Pages

Wednesday, July 24, 2019

Gubernur Bakal Cabut Izin PT GPP


MUARA ENIM, SININews.com---Sikap manajemn perusahaan pertambangan batubara PT GPP yang tidak mengindahkan surat rekomendasi Gubernur Sumsel nomor 551/0080/Dishub/2019 tanggal 14 Januari 2019, yang  masih saja membandel melintas jalan pemukiman masyarakat Trans Sosial, Desa Karang Raja, Muara Enim, bakal berbuntut panjang.

                 Soalnya orang nomor satu di Sumsel ini bakal mencabut izin perusahaan tersebut. “Laporan anda menjasi masukan bagi saya dan saya akan intruksikan isntansi berwenang untuk menindak lanjutinya. Sanksinya terhadap GPP kalau masih membandel cabut izinnya,” tegas Gubernur Sumsel, H Herman Deru disela sela membuka acara perkemahan pramuka wisata di Bangko Barat, Rabu (24/7).

                       Dia meminta kepada bupati untuk turun tangan, jika PT GPP masih membandel melintasi jalan kabupaten dan jalan pemukiman warga. “Saya minta kalu masih melintas jalan desa dan kabupaten supaya  bupati turun tangan, masyarakat juga harus ikut menjaga,” tegasnya. Artinya, lanjutnya, masyarakat harus ikut menjaga. 

                   Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, H Riswandar, sebelumnya mengatakan, bahwa pihaknya sudah berulang kali memberikan teguran kepada manajemen PT GPP, tetapi tetap tidak diindahkan.

               “Kita sudah berkali kali kali memberikan teguran tetapi tetap tidak diindahkan. Sedangkan kita tidak mempunyai kewenangan untuk menghentikan kegiatan angkutan batubara yang dilakukan PT GPP,” tegasnya. 

                    Sementara itu, manajemen PT GPP, terlihat terus melakukan kegiatan pengangkutan batubara menggunakan mobil truk melintas jalan pemukiman warga Trans Sosial, Desa Karang Raja, Muara Enim. Batubara tersebut diangkut dari tambang IUP PT WSL yang berada di ujung kampung Trans Sosial.

                    Padahal sesuai dengan surat rekomendasi Gubernur Sumsel nomor 551/0080/Dishub/2019 tanggal 14 Januari 2019. Bahwa perusahaan tersebut mendapatkan rekomendasi Gubernur menggunakan jalan khusus  angkutan batubara  dari jalan Pertamina, jalan PT MHP, jalan kabupaten, jalan hoaling PT EPI. 

                   Namun pada kenyataannya perusahaan tidak mengindahkan rekomendasi tersebut, tetap saja melintas jalan pemukiman masyarakat Trans Sosial menuju jalan baru hingga ke jalan simpang 4 Desa Kepur, Kota Muara Enim.

0 komentar:

Post a Comment