bergelumbang," tambah Gubernur.


Dikanjutkan Gubernur, pembangunan jembatan ini suatu kesempatan yang baik untuk masyarakat Sumsel khususnya Lahat. Dan, pekerjaan ini butuh pengertian baik pengguna jalan arus lalu lintas sedikit terhambat.


"Minta kepada kontraktor untuk pasang rambu rambu dengan jelas agar pengendara tidak terjebak macet," tegas Gubernur.


Pembangunan jembatan ini, terang Gubernur, tidak sumber APBN dan APBD, nah diluar itu sebagai kekuatan bersama para pelaku usaha bahwa setiap perusahaan ada kewajiban CSR berupa perhatian terhadap kebutuhan masyarakat jalan dan lainnya.


"Kami ucapakan terima kasih kepada para pengusaha yang telah gotong royong mengumpulkan dana pembangunan jembatan ini,* ujar Gubernur


Dirinya mengapresiasi Pemkab Lahat dan para pengusaha batubara telah melaksanakan pembangunan jembatan ini.


"Bismillahirrahmanirrahim pembangunan jembatan Air Lawai B yang diselenggarakan pembangunan oleh para pengusaha dan diawasi oleh pihak Dinas PU dengan ini dimulai," ucap Gubernur saat peletakan Batu Pertama pembangunan jembatan. (sn)

Share:

Wagub Cik Ujang Resmi Buka Kejurda dan Festival FORKI Sumsel Perebutkan Piala Gubernur


Wagub Cik Ujang Resmi Buka Kejurda dan Festival FORKI Sumsel Perebutkan Piala Gubernur


PALEMBANG. SININEWS.COM – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang secara resmi membuka Kejuaraan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumsel, Kejuaraan Daerah (Kejurda), serta Festival FORKI Sumsel yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan Piala Ketua Umum FORKI Sumsel. Kegiatan tersebut digelar di GOR Ranau, Jakabaring Sport City, Jumat (10/04/2026).


Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia menilai ajang ini memiliki peran penting dalam pembinaan olahraga, khususnya cabang karate, sekaligus menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial daerah.


“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kejuaraan ini merupakan bagian penting dalam upaya pembinaan olahraga, khususnya cabang karate, sekaligus menjadi wadah menjaring atlet-atlet potensial yang akan menjadi kebanggaan daerah di masa depan,” ujarnya.


Ia berharap melalui kejuaraan ini akan lahir generasi atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.


“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati setiap keputusan wasit dan juri. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh kejujuran dan integritas,” tambahnya.


Cik Ujang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kejuaraan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan olahraga di Sumatera Selatan.


Di akhir sambutan, Cik Ujang secara resmi membuka Kejuaraan FORKI Sumsel, Kejurda, serta Festival FORKI Sumsel yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan Piala Ketua Umum FORKI Sumsel.


Sementara itu, Ketua Umum FORKI Sumsel, Taufik Husni, menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan nasional.


“Kami sangat mendukung penuh. Perlu kami laporkan, bulan depan para atlet karate yang menang di Kejurda akan menghadapi Kejurnas. Kami berharap dukungan dari Pemprov Sumsel agar dapat meraih setidaknya satu medali emas,” ujarnya.


Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan mengukur kemampuan.


“Junjung tinggi sportivitas, jadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan mengukur kemampuan, serta mengharumkan nama Sumsel hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel atau yang mewakili, di antaranya perwakilan Pangdam II/Sriwijaya Kolonel Arm Heri Bayu, perwakilan Kajati Sumsel Adi Muliawarman, Sekretaris Umum KONI H. Tubagus Sulaiman, Direktur Keuangan PT JSC Abi Rosyad Hakim, serta perwakilan Direktur Utama Bank Sumsel Babel Deco Ronal Rapianto.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Apresiasi Kekompakan Pengusaha dan Pemkab Lahat


Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Apresiasi Kekompakan Pengusaha dan Pemkab Lahat


Lahat. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, meresmikan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B melalui prosesi peletakan batu pertama dan doa bersama di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (10/04/2026). Jembatan tersebut sebelumnya sempat roboh dan kini dibangun kembali sebagai upaya memulihkan konektivitas di wilayah tersebut.


Pembangunan jembatan dilakukan oleh Tim Percepatan Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai (TPPJAL) bersama MK PT Dkonsindo CM dan kontraktor EPC PT SBR, dengan dukungan para pengusaha.


Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa momen tersebut menjadi langkah penting setelah melalui proses panjang sejak insiden robohnya jembatan, mulai dari pembongkaran, pembersihan lokasi, hingga tahapan administrasi dan penetapan pemenang tender.


“Kita bukan tidak ingin cepat, namun dalam penggunaan anggaran ada tahapan yang harus dilalui. Hari ini kita mulai setelah semua proses tersebut selesai,” ujarnya.


Ia menegaskan, pembangunan jembatan harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan, tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menahan beban sesuai ketentuan. Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga serah terima, akan diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum.


Gubernur berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Secara umum, pembangunan ditargetkan rampung dalam 180 hari kalender, namun diharapkan dapat selesai lebih cepat agar segera dimanfaatkan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga memberikan apresiasi atas kekompakan antara pemerintah daerah dan para pengusaha yang turut berkontribusi dalam percepatan pembangunan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam pembangunan infrastruktur.


“Saya bangga karena pembangunan ini berhasil berkat gotong royong semua pihak, dan para pengusaha menunjukkan kepedulian melalui kontribusi nyata,” katanya.


Ia juga menyoroti kesadaran para pengusaha dalam mengikuti instruksi penggunaan jalan khusus, baik jalan lama maupun baru, sehingga lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar.


