Pages

Thursday, May 16, 2019

Diisukan Berpolitik Praktis Oleh Puluhan RT/RW, Warga RT 03 Kelurahan Muara Dua Siap Dukung Jauhari

PRABUMULIH--Permintaan untuk tidak memperpanjang jabatan Ketua RT03 Kelurahan Muara Dua Kota Prabumulih oleh puluhan RT/RW kepada Lurah Muara Dua, Muslim membuat warga RT 03 bingung.

"Kami jadi bingung, RT kami yang pakai, kami yang jadi warganya. Kok ada RT lain yang nuntut RT kami diganti. Yang tau bagus tidaknya RT itu ya warganya, bukan RT lain," Ujar salah satu warga berinisial RD, Kamis (16/5).

RD mengaku upaya untuk tidak memperpanjang jabatan Ketua RT 03 oleh puluhan RT/RW lain tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi warga setempat. Terlebih, selama ini Jauhari memikiki kinerja bagus dilingkungannya serta tidak memiliki masalah apapun. 

"Sehingga kita bingung. Mereka menciptakan isu ini buat apa? Kami yang lebih tahu baik buruknya RT kami, bukan ketua RT lain," ungkap RD. 

Setelah diusut, kata RD ternyata RT 03 dituduh ikut berpolitik dengan beredarnya surat bahwa Ketua 03 menjadi koordinator dalam Pilkada tahun lalu. "Tidak benar itu. Kalau tidak benar artinya pencemaran nama baik," bebernya.

RD menegaskan apabila dikemudian hari disposisi Walikota Prabumulih yang telah diperoleh RT 03 dicabut dan jabatan Ketua RT 03 tidak diperpanjang, warga RT 03 akan mengambil tindakkan. 

"Tanda tangan pak Walikota itu yang tertinggi, Lurah harus pertimbangkan itu. Kalau nanti ternyata ada perubahan dan RT kami diganti. Kami akan gelar petisi dan mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan kami ke pak Jauhari," terangnya. 

Sementara, Ketua RT 03 Jauhari saat dibincangi merasa difitnah dengan adanya tuduhan tersebut. Ia tidak mengetahui dan tidak pernah menjadi koordinator dalam pilkada tahun lalu seperti yang dituduhkan para Ketua RT/RW tersebut. 

"Saya juga telpon nama yang ada dalam koordinator itu. Dan dia terkejut karena merasa tidak ikut dan juga waktu pemilihan itu saya bertugas sebagai Wakil Ketua di TPS 2 sementara disurat itu TPS 4 jadi sangat tidak benar," tuturnya.

Jauhari mengaku seperti dijadikan bola mainan lantaran ada upaya untuk menjatuhkan dirinya dengan melakukan pencemaran nama baik oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Waktu itu katanya ada masalah diatas, setelah temui pak Wali alhamdulillah di acc. nah sekarang ini saya dibilang tidak rajin ikut kerja bakti, padahal saya rutin hadir. Tidak taulah setelah ini apalagi yang akan dipermasalahkan," jelasnya menambahkan.

0 komentar:

Post a Comment