Pages

Thursday, July 4, 2019

Jangan Sia-siakan Kayu Kering

PALI, SININEWS.COM -- Kayu kering yang dianggap  sebagai sampah bagi warga Bumi Serepat Serasan yang biasa dipakai hanya untuk kayu bakar, mulai saat ini jangan dibuang begitu saja, karena kayu kering dengan sentuhan sederhana bisa mendatangkan banyak uang.

Itu diketahui saat tim dari LIPI Subang Jawa Barat datang ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mempraktekan pemanfaatan kayu kering untuk hasilkan asap cair. 

Dimana asap cair ini bisa digunakan sebagai pengganti cuka para yang biasa dipakai petani karet sebagai pembeku getah. 

Tentu, dengan pengolahan kayu kering atau bisa juga batok kelapa menjadi asap cair akan menghemat pengeluaran petani karet dalam menyediakan cuka para. 

Disamping hemat, asap cair untuk pembeku getah juga aman digunakan serta ramah lingkungan dan bisa meningkatkan kualitas getah. 

"Perlu alat sederhana dari drum bekas yang dimodifikasi. Kayu kering divakum kedalam alat tersebut dengan pembakaran tidak langsung kemudian disuling dan menghasilkan asap cair. Sangat mudah untuk pembuatan asap cair," ungkap Maulana Furqon, salah satu petugas LIPI dihadapan puluhan petani karet, Rabu (4/7).

Asap cair juga dijelaskannya bisa untuk bahan pengawet makanan yang aman dikonsumsi. "Namun perlu pengolahan kembali, dimana asap cair hasil sulingan pertama, kemudian kita suling ulang, baru bisa dijadikan bahan pengawet," terangnya. 

Limbah pembakaran, dikayakan Maulana jangan langsung dibuang. Namun bisa dibuat briket arang. 

"Untuk briket arang limbah pembakaran kayu kering bisa diekspor ke luar negeri, seperti negara German yang siap menampung briket hasil pembakaran sisa pembuatan asap cair," tambahnya. 

Sementara itu, Abu Hanifah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengemukakan apabila ada masyarakat yang berminat mengembangkan asap cair bisa langsung datang ke kantornya.

"Alat pembuatan asap cair sudah ada di kami. Apabila ingin belajar silahkan datang, dan apabila ingin mengadopsi alat itu, silahkan pelajari. Asap cair juga selain bisa dipakai sendiri, bisa dijual kepada petani lain. Jadi ini peluang bagus untuk berwirausaha. Begitupun kalau ada masyarakat yang butuh asap cair, bisa juga dibeli di kantor kami," pungkasnya.

0 komentar:

Post a Comment