Pages

Thursday, May 9, 2019

Buron setengah tahun, Pencuri Baterai ini dicokok Timsus Polsek Prabumulih Timur

PRABUMULIH, – Walaupun sempat buron hampir setengah tahun dan kabur ke Kab Muara Enim, tidak membuat petugas dari Polsek Prabumulih Timur lupa dengan Gusti Randa alias Pesek (18 tahun) warga jalan Padat Karya  RT 04 RW 01 Kel. Gunung Ibul Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih yang diduga terlibat tindak pidana pencurian.

Gusti Randa alias Pesek (18 tahun) diamankan Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur karena diduga terlibat kasus pencurian 4 unit baterai merk incoe 70 Ampre milik korban Nurul Salam (30 tahun) warga jalan Sumatera Gang Anugrah RT 04 RW 01 Kel.Gunung Ibul Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih yang terjadi pada Novmber 2018 yang lalu.

Modus yang digunakan pelaku dengan cara pelaku ke halaman garasi mobil truck dan mengambil 4 unit baterai merk incoe 70 Ampre dengan cara membuka baut pengikat baterai mobil truck colt diesel hdx di dalam garasi halaman rumah korban, kemudian pelaku melarikan diri.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H membenarkan penangkapan pelaku Gusti Randa alias Pesek (18 tahun) akibat melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Pelaku ditangkap pada hari Kamis (9/5/2019) sekira pukul 12.30 WIB, berawal saat Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansah, S.H dan Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur Ipda Hendra Jaya melakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan tersebut diperoleh informasi tentang keberadaan pelaku di kawasan Kabupaten Muara Enim.

Mendapatkan informasi tersebut Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur langsung menuju ke tempat keberadaan pelaku di kawasan Muara Enim dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, setelah diinterogasi pelaku mengaku dan menunjukan keberadaan barang bukti, selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa menuju Polsek Prabumulih Timur.

“Akibat ulahnya itu, tersangka akan diganjar pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara,” Ujar AKP Alhadi.(sn/bio)

0 komentar:

Post a Comment