Meski demikian, Gubernur mengingatkan pentingnya perbaikan jalan di sekitar jembatan. Ia menegaskan bahwa kualitas infrastruktur harus menyeluruh.


“Percuma jembatan bagus jika jalan menuju ke sana masih berlubang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


Herman Deru juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memahami potensi gangguan selama proses pembangunan berlangsung, serta pentingnya pemasangan rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi proyek.


Lebih lanjut, ia mendorong peran aktif BUMN, BUMD, dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung pembangunan, khususnya untuk kebutuhan dasar masyarakat.


Gubernur juga meminta Wakil Bupati Lahat untuk mengawasi jalannya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha agar tetap berjalan sesuai aturan.


Menutup sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat oleh alasan efisiensi semata, melainkan harus disertai upaya mencari solusi melalui kolaborasi dan partisipasi semua pihak.


Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Lahat.(sn)

Share:

Polda Sumsel Bedah 37 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara 2026

Polda Sumsel Bedah 37 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara 2026



Palembang. SiniNews.Com — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap program kesejahteraan sosial melalui pelaksanaan bakti sosial bedah rumah secara serentak di wilayah hukum Sumatera Selatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara 2026.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin langsung kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang membutuhkan hunian layak.


Program ini menjangkau sebanyak 37 rumah warga yang tersebar di berbagai wilayah hukum Polda Sumsel. Seluruh rumah tersebut mendapatkan perbaikan, baik renovasi total maupun perbaikan sebagian, sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing.


Kegiatan utama dipusatkan di kediaman Bapak Indra Irmawan yang berlokasi di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Jumat, 10 April 2026. Pelaksanaan di lapangan melibatkan tokoh masyarakat setempat guna memastikan keterlibatan aktif warga dalam mendukung program sosial tersebut.


Program bedah rumah ini menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas, termasuk warga yang terdampak musibah seperti kebakaran menjelang Idul Fitri. Selain itu, rumah dengan kondisi tidak layak huni akibat faktor usia bangunan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan ini.


Langkah ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam pengentasan kemiskinan serta kebijakan Kapolri melalui konsep Polri Presisi yang menekankan pendekatan humanis dan kepedulian sosial.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bedah rumah ini bukan hanya membangun tempat tinggal, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup warga,” ujar Kapolda Sumsel.


Polrestabes Palembang di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H. turut memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas Kombes Pol Nandang.


Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan terus menunjukkan transformasi sebagai institusi yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus menjadi bagian dari penggerak pembangunan sosial di wilayah Sumatera Selatan.(SN/Perry) 

Share:

Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki  Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029. Hal itu disampaikannya dalam acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026) pagi.


Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.


Herman Deru menyebut pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh para gubernur terdahulu. Setidaknya, sudah delapan periode kepemimpinan yang meninggalkan jejak dalam upaya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel.


“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujar Herman Deru.


Ia menjelaskan, keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi. Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan melemahkan daya saing daerah.


Selain itu, kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan hingga sekitar enam meter juga menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota, sehingga aktivitas ekspor-impor menjadi kurang efisien.


“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.


Herman Deru optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Carat akan menjadi solusi strategis. Ia menargetkan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029, sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatera Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi. Ia menegaskan pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari agenda besar peningkatan efisiensi logistik nasional.


“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sebelum 2029 agar masyarakat Sumsel segera merasakan manfaatnya. Menhub juga menekankan bahwa proyek ini telah memasuki milestone ke-11 dari total 15 tahapan, dan diharapkan terus berlanjut hingga selesai serta dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029.


Dalam kesempatan tersebut, Menhub menegaskan proyek ini tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan melibatkan investasi swasta.


“Komitmen pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat pembangunan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong perekonomian nasional,” jelasnya.


Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan, proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sekitarnya.


Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, pembangunan Pelabuhan Palembang Baru diharapkan menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik global.


Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tidak hadir langsung, AHY menyampaikan dukungannya melalui video pernyataan.


Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dalam rangka penguatan konektivitas, transportasi logistik, dan pengembangan wilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


AHY juga diketahui sempat memimpin rapat koordinasi di Palembang pada 10 Februari 2026 guna membahas percepatan proyek strategis tersebut.


Pelabuhan Tanjung Carat dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan pintu masa depan ekonomi Sumsel. Pelabuhan ini akan menjadi pusat ekspor komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan batu bara, sekaligus solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru melalui skema KPBU bersama PT Bukaka Teknik Utama.


Proyek ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.


“Saya mengajak kita semua untuk menjaga momentum ini, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta mempercepat realisasi agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel,” tutupnya.(sn)

Share:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa


Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa



PALI. SiniNews.Com— Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar 2 hektar di Desa Betung Selatan, Kamis (9/4/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong dengan metode manual menggunakan alat sederhana, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian di tingkat desa.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., melalui Kanit Binmas AIPTU Zeni Irwanto menyampaikan bahwa keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.


“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga. Ke depan, kami juga akan terus memantau perkembangan tanaman hingga masa panen,” ujar AIPTU Zeni Irwanto.


Selain aparat kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pemerintah kecamatan, kepala desa beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota PKK, serta warga yang ikut terlibat langsung dalam proses penanaman.


Kepala Desa Betung Selatan H. Darlani mengatakan bahwa pemanfaatan lahan pertanian untuk penanaman jagung menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian desa serta mendorong kemandirian pangan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan hasil yang maksimal dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pertanian secara produktif. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis hasil panen nantinya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.


Kegiatan penanaman jagung tersebut berjalan lancar, aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Pemerintah desa bersama pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen tiba.(SN/Perry) 

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts