Pages

Monday, July 8, 2019

Hutang Pelanggan Gas Kota Bengkak Rp 29 Miliar, Kontrak Petro Prabu Diputus Pertagas Niaga?

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih lakukan pemanggilan Dirut PD Petro Prabu guna meminta klarifikasi terkait adanya hutang pelanggan Gas Kota yang membengkak hingga puluhan miliar rupiah. 

"Sebelumnya sempat diberitakan hutang pelanggan Gas Kota Petro Prabu Rp 47 miliar, tapi ternyata hutang kito idak sebesar itu, yakni Rp29 miliar," Ujar Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo, Senin (8/7).  

DPRD dan PD Petro Prabu sepakat, kata Palo, akan mencari solusi terbaik dan sudah merumuskan tindak lanjut kedepan dan akan mengundang Pertagas Niaga untuk duduk bersama guna menyelesaikan permasalahan tunggakan Gas Kota tersebut. 

Selain hutang Gas Kota, lanjut Palo, dari rapat tersebut juga diketahui jika Petro Prabu juga memiliki Piutang sebesar Rp 2,5 miliar dari Pertagas Niaga yang merupakan pembayaran operasional. 

"Piutang pembayara operasional Gas Kota yang belum dibayar dari Juni 2018 sampai saat ini," ungkapnya. 

Pemanggilan pihak Pertagas Niaga juga selain membahas hutang dan piutang Gas Kota, juga akan membahas kontrak kerjasama terkait pengelolaan gas rumah tangga antara Pertagas dan Petro Prabu. 

"Bentuk kerjasama kita tetap menggunakan skema operasional margin (OM) dari pada Bros Margin. Dengan begitu Petro Prabu tidak menanggung apabila ada kerugian dalam pengelolaan Gas Kota. Karena hanya bertindak sebagai pengelola," terangnya. 

Palo berharap kedepan Petro Prabu dapat memperbaiki managemen agar kekurangan dalam hal pelayanan Gas Kota maupun hal lainnya dapat diantisipasi dan diperbaiki.

"Kelemahan, pencatatan meter Gas Kota, insyallah kedepan tidak terjadi lagi. Ini juga perlu kesadaran dari konsumen dan perlu ada nya ketegasan dari Petro Prabu sehingga perusahaan daerah ini bisa berjalan lancar," bebernya.

Sementara Dirut PD Petro Prabu, H Azhari Harun membenarkan adanya hutang pelanggan Gas Kota yang mencapai Rp29 miliar tersebut. Untuk itu pihaknya berupaya terus melakukan penagihan dan setiap bulan pelanggan terus diberikan surat peringatan. 

"Sampai saat ini, sedikitnya sudah ada 1.600 pelanggan Gas Kota yang diputus jaringan dan terus dilakukan pemutusan," tuturnya.

0 komentar:

Post a Comment