Pages

Monday, June 24, 2019

Lama Menghilang, Petani Karet Ditemukan Tinggal Tengkorak


PALI, SININews.com - Warga Lubuk Tampui Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikejutkan dengan temuan seonggok kerangka manusia di lahan perkebunan karet milik warga setempat pada Minggu (23/6) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Hermanto (28), warga setempat yang pertama kali menemukan kerangka manusia itu langsung menghubungi warga lainnya kemudian meneruskannya ke Polsek Penukal Utara. 

"Saya memang sengaja mencari salahsatu anggota keluarga yang lama tidak pulang sejak awal puasa, yakni sejak 6 Juni 2019 lalu. Saya datangi pondok anggota keluarga yang lama tidak pulang itu, namun digembok. Kemudian saya telusuri disekitar kebun, dan saya temukan kerangka manusia itu," ungkap Hermanto. 

Temuan Hermanto dibenarkan Abdul Hakim, Kepala Desa setempat, bahwa setelah dievakuasi dan dari ciri-ciri jasad korban yang telah jadi tulang belulang diketahui bahwa jasad itu tak lain masih keluarga Hermanto yang sengaja dicarinya. 

"Tengkorak manusia itu diketahui bernama Yama Guci, yang hilang sejak awal puasa. Jasad korban langsung dibawa ke rumah kerabatnya dan pada Senin (24/6) siang langsung dimakamkan," terang Kades. 

Dijelaskan Kades, untuk penyebab kematian korban, belum diketahui pasti, tetapi korban selama ini tinggal seorang diri didalam kebun, karena korban tidak memiliki istri. Sementara anaknya merantau di Bengkulu. 

"Korban boleh dibilang sedikit mengalami keterbelakangan mental, korban tidak diotopsi karena mungkin pihak keluarga keberatan," imbuhnya. 

Terpisah Iptu Roni Hermawan, Kapolsek Penukal Utara menyatakan bahwa setelah pihanya menerima laporan, langsung meluncur ke TKP dan mengevakuasi kerangka manusia itu. 

"Setelah mengevakuasi kerangka manusia itu, kemudian mengumpulkan keterangan para saksi, akhirnya jasad yang telah menjadi tulang belulang itu teridentifikasi bernama, Yama Guci (40) warga Desa Lubuk Tampui," jelas Kaposek, Senin (24/6).

Untuk membuktikan penyebab kematian korban, Iptu Roni mengaku kesulitan lantaran pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi.

"Namun dari keterangan pihak keluarga  bahwa rekam jejak korban tidak ada yang janggal. Sebab korban semasa hidupnya tidak pernah ada konflik dengan warga lain," tutupnya.(sn)

0 komentar:

Post a Comment