Pages

Thursday, May 23, 2019

Ratusan Kilogram Daging Ludes di Serbu Warga

MUARA ENIM--Operasi pasar yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muara Enim bekerjasama dengan Bulog Lahat benar benar membawa berkah bagi masyarakat. Terbukti hanya dalam waktu sebentar sebanyak 500 kg daging sapi impor dari India yang dijual di Operasi Pasar tersebut ludes terjual tak bersisa. 
               
Operasi pasar itu berlangsung di pasar mambo depan hotel Mitra Kota Muara Enim, Kamis (24/5). Pada operasi pasar itu, tidak hanya daging yang dijual dengan murah dipatok seharga Rp 80 ribu/kg. Tetapi dijual juga minyak goreng merek fortune Rp 10.500/kg, gula pasir Rp 11.500/kg, beras kemasan 5 kg dijual Rp 45 ribu/kampil.
                  
Sedangkan daging sapi beku impor dari India seharga Rp 80 ribu/kg. Pada operasi pasar tersebut, terlihat para ibu rumah tangga ramai ramai membeli daging sapi yang harganya jauh lebih murah ketimbang daging sapi segar yang mencapai Rp 130 ribu/kg di pasar.
                 
Sangkingkan banyaknya masyarakat yang berminat membeli daging tersebut, sampai sampai ada warga yang membeli sampai 4 kg. Namun rata rata ada yang membeli 1-2 kg.
                
Kabid Tata Kelola Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muara Enim, Wartini, menegaskan, operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerja sama dengan Bulog bertujuan untuk menyetabilkan harga kebutuhan pokok di pasar menjelan Idul Fitri.
                 
“Operasi pasar ini kita lakukan supaya harga kebutuhan pokok menjelang lebaran bisa stabil. Karena saat ini harga sembako sudah mulai naik,” jelasnya.
                
Dia mengaku, bahwa pada operasi pasar tersebut, masyarakat cukup antusian untuk membeli daging sapi beku impor dari India. Karena harga daging segar di pasar cukup mahal mencapai Rp 130 ribu/kg.
                  
“Daging sapi beku yang dijual memang impor dari India, tetapi telah memiliki sertifikat halan dan sertifikat dari karantina,” jelasnya.
                      
Menurutnya,  jika kondisi harga belum juga stabil, maka pihak Bulog bersedia untuk melakukan operasi pasar kembali mendekati lebaran Idul Fitri. 

0 komentar:

Post a Comment