Dihadapan Paripurna, Bupati Katakan UHC di PALI Tertinggi Ketiga Setelah Muara Enim dan Lahat

PALI--Peningkatan pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun pada Puskesmas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah berupaya meningkatkan status. Seperti RSUD Talang Ubi telah terakreditasi. Dari 7 Puskesmas, sudah 6 Puskesmas telah terakreditasi dan satu Puskesmas masih proses akreditasi.

Hal itu diketahui saat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo menyampaikan jawaban atas pandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dewan dihadapan forum rapat paripurna IV DPRD PALI dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati PALI tahun 2018, Selasa (2/4).

"Akreditasi merupakan indikator kualitas pelayanan kesehatan terutama di pelayanan kesehatan tingkat pratama," ujar Bupati.

Disamping itu, Bupati PALI menyampaikan keberhasilan upaya pemerintah dalam pelayanan kesehatan yakni Pemkab PALI telah laksanakan UHC atau Universal Health Coverage JKN-KIS dengan presentasi 95,5 persen.

"Pelaksanaan UHC di PALI merupakan tertinggi ketiga di Provinsi Sumatera Selatan setelah Muara Enin dan Lahat," terangnya.

Dalam hal pendidikan  Bupati juga menyatakan bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terkait masih adanya SMA atau SMK yang masih kekurangan ruang laboratorium dan sarana komputer karena wewenang SMA dan SMK atau sederajat merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi.

Terkait Lingkungan Hidup (LH), Bupati akui telah melakukan langkah sebagai berikut, apabila ada pipa yang sudah tua maka pemerintah sampaikan surat teguran terhadap perusahaan Migas bersangkutan agar pipa yang sudah tidak kayak lagi untuk segara diganti.

"Apabila ada pipa bocor karena korosi, maka kita tegaskan perusahaan bersangkutan untuk segara melakukan pembersihan dan pemulihan lingkungan," tukasnya.

Untuk listrik PLN yang sering byar pet,  dikatakan Bupati dikarenakan sumber listrik PALI berasal dari gardu induk yang ada di Gunung Megang yang jaraknya cukup jauh, serta banyak gangguan lainnya diantaranya adanya pohon tumbang menimpa kabel listrik.

"Kami berharap dukungan semua masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara jaringan listrik agar kondisi mati hidup listrik PLN bisa diminimalisir," ajaknya.

Pada rapat paripurna tersebut, dipimpin langsung ketua DPRD PALI Drs Soemarjono diikuti 17 anggota dewan dari 25 anggota keseluruhan. Rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dewan terhadap pembahasan LKPJ Bupati PALI tahun 2018 kemudian di skor sampai Senin (8/4) mendatang.(SN) 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts